Anda di halaman 1dari 3

BAB III

KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

A. Dasar Pemikiran Variabel yang diteliti

Rasa sakit yang dialami ibu selama proses persalinan sangat

bervariasi tingkatannya. Untuk itu perlu metode/suatu cara untuk

mengurangi rasa nyeri selama proses persalinan.

Rasa nyeri pada persalinan adalah nyeri kontraksi uterus

yang dapat mengakibatkan peningkatan aktivitas sistem saraf

simpatis, perubahan tekanan darah, denyut jantung, pernafasan

dan apabila tidak segera diatasi maka akan meningkatkan rasa

khawatir, tegang, takut dan stress.

Teknik relaksasi bernafas merupakan teknik pereda nyeri

yang banyak memberikan masukkan terbesar karena teknik

relaksasi dalam persalinan dapat mencegah kesalahan yang

berlebihan pasca persalinan. Adapaun relaksasi bernafas selama

proses persalinan dapat mempertahankan komponen sistem saraf

simpatis (SSO) dalam keadaan homeostasis sehingga tidak terjadi

peningkatan suplai darah, mengurangi kecemasan dan ketakutan

agar ibu dapat beradaptasi demgam nyeri selama proses

persalinan (Mander, 2003). Kelebihan teknik ini adalah mudah

dilakukan dan tidak memerlukan alat, relaksasi melibatkan sistem

otot dan respirasi dan tidak membutuhkan alat lain sehingga mudah

dilakukan kapan saja.

51
52

B. Kerangka konsep

Variabel Independen Variabel Dependen

Intensitas nyeri
Teknik Relaksasi padaPersalinan
napas dalam kala I

Ket :

: Variabel Independen

: Variabel Dependen

Gambar 3.1: Bagan Kerangka Konsep

C. Definsi operasional

1. Relaksasi napas dalam

Teknik relaksasi adalah suatu cara yang dapat digunakan

untuk merilekskan ketegangan otot yang dapat menunjang nyeri,

berupa menarik napas dengan frekuensi lambat inhalasi (hirup, dua

tiga) dan ekhalasi (hembuskan, dua, tiga). Relaksasi dalam

persalinan adalah suatu teknik untuk mencapi kondisi rileks pada

saat persalinan.

Kriteria Obyektif:

a. Dilakukan : jika ibu menarik napas dalam –dalam dan

menghembuskan keluar secara pelan-pelan

b. Tidak dilakukan: jika ibu tidak menarik napas dalam-dalam

dan menghembuskan keluar secara pelan-pelan


53

2. Intensitas nyeri

Intensitas nyeri dimaksud adanya perubahan intensitas nyeri yang

dirasakan pasien setelah dilakukan prosedur teknik napas dalam

sebanyak tiga (3) kali. Yang diukur dengan menggunakan skala

nyeri wong-Bakers skala nyeri wajah.

Kriteria Obyektif:

a. Tidak ada nyeri : apabila responden memberikan skor (0)

b. Nyeri ringan : apabila responden memberikan skor (1-3)

c. Nyeri sedang : apabila responden memberikan skor (4-6)

d. Nyeri berat : apabila responden memberikan skor (7-9)

e. Nyeri sangat berat: apabila responden memberikan skor (10)

D. Hipotesis Penelitian

Ada pengaruh teknik relaksasi napas terhadap intensitas nyeri

persalinan kala I di ruang bersalin RSIA Sitti Khadijah III Makassar.