Anda di halaman 1dari 11

Trauma Kimia Mata

dr. Budi Suryanto SpM


Bagian Mata RS Siloam Karawaci
Trauma Kimia Mata
 Alkali kuat atau asam kuat dapat menimbulkan
kerusakan serius pada mata
 Basa (alkali): lebih berbahaya dalam hal penetrasi,
destruksi, lebih sulit ditangani dan berpotensi
jangka panjang
 Asam: koagulasi presipitasi
Penyebab
Alkali Acids
Cleaning products (eg, ammonia) Battery acid (eg, sulfuric acid)
Fertilizers (eg, ammonia) Bleach (eg, sulfurous acid)
Drain cleaners (eg, lye) Glass polish (eg, hydrofluoric; behaves like
alkali)
Cement, plaster, mortar (eg, lime) Vinegar (eg, acetic acid)
Airbag rupture (eg, sodium hydroxide) Chromic acid (brown discoloration of
conjunctiva)
Fireworks (eg, magnesium hydroxide) Nitric acid (yellow discoloration of
conjunctiva)
Potash (eg, potassium hydroxide) Hydrochloric acid (used to clean swimming
pools)
Tujuan Penatalaksanaan Trauma Kimia pada Mata

(1) Menghilangkan penyebab iritasi


(2) Mempercepat penyembuhan lapisan okular,
(3) Menghentikan inflamasi,
(4) Mencegah infeksi, dan
(5) Menjaga Intra Ocular Pressure (IOP)
Klinis
 Anamnesis: Riwayat trauma kimia (cipratan, siraman)
 Keluhan: Nyeri (sangat), sensasi adanya benda asing,
gangguan penglihatan, mata berair, fotofobia, mata
merah
 Pemeriksaan: (sebisa mungkin lakukan IRIGASI
SEGERA terlebih dahulu, tidak perlu menunggu visus)
 Setelah irigasi lakukan pemeriksaan teliti pada
kejernihan dan keutuhan (erosi) kornea, derajat limbal
ischemia, adanya sisa benda asing, trauma konjungtiva
(chemosis), trauma palpebra (udem) dan IOP.
Penatalaksanaan
1. Anestesi tetes topikal: Pantokain 0,5% (sampai rasa pedih
hilang)
2. Periksa pH awal, irigasi diteruskan hingga pH netral
Gunakan NaCl 0.9% atau Ringers Lactate atau air keran
bersih, maksimal 2L
Irigasi dengan spuit 10cc dengan ujung jarum dipatahkan dan
dibengkokkan > selang infus
3. Handuk, bengkok, kepala miring lateral supaya air irigasi
mengalir ke luar
kapas telinga bila perlu
4. Irigasi terutama di FORNIK KONJUNGTIVA
(superior dan inferior)
JANGAN terlalu banyak terkena kornea
Penatalaksanaan
Irigasi biasanya memerlukan 1-2 L (pada kasus
berat dapat mencapai 8-10 L)
lama irigasi 30 menit
Tunggu setiap 5-10 menit untuk monitor ulang pH,
target: pH 7.0 – 7.4
Bersihkan fornik konjungtiva dengan lidi kapas
basah (mengangkat partikel basa, konjungtiva
yang nekrosis)
Penatalaksanaan
Antibiotik tetes : 4-6 x sehari
Antibiotik salep : 4 x sehari
Air mata buatan non preservative tiap 1 jam
Analgetik bila perlu
Sikloplegik tetes mata bila perlu
Penurun tekanan bola mata (IOP) bila perlu
Kontrol
Penatalaksanaan
 Penyembuhan epitel dipengaruhi oleh lubrikasi, ascorbate untuk
membantu proses sintesis collagen fibril, dan pertimbangan pemakaian
topical corticosteroids untuk mengurangi inflamasi, membantu
pertumbuhan sel epitel baru dan regenerasi lapisan okular
 Salep Antibiotik dapat membantu lubrikasi serta mencegah infeksi
 Peningkatan IOP disebabkan oleh inflamasi anterior chamber dan
pemendekan collagen fibril . Penggunaan aqueous suppressants dalam
bentuk oral carbonic anhydrase inhibitors dan topical beta-
adrenergic blockers dapat diberikan bila IOP > 30 mmHg
 Inflamasi mata sering menyebabkan spasme ciliar yang nyeri, dan
dapat diatasi dengan pemberian long-acting mydriatic cycloplegic
 Intervensi bedah mungkin diperlukan bila dalam beberapa minggu
terapi diatas tidak menunjukkan perbaikan epitel
Kontrol
 Wajib dilakukan dalam minggu pertama post
trauma kimia untuk menilai regenerasi epitel dan
kornea, pemberian obat, mengontrol inflamasi
dan IOP, serta mencegah infeksi sekunder
 Komplikasi primer:
 Conjunctival inflammation
 Corneal abrasions

 Corneal haze & edema

 Acute rise in IOP

 Corneal melting and perforation


Ophthalmologic Approach to Chemical Burns Treatment & Management
https://emedicine.medscape.com/article/1215950-overview