Anda di halaman 1dari 3

PENGAMBILAN SPESIMEN

No. Kode :
Ditetapkan oleh
Terbitan : Kepala UPT
No. Revisi : Puskesmas Tinewati
SPO
Tgl. Mulai Berlaku : 2 Januari 2017
Halaman : 1/3
UPT PUSKESMAS dr. Hj. Saidah, MH.Kes
TINEWATI NIP. 19710801 200212 2 005

PENGERTIAN Pengambilan spesimen merupakan suatu tindakan yang dilakukan


laboratorium dalam melakukan prosedur pengambilan spesimen cairan
tubuh untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan pelayanan
pengambilan spesimen bagi petugas laboratorium
KEBIJAKAN Kebijakan Kepala Puskesmas Nomor tahun , tentang
permintaan pemeriksaan, penerimaan pasien, pengambilan dan
penyimpanan spesimen
REFERENSI - Permenkes RI Nomor 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan
Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat.
- Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang Benar (Good
Laboratory Practise) Depkes RI tahun 2008
PROSEDUR/ A. Pengambilan Darah Vena
LANGKAH-LANGKAH Tenangkan pasien dalam keadaan duduk atau berbaring
1. Letakan lengan pasien pada bantalan dengan telapak tangan
menghadap ke atas
2. Kemudian lengan di atas sikut diikat cukup erat menggunakan
torniquet untuk membendung aliran darah, tetapi tidak boleh
terlalu kencang sebab dapat merusak pembuluh darah
3. Pasien disuruh menepal dan membuka tangannya beberapa
kali untuk mengisi pembuluh darah
4. Dalam keadaan tangan pasien mengepal, ujung telunjuk
petugas mencari lokasi pembuluh darah yang akan ditusuk
5. Bersihkan lokasi yang akan ditusuk menggunakan alkohol
swab dan biarkan kering
6. Pegang spuit/holder dengan tangan kanan dan ujung telunjuk
pada pangkal jarum
7. Tegangkan kulit dengan jari telunjuk dan ibu jari kiri di atas
pembuluh darah supaya pembuluh darah tidak bergerak,
kemudian tusukan jarum dengan sisi miring menghadap ke
atas dan membentuk sudut ± 30o
8. Jarum dimasukan sepanjang pembuluh darah 1 – 1,5 cm atau
sampai darah terlihat keluar di ujung jarum. Kepalan tangan
dibuka
9. Lepaskan atau regangkan torniquet secara perlahan-lahan.
Tarik hisap spuit/tabung vakum sampai sejumlah darah yang
dikehendaki
10. Taruh kapas kering di ujung jarum, kemudian jarum ditarik
11. Plester luka tusukan tepat di atas kapas tersebut
12. Alirkan darah dai spuit ke dalam tabung melalui dinding
tabung agar eritrosit tidak pecah

B. Pengambilan Darah Kapiler


1. Tentukan lokasi pengambilan darah
a. Pada orang dewasa biasanya di ujung jari manis atau jari
tengah pada lengan kiri
b. Pada bayi/anak dapat dilakukan pada bagian tumit atau ibu
PENGAMBILAN SPESIMEN
No. Kode :
Ditetapkan oleh
Terbitan : Kepala UPT
No. Revisi : Puskesmas Tinewati
SPO
Tgl. Mulai Berlaku : 2 Januari 2017
Halaman : 1/3
UPT PUSKESMAS dr. Hj. Saidah, MH.Kes
TINEWATI NIP. 19710801 200212 2 005

jari kaki dibagian pinggir


2. Bersihkan lokasi yang akan ditusuk menggunakan alkohol
swab dan biarkan kering
3. Pegang bagian yang akan ditusuk supaya tidak bergerak dan
tekan sedikit supaya rasa nyeri sedikit berkurang
4. Tusuk ujung jari tegak lurus terhadap sidik jari, lakukan
dengan cepat menggunakan autoklik
5. Buang tetes darah pertama keluar dengan memakai kapas
kering. Tetes darah berikutnya dapat digunakan langsung
untuk pemeriksaan atau ditampung ke dalam tabung
6. Tutup luka tusukan dengan kapas kering dan plester

C. Pengambilan Urine
1. Pengambilan urine dapat dilakukan pada pagi hari, sewaktu
atau ditampung selama 24 jam
2. Pada urine pagi atau sewaktu, yang ditampung pada wadah
adalah urine tengah, yaitu urine yang pertama dibuang
3. Wadah urine terbuat dari plastik,bersih dan kering, mudah
dibuka tutup dan bermulut lebar

D. Pengambilan Feses
1. Petugas memberi label identitas dalam wadah penampung
feses
2. Petugas memberikan penjelasan kepada pasien untuk buang
air kecil terlebih dahulu karna feses tidak boleh tercampur
dengan urin
3. Petugas menginstruksikan kepada pasien untuk buang air
besar langsung ke wadah penampung feses (kira-kira 2,5 gr)
dan pasien menutup rapat wadah penampung feses
4. Pasien menyerahkan wadah penampung feses tersebut ke
petugas lab

E. Pengambilan Sputum
1. Pengambilan spesimen sputum dilakukan secara SPS
2. Daha pertama dikeluarkan saat pasien datang ke laboratorium
(dahak sewaktu=S)
3. Dahak hari kedua dikeluarkan saat pagi hari setelah pasien
bangun tidur (dahak pagi=P)
4. Dahak selanjutnya dikeluarkan saat pasien kembali lagi ke
laboratorium (dahak sewaktu=S)
5. Petugas menilai kelayakan spesimen yang sudah diambil
sesuai jenis pemeriksaan
6. Petugas memberikan label identitas pada spesimen yang
sudah diambil

F. Pengambilan Sekret
Sekret Uretra
PENGAMBILAN SPESIMEN
No. Kode :
Ditetapkan oleh
Terbitan : Kepala UPT
No. Revisi : Puskesmas Tinewati
SPO
Tgl. Mulai Berlaku : 2 Januari 2017
Halaman : 1/3
UPT PUSKESMAS dr. Hj. Saidah, MH.Kes
TINEWATI NIP. 19710801 200212 2 005

1. Pasien diberi penjelasan mengenai tindakan yang akan


dilakukan
2. Petugas mengenakan sarung tangan
3. Bagi yang tidak disirkumsisi, preputium ditarik ke arah pangkal
4. Bersihkan sekitar lubang kemaluan dengan NaCl fisilogis steril,
kemudian sekret dikeluarkan dengan menekan atau mengurut
uretra dari pangkal ke ujung
5. Sekret yang dikeluarkan diambil menggunakan lidi kapas steril
atau sengkelit
Sekret Vagina
1. Pasien diberu penjelasan mengenai tindakan yang akan
dilakukan
2. Pasien dalam posisi menungging
3. Petugas mengenakan sarung tangan
4. Masukan lidi kapas sedalam 3 cm ke dalam saluran anal, putar
balik beberapa detik untuk mendapatkan sekret dari crypta di
dalam lingkar anal

DIAGRAM ALIR
UNIT TERKAIT - Rawat Inap
- Rawat Jalan
- PONED
DOKUMEN TERKAIT - Formulir Permintaan Pemeriksaan Laboratorium
- Buku Register Laboratorium

REKAMAN
NO YANG DIUBAH ISI PERUBAHAN TGL MULAI
DIBERLAKUKAN
HISTORI
PERUBAHAN