Anda di halaman 1dari 2

LAT. PUISI/B.

INDO/9TH/27-10-2017

IBU

Sejenak Kita Tetap merenung diri


Di hamparan waktu yang terikat jejal nafsu
Aku terdiam,
menapak tilas jejak sang ibu

Di atas pusara
Kupandangi nama yang terukir di batu nisan
Lengkap sudah tanggal perpisahan
Mengiang suara
Mengenang kenangan

Atas nasihat yang terus di langgar


Atas kasih sayang yang terus kusia -siakan
Atas doa yang selama ini tak kudengar
Atas harapan yang berbuah kekecewaan

Sebatas air mata,


Pantaskah terbayar lunas semua kasih sayang
Sebatas doa,
Pantaskah terlunasi segala jejak cintanya?

Ayah

Lembut mengiring malam


Ia belum pulang
Masih mengais nafkah untuk perut yang di sayang
karena nya ia belum pulang

Di sini,
Aku tak perduli apa yang dilakukan ayah
Apakah ia lemas tak berdaya
Apakah ia letih menanggung banyak jiwa

Keringat - keringat menduakan asasi


Peluh dan getir meringkih menjadi saksi
Di sini anakmu masih menjadi bajingan
yang tak bisa mengeja kata

Ya,
Aku tak bisa mengeja kata
LAT. PUISI/B.INDO/9TH/27-10-2017

Kakak

Engkau penggani ayah dan ibu


Malaikat yang sering mengajakku berkelahi
Putri yang sering mengajariku apa itu cantik
Pangeran yang sering memberitahuku apa itu kedewasaan

Engkau, dan kalian


Malaikat - malaikat yang menghibur sedihku
Menghapus airmataku
Dan tak lekas pergi dari setiap perihku

Adik

Tetaplah menjadi sebait keluarga


Tanpa ada benci dari segenggam cinta
Dari ikatan cinta ini tetaplah menjadi mahligai
Syurga kita ada di rumah kita

Kadang kau membuat aku marah


Kadang kau membuat aku tersenyum
Kepolosanmu yang membuat aku khawatir

Di kehidupan luar sangatlah kejam


Kau belum waktunya untuk keluar
Ku tak mau kau terjerat disana
Di lembah yang tak tahu aturan
Kehidupan yang tak tahu moral

Ku menyayangimu adikku
Aku sangat menyayangimu
Aku tak mau melihatmu menderita
Aku tak mau itu terjadi padamu

Cukup aku yang menanggung ini semua


cukup aku yang merasakan ini
Ku tak mau melihat itu di dirimu
Jagalah selalu sikap dan moralmu
Ku kan selalu menjagamu