Anda di halaman 1dari 18

VII

GEOPOLITIK INDONESIA
(12)
C. UNSUR DASAR GEOPOLITIK INDONESIA
D. IMPLEMENTASI GEOPOLITIK INDONESIA

1 1
UNSUR DASAR GEOPOLITIK INDONESIA
KONSEPSI DASAR GEOPOLITIK
UNSUR WADAH
(1) Bentuk Wujud, (2) Tata Inti Organisasi, (3) Tata Kelengkapan.
(1) BENTUK WUJUD
Bentuk wujud diuraikan dalam ASAS NUSANTARA, ada 3 hal.
Nusantara
“Suatu KESATUAN UTUH WILAYAH yang batas-batasnya
ditentukan oleh LAUTAN serta di dalamnya terdapat pulau-pulau
dan gugusan pulau-pulau”.
Ke dalam: Merupakan satu KESATUAN WILAYAH LAUT.
Ke luar: Geografisnya TERLETAK DI POSISI SILANG. 22
Posisi Silang

POSISI SILANG dapat memberikan pengaruh negatif:


(1) Nusantara menjadi lintasan pengaruh SOSIAL BUDAYA.
Sikap terbuka, dapat mengancam kesatuan SOSIAL BUDAYA.
(2) KETEGANGAN antar BANGSA, Posisi silang menerima
akibatnya, dapat mengancam PEMBANGUNAN NASIONAL.
(3) Negara besar menanamkan pengaruh IDEOLOGI. Jika terjadi
di nusantara, dapat mengancam STABILITAS NASIONAL.
(4) Tenaga KERJA banyak dan PASARAN luas bagi industri
modern, tidak tangguh ekonominya, mengancam NUSANTARA.
Dengan konsekuensi negatif:
BANGSA INDONESIA harus memiliki KEMAMPUAN untuk
berhubungan dengan segala KEKUATAN yang melintasinya,
dengan syarat tidak boleh membahayakan KESELAMATAN
BANGSA. 3
Manunggal Utuh Menyeluruh

Wujud GEOPOLITIK manunggal utuh menyeluruh:


(1) Manunggal WILAYAH  satu kesatuan nusa Indonesia.
(2) Manunggal BANGSA  satu kesatuan bangsa Indonesia.
(3) Manunggal IDEOLOGI  satu ideologi Pancasila.
(4) Manunggal POLITIK  satu politik berdasar Pancasila.
(5) Manunggal EKONOMI  berimbang seluruh daerah.
(6) Manunggal SOSIAL  masyarakat merasa satu kesatuan.
(7) Manunggal KEBUDAYAAN  kebudayaan satu kesatuan.
(8) Manunggal HAN-KAM  ditangkal ancaman satu daerah.
(9) Manunggal PSIKOLOGI  merasa dirinya satu kesatuan.

4
(2) TATA INTI ORGANISASI

Tata inti ORGANISASI NEGARA memahami isi UUD 1945:

Bentuk dan Kedaulatan

(1) Indonesia negara kesatuan berbentuk Republik (Ps 1 (1)).


(2) Kedaulatan di tangan rakyat, dilaksanakan menurut UUD (Ps 1 (2) (III)).

Kekuasaan Pemerintah

(1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut


UUD (Ps 4 (1)).
(2) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR (Ps 5
(1) (I)).
(3) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-
undang (Ps 5 (2)).

5
Sistem Pemerintahan

(1) Sistem Negara Hukum. Indonesia ialah negara berdasar atas


hukum tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka.
(2) Sistem Konstitusional. Pemerintahan berdasarkan atas
konstitusi tidak berdasarkan absolutisme.

Sistem Perwakilan

(1) Kedudukan DPR adalah kuat, tidak dapat dibubarkan oleh


Presiden, Dewan merupakan wakil-wakil rakyat.
(2) Anggota DPR merangkap menjadi anggota MPR, DPR
senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden.

6
(3) TATA KELENGKAPAN ORGANISASI

Aparatur Negara

Aparatur negara harus mampu menggerakkan usaha-usaha pembangunan ke sasaran yang telah ditetapkan.

Kesadaran Politik Masyarakat

Pemantapan stabilitas politik (kekuatan) negara terletak pada kesadaran politik (kekuatan) seluruh masyarakat.

Media Pers

Pers harus jujur dan bertanggungjawab, berfungsi sebagai penyalur suara masyarakat dan sebagai alat kontrol

pemerintah.

Partisipasi Rakyat

Mengikut-sertakan rakyat dalam kegiatan kenegaraan dan pembangunan, melalui lembaga perwakilan rakyat.

7
UNSUR ISI
(1) Cita-cita, (2) Sifat dan Ciri, (3) Cara Kerja.
(1) CITA-CITA
Cita-cita geopolitik berpedoman pada isi yang terkandung dalam Pemb.UUD
1945.

Pembukaan Alinea Kedua


CITA-CITA mengisi kemerdekaan, yaitu dalam NEGARA INDONESIA yang
merdeka harus diisi dengan: BERSATU, BERDAULAT, ADIL dan MAKMUR.
Pembukaan Alinea Keempat
TUJUAN NEGARA, yaitu: wawasan nusantara bertujuan mewujudkan
KEAMANAN dan KESEJAHTERAAN bangsa, dan melaksanakan KETERTIBAN
dunia.

8
(2) SIFAT DAN CIRI

Geopolitik harus bersifat MANUNGGAL dengan ciri UTUH MENYELURUH.

Sifat Manunggal
Keserasian dan keseimbangan yang dinamik dalam segenap aspek kehidupan
sosial dimanunggalkan selaras serasi seimbang, sesuai makna sesanti
 BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Ciri Utuh Menyeluruh


Nusantara dan rakyat Indonesia merupakan unsur dasar satu kesatuan yang
tidak terpisahkan, berpedoman
 SATU NUSA SATU BANGSA DAN SATU BAHASA.

9
(3) CARA KERJA

Cara kerja dalam geopolitik Indonesia berlandaskan tiga hal:

Pedoman Pancasila

PANCASILA sebagai AKSIOMA KEHIDUPAN, terkandung:


(1) CITA-CITA bangsa bermasyarakat dan BERNEGARA.

(2) PRINSIP-PRINSIP dasar KEHIDUPAN BERSAMA.

(3) PEDOMAN cara kerja sistem MAWAS LINGKUNGAN.

Melandasi ASAS KENEGARAAN dalam UUD 1945, memberikan arah cara mengendalikan hidup BERMASYARAKAT.

Mawas Diri

MENYADARI KEADAAN BANGSA sendiri dengan sifat terbuka dalam hubungan hidup bersama dengan bangsa lain.

Olah Budi

USAHA MENINGKATKAN KEBUDAYAAN sendiri sepanjang dirasa tidak bertentangan dengan budaya sesuai Pancasila.

10
KONSEPSI PELAKSANA GEOPOLITIK
TATA LAKU
(2) Tata Laku Batiniah, (1) Tata Laku Lahiriah.

(1) TATA LAKU BATINIAH

Tata laku batiniah tumbuh dan terbentuk karena kondisi dalam


proses pertumbuhan hidup,
yang dipengaruhi oleh suatu agama, serta dipengaruhi juga
oleh kondisi lingkungan, kemudian:
Terwujud
(1) Landasan Filsafat, dan (2) Sikap Mental Bangsa.
11
Landasan Filsafat
PEMIKIRAN secara KRITIK dan SISTEMATIK untuk mencari
jawaban:
Bagaimana cara MENYATUKAN BANGSA (PP1).
Bagaimana cara BERPEMERINTAHAN (PP3).
Bagaimana cara MENYEJAHTERAKAN RAKYAT (PP2).
Merupakan: LANDASAN untuk perwujudan TATA LAKU.
Menyejahterakan rakyat bertitik tolak pada KEYAKINAN suatu
AGAMA sebagai landasan dasar untuk bertindak (PP4).
Berbudi pekerti KEMANUSIAAN dan cita-cita MORAL RAKYAT
sehingga terwujud masyarakat adil dan makmur (PP4).

12
Maka tata laku batiniah akan terwujud:
LANDASAN FILSAFAT sebagai JIWA NUSANTARA.

Sikap Mental Bangsa

JIWA bangsa Indonesia yang bersifat kerohanian,


perwujudannya dalam bentuk KEPRIBADIAN bangsa,
Menjelma dan tumbuh menjadi SIKAP MENTAL BANGSA,
yang berupa:
KRISTALISASI nilai-nilai luhur diyakini kebenarannya, menjadi
SUMBER DAYA kehidupan BANGSA INDONESIA.

13
(2) TATA LAKU LAHIRIAH
Tata: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengawasan.

Tata Perencanaan
TATA PERENCANAAN dirumuskan oleh MPR jelmaan Rakyat.
MPR dalam sistem kedaulatan rakyat mempunyai tugas:
(1) Mengubah dan Menetapkan Undang-Undang Dasar.
(2) Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden.
Tata Pelaksanaan
TATA PELAKSANAAN kehidupan bernegara pelaksanaannya
di tangan Presiden.
Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang
tertinggi di samping MPR, dalam menjalankan pemerintahan,
kekuasaan dan tanggung jawab di tangan Presiden.
14
Tata Pengawasan
TATA PENGAWASAN kehidupan bernegara pelaksanaannya
di tangan DPR sebagai wakil RAKYAT.
DPR mempunyai fungsi pengawasan, dapat dijelaskan
sebagai berikut:
(1) Dalam pengawasan, DPR sebagai bagian MPR
mempunyai PERANAN PENTING terhadap badan eksekutif.
(2) Fungsi PENGAWASAN, DPR mendapat bahan-bahan
tentang PENGGUNAAN uang negara dari laporan BPK.
(3) Fungsi PENGAWASAN, DPR mempunyai:
Hak interpelasi, Hak angket, Hak berpendapat

15
IMPLEMENTASI GEOPOLITIK INDONESIA
PEMBANGUNAN NASIONAL mengutamakan PERSATUAN
dan KESATUAN, demi BANGSA dan NEGARA.
NUSANTARA sebagai satu kesatuan POLITIK:
(a) Kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan
kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah.
(b) Bangsa Indonesia harus merasa satu kesatuan dengan
semangat satu nusa dan satu bangsa.
(c) Kehidupan politik di seluruh wilayah nusantara merupakan
satu kesatuan politik nasional.
(d) Seluruh kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan
sistem hukum nasional dengan dijiwai Pancasila.
(e) Bangsa Indonesia ikut menciptakan ketertiban dunia
berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial.
16 16
NUSANTARA sebagai satu kesatuan EKONOMI:
(a) Kekayaan wilayah nusantara baik potensial maupun efektif
adalah milik bersama bangsa Indonesia.
(b) Perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di
seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas daerah.
(c) Perekonomian di seluruh nusantara merupakan satu
kesatuan yang diselenggarakan atas usaha bersama.

NUSANTARA sebagai satu kesatuan SOSIAL BUDAYA:


(a) Perikehidupan masyarakat Indonesia harus merupakan
kehidupan serasi dengan tingkat kemajuan masyarakat.
(b) Budaya Indonesia adalah satu, ragam budaya merupakan
dasar pengembangan budaya bangsa Indonesia.
17
NUSANTARA sebagai satu kesatuan HANKAM:
(a) Ancaman satu suku atau daerah pada hakikatnya
ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
(b) Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban
yang sama dalam pembelaan bangsa dan negara.

18