Anda di halaman 1dari 27

ISU STRATEGIS PELAKSANAAN JKN DI RUMAH SAKIT

dr. Miftahul Khoiriyah Minat Studi Magister Administrasi Rumah Sakit

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Airlangga

2015

OUTLINE

1.

FKRTL Yang Menjalin Kerja Sama Dengan BPJS di Indonesia

2.

FKRTL Yang Menjalin Kerja Sama Dengan BPJS di Jawa Timur

3.

Rasio Tempat Tidur RS terhadap penduduk

4.

Rasio Dokter Spesialis terhadap penduduk

5.

Struktur Pembiayaan Kesehatan Masyarakat Era JKN

6.

Proyeksi Jumlah Penduduk dan Jumlah Peserta JKN

7.

Pemanfaatan JKN oleh Peserta

8.

Tantangan dan Peluang RS Ke depan

I. FKRTL YANG MENJALIN KERJA SAMA DENGAN BPJS DI INDONESIA

BUMN/BU

MD KEMENTRI KEPEMILIKAN JUMLAH RS YG PERSEN 3% AN FKRTL (DATA BUK. BEKERJA TASE TNI
MD
KEMENTRI
KEPEMILIKAN
JUMLAH RS
YG
PERSEN
3%
AN
FKRTL
(DATA BUK.
BEKERJA
TASE
TNI
POLRI
2%
6%
2%
KEMENKES
OKTOBER
SAMA DG
(%)
BPJS
2015)
KESEHATA
N
PEMDA
SWASTA
(PROV,
KEMENTRIAN
43
38
88
50%
KAB/KOTA
)
TNI
125
107
86
37%
POLRI
42
40
95
PEMDA (PROV,
KAB/KOTA)
673
634
94
FKRTL Yang bekerja sama dengan
BPJS (berdasarkan kepemilikan)
SWASTA
1509
855
57
Jumlah RS di Indonesia Yang
BUMN/BUMD
63
41
65
TOTAL
2455
1715
70
Bekerja Sama dg BPJS = 70%
dari Total RS di Indonesia

Sumber : BPJS Kesehatan , s/d Juli 2015

* Tidak Termasuk Klinik Utama

JUMLAH FKRTL SELURUH INDONESIA YANG BEKERJA SAMA DENGAN BPJS (S/D JULI 2015)

 

RS. UMUM

   

RS. KHUSUS

 

KLINIK

TOTAL

Kelas

Kelas

Kelas

Kelas

Kelas

Kelas

Kelas

Kelas

A

B

C

D

A

B

C

D

21

258

651

584

34

37

95

35

90

1805

Persentase RS Di Indonesia Yang Menjalin Kerja Sama Dengan BPJS

R S . U M U M RS. UMUM

RS. KHUSUSYang Menjalin Kerja Sama Dengan BPJS R S . U M U M 100% 89% 93%

100%

89% 93% 93% TOTAL 88% 80% 87% 84% 64% 53% 50% 14%
89%
93%
93%
TOTAL
88%
80%
87%
84%
64%
53%
50%
14%

Kelas A

Kelas B

Kelas C

Kelas D*

* Termasuk RS Kelas D sesuai penetapan Kemenkes dan RS yang belum ditetapkan kelasnya

Sumber : BPJS Kesehatan

Dalam sistem rujukan berjenjang, rumah sakit

yang memiliki dokter spesialis ( RS Kelas D dan

C) adalah tujuan rujukan yang pertama

Dari data BUK, Jumlah RS yang telah ditetapkan

sebagai RS Kelas D oleh Kemenkes adalah 473,

dan masih terdapat 698 RS yang belum ditetapkan

kelasnya (Karena belum memenuhi syarat?) oleh BPJS dianggap sebagai RS Kelas D

syarat?)  oleh BPJS dianggap sebagai RS Kelas D Seluruh RS seharusnya persyaratan sesuai klasifikasi

Seluruh

RS

seharusnya

persyaratan

sesuai

klasifikasi

memenuhi

standar

dan

perijinan

RS

(Peraturan Menteri Kesehatan No. 56/2014)

II. FKRTL YANG MENJALIN KERJA SAMA DENGAN BPJS DI JAWA TIMUR

II. FKRTL YANG MENJALIN KERJA SAMA DENGAN BPJS DI JAWA TIMUR Sumber : BPJS, s/d Oktober

Sumber : BPJS, s/d Oktober 2015

II. FKRTL YANG MENJALIN KERJA SAMA DENGAN BPJS DI JAWA TIMUR

140

134 102 78 95 111 42 5 4 26
134
102
78
95
111
42
5
4
26

Total RS di Jatim (Ditjen BUK, RS Online 2015)

RS Yang

Bekerja Sama

Dg BPJS

 

RS

UMUM

RS

KHUSUS

TOTAL

120

100

Kelas A

3

1

4

80

Kelas B

25

1

26

60

       

40

Kelas C

97

5

102

20

Kelas D

88

2

95

0

TOTAL

   

227

 
 
 
 
 
 

Sumber : BPJS, s/d Oktober 2015

400

350

300

250

200

150

100

50

0

370 Jumlah FKRTL di Jatim Yg Bekerja Sama dengan BPJS 61% 188 225 22
370
Jumlah FKRTL di
Jatim Yg Bekerja
Sama dengan BPJS
61%
188
225
22

FKRTL di JATIM (Dinkes Jatim 2015)

FKRTL Kerja Sama Dengan BPJS

Jumlah Total FKRTLFKRTL di JATIM (Dinkes Jatim 2015) FKRTL Kerja Sama Dengan BPJS Terakreditasi versi 2007 dan 2012

Terakreditasi versi 2007 dan 2012188 225 22 FKRTL di JATIM (Dinkes Jatim 2015) FKRTL Kerja Sama Dengan BPJS Jumlah Total

Terakreditasi versi 201222 FKRTL di JATIM (Dinkes Jatim 2015) FKRTL Kerja Sama Dengan BPJS Jumlah Total FKRTL Terakreditasi

Komposisi FKRTL di Jatim Yg

Bekerja Sama Dengan BPJS, berdasar Kepemilikan

TNI

POLRI

7% 4% Swasta Pemerintah 54% 35%
7%
4%
Swasta
Pemerintah
54%
35%

* Tidak Termasuk Klinik Utama

Bagaimana dengan Ketersediaan Dokter Spesialis dan Subspesialis di RS??

Dari 370 RS di Jawa

Timur, 49% belum

terakreditasi , dan hanya 6% dari 370 RS tersebut yang terakreditasi versi

2012

6% dari 370 RS tersebut yang terakreditasi versi 2012 Bagaimana dengan Jaminan Mutu RS??  RS

Bagaimana dengan Jaminan Mutu RS??

versi 2012 Bagaimana dengan Jaminan Mutu RS??  RS mengupayakan Home Doctor  Pemerintah
versi 2012 Bagaimana dengan Jaminan Mutu RS??  RS mengupayakan Home Doctor  Pemerintah

RS mengupayakan Home Doctor

Pemerintah

mengupayakan ketersediaan dan distribusi Dokter Spesialis

RS harus melakukan penjaminan mutu sehingga peserta JKN/Pasien dapat

terlayani dengan baik

dan aman

III. RASIO TEMPAT TIDUR PER 1000 PENDUDUK

III. RASIO TEMPAT TIDUR PER 1000 PENDUDUK Sumber : Profil Kesehatan Indonesia 2014, Kemenkes RI 10

Sumber : Profil Kesehatan Indonesia 2014, Kemenkes RI

60.000

50.000

40.000

30.000

20.000

10.000

-

Jumlah peserta BPJS di Jatim s/d 6 Oktober 2015 adalah

21.336.157

47.749

BPJS di Jatim s/d 6 Oktober 2015 adalah 21.336.157 47.749 22.882 Jmlh TT RS di Jawa

22.882

Jmlh TT RS di Jawa Timur (Ditjen BUK,RS Online 2015)

Jumlah TT RS Kerja Sama BPJS

IV. RASIO DOKTER SPESIALIS TERHADAP

100.000 PENDUDUK

IV. RASIO DOKTER SPESIALIS TERHADAP 100.000 PENDUDUK Sumber : Profil Kesehatan Indonesia 2014, Kemenkes RI 12

Sumber : Profil Kesehatan Indonesia 2014, Kemenkes RI

Rasio Tempat Tidur terhadap jumlah penduduk secara Nasional belum merata sehingga kecukupan Jumlah Tempat

Tidur masih kurang terutama di 12 provinsi.

Rasio jumlah SDM dokter spesialis yang masih belum tercukupi, terutama di 11 provinsi dan penyebaran yang belum merata di beberapa wilayah

dan penyebaran yang belum merata di beberapa wilayah Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan tingkat

Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan (RS dan dokter spesialis) menjadi kurang terpenuhi

lanjutan (RS dan dokter spesialis) menjadi kurang terpenuhi Terjadi antrian panjang peserta BPJS di beberapa RS

Terjadi antrian panjang peserta BPJS di beberapa RS dan wilayah serta respon time pelayanan yang tidak sesuai standar

V. STRUKTUR PEMBIAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT

ERA JKN

ATAS OUT OF POCKET MENENGAH ATAS ASKES PNS ASABRI MENENGAH MENDEKATI MISKIN MISKIN SANGAT MISKIN
ATAS
OUT OF POCKET
MENENGAH
ATAS
ASKES PNS
ASABRI
MENENGAH
MENDEKATI MISKIN
MISKIN
SANGAT MISKIN

ASURANSI SWASTA

JAMSOSTEK

SPM / SKTM

JAMKESDA

JAMKESMAS

BPJS

ASURANSI

SWASTA

Sumber: WJP, 2015

SEBELUM 2014
SEBELUM 2014
SESUDAH 2014
SESUDAH 2014

VI. PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK DAN

JUMLAH PESERTA JKN

Proyeksi Jumlah Penduduk dan Target Peserta JKN secara Nasional

2014 - 2019

300.000.000 250.000.000 200.000.000 150.000.000 Tahun % Peserta Thn 2014 51% Thn 2015 60% 100.000.000 Thn
300.000.000
250.000.000
200.000.000
150.000.000
Tahun
% Peserta
Thn 2014
51%
Thn 2015
60%
100.000.000
Thn 2016
70%
Thn 2017
80%
50.000.000
Thn 2018
90%
Thn 2019
95%
-
Thn 2014
Thn 2015
Thn 2016
Thn 2017
Thn 2018
Thn 2019
Penduduk (Jiwa)
252.164.800
255.461.700
258.705.000
261.890.900
265.015.300
268.074.600
Peserta JKN (Jiwa)
128.000.000
153.277.020
181.093.500
209.512.720
238.513.770
254.670.870
Axis Title

Prediksi Jumlah Penduduk dan Peserta JKN di Jatim 2014-2019

50.000.000 45.000.000 40.000.000 35.000.000 30.000.000 25.000.000 20.000.000 15.000.000 10.000.000 5.000.000 -
50.000.000
45.000.000
40.000.000
35.000.000
30.000.000
25.000.000
20.000.000
15.000.000
10.000.000
5.000.000
-
2014
2015
2016
2017
2018
2019
Estimasi Jumlah Penduduk Jatim
38.529.481
38.850.000
39.432.750
40.624.605
42.480.271
45.087.011
Estimasi Jumlah Peserta JKN di
Jatim
18.908.356
21.336.157
25.631.288
30.468.454
36.108.230
42.832.660

VII. PEMANFAATAN JKN OLEH PESERTA DI FKRTL SELURUH INDONESIA

160.000.000

140.000.000

120.000.000

100.000.000

80.000.000

60.000.000

40.000.000

20.000.000

-

60 % dari Total Penduduk Indonesia

Pemanfaatan JKN oleh peserta di FKRTL s/d Agustus 2015 153.254.145 16,6 % 16,1 % 25.400.000
Pemanfaatan JKN oleh peserta
di FKRTL s/d Agustus 2015
153.254.145
16,6 %
16,1 %
25.400.000
4.090.000

Total Peserta

Rasio Kunjungan Rawat Jalan Dibanding Total Peserta

Rasio Kunjungan Rawat Inap dibanding Rawat Jalan

Sumber : BPJS Kesehatan

VI. PEMANFAATAN JKN OLEH PESERTA DI

FKRTL JAWA TIMUR

25.000.000

20.000.000

15.000.000

10.000.000

5.000.000

-

55% dari Total Penduduk Pemanfaatan JKN oleh peserta di FKRTL s/d Agustus 2015 di Jatim
55% dari
Total
Penduduk
Pemanfaatan JKN oleh peserta di
FKRTL s/d Agustus 2015 di
Jatim
JATIM
21.336.157
17,2%
14 %
3.659.835
513.465

Total Peserta BPJS di Jawa Timur

Rasio Kunjungan Rawat Jalan Dibanding Total Peserta

Rasio Kunjungan Rawat Inap dibanding Rawat Jalan

Sumber : BPJS Kesehatan

Jumlah Kasus di FKRTL JATIM s/d Agustus 2015

87,4% 4.173.300 3.646.713 17,6% 526.587
87,4%
4.173.300
3.646.713
17,6%
526.587

Total Kasus Yang ditangani di FKRTL

Kasus spesialistik

Kasus non spesialistik

Sumber : BPJS Kesehatan

Kasus Non Spesialistik yang ditangani di FKRTL di Jawa Timur masih cukup tinggi yakni 17,6% (standar deviasi normal adalah

5%)

cukup tinggi yakni 17,6% (standar deviasi normal adalah 5%) Hal ini bisa disebabkan karena Sistem Rujukan

Hal ini bisa disebabkan karena Sistem Rujukan belum berjalan optimal akibat :

Jumlah dan kompetensi dokter umum di

FKTP Distribusi dokter umum tidak merata, sehingga masih ada FKTP yang tidak memiliki dokter

RASIO DOKTER UMUM TERHADAP 100.000 PENDUDUK DI INDONESIA

RASIO DOKTER UMUM TERHADAP 100.000 PENDUDUK DI INDONESIA Sumber : Profil Kesehatan Indonesia 2014, Kemenkes RI

Sumber : Profil Kesehatan Indonesia 2014, Kemenkes RI

X. PELUANG DAN TANTANGAN RS KE DEPAN

Bagi RS Yang Belum Menjalin Kerja Sama Dengan BPJS

1. Proporsi dan distribusi Tempat Tidur RS dibanding Jumlah Peserta saat ini belum ideal

2. Jumlah peserta dalam kurun waktu 4 tahun mendatang semakin menanjak

3. Proporsi penduduk yang menggunakan hak kepesertaannya akan semakin banyak

yang menggunakan hak kepesertaannya akan semakin banyak Masih ada peluang untuk menjalin kerja sama dengan BPJS,

Masih ada peluang untuk menjalin kerja sama dengan BPJS, dengan persiapan yang matang dan memenuhi persyaratan AKREDITASI RS dan PMK 56 Th 2014

Persiapan Yang Matang :

1. Manajemen strategis
1. Manajemen strategis
1. Manajemen strategis
1. Manajemen strategis

1. Manajemen strategis

1. Manajemen strategis
1. Manajemen strategis
1. Manajemen strategis
1. Manajemen strategis

2. Manajemen Operasional, antara lain :

Perubahan mindset dari fee for service menjadi perspective payment (tarif paket), termasuk perubahan pola pembayaran jasa medis

Persiapan SDM (terutama pemenuhan dr. Spesialis dan

subspesialis)

Perhitungan pembiayaan RS, unit cost setiap pelayanan harus dihitung cost containment

Penyusunan Clinical pathway, minimal pada kasus yang

high volume dan high cost

SIM RS yang terintegrasi dan handal

Pengendalian mutu pelayanan dengan akreditasi RS

Rumah Sakit Yang Sudah Menjalin Kerja Sama dengan BPJS

1. Akan semakin banyak RS yang menjalin kerja sama dengan BPJS Sehingga masyarakat (peserta BPJS) lebih leluasa memilih RS yang ada di wilayahnya, jika diperlukan.

leluasa memilih RS yang ada di wilayahnya, jika diperlukan. 2. Proporsi pasien RS yang merupakan peserta

2. Proporsi pasien RS yang merupakan peserta BPJS akan semakin

Proporsi pasien RS yang merupakan peserta BPJS akan semakin besar seiring dengan pertambahan jumlah peserta pendapatan

besar seiring dengan pertambahan jumlah peserta

pendapatan RS dari INA CBG dibanding fee for services semakin

meningkat

proporsi

CBG dibanding fee for services semakin meningkat proporsi RS harus mempunyai strategi bisnis yang bagus, untuk

RS harus mempunyai strategi bisnis yang bagus, untuk bisa sustain di

tengah persaingan dan pembiayaan era JKN , serta penjaminan mutu yang

baik untuk bisa tetap bekerja sama dengan BPJS (recredensialing)

XI. KESIMPULAN

1.

Rasio TT, Rasio Dokter Spesialis dan rasio dokter

umum dibanding jumlah penduduk saat ini masih

belum optimal dan belum merata

2.

Rumah sakit terutama kelas D dan kelas C masih kesulitan dalam pemenuhan SDM dokter spesialis

3.

Masih banyak RS yang belum mendapatkan penetapan kelas dan belum terakreditasi

4.

Prediksi Jumlah peserta yang semakin meningkat di

4 tahun ke-depanjumlah pemanfaatan faskes

semakin meningkat

5.

Masih ada peluang bagi RS yang belum bekerja

sama dengan BPJS untuk menjalin kerja sama, dengan memenuhi persyaratan (PMK 56/2014

dan akreditasi RS), persiapan yang matang, baik

manajemen strategis maupun operasional

6.

Bagi RS yang telah bekerja sama dengan BPJS

harus memiliki strategi , pengendalian mutu dan

biaya yang bagus untuk bisa tetap survive dan sustain di era JKN

TERIMA KASIH