Anda di halaman 1dari 22

SILABUS MATA PELAJARAN

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH


(SMP/MTs)

MATA PELAJARAN
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
(IPS)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


JAKARTA, 2016
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI i

I. PENDAHULUAN 1
A. Rasional 1
B. Kompetensi Setelah Mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial di
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah 1
C. Kompetensi Setelah Mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial di
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah 3
D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah 4
E. Pembelajaran dan Penilaian 8
F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi
Lingkungan dan Peserta Didik 9

II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN


PEMBELAJARAN 11
A. Kelas VII 11
B. Kelas VIII 13
C. Kelas IX 16

1
2
I. PENDAHULUAN

A. Rasional

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan masyarakat


pada tataran lokal, nasional, dan internasional menjadi landasan utama
dalam pengembangan kurikulum 2013. Dalam Kurikulum 2013,Mata
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) harus berkontribusi terhadap
pembentukan pegetahuan, sikap, dan keterampilan serta penguasaan TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi) peserta didik agar memiliki
kesiapan dalam menghadapi tantangan global pada abad 21. Sebagai
bagian dari masyarakat dunia, peserta didik harus memahami
lingkungan dan masyarakat secara lokal, nasional dan global, menyadari
keragaman budaya (multikultur), mengembangkan keterampilan sosial
dan menguasai perkembangan teknologi.

Mata Pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran wajib di


SMP/MTsyang memadukan (integrated) konsep geografi, sosiologi,
ekonomi, dan sejarah. Karena itu pembelajaran IPS diorganisasikan
dengan pendekatan interdisipliner, multidisipliner atau transdisipliner
dari Ilmu-ilmu Sosial, Humaniora, dan Psikologi sesuai perkembangan
peserta didik.

Mata Pelajaran IPS menggunakan geografi sebagai titik tolak (platform)


kajian dengan pertimbangan semua tempat, benda, sumber daya dan
peristiwa terikat dengan lokasi. Tujuannya adalah menekankan
pentingnya ruang sebagai tempat hidup dan sumberdaya bagi manusia,
mengenal potensi dan keterbatasan ruang, karena itulah ruang selalu
saling berhubungan (konektivitas antarruang) untuk saling melengkapi.
Akibat dari interaksi antara alam dan manusia, serta konektivitas
antarruang, ruang pun senantiasa berubah menurut waktu dan teknologi
yang digunakan oleh manusia dalam memanfaatkan ruang. Pemahaman
ruang dalam lingkup negara Indonesia dapat mengembangan rasa cinta
terhadap tanah air, memperkokoh kesatuan dan persatuan (NKRI).
Pembelajaran IPS di SMP/MTs meliputi pemahaman lingkungan dan
masyarakat dalam lingkup nasional dan internasional untuk
mengembangkan pengetahuan, sikap, berpikir logis, sistematis, kritis,
analitis, dan berketerampilan sosial. Semua itu, selain untuk
meningkatkan pemahaman potensi wilayah Indonesia, juga
mengembangkan nasionalisme, memperkokoh sikap kebangsaan, dan
mampu bekerjasama dalam masyarakat majemuk selaku warga
masyarakat, warga negara dan warga dunia.

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang


sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru.
Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien,
tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak
berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi
dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip
keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah
diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh peserta didik
(learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk

1
dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan
pendidikan peserta didik.
Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan
kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta
mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut,
komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pokok, alternatif
pembelajaran dan penilaianya. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam
silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktifitas.
Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru
dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik
masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru
diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses
pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang
disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat
perkembangan kemampuan siswa.

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial di


Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi salah satu mata pelajaran di
pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs), sedangkan di pendidikan
menengah (SMA/MA) IPS dikenal sebagai kelompok peminatan bersama-
sama dengan peminatan MIPA; Bahasa dan Budaya. IPS di pendidikan
dasar khususnya SD, bersifat terpadu (integreted) karena itu
pembelajarannya tematik. Pada kelas rendah (I,II dan III) IPS dipadukan
dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn, dan Matematika; pada
SD/MI kelas tinggi (Kelas IV, V, dan VI) menjadi mata pelajaran yang
berdiri sendiri. Pada jenjang SMP/MTs, pembelajarannya bersifat
terpadu-korelatif, secara materi konsep-konsep ilmu sosial dalam IPS
belum terikat pada tema. Pada pendidikan menengah yaitu SMA/MA IPS
menjadi kelompok peminatan, yang di dalamnya terdiri atas mata
pelajaran yang berdiri sendiri (monodisipliner) yaitu Geografi, Sosiologi,
Ekonomi, dan Sejarah.

Setelah mengikuti pembelajaran IPS di pendidikan dasar dan kelompok


peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial di pendidikan menengah, peserta
didik akan memiliki kemampuan sebagai berikut.
 Mengenal dan memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan
kehidupan masyarakat dan lingkungannya;
 Mengaplikasikan teori, pendekatan dan metode ilmu-ilmu sosial dan
humaniora, dalam penelitian sederhana dan mengomunikasikan
secara lisan dan/atau tulisan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah
dengan memanfaatkan teknologi informasi;
 Berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, kreatif, inovatif,
kolaboratif dan terampil menyelesaikan masalah dalam kehidupan
masyarakat;
 Memahami dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan terhadap
perkembangan teknologi dan kehidupan manusia baik di masa lalu
maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain,
dan lingkungannya
 Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan serta bangga menjadi warga negara Indonesia; dan
2
 Berkomunikasi, bekerja sama, dan berdaya saing dalam masyarakat
yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, global.

Kemampuan-kemampuan tersebut tersebut dapat dirumuskan menjadi


tingkatan kompetensi pada setiap jenjang seperti gambar 1 berikut.

Gambar 1. PetaKerja Ilmiah IPS di Pendidikan Dasar dan Kelompok


IPS di Pendidikan Menengah

C.Kompetensi Setelah Mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah


Dasar/Madrasah Ibtidaiyah

Kelas VII-VIII

 Memiliki sikap menghargai dan menghayati ajaran agama yang


dianutnya, perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun,dan percaya diri sebagai warga
negara Indonesia.
 Memahami konsep ruang dan interaksi antarruang dalam
lingkup nasional dan ASEAN serta pengaruhnya terhadap
kehidupan.
 Memahami dinamika interaksi sosial budaya dan kegiatan
ekonomi dalam mendukung keberlanjutan kehidupan
masyarakat.
 Memahami perubahan dan kesinambungan kehidupan
3
masyarakat Indonesia pada masa praaksara sampai masa
pergerakan kebangsaan.
 Mengemukakan pendapat mengenai masalah sosial dan
pemecahannya dalam lingkup nasional dan ASEAN.

Kelas IX
 Memiliki sikap menghargai dan menghayati ajaran agama
yang dianutnya, perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun,dan percaya diri sebagai warga
negara Indonesia.
 Memahami konsep ruang dan interaksi antarruang pada
lingkup global.
 Memahami perubahan sosial, budaya, dan ketergantungan
ekonomi dalam menghadapi arus globalisasi.
 Memahami perubahan dan kesinambungan kehidupan
masyarakat Indonesia pada masa kemerdekaan sampai masa
reformasi.
 Mengemukakan pendapat mengenai masalah sosial dan
pemecahannya dalam lingkup global.

D.Kerangka Pengembangan Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah


Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah

Dasar kerangka pengembangan kurikulum IPS adalah


Kompetensi Inti pada kelas VII - IX yang meliputi:

Kelas VII Kelas VIII Kelas IX


KI 1 Menghargai dan KI 1 Menghargai dan KI 1 Menghargai dan
menghayati ajaran agama menghayati ajaran menghayati ajaran
yang dianutnya. agama yang agama yang
dianutnya. dianutnya.

KI 2 Menunjukkan KI 2 Menunjukkan KI 2 Menunjukkan


perilaku jujur, disiplin, perilaku jujur, perilaku jujur,
tanggungjawab, peduli disiplin, disiplin,
(toleransi, gotong royong), tanggungjawab, tanggungjawab,
santun, dan percaya diri peduli (toleransi, peduli (toleransi,
dalam berinteraksi secara gotong royong), gotong royong),
efektif dengan lingkungan santun, dan percaya santun, dan percaya
sosial dan alam dalam diri dalam diri dalam
jangkauan pergaulan dan berinteraksi secara berinteraksi secara
keberadaannya. efektif dengan efektif dengan
lingkungan sosial lingkungan sosial
dan alam dalam dan alam dalam
jangkauan jangkauan
pergaulan dan pergaulan dan
keberadaannya. keberadaannya.

KI 3 Memahami KI 3 Memahami dan KI 3 Memahami dan


pengetahuan (faktual, menerapkan menerapkan
4
konseptual, dan pengetahuan pengetahuan
prosedural) berdasarkan (faktual, konseptual, (faktual, konseptual,
rasa ingin tahunya dan prosedural) dan prosedural)
tentang ilmu berdasarkan rasa berdasarkan rasa
pengetahuan, teknologi, ingin tahunya ingin tahu-nya
seni, budaya terkait tentang ilmu tentang ilmu
fenomena dan kejadian pengetahuan, pengetahuan,
tampak mata. teknologi, seni, teknologi, seni,
budaya terkait budaya terkait
fenomena dan fenomena dan
kejadian tampak kejadian tampak
mata. mata.
KI 4 Mencoba, mengolah, KI 4 Mengolah, KI 4 Mengolah,
dan menyaji dalam ranah menyaji, dan menyaji, dan
konkret (menggunakan, menalar dalam menalar dalam
mengurai, merangkai, ranahkonkret ranah konkret
memodifikasi, dan (menggunakan, (menggunakan,
membuat) dan ranah mengurai, mengurai,
abstrak merangkai, merangkai,memodifi
(menulis,membaca, memodifikasi, dan kasi, dan membuat)
menghitung, menggambar, membuat) dan dan ranah abstrak
dan mengarang) sesuai ranah abstrak (menulis, membaca,
dengan yang dipelajari di (menulis, membaca, menghitung,
sekolah dan sumber lain menghitung, menggambar, dan
yang sama dalam sudut menggambar, dan mengarang) sesuai
pandang/teori. mengarang) sesuai dengan yang
dengan yang dipelajari di sekolah
dipelajari di sekolah dan sumber lain
dan sumber lain yang sama dalam
yang sama dalam sudut
sudut pandang/teori.
pandang/teori.

Pengembangan Kompetensi Dasar (KD) tidak dibatasi oleh


rumusanKompetensi Inti (KI), tetapi disesuaikan dengan karakteristik
mata pelajaran, kompetensi, lingkup materi, dan psiko-pedagogik.KD
mata pelajaran IPS pada kelas VII - IX meliputi:

Kelas VII Kelas VIII Kelas IX


3.1.Memahami konsep 3.1.Memahami 3.1. Memahami
ruang (lokasi, perubahan perubahan
distribusi, keruangan dan keruangan dan
potensi,iklim,bentuk interaksi interaksi
muka bumi, geologis, antarruang di antarruang
flora dan fauna) dan Indonesia dan negara-negara
interaksi antarruang negara-negara Asia dan benua
di Indonesia serta ASEAN yang lainnya yang
pengaruhnya diakibatkan diakibatkan
terhadap kehidupan oleh faktor alam faktor alam,
manusia dalam aspek dan manusia manusia dan
ekonomi, sosial, (teknologi, pengaruhnya
budaya, dan ekonomi, terhadap
pendidikan. pemanfaatan keberlangsunga
lahan, politik) n kehidupan
dan manusia dalam
5
pengaruhnya ekonomi, sosial,
terhadap pendidikan dan
keberlangsunga politik.
n kehidupan
ekonomi, sosial,
budaya, politik.
3.2. Menganalisis 3.2. Menganalisis 3.2.Menganalisis
interaksi sosial dalam pengaruh perubahan
ruang dan interaksi sosial kehidupan
pengaruhnya dalam ruang sosial budaya
terhadap kehidupan yang berbeda Bangsa
sosial, ekonomi dan terhadap Indonesia
budaya dalam nilai kehidupan dalam
dan norma serta sosial budaya menghadapi
kelembagaan sosial serta arus globalisasi
budaya. pengembangan untuk
kehidupan memperkokoh
kebangsaan. kehidupan
kebangsaan.

3.3.Menganalisis konsep 3.3. Menganalisis 3.3. Menganalisis


interaksi antara keunggulan dan ketergantungan
manusia dengan keterbatasan antarruang
ruang sehingga ruang dalam dilihat dari
menghasilkan permintaan dan konsep
berbagai kegiatan penawaran, ekonomi
ekonomi (produksi, teknologi serta (produksi,
distribusi, konsumsi, pengaruhnya distribusi,
penawaran- terhadap konsumsi,
permintaan) dan interaksi harga, pasar)
interaksi antarruang antarruang bagi dan
untuk kegiatan pengaruhnya
keberlangsungan ekonomi, sosial, terhadap
kehidupan ekonomi, budaya, di migrasi
sosial dan budaya Indonesia dan penduduk,
Indonesia. negara-negara transportasi,
ASEAN. lembaga sosial
dan ekonomi,
pekerjaan,
pendidikan,
dan
kesejahteraan
masyarakat.
3.4. Memahami berpikir 3.4. Menganalisis 3.4. Menganalisis
kronologi, perubahan kronologi, kronologi,
dan kesinambungan perubahan dan perubahan dan
dalam kehidupan kesinambungan kesinambungan
bangsa Indonesia ruang (geografis, ruang (geografis,
pada aspek politik, politik, politik,
sosial, budaya, ekonomi, ekonomi,
geografis, dan pendidikan, pendidikan,
pendidikan sejak sosial, budaya) sosial, budaya)
masa praaksara dari masa dari awal
sampai masa Hindu- penjajahan kemerdekaan
Buddha, dan Islam. sampai sampai awal
6
NASIONAL ASEAN GLOBAL
Interaksiantarruang
tumbuhnya Interaksiantarruang di ASEANInteraksid
di Indonesia reformasi.
Dinamika interaksi sosial budaya dan
semangat kegiatan
Pengaruh ekonomi
interaksi Perubahan
sosial, keunggulan d
Perubahandankesinambunganmasamasapraaksara,
kebangsaan. Hindu Buddha ketergantu
Perubahandankesinambunganmasapenj dan
Islam nal Perubahan
si

KI dan KD mata pelajaran IPS di SMP/MTs menjadi acuan dalam


menentukan ruang lingkup materi, proses pembelajaran, dan
penilaian. Hal tersebut terkaitan dengan pencapaian kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Kompetensi Sikap Spiritual dan Sikap Sosial, dicapai melalui


pembelajaran tidak langsung (Indirect Teaching) yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karkateristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta
didik. Penumbuhan dan pengembangan Kompetensi Sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.

Ruang Lingkup IPS Pendidikan Dasar adalah organisasi sosial,


warisan budaya, lingkungan, ruang, waktu, keberlanjutan,
perubahan, sumber daya dan kegiatan ekonomi. Ruang lingkup mata
pelajaran IPS di SMP, meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1.Keruangan dan interaksi antarruang dalam lingkup nasional,
ASEAN, dan Internasional;
2.Dinamika interaksi sosial;
3.Kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan bangsa; dan
4.Perubahan dan kesinambungan masyarakat Indonesia sejak
zaman praaksara hingga masa sekarang.
dirrect
indirrect

indirrect

KI-1 KI-2 KI-3 KI-4


dirrect

KD KD

7
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX

Gambar 2. Kerangka Pengembangan Kurikulum IPS SMP/MTs

E. Pembelajaran dan Penilaian


1. Pembelajaran
Pembelajaran IPS SMP dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran
terpadu-korelatif dengan menekankan pengenalan lingkungan
mulai dari lingkungan terdekat (lokal) sampai lingkungan global.Hal
ini dimaksudkan agar peserta didik tidak tercerabut dari budaya
lokal, namun tetap punya daya saing secara nasional dan global.
Pembelajaran IPS menyiapkan peserta didik untuk mengenal
potensi yang ada di daerahnya, dan pontesi serta keterbatasan
negara sebagai satu kesatuan, sehingga dapat mengembangkan
cinta tanah air dan nasionalisme, serta dapat berperan aktif selaku
warga masyarakat, warga negara dan warga dunia secara
bertanggungjawab dan demokratis.

Pembelajaran IPS salah satunya menggunakan pendekatan saintifik


untuk memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan
kemampuan berfikir logis, kritis, rational dan analitis.

Pembelajaran IPS menggunakan pendekatan saintifik melalui


langkah 5 Myaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
mengasosiasi, dan mengomunikasikan.Pendekatan saintifik
diaplikasikan melalui modelPembelajaran Berbasis Masalah
(Problem Based Learning), Pembelajaran Berbasis Proyek (Project
Based Learning), Pembelajaran penemuan (Discovery Learning), dan
pembelajaran penyelidikan (Inquiry learning).
Pendekatansaintifikselalu dikontekstualkan dengan kondisi daerah
masing-masing, dikembangkan melalui kerjasama (cooperative
learning) dan pengamatan dapat dilakukan melalui gambar, peta,
grafik, film dan visualisasi lainnya. Lingkungan menjadi sumber
belajar, yakni menjadi bahan ajar, media pembelajaran, dan alat
bantu pembelajaran.Di kelas, guru dapat menggunakan metode
tanya jawab, diskusi, demonstrasi, bermain peran, simulasi, debat,
dan sebagainya yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
berpikir tingkattinggi.

Pembelajaran Berbasis Masalah

Memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan sosial


Pembelajaran Berbasis Proyek Aktif
Kritis
Analitis
Pembelajaran Inkuiri kerjasama

Pembelajaran Discovery 8
Gambar 3. Aplikasi Model Dalam Proses Pembelajaran IPS

Proses pembelajaran sebagai proses penanaman sikap spiritual dan


sosial dilaksanakan secara tidak langsung (indirect teaching) dan
langsung (direct teaching). Secara tidak langsung melalui keteladanan
dan budaya sekolah, secara langsung melalui pembiasaan,
kedisiplinan pengerjaan tugas, diskusi, dan kerjasama kelompok.
2. Penilaian
Penilaian hasil belajar IPS merupakan proses pengumpulan
informasi/bukti autentik tentang capaian pembelajaran peserta didik
yang meliputi kompetensi spiritual,sosial, pengetahuan, dan
keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, selama
dan setelah proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pendidik
memiliki fungsi untuk memantau kemajuan belajar, hasil belajar, dan
mendeteksi kesesuaian pembelajaran dengan kebutuhan peserta
didik secara berkesinambungan.

Penilaian kompetensi spiritual yaitu menghargai dan menghayati


ajaran agama yang dianut, dan kompetensi sosial meliputi jujur,
disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan
percaya diri, dapat menggunakan observasi, penilaian diri,
danpenilaian antarteman. Penilaian kompetensi pengetahuan
menggunakan tes, penugasan, dan portofolio.Pengetahuan yang
harus dimiliki oleh peserta didik meliputi penguasaan definisi,
konsep, sebab akibat, identifikasi permasalahan dan pemecahan
masalah sesuai dengan materi pembelajaran.Penilaian keterampilan
menggunakan teknik portofolio, kinerja, tugas, pameran, demostrasi,
baik secara individu maupun kelompok.

F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi


Lingkungan dan Peserta Didik

Kontekstual dalam IPS dilaksanakan agar pembelajaran lebih


menarik, kongrit dan sesuai dengan pengalaman peserta didik. Guru
dapat mengambil topik-topik yang ada dilingkungan sekitar. Lingkup
lingkungan sekitar dapat berupa lingkungan sekolah, masyarakat,
perkotaan, pedesaan, nasional dan peristiwa global. Seperti banjir,
kemiskinan, sampah, kerusakan lingkungan, kelangkaan air,
kegagalan teknologi, pemanasan global dan sebagainya. Dalam
membahas topik tersebut guru dapat mengkajinya dari berbagai sudut
pandang ilmu-ilmu sosial dan humaniora, dan menerapkan konsep
IPS seperti lokasi, karakteristik tempat, interaksi ruang, sumberdaya,
kelangkaan, interaksi sosial, budaya dan teknologi.

9
Kontekstualisasi pembelajaran IPS juga dapat menumbuhkembangkan
kepedulian lingkungan, memahami keunggulan potensi suatu wilayah,
mengenal budaya lokal dan nasional, memahami permasalahan dari
sudut kelemahan atau keterbatasan. Peserta didik menjadi termotivasi
untuk mencari solusi dan dapat berperan aktif memecahkan masalah,
baik melalui ide, gagasan dan perilaku. Dengan demikian peserta didik
diharapkan menjadi pewaris bangsa yang tangguh, bertanggungjawab,
kreatif, inovatif, berdaya saing dan berbudaya Indonesia.
Materi yang dikembangkan dalam pembelajaran hendaknya
mengedepankan keunggulan dan kebutuhan daerah, berupa
keunggulan lokasi, ekonomi, sosial, politik, sejarah dan budaya.
Sebagai contoh pembelajaran IPS di Provinsi Bali memiliki
keunggulan pariwisata, berbeda kontekstualisasinya dengan
pembelajaran IPS di Provinsi Riau yang memiliki keunggulan
perkebunan dan pertambangan. Pulau Kalimantan dan Papua sebagai
sumber energi, Pulau Jawa dan Sumatera sebagai lumbung pangan,
sehingga dengan memahami potensi daerah peserta didik dapat
mengembangkan keterampilan sesuai dengan minat dan kebutuhan
daerah masing-masing.

10
II.KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN DAN KEGIATAN
PEMBELAJARAN

A. Kelas : VII
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui


pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang


proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi


Keterampilan sebagai berikut ini.

Kegiatan
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Pembelajaran
3.1.Memahami konsep ruang  Kondisi geografis  Mengamatipeta
(lokasi, distribusi, Indonesia (letak dan kondisi geografi
potensi,iklim,bentuk luas, iklim, geologi, di Indonesia
muka bumi, geologis, rupa bumi, tata air,
flora dan fauna) dan tanah, flora dan  Membuat peta
interaksi antarruang di fauna) melalui peta penyebaran
Indonesia serta rupa bumi sumber daya
pengaruhnya terhadap  Potensi Sumber Daya alam di Indonesia
kehidupan manusia Alam (jenis sumber
dalam aspek ekonomi, daya, penyebaran di  Membandingkan
sosial, budaya, dan darat dan laut) data
pendidikan.  Sumber Daya kependudukan
Manusia (sebaran dan
4.1. Menyajikan hasil telaah - jumlah, sebaran, pertumbuhan)
konsep ruang (lokasi, dan komposisi; berdasarkan
distribusi, potensi, iklim, - pertumbuhan; tahun
bentuk muka bumi, - kualitas
geologis, flora dan fauna) (pendidikan,  Menyajikan data
dan interaksi kesehatan, kependudukan
antarruang Indonesia kesejahteraan dalam bentuk
serta pengaruhnya - keragaman etnik grafik batang
terhadap kehidupan (aspek-aspek atau Pie.
manusia Indonesia budaya
dalam aspek ekonomi,  Interaksi  Menganalisis
sosial, budaya, dan antarruang dampak positif
pendidikan. (distribusi potensi dan negative
wilayah Indonesia) interaksi ruang
 Mengidentifikasi
11
 Dampak interaksi masalah akibat
antarruang interaksi
(perdagangan, antarruang
mobilitas  mencari solusi
penduduk) terhadap dampak
interaksi
antarruang
3.2. Menganalisis interaksi  Interaksi sosial:  Mengamati
sosial dalam ruang dan pengertian, syarat, interaksi sosial
pengaruhnyaterhadapk dan bentuk masyarakat
ehidupansosial, (akomodasi, perdesaan dan
ekonomi kerjasama, perkotaan
danbudayadalamnilai asimilasi).  Mengamati
dan norma serta  Pengaruh factor-faktor yang
kelembagaansosialbuda interaksi sosial mempengaruhi
ya. terhadap bentuk interaksi
pembentukan sosial berdasar
4.2. Menyajikan hasil lembaga sosial, lembaga yang ada
analisis tentang budaya, ekonomi, di masyarakat
interaksi sosial dalam pendidikan dan  Menyajikan
ruang dan pengaruhnya politik. data hasil analisis
terhadap kehidupan  Lembaga sosial: interaksi sosial
sosial, ekonomi dan pengertian, jenis dan menurut
budaya dalam nilai dan fungsi (ekonomi, bentuknya di
norma, serta pendidikan, budaya, perdesaan dan
kelembagaan sosial dan politik). perkotaan
budaya.

3.3.Menganalisis  Konsep  Membuat


konsepinteraksiantara kebutuhan dan daftar kebutuhan
manusiadenganruangse kelangkaan (motif, dan kelangkaan
hinggamenghasilkanber prinsip, dan barang dalam
bagaikegiatanekonomi(p tindakan ekonomi). keluarga
roduksi, distribusi,  Kegiatan  Mengumpulka
konsumsi, penawaran- ekonomi (produksi, n data berbagai
permintaan) distribusi, kegiatan ekonomi
daninteraksiantarruang konsumsi) kaitannya di perdesaan dan
untukkeberlangsungan denganperkembanga perkotaan
kehidupanekonomi, n iptek.  Menganalisis
sosialdanbudaya pengaruh
Indonesia.  Permintaan, teknologi internet
penawaran, harga, terhadap
4.3. Menyajikan hasil dan pasar. penawaran dan
analisis tentang konsep  Peran pemintaan
interaksi antara kewirausahaan
manusia dengan ruang dalam membangun
sehingga menghasilkan ekonomi Indonesia.
berbagai kegiatan
ekonomi (produksi,  Hubungan
distribusi, konsumsi, antara kelangkaan,
permintaan, dan permintaan-
penawaran) dan penawaran, dan
interaksi antarruang harga untuk
untuk keberlang- mewujudkankesejah
sungan kehidupan teraan dan
ekonomi, sosial, dan persatuan bangsa
budaya Indonesia. Indonesia.
12
3.4. Memahami berpikir  Perubahan dan  Mengomunika
kronologi, kesinambungan sikan hasil
perubahandankesinam masyarakat identifikasi
bungandalamkehidupa Indonesia pada masa karakteristik
nbangsa Indonesia praaksara secara manusia
padaaspekpolitik, kronologis. praaksara
sosial, budaya,  Perubahan dan
geografis, kesinambungan  Membandingk
danpendidikansejakmas masyarakat an karakteriktik
apraaksarasampaimasa Indonesia pada masa kehidupan masa
Hindu-Buddha, dan Hindu Buddha Hindu-Buddha,
Islam. secara kronologis. dan masa Islam.
 Perubahan dan
4.4. Menyajikan hasil kesinambungan  Menyajikan
analisis kronologi, masyarakat hasil analisis
perubahan, dan Indonesia pada masa perubahan dan
kesinambungan dalam Islam secara kesinambungan
kehidupan bangsa kronologis. kehidupan bangsa
Indonesia pada aspek Indonesiapada
politik, sosial, budaya, masa praaksara,
geografis, dan Hindu-Buddha
pendidikan sejak masa dan Islam
praaksara sampai masa
Hindu-Buddha, dan
Islam

B. Kelas : VIII
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui


pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang


proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi


Keterampilan sebagai berikut ini.

Kegiatan
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Pembelajaran
3.1.Memahami perubahan  Kondisi geografis  Mengamati peta
keruangan dan interaksi Negara-negara kondisi geografi di
antarruang di Indonesia ASEAN (letak dan Negara-negara
dan negara-negara luas, iklim, geologi, ASEAN
ASEAN yang diakibatkan rupa bumi, tata air,
oleh faktor alam dan tanah, flora dan  Membuat peta
manusia (teknologi, fauna) melalui peta penyebaran
ekonomi, pemanfaatan rupa bumi sumber daya
13
lahan, politik) dan  Potensi Sumber Daya alam di Negara-
pengaruhnya terhadap Alam (jenis sumber negara ASEAN
keberlangsungan daya, penyebaran di
kehidupan ekonomi, darat dan laut)  Membandingkan
sosial, budaya, politik.  Sumber Daya data
Manusia kependudukan
4.1.Menyajikan hasil telaah - jumlah, sebaran, (sebaran dan
tentang perubahan dan komposisi; pertumbuhan)
keruangan dan interaksi - pertumbuhan; berdasarkan
antarruang di Indonesia - kualitas tahun
dan negara-negara (pendidikan,
ASEAN yang diakibatkan kesehatan,  Menyajikan data
oleh faktor alam dan kesejahteraan kependudukan
manusia (teknologi, - keragaman etnik dalam bentuk
ekonomi, pemanfaatan (aspek-aspek grafik batang atau
lahan, politik) dan budaya Pie.
pengaruhnya terhadap  Interaksi
keberlangsungan antarruang  Menganalisis
kehidupan ekonomi, (distribusi potensi dampak positif
sosial, budaya, politik. wilayah Negara- dan negative
negara ASEAN) interaksi ruang
 Mengidentifikasi
 Dampak interaksi masalah akibat
antarruang interaksi
(perdagangan, antarruang
mobilitas  mencari solusi
penduduk) terhadap dampak
interaksi
antarruang
3.2. Menganalisis  Pengaruh  Mengidentifika
pengaruhinteraksi interaksi sosial sikan pengaruh
sosial dalam ruang (mobilitas sosial) mobilitas sosial
yang berbeda terhadap kehidupan terhadap budaya
terhadapkehidupansosi sosial budaya. dan memetakan
albudayasertapengemba  Pluralitas penyebarannya
ngankehidupankebangs (agama, budaya,
aan. suku bangsa,  Mengidentifika
pekerjaan) si pluralitas
4.2. Menyajikan hasil masyarakat kehidupan sosial
analisis tentang Indonesia. budaya
pengaruh interaksi  Konflik dan masyarakat
sosial dalam ruang integrasi. Indonesia
yang berbeda terhadap
kehidupan sosial dan  Mengemukaka
budaya serta n permasalahan
pengembangan konflik sosial dan
kehidupan kebangsaan. cara
mengatasinya.

 Menyajikan
data pengaruh
interaksi social
terhadap
kehidupan sosial
budaya

3.3. Menganalisis  Keunggulan dan  Mengidentifika


14
keunggulandanketerbat keterbatasan dalam si keunggulan dan
asanruangdalampermin permintaan dan keterbatasan
taan dan penawaran, penawaran sebagai ruang serta
teknologisertapengaruh pelaku ekonomi. pelaku ekonomi
nyaterhadapinteraksian  Permintaan dan  Mengumpukan
tarruangbagikegiatanek penawaran dengan data perdagangan
onomi, sosial, budaya, penggunaan antar daerah,
di Indonesia dannegara- teknologi untuk antarpulau, dan
negara ASEAN. pelaku ekonomi antarnegara serta
 Pengaruh pengaruh
4.3. Menyajikan hasil interaksi antaruang interaksi
analisis tentang terhadap kegiatan antarruang di
keunggulan dan ekonomi, social, Indonesia dan
keterbatasan ruang budaya di Indonesia ASEAN
dalam permintaan dan dan ASEAN  Mengemukaka
penawaran, tehnologi  Kegiatan n upaya
serta pengaruhnya perdagangan antar mengembangkan
terhadap interaksi daerah, antarpulau, ekonomi maritim
antarruang bagi dan antarnegara dan agrikultur.
kegiatan ekonomi, (ekspor-impor).  Mengemukaka
sosial, budaya, di  Upaya n cara
Indonesia dan negara- mengembangkan pendistribusian
negara ASEAN. ekonomi maritim pendapatan
dan agrikultur. negara.
 Mengembangka  Menyajikan
n alternatif hasil analisis
pendistribusian keunggulan dan
pendapatan untuk kelemahan ruang
kesejahteraan serta
masyarakat. pengaruhnya
terhadap interaksi
antar daerah,
antarpulau, dan
antarnegara.
3.4. Menganalisis kronologi,  Kedatangan  Menggambark
perubahandankesinam bangsa-bangsa an proses
bunganruang (geografis, Eropa dan kedatangan
politik, ekonomi, perlawanan bangsa bangsa eropa dan
pendidikan, sosial, Indonesia. mengidentifikasi
budaya)  Perubahan dan perlawanan
darimasapenjajahansa kesinambungan bangsa Indonesia.
mpaitumbuhnyasemang (geografis, politik,
atkebangsaan. ekonomi, pendidikan,  Mengumpulka
sosial, budaya) n data tentang
4.4. Menyajikan kronologi masyarakat Indonesia ciri-ciri
perubahan dan pada masa masyarakat
kesinambungan ruang penjajahan. Indonesia pada
(geografis, politik,  Munculnya masa penjajahan
ekonomi, pendidikan, organisasi pergerakan
sosial, budaya) dari dantumbuhnya  Menganalisis
masa penjajahan semangat hubungan antara
sampai tumbuhnya kebangsaan. organisasi
semangat kebangsaan. pergerakan
dengan
tumbuhnya
semangat
kebangsaan
15
 Menyajikan
hasil analisis
kronologi dari
masa penjajahan
sampai
tumbuhnya
semangat
kebangsaan

C. Kelas : IX
Alokasi Waktu :4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui


pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang


proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi


Keterampilan sebagai berikut ini.

Kegiatan
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Pembelajaran
3.1. Memahamiperubahan  Kondisi geografis  Mengamati peta
keruangan Benua Asia dan kondisi geografi di
daninteraksiantarruang Benua lainnya (letak Benua Asia dan
negara-negaraAsia dan luas, iklim, Benua lainnya
danbenualainnyayang geologi, rupa bumi,
diakibatkanfaktoralam, tata air, tanah, flora
manusiadanpengaruhny dan fauna) melalui  Membuat peta
a peta rupa bumi penyebaran
terhadapkeberlangsung  Potensi Sumber Daya sumber daya alam
ankehidupanmanusiada Alam (jenis sumber di Benua Asia dan
lamekonomi, sosial, daya, penyebaran di Benua lainnya
pendidikan danpolitik. darat dan laut)  Membandingkan
 Sumber Daya data
4.1. Menyajikan telaah Manusia kependudukan
tentang perubahan - jumlah, sebaran, (sebaran dan
keruangan dan komposisi; pertumbuhan)
daninteraksiantarruang - pertumbuhan; berdasarkan tahun
negara-negaraAsia - kualitas  Menyajikan data
danbenualainnyayang (pendidikan, kependudukan
diakibatkanfaktoralam, kesehatan, dalam bentuk
manusiadanpengaruhny kesejahteraan grafik batang atau
a - keragaman etnik Pie.
terhadapkeberlangsung (aspek-aspek
ankehidupanmanusiada budaya  Menganalisis
lamekonomi, sosial, dampak positif dan
pendidikan danpolitik. negative interaksi
16
 Interaksi ruang
antarruang  Mengidentifikasi
(distribusi potensi masalah akibat
wilayah Benua Asia interaksi
dan Benua lainnya) antarruang
 mencari solusi
 Dampak interaksi terhadap dampak
antarruang interaksi
(perdagangan, antarruang
mobilitas
penduduk)

3.2.Menganalisisperubahank  Perubahan  mengidentifikasi


ehidupansosialbudaya sosial budaya perubahan sosial
Bangsa Indonesia  Globalisasi budaya sebagai
dalam menghadapi arus (dalam bidang iptek, dampak globalisasi.
globalisasi untuk ekonomi,
memperkokoh komunikasi,  Mengemukakan
kehidupan kebangsaan. transportasi, permasalahan
budaya). dampak globalisasi
4.2. Menyajikan hasil  Dampak positif terhadap
analisis tentang dan negatif kehidupan
perubahankehidupanso globalisasi terhadap kebangsaan
sialbudaya Bangsa kehidupan
Indonesia dalam kebangsaan.  Mengumpulkan
menghadapi arus  Upaya informasi tentang
globalisasi untuk menghadapi upaya menghadapi
memperkokoh globalisasi untuk globalisasi
kehidupan kebangsaan. memperkokoh
kehidupan  Menyajikan
kebangsaan. hasil analisis
perubahan
kehidupan social
budaya dalam
arus globalisasi
untuk
memperkokoh
kebangsaan.

3.3.Menganalisis  Ketergantungan Membuat alurbagan


ketergantunganantarru antar ruang ketergantungan antar
angdilihatdarikonsepek berdasarkan konsep ruang dalam kegiatan
onomi (produksi, ekonomi(produksi, ekonomi.
distribusi, konsumsi, distribusi,
Mengidentifikasi
harga, pasar) konsumsi, harga,
permasalahan,
danpengaruhnyaterhad pasar).
pengaruh
apmigrasipenduduk,  Pengaruh
ketergantungan
transportasi, ketergantungan
antarruang tentang
lembagasosial dan antar ruang
migrasi penduduk,
ekonomi, pekerjaan, terhadap
transportasi,
pendidikan, migrasipenduduk,
lembagasosial,ekonomi
dankesejahteraanmasya transportasi,
, pekerjaan,
rakat. lembagasosial,ekono
pendidikan, dan
mi, pekerjaan,
kesejahteraan
4.3. Menyajikan hasil pendidikan,
masyaraat
analisis tentang dankesejahteraanm
Ketergantunganantarru asyaraat. Menyajikan hasil
17
angdilihatdarikonsepek  Mengembangka analisis
onomi (produksi, n ekonomi kreatif ketergantungan antar
distribusi, konsumsi, berdasarkan potensi ruang dan
harga, pasar) wilayah untuk pengaruhnya, kegiatan
danpengaruhnyaterhad meningkatkan ekonomi kreatif dalam
apmigrasipenduduk, kesejahteraan kehidupan dan
transportasi, masyarakat. kesejahteraan
lembagasosial dan  Pengembangan masyarakat
ekonomi, pekerjaan, pusat-pusat
Mengumpulkan data
pendidikan, keunggulan
potensi dan kegiatan
dankesejahteraanmasya ekonomi untuk
ekonomi dalam
rakat. kesejahteraan
menghadapi pasar
masyarakat
bebas.
 Pasar Bebas
(Masyarakat
Ekonomi Asia,
AFTA, APEC, Uni
Eropa).

3.4. Menganalisiskronologi,  Perubahan dan  Menyimak


perubahandankesinam kesinambungan makna peristiwa
bunganruang (geografis, (geografis, politik, heroik masa
politik, ekonomi, ekonomi, pendidikan, kemerdekaan.
pendidikan, sosial, sosial, budaya)
budaya) dari awal masyarakat Indonesia  Mengumpulkan
kemerdekaan sampai pada masa awal data sejarah masa
awal reformasi. kemerdekaan, demokrasi liberal,
proklamasi demokrasi
4.4. Menyajikan hasil kemerdekaan RI, terpimpin, orde
analisis kronologi, peristiwa heroik baru, dan masa
perubahandankesinam sekitar proklamasi, reformasi.
bunganruang (geografis, proses pengakuan
politik, ekonomi, kedaulatan.  Menyajikan
pendidikan, sosial,  Perubahan dan perubahan wilayah
budaya) dari awal kesinambungan masa kemerdekaan
kemerdekaan sampai (geografis, politik, sampai dengan
awal reformasi. ekonomi, pendidikan, awal reformasi
sosial, budaya) dengan
masyarakat Indonesia menggunakan peta
pada masa demokrasi sejarah.
liberal dan demokrasi
terpimpindalam
menghadapi
ancaman disintegrasi
bangsa (antara lain:
DI/TII, APRA, Andi
Aziz, Pembebasan
irian Barat,
G30S/PKI) dan kerja
sama Internasional
(antara lain: KAA,
Gerakan Non Blok,
dan PBB).
 Perubahan dan
kesinambungan
masyarakat Indonesia
masa Orde Baru.
18
 Perubahan dan
kesinambungan
masyarakat Indonesia
pada masa reformasi.
 Mengenal tokoh-
tokohpada masa awal
kemerdekaan sampai
reformasi.

19

Anda mungkin juga menyukai