Anda di halaman 1dari 27

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

LEMBAR PENILAIAN

Judul Percobaan : KARAKTERISTIK DIODA


Kelompok :I
Tanggal Praktek : 12 APRIL 2016

1. Praktikan:
Persetujuan
No Nama NIM
(Tanda Tangan)
1 ACHMAD JAELANI 321 15 027
2 ANDI NURINDAH SARI 321 15 028
3 MUH.HIDAYAT ALWI 321 15 029
4 PARAMITA SARI 321 15 057

2. Catatan:

3. Penilaian:

Skor : Laporan Diperiksa,

( Nama Dosen )
Tgl ACC :

ii
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR ISI
Halaman Sampul ................................................................................................... i
Lembar Penilaian .................................................................................................. ii
Daftar Isi................................................................................................................ iii
Daftar Gambar ....................................................................................................... iv
Daftar Tabel .......................................................................................................... v
Daftar Lampiran .................................................................................................... vi
Bab I Pendahuluan .............................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................. 1
B. Tujuan .......................................................................................................... 1
Bab II Teori Dasar ............................................................................................... 2
Bab III Metode Percobaan ................................................................................... 5
A. Alat dan Bahan ............................................................................................ 5
B. Gambar Rangkaian Percobaan ..................................................................... 5
C. Prosedur Percobaan ..................................................................................... 7
D. Analisa Perhitungan ..................................................................................... 9
Bab IV Data dan Hasil Percobaan ......................................................................... 10
A. Data Percobaan ............................................................................................ 10
Bab V Pembahasan ............................................................................................... 12
A. Perhitungan secara Teori ............................................................................. 13
B. Perbandingan Teori dan Praktek .................................................................. 15
C. Analisa Hasil Praktikum .............................................................................. 16
Bab VI Jawaban Pertanyaan.................................................................................. 18
Bab VII Kesimpulan ............................................................................................. 20
Daftar Pustaka
Lampiran

iii
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
Gambar 2.1 Model Dioda 2
Gambar 2.2 Simbol dan struktur diode 3
Gambar 2.3 Karakteristik bias maju 3
Gambar 3.1 Rangkaian Bias Maju 5
Gambar 3.2 Rangkaian Bias Mundur 6
Gambar 3.3 Rangkaian Sebagai Penyearah 6
Gambar 3.4 Percobaan bias maju dan mundur dioda 7
Gambar 3.5 Percobaan Pengukuran Karakteristik Diosa 8
Gambar 4.1 Karakterristik dioda Germanium 11
Gambar 4.2 Karakterristik dioda Silikon 11
Gambar 5.1 Grafik Percobaan Dioda Germanium pada Alat Ukur 13
Gambar 5.2 Grafik Percobaan Dioda Silikon pada Alat Ukur 14
Gambar 5.3 Grafik Percobaan Dioda Germanium Pada Osiloskop 14
Gambar 5.4 Grafik Percobaan Dioda Silikon pada Alat Osiloskop 15
Gambar 5.5 Grafik Perbandingan Dioda Germanium 15
Gambar 5.6 Grafik Perbandingan Dioda Silikon 16
Gambar 6.1 Karakteristik Dioda 19

iv
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
Tabel 3.1 Alat dan Bahan 5
Tabel 4.1 Data hasil percobaan dioda Germanium 10
Tabel 4.2 Data hasil percobaan dioda Silikon 10
Tabel 5.3 Tegangan Sumber Dioda Germanium 12
Tabel 5.4 Tegangan Sumber Dioda Silikon 13
Tabel 6.1 Tegangan Hidup Dioda Germanium dan Silikon 18

v
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar Asistensi


Lampiran 2 Copy Kartu Kontrol
Lampiran 3 Data Sementara

vi
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam dunia kelistrikan dikenal sebuah komponent yang disebut dioda. Dioda
adalah suatu komponent yang di anggap penting keberadaannya, sehingga wajib
untuk di ketahui oleh praktikan

Materi dioda ini adalah elemen dasar suatu tahap analisis, karena dioda akan terus
di gunakan dalam dunia kerja nanti dan dioda itu sendiri telah di uji dengan cermat
oleh parah ahli agar memudahkan dalam pengambilan keputusan.

Dengan tujuan membuat praktikan dengan mudah menganalisis suatu rangkaian,


maka materi dioda ini sangatlah diperlukan. Dengan mengetahui materi dioda ini
tersebut diharapkan pratikan mampu mengetahui dasar suatu dioda.

B. Tujuan
Setelah menyelesaikan praktikum, maka diharapkan dapat :
 Mengukur karakteristik V-I diode germanium dan diode silicon
 Menentukan tagangan hidup (threshold voltage) Vt
 Menghitung resistansi statis, RS
 Menghitung resistansi dinamis, rd
 Menggunakan osiloskop untuk menampilkan karakteristik V-I dida secara
langsung
 Membandingkan parameter diode germaniuim dengan diode silicon

1
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

BAB II
TEORI DASAR

I.

Gambar 2.1 Model Dioda

Sebagian besar diode saat ini berdasarkan pada teknologi pertemuan p-n
semikonduktor. Pada diode p-n, arus mengalir dari sisi tipe-p (anode) menuju sisi
tipe-n (katode), tetapi tidak mengalir dalam arah sebaliknya.

Dioda mempunyai dua elektrode aktif dimana isyarat listrik dapat mengalir, dan
kebanyakan diode digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. Dioda
varikap (VARIable CAPacitor/kondensator variabel) digunakan sebagai kondensator
pengendali tegangan.

Sifat kesearahan yang dimiliki sebagian besar jenis diode seringkali disebut
karakteristik menyearahkan. Fungsi paling umum dari diode adalah untuk
memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar
maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur).
Karenanya, diode dapat dianggap sebagai versi elektronik dari katup pada transmisi
cairan.

Dioda sebenarnya tidak menunjukkan kesearahan hidup-mati yang sempurna (benar-


benar menghantar saat panjar maju dan menyumbat pada panjar mundur), tetapi
mempunyai karakteristik listrik tegangan-arus taklinier kompleks yang bergantung
pada teknologi yang digunakan dan kondisi penggunaan. Beberapa jenis diode juga
mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan.

2
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

Diode adalah komponen yang bergantung pada polaritas, yang dapat dipasang bias
arah maju (forward biased) atau arah balik (reverse biased). Diode dikatakan
dikatakan bias maju, jika tegangan anoda (material P) dibuat lebih positif dari pada
katoda (material N). arus akan mengalir dengan mudah malalui diode. Sebaliknya,
dibias balik jika anoda dibuat lebih negative dari katoda.

Anoda Katoda A K
Symbol Dioda Struktur Dioda
Gambar 2.2 Simbol dan struktur diode
Beberapa parameter diode dapat ditentukan dari kurva karakteristik Vf-If-nya.
Tegangan hidup Vt dapat diperoleh denagn memperpanjang bagian-bagian linear dari
kurva karakteristik bias maju ssampai memotong positi sumbu tegangan. Tegangan
hidup adalah tegangan minimum yang diperluka pada diode untuk mengatasi
tegangan difusi pada sambungan (junction) diode.
𝑉𝑓
Resistansi statis : 𝑅𝑠 = (𝑏𝑖𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑗𝑢)
𝐼𝑓

⬚𝑉𝑓
Resistansi dinamis, : 𝑟𝑑 = ⬚𝐼𝑓

I (if)

Dif if

if vf

Vt vfV(Vf) Dvf
Gambar 2.3 Karakteristik bias maju

Penerapan diode. Hampir semua peralatan elektronika memerlukan sumber arus


searah. Penyearah digunakan untuk mendapatkan arus searah dari suatu arus bolak-
balik. Arus atau tegangan tersebut harus benar-benar rata tidak boleh berdenyut-
denyut agar tidak menimbulkan gangguan bagi peralatan yang dicatu.
Dioda sebagai salah satu komponen aktif sangat popular digunakan dalam rangkaian

3
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

elektronika, karena bentuknya sederhana dan penggunaannya sangat luas. Ada


beberapa macam rangkaian dioda, diantaranya: penyearah setengah gelombang
(Half-Wafe Rectifier), penyearah gelombang penuh (Full-Wave Rectifier), rangkaian
pemotong (Clipper), rangkaian penjepit (Clamper) maupun pengganda tegangan
(Voltage Multiplier).

4
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

BAB III
METODE PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan


Tabel 3.1 Alat dan Bahan

No Alat dan Bahan Jumlah Satuan


Sumber tegangan
1. - DC variabel 1 Buah
- AC variabel 1 Buah
2. Multimeter 2 Buah
3. Osiloskop 2 saluran 1 Buah
Resistor
4. 1 Buah
- 10 Ω, 11 W
Dioda
5. - Silikon IN 4007 1 Buah
- Germanium, AA118
7. Papan percobaan 1 Buah
8. Probe 2 Buah
9. Kabel Penghubung/jumper 16 Buah

B. Gambar Rangkaian Percobaan

A
If

+ 10 V

V Vf

Gambar 3.1 Rangkaian Bias Maju

5
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

If
+ 10 V

V Vf

Gambar 3.2 Rangkaian Bias Mundur

I
+ 10 V

Vf

GND
-

Y
Gambar 3.3 Rangkaian Sebagai Penyearah

6
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

C. Prosedur Percobaan

1. Percobaan Bias Maju dan Mundur Dioda

Mengambil
komponen pada
tenisi

Mengecek
alat dan
bahan

Buat Buat
rangkaian rangkaian
bias maju bias mundur
seperti seperti
gambar 3.1. gambar 3.2

Ukur Vf dan If Ukur Vr dan Ir

Masukkan hasil Masukkan hasil


pengukuran pada pengukuran pada
data sementara data sementara

Rapikan Alat

Gmabar 3.4 Percobaan Bias Maju dan Mundur Dioda

7
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

2. Percobaan Pengukuran Karaktersitik Dioda

Mengambil
komponen pada
teknisi

Buat
rangkaian
seperti
gambar 3.3

Dioda yang Dioda yang


digunakan digunakan
adalah dioda adalah dioda
germanium silikon

Hidupkan osiloskop
pada operasi X-Y/DC

Naikkan tegangan
secara perlahan

Lukis pada kertas


grafik

Rapikan alat

8
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

D. Analisa Perhitungan

1. Arus bias maju


Vf + VD
If =
R
Ket :
If = arus bias maju (mA) (1)
Vf = tegangan bias maju (V)
VD = tegangan dioda V)
R = resistansi (Ω)
2. Resistansi statis
𝑉𝑓
RS =
𝐼𝑓
Ket :
(2)
RS= resistansi statis (Ω)
Vf = tegangan bias maju (V)
If = arus bias maju (mA)
3. Resisitansi dinamis
∆V𝑓
RD =
∆I𝑓
Ket :
(3)
RD = resistansi dinamis (Ω)
∆Vf = perubahan tegangan bias maju (V)
∆If = perabuhan arus bias maju (mA)
4. Error
𝑇−𝑀
𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟 (%) = 𝑥100%
𝑇
Ket :
(4)
T = Theory(perhitungan)
M = Measurement (pengukuran)

9
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

BAB IV
DATA DAN HASIL PERCOBAAN

A. Data Percobaan
1. Dioda Germanium
Tabel 4.1 Data hasil percobaan dioda Germanium
No Bias Maju Bias Balik
Vf (V) If(mA) Vf (V) Vinput If (mA)
1. 0,1 0,0004 1 1 0,005
3. 0,2 0,0007 2 2 0,098
4. 0,3 0,0014 3 3 0,0252
5. 0,4 0,0018 4 4 0,2017
6. 0,5 0,0024 4,6 5 2,83
7. 0,6 0,007 4,8 6 11,70
8. 0,7 0,52 4,8 7 21,51
4,8 8 31,56
4,8 9 41,32
4,9 10 50,33
2. Dioda Silikon
Tabel 4.2 Data hasil percobaan dioda Silikon
No Bias Maju Bias Balik
Vf (V) If(mA) Vf (V) Vinput If (mA)
1. 0,1 0,0004 1 1 0,005
3. 0,2 0,0007 2 2 0,098
4. 0,3 0,0014 3 3 0,0252
5. 0,4 0,0018 4 4 0,2017
6. 0,5 0,0024 4,6 5 2,83
7. 0,6 0,007 4,8 6 11,70
8. 0,7 0,52 4,8 7 21,51
4,8 8 31,56
4,8 9 41,32
4,9 10 50,33

10
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

3. Gambar Karakteristik

a. Dioda Germanium

Gambar 4.1 Karakterristik dioda Germanium

b. Dioda Silikon

Gambar 4.2 Karakterristik dioda Silikon

11
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

BAB V
PEMBAHASAN

A. Perhitungan Hasil Praktek

1. Perhitungan Tegangan Sumber Dioda Germanium


Tegangan sumber pada dioda Germanium yang melalui tahanan 10 Ω
dengan tegangan Vf sebesar 0,4 V, dan If sebesar 0,0012 A, berdasarkan
persamaan (1) maka dapat digunakan persamaan berikut :
𝑉𝑠 = 𝑉𝑟 + 𝑉𝑓
𝑉𝑠 = (𝐼𝑓 𝑥𝑅) + 𝑉𝑓
𝑉𝑠 = (0,0012𝑥10) + 0,4
𝑉𝑠 = 0,412 𝑉
Untuk tegangan lainnya dapat digunakan cara dan rumus yang
sama. Adapun hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 5.1

Tabel 5.1 Tegangan Sumber Dioda Germanium


NO Tegangan Dioda (V) If (mA) Tegangan sumber (V)
1 0,05 0 0,05
2 0,1 0,002 0,1
3 0,15 0,005 0,15
4 0,2 0,013 0,2
5 0,3 0,053 0,3
6 0,4 1,2 0,412
7 0,7 46,6 1,166
8 0,9 290 3,8

2. Perhitungan tegangan sumber dioda silikon


Untuk menghitung tegangan sumber pada dioda silikon digunakan cara dan
rumus yang sama seperti pada dioda germanium

12
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

Adapun hasil perhitungan untuk dioda silikon, dapat dilihat pada tabel 5.2

` Tabel 5.2 Tegangan Sumber Dioda Silikon

NO Tegangan Dioda (V) If (mA) Tegangan sumber (V)


1 0,2 0 0,2
2 0,4 0,002 0,41
3 0,6 0,005 1,03
4 0,65 0,013 1,31
5 0,7 0,053 1,9
6 0,8 1,2 4,2
7 0,9 46,6 10,1
8 1,0 290 22,5

B. Grafik Percobaan
 Grafik Percobaan pada Alat Ukur
1. Grafik Percobaan Dioda Germanium pada Alat Ukur
Grafik percobaan dioda germanium pada alat ukur dapat dilihat pada
gambar 5.1

Gambar 5.1 Grafik percobaan Dioda Germanium pada Alat ukur

13
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

2. Grafik Percobaan Dioda Silikon pada Alat Ukur


Grafik percobaan dioda silikon pada alat ukur dapat dilihat pada gambar
5.2

Gambar 5.2 Grafik percobaan Dioda Silikon pada Alat ukur

 Grafik Percobaan pada Osiloskop


1. Grafik Percobaan Dioda Germanium pada Alat Ukur
Grafik percobaan dioda germanium pada osiloskop dapat dilihat pada

14
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

gambar 5.3

Gambar 5.3 Grafik percobaan Dioda Germanium pada Osiloskop


2. Grafik Percobaan Dioda Silikon pada Alat Ukur
Grafik percobaan dioda silikon pada osiloskop dapat dilihat pada gambar
5.4

Gambar 5.4 Grafik percobaan Dioda Silikon pada Osiloskop

C. Perbandingan Praktek
1. Dioda Germanium

15
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

Perbandingan praktek antara alat ukur dan osiloskop pada dioda germanium
dapat dilihat pada gambar 5.5

Gambar 5.5 Grafik Perbandingan Dioda Germanium

2. Dioda Silikon
Perbandingan praktek antara alat ukur dan osiloskop pada dioda Silikon
dapat dilihat pada gambar 5.6

Gambar 5.6 Grafik Perbandingan Dioda Silikon

D. Analisa
1. Dioda Germanium

16
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

Berdasarkan grafik pada gambar 5.5 dapat diketahui bahwa pada saat
tegangan bias maju atau vf lebih kecil dari V dioda germanium, maka arus
(If) sama dengan nol. Dimana V dioda germanium yaitu 0,3 V, apabila
tegangan sumber pada Vf sama dengan nilai tegangan dioda germanium
maka tegangan sumbernya sama, yaitu 0,3 V. Adapun tegangan bias maju
pada saat Vf lebih besar dari V dioda, maka tegangan sumbernya lebih besar
dari 0,3 dan arus If lebih besar. Sedangkan untuk bias balik, berdasarkan
karakteristik bias balik diketahui bahwa jika polaritas dioda dibalik maka
dioda akan mengalirkan arus dalam jumlah yang sangat kecil. Sehingga
pada perhitungan arus pada dioda Germanium If dianggap nol. Adapun arus
(If) terbesar pada alat ukur adalah 290 mA sedangkan pada osiloskop
sebesar 1,9 A. Perbedaan ini terjadi karena disebabkan beberapa faktor
presisi dari alat ukur maupun dari dioda itu sendiri.

2. Dioda silikon
Berdasarkan grafik pada gambar 5.6 dapat diketahui bahwa pada saat
tegangan bias maju atau vf lebih kecil dari V dioda germanium, maka arus
(If) sama dengan nol tetapi hasil pada alat ukur tidak demikian karena sejak
Vf sebesar 0,4 arusnya sudah 1,98. Apabila tegangan sumber pada Vf sama
dengan nilai tegangan dioda germanium maka tegangan sumbernya sama,
yaitu 0,7 V. Adapun tegangan bias maju pada saat Vf lebih besar dari V
dioda, maka tegangan sumbernya lebih besar dari 0,7 dan arus If lebih besar.
Sedangkan untuk bias balik, berdasarkan karakteristik bias balik diketahui
bahwa jika polaritas dioda dibalik maka dioda akan mengalirkan arus dalam
jumlah yang sangat kecil. Sehingga pada perhitungan arus pada dioda
Silikon If dianggap nol. Adapun arus (If) terbesar pada alat ukur adalah 2150
mA sedangkan pada osiloskop sebesar 1800 mA. Perbedaan ini terjadi
karena disebabkan beberapa faktor presisi dari alat ukur maupun dari dioda
itu sendiri.

17
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

BAB VI
JAWABAN PERTANYAAN

Soal
Analisislah karakteristik V – I dan tentukan :
a. Tegangan hidupnya, Vt
b. Resistansi statisnya, RS
Pada bias maju, If = 9 mA
Pada bias balik, Vr = 10 V
c. Resistansi dinamisnya, RD
Solusi
a. Tabel 6.1 Tegangan hidup dioda Germanium dan Silikon
Dioda Germanium Dioda Silikon
Teori Praktik Teori Praktik

0,3 0,5 0,7 0,6

b. Besar resistansi statis baik pada bias maju dan bias balik secara teori dapat
dilihat hasilnya pada tabel 5.2
c. Besar resistansi dinamis baik pada bias maju dan bias balik secara teori dapat
dilihat hasilnya pada tabel 5.3
Soal
Buatlah perbandingan parameter dioda Germanium dengan dioda Silikon yang telah
diperoleh.
Solusi
Perbandingan parameter dioda Germanium dan Silikon dapat dilihat berdasarkan
karakteristik dioda yang dapat dibuktikan menggunakan grafik yang dibuat
berdasarkan data percobaan yang diperoleh, kemudian dibandingkan dengan yang
tampil pada layar osiloskop sehingga diperoleh perbedaan yang diakibatkan oleh
beberapa faktor. Berikut adalah gambar kurva parameter dioda Germanium dan
dioda Silikon berdasarkan teori.

18
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

Gambar 6.1 karakteristik dioda

19
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Setelah melaksanakan praktikum karakteristik dioda maka dapat disimpulkan
1. Praktikan dapat mengukur karakteristik tegangan dan arus masing-masing
dioda, V-I diode germanium dan diode silicon.
2. Praktikan dapat menentukan tegangan hidup (threshold voltage) Vt
3. Praktikan dapat menghitung resistansi statis, RS dan resistansi dinamis, RD
4. Praktikan dapat menggunakan osiloskop untuk menampilkan karakteristik
V-I dioda secara langsung, baik diode germanium maupun diode silicon
sehingga dapat diketahui Vt, Rs, Rd dan lainnya.
5. Praktikan dapat membandingkan parameter diode germaniuim dengan diode
silicon. Berdasarkan hasil praktik, dieroleh nilai Vf pada diode germanium
sebesar 0.7 volt, sedangkan pada diode silicon sebesar 0.65 volt. Meski
hanya berbeda sedemikian kecil, menunjukkan bahwa masih terdapat factor
error dalam praktikum, baik dari human error maupun peralatan
B. Saran
1. Pastikan dengan baik langkah-langkah pengukuran pada job sheet.
2. Pelajari dan pahami terlebih dahulu tentang alat dan komponen-komponen
yang akan dipergunakan pada praktikum.
3. Berhati-hati dalam proses pengukuran karena dapat mengakibatkan anggota
badan terkena sengatan listrik.
4. Pastikan alat dan komponen yang dipergunakan dalam kondisi baik.
5. Praktikan haruslenuh teliti, apabila peralatan sangat panas maka jangan
paksakan untuk memakainya
6. Gunakan alat-alat keselamatan kerja seperti sepatu tertutup untuk
menghindari kecelakaan kerja.

20
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

DAFTAR PUSTAKA

LAB.Pengukuran Dasar Program Studi Teknik Listrik, 2015, Karakteristik Dioda,


Makassar : Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Hamdani . 2016. JobsheetLaboratoriumPengukuranDasar. Makassar:


PoliteknikNegeri Ujung Pandang

19
Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik 2016

LAMPIRAN – LAMPIRAN

20