Anda di halaman 1dari 11

Stress

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia
Dosen Pengampu :

Disusun Oleh:
Amartia Putri Lamsari(17.0601.0050)

PRODI DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat
dan karunia-Nya saya diberi kesempatan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini.
Dimana makalah ini merupakan salah satu dari tugas mata kuliah psikologi.
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan
teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan.
Oleh sebab itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-
teman.

Magelang, 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i


DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................................... 2
BAB II ................................................................................................................................... 3
TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................................ 3
2.1.1 Pengertian Stress ............................................................................................ 3
2.1.2 Faktor-faktor yang Menyebabkan Stress ........................................................ 3
2.2.3 Respon tubuh terhadap stress ........................................................................ 4
BAB 4 PENUTUP .............................................................................................................. 7
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................... 7
3.2 Saran ......................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Modernisasi dan perkembangan teknologi membawa perubahan tentang cara
berpikir dalam pola hidup bermasyarakat, sehingga perubahan tersebut membawa
pada kosekuensi di bidang kesehatan fisik dan bidang kesehatan jiwa.
Manusia harus selalu menyesuaikan diri dengan kehidupan dunia yang selalu
berubah-ubah. Manusia sebagaimana ia ada pada suatu ruang dan waktu,
merupakan hasil interaksi antara jasmani, rohani, dan lingkungan. Ketiga unsure
tersebut saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Dalam segala masalah, kita
harus mempertimbangkan ketiganya sebagai suatu keseluruhan (holistic) sehingga
manusia disebut makhluk somato-psiko-sosial.
Setiap individu memiliki intensitas atau derajat perasaan yang berbeda
walaupun menghadapi stimulus yang sama. Perasaan dan emosi biasanya disifatkan
sebagai keadaan dari diri individu pada suatu saat, misalnya orang merasa terharu
melihat banyaknya warga masyarakat yang tertimpa musibah kebanjiran (Drs.
Sunaryo, M.Kes, 2004 : 149).
Sumber gangguan jasmani (somatik) maupun psikologis adalah stress.
Penyesuaian yang berorientasi pada tugas disebut adaptasi dan yang berorientasi
pada pembelaan ego disebut mekanisme pertahanan diri. Pemahaman tentang stres
dan akibatnya penting bagi upaya pengobatan maupun pencegahan gangguan
kesehatan jiwa. Masalah stress sering dihubungkan dengan kehidupan modern dan
nampaknya kehidupan modern merupakan sumber gangguan stress lainya. Perlu
diperhatikan bahwa kepekaan orang terhadap stress berbeda. Hal ini juga
bergantung pada kondisi tubuh individu yang turut menampilkan gangguan jiwa.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan emosi ?
2. Apa saja bentuk-bentuk dari reaksi emosi ?
3. Bagaimana proses perkembangan reaksi emosi ?
4. Apa yang dimaksud dengan stress ?
5. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan stress bisa terjadi ?

1
6. Bagaimana respon terhadap stress ?
7. Apa yang dimaksud dengan adaptasi ?
8. Apa saja macam-macam adaptasi ?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Agar mahasiswa lebih paham dan mengetahui konsep emosi, stress dan adaptasi
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui reaksi tubuh terhadap adanya emosi, stress
dan adaptasi
3. Agar mahasiswa mengetahui faktor penyebab stress
4. Agar mahasiswa mengetahui dan memahami macam-macam adaptasi.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1 Pengertian Stress
Stress menurut Hans Selye tahun 1950 merupakan respons tubuh
yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya.
Dapat dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas
yang berat tetapi orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang
dibebankan itu, maka tubuh akan merespons dengan tidak mampu
sehingga orang tersebut dapat mengalami stress, begitu juga
sebaliknya.

2.1.2 Faktor-faktor yang Menyebabkan Stress


Kondisi-kondisi yang cenderung menyebabkan stress disebut
stressors. Menurut Robbins (2001: 565-567) ada tiga sumber utama
yang dapat menyebabkan timbulnya stress yaitu:
1. Faktor Lingkungan
Dalam faktor lingkungan terdapat tiga hal yang dapat
menimbulkan stress bagi karyawan yaitu ekonomi, politik dan
teknologi. Hal ini dapat terjadi, misalnya perubahan teknologi
yang begitu cepat. Perubahan yang baru terhadap teknologi akan
membuat keahlian seseorang dan pengalamannya tidak terpakai
karena hampir semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan cepat
dan dalam waktu yang singkat dengan adanya teknologi yang
digunakannya.

2. Faktor Organisasi
Didalam organisasi terdapat beberapa faktor yang dapat
menimbulkan stress yaitu role demands, interpersonal demands,
organizational structure dan organizational leadership, yaitu :
a. Role Demands
Stress yang disebabkan oleh peraturan dan tekanan pekerjaan
b. Interpersonal Demands
Stress yang disebabkan oleh antar individu dalam satu area

3
c. Organizational Structure
Stress yang disebabkan oleh peraturan dan struktur organisasi
yang tidak jelas
d. Organizational Leadership
Berkaitan dengan peran yang akan dilakukan oleh seorang
pimpinan dalam suatu organisasi.
3. Faktor Individu
Pada dasarnya, faktor yang terkait dalam hal ini muncul dari
dalam keluarga seperti hubungan keluarga yang tidak baik,
masalah ekonomi pribadi dan karakteristik pribadi dari keturunan.

2.2.3 Respon tubuh terhadap stress


Respon stres melibatkan semua fungsi tubuh, sehingga terlampau
besarnya stres yang menghabiskan sumber-sumber adaptif kita dapat
menyebabkan kelelahan, beragam masalah kesehatan, dan bahkan
akibat yang fatal.
a. Respon Fisik
o Rambut
Warna rambut yang semula hitam pekat, lambat laun
mengalami perubahan warna menjadi kecoklat-coklatan serta
kusam. Ubanan (rambut memutih) terjadi sebelum waktunya,
demikian pula dengan kerontokan rambut.
o Mata
Melemahnya fungsi otot mata karena terlalu lelah
o Telinga
Pendengaran seringkali terganggu dengan suara berdenging
(tinitus).
o Ekspresi wajah
Wajah seseorang yang stres nampak tegang, dahi berkerut,
mimik nampak serius, tidak santai, bicara berat, sukar untuk
senyum/tertawa dan
o Mulut

4
Mulut dan bibir terasa kering sehingga seseorang sering minum.
Selain daripada itu pada tenggorokan seolah-olah ada ganjalan
sehingga ia sukar menelan, hal ini disebabkan karena otot-otot
lingkar di tenggorokan mengalami spasme (muscle cramps)
sehingga serasa “tercekik”.
o Kulit
Pada orang yang mengalami stress reaksi kulit bermacam-
macam; pada kulit dari sebagian tubuh terasa panas atau dingin
atau keringat berlebihan. Reaksi lain kelembaban kulit yang
berubah, kulit menjadi lebih kering. Selain daripada itu
perubahan kulit lainnya adalah merupakan penyakit kulit,
seperti munculnya eksim, urtikaria (biduran), gatal-gatal dan
pada kulit muka seringkali timbul jerawat (acne) berlebihan;
juga sering dijumpai kedua belah tapak tangan dan kaki
berkeringat (basah).
o Sistem Pernafasan
Pernafasan seseorang yang sedang mengalami stress dapat
terganggu, misalnya nafas terasa berat dan sesak.
o Sistem Kardiovaskuler
Sistem jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskuler dapat
terganggu faalnya karena stress. Misalnya, jantung berdebar-
debar, pembuluh darah melebar (dilatation) atau menyempit
(constriction) sehingga yang bersangkutan nampak mukanya
merah atau pucat dan kesemutan. Selain daripada itu
sebahagian atau seluruh tubuh terasa “panas” (subfebril) atau
sebaliknya terasa “dingin”.
o Sistem Pencernaan
Orang yang mengalami stress seringkali mengalami gangguan
pada sistem pencernaannya. Misalnya, pada lambung terasa
kembung, mual dan pedih. Dalam istilah kedokteran disebut
gastritis atau dalam istilah awam dikenal dengan sebutan
penyakit maag. Selain gangguan pada lambung tadi, gangguan

5
juga dapat terjadi pada usus, sehingga yang bersangkutan
merasakan perutnya mulas, sukar buang air besar atau
sebaliknya sering diare.
o Sistem Perkemihan
Orang yang sedang menderita stress faal perkemihan (air seni)
dapat juga terganggu. Yang sering dikeluhkan orang adalah
frekuensi untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya,
meskipun ia bukan penderita kencing manis (diabetes mellitus).
o Sistem Otot dan tulang
Stress dapat pula menjelma dalam bentuk keluhan-keluhan
pada otot dan tulang (musculoskeletal). Yang bersangkutan
sering mengeluh otot terasa sakit (keju) seperti ditusuk-tusuk,
pegal, dan tegang. Selain daripada itu keluhan-keluhan pada
tulang persendian sering pula dialami, misalnya rasa ngilu atau
rasa kaku bila menggerakan anggota tubuhnya.
o Sistem Endokrin
Gangguan pada sistem endokrin (hormonal) pada mereka yang
mengalami stres adalah kadar gula yang meninggi, dan bila hal
ini berkepanjangan bisa mengakibatkan yang bersangkutan
menderita penyakit kencing manis (diabetes mellitus);
gangguan hormonal lain misalnya pada wanita adalah gangguan
menstruasi yang tidak teratur dan rasa sakit (dysmenorrhoe).

b. Respon Psikologis
Faktor-faktor Psikologis dapat mempengaruhi fungsi fisik,
faktor-faktor fisik juga dapat mempengaruhi fungsi mental.
Gangguan fisik yang diyakini disebabkan atau dipengaruhi faktor
psikologis pada masa lalu yang disebut psikosomatis
(psychosomatic) atau psikofisiologis.
 Daya pikir
Pada orang seseorang yang mengalami stres, kemampuan
bepikir dan mengingat serta konsentrasi menurun. Orang
menjadi pelupa dan seringkali mengeluh sakit kepala pusing.

6
BAB 4 PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat kita ambil kesimpulan, bahwa emosi adalah
keadaan atau persitiwa kejiwaan yang dirasakan atau dinilai dengan : senang atau
tidak senang, setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka, baik atau tidak baik,
dan sebagainya. Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologi dan berbagai pikiran.
Stress adalah suatu ketidakseimbangan diri/jiwa dan realitas kehidupan
setiap hari yang tidak dapat dihindari perubahan yang memerlukan penyesuaian,
sering dianggap sebagai kejadian atau perubahan negatif yang dapat menimbulkan
stress, seperti cidera, sakit atau kematian orang yang dicintai, bahkan putus cinta.
Adaptasi adalah proses dimana dimensi fisiologis dan psikososial berubah
dalam berespons terhadap stress. Karena banyak stressor tidak dapat dihindari,
promosi kesehatan sering difokuskan pada adaptasi individu, keluarga, maupun
komunitas terhadap stress.

3.2 Saran
Dengan selesainya makalah ini disarankan kepada para pembaca agar dapat
lebih memperdalam lagi pengetahuan tentang pengaruh stress, emosi dan adaptasi
terhadap kesehatan serta dapat mengaplikasikannya dalam dunia keperawatan
sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal dan tepat.

7
DAFTAR PUSTAKA

Soekidjo Notoatmodjo. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. 2010.

Asmadi ; editor, Eka Anisa Mardella. Konsep Dasar Keperawatan. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta, 2008.

Suara, M., Dalami, R., Rochimah, Raenah, E., Rusmiyati. Konsep Dasar
Keperawatan. TIM. Jakarta, 2010.

Hidayat, A. Aziz Alimul. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Edisi Pertama-


Salemba Medika. Jakarta, 2004.

https://mahardikapertiwi.wordpress.com/2014/03/29/makalah-strees-dan-adaptasi/

https://rizkarahfi.wordpress.com/2014/03/18/psikologi-stress-dan-adaptasi/