Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS

LUKA BAKAR

Diajukan Guna Memenuhi Tugas Dan Melengkapi Syarat Dalam Menempuh Program
Pendidikan Profesi Dokter

Oleh :
Adi Danang Panuntun (012106065)
Ainun Nadzifatul A.H (30101306857)
Farah Fauziah (30101306940)
Fieka Amelia (30101306948)
Muhammad Sukron (30101206682)

Pembimbing :
Dr. dr. Setyo Trisnadi, SH, Sp. KF

KEPANITERAAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2017

1
BAB I
PENDAHULUAN

Luka bakar berat adalah luka yang kompleks. Sejumlah fungsi organ tubuh mungkin ikut
terpengaruh. Luka bakar bisa mempengaruhi otot, tulang, saraf, dan pembuluh darah. Sistem
pernapasan dapat juga rusak, kemungkinan adanya penyumbatan udara, gagal nafas dan henti
nafas. Luka bakar yang mengenai kulit, dapat merusak keseimbangan cairan atau elektrolit normal
tubuh, temperatur tubuh, pengaturan suhu tubuh, fungsi sendi, dan penampilan fisik. Kerusakan
fisik yang disebabkan oleh luka bakar menimbulkan permasalahan psikologis dan emosional yang
dimulai sejak peristiwa terjadi dan bisa bertahan atau berlangsung untuk jangka waktu yang lama.
Sekitar 2 juta orang menderita luka bakar di Amerika Serikat, tiap tahun, dengan 100.000 yang
dirawat di rumah sakit dan 20.000 yang perlu dirawat dalam pusat-pusat perawatan luka bakar.
Insiden puncak luka bakar pada orang-orang dewasa muda terdapat pada umur 20-29 tahun, diikuti
oleh anak umur 9 tahun atau lebih muda. Luka bakar jarang terjadi pada umur 80 tahun ke atas.
Penyebab luka bakar di RSCM, api 56%, air mendidih 40%, listrik 3% dan bahan kimia 1%.
Penyebab luka bakar yang tersering adalah terbakar api langsung yang dapat dipicu atau
diperparah oleh cairan yang mudah terbakar seperti bensin, gas kompor rumah tangga, cairan dari
tabung pemantik api. Selain api, dapat juga disebabkan oleh air panas, listrik, frost bife (suhu
dingin), bahan kimia (asam dan basa), dan radiasi. Terjadinya luka bakar disebabkan disengaja
atau tidak disengaja.
Tindakan yang dilakukan dalam penanganan luka bakar dengan primary survey (Airway,
Breathing, Circulation, Disability, Exposure). Apabila korban yang ditemukan sudah meninggal
Mencegah timbulnya bekas luka merupakan tujuan utama dari penatalaksanaan luka bakar.
Edukasi pasien secara konsisten dan berulang adalah suatu bagian yang penting dalam terapi
pasien. Penatalaksanaan terhadap edema, gangguan nafas, memposisikan, dan melibatkan pasien
dalam aktivitas fungsional dan pergerakan harus dimulai sejak dini. Pasien perlu dimotivasi untuk
bekerja sesuai dengan kemampuan mereka dan mempunyai tanggung jawab untuk merawat diri
mereka sendiri. Kemampuan fungsional pasien setelah terapi tidak akan maksimal jika pasien tidak
secara teratur terlibat dalam pergerakan.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
Luka bakar adalah suatu bentuk rusaknya atau hilangnya lapisan kulit dan lapisan di
bawahnya, yang disebabkan paparan sumber panas secara langsung dan tidak langsung, forst bife
(suhu dingin), bahan kimia, listrik, dan radiasi. Luka bakar yang berat dapat menyebabkan
morbiditas dan derajat cacat yang relatif tinggi dibandingkan dengan cedera oleh sebab lain yang
memerlukan penatalaksanaan khusus sejak awal (fase syok) sampai fase lanjut. Akibat langsung
luka bakar dapat terjadi syok, kematian, kontraktur dan akibat lainnya. 1

ETIOLOGI
Luka bakar dapat disebabkan oleh paparan sumber panas, baik secara langsung maupun tidak
langsung, misalnya akibat terkena api terbuka atau tersiram air panas yang banyak terjadi pada
kecelakaan rumah tangga. Selain itu, pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik, suhu dingin
maupun bahan kimia juga dapat menyebabkan terjadinya luka bakar. 2
Secara garis besar, penyebab terjadinya luka bakar terbagi menjadi:
1. Sumber panas
Paparan sumber panas dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung.
a. Sumber panas secara langsung:
 Paparan api
Akibat kontak langsung antara jaringan dengan api terbuka, dan menyebabkan cedera
langsung ke jaringan tersebut. Dapat diperparah dengan adanya cairan yang mudah
terbakar seperti bensin, gas kompor rumah tangga, cairan dari tabung pemantik api,
yang akan menyebabkan luka bakar pada seluruh atau sebagian tebal kulit.
 Scalds (air panas)
Akibat kontak dengan air panas. Semakin kental cairan dan semakin lama waktu
kontaknya, semakin besar kerusakan yang akan ditimbulkan. Luka yang disengaja atau
akibat kecelakaan dapat dibedakan berdasarkan pola luka bakarnya. Pada kasus
kecelakaan, luka umumnya menunjukkan pola percikan, yang satu sama lain
dipisahkan oleh kulih yang sehat. Sedangkan pada kasus yang disengaja, luka

3
umumnya melibatkan keseluruhan ekstremitas dalam pola sirkumferensial dengan
garis yang menandai permukaan cairan.
 Sunburn atau sinar matahari, terapi radiasi.
b. Sumber panas secara tidak langsung:
 Uap panas
Terutama ditemukan di daerah industri atau akibat kecelakaan radiator mobil. Uap
panas menimbulkan cedera luas akibat kapasitas panas yang tinggi dari uap serta
dispersi oleh uap bertekanan tinggi. Apabila terjadi inhalasi, uap panas dapat
menyebabkan cedera hingga ke saluran napas distal di paru.
 Gas panas
Inhalasi menyebabkan cedera termal pada saluran nafas bagian atas dan oklusi jalan
nafas akibat edema. Pada kebakaran dalam ruang tertutup atau bila luka terjadi di
wajah, dapat terjadi kerusakan mukosa jalan napas karena gas, asap, atau uap panas
yang terhisap. Edema laring yang ditimbulkannya dapat menyebabkan hambatan jalan
napas dengan gejala sesak napas, takipnea, stridor, suara serak dan dahak berwarna
gelap akibat jelaga. Dapat juga terjadi keracunan gas CO atau gas beracun lainnya.
2. Frost bife (suhu dingin)
Pada waktu suhu jaringan turun, akan terjadi vasokonstriksi arteriol sehingga sel
mengalami hipoksia. Pada waktu jaringan dihangatkan kembali, terjadi vasodilatasi. Akibat
anoksia, permeabilitas dinding pembuluh darah meninggi dan timbul udem. Aliran darah
melambat sehingga berturut-turut terjadi stasis kapiler, aglutinasi trombosit, trombosis, dan
nekrosis jaringan. Kerusakan jaringan terjadi karena cairan sel mengkristal. Kulit, fasia, dan
jaringan ikat lebih tahan terhadap suhu dingin, namun sel saraf, pembuluh darah, dan otot lurik
sangat peka. Oleh karena itu, kulit masih tampak sehat, tetapi otot di bawahnya mati.
3. Aliran listrik
Cedera timbul akibat aliran listrik yang lewat menembus jaringan tubuh. arus listrik
menimbulkan kelainan karena rangsangan terhadap saraf dan otot. Energi panas yang timbul
akibat tahanan jaringan yang dilalui arus menyebabkan luka bakar pada jaringan tersebut.
Energi panas dari loncatan aurs listrik tegangan tinggi yang mengenai tubuh akan
menimbulkan luka bakar yang dalam karena suhu bunga api listrik dapat mencapai 2.500oC.
4. Zat kimia (asam atau basa)

4
Dapat terjadi akibat kelengahan, pertengkaran, kecelakaan kerja di industri atau
laboratorium, dan akibat penggunaan gas beracun dalam peperangan. Kerusakan yang terjadi
sebanding dengan kadar dan jumlah bahan yang mengenai tubuh, cara dan lamanya kontak,
serta sifat dan cara kerja zat kimia tersebut. Zat kimia akan tetap merusak jaringan sampai
bahan tersebut habis bereaksi dengan jaringan tubuh.
Zat kimia seperti kaporit, kalium permanganat, dan asam kromat dapat bersifat oksidator.
Bahan korosif, seperti fenol dan fosfor putih, serta larutan basa, seperti kalium hidroksida dan
natrium hidroksida menyebabkan denaturasi protein. Denaturasi akibat penggaraman dapat
disebabkan oleh asam formiat, asetat, tanat, fluorat, dan klorida. Asam sulfat merusak sel
karena bersifat cepat menarik air. Gas yang dipakai dalam peperangan menimbulkan luka
bakar dan menyebabkan anoksia sel bila berkontak dengan kulit atau mukosa. Beberapa zat
dapat menyebabkan keracunan sistemik. Asam fluorida dan oksalat dapat menyebabkan
hipokalsemia. Asam tanat, kromat, formiat, pikrat, dan fosfor dapat merusak hati dan ginjal
kalau diabsorbsi. Lisol dapat menyebabkan methemoglobinemia.

KLASIFIKASI LUKA BAKAR


 Klasifikasi Luka Bakar Berdasarkan Dalamnya Luka

Luka bakar biasanya digolongkan berdasarkan dalamnya luka yang terbentuk (kerusakan
jaringan)3
A. Luka bakar derajat Satu
Adalah luka bakar yang terbatas pada epidermis superfisial
1. Dapat terlihat dalam bentuk eritema dan edema, biasanya tidak terdapat lepuh (blister),
kulit bisa saja, mengalami pengelupasan
2. Biasanya sangat nyeri
3. Tidak terbentuk jaringan parut dalam proses penyembuhan
4. Misalnya luka bakar akibat terpajan sinar matahari
B. Luka bakar derajat dua
Yang meliputi seluruh epidermis dan sebagian dermis juga mengenai sebagian apendiks
kulit. Luka bakar derajat dua dapat terletak dangkal (superfisial) maupun dalam (profunda)
1. Biasanya terdapat lepuh

5
2. Sensasi sensori utuh, biasanya menyembuh tanpa membentuk jaringan parut, namun
pada luka bakar yang dalam dapat menimbulkan jaringan parut
C. Luka Bakar Derajat Tiga
Meliputi nekrosis (kematian jaringan) yang mengenai seluruh lapisan kulit, termasuk
seluruh apendiks kulit.
1. Daerah yang terbakar terlihat berwarna putih
2. Kehilangan semua sensasi (mati rasa)
3. Hampir selalu terbentuk jaringan parut yang parah
D. Luka Bakar Derajat Empat
Dikenal sebagai karbonisasi, dimana seluruh jaringan terbakar dan menjadi arang. Terjadi
kerusakan total pada kulit dan jaringan subkutan, dan tulang juga mengalami karbonisasi
baik sebagian maupun keseluruhan.

 Luas Luka Bakar


Wallace membagi tubuh atas 9 % atau kelipatan 9 yang terkenal dengan nama rule of
nine atau rule of Wallace4
a. Kepala dan leher : 9%
b. Lengan masing-masing 9% : 18%
c. Badan depan 18% : 36%
d. Tungkai masing-masing 18% : 36%
e. Genetalia perineum : 1%
Total : 100 %

6
Dalam perhitungan agar lebih mempermudah dapat dipakai luas telapak tangan
penderita adalah 1 % dari luas permukaan tubuhnya. Pada anak –anak dipakai modifikasi Rule of
Nine menurut Lund and Brower, yaitu ditekankan pada umur 15 tahun, 5 tahun dan 1 tahun. 5

Untuk mengkaji beratnya luka bakar harus dipertimbangkan beberapa faktor antara lain:
a. Persentasi area (luasnya) luka bakar pada permukaan tubuh
b. Kedalaman luka bakar
c. Anatomi/lokasi luka bakar
d. Umur penderita
e. Riwayat pengobatan yang lalu

7
f. Trauma yang menyertai atau bersamaan

PENYEBAB KEMATIAN
Pemeriksaan forensik dapat dilakukan untuk mengetahui bahwa apakah jenazah yang
meninggal pada peristiwa kebakaran meninggal akibat luka bakar atau sudah meninggal sebelum
terjadinya luka bakar. Pada korban yang masih hidup saat terbakar akan ditemukan adanya
gelembung yang terbentuk, adanya jelaga pada saluran pernafasan, serta saturasi karbon
monoksida (CO) dalam darah korban > 10%. Pada korban yang keracunan CO, jika tubuh korban
tidak terbakar seluruhnya, akan terbentuk lebam mayat berwarna merah terang (cherry red). Pada
tubuh manusia yang telah mati sebelum dibakar, bila dibakar tidak akan berwarna kemerahan oleh
reaksi intravital. Tubuh mayat akan tampak keras dan kekuningan. Gelembung yang terdapat akan
berisi cairan yang mengandung sedikit albumin yang memberikan sedikit kekeruhan bila
dipanaskan, serta sangat sedikit atau tidak ditemukan sel polimorfonuklear (PMN).
Ada tiga poin utama untuk membedakan luka bakar antemortem dan postmortem, yaitu
batas kemerahan, vesikasi, dan proses perbaikan. Pada kasus luka bakar antemortem, terdapat
eritema yang disebabkan oleh distensi kapiler yang sifatnya sementara, menghilang akibat tekanan
saat masih hidup, kemudian memudar setelah mati. Namun, garis merah ini bisa saja tidak ada
pada orang yang sangat lemah kondisinya, yang meninggal segera setelah syok karena luka bakar
tersebut.
Vesikasi yang timbul akibat luka bakar antemortem mengandung cairan serosa yang berisi
albuin, klorida, sedikit PMN, memiliki daerah yang berwarna kemerahan, dan dasarnya inflamasi
dengan papilla yang meninggi. Kulit yang mengelilingi vesikasi tersebut berwarna merah cerah
atau berwarna tembaga. Hal ini merupakan ciri khas yang membedakan vesikasi sejati dengan
vesikasi palsu yang timbul setelah mati. Vesikasi palsu hanya mengandung udara dan biasanya
juga mengandung serum yang jumlahnya sedikit, berisi albumin, namun tidak ada klorida.
Proses perbaikan, seperti tanda-tanda inflamasi, pembentukan jaringan granulasi, pus, dan
pengelupasan, menunjukkan bahwa luka bakar tersebut terjadi saat korban masih hidup. Luka
bakar yang disebabkan setelah mati menunjukkan tidak ada reaksi vital dan memiliki tampakan
dull white dengan membukanya kelenjar pada kulit yang berwarna abu-abu. Organ internal
terpanggang dan menimbulkan bau yang khas.6

8
BAB III
LAPORAN KASUS
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH JAWA TENGAH
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG

PROJUSTITIA

VISUM ET REPERTUM
NOMOR: R/82/XI/2017/RUMKIT

Atas permintaan tertulis dari Kepolisian Resor Kota Besar Semarang melalui suratnya tanggal 18
November 2017 No: R/82/X/2016 Reskrim yang di tandatangani oleh Ahmad, SH, PangkatAjun
Komisaris Polisi NRP 68100602 dan diterima tanggal 17 November 2017 , maka dengan ini saya,
AKBP dr. Ratna Relawati, Sp.KF, Msi, Med sebagai dokter yang bekerja pada Rumah Sakit
Bhayangkara Semarang menerangkan bahwa pada tanggal21 November 2017 pukul 10.30 WIB,
di Tempat Pemakaman Umum Sogol RT 15 RW 04 Desa Bugel Kecamatan Kedung Kabupaten
Jepara telah memeriksa jenazah, yang berdasarkan surat permintaan tersebut di atas bernama
Mutmain , Umur 17 tahun, Jenis kelamin Perempuan, Pekerjaan sebelum meninggal dunia Ibu
Rumah tangga, Alamat Desa Bugel, Korban tersebut ditemukan di rumah korban pada hari Rabu
tanggal 27 September 2017. sekitar pukul 14.00 WIB. Kematiannya diduga akibat pembunuhan

HASIL PEMERIKSAAN :------------------------------------------------------------------------------


Dari pemeriksaan luar dan dalam atas tubuh jenazah tersebut diatas ditemukan fakta-fakta sebagai
berikut :---------------------------------------------------------------------------------------------
A. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN IDENTITAS JENAZAH :----------------------
1. Identitas Umum Jenazah :---------------------------------------------------------------------------
a) Jenis kelamin : Perempuan ----------------------------------------------------------------------
b) Umur : antara lima belas sampai dua puluh tahun--------------------------------------------
c) Panjang badan : seratus empat puluh enam sentimeter---------------------------------------
d) Warna kulit : sulit dinilai karena pembusukan-------------------------------------------------
e) Ciri rambut : bergelombang, panjang, berwarna hitam -------------------------------------
f) Golongan darah : tidak dapat diidentifikasi karena proses pembusukan-------------------
2. Identitas Khusus Jenazah :---------------------------------------------------------------------------
a) Tato : tidak dapat diidentifikasi-----------------------------------------------------------------
b) Jaringan parut : tidak dapat diidentifikasi------------------------------------------------------

9
c) Cacat fisik : tidak tidak dapat diidentifikasi----------------------------------------------------
d) Pembungkus jenazah : berupa dua helai kain kafan berwarna putih kecoklatan dan rapuh
diatas ikat kepala dan bawah ikat kaki-------------------------------------------------
B. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN WAKTU TERJADINYA KEMATIAN :----
a) Lebam mayat :tidak ada--------------------------------------------------------------------------
b) Kaku mayat :tidak ada----------------------------------------------------------------------------
c) Pembusukan : terdapat pembusukan pada kulit, otot, organ dalam seperti otak, bola mata,
lidah, jantung, paru-paru, usus, hati, limpa, rahim, menyisakan tulang kerangka dan gigi--
-------------------------------------------------------------------------------------------
d) Serangga : terdapat beberapa serangga di anggota gerak bawah menyerupai semut kecil
warna hitam----------------------------------------------------------------------------------
C. FAKTA DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN LUAR :--------------------------------
1. Permukaan Kulit Tubuh :----------------------------------------------------------------------------
a) Kepala :--------------------------------------------------------------------------------------------
 Daerah berambut : sebagian kulit kepala hilang, kulit kepala coklat kehitaman-
b) Wajah : ---------------------------------------------------------------------------------------------
 Tidak dapat dinilai----------------------------------------------------------------------------
c) Leher : sebagian besar kulit leher hilang, warna coklat kehitaman, terdapat tanda-tanda
pembusukan---------------------------------------------------------------------------------
d) Bahu : kulit bahu kanan dan kiri bagian depan tidak dapat dinilai, kulit bahu bagian atas
hingga bahu belakang mengkerut, warna coklat kehitaman, terdapat tanda-tanda
pembusukan ---------------------------------------------------------------------------------------
e) Dada : tidak dapat dinilai ------------------------------------------------------------------------
f) Punggung: kulit punggung kering, mengkerut, warna coklat kehitaman, terdapat tanda-
tanda pembusukan, terdapat bagian kulit yang hilang--------------------------------
g) Perut : tidak dapat dinilai-------------------------------------------------------------------------
h) Dubur : tidak dapat dinilai ----------------------------------------------------------------------
i) Anggota gerak : -----------------------------------------------------------------------------------
 Anggota gerak atas :----------------------------------------------------------------------
Kanan atas: lapisan kulit bagian atas tidak dapat dinilai, tersisa lapisan warna
kuning kecoklatan, lembek dan basah ----------------------------------------
Kanan bawah : tidak dapat dinilai -----------------------------------------------------
Kiri atas: lapisan kulit bagian atas tidak dapat dinilai, tersisa lapisan warna putih
kecoklatan -------------------------------------------------------------------------Kiri
bawah : tidak dapat dinilai---------------------------------------------------------
 Anggota gerak bawah :------------------------------------------------------------------
Kanan atas: kulit bagian depan tidak dapat dinilai, lapisan kulit bagian belakang
warna coklat kehitaman-----------------------------------------------------

10
Kanan bawah : lapisan kulit bagian atas tidak dapat dinilai, tersisa lapisan berwarna
coklat kehitaman ------------------------------------------------------------
Kiri atas: kulit bagian depan tidak dapat dinilai, lapisan kulit bagian belang warna
coklat kehitaman -----------------------------------------------------------------
Kiri bawah : lapisan kulit bagian atas tidak dapat dinilai, tersisa lapisan berwarna
coklat kehitaman -------------------------------------------------------------
2. Bagian Tubuh tertentu:--------------------------------------------------------------------------------
a) Mata :-------------------------------------------------------------------------------------------------
 Alis mata: tidak dapat dinilai---------------------------------------------------------------------
 Bulu mata:tidak dapat dinilai --------------------------------------------------------------------
 Kelopak mata: tidak dapat dinilai ---------------------------------------------------------------
 Selaput kelopak mata: tidak dapat dinilai ------------------------------------------------------
 Selaput biji mata:tidak dapat dinilai ------------------------------------------------------------
 Selaput bening mata: tidak dapat dinilai-------------------------------------------------------
 Pupil mata:tidak dapat dinilai -------------------------------------------------------------------
 Pelangi mata : tidak dapat dinilai ---------------------------------------------------------------
b) Hidung :----------------------------------------------------------------------------------------------
 Bentuk hidung :tidak dapat dinilai.--------------------------------------------------------------
 Permukaan kulit hidung : tidak dapat dinilai --------------------------------------------------
 Lubang Hidung : tidak dapat dinilai.------------------------------------------------------------
c) Telinga :------------------------------------------------------------------------------------------------
 Bentuk telinga : tidak dapat dinilai -------------------------------------------------------------
 Permukaan daun telinga : tidak dapat dinilai --------------------------------------------------
 Lubang telinga : tidak dapat dinilai -------------------------------------------------------------
d) Mulut :-----------------------------------------------------------------------------------------------
 Bibir atas : tidak dapat dinilai -------------------------------------------------------------------
 Bibir bawah : tidak dapat dinilai ----------------------------------------------------------------
 Selaput lendir mulut : tidak dapat dinilai ------------------------------------------------------
 Lidah : tidak dapat dinilai ------------------------------------------------------------------------
 Gigi – geligi : --------------------------------------------------------------------------------------
 Gigi rahang atas : Jumlah gigi dua belas, dua gigi seri tengah tidak ada, gigi geraham
belakang ketiga kanan dan kiri belum tumbuh--------------------------------
 Gigi rahang bawah : Jumlah gigi empat belas, gigi geraham belakang ketiga kanan dan
kiri belum tumbuh---------------------------------------------------------------
 Langit – langit mulut :tidak ada kelainan.------------------------------------------------------
e) Alat kelamin :wanita--------------------------------------------------------------------------------
 Rambut kemaluan : tidak dapat dinilai---------------------------------------------------------
 Bibir besar : tidak dapat dinilai ------------------------------------------------------------------
 Bibir kecil : tidak dapat dinilai ------------------------------------------------------------------

11
 Kelentit : tidak dapat dinilai ---------------------------------------------------------------------
 Selaput dara : tidak dapat dinilai ----------------------------------------------------------------
 Dinding vagina: tidak dapat dinilai--------------------------------------------------------------
3. Tulang - Tulang :---------------------------------------------------------------------------------------
 Tulang tengkorak : tidak ada tanda-tanda kekerasan-----------------------------------------
 Tulang-tulang wajah : tidak ada kelainan------------------------------------------------------
 Tulang belakang : tidak dinilai ------------------------------------------------------------------
 Tulang-tulang dada :tidak ada kelainan---------------------------------------------------------
 Tulang-tulang punggung : tidak dinilai---------------------------------------------------------
 Tulang-tulang panggul : tidak ada kelainan----------------------------------------------------
 Tulang anggota gerak : tidak ada kelainan-----------------------------------------------------
D. FAKTA DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN DALAM :----------------------------
1. Rongga kepala------------------------------------------------------------------------------------
o Kulit kepala : Sulit dinilai karena pembusukkan-----------------------------------------
o Otak: Sulit dinilai karena pembusukkan--------------------------------------------------
2. Leher bagian dalam------------------------------------------------------------------------------
 Kulit di bagian dalam: Sulit dinilai karena pembusukkan -----------------------------
 Otot leher: Sulit dinilai karena pembusukkan -------------------------------------------
 Lidah: Sulit dinilai karena pembusukkan ------------------------------------------------
 Kerongkongan: Sulit dinilai karena pembusukkan --------------------------------------
 Tenggorok: Sulit dinilai karena pembusukkan ------------------------------------------
 Tulang rawan---------------------------------------------------------------------------------
- Tulang rawan gondok: Sulit dinilai karena pembusukkan -------------------------
- Tulang rawan cincin: Sulit dinilai karena pembusukkan --------------------------
- Tulang rawan pangkal lidah : Sulit dinilai karena pembusukkan -----------------
3. Rongga Dada--------------------------------------------------------------------------------------
 Otot-otot dada: Sulit dinilai karena pembusukkan -------------------------------------
 Jantung :--------------------------------------------------------------------------------------
 Kandung jantung : Sulit dinilai karena pembusukkan ------------------------------
 Jantung : Sulit dinilai karena pembusukkan.--------------------------------------------
 Paru-paru :-------------------------------------------------------------------------------------
 Paru-paru kanan : Sulit dinilai karena pembusukkan ------------------------------
 Paru-paru kiri : Sulit dinilai karena pembusukkan ---------------------------------
4. Rongga Perut--------------------------------------------------------------------------------------
 Kulit bagian dalam : Sulit dinilai karena pembusukkan -------------------------------
 Tirai usus : Sulit dinilai karena pembusukkan -------------------------------------------
 Usus : Sulit dinilai karena pembusukkan-------------------------------------------------
 Rongga perut : Sulit dinilai karena pembusukkan -------------------------------------
 Pembuluh nadi utama perut : Sulit dinilai karena pembusukkan –-------------------

12
 Hati : Sulit dinilai karena pembusukkan -------------------------------------------------
 Lambung : Sulit dinilai karena pembusukkan -------------------------------------------
 Limpa : Sulit dinilai karena pembusukkan -----------------------------------------------
 Ginjal kanan : Sulit dinilai karena pembusukkan ---------------------------------------
 Ginjal kiri : Sulit dinilai karena pembusukkan ------------------------------------------
5. Rongga Panggul----------------------------------------------------------------------------------
 Kandung kemih : Sulit dinilai karena pembusukkan ------------------------------------
 Bibir besar : Sulit dinilai karena pembusukkan-------------------------------------------
 Bibir kecil : Sulit dinilai karena pembusukkan--------------------------------------------
 Kelentit : Sulit dinilai karena pembusukkan-----------------------------------------------
 Dinding lubang senggama : Sulit dinilai karena pembusukkan ------------------------
 Rambut kelamin : Sulit dinilai karena pembusukkan------------------------------------
KESIMPULAN :------------------------------------------------------------------------------------------
Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan jenazah tersebut maka saya simpulkan
bahwa jenazah adalah seorang perempuan, umur antara lima belas sampai dua puluh tahun. warna
kulit tidak dapat dinilai, kesan gizi tidak dapat dinilai. Pada pemeriksaan luar dan dalam ditemukan
tanda luka bakar dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Sebab kematian akibat luka
bakar----------------------------------------------------------------------------------------------------
PENUTUP:-------------------------------------------------------------------------------------------------
Demikianlah keterangan tertulis ini saya buat dengan sesungguhnya, dengan mengingat sumpah
sewaktu menerima jabatan sebagai dokter---------------------------------------------------

Semarang,21November 2017
Dokter yang memeriksa,

AKBP dr. Ratna Relawati, Sp.KF, Msi, Med

13
BAB IV
PEMBAHASAN

 Luka bakar atau combustio merupakan cedera yang cukup sering dihadapi pada dokter. Luka
bakar berat dapat menyebabkan morbiditas dan derajat cacat yang relatif tinggi dibandingkan
dengan cedera oleh sebab lain.
 Penyebab terjadinya luka bakar pada jenazah ini adalah kontak penderita dengan paparan
api, diperparah dengan adanya cairan yang mudah terbakar seperti bensin.
 Luka bakar yang dialami oleh penderita antemortem dan postmortem berbeda, masing-
masing memiliki ciri khas yang telah dijelaskan diatas.
 Pemeriksaan penunjang sulit dilakukan, karena jenazah telah mengalami pembusukan,
namun masih ada kemungkinan dilakukan pemeriksaan patologi anatomi terhadap organ-
organ tertentu seperti otak, lambung, hati, dll.

14