Anda di halaman 1dari 2

1.

INTRODUCTION tumbuh tegak dan tumbuh hampir di seluruh


Indonesia merupakan salah satu negara yang wilayah Indonesia sehingga keberadaannya
memiliki tingkat pemakaian bahan bakar fosil sangat mudah ditemukan. Tanaman kacang
yang cukup tinggi. Peningkatan pemakaian hijau adalah tanaman berumur pendek (60
tersebut salah satunya dikarenakan semakin hari) sehingga menghasilkan produk yang
banyaknya populasi kendaraan dan melimpah. selain produktivitas yang cukup
perindustrian di Indonesia. Berdasarkan data tinggi kacang hijau mengandung pati yang
yang diperoleh dari Kepala Korps Polisi Lalu berpotensi sebagai sumber bahan baku etanol
Lintas Irjen Pol Agung Budi Maryoto melalui karena memiliki kandungan pati sebesar 62,9
situs kompas, jumlah kendaraan yang ada di gram dalam 100 gram kacang hijau.
Indonesia terhitung sampai bulan Juli 2016 Pati merupakan homopolimer glukosa dengan
mencapai 124.348.224 unit. Kondisi tersebut ikatan α-glikosidik. Berbagai macam pati tidak
berbanding terbalik dengan jumlah cadangan sama sifatnya bergantung dari panjang rantai
bahan bakar fosil Indonesia yang semakin karbonnya serta apakah lurus atau bercabang.
menipis dikarenakan bahan bakar fosil tersebut Pati terdiri dari dua fraksi yang dapat
merupakan sumber daya alam yang tidak bisa dipisahkan dengan air panas. Fraksi terlarut
diperbaharui. Untuk memenuhi kebutuhan disebut amilosa dan fraksi tidak terlarut
bahan bakar fosil tersebut, Indonesia harus disebut amilopektin (Winarno,2002).
mengimpor bahan bakar fosil dari negara- Penampakan mikroskopik dari granula pati
negara produsen dan berakibat pada seperti bentuk dan ukuran berbeda-beda untuk
berkurangnya devisa negara. Penggunaan setiap jenis tanaman penghasil pati. Menurut
bahan bakar fosil yang berlebihan juga Lin Jane et al, (1992 dalan Ega, 2002) bahwa
menyebabkan berbagai pencemaran ukuran pati yang berasal dari biji-bijian lebih
lingkungan yang serius seperti pemanasan kecil dari tanaman sumber pati lainnya, yaitu
global dan polusi udara. Akibatnya, taraf berkisar 3-20 µm. Kondisi tersebut salah
kesehatan manusia menjadi semakin menurun. satunya yang menyebabkan pati yang berasal
dari biji- bijian cenderung mempunyai suhu
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah gelatinisasi yang rendah dan lebih mudah
tersebut adalah mengganti sumber energi untuk dihidrolisis oleh katalisator asam
utama, dari bahan bakar fosil yang tidak bisa maupun enzim. hidrolisis adalah mengubah
diperbaharui menjadi bahan bakar nabati kandungan pati menjadi glukosa.
sebagai bahan bakar alternatif yang bisa
diperbaharui. Bioetanol adalah salah satu Menurut Judoamijoyo (1990), dalam produksi
bahan bakar nabati yang dapat digunakan bioetanol pati akan dihidrolisis terlebih dahulu
untuk mengganti bahan bakar fosil. Menurut menjadi molekul yang sederhana atau
Prihandana dkk, (2007) Bioetanol merupakan monomer-monomer glukosa, hidrolisis pati
kependekan dari etil alkohol (C2H5OH) atau dapat dilakukan dengan katalis asam,
disebut juga sebagai alkohol. Bioetanol kombinasi asam dan enzim serta kombinasi
memiliki karakteristik yang lebih baik enzim dengan enzim. Hidrolisis dengan katalis
dibandingkan bensin. Beberapa kelebihan enzim dapat memanfaatkan enzim dari
bioetanol yaitu mengandung 35 % oksigen, mikroorganisme. Mikroorganisme yang
memiliki nilai oktan yang tinggi yaitu sebesar digunakan adalah Saccharromyces cerrevisiae
96-113, bersifat ramah lingkungan karena gas yang terdapat pada ragi roti. Sacccharomyces
buangnya rendah terhadap senyawa-senyawa cerevisiae termasuk famili dari
yang berpotensi sebagai polutan seperti karbon Saccharomycetales dengan genus
monoksida, nitrogen oksida dan gas rumah Saccharomyces (Alexopoulus et al., 1986).
kaca serta bioetanol dapat diperbaharui Bentuk sel khamir bundar lonjong,
(Hambali dkk, 2007). Bioetanol (C2H5OH) memanjang seperti benang. Sacccharomyces
adalah cairan biokimia dari proses fermentasi cerevisiae merupakan salah satu khamir yang
gula dari sumber karbohidrat menggunakan telah dikenal memiliki daya konversi gula
bantuan mikroorganisme. Salah satu sumber menjadi etanol. Khamir ini memiliki enzim
bahan berpati yang cukup potensial untuk zimase dan invertase. Enzim invertase
pembuatan bioetanol yaitu kacang hijau ( berfungsi sebagai pemecah sukrosa menjadi
Vigna radiata ). Kacang hijau merupakan monosakarida ( glukosa dan fruktosa ). Enzim
tanaman pangan semusim berupa semak yang zimase akan mengubah glukosa menjadi etanol
( Judoamidjojo et al., 1989).

Dari 1 molekul glukosa akan terbentuk 2


molekul etanol dan CO2, sehingga
berdasarkan bobotnya secara teoritis 1 gram
glukosa akan menghasilkan 0,51 gram etanol
(Judoamidjojo, 1990).
Reaksi pembentukan etanol :
C12H22O12 + H2O C6H12O6+ C6H12O6
(sukrosa) (glukosa) (fruktosa)

C6H12O6 2 C2H5OH + 2 CO2


(glukosa) (etanol)

Kecepatan fermentasi etanol dipengaruhi oleh


beberapa faktor seperti susunan substrat,
kecepatan pemakaian zat gizi, tingkat
inokulasi, keadaan fisiologis khamir, aktivitas
enzim-enzim jalur EMP, toleransi khamir
terhadap gula dan alkohol tinggi serta kondisi
selama fermentasi (Watson, 1985 dalam
Astuty, 1991).