Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

PERAWATAN PERINEAL

DI SUSUN OLEH :

MUHAMMAD FAISAL 15.IK.434

RENY AYU NISA 15.IK.444

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MULIA BANJARMASIN

2017
A. Pengertian
Perawatan Perineal adalah perawatan atau membersihkan daerah
kemaluan dan sekitarnya pada klien yang tidak dapat melakukannya sendiri.
Di bagi menjadi Vulva Hygiene dan Penis Hygiene.

B. Vulva Hygiene
Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada
pasien wanita yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri.
Pasien yang harus istirahat di tempat tidur (misalnya, karena hipertensi,
pemberian infus, section caesarea) harus dimandikan setiap hari dengan
pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali sehari dan pada waktu
sesudah selesai membuang hajat. Meskipun ibu yang akan bersalin biasanya
masih muda dan sehat, daerah daerah yang tertekan tetap memerlukan
perhatian serta perawatan protektif. Vulva hygieneuga merupakan
serangkaian tindakan yang dilakukan dalam prosedur asuhan kebidanan
seperti, pemeriksaan dalam pada masa inpartu, pengambilan secret vagina
dan lain lain.

C. Anatomi dan Fisiologi


Bagian yang di lakukan vulva Hygiene adalah bagian genetalia eksternal
1. Vulva
Bagian alat kandungan luar yang berbentuk lonjong , berukuran
panjang mulai dari klitoris, kanan kiri dibatasi bibir kecil, sampai ke
belakang di batasi perineum.
2. Labia Majora ( Bibir Besar Kemaluan )
Berada pada bagian kanan dan kiri, berbentuk lonjong, yang pada
wanita menjelang dewasa ditumbuhi juga oleh pubes lanjutan dari mons
veneris.

3. Labia Minora
Bagian dalam dari bibir besar yang berwarna merah jambu. Di sini
juga dijumpai Frenulum klitoris, preputium, dan frenulum pudenda

4. Mons Veneris (Tundun )


Daerah yang menggantung di atas simfisis, yang akan ditumbuhi
rambut kemaluan ( pubes ) apabila wanita berangkat dewasa. Pada
wanita rambut ini akan tumbuh membentuk sudut lengkung, sedangkan
pada pria membentuk sudut runcing ke atas.

5. Vestibulum
Terletak di bawah selaput lendir vulva, atau diantara 2 labia minor.
Terdiri dari bulbus vestibuli kanan dan kiri. Di sini dijumpai kelenjar
vestibuli mayor ( kelenjar bartholini ) dan kelenjar vestibulum minor.

6. Introitus Vagina
Adalah pintu masuk vagina.

7. Hymen ( Selaput Dara )


Merupakan selaput yang menutupi introitus vagina. Biasanya
berlubang membentuk semilunaris, anularis, tapisan, septata, atau
fimbria. Bila tidak berlubang disebut atresia himenalis atau hymen
imperforata. Himen akan robek pada koitus apalagi setelah bersalin.
Sisanya disebut kurunkula hymen atau sisa hymen.
8. Perineum
Terletak diantara vulva dan anus.

9. OUE ( Orifisium uretra eksterna / Lubang kemih )


Adalah tempat keluarnya air kemih yang terletak di bawah klitoris. Di
sekitar lubang kemih bagian kiri dan kanan didapati lubang kelenjar
skene.

10. Klitoris ( Kelentit )


Identik dengan penis pada pria, kira – kira sebesar kacang hijau
sampai cabe rawit dan ditutupi oleh frenulum klitoris. Glans klitoris berisi
jaringan yang dapat berereksi, sifatnya amat sensitif karena banyak
memiliki serabut saraf.

D. Prosedur
Sebelum dilakukan vulva hygiene hendaknya perawat memberikan
penjelasan terlebih dahulu tentang hal yang akan dilakukan kepada klien.
1. Peralatan :
a. Kapas basah / sublimat untuk desinfektan
b. Desinfektan sesuai dengan kebutuhan
c. Handuk besar: 2 buah
d. Air hangat dan dingin dalam baskom
e. Tempat membersihkan (cebok) berisi larutan desinfektan
f. Waslap: 2 buah
g. Pinset
h. Bengkok
i. Pengalas glutea
j. Pispot
k. Sarung tangan

2. Tahap Orientasi
a. Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien
b. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan padaklien/keluarga
c. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan
dilakukan

3. Tahap Kerja
a. Memasang sampiran/menjaga privacy
b. Masang selimut mandi
c. Mengatur posisi pasien dorsal recumbent
d. Memasang alas dan perlak dibawah pantat
e. Gurita dibuka, celana dan pembalut dilepas bersamaan dengan
pemasangan pispot, sambil memperhatikan lochea. Celana dan
pembalut dimasukkan dalam tas plastic yang berbeda
f. Pasien disuruh BAK/BAB
g. Perawat memakai sarung tangan kiri
h. Mengguyur vulva dengan air matang yg merisi larutan desinfektan
i. Pispot diambil
j. Mendekatkan bengkok ke dekat pasien
k. Memakai sarung tangan kanan, kemudian mengambil kapas sublimat
/ basah. Membuka vulva dengan ibu jari dan jari telunjuk kiri
l. Membersihkan vulva mulai dari labia mayora kiri, labia mayora kanan,
labia minora kiri, labia minora kanan,vestibulum, perineum. Arah dari
atas ke bawah dengan kapas basah / sublimat (1 kapas, 1 kali usap).
Cara mengusap dari atas ke bawah bila masih kotor diusap lagi
dengan kapas sublimat yang baru hingga bersih.
m. Perhatikan keadaan perineum. Bila ada jahitan, perhatikan apakah
lepas/longgar, bengkak/iritasi. Membersihkan luka jahitan dengan
kapas basah
n. Menutup/mengompres luka dengan kassa yang telah diolesi
salep/betadine
o. Memasang celana dalam dan pembalut
p. Mengambil alas, perlak dan bengkok
q. Merapikan pasien, mengambil selimut mandi dan memakaikan selimut
pasien
4. Tahap Terminasi
a. Mengevaluasi hasil tindakan yang baru dilakukan
b. Berpamitan dengan pasien
c. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
d. Mencuci tangan
e. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

E. Penis Hygiene
Membersihkan daerah genetalia pria bagian luar (penis dan skrotum) dengan
menggunakan cairan anti septic atau air matang dan sabun setelah buang air
besar dan buang air kecil. Khususnya klien yang tidak dapat melakukannya
sendiri.

F. Anatomi dan Fisiologi

1. Penis terdiri 3 bagian: akar, badan dan glans penis yang membesar yang
banyak mengandung ujung-ujung saraf sensorik. Organ ini berfungsi
untuk tempat keluar urine dan semen serta sebagai organ kopulasi.
a. Kulit penis tipis dan tidak berambut kecuali di dekat akar korban.
Prepusium (kulup) adalah lipatan sirkular kulit longgar yang
merentang menutupi glans penis kecuali jika diangkat melalui
sirkumsisi. Korona adalah ujung proksimal glans penis.
b. Badan penis dibentuk dari tiga massa jaringan erektil silindris; dua
korpus karvenosum dan satu korpus spongiosun ventral di sekitar
uretra.
c. Jaringan erektil adalah jaring-jaring ruang darah irregular
(venosasinusoid) yang diperdarahi oleh arterior aferen dan kapilar, di
grainase oleh venula dan dikelilingi jaringan rapat yang disebut tunika
albuginea
d. Korpus karvenosum dikelilingi oleh jaringan ikat rapat yang disebut
tunika albuginea

2. Skrotum adalah kantong longgar yang tersusun dari kulit, fasia, dan otot
polos yang membungkus dan menopang testis diluar tubuh pada suhu
optimum untuk produksi spermatozoa.
a. Dua kantong skrotal, setiap skrotal berisi satu testis tunggal,
dipisahkan oleh septum internal.
b. Otot dartos adalah lapisan serabut dalam fasia dasar yang
berkontraksi untuk membentuk kerutan pada kulit skrotal sebagai
respon terhadap udara dingin atau eksitasi seksual.

G. Alat dan bahan


1. Waskom,
2. Kom berisi kapas air hangat bersih,
3. selimut mandi,
4. cairan pembersih kemaluan,
5. waslap,
6. pengalas,
7. bedpan/pispot,
8. bengkok,
9. handcoom bersih dalam tempatnya,
10. tissue kamar mandi,
11. tempat kain kotor tertutup,
12. sampiran.

H. prosedur
1. Mendekatan alat-alat ke dekat klien
2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien
3. Tutup pintu, tirai jendela pada kamar klien
4. Mencuci tangan
5. Ganti selimut klien dengan selimut mandi dengan 1 ujung selimut diantara
tungkai, dua ujung lainnya mengarah pada masing- masing sisi tempat
tidur dan 1 ujung lainnya pada dada klien
6. Atur posisi klien dan lepaskan pakaian bawah klien
7. Kemudian lilitkan ujung selimut ke sekeliling tungkai terjauh dengan
menarik ujung selimut mandi dan melipatnya di bawah panggul.
8. Pasang bedpan dan pengalas di bawah bokong klien
9. Cuci tangan
10. Siapkan botol cebok
11. Gunakan handscoon
12. Perlahan angkat penis dan letakkan handuk kecil dibawahnya, dengan
perlahan-lahan pegang ujung penis, jika klien tidak sirkumulasi,
retraksikan kulup, tunda prosedur bila klien mengalami ereksi
13. Bersihkan ujung penis pada meatus ureat pertama kali. Lakukan gerakan
memutar, bersihkan dari meatus ke arah luar. Jangan biarkan sabun
masuk ke mueatus
14. Kembalikan kulup pada posisi semula
15. Basuk batang penis pelahan tapi kuat dengan menggosok kearah
pangkal penis gunakan waslap dan air hangat
16. Basuh dan keringkan penis secara menyeluruh, minta klien untuk
meregangkan kakinya
17. Dengan perlahan bersihkan skrotum, angkat testis dengan hati-hati dan
cuci lipatan kulit dibawahnya, basuh dengan waslap dan keringkan
18. Lipat selimut mandi ke belakang perineum dan bantu kline untuk miring
19. Bersihkan daerah anal dengan mengusap dari perineum ke anus dengan
satu gosokan, ulangi sekali lagi dengan waslap bersih
20. Keringkan dengan handuk/tissue
21. Bantu klien untuk telentang
22. Lepaskan handscoon
23. Bantu klien mengenakan pakaian bawahnya dan gulung pengalas
24. Ganti selimut mandi dengan selimut tidur
25. Rapikan dan atur posisi klien agar nyaman
26. Tanyakan apakah klien sudah nyaman
27. Bereskan alat-alat dan cuci tangan
DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, A. Azis. Uliyah Musrifatul. 2005. Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar
Manusia. Jakarta: Salemba Medika

Hidayat, A. Azis. Uliyah Musrifatul. 2008.Keterampilan Dasar Praktek Klinik untuk


Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika

Johnson, Ruth. 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC


Varney, Helen. 2008. Buku Ajar Asuhan Kebidanan jilid .Jakarta. EGC