Anda di halaman 1dari 11

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DANPENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI D-III FISIOTERAPI
Kampus I : Jl.RS. Fatmawati No.1 – Pondok Labu, Jakarta Selatan 12450 Telpn. 021-7656971, Fax. 021-7656904
Kampus II (FIKES) : Jl. Raya Limo Depok 16515, Telp. (021) 7532884, Fax : 7546772
Website: http//www.upnvj.ac.id, Email: upnvj@upnvj.ac.id

LAPORAN STUDI KASUS

IV.1 Anamnesa
IV.1.1 Identitas pasien
Nama : Ny.A
Umur : 56
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Jl. H Awaludin I no 04 RT/RW 002/017 Kel.melati
Kec. Tanah Abang
Hobi : Olahraga
Diagnosa medis : Low Back Pain

IV.1.2 Riwayat Penyakit ( Autoanamnesa, 29 Maret 2017)


a. Keluhan Utama
Os merasa nyeri pada daerah pinggang bawah.
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Os membantu saudaraya menjaga warung sudah 5 tahun yang lalu. Pekerjan
sehari-harinya mengangkat beban dengan sikap tubuh yang tidak tepat.
Sebelumnya os pernah mengalami keluhan sakit pinggang sebelumnya pada
tahun 2016, os pernah berobat ke Dr.S diberikan obat penghilang rasa nyeri
selama 3 bulan setelah itu os melakukan hobi berenangnya selama 2 bulan rasa
sakitnya hilang, sakitnya timbul kembali setelah mengangkat cucunya , os
mengeluh nyeri dan kaku pada pingangnya namun tidak menjalar. Lalu os
berobat ke RS Dr.Mintoharjo bagian poli fisioterapi dan mengikuti terapi
dengan rutin.
c. Riwayat Penyakit Dahulu (-)
d. Riwayat keluarga: Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti pasien.

IV.1.3 Pemeriksaan Fisik


a. Vital sign
1) Kesadaran : Compos Mentis
2) Tekanan Darah : 120/70 mmHg
3) Denyut Nadi : 80x/menit
4) Frekuensi Pernapasan : 21x/menit
5) Suhu Tubuh : 36ºC
6) Berat Badan : 60 kg
7) Tinggi Badan : 159 cm
8) Status Gizi : 23,8 (Normal)
b. Palpasi
1) Adanya spasme pada m.erector spine
2)Adanya nyeri tekan pada m. quadratus lumborum

c. Pemeriksaan LGS
GERAKAN LGS LGS
NORMAL AKTIF
Fleksilumbal 90º 60º
Extensilumbal 30º 20º
Lateral fleksi 30º 20º
lumbal dextra
Lateral fleksi 30º 30º
lumbal
sinistra

d. Pemeriksaan Nyeri VAS


1. Nyeri tekan pada otot paralumbal

0 6 10

2. Nyeri gerak fleksi

0 6 10
3.Nyeri gerak ekstensi

0 5 10

4. Nyeri gerak lateral fleksi

0 5 10

5 Nyeri saat duduk lama

0 5 10

e. Pemeriksaan Spasme

Adanya spasme pada otot paralumbal

0 1 2 3

Ket : 0 =Tidak ada spasme

1 = Spasme ringan, tidak mengganggu aktifitas

2 = Spasme sedang, sedikit mengganggu aktifitas

3 = Spasme berat, mengganggu aktifitas

Hasil nilai spasme pada pasien yaitu nilai 2

f. Pemeriksaan kekuatan otot

Gerakan Nilai
Kekuatan
Otot

Otot fleksor M.rectus 4


abdominis dibantu m.oblique
internus

Otot ekstensor m.erector spine 3


(iliocotalis,longisimus,spinalis)
dibantu m.iliocostalis
lumborum,m.multifidus
g. Pemeriksaan sensibilitas

1. Tajam-Tumpul : (+) Normal

2. Kasar-Halus : (+)Normal

3. Panas-Dingin : (+) Normal

h. Tes khusus

1). Tes lipat kulit : (+) pada otot paralumbal sulit dilipat

2). Straight Leg Raising (SLR) : (-) tidak ada nyeri menjalar
3). Patrick : (-) tidak ada nyeri
4). Bragard Test : (-)tidak ada nyeri menjalar

IV.1.4 Pemeriksaan Penunjang

Hasil rontgent vertebra lumbal normal

IV.5 Pemeriksaan Fungsional

A. ADL

Feeding : Mampu Toileting : Mampu

Dreesing : Mampu Bathing : Mampu

B. Aktifitas Kerja

Saat melakukan aktivitas sebagah penjaga warung sembako, os merasa terganggu


karena tidak dapat berdiri terlalu lama daan saat membungkuk belum kuat

VI.6 Pemeriksaan Psikososial


a. Kognitif
Pasien mampu menjawab pertanyaan terapis dengan baik, memori pasien baik dan
pasien dapat menceritakan kejadiaan dengan baik.
b. Interpersonal
Pasien mempunyai semangat yang tinggi dari diri pasein untuk cepat sembuh seperti
semula.
c. Intrapersonal
Pasien mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan
sosialnya dengan baik.

IV.7 Daftar Masalah Fisioterapi

a. Adanya Nyeri Nyeri tekan pada otot paralumbal, Nyeri gerak fleksi, Nyeri gerak
ekstensi, nyeri gerak lateral fleksi dekstra, nyeri gerak duduk lama.
b. Keterbatasan gerak gerakan fleksi lumbal, ekstensi lumbal dan lateral fleksi dextra.
c. Spasme pada otot paralumbal

IV.8 Diagnosa Fisioterapi

Adanya gangguan gerak dan fungsi pada lumbal sehubungan dengan adanya nyeri
diam saat duduk lama, nyeri tekan pada m.quadratus lumborum, nyeri gerak saat fleksi
extensi dan lateral fleksi dextra, spasme otot paralumbal, keterbatasan LGS, penurunan
kekuatan otot,terkait karena Low Back Pain chronic.

IV.9 Program Fisioterapi

a. Tujuan jangka pendek


1. Mengurangi nyeri, meningkatkan Lingkup gerak sendi, mengurangi spasme.

b. Tujuan jangka panjang

2. Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa ada keterbatasan gerak.


c. Modalitas Fisioterapi
1) Modalitas Alternative
a) Shortwave Diathermy
b) Microwave Diathermy
c) Ultrasound
d) Tens
e) William Flexion Exercise
f) Mc. Kenzie Exercise
g) Core Stability Exercise

2) Modalitas Terpilih
a) Core Stability Exercise

(1) Prosedur :
(a) Persiapan Alat
Dalam hal ini persiapan untuk alat adalah menggunakan bad untuk pasien.
(b) Persiapan Pasien
1) Pasien diperiksa vital sign
2) Tanyakan pada pasien apakah ada keluhan pusing
3) Pasien diharuskan melakukan latihan 2 jam setelah makan
4) Pasien harus cukup istirahat
5) Persiapan pakaian untuk melakukan latihan
6) Meminta persetujuan pasien untuk melakukan latihan
2) Dosis
F = 3xseminggu
I = 10/detik sekali gerakan
T = 30 menit
T = aktif core stability exercise
R = 10 repetisi/5 rest
S = 4 set
S = 3 sesi
3) Gerakan Core Stability Exercise
- Bridging
- Single leg bridging
- Single leg extensions
- Single leg and arm extensions
-
VI.10 Rencana Evaluasi
1) Objek yang akan dievaluasi
Dalam kondisi Low Back Pain chronic ini objek yang akan dievaluasi adalah
pengukuran nyeri dengan skala VAS, pemeriksaan LGS dengan goniometer,
pemeriksaan kekuatan otot dengan MMT.
2) Waktu Evaluasi
Dilakukan secara periodic yaitu pasien melakukan 12 kali terapi selama 4 minggu,
dengan seminggu 3 kali terapi, perbandingan diambil 2 kali evaluasi setelah 6 kali
terapi selama 12 kali terapi.
3) Kriteria Keberhasilan
Proses pemberian terapi pada Low Back Pain Chronic ini dikatakan berhasil apabila
terjadinya penurunan derajat nyeri diam,nyeri tekan nyeri gerak fleksi, extensi dan
lateral fleksi dextra pada lumbal, penurunan spasme pada otot paralumbal, dan
meningkatkan lingkup gerak sendi dan meningkatnya kekuatan otot.
VI.11 Home Program
a. Dianjurkan melakukan latihan seperti yang telah diberikan dan diajarkan terapis (
Core Stability Exercise) , untuk dilakukan setiap hari jangan hanya dilakukan pada
saat sakit saja.
b. Posisi Tidur yang Baik
Dianjurkan tidur terlentang dengan alas tempat tidur tidak terlalu lunak dan tetap datar
agar posisi tidur tetap datar sehingga posisi pinggang tidak bergoyang agar otot-otot
pinggang rileks dan tekanan pada discus berkurang sehinnga rasa sakit berkurang.
Hindari posisi tidur tengkurap, bila ingin tidur tengkurap diberi bantal tipis dibawah
perut dan dibawah ankle serta kedua siku ditekuk dan berada di saming kepala.
c. Perbaiki Postur
Selain dari pengawasan fisioterapis, pasien dan keluarga harus tetap manjaga dan
mengontrol postur tubuh pasien dengan baik agar tdak membentuk kebiasaan postur
tubuh yang buruk.
d. Mengangkat dengan Posisi yang Benar
Saat pasien hendak mengangkat sesuatu yang berbobot berat dari lantai harus
memasang kuda-kuda yang benar, seperti memposisikan kaki satu dan lainya dengan
benar, agar tidak menjadikan beban yang berat untuk otot-otot disekitar punggung
bawah.
e. Kondisi Tubuh yang Baik
Dalam hal ini pasien dianjurkan untuk menjaga berat badan tubuh agar tidak menjadi
semakin menggemuk karena ketidak seimbangan berat badan dapat mempengaruhi
ketegangan otot. Salah satunya otot-otot disekitar punggung bawah, yang
menyebabkan kelemahan otot abdomen, Lakukanlah latihan-latihan yang diberikan
fisioterapi, ulangi dirumah dengan pengawasan dari keluarga untuk mempercepat
proses penyembuhan.
f. Mengangkat Beban
Posisi badan harus dekat dengan benda yang ingin diangkat dan posisi punggung tetap
lurus. Kedua lutut ditekuk dengan satu lutut sedikit kedepan, kemudian benda
diangkat dengan menempel pada badan, angkat perlahan dengan posisi punggung
tetap lurus dan berdiri secara perlahan.
VI.12 Penatalaksanaan Fisioterapi
Pelaksanaan tanggal 29 maret 2017
1. Core Stability Exercise
Sebelum melakukan Core Stability Exercise,pasien diberi contoh gerakan terlebih dahulu
oleh terapis
a. Bridging
Posisi berbaring punggung tetap datar, temukan tulang belakang dalam keadaan
netral dan tarik perut bawah masuk ke dalam. Pelan-pelan tekankan kedua kaki dan
mengangkat pantat ke atas sehingga trunk lurus (bahu, panggul,dan lutut pada satu
garis).
Gerakan : Pertahankan 10 detik saat mengangkat dan berpikirlah pantat ditekan
ketika pantat diangkat (pengulangan 8 kali).
b. Single Leg Bridging
Posisi berbaring punggung tetap datar, temukan tulang belakang dalam keadan
netral dan tarik perut bawah masuk ke dalam. Pelan-pelan angkat salahsatu kaki
dan tekankan kaki yang lainnya dan mengangkat pantat ke atas sehingga trunk
lurus (bahu, panggul,dan lutut pada satu garis).
Gerakan : Pertahankan 10 hitungan saat mengangkat dan berpikirlah pantat ditekan
ketika pantat diangkat (pengulangan 8 kali).
c. Single Leg Extentions
Posisi merangkak. Perut dikencangkan, leher dan kepala sejajar. Secara perlahan
angkat satu tungkai dengan posisi lutut lurus sehingga tungkai sejajar dengan tubuh
Gerakan : Tahan posisi ini selama 10 detik. Kembali ke posisi awal dengan
perlahan. Ulangi pada sisi yang lainnya. (pengulangan 8 kali)
d. Single leg and Arm Extentions
Posisi merangkak. Perut dikencangkan, leher dan kepala sejajar. Secara perlahan
angkat satu tungkai dengan posisi lutut lurus sehingga tungkai sejajar dengan
tubuh.
Gerakan: Tahan posisi ini selama 10 detik. Kembali ke posisi awal dengan
perlahan. Ulangi pada sisi yang lainnya. (pengulangan 8 kali)
b. Pelaksanaan lanjutan
1.Tanggal 31 Maret 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatment
sesuai tanggal 29 maret 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang
sama
2. Tanggal 3 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen sesuai
tanggal 31 Maret 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang sama .
3. Tanggal 5 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen sesuai
tanggal 3 April 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang sama .
4.Tanggal 7 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen sesuai
tanggal 5 April 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang sama .
5. Tanggal 10 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen sesuai
tanggal 7 April 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang sama dan
ditanggal 10 April 2017 fisioterapi melakukan evaluasi pertama kepada pasien.
6. Tanggal 12 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen sesuai
tanggal 10 April 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang sama .
7. Tanggal 13 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen sesuai
tanggal 12 April 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang sama .
8. Tanggal 17 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen sesuai
tanggal 13 April 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang sama .
9. Tanggal 19 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen sesuai
tanggal 17 April 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang sama .
10. Tanggal 21 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen
sesuai tanggal 19 April 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang
sama .
11. Tanggal 26 April 2017, keadaan pasien baik, Fisioterapi melakukan treatmen
sesuai tanggal 21 April 2017 yaitu dengan core stability exercise dengan dosis yang
sama .Fisioterapi melakukan evaluasi yang kedua.
VI.13 Evaluasi

No Objek Assessment Tgl Evaluasi ke-1 Tgl Evaluasi ke-2 Tgl


29 maret 2017 10 April 2017 26 April 2017
1 Spasme 3 2 1
2 Nyeri
a. a. Nyeri diam saat duduk 5 5 3
lama
b. b. Nyeri tekan pada otot para 5 4
6
lumbal
c. Nyeri gerak
- a. Fleksi 6 4 3
- b. Ekstensi 5 3
5
- c. Lateral fleksi dextra 3 2
5

ROM
3 a. a. Fleksi 60º 70º 90º
b. b. Ekstensi 15º 20º 30º
c. c. Lateral fleksi dextra 20º 20º 25º

4 MMT
a. a. Fleksor 5 5 5
b. b. Ekstensor 3 4 4

Jakarta, 21 Juni 2017


Tanda Tangan Pembingbing Lahan

(........................................................)