Anda di halaman 1dari 48

Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

BAB I
PENDAHULUAN

A. Tinjauan Umum
1. Sejarah PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, disingkat PT PP
(Persero) Tbk. merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang
perencanaan dan konstruksi bangunan (real estate). Perusahaan ini berdiri
tanggal 26 Agustus 1953 dengan nama NV Pembangunan Perumahan.
Namanya berganti menjadi PN Pembangunan Perumahan melalui
Peraturan Pemerintah No. 63 tahun 1960. Berdasarkan Peraturan
Pemerintah RI No. 39 tahun 1971 statusnya berubah menjadi PT
Pembangunan Perumahan (Persero). Sebagai suatu BUMN, mayoritas
(51%) kepemilikan saham PT PP dipegang oleh Pemerintah Republik
Indonesia dan sisanya (49%) dipegang karyawan dan manajemen PT PP.
Sejak IPO, mayoritas (51%) saham dipegang pemerintah, 21,4% saham
publik dan 27,6% saham dipegang karyawan dan manajemen PT PP. Visi
dari PT PP adalah untuk menjadi pemimpin bisnis konstruksi dan investasi
dengan memberikan keunggulan nilai kepada stakeholder dan misi untuk
menyediakan jasa konstruksi dan melakukan investasi untuk memberikan
nilai tambah kepada Stakeholder didukung oleh struktur keuangan sehat,
efisien, inovatif, program hijau sebagai salah satu keunggulan kompetitif,
visi global dan juga memiliki karyawan sejahtera.
PT Pembangunan Perumahan ini telah banyak membangun gedung
maupun bangungan sipil lainnya. Berikut adalah beberapa gedung dan
bangunan sipil yang pernah di bangun oleh perusahaan ini:
a. Gedung Universitas Diponegoro
b. Gedung Departemen Perpajakan
c. Gedung Departemen Perdagangan
d. Gedung Universitas Pancasila
e. Gedung Universitas Indonesia

The Manhattan Mall and Condominium 1


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

f. Gedung MPR RI.


Salah satu bangunan yang saat ini sedang di kerjakan oleh PT
Pembangunan Perumahan adalah proyek The Manhattan Mall and
Condominium Medan.

2. Data Umum Proyek


Pemilik proyek dari Manhattan Mall and Condominium Medan yaitu
PT. Greenland Garden Reality mempercayai PT PP sebagai kontraktor
pelaksana setelah melalui beberapa proses. Total biaya yang harus di
bayarkan oleh owner untuk mendanai pembangunan gedung adalah
Rp512.370.000.000 dengan masa pelaksanaan selama 720 hari (24 bulan)
dan masa pemeliharaan 365 hari (12 bulan). Berikut data umum proyek:
(untuk gambar proyek lihat Lampiran I)

Nama Proyek The Manhattan Mall & Condominium Medan

Lokasi Jl. Jend. Gatot Subroto, Medan – Sumatera Utara

Pemilik Proyek PT. Greenland Garden Reality

Nilai Kontrak (NK) Rp 512.370.000.000 (Total)


Struktur dan Arsitek :Rp 379.870.000.000
Mechanical dan Electrical :Rp 132.500.000.000

NK-PPN Rp 461.133.000.000 (Total)


Struktur dan Arsitek :Rp 341.883.000.000
Mechanical dan Electrical :Rp 120.454.590.000

Konsultan QS PT. Graha Estimatika Pradana

Kons. Perencana Megatika, Kompleks Apartemen Permata Eksekutif


Arsitek

Kons. Perencana Davisukamta & Partners


struktur

The Manhattan Mall and Condominium 2


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Kons. Perencana ME PT. Skemanusa Consultan Teknik

Jumlah Lantai - 3 lantai Basement


- 38 lantai struktur atas ( 8 lantai podium )
- 2 Tower ( 1 tower 158 unit condominium)
- Total unit : 316 condominium

Retensi 5%

Sistem Kontrak Harga Satuan

Waktu Pelaksanaan 720 hari ( 24 bulan)

Masa Pemeliharaan 365 hari ( 12 bulan )

Uang Muka 10%

Pembayaran Progres Bulanan

Waktu Pembayaran 28 Hari

Denda Keterlambatan 0.1% dari sisa progres yang belum di kerjakan,


maks. 5%

The Manhattan Mall and Condominium 3


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

3. Struktur Organisasi Proyek

The Manhattan Mall and Condominium 4


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

B. Tujuan Melaksanakan PKL


1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari pelaksanaan PKL ini adalah:
a. Untuk memenuhi salah satu mata kuliah di Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Medan.
b. Untuk mengamati, mengumpulkan data dan informasi mengenai
pelaksanaan suatu proyek di lapangan.
c. Mendapatkan pengalaman kerja, serta menambah keterampilan dalam
menangani masalah dan hambatan pada suatu proyek.
d. Mengamati dan mempelajari langsung hal-hal yang ada di lapangan
untuk menambah pengetahuan.
e. Untuk mengetahui manajemen dan sistem pelaksanaan konstruksi
pada proyek The Manhattan Mall and Condominium Medan.

2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari pelaksanaan PKL adalah:
a. Untuk mengetahui metode pekerjaan kolom, balok dan plat lantai.
b. Mengetahui metode pengendalian waktu pelaksanaan.

C. Manfaat Melaksanakan PKL


Manfaat pelaksanaan PKL ini adalah:
1. Penulis sendiri dapat menambah pengetahuan dan pengalaman agar
mampu melaksanakan kegiatan yang sama kelak setelah bekerja atau
terjun langsung ke lapangan.
2. Pembaca dapat menjadikan referensi atau masukan ketika mendalami
topik atau permasalahan yang sama.
3. Menambah pengetahuan tentang pengaplikasian teori di lapangan.
4. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang pelaksanaan proyek di
lapangan.
5. Menambah keterampilan dalam pelaksanaan pekerjaan.

The Manhattan Mall and Condominium 5


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

D. Ruang Lingkup PKL


Dalam proyek The Manhattan Mall and Condominium Medan terdapat
berbagai macam pekerjaan, dimulai dari pekerjaan pondasi, kolom, balok, plat
lantai, tangga, dinding, dan lain-lain. Mengingat bahwa pada tahap yang
sedang berlangsung pada proyek ini merupakan pada bagian struktur atas,
maka yang akan kami bahas adalah:
1. Pekerjaan kolom
2. Pekerjaan balok dan plat lantai

E. Jadwal Pelaksanaan PKL


Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Medan, Praktik Kerja Lapangan dimulai dari 09 Oktober
2017 s.d 04 November 2017. Selama melaksanakan PKL, mahasiswa
diharuskan berada di lokasi proyek pada pukul 08.30 WIB dan diizinkan
pulang pada pukul 16.00 WIB sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh
pembimbing lapangan.

The Manhattan Mall and Condominium 6


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

BAB II
METODE PELAKSANAAN

A. Alat dan Bahan Secara Umum


Dalam melaksanakan pekerjaan di dalam proyek tidak terlepas dari alat
dan bahan yang digunakan. Bermacam-macam alat yang digunakan seperti
scaffolding, bekisting, sipatan, dll. Dalam proyek Manhattan pada pekerjaan
struktur atas terbagi atas 2 garis besar, yaitu pekerjaan balok dan plat lantai,
serta pekerjaan kolom dan corewall. Berikut ini adalah beberapa alat dan bahan
yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, yaitu:
1. Tower Crane

Gambar 2.1 Tower Crane

Tower Crane merupakan alat proyek yang digunakan untuk


mengangkut material-material seperti bekisting, tulangan pabrikasi, dinding
precast, bucket pengecoran dan lain-lain, baik secara horizontal maupun
vertikal. Tower Crane ini memiliki kapasitas maksimal sebesar 2 ton. Pada
proyek ini terdapat dua tower crane dan beroperasi pada masing-masing
tower, yakni tower A dan tower B.

The Manhattan Mall and Condominium 7


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

2. Vibrator

Gambar 2.2 Vibrator

Vibrator merupakan alat yang digunakan untuk memadatkan


campuran, setelah dilakukan penuangan campuran ke bekisting balok, plat
lantai, kolom, maupun corewall. Vibrator juga berfungsi untuk
menggerakkan campuran mengisi celah kecil serta mengurangi kandungan
udara yang terdapat dalam campuran beton.

The Manhattan Mall and Condominium 8


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

3. Mixer Truck

Gambar 2.3 Mixer truck

Mixer Truck berfungsi untuk mengangkut beton siap pakai (ready


mix) dari tempat pencampuran beton sampai ke lokasi pengecoran. Selama
pengangkutan, molen pada truk ini harus terus berputar agar adukan beton
tersebut tetap homogen dan tidak mengeras. Dalam pengangkutan harus
diperhatikan selang waktu agar campuran beton tidak mengeras di dalam
mixer, sehingga tidak mempersulit pelaksanaan pengecoran.

The Manhattan Mall and Condominium 9


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

4. Air Compressor

Gambar 2.4 Air Compressor

Air Compressor digunakan untuk membersihkan daerah bekisting


yang akan dicor dan tidak terjangkau oleh tangan. Mesin ini akan meniup
udara dengan tekanan tinggi. Udara bertekanan tinggi ini yang akan
dimanfaatkan untuk membersihkan daerah yang sulit terjangkau. Pada
Mesin Kompresor terdapat blow gun, yakni alat yang menyerupai selang
yang diarahkan pada daerah yang akan dibersihkan.

5. Sipat Datar (Waterpass)

Gambar 2.5 Sipat Datar (Waterpass)

The Manhattan Mall and Condominium 10


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Sipat Datar (Waterpass) adalah alat pengukuran digunakan untuk


marking level saja karena alat tersebut tidak mempunyai penggerak sudut
vertikal. Fungsi utama dari alat ini adalah untuk menentukan ketinggian
elevasi rencana pada suatu bangunan. Sipat Datar (Waterpass) biasanya
digunakan untuk mengetahui elevasi lantai yang akan dicor, sehingga
apabila terjadi perbedaan antara elevasi rencana dengan elevasi lapangan
dapat dikoreksi dan dilakukan perbaikan dengan segera.

6. Concrete Bucket

Gambar 2.6 Concrete Bucket

Concrete Bucket merupakan alat yang dipakai untuk mengangkut


beton yang berasal dari mixer truck. Setelah campuran beton dimasukkan,
concrete bucket diangkat menggunakan tower crane ke lokasi pengecoran.
Proses pengerjaan menggunakan concrete bucket dilakukan oleh satu orang
operator yang tugas utamanya adalah membuka dan menutup sehingga
campuran tidak tumpah dan tepat dituangkan pada pekerjaan yang akan
dicor.

The Manhattan Mall and Condominium 11


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

7. Sipatan

Gambar 2.7 Sipatan

Sipatan berfungsi untuk memberi tanda pada bangunan. biasanya


untuk memberikan tanda pinjaman 1 meter pada kolom. Pekerjaan sipatan
biasanya menggunakan alat sipat datar (waterpass) yang kemudian diberi
tanda atau marking menggunakan benang yang diberi tinta hitam.

8. Meteran Baja

Gambar 2.8 Meteran Baja

The Manhattan Mall and Condominium 12


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Meteran Baja digunakan untuk mengukur pada jarak tertentu baik secara
horizontal maupun vertikal. Pada proses marking, meteran digunakan untuk
mengukur jarak maupun elevasi pinjaman yang telah ditentukan.

9. Concrete Pump

Gambar 2.9 Concrete Pump

Concrete Pump berfungsi untuk memompa campuran beton ke tempat


yang tidak dapat dijangkau oleh mixer truck. Beton dipompa dari concrete
pump ke lokasi pengecoran melalui pipa kodok. Penggunaan alat ini untuk
meningkatkan kecepatan dan efisiensi pengecoran.

The Manhattan Mall and Condominium 13


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

10. Scaffolding

Gambar 2.10 Scaffolding

Scaffolding merupakan suatu struktur sementara sebagai pijakan


pekerja dalam pembuatan bekisting serta sebagai penyangga bekisting.
Scaffolding terdiri dari beberapa bagian, antara lain:

a. Jack Bass
Merupakan bagian paling bawah dari Scaffolding dan berfungsi sebagai
tumpuan atau kaki dari rangkaian.
b. Main Frame
Merupakan rangka utama pada rangkaian Scaffolding atau digunakan
sebagai tubuhnya.
c. Ledder Frame
Merupakan bagian yang berada di atas main frame atau rangka atas dari
scaffolding yang biasanya digunakan untuk menyambung agar lebih
tinggi dan kokoh.
d. Cross Brace
Merupakan bagian yang digunakan untuk menyambung antar main
frame dengan posisi silang untuk memperkokoh berdirinya rangkaian.

The Manhattan Mall and Condominium 14


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

e. U-Head
Merupakan bagian paling atas dari rangkaian, tepatnya setelah ledder
frame. Bentuknya seperti huruf U yang berfungsi untuk menopang
balok kayu. Ketinggian U-Head dapat diatur sesuai kebutuhan.

Adapun bahan-bahan yang akan digunakan dalam proyek The Manhattan ini
adalah:
1. Tulangan Baja
Tulangan yang dipakai dalam proyek semua menggunakan tulangan
deform (ulir). Tulangan ulir yang digunakan beragam diantaranya adalah
D10, D13, D16, D19, D20, D22, D25 dan D32 . (lihat gambar 2.11 )

Gambar 2.11 Tulangan baja

2. Beton Ready Mix


Pada proyek ini, beton yang digunakan untuk proses pengecoran
adalah beton ready mix dari pihak Kraton (lihat gambar 2.12). Adapun
keuntungan menggunakan beton ready mix adalah:

a. Jaminan keseragaman mutu beton;


b. Efektifitas dan efisiensi kerja dalam pelaksanaan.

The Manhattan Mall and Condominium 15


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.12 Beton ready mix

3. Polywood
Plywood yang digunakan adalah kayu lapis dengan permukaan yang
dilapisi laminated plastic dengan ketebalan 12-22 mm. Polywood tersebut
dipesan dari supplier (subkontraktor). Polywood ini digunakan sebagai
bekisting untuk pengecoran terhadap balok, plat lantai, dan tangga. Papan
plywood hanya dapat dipakai untuk tiga kali pemakaian sebagai bekisting
dan juga tergantung dari kondisi polywood sendiri. (lihat Gambar 2.13)

Gambar 2.13 Plywood

4. Kawat bendrat
Kawat bendrat berfungsi sebagai pengikat antar baja tulangan agar
dapat membentuk struktur seperti yang dikehendaki (lihat gambar 2.14).

The Manhattan Mall and Condominium 16


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Kawat bendrat yang digunakan berdiameter 1 mm dan dalam pemakaiannya


digunakan tiga lapis kawat agar lebih kuat dalam mengikat baja tulangan.
Agar baja tulangan saling terikat dengan kuat maka kawat yang digunakan
harus mempunyai kualitas yang baik dan tidak mudah putus.

Gambar 2.14 Kawat bendrat

B. Metode Pelaksanaan Kolom

1. Pengertian Kolom
Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang
memikul beban dari balok. Kolom merupakan bagian penting yang
memikul beban, baik beban mati, beban hidup maupum beban angin.
Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh.
Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap akan meneruskan
beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom
akan didistribusikan ke permukaan tanah dibawahnya. Maka sebuah
bangunan akan aman dari kerusakan apabila jenis dan besar kolom sesuai
dengan perhitungan. Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton
yang kedua material ini berfungsi untuk menahan tarik dan tekan. Besi
adalah material yang tahan akan tarikan, sedangkan beton tahan terhadap
tekanan. Gabungan material ini dalam struktur beton memungkinkan
kolom atau bagian struktural lain seperti balok dan plat lantai menahan
gaya tekan dan tarik pada bangunan.

The Manhattan Mall and Condominium 17


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Ada tiga jenis kolom beton bertulang:


a. Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral (Horizontal)
Kolom ini merupakan kolom yang ditulangi dengan batang
tulangan pokok memanjang dan pada jarak spasi tertentu diikat
dengan pengikat sengkang kearah lateral (horizontal). Tulangan ini
berfungsi untuk menahan tulangan pokok memanjang agar tetap
kokoh pada tempatnya.
b. Kolom menggunakan pengikat spiral (Melilit)
Kolom ini memiliki bentuk yang sama dengan kolom yang
menggunakan pengikat sengkang lateral, namun yang berbeda ialah
pengikat yang dililitkan keliling pada tulangan pokok memanjang
sepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah untuk memberi
kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum
runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh
struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud.
c. Kolom komposit
Kolom komposit (campuran dari 2 jenis bahan atau lebih)
yaitu kolom, yang terdiri dari beton dan baja, yang dimana baja
digunakan untuk menahan beban tarik dan dibungkus oleh beton
yang berfungsi menahan beban tekan. Kegunaan dari beton
komposit adalah lebih mudah pengerjaannya dan lebih kuat dari
kolom pengikat sengkang lateral. Kekurangannya adalah kelekatan
antara kedua bahan tersebut harus diberi perhatian lebih.

The Manhattan Mall and Condominium 18


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.15 Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral

Pada proyek The Manhattan Mall and Condominium


digunakan kolom menggunakan pengikat sengkang lateral dengan
mutu bahan yang berbeda pada lantai tertentu. Mutu bahan kolom
adalah f’c 50 Mpa untuk lantai dari basement (paling bawah) sampai
lantai 15 sedangkan lantai 16 sampai 38 digunakan mutu f’c 40 Mpa.
Semakin ke atas dimensi kolom pada lantai tertentu (tidak setiap
lantai) akan diperkecil tergantung perhitungan bebannya. Hal ini
berguna untuk mengurangi beban sendiri dari struktur, namun tidak
mempengaruhi kekuatan dari kolom itu sendiri. Untuk mengetahui
detail kolom, lihat lampiran ...

2. Metode Pelaksanaan

The Manhattan Mall and Condominium 19


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

a. Penentuan As Kolom
Gambar 2.16 Kontrol as kolom

Titik as kolom diperoleh dari hasil pengukuran dan


pematokan, yakni marking berupa titik-titik atau garis yang
digunakan sebagai dasar penentuan letak kolom. Cara menentukan
as-as kolom pada Ground Floor adalah dengan menggunakan alat
Theodolite, yaitu dengan menentukan letak as awal dan kemudian
dibuat as-as yang lain dengan mengikuti jarak yang telah disyaratkan
dalam perencanaan awal. Letak as-as kolom ini harus selalu
dikontrol karena ada kemungkinan antara satu as dengan as yang
lainnya tersebut berubah dari yang telah dibuat. Garis bantu berupa
marking lurus pada plat lantai membantu dalam penentuan as kolom
ini. Marking ini menggunakan benang yang bertinta hitam sehingga
saat disentuhkan ke plat lantai akan membentuk garis hitam.

The Manhattan Mall and Condominium 20


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Proses Pelaksanaan:
1) Tentukan posisi garis as bangunan dengan melihat gambar kerja
yang menjadi acuan proyek. Pembuatan as ini dapat dilakukan
apabila lantai sudah dicor, karna lebih mudah marking garis
pinjaman;
2) Bila sudah diberi tanda titik garis as bangunan, maka buatlah
satu titik as bangunan lagi pada lantai bagian samping
bangunan. Gunakan alat theodolite untuk mendapatkan garis
yang horizontal dan lurus terhadap titik as bangunan pertama
kali;

Gambar 2.17 Proses pembuatan garis pinjaman

3) Setelah didapat master as bangunan, selanjutnya membuat as


kolom pinjaman. As pinjaman ini berjarak satu meter dari as
kolom asli. As pinjaman berguna saat pemasangan bekisting

The Manhattan Mall and Condominium 21


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

kolom agar kolom yang dicor tepat pada posisinya berdasarkan


gambar kerja. Marking menggunakan sipatan.

b. Penulangan Kolom

Pemotongan tulangan dan pembengkokan tulangan, serta


perakitan tulangan dilakukan di lantai 6. Apabila perakitan telah
selesai, maka tower crane akan bertugas mengangkat rangkaian
tulangan ke lokasi kerja/lapangan.

Proses Pelaksanaan:
1) Pembesian atau penulangan dikerjakan di daerah pabrikasi yakni di
lantai 6;
2) Perakitan tulangan kolom harus sesuai dengan dimensi yang telah
direncanakan;
3) Selanjutnya adalah pemasangan tulangan pokok memanjang.
Sebelum pemasangan sengkang, terlebih dahulu dibuat tanda pada
tulangan utama dengan kapur sebagai jarak sengkang/posisi
sengkang;
4) Kemudian sengkang dipasang pada tulang pokok memanjang
sesuai dengan tanda yang telah dibuat. Tulangan pokok
memanjang dan sengkang diikat menggunakan kawat bendrat
dengan system silang;
5) Selanjutnya tulangan yang telah selesai dirakit diangkut
menggunakan tower crane ke lokasi yang akan dipasang;

The Manhattan Mall and Condominium 22


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.18 Pemasangan tulangan kolom


6) Setelah itu tulangan dipasang pada posisi yang telah direncanakan.
Karena pemasangan tulangan merupakan lanjutan, maka pada
rangkaian tulangan terdapat overlap sepanjang 180 cm. Overlap
tidak tepat berada pada tulangan balok dan plat lantai, melainkan
di tengah bentang kolom;

Gambar 2.19 Pemasangan kawat bendrat


7) Ikat overlap menggunakan kawat bendrat;
8) Terakhir pasang beton decking sebagai jarak selimut beton.

c. Pemasangan Bekisting Kolom

The Manhattan Mall and Condominium 23


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.20 Bekisting kolom

Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan apabila


pelaksanaan penulangan kolom telah selesai dilaksanakan.
Proses Pelaksanaan:
1) Bersihkan area kolom dan marking posisi bekisting kolom;
2) Membuat garis pinjaman dengan menggunakan sipatan dari as
kolom sebelumnya sampai dengan kolom berikutnya dengan
berjarak 1 m dari masing-masing as kolom;
3) Setelah mendapat garis pinjaman, lalu buat tanda pada kolom lantai
sesuai dengan dimensi kolom yang akan dibuat, tanda ini berfungsi
sebagai acuan dalam penempatan bekisting kolom;
4) Marking sepatu kolom sebagai tempat bekisting;
5) Pasang sepatu kolom pada marking yang ada;
6) Bekisting kolom diangkat menggunakan tower crane ke lokasi
yang akan dipasang;
7) Setelah bekisting kolom terpasang, atur kelurusan bekisting kolom
dengan memutar push pull.

d. Pengecoran Kolom
Pengecoran kolom dilakukan setelah bekisting telah selesai
dipasang. Pada proses pengecoran, mutu beton dan tahapan
pengecoran menjadi aspek yang harus diperhatikan.

Proses Pelaksanaan:
1) Persiapan pengecoran
Sebelum dilaksanakan pengecoran, kolom yang dicor harus benar-
benar bersih dari kotoran agar tidak membahayakan kostruksi dan
menghindari kerusakan beton;
2) Pelaksanaan pengecoran

The Manhattan Mall and Condominium 24


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Pengecoran dilaksanakan dengan menggunakan bucket cor yang


dihubungkan dengan pipa tremi. Bucket diangkat menggunakan
tower crane untuk memudahkan pengerjaan.Penuangan beton
dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat
mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran
berlangsung,digunakan Vibrator untuk menggerakkan campuran
beton mengisi celah-celah kecil. Hal tersebut juga dilakukan untuk
menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai
kepadatan yang maksimal.

e. Pembongkaran Bekisting

Gambar 2.21 Pembongkaran bekisting kolom

Pembongkaran bekisting kolom dapat dilakukan setelah


beton berumur 8 jam. Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan lainnya
seperti pemasangan balok dan plat lantai dapat dimulai.

Proses pelaksanaan:

The Manhattan Mall and Condominium 25


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

1) Pertama-tama, plywood dipukul-pukul dengan menggunakan palu


agar lekatan beton pada plywood dapat terlepas;
2) Kendorkan push pull (penyangga bekisting), kemudian lepaskan;
3) Kendorkan baut-baut yang ada pada bekisting kolom, sehingga
rangkaian bekisting terlepas;

Gambar 2.22 Pengangkatan bekisting kolom

4) Rangkaian bekisting yang telah terlepas, atau setelah dibongkar


segera diangkat menggunakan tower crane ke lokasi pabrikasi
awal.
f. Perawatan Beton Kolom

The Manhattan Mall and Condominium 26


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.23 Perawatan beton kolom (curing)


Perawatan beton (curing) adalah kegiatan penjagaan beton
paska pengecoran dan finishing pengecoran agar beton tetap lembab.
Tujuan dari perawatan beton ini adalah untuk menjaga proses hidrasi
dari beton pada kolom dapat berlangsung dengan baik sehingga ketika
beton tidak mengalami proses hidrasi lagi, tidak terjadi retak-retak
pada kolom beton. Proses perawatan beton dapat dilakukan dengan
cara menyiram permukaan atas kolom dengan air.

C. Pekerjaan Balok dan Plat Lantai

1. Pengertian

Balok adalah bagian dari struktural sebuah bangunan yang kaku dan dirancang
untuk menanggung dan mentransfer beban menuju elemen-elemen kolom
penopang.Fungsi dari balok adalah sebagai pentransfer gaya terhadap kolom
yang diakibatkan beban yang bekerja pada plat lantai baik beban sendiri, beban
mati, beban hidup maupun beban lainnya dan fungsi lainnya dari pada balok
adalah sebagai rangka penguat secara horizontal. Balok terdiri dari 3 bagian
yaitu :

1. Balok Induk : balok yang pada kedua ujungnya Bertumpu pada kolom
yang berfungsi untuk menahan Plat lantai
2. Balok Anak : balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada balok
induk yang berfungsi untuk membagi luasan plat lantai
agar tidak melendut dan tidak terjadi getaran pada plat
3. Balok bagi : sama seperti balok anak, tapi kebanyakan balok bagi
digunakan jika ruangan tersebut didisain kaku

The Manhattan Mall and Condominium 27


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Balok Anak Balok Induk

Gambar 2.24 Balok

Plat lantai merupakan bagian dari sturuktur atas suatu gedung yang
berfungsi mentransfer(menyalurkan) beban mati ke balok maupun kekolom agar
beban terbagi rata untuk dipikul oleh balok maupun kolom. Dalam
pengunaannya bahan untuk plat lantai yang sering digunakan dalam proyek
konstruksi adalah beton bertulang. Komposisi dari beton bertulang tersebut
adalahbeton dan tulangan baja sangat baik digunakan, ini karena sifat material
yang berbeda antara beton dan tulangan baja. Beton merupakan material yang
bersifat kuat terhadap gaya tekan dan memiliki gaya tarik yang lemah,
sedangkan tulangan baja memiliki sifat material yang kuat terhadap gaya tarik,
sehingga beton dan tulangan baja akan saling melengkapi untuk menahan gaya-
gaya yang bekerja pada gedung. Pada proyek The Manhattan Mall and
Condominium Medan, digunakan 2 jenis plat lantai,yaitu:

1. Plat lantai dengan Drop Panel, yaitu plat dua arah yang mentransfer beban
secara langsung ke kolom pendukung tanpa bantuan balok dimana terdapat
kapital atau drop panel ataupun keduanya. Plat lantai dengan drop panel ini
terletak pada lantai lower GF, dan basement 1 tujuan daripada dibuatnya
plat lantai jenis ini pada lantai tersebut dikarenakan pada area tersebut

The Manhattan Mall and Condominium 28


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

merupakan area parkir, sehingga langit-langit plat tidak akan menghabiskan


banyak ruang.
2. Plat lantai dengan balok-balok, yaitu plat yang memiliki balok-balok di
sepanjang garis kolom baik balok induk maupun balok anak . Penggunaan
plat jenis ini, dipakai dari lantai dasar, alasan dari pada penggunaan jenis
plat lantai dengan balok-balok adalah biaya yang murah dan pelaksanaan
yang lebih mudah juga, berbeda dengan plat lantai dengan drop panel yang
membutuhkan biaya yang lebih mahal. Alasan lainnya adalah interior dari
pada unit condominium yang terletak pada lantai 7 hingga lantai 36
menuntut gaya lantai dengan balok-balok.

Untuk metode pelaksanaan balok dan plat lantai menggunakan sistem


konvensional. Dan pemasangan nya dilaukan ditempat lokasi perkerjaan

2. metode pelaksanaan

Pekerjaan balok dan plat lantai dapat dikerjakan setelah pekerjaan kolom
selesai dan telah dilakukan pembongkaran bekisting kolom. Secara garis besar
urutan pekerjaan balok dimulai dengan pemasangan perancah scaffolding dan
pemasangan bekisting balok dan plat lantai, penulangan balok dan plat lantai,
pengecekan elevasi kembali, pengecoran balok dan plat lantai, serta
pembongkaran bekisting balok dan plat lantai. untuk lebih detailnya Berikut
diagram aliran pekerjaan balok dan plat lantai:

The Manhattan Mall and Condominium 29


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.25 Flow Chart balok dan plat lantai

a. Pemasangan scaffolding
Sebelum melakukan pembuatan bekisting balok, terlebih dahulu
mengukur dan menghitung luasan balok dan plat lantai untuk menentukan
berapa kebutuhan scaffolding/perancah yang digunakan, kemudian
pelaksanaan pembuatan bekisting balok dan plat lantai dapat dilakukan.
Berikut urutan pemasangan acuan perancah balok dan plat lantai:
1) Memasang Jack Base (JB)
2) Memasang Main Frame (MF)
3) Memasang Cross Brace (CB)
4) Memasang U Head
5) Memasang Gelagar arah memanjang
6) Memasang Suri-suri

The Manhattan Mall and Condominium 30


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

7) Memasang Hollow dan Bodeman


8) Memasang Tembereng
9) Memasang segitiga penyanggah
10) Memasang gelagar arah memanjang dan arah melintang
11) Memasang Plywood, bekisting balok dan plat lantai dibuat dari plywood
yang tebalnya 12mm dan dibentuk sesuai dengan konstruksi pekerjaan
pada gambar rencana/bestek

Gambar 2.26 Detail Scaffolding

The Manhattan Mall and Condominium 31


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.27 Pemasangan scaffolding

Tahapan pekerjaan bekisting ini sangat perlu diperhatikan karena dampak


langsung pada pekerjaan-pekerjaan lainnya. Persyaratan pekerjaan bekisting
dalam pt. pp yang harus dipenuhi adalah.

1) Syarat kekuatan, yaitu bagaimana material bekisting cukup kuat untuk


menerima beban yang bekerja sewaktu pengecoran
2) Syarat kekakuan, yaitu bagaimana amaterial bekisting tidak mengalami
perubahan bentuk/deformasi atau bergeser sewaktu pengecoran
berlangsung
3) Syarat stabiitas, yaitu berarti bahwa balok bekisting dan tian/perancah
tidak runtuh tiba-tiba akibat gaya yang bekerja

Selain itu perencanaan dan disain bekisting harus mmenuhi aspek bisnis dan
eknologi sehingga pertimbangan-pertimbangan dibawah ini setidaknya harus
dipenuhi:

1) Ekonomis
2) Kemudahan dalam pemasangan dan bongkar
3) Tidak bocor

b. Pekerjaan penulangan balok dan plat lantai


1) Penulangan balok
Pekerjaan penulangan merupakan pekerjaan yang meliputi
pekerjaan pemotongan, hingga pekerjaan perakitan baik itu dirakit
ditempat langsung. Tulangan merupakan salah satu bahan beton
bertulang yang berfungsi sebagai penahan gaya tarik pada struktur balok
maupun plat, tulangan yang dipakai semuanya meggunakan baja ulir.
Pekerjaan tulangan plat lantai dan balok menggunakan sistem perakitan
langsung ditempat. Penulangan balok di usahakan agar dalam kondisi
under reinforced yang artinya tulangan lebih lemah dari pada beton,
sehingga ketika terjadi keruntuhan pada balok, ditandai dengan

The Manhattan Mall and Condominium 32


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

melendutnya balok. Hal ini bertujuan untuk menghindari kehancuran


(collapse) secara tiba-tiba pada balok

Gambar 2.28 Pemasangan sengkang balok

Tahapan pekerjaan penulangan balok dilakukan dengan cara sebagai


berikut:

a) Sebelum pekerjaan penulangan, posisi balok harus dicek terlebih


dahulu posisi as balok dengan gambar kerja agar posisi balok tidak
bergeser dari as yang akan menyebabkan beban eksentris pada balok
b) Untuk menandai as balok dibuat garis pinjaman 1m dari as balok
sebagai pedoman.
c) Untuk Tulangan utama dibuat di tempat pengecoran langsung, ujung
tulangan dibengkokan menggunakan alat secara manual sedangan
untuk begel dibuat dari lt.6 lalu diangkat menggunakan tower crane
d) Untuk aturan pembengkokkan tulangan dapat dilihat dalam gambar
2.29
e) Lalu tulangan dirakit dengan cara memasukkan tulangan atas terlebih
dahulu lalu memasukkan begel dari ujung tulangan lalu tulangan
dimasukkan

The Manhattan Mall and Condominium 33


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

f) Untuk sambungan overlap tulangan atas adalah 20 db dan untuk


tulangan atas digunakan 15 db (db= diameter tulangan utama yang
terbesar).
g) Jarak antar begel diatur sesuai dengan gambar shop drawing. Lalu
diikat dengan kawat bendrat.
h) Pasang beton decking dibawah tulangan bawah, tebal beton
decking>40mm.
Untuk lebih jelasnya dapat dilahat dari Lampiran…...

a.) Gambar 2.29 Aturan pembengkokkan b.)Gambar 2.30 Aturan pembengkokkan sengkang
balok induk balok induk

c.) Gambar 2.31 Detail penulangan balok induk

The Manhattan Mall and Condominium 34


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

2) Penulangan Plat Lantai


Pekerjaan penulangan plat lantai dikerjakan apabila penulangan
balok anak dan balok induk telah dikerjakan dan dipasang dengan rapi.
Pekerjaan penulangan plat lantai dikerjakan setelah pekerjaan bekisting
dan perancah pada plat lantai telah dikerjakan dengan baik dan benar
dan telah melewati inspeksi 1. Diameter tulangan plat lantai yang
digunakan yaitu 10 mm. Tahapan penulangan plat lantai dilakukan
dengan cara sebagai berikut:
a) Pertama-tama memotong tulangan sesuai dengan panjang yang
dibutuhkan lalu diangkat menggunakan tower crane ke tempat
pemasangan
b) Tulangan dirakit sesuai dengan gambar kerja, dimana untuk
perakitan penulangan dilakukan metode tumpuan-lapangan.
Perakitan penulangan dilakukan senyawa dengan tulangan balok
anak dan balok induk
c) Untuk lantai yang memiliki void ataupun shaft untuk tangga, baja
tulangan perlu dipotong agar mudah dalam membuat bekisting
acuan void dan shaf
d) Sebelum dirakit ujung tulangan dibengkokkan dahulu sebesar 6db
untuk lengkungan dan 12db untuk panjang bengkokkan.
e) Untuk memasang tulangan plat dilakukan dengan tulangan bagian
bawah dahulu lalu diatur jarak antar tulangan dahulu
f) Setelah jaraknya diatur pasang tulangan cakar ayam untuk
mengatur jarak tulangan atas dengan bawah (lihat Gambar 2.33)
g) Kemudin pasang tulangan atas dan atur jarak antar tulangan nya
h) Perhatikan jarak antar tulangan atas dengan tulangan bawah harus
sesuai dengan gambar shop drawing.
i) Pasang beton decking dengan tebal >25mm

The Manhattan Mall and Condominium 35


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.32 Pemotongan tulangan plat lantai

Gambar 2.33 Tulangan cakar ayam

Gambar 2.34 Pemasangan kawat bendrat pada tulangan plat lantai

The Manhattan Mall and Condominium 36


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

c. Penentuan elevasi balok dan plat lantai


Pengecekan elevasi balok dan plat lantai digunakan agar lantai kerja
rata(tidak miring) dan ketinggian dari balok atau plat lantai sesuai gambar
kerja. Untuk alat yang digunakan dalam pengecekan elevasi adalah penyipat
datar, kaki tiga, dan bak ukur Penentuan dilakukan dari kolom yang telah
di-marking sebelumnya. Kemudian diukur menggunakan meteran tinggi
elevasi yang akan dibuat. Agar menghasilkan elevasi yang sama untuk
pembuatan balok dan plat lantai , diperlukan pekerjaan elevasi yang cermat
dan teliti.

Tahapan penentuan elevasi balok dan plat lantai dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
1) Buat marking (garis pinjaman) setinggi 1 meter pada kolom
menggunakan meteran yang diukur dari tinggi elevasi lantai.

Gambar 2.35 Garis pinjaman elevasi lantai

2) Kemudian digunakan waterpass untuk membuat marking pada beberapa


kolom lainnya. Dimana kolom yang telah di-marking tersebut akan
digunakan sebagai titik koordinat untuk mengukur dan mengecek
elevasi balok dan plat lantai
3) Dari marking tersebut, waterpass diletakkan diposisi yang sesuai untuk
mengecek elevasi balok dan plat lantai, kemudian diukur ketinggian
elevasi dasar bekisting balok dan plat lantai

The Manhattan Mall and Condominium 37


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

4) Dari dasar balok dan plat lantai tersebut diukur ketinggian balok dengan
menambahkan nilai ketinggian marking dengan tinggi balok untuk
bacaan yang dibaca pada waterpass. Bacaan rambu ukur untuk balok =
(1m + tinggi balok) dan untuk plat lantai bacaan pada rambu ukur = (1m
+ tinggi plat). Contoh: untuk balok induk ukura 300x750 maka bacaan
bak ukur adalah 100 + 75 = 175cm

Gambar 2.36 Pengecekan elevasi bekisting balok dan plat lantai

5) Pembacaan dilakukan di beberapa titik, apabila terjadi ketidaksesuaian


bacaan maka pekerja yang berada dibawah akan menaik atau
menurunkan posisi jack base atau u-head yang diberitahu oleh surveyor
sesuai dengan bacaan yang terlihat pada waterpass.

d. Pengecoran Balok dan Plat Lantai


Proses pengecoran merupakan proses memasukkan campuran beton
kedalam bekisting balok dan plat lantai yang telah diberi tulangan. Untuk

The Manhattan Mall and Condominium 38


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

menghitung volume balok dan plat lantai yang akan digunakan dapat dilihat
pada Lampiran…… Sebelum proses pengecoran ada beberapa hal yang
harus dilakukan, sebagai berikut
1) Pemeriksaan Bekisting
Bekisting yang telah dipasang harus dicek kembali apakah sudah
sesuai dengan gambar yang direncanakan. Bekisting harus kuat dan
tidak bocor saat melakukan pengecoran. Bekisting juga harus kuat dan
kokoh agar tidak bergeser dan bergoyang karena pemadatan dan
penggetaran pada saat dilakukan pengecoran. Hal-hal yang harus
diperhatikan pada saat pemeriksaan bekisting adalah sebagai berikut:
a) Mengukur tinggi dan lebar bekisting yang telah dipasang.
b) Melapisi sambungan bekisting yang tidak rapat dengan isolatip.
c) Mengecek kembali elevasi bekisting dengan waterpass.
d) Mengecek posisi beton decking(jangan sampai tulangan menyentuh
bekisting)
e) Mengecek kekokohan bekisting
f) Memasang blokotan kamar mandi yang berfungsi untuk
membedakan ketinggian beton cor pada saat pengecoran, sehingga
elevasi beton cor lantai kamar mandi lebih rendah daripada elevasi
lantai utama. (lihat Gambar 2.39)
g) Membersihkan lokasi pengecoran, pembersihan dilakukan agar
beton yang akan dibuat menghasilkan permukaan yang bersih dan
rapih. Untuk membersihkan kotoran yang kecil dan ringan maka
dilakukanpembersihan menggunakan Air Compressor sedangkan
untuk kotoran lainnya seperti sisa potongan besi, kawat bendrat dan
logam lainnya dilakukan pembersihan menggunakan potongan
magnet yang di dekatkan sehingga dapat menempel dan diambil.

The Manhattan Mall and Condominium 39


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.37 Pengecekan dimensi bekisting balok Gambar 2.38 Pengecekan posisi balok

Gambar 2.39 Blokotan toilet

2) Pemeriksaan Penulangan

The Manhattan Mall and Condominium 40


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Tulangan harus sudah dirakit sesuai dengan gambar yang


direncanakan. Pemeriksaan dilakukan agar tulangan yang telah dirakit
telah sesuai letak, ukuran, dan jumlah tulangan sehingga akan terbentuk
konstruksi beton yang sesuai dengan spesifikasi. Hal-hal yang harus
diperhatikan pada saat pemeriksaan penulangan adalah sebagai berikut:
a) Memeriksa jarak antar tulangan dan jarak antar sengkang yang telah
dipasang sesuai dengan gambar yang direncakan
b) Memeriksa jumlah, ukuran dan jarak sengkang yang telah dipasang.
c) Memeriksa sambungan tulangan
d) Memeriksa ikatan kawat bendrat terhadap tulangan
e) Memeriksa jarak overstek tulangan
f) Memeriksa jarak tumpuan dan lapangan
g) Tulangan harus bersih dari kotoran, karat serta kotoran lainnya yang
dapat mengurangi daya rekatan.

Gambar 2.40 Pengecekan tulangan balok Gambar 2.41 Pengecekan jarak sengkang balok

The Manhattan Mall and Condominium 41


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.42 Pembersihan lokasi pengecoran

3) Pengecoran balok dan plat lantai


Dalam pekerjaan pengecoran balok, plat lantai, sepatu kolom, dan
corewall dikerjakan secara bersamaan. Mutu beton yang digunakan pada
lantai 27 adalah fc 25 Mpa. Pengecoran dapat dilakukan setelah
pengujian slump terpenuhi(lihat Lampiran….) Alat-alat yang digunakan
dalam pekerjaan pegecoran adalah: Vibrator, concrete pump, tower
crane, bucket, penggaruk beton, alat perata,dll.
Berikut langkah-langkah pengecoran balok dan plat lantai:
a) pengecoran dilakukan berdasarkan zona lantai, maka dibatas antar
zona pengecoran dipasang stop cor yang terbuat dari kawat ayam
yang berguna agar beton cor tidak melewati batasan pengecoran.
Kemudian diikat dengan kawat besi agar lebih kuat
b) pengecoran dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunakan concrete
pump dan menggunakan bucket 0,8 m3.
c) Untuk pengecoran dilakukan dengan concrete pump maka pipa
diarahkan ke lokasi pengecoran, sedangkan beton segarnya siap
dibawah
d) Untuk penembakkan pertama diisi dengan air, agar sisa bekas
beton yang didalam pipa terbuang dan tidak mempengaruhi
campuran beton, lalu kotorannya ditampung menggunakan bucket
lalu diangkat menggunakan tower crane ke lantai bawah.

The Manhattan Mall and Condominium 42


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

e) Baru tembakan kedua diisidengan beton segar


f) Beton jangan sampai menumpuk, diratakan menggunakan
penggaruk beton sampai ke sudut bekisting

Gambar 2.43 Pengecekan pipa tremi Gambar 2.44 Pengecoran plat lantai

g) Gunakan Vibrator untuk memadatkan beton hingga sampai ke sela-


sela bekiisting agar tidak balok atau plat lanta yang kropos.

Gambar 2.45 Pemadatan campuran beton Gambar 2.46 Pemadatan campuran beton balok
Plat lantai

The Manhattan Mall and Condominium 43


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

h) Selama penggarukkan, cek ketinggian plat lantai menggunakan


penyipat datar, jika bacaan di bak ukur turun kurangi beton, jika
naik maka tambahi beton (lihat Gambar 2.47)
i) Lalu ratakan permukaan beton menggunakan raskam.
j) Jika satu area sudah selesai maka pindahkan pipa ke arah yang
belum terisi beton
k) Jika pipa sudah kepanjangan untuk menjangkau area yang lebih
dekat, maka penembakkan beton distop sementara, lalu pipa
dipendekkan.
l) Jika selama pengecoran suhu terlalu tinggi, maka pengecoran
dilakukan dengan bucket. Karena jika menggunakan pipa bisa
kemungkinan terjadi setting.
m) Jika menggunakan bucket maka, beton diisi dibawah dengan bucket
lalu diangkat menggukana tower crane.
n) Untuk pelaksanaannya sama dengan concrete pump

Gambar 2.47 Pengecekan elevasi plat lantai

The Manhattan Mall and Condominium 44


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

Gambar 2.48 Perataan hasil pengecoran plat lantai

Gambar 2.49 Pengecoran menggunakan bucket

The Manhattan Mall and Condominium 45


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

o) Setelah semua area pengecoran telah diratakan, tunggu beton mengeras


selama beberapa jam.
p) Jika ada plat lantai yang rusak akibat pijakan (jejak kaki), ditambal
dengan lagi dengan semen hingga bekas pijakan hilang.

e. Pembongkaran Bekisting Balok dan Plat Lantai


Pembongkaran balok dan plat lantai dilakukan secara bersama, ini
dikarenakan balok dan plat lantai adalah monolit. Pembongkaran dapat
dilakukan saat beton telah melewati tahap hidrasi dan memiliki kekuatan
untuk menahan beban yang bekerja. Pada proyek ini, pembongkaran
bekisting dilakukan pada saat umur beton telah 7 hari(lihat Lampiran….)
dengan syarat balok dan plat lantai harus di pasang pipa
support/penyangga ini dimaksudkan untuk mengurangi lendutan akibat
beban pelaksanaan pada lantai di atasnya. Untuk pembongkaranbekisting
pada balok dan kolom, dimulai dengan membongkar acuan scaffolding dan
dilanjutkan dengan pelepasan bekisting (papan plywood), lalu pipe support
dilepas setelah berumur 28 hari

Gambar 2.50 Balok dan plat lantai ditopang menggunakan


pipe support

The Manhattan Mall and Condominium 46


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pekerjaan Kolom
a. Terdapat 3 jenis kolom, yaitu:
1) Kolom yang menggunakan pengikat lateral
2) Kolom yang menggunakan pengikat spiral
3) Kolom komposit
b. Dalam proses pengerjaan kolom atau metode pelaksanaan kolom
terdapat 6 pekerjaan, yaitu:
1) Penentuan as kolom
2) Pekerjaan tulangan
3) Pekerjaan bekisting
4) Pekerjaan pengecoran
5) Pekerjaan pembongkaran bekisting
6) Pekerjaan perawatan (curing)
c. Proses pengecoran kolom dilakukan dengan menggunakan bucket

2. Pekerjaan Balok dan Plat Lantai


a. Terdapat 3 jenis balok, yaitu:
1) Balok induk
2) Balok anak
3) Balok bagi
b. Terdapat 2 jenis plat lantai, yaitu:
1) Plat lantai 2 arah
2) Plat lantai dengan balok-balok
c. Dalam proses pekerjaan balok dan plat lantai terdapat 5 pekerjaan, yaitu:
1) Pembuatan bekisting balok
2) Penulangan balok dan plat lantai
3) Penentuan elevasi balok dan plat lantai

The Manhattan Mall and Condominium 47


Praktik Kerja Lapangan Jurusan Teknik Sipil

4) Pengecoran balok dan plat lantai


5) Pembongkaran bekisting
d. Proses pengecoran balok dan plat lantai dapat dilakukan dengan 2 cara,
yakni pengecoran menggunakan bucket dan pengecoran menggunakan
concrete pump/pompa kodok.
3. Bahan yang dipakai adalah beton ready mix dan tulangan baja ulir(deform).
Untuk melihat bahan yang dipakai dan quantity dapat dilihat dari
Lampiran…
4. Pada pengujian slump ketinggian yang diijinkan adalah 16cm untuk kolom
& corewall atau 13 cm untuk balok & plat lantai dimana penyimpangan
yang diijinkan (max slump loss) adalah +/- 1cm

B. Saran
1. Dalam setiap pelaksanaan pekerjaan seharusnya ada seorang k3 standby di
lokasi pekerjaan agar dapat memperhatikan pekerja yang kurang disiplin
untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja
2. Setiap unit bagian pekerjaan harus dapat bekerjasama dengan baik sehingga
hasil suatu pekerjaan jadi lebik baik.
3. Untuk penggunaan scaffolding yang sudah bengkok sebaiknya idak dipakai
lagi, karena akan mengurangi kekuatan untuk menahan beban dari
bekisting.

The Manhattan Mall and Condominium 48

Anda mungkin juga menyukai