Anda di halaman 1dari 38

MAKALAH INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

SPEKTROSKOPI MASSA

OLEH

KELOMPOK III

NAMA : DWI ANNISA AGRIYFANI (F1C1 15 084)


INTAN DELIMA (F1C1 15 026)
FIDRAYANTI (F1C1 15 022)
WA ODE NURHIDAYAH SALFI (F1C1 15 072)
NUR KHALIMATUSSA’DIYAH (F1C1 15 050)
SALMAH (F1C1 15 056)
YUSUF AHMAD HUSAENI (F1C1 15 082)
KELAS : KIMIA B

LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGATAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018
KATA PENGANTAR

Rasa syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. karena berkat rahmat

dan ridho-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini saya susun

karena merupakan salah satu tugas yang diberikan pada mata kuliah Instrumen

Spektroskopi. Makalah ini akan membahas Spektroskopi Massa.

Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat dalam proses perkuliahan

khususnya bagi mahasiswa Program Studi Kimia di Universitas Halu Oleo.

Penulis mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini,

karena pada dasarnya penulis hanya manusia biasa yang masih dalam tahap

belajar dan masih harus banyak melakukan perbaikan. Oleh karena itu, kritik dan

saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikan makalah ini.

Penulis mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah

membantu penulis dalam menyusun makalah ini dan bagi semua pembaca

makalah ini.

Kendari, 12 Januari 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i


KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 2
1.3 Tujuan .................................................................................................... 2
1.4 Manfaat .................................................................................................. 3
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Sejarah spektroskopi massa ..................................................................... 4
2.2 Defenisi dan prinsip kerja spektroskopi massa........................................ 6
2.3 Instrumentasi (rangkaian alat) spektroskopi massa ................................ 16
2.4 Interprestasi data pada spektroskopi massa ............................................. 21
2.5 Interferensi yang terjadi pada spektroskopi massa ................................. 23
2.6 Pengaplikasian dari spektroskopi massa.................................................. 25
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................ 34
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 35

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Spektroskopi adalah ilmu yang mempelajari materi dan atributnya

berdasarkan cahaya, suara atau partikel yang dipancarkan, diserap atau

dipantulkan oleh materi tersebut. Spektroskopi juga dapat didefinisikan sebagai

ilmu yang mempelajari interaksi antara cahaya dan materi. Dalam catatan sejarah,

spektroskopi mengacu kepada cabang ilmu dimana "cahaya tampak" digunakan

dalam teori-teori struktur materi serta analisa kualitatif dan kuantitatif. Dalam

masa modern, definisi spektroskopi berkembang seiring teknik-teknik baru yang

dikembangkan untuk memanfaatkan tidak hanya cahaya tampak, tetapi juga

bentuk lain dari radiasi elektromagnetik dan non-elektromagnetik seperti

gelombang mikro, gelombang radio, elektron, fonon, gelombang suara, sinar x

dan lain sebagainya.

Spektroskopi umumnya digunakan dalam kimia fisik dan kimia analisis

untuk mengidentifikasi suatu substansi melalui spektrum yang dipancarkan atau

yang diserap. Alat untuk merekam spektrum disebut spektrometer. Spektroskopi

juga digunakan secara intensif dalam astronomi dan penginderaan jarak jauh.

Kebanyakan teleskop-teleskop besar mempunyai spektrograf yang digunakan

untuk mengukur komposisi kimia dan atribut fisik lainnya dari suatu objek

astronomi atau untuk mengukur kecepatan objek astronomi berdasarkan

pergeseran Doppler garis-garis spektral.

1
Jenis spektroskopi tergantung dari kuantitas fisik yang diukur yaitu

jumlah atau intensitas dari sesuatu, salah satunya adalah rasio massa molekul dan

atom dipelajari di spektrometri massa, terkadang disebut juga dengan

spektroskopi massa. Berdasarkan latar belakang tersebut, pada makalah ini akan

dibahas mengenai spektroskopi massa.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dikaji pada makalah ini adalah sebagai

berikut:

2 Bagaimana sejarah spektroskopi massa?

3 Bagaiaman defenisi dan prinsip kerja spektroskopi massa?

4 Bagaimana instrumentasi (rangkaian alat) spektroskopi massa?

5 Bagaimana interprestasi data pada spektroskopi massa?

6 Bagaimana interferensi yang terjadi pada spektroskopi massa?

7 Bagaimana pengaplikasian dari spektroskopi massa?

1.3 Tujuan

Tujuan yang akan dicapai pada makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui sejarah spektroskopi massa.

2 Untuk mengetahui defenisi dan prinsip kerja spektroskopi massa.

3 Untuk mengetahui instrumentasi (rangkaian alat) spektroskopi massa.

4 Untuk mengetahui interprestasi data pada spektroskopi massa.

5 Untuk mengetahui interferensi yang terjadi pada spektroskopi massa.

6 Untuk mengetahui pengaplikasian dari spektroskopi massa.

2
1.4 Manfaat

Manfaat yang akan dicapai pada makalah ini adalah sebagai berikut:

7.1.1.1 Dapat mengetahui sejarah spektroskopi massa.

7.1.1.2 Dapat mengetahui defenisi dan prinsip kerja spektroskopi massa.

7.1.1.3 Dapat mengetahui instrumentasi (rangkaian alat) spektroskopi massa.

7.1.1.4 Dapat mengetahui interprestasi data pada spektroskopi massa.

7.1.1.5 Dapat mengetahui interferensi yang terjadi pada spektroskopi massa.

7.1.1.6 Dapat mengetahui pengaplikasian dari spektroskopi massa.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Spektroskopi Massa

Tahun 1886, Eugen Glodskin mengamati sinar dalam gas tidak

bermuatan pada tekanan rendah yang berpindah dari anoda dan melalui chanels

dalam lubang katoda, berlawanan dengan arah muatan negative sinar katoda (yang

berpindah dari katoda ke anoda). Goldstrein menyebutnya dengan muatan positif

sinar anoda. “kanalstraklen “, dalam bahasa inggris disebut ‘canal rays‘. Wilhelm

Wien menemukan bahwa medan listrik dan medan magnet yang kuat

membelokkan sinar canal, pada tahun 1899, di buatlah peralatan madan magnet

dan medan listrik parallel yang dapat memisahkan sinar positif berdasarkan

perbandingan muatan per massa ( Q/M ). Wiem menemukan bahwa rasio muatan

per massa bergantung pada sifat gas dalam tabung tidak bermuatan, panamuan

Wien dengan mengurangi tekanan untuk menghasilkan massa spectrograph.

Aplikasi pertama dari spektrometri massa adalah untuk menganalis asam

amino dan peptide yang di laporkan tahun 1958. Carl-Ove Andersson

mengobservasikan Ion-ion fragmen utama dalam metil ester.Beberapa teknik

modern dari massa-spectrometry di fikirkan oleh Arthur Jeffrey Dempster dan f.w

Aston pada tahun 1918 dan 1919. Tahun 1989 Hains Dehmelt dan Wilfgang Paul

memperoleh nobel dalam bidang fisika untuk teknik perangkat pengembangan.

Hadiah nobel dalam bidang kimia di peroleh John Bennett Fenn untuk

pengembangan electrospray ionization (ESI) dan Koichi Tanaka untuk

4
pengembangan Soft Laser Desorphion (SLD) dan aplikasinya pada ionisasi

makromolekul biologi seperti protein.

Kata spectrograph telah di gunakan sejak tahun 1884 sebagai

“International Scientific Vocabulary“. Akar katanya adalah gabungan dari

spektrum dan phot-ograph-ic. Peralatan spektroskop di gunakan untuk mengukur

rasio massa atau muatan disebut massa spektroskopi terdiri dari instrumen yang

dapat merekam nilai spektrum masa pada sebuah plat photographic. Spectroskopi

massa sama dengan spetograph massa kecuali ion sinar yang langsung terhubung

dengan layar phosphor. Konfigurasi spektoskopi massa digunakan dalam

instrument ketika diinginkan bahwa efek penyesuaian dapat diobservasi dengan

cepat.

Baru-baru ini kedua instrument ini digabungkan. Spectroskopi massa

yang meggunakan layar phosphor diganti dengan oscilloscope agar dapat

memberikan penerangan secara langsung. Pengguanaan istilah spektroskopi massa

tidak diberanikan sekarang karena kumungkinan membigungkan dengan alat

spectroskopi pada umumnya, oleh karena itu sekarang digunakan istilah Massa

spektrometri yang di singkat mass-spsec (MS). Thomson juga menulis bahwa

spectroscope sama dengan massa spectrograf, dengan sumber ion dihubungkan

secara lansung dengan layar phosphor. Akhiran -scope disini bermakna

pengamatan daerah (range) massa.

5
2.2 Definisi Dan Prinsip Kerja Spektroskopi Massa

2.2.1 Definisi Spektroskopi

Spektroskopi adalah ilmu yang mempelajari materi dan atributnya

berdasarkan cahaya, suara atau partikel yang dipancarkan, diserap atau di

pantulkan oleh materi tersebut. Spektroskopi juga dapat didefinisikan sebagai

ilmu yang mempelajari interaksi antara cahaya dan materi. Dalam catatan sejarah,

spektroskopi mengacu kepada cabang dimana cahaya tampak digunakan dalam

teori-teori struktur materi serta analisa kualitatif dan kuantitatif. Dalam masa

modern, definisi spektroskopi berkembang seiring teknik-teknik baru yang

dikembangkan untuk memanfaatkan tidak hanya cahaya tampak, tetapi juga

bentuk lain dari radiasi elektromagnetik dan elektromagnetik seperti gelembang

mikro, gelombang radio, elektron, foton, gelombang suara, sinar x dan lain

sebagainya

Spektroskopi pada umumnya digunakan dalam kimia fisik dan kimia

analisis untuk mengidentifikasi suatu substansi melalui spektrum yang

dipancarkan atau yang diserap. Alat unruk merekam spectrum tersebut disebut

spektrometer. Spektrometer juga digunakan secara intensif dalam atronomi dan

penginderaan jarak jauh.

2.2.2 Definisi Spektroskopi Massa

Spektroskoi massa adalah penguraian sesepora senyawa organik dan

perekam pola fragmentasi menurut massanya. Uap cuplikan berdifusi ke dalam

sistem spektrofotometer massa yang bertekanan rendah, lalu diionkan dengan

6
energi yang cukup untuk memutuskan ikatan kimia. Ion bermuatan positif yang

terbentuk dipercepat dalam medan magnet yang menyebarkan ion tersebut dan

memungkinkan pengukuran kelimpahan nisbi ion yang mempunyai nisbah massa

terhadap muatan tertentu. Rekaman kelimpahan ion terhadap massa merupakan

grafik spektrum massa yang terdiri atas sederetan garis yang intensitasnya

berbeda-beda pada satuan massa yang berlainan.

Spektrometer massa adalah suatu instrument yang dapat menyeleksi

molekul-molekul gas bermuatan berdasarkan massa atau beratnya. Teknik ini

tidak dapat dilakukan dengan spekstroskopi, akan tetapi nama spektroskopi dipilih

disebabkan persamaannya dengan pencatat fotografi dan spectrum garis optic.

Umumnya spectrum massa diperoleh dengan mengubah senyawa suatu sample

menjadi ion-ion yang bergerak cepat yang dipisahkan berdasarkan perbandingan

massa terhadap muatan.

Metode spektroskopi massa didasarkan pada pengubahan komponen

cuplikan menjadi ion-ion dan memisahkannya berdasarkan perbandingan massa

terhadap muatan (m/e). Spektrum massa memberi informasi berat molekul yang

berguna untuk mengidentifikasi rumus bangun molekul bersama spektrum IR dan

NMR. Pada spektrum massa, berat molekul ditentukan pada puncak paling kanan.

7
2.2.3 Prinsip Kerja

Merupakan suatu instrumen yang menghasilkan berkas ion dari suatu zat

uji, memilah ion tersebut menjadi spektum yang sesuai denganperbandingan

massa terhadap muatan dan merekam kelimpahan rewlatif tiap jenis ion yang ada.

Umumnya hanya ion positif yang dipelajari karena ion negative yang dihasilkan

dari sumber tumbukan umumnya sedikit.

Prinsip kerja spektrometer Massa adalah pengionisasian senyawa kimia

menghasilkan molekul atau fragmen molekul dan mengukur rasio massa atau

muatan. Spectrometer massa menghasilkan berkas ion, memilah ion tersebut

menjadi spektum yang sesuai dengan perbandingan massa terhadap muatan dan

merekam kelimpahan relatif tiap jenis ion yang ada. Umumnya, hanya ion positif

yang dipelajari karena ion negatif yang dihasilkan dari sumber tumbukan

umumnya sedikit. Atom dapat dibelokkan dalam sebuah medan magnet (dengan anggapan

atom tersebut diubah menjadi ion terlebih dahulu) karena partikel-partikel

bermuatan listrik dibelokkan dalam medan magnet dan partikel-partikel yang

tidak bermuatan (netral) tidak dibelokkan. Urutannya adalah sebagai berikut :

a. Tahap pertama : Ionisasi

Atom diionisasi dengan ‘mengambil’ satu atau lebih elektron dari atom

tersebut supaya terbentuk ion positif. Ini juga berlaku untuk unsur-unsur yang

biasanya membentuk ion-ion negatif (sebagai contoh, klor) atau unsur-unsur yang

tidak pernah membentuk ion (sebagai contoh, argon). Spektrometer massa ini

selalu bekerja hanya dengan ion positif.

8
Gambar 1 : tahap pertama

Sumber ion adalah bagian spektometer massa yang berfungsi untuk

mengionkan material analit. Ion kemudian di transfer oleh medan listrik dan

medan magnet ke massa analizer. Karena ion sangat reaktif dan massa hidupnya

singkat, pembentukan dan pemanipulasian harus dilakukan diruang vacum,

tekanan atmosfer sekitar 760 torr. Tekanan ion dapat digunakan sekitar 10 sampai

10 torr. Pada umumnya, ionisasi dipengaruhi oleh energi sinar yang tinggi dari

elektron, dan pemisahan elektron dicapai dengan meningkatkan dan memfokuskan

sinar ion, yang kemudian dibengkokkan oleh medan magnet eksternal. Ion – ion

kamudian dideteksi sehingga menghasilkan informasi dan dianalisis dalam

komputer.

Jantung spektometer adalah sumber ion, disini molekul sampel (titik

hitam) di hancurkan oleh electron (garis biru) dikeluarkan dari filaman panas. Ini

disebut sumbar EI (elektron-impact). Gas dan sampel volatil padatan dan cairan

non volatil dapat di hubungkan secara lansung. Kation dibentuk oleh pembom

elektron (titik merah) yang di dorong oleh plat repeller lain, mempunyai celah

yang berbanding terbalik dengan massa tiap-tiap ion. Ion berat di belokkan lebih

9
sulit dangan memvariasikan medan magnet, ion yang mempunyai massa berbeda

dapat difokuskan untuk dilanjutkan ke defaktor.

Gambar 2: Proses pengionan sampel

Ketika elektron berenergi tinggi bertumbukan dengan molekul analit

akan terjadi ionisasi dengan mengetuk salah satu elektron molekul (elektron

ikatan dan non ikatan). Ini meninggalkan ion molekul (berwarna merah). Energi

yang tersisa dari tumbukan dapat menyebapkan ion molekul terbagi menjadi

bagian neutron (warna hijau) dan bagian ion yang lebih kecil (warna merah muda

dan jingga). Ion molekul adalah kation bebas, tetapi fragmen ion dapat berupa

kation bebas (merah muda) atau karbokation (jingga) bergantung pada sifat

neutron.

Gambar 3: Fragmen – fragmen analit saat diionisasikan

Teknik ionisasi adalah kunci menentukan apakah tipe sampel yang dapat

dianalisis oleh spektometer massa. Ionisasi elektron dan ionisasi kimia digunakan

untuk gas dan uap. Dalam sumber ionisasi kimia, analit di ionisasikan oleh reaksi

10
ion-molekul selama tumbuhan dan dua teknik yang ini sering digunakan pada

sampel cairan atau padatan biologis meliputi ionisasi elektrospray (dikembangkan

oleh John Fenn) dan matrix-assisted laser desorption atau ionization (MAIDI di

kembangkan oleh K. Tanaka).

b. Tahap kedua : Percepatan (acceleration)

Gambar 4 : tahap kedua

Ion-ion tersebut dipercepat supaya semuanya mempunyai energi kinetik

yang sama. Ion-ion positif yang ditolak dari ruang ionisasi yang sangat positif itu

akan melewati tiga celah, dimana celah terakhir itu bermuatan 0 V. Celah yang

berada di tengah mempunyai voltase menengah. Semua ion-ion tersebut

dipercepat sampai menjadi sinar yang sangat terfokus.

c. Tahap ketiga : Pembelokan

11
Gambar 5 : tahap ketiga
Ion-ion tersebut dibelokkan dengan menggunakan medan magnet,

pembelokan yang terjadi tergantung pada massa ion tersebut. Semakin ringan

massanya, akan semakin dibelokan. Besarnya pembelokannya juga tergantung

pada besar muatan positif ion tersebut. Dengan kata lain, semakin banyak elektron

yang diambilf pada tahap pertama, semakin besar muatan ion tersebut,

pembelokan yang terjadi akan semakin besar.

Ion yang dibelokan tergantung pada Teknologi Penganalisis Massa (Mass

Analyzer). Mass Analyzer memisahkan ion berdasarkan perbandingan massa

dengan muatan. Dua hukum dinamika muatan partikel dalam medan magnet dan

medan listrik dalam vakum

F = Q ( E+V+B ) (Hukum Lorentz)

F = ma (Hukum Kedua Newton pada kasus non relative vistik, kecepatan ion lebih

rendah dari kecepatan cahaya)

F = gaya yang dipilih untuk ion;

m = massa ion;

a = percepatan ion;

Q = muatan ion;

12
E = medan listrik; V X B vektor kecepatan ion dan medan magnet

Persamaan disederhanakan:

(M/Q) a = E + V x B

Banyak massa analyzer yang dapat digunakan di antaranya :

1. Sector

Sector field mass analyzer manggunakan medan magnet dan medan listrik

untuk meningkatkan kecepatan partikel bermuatan dan mengukur berdasarkan

rasio massa atau muatan.

2. Time-of-flight

Menggunakan medan listrik untuk meningkatkan kecepatan ion-ion

melalui pokusial sama, dan mengukur waktu yang diperlukan untuk mensapai

defaktor. Jika partikel mempunyai muatan sama, energi kinetik sama dan

kecepatan akan bergantung pada massanya. Ion ringan akan mencapai defaktor

terlebih dahulu.

3. Quadrupole mass filter

Menggunakan madan listrik yang bergerak-gerak untuk menstabilkan ion

yang melewati medan rasio frekuensi (rf) quadrupole dibuat empat tangkai

paralel. Hanya ion dalam batas mass atau muatan tertentu, tetapi nilai potensial

terhadap muatan di biarkan tersapu dengan cepat. Quadrupole pertama bertindak

sebagai massa filter dan quadrupole ke dua bertindak sebagai sel penumbuk

dimana ion di pecah menjadi fragmen-fragmen. Fragmen yang di filter oleh

quadrupole ke tiga yang selanjutnya dibiarkan melewati defector menghasilkan

rumus fragmen ms/ms.

13
4. Three-dimensional qudrupole

Ion dapat juga di keluarkan dengan metode eksitasi resonansi, dimana

tegangan eksitasi penggerak tambahan dipilih sebagai elektroda dan

memerangkap tegangan amplitude atau frekuensi tegangan eksitasi di keluarkan

untuk membawa ion-ion dalam kondisi resonansi dan di susun menurut

perbandingan massa atau muatan.

5. Linear qudrupole ion trap

Sama dengan quadrupole ion trap, tapi pemerangkap ion 2 (2D) dimensi

diganti dengan medan tiga dimensi (3D).

d. Tahap keempat : Pendeteksian (detection)

Gambar 6 : tahap keempat

Sinar-sinar ion yang melintas dalam spectrometer massa akan dideteksi

secara elektrik. Unsur tarakhir dari spektometer massa adalah detektor. Detkctor

menghitung muatan yang terinduksi atau arus yang dihasilkan ketika ion

dilewatkan atau mengenai suatu permukaan. Dalam scanning instrumen, sinyal

dihasilkan dalam detektor selama scanning, dimana scanning massa dan

14
menghitung ion sebagai m/z. menurut tipenya, beberapa tipe elektron multipileir

digunakan, meliputi faradaycups dan detektor ion ke photon karena jumlah ion

yang yang meninggalkan massa analizer cukup kecil, maka sering digunakan

Microchanels plate detektor, defector ini terdiri dari sepasang logam pada

permukaan dengan massa analizer atau daerah pemerangkap ion.

Mendeteksi ion-ion lainnya. Ingat bahwa sinar A dibelokkan paling

besar, berarti ia mempunyai nilai m/z yang paling kecil (ion yang paling ringan

bila bermuatan +1) Untuk membuat sinar ini sampai ke detektor ion, anda perlu

membelokkan sinar tersebut dengan menggunakan medan magnet yang lebih kecil

(gaya luar yang lebih kecil). Untuk membuat ion-ion yang mempunyai nilai m/z

yang besar (ion yang berat bila bermuatan +1) sampai ke detektor ion, maka anda

perlu membelokkannya dengan menggunakan medan magnet yang lebih besar.

Dengan merubah besarnya medan magnet yang digunakan, maka anda

bisa membawa semua sinar yang ada secara bergantian ke detektor ion, dimana

disana ion-ion tersebut akan menimbulkan arus listrik dimana besarnya

berbanding lurus dengan jumlah ion yang datang. Massa dari semua ion yang

dideteksi itu tergantung pada besarnya medan magnet yang digunakan untuk

membawa sinar tersebut ke detektor ion. Mesin ini dapat disesuaikan untuk

mencatat arus listrik (yang merupakan jumlah ion-ion) dengan m/z secara

langsung. Massa tersebut diukur dengan menggunakan skala 12C.

15
2.3 Instrumentasi (Rangkaian Alat)

2.3.1 Mekanisme umum Spektroskopi Massa

MS adalah teknik analisis yang mengukur perbandingan massa dengan

muatan. MS digunakan untuk menentukan massa partikel, komposisi unsur dari

suatu sampel atau molekul serta untuk menuangkan struktur kimia dari molekul,

seperti peptida dan senyawa lainnya. Prinsip MS adalah pengionisasian senyawa

kimia menghasilkan molekul atau fragmen molekul dan mengukur rasio massa /

muatan.

Gambar 7 : Mekanisme umum MS

Instrumen spektroskopi massa terbagi 3 bagian :

1. Sumber ion-ion mengubah molekul sample dari fasa gas menjadi ion-ion

(memindahkan ion-ion dalam larutan menjadi fasa gas)

16
2. Massa analyzer memilih ion-ion berdasarkan massanya dengan menggunakan

medan elektromagnetik.

3. Detektor : mengukur nilai kuantitas dan menyediakan data untuk menghitung

kelimpahan masing-masing ion.

Teknik yang di gunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, meliputi

identifikasi suatu senyawanya, menentukan komposisi isotop unsur dalam

molekul dan menentukan struktur senyawa dengan mengamati fragmen-fragmen

nya. Penggunaan lain, menghitung jumlah senyawa dalam sampel dan

mempelajari kimia ion fasa gas (kimia ion dan neutron dalam vakum).

Spektometer massa sekarang sangat umum digunakan dalam laboratorium analitik

yang mempelajari sifat fisika atau sifat biologi dari senyawa-senyawa yang luar

biasa bervariasi.

Gambar 8: komponen dan proses kerja MS

17
Secara umum prosedur MS:

1. Sampel dimasukkan dalam instrument MS dan mengalami penguapan.

2. Komponen dari sample diionisasikan dapat digunakan berbagai metode,

salah satunya mengenainya dangan sinar berelektron, sehingga

menghasilkan partikel bermuatan (ion).

3. Ion dipisahkan berdasarkan rasio massa atau muatan dalam analizer oleh

medan elektromagnetik.

4. Ion-ion dideteksi, metode yang di gunakan biasanya kuantitatif.

5. Sinyal ion diproses menjadi spektra massa.

Gambar 9: Proses kerja pemisahan ion berdasarkan massanya pada spektometer


massa

18
Proses yang terjadi didalam spektometer massa

Gambar 10: proses yang terjadi didalam spektometer massa

Bentuk- bentuk spectra spektometer massa

1. Spekta spektometer massa n-dekana

19
2. Spectra spektometer massa benzyl alkohol

3. Spectra spektometer massa unsur yang mempunyai isotop (2


kloropropana)

20
2.4 Interpretasi Data

2.4.1 Cara Membaca Spektrum Massa

Pembacaan suatu spektrum massa memerlukan beberapa langkah, yaitu:

Mencari puncak ion molekul

Puncak ion molekul merupakan puncak yang paling tinggi dalam spektrum.

Angka nominal berat molekul akan genap jika senyawa tersusun atas atom-atom

C, H, O, S, Si. Angka ganjil hanya akan terjadi jika suatu senyawa mengandung

unsur N. Perhatikan spektrum massa vanilin berikut ini. Vanilin tidak mempunyai

unsur N. Maka dari itu, vanilin mempunyai m/z genap, yaitu 152.

21
Mencoba menghitung rumus molekul

Banyak unsur kimia yang mempunyai isotop. Isotop sangat berguna untuk

menelusuri asal usul puncak. Penjabaran isotop dalam spektrum massa adalah:

Karbon 12 mempunyai satu isotop yaitu karbon 13. Kelimpahan isotop


12 13
C=100%, C=1,1%. Hal ini berarti setiap 100 atom karbon 12 akan terdapat

1,1% kelimpahan atom karbon 13.

3 Misalkan ada senyawa yang mempunyai 6 atom karbon, maka masing-

masing atom karbon akan berpeluang berbentuk atom karbon C-13 setinggi

1,1%. Maka dari itu, jika puncak ion molekul adalah 100%, maka puncak

isotop adalah 6x1,1% = 6,6%.

Hitung jumlah seluruh cincin dan ikatan rangkap

Untuk suatu senyawa dengan rumus CxHyNzOn, maka jumlah cinci dan ikatan

rangkapnya adalah = x - (1/2)y + (1/2)z + 1.

Perkirakan struktur molekul

Struktur molekul dapat diketahui dari kelimpahan dan m/z masing-masing

fragmen.

22
2.5 Interferensi

Spektroskopi massa berbeda dengan spektroskopi yang lain.

Spektroskopi massa tidak didasarkan pada serapan radiasi elektromagnetik

melainkan pada pengujian senyawa yang dibombardir elektron berenergi tinggi.

Jika elektron yang mempunyai energi 10 elektron volt (230,5 kkal/mol)

ditumbukkan pada suatu molekul organik, energi yang dipindahkan sebagai hasil

dari tumbukan tersebut cukup untuk mengeluarkan salah satu elektron dari

molekul.

A:B + e- → A.B+ + 2e-

Molekul AB terionisasi oleh serangan elektron. Ada dua kemungkinan jenis

pemecahan ion molekuler yaitu menjadi ion positif dan suatu radikal atau ion

positif dengan suatu molekul netral. Selanjutnya ion-ion anak dapat mengalami

pemecahan lagi menjadi fragmen yang lebih kecil. Walaupun secara teoritis suatu

molekul organik dapat pecah menjadi fragmen yang paling kecil (atom) namun

pada prakteknya hal itu tidak pernah terjadi dan dengan spektroskopi massa hanya

diinterpretasi fragmen-fragmen yang umum terjadi pada suatu molekul organik

yang mempunyai pola yang spesifik sesuai dengan gugus fungsionalnya.

Walaupun energi yang dibutuhkan 10 eV, namun pada kenyataannya digunakan

energi sebesar 70 eV. Elektron yang berenergi tinggi ini tidak hanya

menyebabkan ionisasi melainkan juga menyebabkan putusnya ikatan kimia pada

molekul. Molekul suatu senyawa dipecah menjadi fragmen yang lebih kecil.

Disosiasi dari radikal kation menghasilkan fragmen netral dan fragmen bermuatan

23
positif. Dalam spektroskopi massa yang terdeteksi adalah fragmen yang

bermuatan positif (kation). Spesies ion positif dipisahkan oleh pembelokan dalam

medan magnet yang dapat berubah sesuai dengan masssa dan muatannya yang

selanjutnya menimbulkan arus ion pada kolektor yang sebanding dengan limpahan

relatif lawan perbandingan massa/muatan (m/z). Spektrometer massa modern

dilengkapi dengan komputerisasi pengolahan data yang mampu menampilkan

spektrum massa. Puncak yang paling tinggi pada spektrum massa disebut puncak

dasar (base peak) dengan intensitas 100%. Kelimpahan ion proporsional dengan

intensitas puncak yang dibandingkan relatif terhadap puncak dasar. Setiap

molekul mempunyai puncak dasar yang spesifik yang merupakan fragmen yang

paling stabil untuk molekul tersebut. Intensitas (limpahan relatif) fragmen yang

lain relatif terhadap puncak dasar yang berarti stabilitasnya juga relatif.

24
2.6 Pengaplikasian Spektometer Massa

Pengaplikasian Metode Kromatografi Gas–Spektrometri Massa Tandem

(GC-MS-MS) untuk Analisis Pestisida Dalam Buah dan Sayuran

Metodologi

 Bahan-bahan kimia

Diklorometana, sikloheksana, heksana, aseton, dan metanol (untuk

analisis residu-residu pestisida) dari Scharlau (Barcelona, Spanyol) digunakan

langsung saat diterima. Standar-standar analitik pestisida dan kafein, yang

digunakan sebagai standar internal (I.S.), dibeli dengan kemurnian yang

bersertifikasi dari Dr. Ehrenstorfer (Ausburg, Jerman). Larutan baku dari masing-

masing pestisida dipersiapkan dalam aseton pada konsentrasi yang berkisar antara

75 sampai 550 mg/L dan disimpan dalam sebuah freezer pada suhu -30oC (1

tahun waktu penyimpanan maksimum). Larutan-larutan didapatkan dengan

pengenceran yang sesuai dengan sikloheksana dan disimpan dalam refrigerator

(4°C) (2 bulan waktu penyimpanan maksimum). Tidak ada degradasi yang

diamati untuk senyawa-senyawa selama waktu penyimpanan yang disebutkan

diatas. Sodium sulfat anhidrat untuk analisis residu didapatkan dari Pareac

(Barcelona, Spanyol).

 Peralatan

Seperangkat alat GC-MS-MS Saturn 2000 (Varian, Walnut, Creek, CA,

USA) digunakan untuk semua analisis. Seperangkat autosampler Varian 8200

digunakan untuk melakukan injeksi 10-μ dengan menggunakan suntikan ukuran

100-μL. Kromatografi gas (model CP-3800) digandengkan dengan injektor suhu

25
terprogram split/splitless 1079 yang beroperasi dalam mode injeksi volume besar

dan sebuah sistem pengontrol aliran elektronik (EFC). Liner gelas mengandung

sumbatan Carbofrit (Restek, Bellefonte, PA, USA). Sebuah kolom kapiler silika

2mx0,2mm I.D dari Supelco (Bellefonte, PA, USA) yang digandengkan dengan

sebuah kolom analitik DB-5MS 30 m x 0,25 I.D., dengan ketebalan 0,25 μm dari

J&W Scientific, digunakan. Elektroda jebakan ion adalah SilChrom yang dilapisi

untuk mereduksi interaksi kimia dengan permukaan-permukaan. Spektrometer

massa dioperasikan dalam mode ionisasi tubrukan elektron (EI) dan mode ionisasi

kimiawi (CI) dan opsi MS-MS digunakan. Pustaka MS-MS dibuat utuk analit-

analit target pada pusta MS komersial dan kondisi-kondisi eksperimental kami

tersedia untuk informasi tambahan. Helium (kemurnian 99,999%) digunakan

sebagai gas pengangkut.

 Pengambilan dan penyimpanan sampel

Sayuran segar diambil dan diangkut sesuai dengan panduan 79/700/CEE.

Sampel-sampel dianalisis dalam 24 jam dan disimpan pada 4°C sampai saat

ekstraksi.

 Prosedur analitik

 Prosedur ekstraksi

Sampel-sampel syuran dengan berat 2 kg diiris-iris dengan pengiris yang

sesuai (Hamilton Beach, Washington, USA). Alikuot 50,0 g ditimbang kedalam

sebuah wadah galas dan dihomogenisasi dengan 105 mL diklorometana pada alat

Polytron PT1200 (Kinematica, Littan/Luzern, Switzerland) selama 2 menit.

Sodium sulfat anhidrat (80 g) kemudian ditambahkan. Campuran dibiarkan diam

26
selama 2 menit, kemudian disaring melalui corong Buchner 12 cm dan disaring

kembali dengan kertas saring bersama sodium sulfat anhidrat ke dalam sebuah

labu kimia bulat. Penguapan pelarut sampai kering dilakukan dalam evaporator

rotasi (35-40°C). Residu-residu kering dilarutkan kembali dengan 5 mL

sikloheksana dan 1 mL larutan ini ditambahkan ke labu kimia volumetri 2 mL

bersama dengan 50 μL larutan I.S. Volume akhir 2 mL dicapai dengan

sikloheksana dan 10 μL ekstrak akhir ini diinjeksi dalam analyzer dengan

menggunakan teknik injeksi sandwich.

 Kondisi-kondisi instrumental

Suhu injektor diprogram mulai dari suhu 70°C (dipertahankan 5 menit)

sampai 300°C pada 100°C/menit (ditahan 10 menit). Lubang split pada awalnya

terbuka kemudian ditutup pada 0,5 menit untuk mentransfer analit-analit ke kolom

selama 3 menit lainnya. Tekanan gas pengangkut ditentukan pada 8 psi

(dipertahankan 26 menit). Kemudian dikurangi dari 8 menjadi 6 psi dengan

gradien 2 psi/menit (dipertahankan 15,1 menit) (1 psi = 6894,76 Pa). Suhu oven

dinaikkan dari 70°C (dipertahankan 3,5 menit) saampai 150°C pada 50°C/menit,

kemudian menjadi 180°C pada 5°C/menit (dipertahankan 5 menit), kemudian

205°C pada 4°C/menit (dipertahankan selama 5 menit dan terkahir pada 300°C

pada 4°C/menit (dipertahankan 5 menit). Waktu total untuk analisis GC adalah

56,1 menit.

Spektrometer massa dikalibrasi setiap pekannya setelah uji software.

Udara dan air diperiksa setiap hari serta tekanan reagen CI (metanol). Semua

senyawa dianalisis dengan menggunakan tipe bentuk gelombang non-resonan.

27
Dengan tergantung pada analit, ada dua mode ionisasi yang digunakan (CI dan

EI). Parameter-parameter umum untuk kedua mode ini adalah tegangan multiplier

sebesar 1700 V, offset multiplier +200, dan jebakan, manifold dan suhu jebakan,

percabangan pipa, dan saluran transfer masing-masing adalah 200, 50 dan 280oC.

Untuk mode CI arus emisi ditentukan pada 30 μA, waktu ionisasi pra-scan adalah

100 μs dan nilai target AGC adalah 2000 hitungan. Pada mode EI nilai-nilai ini

masing-masing adalah 80μA, 1500 μs, dan 5000 hitungan.

Hasil dan Pembahasan

 Efek variabel-variabel eksperimental

 Variabel-variabel instrument

Kondisi-kondisi GC dioptimalkan untuk memisahkan pesitisida-pestisida

yang diteliti. Karena itu, suhu-suhu berbeda dan program aliran gas berbeda diuji

untuk menetapkan analit-analit campuran standar dalam waktu yang singkat. Perlu

disebutkan bahwa detektor bisa menentukan hingga sampai empat pestisida yang

keluar bersama dalam mode MS-MS. Volume 10 μL diinjeksikan dengan teknik

volume-besar tipikal untuk menurunkan batas deteksi.

Untuk spektometer massa, sensitifitas dimaksimalkan dengan cara

mengoptimalkan jumlah ion-ion target kedalam jebakan dengan AGC. Nilai target

AGC yang lebih tinggi dari yang kami gunakan bisa menyebabkan interaksi

elektrostatik antara ion-ion yang memberikan sinyal-sinyal lebih buruk sehingga

menghasilkan sensitifitas yang lebih rendah. Ion induk dipilih untuk masing-

masing anait dengan mempertimbangkan m/z nya dan kelimpahan relatif untuk

meningkatkan sensitifitas dan selektifitas. Optimisasi parameter-parameter

28
disosiasi imbas-tubrukan (CID) dilakukan untuk menghasilkan spektra MS-mS

dengan kelimpahan relatif ion induk antara 10 dan 30%. Puncak dasar yang

diperoleh dipilih untuk penghitungan pada kebanyakan kasus, kecuali untuk

beberapa analit yang memiliki berbagai puncak intens (metalaksil) atau ion utama

merupakan kelompok (bromopropilat). Pada kasus-kasus ini, jumlah ion utama

digunakan untuk perhitungan.

 Variabel-variabel ekstraksi

Ekstraksi dengan pelarut organik dipilih untuk mengekstraksi pestisida-

pestisida dari sayuran segar karena prosedurnya yang sederhana dan cocok untuk

digunakan sebagai analisis rutin. Diklorometana dipilih karena kapasitasnya

dalam mengekstraksi pestisida dengan sifat kimia danfisik yang berbeda.

Meskipun demikian, selektifitas diklorometana yang rendah mengarah pada

terekstraksinya beberapa interferensi matriks yang biasanya mengharuskan

tahapan-tahapan pembersihan tambahan. Interferensi seperti ini biasanya

mengurangi selektivitas metode pendeteksian dan memperkotor instrumen

sehingga meningkatkan waktu perawatan instrumen. Akan tetapi, kami telah

menggunakan alternatif yang lebih sederhana dan kurangmahal untuk tahapan-

tahapan pembersihan dengan menggunakan kombinasi paket liner gelas Carbofrit

dengan pendeteksian MS-MS seperti yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti

lainnya. Carbofrit mengurangi jumlah zat volatil-rendah dan zat nterferensi dalam

instrumen dan MS-MS meningkatkan selektivitas sinyal analitik. Kombinasi ini

sangat mudah dalam pengaplikasian metode padaanalisi rutin terhadap jumlah

sampel yang besar. Bisa diamati bahwa perubahan liner gelas, carbofritdan kolom

29
pelindung direkomendasikan setelah setiap 180-200 sampel. Akan tetapi,

ketiadaan Carbofrit menghasilkan penambahan frekuensi maintenans instrumen,

khususnya untuk kolom analitik (kolom tersumbat yang memerlukan pemotongan

beberapa sentimeter pada ujungnya).

 Validasi metode

 Pengidentifikasian analit-analit target

Jendela waktu retensi (RTW) didefinisikan sebagai waktu retensi rata-

rata ±10 standar deviasi waktu retensi dari 10 sampel blanko yang ditambahkan

pada standar kalibras tingkat-menengah untuk masing-masing senyawa. Analit-

analit target dicari dalam RTW yang sesuai.

 Kuantifikasi analit-analit target

Ekstrak-ekstrak sampel blanko yang dibubuhi dengan pestisida pada tiga

tngkat konsentrasi berbeda diinjeksikan untuk melakukan kalibrasi instrumen.

Linearitas kurva kalibrasi diteliti untuk masing-masing pestisida dengan

mempertimbangkan area puncak yang relatif terhadap I.S. Hasil kuantifikasi yang

lebih baik didapatkan apabila titik asal (0,0) dimasukkan dalam regresi linear.

Linearitas yang baik dari respons ditemukan untuk semua pestisida pada

konsentrasi dalam interval yang diuji, dengan koefisienregresi linear yang lebih

tinggi dri 0,967. Sebuah kajian recoveri untuk setiap pestisida pada dua tingkat

fortifikasi berbeda dilakukan untuk menilai efisiensi ekstraksi metode yang

diusulkan. Untuk itu, 10 sampel ketimun yang tidak terkontaminasi dibubuhi

dengan pestisida dan diolah seperti disebutkan diatas. Data recovery rata-rata dan

standar deviasi relatif (RSD) didapatkan. Recovery senyawa antara 70 sampai

30
120% telah ditentukan sebagai kriteria untuk validasi metode. Semua pestisida

yang ada memberikan recovery yang berterima dalam interval validasi yang

ditentukan dan RSD lebih rendah dari 18% pada semua kasus. Sinyal-sinyal dari

kromatogram 10 sampel ketimun yang diekstraksi dan diinjeksi dievaluasi

sebagaimana direkomendasikan oleh IUPAC untuk memperkirakan batas-batas

pendeteksian (LOD) dan kuantifikasi (LOQ). Data antar-hari untuk recovery dan

keterulangan (n = 10). Data didapatkan untuk ukuran-ukuran pada hari-hari

berbeda dan dengan menggunakan kurva kalibrasi berbeda. Data recovery berada

dalam interval validasi dan RSD lebih rendah dari 19% pada semua kasus.

 Prosedur konfirmasi

Konfirmasi sebuah senyawa yang sebelumnya diidentifikasi dengan

waktu retensi saja dilakukan dengan membandingkan spektra MS-MS yang

didapatkan dalam sampel dengan yang sebelumnya disimpan sebagai spektra

referensi. Spektra referensi diperoleh setiap hari dan disimpan dengan

menginjeksikan sebuah sampel ketimun blanko yang dibubuhi pada konsentrasi

tingkat kalibrasi kedua. Hasil perbandingan (kecocokan) diberi skala sampai 1000

utuk kecocokan yang paling baik (spektra identik). Untuk menentukan ambang

batas kecocokan untuk masing-masing pestisida, kecocokan rata-rata spektra MS-

MS dari 10 injeksi standar tingkat-menengah ditentukan dan 250 dikurangi dari

rata-rata. Software instrumen selanjutnya secara otomatis akan menguatkan

keberadaan pestisida jika kecocokan melebihi nilai ambang-batas dan rasio sinyal

atau rasio lebih besar dari 3.

31
Untuk menjami hasil berkualitas dalam analisis rutin, beberapa kriteria

telah ditentukan. Untuk ini, ekstrak sampel blanko yang dibubuhi pada

konsentrasi tingkat kalibrasi ke-dua, dan sebuah kurva kalibrasi diolah setiap hari

dengan sekumpulan sampel. Ekstrak blanko meminimalisir peluang diperolehnya

hasil false positive karena kemungkinan kontaminasi pada proses ekstraksi atau

karena bahan kimia. Efisiensi prosedur ekstraksi diperiksa dengan bubuhan

matriks yang juga membantu mendeteksi kelainan-kelainan akibat ekstraksi atau

penyebab instrumental. Analisis sampel dalam urutan dilakukan jika recovery

berkisar antara 60 sampai 130% dalam bubuhan matriks. Kurva kalibrasi

digunakan untuk memeriksa linearitas dalam rentang konsentrasi kerja dan untuk

menghindari kesalahan kuantifikasi akibat efek matriks atau variasi instrumental.

Pengalikasian metode

Dalam periode September 2000 – Juli 2001, sekitar 8000 sampel matriks

buah dan sayuran segar (kacang hijau, ketimun, lada, tomat, terung, semangka,

melon, dan marrow) dianalisis dengan metode analitik pada CUAM yang terletak

di El Ejido (Almeria, Spanyol). Dengan menggunakan pencarian otomatis dan

menu identifikasi sistem data instrumen yang diprogram dengan analisis rutin,

kriteria kualitas yang dipilih bisa melakukan identifikasi, kuantifikasi dan

konfirmasi pestisida. Selama 2000 dan 2001, metode ini telah terbukti sangat

bermanfaat dalam pengendalian residu-residu pestisida pada beberapa buah dan

sayuran segar bahkan pada konsentrasi yang lebih rendah dari MRL (kadar residu

maksimum) yang ditentukan oleh Uni Eropa (EU) dan di negara lainnya. Perlu

disebutkan bahwa persentasi positif rendah yang terjadi, yang bisa dikaitkan

32
dengan area yang diteliti, telah menyadari peggunaan pestisida yang baik. Ini

sebagian disebabkan oleh pendeteksian dan pengendaian penggunaan pestisida

oleh laboratorium-laboratorium independen seperti CUAM. Pestisida yang paling

sering ditemukan dalam matriks lada adalah metataksil (37 kasus), diikuti dengan

cypermethrin dan methamidophos (10 kasus masing-masing) dan endosulfan

(empat kasus). Pada matriks ketimun analit yang ditemukan pada kebanyakan

kasus pada konsentrasi yang melebih batas MRL yang ditentukan Uni Eropa (EU)

adalah metalaksil (37 kasus). Acrinathrin melebihi MRL Spanyol dalam lada pada

tujuh smpel dan sembilan sampel untuk ketimun. Tebukonazol (lima kasus)

merupakan analit lain yang ditemukan pada ketiun.

33
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Spektroskoi massa adalah penguraian sesepora senyawa organik dan

perekam pola fragmentasi menurut massanya. Uap cuplikan berdifusi ke dalam

sistem spektrofotometer massa yang bertekanan rendah, lalu diionkan dengan

energi yang cukup untuk memutuskan ikatan kimia. Ion bermuatan positif yang

terbentuk dipercepat dalam medan magnet yang menyebarkan ion tersebut dan

memungkinkan pengukuran kelimpahan nisbi ion yang mempunyai nisbah massa

terhadap muatan tertentu. Rekaman kelimpahan ion terhadap massa merupakan

grafik spektrum massa yang terdiri atas sederetan garis yang intensitasnya

berbeda-beda pada satuan massa yang berlainan.

34
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. http://adhakiss.blogspot.com/2011/12/spektrometer-massa.html


Anonim. 2011. http://gusnil45mind.wordpress.com/2011/01/06/spektroskopi-
massa-ms/
Anonim. 2013. http://www.ilmukimia.org/2013/07/langkah-langkah-interpretasi-
spektrum.html
http://compbio.pbworks.com/w/page/16252899/Mass%20Spectrophotometry%20
and%20Protein%20Interaction%20Networks
http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrometri_massa
http://ndrasendana.blogspot.com/2014/06/spektroskopi-resonansi-magnet-
inti.html
http://www.scribd.com/doc/185922311/Diktat-Spektroskopi-Massa

35

Anda mungkin juga menyukai