Anda di halaman 1dari 14

PRINSIP KERJA COOLING TOWER

06.40.00

Prinsip Kerja Cooling Tower


Cooling tower adalah suatu sistem refrigerasi yang melepaskan kalor ke udara.cooling tower bekerja
dengan cara mengontakkan air dengan udara dan menguapkan sebagian air tersebut. Luas
permukaan air yang besar dibentuk untuk menyemprotkan air lewat nozel atau memercikan air
kebawah dari suatu bagian ke bagian lainnya.Bagian-bagian atau bahan – bahan pengisi biasanya
terbuat dari kayu tetapi bisa juga dibuat dari plastik atau keramik. Prestasi sebuah cooling tower
basah tergantung dari temperatur bola basah dari udara yang masuk.Prestasi dari cooling tower
biasanya ditunjukkan dalam hubungan Range dan Approach.Range adalah perbedaan temperatur
antara temperatur air yang masuk dan temperatur air yang keluar dari menara pendingin. Sedangkan
Approach adalah perbedaan temperatur antara temperatur air yang keluar dari cooling tower dan
tempperatur bola basah udara yang masuk cooling tower.

Fungsi CoolingTower
Cooling tower sangat dibutuhkan oleh industri sebab cooling tower merupakan bagian dari utilitas
yang banyak digunakan. Dimana cooling tower memproses air yang panas menjadi air dingin yang
digunakan kembali dan bisa dirotasikan. Cooling towerjuga salah satu alat yang berfungsi mengolah
air untuk mengatasi masalah polusi lingkungan.
Macam – Macam CoolingTower
a. Berdasarkan arah aliran udara masuk
- Cross flow
- Counter current flow
b. Berdasarkan cara pemakaian alat bantu seperti fan atau blower
- Induced draft (alat bantu berada dibagian puncak tower)
- Force draft (alat bantu berada dibagian bawah tower)
c. Berdasarkan kondisi aliran udara bebas tanpa alat pembantu
- Atmosphere (udara pada kondisi atmospheric mengalir bebas
tanpa memakai penutup tower).
- Natural draft (udara mengalir dalam udara pendinginan dari tower namun kondisi udara belum tentu
atmospheric). Komponen CoolingTower Komponen dasar sebuah menara pendingin meliputi rangka
dan wadah, bahan pengisi, kolam air dingin, eliminator aliran, saluran masuk udara, louvers, nosel
dan fan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai komponenkomponen menara pendingin:
1. Rangka dan Wadah coolinr Tower
Hampir semua menara memiliki rangka berstruktur yang menunjang tutup luar (wadah/casing), motor,
fan, dan komponen lainnya.Dengan rancangan yang lebih kecil, seperti unit fiber glass, wadahnya
dapat menjadi rangka. Menara yang terbuat dari kayu masih tersedia, namun beberapa komponen
dibuat dari bahan yang berbeda, seperti wadah casing fiber glass disekitar rangka kayu, saluran
masuk udara louvers dari fiber glass, bahan pengisi dari plastik dan kolam air dingin dari baja.
Banyak menara (wadah dan kolam) nya terbuat dari baja yang digalvanis atau, pada atmosfir yang
korosif, menara dan/atau dasarnya dibuat dari stainless steel.Menara yang lebih besar kadangkala
terbuat dari beton.Fiber glass juga banyak digunakan untuk wadah dan kolam menara pendingin,
sebab dapat memperpanjang umur menara pendingin dan memberi perlindungan terhadap bahan
kimia yang berbahaya.
2.Bahan Pengisi
Biasanya menara pendingin menggunakan bahan pengisi untuk memfasilitasi perpindahan panas
dengan memaksimalkan kontak udara dan air. Fill adalah jantungnnya menara pendingin. Fill
berfungsi sebagai media kontak air dan udara sehingga terjadi perpindahan kalor (panas),
3.Gambar dan Model Cooling Tower

a
Prinsip kerja Screw Air Compressor

Screw Air Compressor Flow Diagram

A) Kompresor udara jenis ini menggunakan 2 Screw yang berputar dalam ruang screw yang
disebut Air End (3) . Putaran 2 komponen screw ini akan menyebabkan hisapan pada Intake Valve
(2) dan menghasilkan udara bertekanan pada lubang keluaran (discharge).
Ruang Screw

B) Udara bertekanan memasuki Separator Tank, yang berfungsi memisahkan oli dan udara, sehingga
udara bertekanan yang dihasilkan tidak mengandung oli. Jika anda melihat dalam Gambar diatas,
prinsip kerja separator sederhana. Dibagian tengah tabung terdapat separator foam, sejenis busa
yang akan melewatkan partikel udara, dan menangkap partikel oil dan menjatuhkannya ke dasar
Tabung (Blue Color). Udara bebas oil tadi memiliki temperature cukup tinggi ( 80 – 90 0C), sehingga
harus dilewatkan pada pendingin / air coller (9), sebelum dikeluarkan melalui Air Discharge line (10)
untuk memasuki system eksternal.

separator tank

C) Oil dengan temperature tinggi yang tertampung dalam dasar tabung separator bergeraka menuju
air filter housing unit. Unit ini terdiri dari Oil Filter (19) yang berfungsi memisahkan kotoran dan unit
manifold, yang berfungsi mengatur distribusi oil menuju dan dari Air Coller (9). Ada beberapa
type coller, yaitu Liquid coller dan air coller. Gambar Flow proses diatas menggunakan model Air
Coller, yaitu udara dibagian bawah radiator dihembus paksa dengan menggunakan Fan (13), melalui
sirip-sirip coller unit, dan membawa panas oil ke udara bebas melalui prinsip heat transfer.
Mekanisme ini mirip dengan prinsip kerja Condesor Udara pada system pendingin dan
Radiator mobil.
Oli yang sudah melewati Coller dan suhunya telah turun, masuk kembali ke Oil Filter Housing Unit,
untuk didistribusikan kembali ke Air End atau Ruang Screw.

Oil Filter Housing Unit

D) System yang tidak kalah vital yaitu pelumasan pada bearing screw. Kebetulan dalam flow diagram
tidak terlihat, Air Filter Housing Unit juga mensuplay oil untuk melumasi bearing screw. System ini
memiliki pengaruh sangat besar terhadap kasus Over Heating atau Over Themperature pada Screw
Air Compressor.

E) Temperature System Compressor dideteksi dari Temperature Oil. Dalam Separator Tank,
dipasang sensor temperature / Thermostat (20) yang akan membaca aktual temperature oil, dan
langsung mengirim data ini ke Electronic Processing Unit. Temperature kerja normal berada di
kisaran 85 – 95 0C. Jika lebih dari 100 0C, system tetap berjalan dengan disertai peringatan. Biasanya
system disetting automatic off di temperature 110 0C.

Panel Indicator

Efek Over Heating


Yang dimaksud dengan over Heating yaitu, Temperature Kerja System kompressor melebihi 100 0C.
Ini sudah tanda-tanda bahaya. Engineering harus melakukan pengecekan. Jika terlambat,
temperature oil yang tinggi dapat menurunkan kualitas oil sebagai pelumas.
Masalah yang timbul berikutnya :

1. System pelumasan pada Bearing Screw tidak maksimal, ini akan menyebabkan kerusakan pada
bearing.

2. Kerusakan Bearing akan berdampak pada putaran screw yang tidak stabil dan tidak center.
Benturan antar Screw akan menyebabkan cacat screw. Ini menyebabkan efisiensi tekanan angin
yang dihasilkan menurun.

3. Putaran screw yang tidak center berpotensi menimbulkan gesekan pada dinding ruang screw,
meskipun masalah over heating sudah teratasi, masalah ini menyebabkan efisiensi tekanan udara
akan berkurang.
4. Gesekan material komponen dalam ruang screw menghasilkan serbuk besi yang akan terbawa
oleh oil. Ini akan menyumbat Filter Oil, jika tidak terdeteksi, volume oil yang kembali masuk kedalam
ruang screw dan system pelumasan bearing akan berkurang. Bisa anda bayangkan jika komponen-
komponen ini berputar dengan level oil dibawah standard. Kerusakan akan terjadi pada semua
komponen dalam unit ruang screw (Air End).

Kondisi ini bisa jauh lebih parah, jika Thermo Control Unit tidak berfungsi dengan benar. System tidak
bisa mendeteksi temperature aktual dengan akurat, harusnya mesin automatis stop tapi tetap
running. Meskipun anda melakukan penggantian oil secara rutin dan mengikuti atuan Jam kerja
mesin, kondisi ini tetap sangat berbahaya. Untuk mencegah ini, saya akan berbagi teknik
pengecekan dengan anda :

1. Jangan hanya percaya dengan temperature display. Anda wajib memiliki Thermo Couple sendiri.
Ada beberapa jenis, tapi saya lebih suka menggunakan type Laser Gun Thermo Couple.

Non Contact Infra Red Laser Gun

2. Jika anda tidak memiliki alat yang saya maksud dalam poin 1. Perhatikan tanda-tanda di area
bearing di Screw Unit. Jika cat terlihat mengelupas akibat panas, ini tanda-tanda bahwa compresor
bekerja pada suhu yang melebihi standard. Asal diketahui pemilihan coating atau cat pada
compressor atau motor sudah disesuaikan pada suhu normal atau ambang atas system. Jika
melebihi, panas akan merusak cat.
Cat terkelupas di area Blok Bearing akibat over heating

Penyebab Terjadinya Over Heating


Berikut beberapa hal, yang saya pikir bisa menyebabkan Over Heating

1. Sirkulasi udara dalam ruang kompresor tidak baik, sehingga suhu dalam ruang tinggi.
Ruang kompresor harus di desain sedemikian rupa sehingga udara panas dari fan coller memiliki
jalur khusus keluar (ducting) dan udara luar bisa leluasa masuk. Akan jauh lebih baik, jika
pendinginan ruang kompresor menggunakan unit Air Conditioner ( AC ). Keuntungan penggunaan
AC yaitu pendinginan ruang berlangsung dalam ruang tertutup, sehingga meminimalkan debu atau
kotoran dari luar ruang untuk masuk kedalam. Partikel debu ini dapat terhisap oleh coller fan dan
menyumbat sirip – sirip cooler unit. Kondisi ini menyebabkan pendinginan oil tidak optimal.

2. Oil sudah melewati Jam Kerja Normal.


Kondisi ini yang biasa terjadi, oil yang seharusnya diganti tapi tidak dilakukan. Oil yang melebihi Life
time nya akan menyebabkan penurunan kualitas oil yang diikuti penurunan fungsi oil itu sendiri
sebagai media pendingin dan pelumas. Ada 2 jenis oil yang ada di pasaran, yaitu Jenis Syntetic dan
Jenis Mineral.
Jenis Syntetic : Harga Relatif lebih mahal, Life timenya ± 5000 – 6000 hours. Lebih tahan bekerja
dalam suhu ekstrem dengan volume yang lebih rendah dibanding oil mineral.
Jenis Mineral : Harga lebih murah, Life timenya ± 2000 hours. Tidak diperuntukkan bekerja pada
suhu ekstrem ( > 100 0C ) secara terus menerus, karena akan menyebabkan kerusakan pada
komponen. Dari pengalaman dilapangan, membuktikan oil jenis ini dapat menembus separator foam,
dan ikut terbawa sirkulasi udara. Sehingga harus rutin dilakukan pengecekan level oil dan segera
lakukan penambahan oil jika diperlukan. Dalam pemakaian jangka panjang, oil ini akan lebih tinggi
biayanya dibanding pemakaian oil syntetic.

3. Separator Oil tersumbat. Ini akan menyebabkan terhambatnya aliran udara keluar, sehingga
tekanan dan temperature dalam separtor tank naik. Penggantian rutin antara 4000 – 6000 hours.

4. Pembuangan panas pada Coller Unit terhambat. Ada 2 Jenis coller yang biasa dipakai, yaitu
menggunakan cooler fan ( air coller ), dan menggunakan pendingin air ( water cooler ).
Pada jenis air coller, hambatan transfer panas ini biasanya disebabkan kotoran atau debu yang
melekat pada sirip radiator. Cleaning rutin disarankan dilakukan pada 10.000 – 15.000 hours.
Pada jenis Liquid coller, hambatan pendinginan biasanya disebabkan oleh adanya lapisan kerak.
Sistem ini biasa digunakan dalam Generator Set ( Genset ). Liquid yang digunakan merupakan cairan
khusus yaitu radiator coolant, jika tidak ada disarankan menggunakan air mineral yang bebas dari
kandungan kapur/calsium. Cleaning rutin disarankan dilakukan pada 10.000 hours.

5. Filter oil tersumbat kotoran. Idealnya, setiap penggantian oil juga diikuti oleh penggantian Filter.
Cleaning Filter oil tidak disarankan, karena spare parts ini tidak didesain untuk di cleaning atau di re-
kondisi.

Filter Oil

6. Mekanisme Distribusi dalam Oil Filter Housing Unit tidak berfungsi.


Jika dibongkar, blok ini terdiri dari beberapa katup yang gerakannya menggunakan mekanisme
pegas. Jika mekanisme ini tidak berfungsi, distribusi oil menuju radiator akan terhambat. Efeknya oil
tidak melewati proses pendinginan dan langsung masuk ke ruang screw. Untuk mengetahui masalah
ini cukup mudah. Mesin dalam kondisi off, Buka selang Fleksible in dan out radiator, jika oil yang
keluar dari radiator sangat sedikit, bisa dipastikan mekanisme dalam unit ini bermasalah. Atau anda
juga melakukan pengecekan dalam kondisi mesin running. Gunakan Thermo couple. Bandingkan
temperature di body luar ruang screw, pipa antara separator tank dan Filter oil, dan pipa oil masuk ke
radiator. Jika pipa masuk radiator temperaturnya jauh lebih rendah, berarti distribusi oil menuju
radiator terhambat. Bisa dipastikan Oil Filter Housing Unit bermasalah. ( tapi terlebih dahulu pastikan
Filter Oil telah diganti )
Blok Manifold pada Oil Filter Housing

Penutup
Jika akar masalah Overheating sudah diketahui, segera lakukan perbaikan. Harap berhati-hati saat
melakukan perbaikan di mesin. Problem overheating pada umumnya menyebabkan efek berantai
terhadap komponen lainnya. Misal Bearing Screw dan Screw. Teknisi perusahaan biasanya
melakukan penggantian ringan ( minor ) seperti Ganti oil, Ganti Separator Foam, Ganti Oil Filter, dan
Cleaning Cooler Unit.Namun untuk penggantian besar ( mayor ), yaitu pengecekan di ruang Screw
Unit (Air End), saya sarankan untuk menghubungi Technical Service dari Suplier Kompressor.

Cara Kerja Air Compressor


Posted on Mei 9, 2013by ayahmuthia
Artikel berikut ditujukan , dan mudah-mudahan berguna, untuk business partner (kontraktor)
yang bekerja di lapangan. Dengan memahami cara kerja diharapkan dapat mudah melakukan
perbaikan (service) dan penyelesaian masalah (troubleshoot).

Air compressor adalah kompressor yang menyediakan udara pada tekanan yang cukup
terutama untuk keperluan instrumentasi, makanya sering disebut juga dengan Instrument air
compressor.

Salah satu air compressor yang cukup handal adalah reciprocating compressor merk ingersoll
rand 15T yang merupakan 2 stage, dengan 3 cylinder. Cylinder adalah tempat dimana
didalamnya ada piston (torak) yang bergerak maju-mundur, menghisap dan memampatkan
udara. Dua silinder pertama berukuran sama besar adalah stage pertama, sedang silinder
yang lebih kecil (untuk kompresi yang lebih tinggi) adalah stage kedua.
Mengapa pada compressor ukuran casing semakin
mengecil pada high pressure-nya? Sedangkan pada pompa casingnya berukuran sama semua
dari stage awal sampai stage terakhir? Ini karena udara adalah zat yang compressible (mampu
dimampatkan) , sedangkan liquid/cairan adalah zat incompressible (tidak mampu
dimampatkan).
Berikut sekilas cara kerjanya :

– – Saat suction stroke stage pertama,dimana piston melakukan gerakan hisap, udara
luar (atmosfer) masuk kedalam silinder melalui inlet filter kemudian inlet valve yang
terletak di cylinder Head.
– – Saat compression stroke stage pertama, dimana piston melakukan gerakan
kompresi, udara di-kompresi (ditekan) sehingga pressure-nya naik kemudian keluar
melalui discharge valve selanjutnya ke manifold.
– – Dari manifold, udara mengalir melalui intercooler tubes dimana panas stage
pertama akibat kompresi didinginkan.
– – Saat stage kedua melakukan suction stroke, udara tadi masuk melalui inlet valve
– – Kemudian ketika compression stroke stage kedua, udara tadi di-kompressi ke
pressure yang lebih tinggi (tekanan akhir)
– – Selanjutnya udara melewati aftercooler untuk didinginkan. Pendinginan ini,
seperti pada intercooler, menggunakan udara yang dihisap oleh flywheel kompresor
itu sendiri yang memiliki sudu-sudu seperti kipas angin. Baik intercooler maupun
aftercooler memiliki tube-tube dan plate-plate (piringan kecil-kecil dan banyak)
sebagai sarana memperluas permukaan media agar panasnya semakin banyak yang
dihilangkan. Tujuan pendinginan agar didapatkan udara yang banyak dalam volume
yang sama (udaranya tidak terlalu mengembang) dan mengurangi terjadinya karbon.
– – Udara kemudian masuk ke air receiver tank /vessel selanjutnya ke air dryer untuk
dikeringkan.

RINSIP KERJA PENDINGIN AIR


Produk Kami

Pada dasarnya prinsip kerja pendingin air atau air-cooled chiller sama seperti sistem pendingin
yang lain seperti AC dimana terdiri dari beberapa komponen utama yaitu evaporator, kondensor,
kompresor serta alat ekspansi. Pada evaporator dan kondensor terjadi pertukaran kalor. Pada air-
cooled chiller terdapat air sebagai refrigeran sekunder untuk mengambil kalor dari bahan yang
sedang didinginkan ke evaporator. Air ini akan mengalami perubahan suhu bila menyerap kalor dan
membebaskannya di evaporator.
Secara umum prinsip kerjanya adalah sebagai berikut. Refrigeran didalam kompresor
dikompresikan kemudian dialirkan ke kondensor. Refrigeran yang mengalir ke kondensor
mempunyai tekanan dan temperatur yang tinggi. Di kondensor refrigeran didinginkan oleh udara luar
disekitar kondensor sehingga terjadi perubahan fase dari uap menjadi cair. Kemudian refrigeran
mengalir menuju pipa kapiler dan terjadi penurunan tekanan. Setelah keluar dari pipa kapiler,
refrigeran masuk ke dalam evaporator.
Di dalam evaporator refrigeran mulai menguap, hal ini disebabkan karena terjadi penurunan tekanan
yang mengakibatkan titik didih refrigeran menjadi lebih rendah sehingga refrigeran menguap. Dalam
evaporator terjadi perubahan fase refrigeran dari cair menjadi uap. Pada evaporator ini terjadi
perpindahan kalor yang bersuhu rendah, dimana air didinginkan oleh refrigeran. Kemudian
refrigeran dalam bentuk uap tersebut dialirkan ke kompresor kembali.
Di dalam evaporator, air sebagai bahan pendingin sekunder yang telah didinginkan
sampai medication for herpes temperatur tertentu kemudian dialirkan oleh sebuah pompa menuju
koil-koil pendingin dalam ruangan. Air ini akan bersirkulasi terus menerus selama sistem pendingin
bekerja.
Chiller Service
prinsip kerja cold storage, cara kerja cold storage, cara kerja chiller trane, cara kerja mesin pendingin
cold storage, cara kerja mesin cold storage

Sistem pendistribusian

Berdasarkan tegangan pengenalnya, sistem jaringan distribusi dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

A sistem jaringan tegangan primer atau jaringan tegangan menengah (JTM). Yaitu berupa saluran kabel
tegangan menengah dan saluran udara tegangan menengah (SUTM). Jaringan primer menghubung ke sisi
sekunder trafo daya di gardu induk menunu ke gardu distribusi. Besar tegangan yang disalurkan adalah 6 kV, 12
kV hingga 20 kV (kilo Volt)

B jaringan tegangan distribusi sekunder atau jaringan tegangan rendah (JTR), salurannya bisa berupa SKTM
atau SUTM yang menghubungkan gardu distribusi sis sekunder trafo distribusi ke konsumen. Di Indonesia
Tegangan sistem yang digunakan adalah 1 fasa 220 volt dan 3 fasa 380 Volt.
Pada gambar diatas dijelaskan bahwa energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik besar dengan
tegangan 11 kV sampai 24 kV dinaikan tegangannya oleh gardu Induk dengan transformator penaik tegangan
menjadi 70 kV (kilo Volt, 154 kV, 220 kV, hingga 500 kV.

Baca selengkapnya : trafo atau transformator sebuah alat pengubah besar tegangan

Selanjutnya diteruskan melalui saluran transmisi. Tujuan menaikan tegangan adalah uintuk memperkecil
kerugian daya listrik pada saluran transmisi, dimana dalam hal ini kerugian daya sebanding dengan kuadrat arus
yang mengalir (I kwadrat R). Dengan daya yang sama bila nilai tegangannya diperbesar maka arus yang
mengalir semakin kecil sehingga kerugian daya juga akan kecil pula.

Dari saluran transmisi, tegangan diturunkan menjadi 20 kV dengan tranformator penurun tegangan pada gardu
induk distribusi, kemudian dengan sistem tegangan tersebut penyaluran energi listrik dilakukan oleh saluran
distribusi primer. Dari distribusi primer inilah gardu-gardu distribusi mengambil tegangan untuk diturunkan
tegangannya dengan trafo distribusi menjadi rendah yaitu 220 atau 380 Volt tergantung sistem 1 atau 3 fasa
yang diambil. Selanjutnya disalurkan oleh saluran distribusi sekunder ke konsumen.

Konsumen itu kamu...

Energi listrik yang digunakan konsumen


Pada gambar dijelaskan bahwa energi lsitrik dari sumber (poembangkit listrik) didstribusikan meneju konsumen.
Pemakaian listrik bisa berupa :

Sumber energi penerangan yang biasa diaplikasikan oleh lampu


Sumber energi pemanas yang biasa diaplikasikan oleh dispenser, rice cooker dan lain-lain
Sumber energi gerak yang biasanya diaplikasikan oleh motor listrik berupa pompa air atau mesin cuci
Sumber energi suara yang biasanya diaplikasikan oleh ampliplier, microphone dan lain-lain
Sumber energi data yang biasanya diaplikasikan oleh CD, komputer, dan pengolahan data lain

Kenapa energi dingin tidak ada?

Karena energi dingin misalnya yang dihasilkan oleh AC atau kulkas tidak langsung dihasikan oleh energi listrik.
Melainkan karena kerakan motor listrik didalam kompresor. Jadi energi listrik pada AC atau kulkas itu
diaplikasikan pada gerak.

Pemakai listrik di Indonesia dengan sumber listrik dari Pembangkit Listrik Negara (PLN) dapat dibedakan
sebagai berikut :

Konsumen rumah tangga

Kebutuhan daya listrik untuk rumah tangga antara 450VA sampai 4.400VA secara umum menggunakan sistem
1 fasa dengan tegangan rendah 220V sampai 380V dan jumlahnya sangat banyak

Penerangan jalan umum (PJU)

Di kota-kota besar umumnya, penerangan jalan umum sangat diperlukan oleh karena bebanya berupa lampu
dengan masing-masing daya tiap lampu tiang antara 50VA sampai 250VA tergantung pada jenis jalan yang
diterangi, maka dari itu, sistem yang digunakan adalah sistem 1 fasa dengan tegngan rendah 220V sampai 380V

Konsumen pabrik
Memang secara jumlah kalah banyak dengan konsumen rumah tangga. Namun, masing-masing pabrik dayanya
dalam hitungan kVA (Kilo Volt Ampere). Penggunaannya untuk pabrik yang kecil masih menggunakan sistem
1 fasa tegangan rendah yaitu 220V sampai 380V. Sementara itu, untuk pabrik-pabrik yang lebih besar dan
menggunakan sistem 3 fasa dan menggunakan sistem saluran masuk bertegangan 20kV

Konsumen komersial

Stasiun, terminal, KRL, hotek berbintang, rumah sakit besar, kampus, stadion olahraga hypermarket, mall dan
apartemen merupakan contoh konsumen komersial. Biasanya konsumen komersial menggunakan sistem 3 fasa
untuk yang berkapasitas kecil dengan tegangan rendah, sedangkan

kapasitas besar menggunakan tegangan menengah.

Anda mungkin juga menyukai