Anda di halaman 1dari 7

1.

Jelaskan apakah ada perbedaan kandungan pati pada daun terbuka dan
daun tertutup, beri alasan!
Jawab :
Kandungan pati pada daun terbuka dan daun tertutup memiliki perbedaan,
yaitu pada daun terbuka terdapat kandungan pati dan pada daun tertutup tidak
terdapat kandungan pati.
Pati atau amilum merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis, yang
berarti pada bagian daun yang terkena cahaya matahari terjadi proses fotosintesis,
sedangkan pada daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak terjadi proses
fotosintesis. Pada proses fotosintesis dibutuhkan cahaya matahari dan klorofil,
apabila tidak ada cahaya matahari yang diserap oleh klorofil maka fotosintesis
tidak akan terjadi dan amilum pun tidak akan terbentuk. Hal inilah yang akan
menyebabkan tidak adanya warna ungu (mengindikasikan adanya amilum) pada
daun yang ditutupi oleh aluminium foil. Sedangkan pada daun terbuka, pada saat
daun diberi perlakuan terjadi perubahan warna menjadi biru kehitaman (ungu)
yang mengindikasikan adanya pati pada daun tersebut.

2. Jelaskan apa fungsi larutan lugol pada percobaan ini?


Jawab :
Pada percobaan ini larutan lugol digunakan sebagai tes indikator yang
bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pati/amilum pada daun.

3. Carilah literatur tentang daur harian kandungan pati pada tumbuhan!


Jawab :
Akumulasi bahan makanan cadangan dalam berbagai organ tumbuhan
merupakan aktivitas tumbuhan yang sangat nyata. Pada tumbuhan semusim,
bahan makanan terkumpul dalam biji, tetapi pada tanaman tahunan bahan
makanan tersimpan juga dalam organ-organ lainnya. Tentunya bahan makanan
simpanan ini dapat berakumulasi hanya jika fotosintesis telah berlangsung.
Selama proses fotosintesis pembentukan karbohidrat sepanjang siang hari
akan lebih cepat daripada pengangkutannya oleh respirasi dan translokasi,
sehingga ada akumulasi dalam bentuk pati. Oleh kerana itu akan terjadi
penyimpanan hasil pati yang mungkin banyak dalam kloroplas selama sehari
penuh. Pada malam hari, jika fotosintesis berhenti, respirasi dan translokasi
karbohidrat berjalan terus, sehingga kandungan pati dalam daun berkurang
sepanjang malam sampai tinggal sedikit atau habis sama sekali pada pagi hari.
Menurut Klepper (1991) tunas mengalami peningkatan karbohidrat pada
siang dan malam hari, sedangkan akar berat keringnya meningkat pada siang hari
dan menurun kembali berat keringnya pada malam hari. Hal ini menunjukkan
bahwa suplai karbohidrat ke akar pada malam hari terbatas.
Proses fotosintesis akan menghasilkan karbohidrat, terutama glukosa.
Diantara berbagai karbohidrat yang penting yang dapat dibentuk oleh tumbuhan
dari glukosa adalah selulosa, sukrosa dan pati/amilum. Amilum didalam
tumbuhan banyak tersimpan dalam akar, umbi ataupun biji-bijian. Butir-butir
amilum itu sebenarnya semula terdapat di dalam kloroplas daun sebagai hasil
fotosintesis. Pada kebanyakan tumbuhan dikotil juga monokotil, pati mulai
terkumpul pada daun segera setelah terjadi proses fotosintesis yang berjalan cepat,
sehingga pada tanaman dikotil mempunyai daun pati sedangkan daun monokotil
mempunyai daun gula.
Karbohidrat yang terbentuk pada tumbuhan dalam bentuk pati atau amilum.
Pembentukan amilum pada umumnya berlangsung melalui proses yang sama
secara berulang-ulang dengan menggunakan glukosa dari gula nukleosida yang
mirip UDPG yang disebut sebagai Adenosin Difosfat (ADPG).
Pembentukan pati terjadi melaui suatu proses yang melibatkan sumbangan
berulang unit glukosa dari gula nukleotida serupa dengan UDPG yang disebut
adenosin difosfoglukosa, ADPG. Pembentukan ADPG berlangsung dengan
menggunakan ATP dan glukosa-1-fosfat di kloroplas dan plastid. Molekul
amilosa yang sedang tumbuh dengan unit glukosa yang mempunyai gugus reaksi
C-4 pada ujungnya, bergabung dengan C-1 glukosa yang ditambahkan dari
ADPG. Pati sintetase, yang mengkatalisis reaksi tersebut diaktifkan oleh K+.
Cabang pada amilopektin antara C-6 pada rantai utama dan C-1 pada rantai
cabang dibentuk oleh berbagai isoenzim dari beberapa enzim yang secara ringkas
disebut enzim percabangan atau enzim Q. Tingkat cahaya yang tinggi dan siang
hari yang panjang, menguntungkan fotosintesis dan translokasi karbohidrat.
Sehingga menyebabkan penimbunan satu atau lebih butir pati di kloroplas dan
penyimpanan pati di amiloplas. Pembentukan pati di kloroplas diuntungkan oleh
cahaya terang, sebab enzim yang membentuk ADPG secara alosetrik diaktifkan
oleh 3-PGA dan dihambat secara alosetrik Pi (Preiss). Kandungan 3-PGA agak
meningkat saat terang sewaktu penambahan CO2 terjadi, tapi kandungan Pi agak
turun karena ditambah ADP untuk membentuk ATP selama fosforilasi
fotosintesis.
Pati yang merupakan simpanan energi di dalam sel-sel tumbuhan ini
berbentuk butiran-butiran kecil mikroskopik dengan berdiameter berkisar antara
5-50 nm.
Pati merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuh-tumbuhan dan
merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia di seluruh dunia. Pati
terutama terdapat dalam padi-padian, biji-bijian, danumbi-umbian. Jumlah unit
glukosa dan susunannya dalam satu jenis pati berbeda satu sama lain,
Dalam daun terdapat amilum (polisakarida) yang merupakan hasil proses
fotosintesis (Dwidjoseputro, 1990). Hal ini dibuktikan bahwa pada daun kontrol
berwarna bercak-bercak ungu rata pada seluruh daunnya sedangkan pada daun
yang diberi perlakuan yaitu bagian tengah daun ditutup dengan aluminium foil,
pada bagian tertutup ini berwarna hijau muda dan hampir tidak berwarna. Warna
ungu muncul saat daun ditetesi dengan larutan I-KI yang dibentuk oleh ikatan
antara amilum yang mampu mengikat iodium sehingga menghasilkan warna ungu.
Bagian daun yang tertutupi dengan aluminium foil tidak mampu menyerap cahaya
sehingga tidak terjadi fotosintesis menyebabkan amilum tidak terbentuk
(Loveless, 1987).
Karbohidrat utama yang disimpan pada sebagian besar tumbuhan adalah pati
dan selulosa. Pati atau amilum banyak terdapat pada kloroplas daun, yang
merupakan tempat proses fotosintesis. Karbohidrat tersimpan dalam bentuk
amiloplas, yang terbentuk sebagai hasil translokasi sukrosa atau karbohirat lain
dari daun. Jumlah pati pada bagian jaringan bergantung pada banyaknya faktor
genetik dan lingkungan serta lama cahaya. Pati terbentuk pada siang hari ketika
fotosintesis melebihi laju gabungan antara respirasi dan translokasi, kemudian
hilang pada waktu malam melalui kedua proses tersebut (Dwidjoseputro, 1990).
Pengangkutan amilum dari sel ke sel adalah dalam bentuk gula karena gula
larut dalam air. Reaksi iodium dengan amilum menimbulkan warna biru kehitam-
hitaman. Amilum terdiri atas 2 bagian, yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa
lebih mudah larut dalam air. Untuk mengetahui adanya karbohidrat dalam
tanaman dapat dilakukan suatu pengujian. Menurut Tjitrosomo (1985), bahwa
akumulasi pati dalam daun sebagai cadangan sementara mudah diperlihatkan.
Proses pembentukan amilum melalui fotosintesis adalah sebagai berikut:
6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 CO2 + Energi
Menurut Salisbury and Ross (1992) amilum terbentuk dari hasil fotosintesis.
Pada proses fotosintesis dibutuhkan cahaya matahari dan klorofil, apabila tidak
ada cahaya matahari yang diserap oleh klorofil maka fotosintesis tidak akan
terjadi dan amilum pun tidak akan terbentuk. Hal inilah yang akan menyebabkan
tidak adanya warna ungu (mengindikasikan adanya amilum) pada daun yang
ditutupi oleh aluminium foil. Proses pembentukan amilum menurut Borner dan
Varner (1976) yaitu:
 Pertama-tama melalui reaksi antara sukrosa dengan air sehingga terbentuk
fruktosa
ADP UDP
Sukrosa + H2O Glukosa-ADP atau Glukosa-UDP + Fruktosa
(s) (I) (s) (s)
 Fruktosa yang dihasilkan dari hidrolisis sukrosa tadi akan mengalami
interkonversi menjadi Glukosa-1P. Selanjutnya glukosa-1P akan mengalami
dua jalur reaki yang berbeda. Jalur pertama yaitu Glukosa-1P bereaksi dengan
ATP atau UTP menghasilkan Glukosa-ADP atau Glukosa-UDP. Jalur ke dua
yaitu glukosa-1P akan bereaksi dengan enzim fosforilase dan berunah
menjadi amilum.
Fruktosa Glukosa-1P
Glukosa-1P + ATP atau UTP Glukosa-ADP atau Glukosa UDP
Glukosa-1P + Fosforilase Amilum
 Glukosa-ADP atau Glukosa-UDP yang dihasilkan bereaksi dengan enzim
amilum sintetase dan berubah menjadi amilum.
Glukosa-ADP atau Glukosa-UDP + Amilum sintetase Amilum
Menurut Hopkins (1995) amilum terdiri dari campuran amilosa dan
amilopektin. Amilosa bereaksi dengan Iod (I) menghasilkan perubahan warna
komplek merah ungu. Warna ini ditimbulkan oleh ikatan lemah diantara molekul
pati/amilum dan Iod.
Faktor–faktor yang mempengaruhi pembentukan amilum menurut
Dwidjoseputro (1990) adalah:
 Temperatur.
Pada umumnya temperatur yang rendah memiliki pengaruh yang baik bagi
pengubahan amilum menjadi gula. Menurut Purvis dan Yelenosky (1983), sumber
karbohidrat yang terdapat di dalam daun akan terkumpul di dalamnya pada saat
tumbuhan berada pada kondisi dengan temperatur rendah.
 Pengaruh air.
Persediaan air yang agak berlebihan menambah kegiatan penyusunan amilum.
 Konsentrasi ion-ion H+
Perubahan pH membawa perubahan kegiatan enzim. Ada beberapa enzim
yang bekerja berlawanan, jika lingkunganya mengalami perubahan pH.
 Konsentrasi gula.
Di dalam sel terdapat suatu keseimbangan antar gula dan persediaan amilum.
Pada malam hari, sebagian dari amilum ada yang diubah menjadi gula sekedar
untuk menjaga ketetapan konsentrasinya.
Tidak terbentuknya warna biru kehitaman pada daerah yang tidak terkena
cahaya matahari menunjukkan bahwa daerah tersebut tidak mengalami
fotosintesis. Cahaya merupakan faktor utama dalam proses fotosintesis dan jika
tidak ada cahaya maka fotosintesis tidak dapat berlangsung. Intensitas cahaya
yang tinggi terjadi pada siang hari yang panjang saat musim panas dapat
menyebabkan terjadinya penimbunan satu atau lebih butir pati di kloroplas dan
penyimpanan pati di amiloplas sebagai organ cadangan sel non-fotosintesis.
Jumlah pati yang disimpan atau dibentuk akan semakin meningkat dengan
meningginya intensitas cahaya. Pati merupakan produk berlebih atau kelebihan
produk dari fotosintesis (Taiz, 1995).
Hopkins (1995), menyatakan bahwa pembentukan karbohidrat terjadi pada
tempat dimana cahaya menyinari bagian yang hijau karena bagian tersebut
mangandung klorofil. Kahadiran karbohidrat dapat diketahui dari Iodin-Amilum.
Bagian daun yang tertutup ketas alumunium foil dan dikenai sinar matahari, maka
setelah dimasukkan dalam alkohol panas dan aquades panas, kemudian ditetesi
larutan iodin, maka bagian tersebut tidak akan terbentuk warna ungu, tetapi
bagian yang tidak ditutupi nampak berwarna ungu. Dwijoseputro (1986),
menggambarakan hubungan antara amilum dan I-KI dalam reaksi berikut:
C5H8O4 + I – KI C5H8O4 + I5- + KI
Menurut Salisbury dan Ross (1992) pembentukan pati atau amilum terjadi
terutama melalui satu proses yang melibatkan sumbangan berulang unit glukosa
dari gula nukleotida serupa dengan UDPG yang disebut adenosin difosfoglukosa
(ADPG). Pembentukan ADPG berlangsung dengan menggunakan ATP dan
glukosa 1-fosfat di kloroplas dan plastid lainnya. Reaksi berikut merangkum
pembentukan pati dari ADPG :

ADP + amilosa kecil (unit n-glukosa) → amilosa (lebih besar dengan unit
n+1glukosa) + ADP.

Menurut Lakitan (2000) karbohidrat yang terbentuk pada tumbuhan dalam


bentuk pati atau amilum. Pembentukan amilum pada umumnya berlangsung
melalui proses yang sama secara berulang-ulang dengan menggunakan glukosa
dari gula nukleosida yang mirip UDPG yang disebut sebagai Adenosin Difosfat
(ADPG). Pembentukan ADPG berlangsung dalam kloroplas atau plastida lainnya
menggunakan Atp dan glukosa-1-p :
(n-glukosa) amilosa → (n+1 glukosa) amilosa
ADPG → ADP
Pembentukan pati terjadi melaui suatu proses yang melibatkan sumbangan
berulang unit glukosa dari gula nukleotida serupa dengan UDPG yang disebut
adenosin difosfoglukosa, ADPG. Pembentukan ADPG berlangsung dengan
menggunakan ATP dan glukosa-1-fosfat di kloroplas dan plastid. Molekul
amilosa yang sedang tumbuh dengan unit glukosa yang mempunyai gugus reaksi
C-4 pada ujungnya, bergabung dengan C-1 glukosa yang ditambahkan dari
ADPG. Pati sintetase, yang mengkatalisis reaksi tersebut diaktifkan oleh K+.
Cabang pada amilopektin antara C-6 pada rantai utama dan C-1 pada rantai
cabang dibentuk oleh berbagai isoenzim dari beberapa enzim yang secara ringkas
disebut enzim percabangan atau enzim Q. Tingkat cahaya yang tinggi dan siang
hari yang panjang, menguntungkan fotosintesis dan translokasi karbohidrat.
Sehingga menyebabkan penimbunan satu atau lebih butir pati di kloroplas dan
penyimpanan pati di amiloplas. Pembentukan pati di kloroplas diuntungkan oleh
cahaya terang, sebab enzim yang membentuk ADPG secara alosetrik diaktifkan
oleh 3-PGA dan dihambat secara alosetrik Pi (Preiss). Kandungan 3-PGA agak
meningkat saat terang sewaktu penambahan CO2 terjadi, tapi kandungan Pi agak
turun karena ditambah ADP untuk membentuk ATP selama fosforilasi fotosintesis
(Salisbury & Ross,1992).
Tanaman jika pada bulan-bulan yang dingin, konsentrasi gula tinggi
sedangkan kadar amilum menyusut, bulan-bulan panas keadaan itu berkebalikan.
Persediaan air yang berlabihan menambah kegiatan penyusunan amilum.
Perubahan pH membawa perubahan kegiatan enzim. pH 7 merupakan pH optimal
untuk pembentukan gula, sedang gula akan terbentuk menjadi amilum jika pH
sampai dibawan 7 (Kimball, 1989).