Anda di halaman 1dari 3

Kota Ambon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Ambon
Amboina
Ibu kota provinsi
Kota Ambon

Dari atas searah jarum jam: Lapangan Merdeka, Gereja Silo,


Teluk Ambon, dan Gong Perdamaian Dunia

Lambang
Semboyan:
Bersatu Manggurebe Maju
Ambon
Lokasi Ambon di Indonesia

Koordinat: 3°42′LU 128°10′BT


Negara Indonesia
Provinsi Maluku
Kedatangan Portugis 1513
Pembangunan
1575
benteng
Pemberian hak
7 September 1921
persamaan
Hari jadi 7 September 1575
Dasar hukum UU Nomor 60 Tahun 1958
Pemerintahan
• Jenis Pemerintah kota
• Wali kota Richard Louhenapessy[1]
• Wakil wali kota Syarif Hadler[2]
Luas
• Total 377 km2 (146 sq mi)
• Darat 359.45 km2 (138.78 sq mi)
• Air 17.55 km2 (6.78 sq mi)
Ketinggian 3 m (10 ft)
Populasi (2016)
• Total 427,934
• Peringkat 38
• Kepadatan 1,100/km2 (2,900/sq mi)
• Peringkat 74
Demonim Orang Ambon
Waktu Indonesia Timur
Zona waktu
(UTC+9)
Kode pos 97129—97237
Kode telepon +62 911
Plat kendaraan DE
DAU (2016) Rp686.184.418.000,00[3]

IPM (2016)
▲ 79,55 (0,795)[4]
tinggi
Situs web www.ambon.go.id
Kota Ambon /amboːɳ/ atau Amboina dalam bahasanya adalah ibu kota dan kota terbesar
dari Provinsi Maluku. Kota yang berdiri di selatan Pulau Ambon ini[5] berawal dari benteng
didirikan oleh bangsa Portugis yang senantiasa menjadi pusat pertumbuhan kota.[6]

Kota Ambon merupakan pusat pelabuhan, pariwisata, dan pendidikan bagi wilayah
Kepulauan Maluku.[7] Dari antara beberapa pelabuhan di kota, Pelabuhan Yos Sudarso di
kota ini menjadi pelabuhan utama kota dan provinsi.[8] Kota disebut sebagai pusat pariwisata
karena menawarkan beragam jenis wisata, mulai dari alam, budaya, bahari, hingga kuliner.[9]
Keberadaan Ambon sebagai pusat pendidikan bisa dilihat dari penyelenggaraan Pesta
Pendidikan 2017 di kota[10] dan rata-rata lama sekolah yang tinggi.

Penduduk Ambon dapat dikatakan unik karena Ambon merupakan kota yang majemuk
karena memiliki rakyat dari berbagai suku bangsa, agama, dan ras.[11] Mayoritas masyarakat
Ambon berasal dari suku Ambon, suku setempat. Meskipun demikian, persatuan
keberagaman ini pernah diguncang oleh beberapa pertikaian politik yang menimbulkan
kerusuhan besar dengan mengikusertakan agama seperti pada 1999.[12][13] Pada tahun 2016,
Ambon memiliki penduduk sebesar 427.934 jiwa,[14] menjadikan Ambon kota terbesar di
provinsi.

Ambon memiliki beragam peninggalan sejarah, mulai dari masa megalitik hingga Jepang di
delapan desanya yang masih terpelihara dengan baik.[15] Peninggalan-peninggalan tersebut
beragam, mulai dari pangkalan militer peniggalan Jepang,[16] masjid jami kota,[17] hingga bom
peninggalan Perang Dunia II.[18] Kota ini pun memiliki banyak peninggalan Belanda dan
Portugis karena Ambon kaya akan pala dan cengkih yang didambakan orang Eropa pada
masa lalu.[19] Pada umumnya, peninggalan bangsa Eropa di Pulau Ambon berupa benteng.[20]