Anda di halaman 1dari 13

A.

Ciri-Ciri Kingdom Animalia


Anggota kingdom animalia memiliki ciri-ciri yang yang membedakannya dengan kingdom-
kingdom lain, seperti:
Hewan merupakan organisme eukariotik multiseluler.
Bersifat heterotrofik, berbeda dengan tumbuhan yang bisa memproduksi makanan sendiri lewat
fotosintesis (autotrof), hewan tidak bisa memproduksi makanan sendiri sehingga akan memakan
bahan organik yang sudah jadi.
Tidak memiliki dinding sel, komponen terbesar sel hewan tersusun atas protein struktural
kolagen.
Memiliki jaringan saraf dan jaringan otot sehingga bisa aktif bergerak (bersifat motil).
Sebagian besar bereproduksi secara seksual.
Siklus hidup didominasi oleh bentuk diploid (2n).

A. Struktur Tubuh Animalia


Dalam klasifikasi kingdom animalia, paling tidak ada dua ciri yang membedakan struktur
tubuh suatu hewan. Dua ciri tersebut antara lain berdasarkan simetri tubuh dan lapisan tubuh.

1. Simetri tubuh
Berdasarkan simetri tubuhnya, hewan dapat dibedakan menjadi hewan yang memiliki simetri
tubuh bilateral dan hewan yang memiliki simetri tubuh radial.
Simetri Bilateral, adalah hewan yang bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan bagian
lainnya. Jika diambil garis memotong dari depan ke belakang, maka akan terlihat bagian tubuh
tubuh yang sama antara kiri dan kanan. Hewan yang bersimetri bilateral selain memiliki sisi
puncak (oral) dan sisi dasar (aboral), juga memiliki sisi atas (dorsal) dan sisi bawah (ventral), sisi
kepala (anterior) dan sisi ekor (posterior), serta sisi samping (lateral).

Simetri Radial, adalah hewan yang memiliki lapisan tubuh melingkar (bulat). Hewan dengan
simetri radial hanya memiliki dua bagian, yaitu bagian puncak (oral) dan bagian dasar
(aboral).Hewan yang bersimetri radial disebut sebagai radiata, hewan yang termasuk dalam
kelompok ini antara lain porifera, cnidaria, dan echinodermata.

2. Lapisan Tubuh
Dalam perkembangannya menjadi individu dewasa, hewan akan membentuk lapisan tubuh.
Berdasarkan jumlah lapisan tubuhnya, hawan dikelompokkan menjadi diploblastik dan
tripoblastik.
Hewan Diploblastik, adalah hewan yang memiliki dua lapis sel tubuh. Lapisan terluar disebut
dengan ektoderma, sedangkan lapisan dalam disebut dengan endoderma.Contoh dari hewan
diploblastik adalah cnidaria.

Hewan Triploblastik, adalah hewan yang memiliki tiga lapis sel tubuh. Lapisan terluar disebut
eksoderma, lapisan tengah disebut mesoderma, dan lapisan dalam disebut endoderma.
Ektoderma akan berkembang menjadi epidermis dan sistem saraf, mesoderma akan berkembang
menjadi kelenjar pencernaan dan usus, sedangkan endoderma akan berkembang menjadi jaringan
otot.

3. Rongga Tubuh (selom)


Hewan triploblastik masih dapat diklasifikasikan lagi berdasarkan rongga tubuh (selom) yang
dimilikinya. Rongga tubuh pada hewan sendiri dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
aselomata, pseudoselomata, dan selomata.
Aselomata, adalah hewan bertubuh padat yang tidak memiliki rongga antara usus dengan tubuh
terluar.Hewan yang termasuk aselomata adalah cacing pipih (Platyhelmintes).

Pseudoselomata, adalah hewan yang memiliki rongga dalam saluran tubuh


(pseudoselom).Rongga tersebut berisi cairan yang memisahkan alat pencernaan dan dinding
tubuh terluar.Rongga tersebut tidak dibatasi jaringan yang berasal dari mesoderma.Hewan yang
termasuk pseudoselomata adalah Rotifera dan Nematoda.
Selomata, adalah hewan berongga tubuh yang berisi cairan dan mempunyai batas yang berasal
dari jaringan mesoderma.Lapisan dalam dan luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga
dan menghubungkan dorsal dengan ventral membentuk mesenteron.Mesenteron berfungsi
sebagai penggantung organ dalam.Selomata sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
protoselomata dan deutroselomata. Contoh hewan yang termasuk protoselomata antara lain
Mollusca, Annelida, dan Arthropoda. Sedangkan hewan yang termasuk dalam deutroselomata
antara lain Echinodermata dan Chordata.

B. KLASIFIKASI KINGDOM ANIMALIA


1. Porifera (hewan berpori).
A. Ciri-Ciri Porifera
Merupakan hewan multiseluller (bersel banyak).Belum mempunyai organ pencernaan,
sistem peredaran darah , sistem saraf, dan otot; namun sel-sel tubuhnya dapat mengindra
dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan.
Mempunyai dua fase kehidupan, yaitu saat hidup berenang bebas (fase larva) dan saat
berbentuk sesil yang hidup menetap di dasar perairan (fase dewasa).
Merupakan hewan diploblastik yang memiliki dua lapis sel pembentuk tubuh, yaitu
ektoderma (lapisan luar dan endoderma (lapisan dalam).Bentuk tubuh hewan ini ada yang
seperti piala, jambangan, terompet, dan bercabang-cabang seperti tumbuhan.
Habitat utama di perairan (terutama di laut).

B. Struktur Tubuh Porifera


Pada bagian tengah tubuh porifera, terdapat spongosol (paragaster).Spongosol adalah
ruangan yang berfungsi sebagai saluran air.Pada bagian atas spongosol terdapat oskulum,
yitu lubang besar yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air.
Dari luar ke dalam, porifera tersusun atas tiga lapisan dinding tubuh, yaitu epidermis
(lapisan terluar), mesoglea (lapisan pembatas), dan endodermis (lapisan dalam).

Epidermis, adalah lapisan terluar tubuh porifera.Lapisan ini tersusun oleh sel-sel
epitelium pipih yang disebut dengan pinakosit. Beberapa sel ini membentuk lubang kecil
(ostium) tempat masuknya air .Pada ostium, terdapat porosit yang berfungsi untuk
mengendalikan buka atau tutupnya ostium.

Mesoglea, adalah lapisan yang berupa gelatin.Lapisan ini merupakan pembatas antara
lapisan dalam (endodermis) dengan lapisan luar (epidermis).Mesoglea mengandung dua
macam sel, yaitu sel ameboid dan skleroblas.Sel-sel ameboid berfungsi sebagai
pengangkut makanan dan zat-zat sisa metabolisme dari satu sel ke sel yang
lainnya.Sedangkan sel skleroblas berfungsi untuk membentuk spikula.Spikula merupakan
duri-duri berfungsi sebagai penguat dinding yang lunak.

Endodermis, adalah lapisan dalam tubuh porifera.Lapisan ini terdiri dari sel-sel leher
(koanosit) yang memiliki flagela dan berfungsi untuk mencerna makanan.

C. Sistem Pencernaan Porifera

Proses pencernaan pada porifera berlangsung pada bagian endodermis. Pada bagian ini,
flagel yang terdapat pada koanosit akan bergerak-gerak sehingga menyebabkan air yang
membawa oksigen dan makanan berupa plankton akan mengalir dari ostium masuk
masuk ke spongosol lalu masuk ke oskulum. Makanan ini lalu akan dicerna di dalam
vakuola makanan. Setelah dicerna, sari-sari makanan diangkut oleh sel-sel amebosit
untuk diedarkan keseluruh tubuh. Sedangkan sisa-sisa makanan yang sudah tak terpakai
lagi akan dikeluarkan oleh sel-sel leher (koanosit) melalui spongosol sebelum akhirnya
keluar dari tubuh melalui oskulum.
D. Sistem Reproduksi Porifera
Pada hewan porifera, reproduksi dapat berlangsung melalui dua cara, yaitu reproduksi
secara seksual dan aseksual.
Reproduksi secara seksual, yaitu reproduksi yang terjadi saat sel sperma bersatu dengan
sel ovum. Pada dasarnya, porifera bersifat hemafrodit karena ovum dan sperma dapat
dihasilkan oleh satu individu yang sama. Namun sperma tidak akan dapat membuahi
sendiri ovum yang terdapat dalam tubuhnya sendiri, sehingga pembuahan hanya akan
dapat terjadi antara sperma dan sel telur antar individu yang berbeda.

Reproduksi secara aseksual, yaitu reproduksi yang terjadi tanpa proses pembuahan
sperma pada ovum. Reproduksi aseksual pada hewan porifera dapat terjadi melalui dua
cara, yaitu dengan cara pembentukan kuncup dan gemula (kuncup dalam). Gemula
adalah butir benih yang diproduksi oleh porifera di lingkungan yang tak menguntungkan,
misalnya terlalu dingin atau terlalu panas.

E. Sistem Sirkulasi Air Porifera


Sistem kanal atau saluran air pada porifera dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
ascon, sycon, dan leucon.

Ascon, adalah tipe sistem saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya langsung
terhubung lurus ke spongosol.
Sycon, pada tipe saluran ini air akan masuk ke dalam ostium lalu melewati saluran-
saluran bercabang sebelum masuk ke dalam spongosol. Saluran bercabang ini biasanya
dilapisi oleh koanosit.
Leucon, adalah tipe saluran air yang ostiumnya dihubungkan dengan rongga-rongga
bercabang yang tidak terhubung langsung menuju spongosol.
Jenis-jenis saluran air porifera
(arahkan kursor ke gambar untuk memperbesar)
F. Klasifikasi Porifera
Terdapat tiga kelas yang dapat diklasifikasikan ke dalam filum porifera, yaitu kelas
Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongiae.
Calcarea, merupakan kelas porifera yang memiliki spikula dari zat kapur. Contoh spesies
calcarea antara lain Sycon sp. dan Clathrinasp yang biasa hidup di daerah laut dangkal.
Hexactinellida, memiliki spikula yang tersusun atas zat kersik (silikat). Contoh spesies
dari kelas hexactinellida antara lain Pheronema sp. dan Euplectella sp. yang hidup di laut
dalam.
Demospongiae, merupakan porifera bertulang lunak dengan spikula yang tersusun dari
zat kersik. Contoh spesies dari kelas demospongiae antara lain Euspongia sp., Spongila
sp., dan Callyspongia sp.

G. Peranan Porifera Bagi Manusia


Tubuh porifera biasanya dimanfaatkan manusia sebagai alat penggosok badan atau
perabotan.Selain itu porifera juga banyak digunakan sebagai hisan akuarium. Porifera
kadang juga merugikan bagi manusia karena hidup melekat pada kulit tiram, sehingga
kualitas tiram yang dihasilkan oleh peternakan akan berkurang.

2. Cnidaria (hewan berongga).


A. Ciri-Ciri Coelenterata
Terdapat sekitar 10.000 spesies Coelenterata yang sebagian besar hidup di laut.
Sebagian hidup secara soliter, sedangkan sebagian lain hidup berkoloni.
- Memiliki simetri radial.
- Memiliki rongga gastrovaskuler yang berfungsi untuk mencerna makanan.
- Tubuhnya hanya memiliki satu lubang bukaan yanh berfungsi sebagai mulut
sekaligus anus.
- Merupakan hewan diploblastik.
- Mempunyai tentakel yang berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam mulut.
- Tentakel dilengkapi dengan sel penyengat yang disebut dengan knidosit (cnidoblast).
- Memiliki dua bentuk tubuh, yaitu polip dan medusa.

B. Struktur Tubuh Coelenterata


Coelenterata merupakan diploblastik, hewan ini mempunyai dua lapis sel yaitu ektoderm
yang merupakan lapisan sel luar dan endoderm yang merupakan lapisan
dalam.Coelenterata memiliki dua bentuk tubuh, yaitu polip dan medusa.Pada bentuk
polip (seperti tabung), coelenterata memiliki mulut di bagian dorsal yang dikelilingi oleh
tentakel.Sedangkan pada bentuk medusa yang berbentuk seperti cakram, mulut
coelenterata terletak di bagian bawah (oral) dan tubuhnya dikelilingi oleh tentakel.

C. Reproduksi Coelenterata
Coelenterata dapat bereproduksi baik dengan cara generatif (seksual) maupun vegetatif
(aseksual). Reproduksi secara generatif terjadi saat sel sperma jantan membuahi sel telur
(ovum) betina. Sedangkan perkembangbiakan secara aseksual berlangsung dengan cara
pembentukan tunas pada sisi tubuh coelenterata yang akan tumbuh menjadi individu baru
setelah lepas dari tubuh induknya.

Beberapa jenis coelenterata juga mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), yaitu


perkembangbiakan seksual yang diikuti oleh perkembangbiakan aseksual pada satu generasi.
Pada coelenterata jenis ini, tubuh akan memiliki bentuk polip pada satu fase hidupnya, kemudian
berbentuk medusa pada tahap selanjutnya.

D. Klasifikasi Coelenterata
Coelenterata terdiri dari tiga kelas utama, yaitu Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa.
Hydrozoa
Beberapa jenis hidrozoa mengalami dua siklus hidup yaitu tahap polip yang aseksual dan
tahap medusa yang seksual.Contohnya adalah spesies Obelia sp. Ada pula yang selama
hidupnya hanya berbentuk polip saja, misalnya Hydra.

Sebagian besar hydra hidup di perairan secara soliter (sendiri-sendiri).Pada ujung tubuh
hydra terdapat mulut yang dilengkapi oleh tentakel yang berfungsi untuk menangkap
makanan.Tentakel-tentakel ini dilengkapi dengan sel knidosit yang mengandung
nematosista, yaitu racun berbentuk sengat untuk memburu mangsa.Hydra dapat
bereproduksi secara seksual maupun aseksual.Perkembangbiakan seksual terjadi saat sel
sperma jantan membuahi sel telur betina. Sedangkan perkembangbiakan aseksual terjadi
dengan tunas (kuncup) yang tumbuh di sisi tubuh hydra yang nantinya akan tumbuh
menjadi individu baru.

- Scyphozoa
Contoh spesies yang termasuk dalam kelas ini adalah Aurelia aurita (ubur-
ubur).Hewan ini memiliki bentuk seperti mangkuk, kadang mempunyai tubuh
berwarna namun ada beberapa spesies yang tubuhnya transparan.Tubuh Scyphozoa
dilengkapi dengan tentakel yang mempunyai sel penyengat.Seluruh spesies
Scyphozoa hidup di perairan, baik tawar maupun laut.
- Anthozoa
Memiliki ciri-ciri khusus yaitu tubuh yang menyerupai bunga.Contoh spesies yang
termasuk dalam kelas ini adalah Metridium (anemon laut). Anthozoa hidup sebagai
polip, salah satu ujung tubuhnya mempunyai mulut yang dikelilingi tentakel lengkap
dengan penyengatnya, sedangkan ujung yang lain merupakan bagian tubuh yang
berfungsi untuk melekatkan diri pada dasar perairan.

E. Peran Coelenterata Bagi Manusia


Beberapa jenis cerlenterata dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik bahkan
bisa diolah menjadi agar-agar. Sebagian lain membentuk terumbu karang yang bisa
menahan gelombang. Beberapa spesies coelenterata juga memberikan pemandangan
indah di dasar lautan dengan warna dan bentu mereka yang unik.
3. Platyhelmintes (cacing pipih).
A. Ciri-Ciri Platyhelminthes
- Mempunyai bentuk tubuh pipih.
- Tidak mempunyai rongga tubuh (selom).
- Simetris bilateral, tubuh triploblastik.
- Pencernaan dengan gastrovaskuler.
- Bernapas dengan seluruh permukaan tubuh.
- Tidak memiliki sistem peredaran darah.
- Mempunyai ganglion sebagai sistem syaraf.
- Memiliki sel api sebagai alat ekskresi.
- Pada umumnya bersifat hemafrodit, yang artinya terdapat dua jenis alat kelamin yaitu
jantan dan betina dalam satu individu namun jarang terjadi pembuahan sendiri.

B. Struktur Tubuh Platyhelminthes


Platyhelminthes mempunyai tubuh berbentuk pipih tanpa ruas-ruas yang dapat dibagi
menjadi bagian anterior (kepala), posterior (ekor), dorsal (punggung), ventral (daerah
yang berlawanan dengan dorsal), dan lateral (bagian samping tubuh). Platyhelmintes
memiliki tubuh dengan simetri bilateral, hewan ini merupakan triploblastik yang tersusun
atas tiga lapisan jaringan yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah), dan
endoderm (lapisan dalam).

C. Klasifikasi Platyhelminthes
Platyhelminthes dibagi menjadi empat kelas, yaitu Turbellaria (cacing berambut getar),
Trematoda (cacing isap), Cestoda (cacing pita), dan monogenea.

1. Turbellaria (Cacing Berambut Getar)


Planaria sp. adalah salah satu contoh spesies yang termasuk dalam kelas Turbellaria.
Cacing ini bersifat karnivor dan hidup bebas di perairan seperti di sungai, kolam, atau
danau.Planaria memiliki panjang tubuh antara 5-25 mm. Hewan ini bergerak dengan
silia yang terdapat pada bagian epidermis tubuhnya.

Planaria memiliki sistem pencernaan yang masih sangat sederhana yang terdiri dari
mulut, faring, dan rongga gastrovaskuler (usus). Hewan ini tidak memiliki anus
sehingga sisa-sisa makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan kembali melalui
mulut.

Planaria mengeksresikan sisa metabolisme tubuh yang berupa nitrogen melalui


permukaan tubuhnya yang dilangkapi oleh sel api. Cacing ini memiliki sistem saraf
yang berpusat di ganglia pada bagian kepala yang kemudian bercabang-cabang
membentuk sistem syaraf tangga taali.Planaria dapat bereproduksi secara seksual
maupun aseksual.Perkembangbiakan secara seksual terjadi saat sel sperma membuahi
sel telur betina. Planaria bersifat hemafrodit, sehingga tak akan pernah tejadi
pembuahan sendiri. Reproduksi planaria secara aseksual terjadi melalui proses
fragmentasi atau memotong diri. Setiap potongan tubuh akan beregenerasi sehingga
akan membentuk individu baru.

2. Trematoda (Cacing Isap)


Semua anggota kelas ini bersifat parasit yang hidup di dalam tubuh hewan maupun
manusia. Cacing ini mempunyai alat hisap (sucker) yang terdapat pada bagian mulut
atau ventral tubuhnya yang dilengkapi dengan gigi kitin.Permukaan tubuh trematoda
tidak dilengkapi dengan silia namun mempunyai kutikula untuk mempertahankan diri.

Contoh spesies anggota trematoda adalah Fasciola hepatica (cacing hati). Cacing ini
mempunyai bentuk tubuh yang mirip seperti daun dengan ukuran panjang 2-5 cm dan
lebar 1 cm. Fasciola hepatica hidup sebagai parasit di dalam kantong empedu hati
ternak. Saluran pencernaan cacing ini terdiri atas mulut yang terdapat di bagian ujung
anterior dilengkapi dengan alat hisap bergigi kitin untuk melekatkan diri.

3. Cestoda (Cacing Pita)

Cacing pita memiliki ciri khusus berupa bentuk tubuhnya yang pipih dan memanjang
seperti pita. Cacing jenis ini tidak mempunyai saluran pencernaan karena sari-sari
makanan akan langsung bisa diserap melalui permukaan tubuhnya. Tubuh Cestoda
terdiri dari ruas-ruas yang disebut dengan proglotid.Setiap proglotid pada cacing pita
mempunyai sistem reproduksi dan ekskresinya sendiri, oleh karena itulah cacing pita
dianggap sebagai koloni individu.
Contoh cacing pita antara lain adalah Taenia solium dan Taenia saginata. Cacing ini
adalah parasit pada tubuh manusia dengan inang perantara hewan babi dan
sapi.Cacing ini masuk kedalam tubuh sapi atau babi melalui larva Taenia .sp yang
termakan kedua hewan tersebut. Larva yang tertelan kemudian akan berada di usus
halus dan tumbuh menjadi heksakan. Larva ini kemudian akan menembus usus halus
lalu terbawa oleh aliran darah dan masuk ke dalam daging. Jika daging babi atau sapi
ini dimakan oleh manusia, maka cacing ini akan masuk dan berkembang menjadi
cacing dewasa di dalam tubuh manusia. Cacing pita dewasa dapat mencapai ukuran
panjang tubuh hingga 20 cm. Dan berikut adalah gambar ilustrasi daur hidup
Taenia .sp.

4. Monogenea
Hewan monogenea umumnya adalah parasit yang hidup pada tubuh ikan.Hewan ini
tidak memiliki rongga tubuh dan mempunyai sistem pencernaan yang sangat
sederhana berupa mulut, usus, dan lubang anus.Monogenea adalah hewan hemafrodit,
hewan ini tidak mengalami fase aseksual. Telur Monogenea yang menetas akan
mengalami fase larva yang disebut dengan onkomirasidium. Contoh spesies yang
termasuk ke dalam kelas monogenea adalah Schistosoma mansoni.

4. Nemathelmintes (cacing gilig).


A. Ciri-Ciri Umum Nemathelminthes
Cacing Nematoda disebut juga cacing gilig.Tubuh dari cacing ini gilig, tidak bersegmen,
kulitnya halus, licin, dan dilapisi oleh kutikula. Apabila dipotong tubuhnya, akan terlihat
tubuhnya bersifat bilateral simetris dan termasuk golongan hewan yang triplobastik
pseudoselomata. Memiliki sistem pencernaan sempurna dan cairan tubuh pada coelom
yang berfungsi sebagai sistem peredaran darah.Phylum Nematoda ini ditemukan di
habitat air, tanah lembap, jaringan tumbuhan serta pada cairan dan jaringan hewan
lainnya. Menurut Campbell (1998: 602), sekitar 80.000 spesies Nematoda telah diketahui.
Nematoda yang ada, jumlahnya 10 kali lipat dari nematoda yang telah diketahui.Ukuran
nematoda berkisar dari yang berukuran kurang dari 1 mm hingga lebih dari 1 m.
Nematoda ada yang hidup bebas dan juga parasit pada hewan lainnya.Nematoda
umumnya bereproduksi secara seksual.Kelamin jantan dan betinanya terpisah pada
individu yang berbeda.Ukuran tubuh betina biasanya lebih besar dari jantan.Fertilisasi
terjadi secara internal dan betina mampu menghasilkan telur sebanyak 100.000 butir atau
lebih setiap harinya.Cacing jantan umumnya lebih kecil daripada cacing betina.Terlihat
juga mulut dan anus di dalamnya juga terdapat usus, jadi sistem pencernaannya sudah
lengkap.Tahukah Anda cacing ini tidak memiliki sistem pembuluh darah dan sistem
pernapasan?Bagaimana dia melakukan pernapasan?
Contoh spesies filum ini, antara lain cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing
tambang (Ancylostoma duodenale), cacing kremi (Oxyuris vermicularis), dan cacing
filaria (Wuchereria bancrofti). Cacing gelang atau yang disebut juga cacing perut,
merupakan parasit pada usus halus manusia. Cacing dengan panjang 15 cm –35 cm ini
memiliki warna tubuh putih kekuning-kuningan, mulut di bagian anterior, dan dilengkapi
3 buah bibir. Cacing betina mampu menghasilkan sekitar 200 ribu telur dalam satu kali
pengeluaran.Telur terbawa bersama feses dan dapat masuk tubuh melalui makanan atau
telapak kaki.Dalam usus halus, telur menetas dan menjadi larva kecil.Setelah menembus
dinding usus, larva terbawa aliran darah sampai jantung dan paru-paru.Dalam paru-paru,
larva dapat mencapai trakea sehingga tertelan kembali ke usus halus dan tumbuh
dewasa.Cacing gelang ini merupakan penyebab penyakit ascariasis.Cacing tambang
hidup di usus manusia dan dapat mengisap darah dan cairan tubuh manusia.Cacing filaria
(Wuchereria bancrofti) hidup di pembuluh darah dan dapat menyebabkan penyumbatan
pembuluh getah bening yang mengakibatkan penyakit kaki gajah (elephantiasis) (Gambar
6.13).Cacing ini disebarkan oleh tusukan nyamuk Culex.

B. Perkembangbiakan Nemathelminthes
Pernahkah Anda melihat cacing tanah?Cacing tanah ada yang besar dan ada pula yang
kecil?Bila cacing tanah itu besar, berarti cacing ini adalah betina, sebaliknya bila cacing
tanah itu kecil, berarti merupakan cacing jantan. Jika Anda amati, cacing jantan ini
mempunyai bagian ekor (posterior) di dekat lubang anus yang terdapat tonjolan disebut
penial setae. Alat ini berguna untuk alat kopulasi, sedangkan cacing betina tidak
memilikinya.Dengan demikian reproduksinya hanya dilakukan secara seksual.

C. Jenis-Jenis Nemathelminthes
Selain cacing tanah yang hidup bebas dalam air dan tanah, sebagian besar cacing ini
hidup sebagai parasit pada makhluk hidup.Beberapa contohnya sebagai berikut.
a) Ciri-ciri Cacing Perut (Ascaris lumbricoides).
Cacing ini hidup sebagai parasit dalam usus manusia dan sering disebut
sebagai cacing usus atau cacing gelang, mempunyai panjang sekitar 20 cm, dengan
kedua ujungnya meruncing dan berwarna merah muda. Karena hidupnya di dalam
usus manusia, maka cacing ini mengisap sari makanan yang ada di dalam usus.
Pada penderita cacingan, kadang-kadang cacing ini akan keluar bersama feses
(kotoran manusia). Karena suhu badan penderita lebih panas, maka cacing tersebut
tidak tahan berada di dalam usus dan akan bergerak keluar, bahkan ada yang keluar
melalui kerongkongan. Telur yang telah membentuk embrio mula-mula keluar
bersama feses kemudian termakan oleh manusia bersama-sama makanan atau
minuman. Selanjutnya, akan menetas di dalam perut manusia dan larva tersebut
menuju ke dinding usus masuk dalam pembuluh darah menuju ke jantung. Dari
jantung kemudian menuju paru-paru. Larva akan bergerak ke faring/kerongkongan.
Apabila larva tersebut tertelan, maka masuk lagi ke dalam usus dan menetap hingga
menjadi dewasa.Coba Anda pikirkan bagaimana jika cacing ini sampai ke mata atau
otak? Setelah Anda mengetahui daur hidupnya, coba buatlah skema daur hidupnya
agar Anda lebih jelas dan mudah untuk mempelajarinya! Bagaimana cara kita
menghindari penyakit cacing ini? Usaha yang dapat kita lakukan adalah makan
makanan yang bersih, tertutup rapat, agar terhindar dari lalat dan debu yang
mengandung telur cacing.Selain itu, kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan
tubuh.Mengapa penyakit cacingan sering menyerang anak-anak? Pikirkan!

b) Ciri-ciri Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale).


Mengapa cacing ini disebut cacing tambang?Pada waktu itu, cacing tersebut
banyak menyerang orang-orang yang bekerja di daerah pertambangan yang
menginfeksi melalui kulit kaki.Cacing ini hidup di dalam usus manusia yang
mempunyai alat kait untuk mencengkeram dan mengisap darah. Daur hidupnya
hampir sama dengan cacing perut, hanya telurnya menetas di tempat yang becek.
Apabila ada seseorang yang menginjak tanah tersebut, maka larva akan menempel
dan menembus kaki kemudian masuk ke peredaran darah, selanjutnya akan
mengalami daur hidup seperti cacing perut. Seseorang yang menderita penyakit
cacing ini bisa terserang anemia.Mengapa dapat menyebabkan penyakit anemia?
Coba pikirkan! Perlu Anda ketahui Ancylostoma duodenale hidup di Afrika dan
Necator americanus hidup di Amerika.

c) Ciri-ciri Cacing Kremi (Enterobius vermicularis/Oxyuris vermicularis).


Pernahkah Anda menderita sakit cacing kremi?Penyakit ini sering diderita
anak-anak kecil.Penyakit ini menyebabkan rasa gatal terus-menerus di sekitar
dubur.Apa yang menyebabkan rasa gatal tersebut? Cacing tersebut bertelur di sekitar
dubur. Saat bertelur cacing itu akan mengeluarkan zat yang menyebabkan rasa gatal.
Apabila digaruk, maka telur tersebut akan menempel pada jari. Bagaimana jika
penderitanya lupa mencuci jarinya kemudian makan? Bila itu terjadi, maka telur akan
masuk ke dalam perut kemudian masuk ke dalam usus. Di sinilah telur itu akan
menetas menjadi dewasa. Mudah sekali cara penularannya, bukan?

d) Ciri-ciri Cacing Filaria (Wuchereria bancrofti).


Bentuk cacing ini gilig memanjang, seperti benang maka disebut
filaria.Pernahkah Anda mendengar penyakit kaki gajah (elephantiasis)?
Gambar itu memperlihatkan penderita penyakit gajah.Terlihat kaki penderita
menjadi bengkak, mengapa hal tersebut dapat terjadi?Cacing ini hidup pada
pembuluh limfe di kaki.Jika terlalu banyak jumlahnya, dapat menyumbat aliran limfe
sehingga kaki menjadi membengkak. Pada saat dewasa, cacing ini menghasilkan telur
kemudian akan menetas menjadi anak cacing berukuran kecil yang disebut
mikrofilaria. Selanjutnya, mikrofilaria beredar di dalam darah.Larva ini dapat
berpindah ke peredaran darah kecil di bawah kulit. Jika pada waktu itu ada nyamuk
yang menggigit, maka larva tersebut dapat menembus dinding usus nyamuk lalu
masuk ke dalam otot dada nyamuk, kemudian setelah mengalami pertumbuhan, larva
ini akan masuk ke alat penusuk. Jika nyamuk itu menggigit orang, maka orang itu
akan tertular penyakit ini, demikian seterusnya.

5. Annelida (cacing bersegmen).


Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh - Kata Annelida berasal dari
bahasa Latin annulus (cincin kecil) dan oidus (bentuk).Annelida dapat diartikan sebagai
cacing yang tubuhnya bersegmen-segmen menyerupai cincin atau gelang, sehingga
disebut cacing gelang.Cacing ini merupakan kelompok hewan yang sudah mempunyai
rongga tubuh (coelom) yang sebenarnya.Alat pencernaan makanan telah berkembang dengan
sempurna. Tubuhnya simetris bilateral dan permukaannya tertutup lapisan kutikula
nonchitinous serta dilengkapi pula oleh sejumlah bristle chitin yang disebut setae. Memiliki
alat tambahan berupa rambut kecil menyerupai batang. Alat ekskresinya berupa
nefridium.Cacing ini bersifat hermaprodit, memiliki alat peredaran darah tertutup, dan belum
mempunyai alat pernapasan khusus, sehingga pernapasannya dilakukan oleh
seluruh permukaan tubuh.Sistem sarafnya berupa sepasang ganglion otak yang dihubungkan
dengan tali saraf longitudinal. (Baca juga : Hewan Tak Bertulang Belakang)
Berdasarkan jumlah setae dan tempat hidupnya, Annelida dikelompokkan ke dalam 3
kelas yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.Untuk lebih memahaminya simaklah
uraian berikut.

a. Kelas Polychaeta
Cacing ini merupakan Annelida laut.Tubuhnya bersegmen, tiap segmen
dilengkapi parapodium (kaki). Kaki ditumbuhi rambut sehingga disebut cacing
berambut banyak, (poly: banyak, chaeta: rambut). Contoh anggota kelas ini
adalah cacing wawo (Lysidicea oele), cacing palolo (Palolo viridis).Cacing wawo
banyak terdapat di Kepulauan Maluku.Penduduk setempat menyebutnya sebagai
ulat jatuh, dimanfaatkan sebagai bahan makanan.Kehidupannya diawali ovum
yang dibuahi sel spermatozoid dan berkembang dalam segmen-segmen.Pada
sekitar bulan Maret cacing tersebut menanggalkan segmen-segmen posteriornya
yang penuh dengan ovum dan spermatozoid yang telah masak.Cacing ini muncul
ke permukaan laut dalam jumlah yang sangat banyak, sambil melepaskan ovum
dan spermatozoid ke air.Penduduk setempat mengumpulkan penggalan-penggalan
cacing tersebut untuk dimakan. Seperti halnya dengan cacing wawo, cacing palolo
juga memiliki sifat yang sama, hanya berbeda waktu munculnya ke permukaan
laut, yaitu sekitar Oktober.
b. Kelas Olygochaeta
Kelompok ini beranggotakan jenis-jenis cacing yang hidup di air tawar
atau di darat. Ukuran bervariasi, berbentuk silindris, bersegmen jelas dan
memiliki sedikit rambut (oligos: sedikit, chaeta: rambut). Kepalanya disebut
prostomium, namun tidak dilengkapi mata, tentakel dan parapodia.Hewan ini
tetap peka terhadap cahaya karena di sepanjang tubuh terdapat seta yang
berfungsi sebagai organ perasa. Contoh jenis cacing anggota kelas ini adalah
Lumbricus terrestris, cacing tanah (Pheretima sp.).

c. Kelas Hirudinea
Anggota kelas ini banyak hidup di air laut, air tawar, dan
tempat lembab.Hirudinea umumnya disebut sebagai lintah. Tubuhnya
pipih (dorsiventral), mempunyai 1 prostomium dan 32 segmen tubuh, dan
mempunyai dua alat pengisap pada kedua ujung tubuhnya. Alat pengisap atas
berdekatan dengan mulut, dan alat pengisap bawah berdekatan de ngan
anus.Cacing ini menghasilkan zat hirudin sebagai zat anti koagulan, yaitu zat
untuk mencegah darah inang agar tidak cepat membeku di dalam rongga
tubuhnya.Contoh anggota kelas ini adalah Hirudo medicinalis dan Hirudinaria
javanica.

6. Mollusca (hewan bertubuh lunak).


A. Ciri-ciri Umum Mollusca :
- Habitat air laut, tawar dan darat
- Simeti tubuh bilateral (simetri 2 belah pihak), lateral
- Triploblastik selom ( dinding tubuh pada cacing gelang yang terdiri dari 3 lapisan
yaitu endoderm adalah selaput dalam yang terdiri dari sel-sel yang menyelubungi
tubuh hewan metazoa, mesoderm adalah selaput tengah, eksoderm adalah selaput
luar)
- Perkembang biakan seksual dengan hemafrodit
- Ekskresi dengan nefridium ( alat pengeluaran yang terdapat pada Mollusca)
- Lunak dan tidak memiliki ruas
- Umumnya memiliki mantel yang dapat menghasilkan bahan cangkok berupa kalsium
karbonat. Cangkok tersebut berfungsi sebagai rumah(rangka luar) yang terbuat dari
zat kapur
- Alat pencer naan telah berkembang sempurna, terdiri atas mulut, kerongkongan yang
pendek, lambung, usus dan anus. kecuali Cephalopoda, peradaran darahnya terbuka.
- Memiliki kelenjar lendir yang terdapat pada kelenjar pembuat bahan cangkok
- Ada bagian tubuh yang berperan sebagai kaki
- Sekresi zat cangkang = kalsium karbonat
- Kaki berbentuk pipih, lebar & berotot

B. Pengelompokkan Mollusca :
1. Kelas Amphineura (Kiton)
Kiton merupakan hewan yang simetris bilateral, kaki vental panjang,
mempunyai ruang mantel yang mengandung insang, permukaan dorsal tertutup oleh
spikula berlendir, bersifat hemafrodit, hidup dilaut dan larva trokovor.Contohnya
adalah Cryptochiton sp. Hewan ini banyak ditemukan menempel pada batuan dengan
melingkarkan tubuhnya.Pembuahan dilakukan secara eksternal.Ada beberapa daerah
yang menjadikan kiton sebagai makanan.Kiton memiliki ciri tubuh berbentuk oval,
pada bagian dorsalterdapat cangkang yang berjumlah 8 keping, tetapi tidak
membentuk segmen pada tubuhnya.

2. Kelas Gastropoda (Hewan Berkaki Perut)


Gastropoda berasal dari bahasa latin, yaitu gaster gastropoda berasal dari
bahasa latin, yaitu gaster yang berarti perut dan podos berarti kaki. Gastropoda
berasal dai bahasa latin yaitu, gaster yg berarti perut dan podos berarti
kaki merupakan kelompok Mollousca yang bergerak menggunakan perut. Seluruh
tubuhnya mengandung lendir yang berfungsi memudahkannya dalam
pergerakkan.Gastropoda umumnya memiliki cangkang yang berfungsi sebagai
pelindung dari gangguan pemangsanya.Akan tetapi ada juga yang tidak bercangkang,
contoh Kimax.Umumnya Gastropoda memakan ganggang.Hewan ini menggunakan
gigi radulauntuk memotong dan mencerna makanannya.Umumnya Gastropoda
bersifat hemafrodit. Gastropoda memiliki bintik mata sebagai fotoreseptor, biasanya
terdapat di ujung tentakel yang panjang dan tentakel pendek berfungsi sebagai
kemoreseptor.Gastropoda bernafas dengan insang atau paru-paru, di sesuaikan
dengan habitatnya. Gastropoda darat bernafas dengan paru-paru, sedangkan
Gastropoda air bernafas dengan insang,contoh: achatina fulica (bekicot),lymnaea
javanica (siput air tawar),fissurella sp (siput laut),vaginulla sp (siput telanjang).

3. Kelas Cephalopoda (Hewan Berkaki Kepala)


Cephalopoda merupakan Mollusca yang memiliki kaki yang terletak pada
kepalanya(cephal berarti kepala, podos berarti kaki). Kelas ini memiliki bagian kepala
yang jelas, mata besar, telah berkembang biak baik seperti mata pada Vertebrata.
Memiliki tentakel di bagian kepala(berjumlah 8 atau 10 bauh) untuk menangkap
mangsa atau membela diri. Semua hewan Cephalopoda tidak bercangkang(kecuali
Naitilus sp), mamiliki kelenjar tinta yang menghasilkan cairan tinta hitam yang
berguna untuk mengalabui pemangsa. Jenis kelamin terpisah (dioesis), tidak
mengalami fase larva. Cephalopoda memiliki sel-sel khusus pembawa
warna(kromotafora) yang dapat mengubah warna benda di sekitarnya,contohnya:
loligi sp (cumi-cumi),octopus sp (gurita),Nautilus sp.

4. Kelas Scaphopoda (Siput Gading Gajah)


Scaphopoda memiliki cangkang seperti gading gajah atau pena yang panjang.
Tubuhnya memanjang dorsofental, kepala rudimenter/menyusut, kaki lancip berguna
untuk menggali lumpur.Habitat di dalam laut sampai kedelaman 5000 meter. Jenis
kelaminnya bersifat diesis, mengalami bentuk larva trokovor . Di dekat mulut
terdapat semancam tentakel untuk alat peraba yang berfungsi sebagai menangkap
mikroflora dan mikrofauna(plankton). Scaphopoda bernafas menggunakan rongga
mantel, dan tidak memiliki insang.
5. Kelas Pelecypoda / bivalvia (Hewan Berkaki Pipih)
Hewan ini disebut sebagai bivalvia karna tubuhnya dilindungi cangkangnya
yang stangkup, memiliki tubuh simetri bilateral. Hewan golongan ini bernafas
menggunakan insang yang berlapis-lapis yang berbentuka seperti lembaran sehingga
disebut juga sebagai Lamelibranchiata(lamela = lembaran, branchia = insang). Dari
celah cangkangnya akan keluar kaki yang pipih seperti mata kapk sehingga hewan ini
disebut juga Pelecypoda (pelecy = pipih, podos = kaki). Salah satu contoh hewan
yang termasuk dalam golongan ini adalah Malaegrina margaritivera(kerang mutiara),
kerang air tawar (Anadonta sp.) dan kima raksasa (Tridacna maxima).

Cangkang kerang terdiri atas 3 lapisan, yaitu :


a. Periostrakum : lapisan paling luar tipis, dari zat tanduk, berwarna gelap.
b. Prismatik : lapisan tengah tebal, tersusun oleh kristak kalsium karbonat
(CaCO3) berbentuk prisma.
c. Nakreas : Lapisan dalam, penghasil mutiara.

C. Peranan / manfaat dari Mollusca :


Umumnya mollusca menguntungkan bagi manusia,namun ada pula yang
merugikan.peran mollusca yang menguntungkan adalah:
- Sumber makanan yang mengandung protein tinggi,misalnya:tiram batu (Aemaea
sp),kerang (Anadara sp),kerang hijau (Mytilus viridis), sotong (Sepia sp),cumi-cumi
(logio sp),remis (corbicula jjavanica),dan bekicot (Achatina fulica).
- Perhiasan,misalnya tiram mutiara (pinchada margaritifera).
- Hiasan dan Kancing,misalnya: dari cangkang tiram batu,Nautilus dan Tiram mutiara.
- bahan baku teraso,misalnya cangkang tridacna sp
Mollusca yang merugikan antara lain karena merupakan hama tanaman budidaya organism
perantara penyebab penyakit. Bekicot dan keong adalah hama dari tanaman sawah.Siput air
adalah inang dari perantara cacing Fasciola hepatica, cacing ini merupakan parasit pada organ
hati manusia dan ternak

7. Arthropoda (hewan berbuku).


A. Ciri-ciri hewan yang berbuku-buku adalah:
- hidupnya bisa di laut, danau, darat dan sungai
- tubuhnya terdiri dari buku-buku
- tubuhnya terbungkus oleh kulit dari zat kitin sehingga keras
- mempunyai alat indera yang terdapat pada kepala yang berfungsi sebagai peraba
dan mata
- bernapas dengan menggunakan insang atau stigma
- alat-alattubuhnya telah berkembang baik.

Sedangkan hewan yang berbuku-buku diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok,


diantaranya adalah:
1. Serangga (insecta)
2. Laba-laba (arachnoidea)
Ciri-ciri laba-laba adalah:
- tubuhnya dapat terbagi dua
- mempunyai dua pasang alat mulut
- mempunyai sepasang mata tunggal yang besar dan beberapa pasang mata tunggal
yang kecil
- mempunyai empat pasang kaki
- memiliki perut
- bernapas dengan menggunakan paru-paru buku
- mempunyai sepasang capit dan gigi catut yang berfungsi sebagai alat mulut.
Sedangkan laba-laba dapat digolongkan menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah:
- laba-laba
- caplak (tungau)
- kala.
3. Udang-udangan (crustacea)
Ciri-ciri udang-udangan adalah:
- tubuhnya ada dua bagian yaitu kepala dan dada
- bernapas dengan menggunakan insang
- hidupnya di air
- mempunyai sepasang antena pendek dan lima pasang kaki
- hampir semua ruasnya ada perutnya dan mempunyai sepasang kaki.
Contoh udang-udangan adalah:
- kepiting
- udang
- rajungan
- ketam
- yuyu
- teritip.
4. Lipan (myriapoda)
Ciri-ciri lipan adalah:
- tubuhnya beruas-ruas dan panjang, dimana tiap ruasnya terdapat sepasang kaki
- tubuhnya terdiri dari kepala dan badan belakang
- mempunyai kaki banyak
- sistem sarafnya tangga tali
- bernapas dengan menggunakan trakhea
- mempunyai sepasang antena pada kepalanya
8. Echinodhermata (hewan berkulit duri).
Ciri-ciri hewan yang berkulit duri adalah:
- hidupnya di air laut
- kulitnya berduri-duri dan mempunyai lempeng-lempeng kapur yang berfungsi sebagai
rangka
- bentuk tubuhnya simetri radial
- tidak mempunyai kepala yang jelas
- mempunyai gigi catut
- bergerak dengan menggunakan kaki ambulakral yang berbentuk tabung kecil
- pada ujun kaki ambulakral terdapat alat penghisap yang berguna untuk melekatkan
dirinya pada suatu tempat.
Sedangkan hewan yang tergolong pada hewan yang berkulit duri adalah:
1. Bintang laut (asteroidea)
Ciri-ciri bintang laut adalah:
- mempunyai lima tangan dan bagian tangannya berupa cakram
- bernapas dengan menggunakan kulit yang tipis
- makanannya sebangsa kerang dan hewan lunak yang lainnya
- mempunyai perut yang bercabang-cabang ke semua arah terutama di lengannya
- mempunyai dubur yang berada di tengah-tengah sisi punggungnya
- susunan sarafnya berupa saraf cincin di sekitar mulutnya
- mempunyai daya regenerasi yang besar dan bila salah satu lengannya ada yang putus,
maka dapat kembali tumbuh lagi seperti semula
- mempunyai kaki ambulakral yang digunakan untuk bergerak.
Contoh: bintang laut merah dan bintang laut biru.
2. Lilia laut (crinoidea)
Ciri-cirinya adalah:
- bentuk tubuhnya kaya tumbuhan
- ada yang mempunyai tangkai dan ada yang tidak mempunyai tangkai
- yang tidak bertangkai hidupnya bisa berpindah-pindah dan yang bertangkai hidupnya
menetap pada suatu tempat.
3. Landak laut (echinoidea)
Ciri-cirinya adalah:
- tidak mempunyai lengan
- mempunyai duri banyak yang mudah digerakkan
- bernapas dengan menggunakan insang.
4. Tripang (holothuroidea)
Ciri-cirinya adalah:
- bentuk tubuhnya seperti buah mentimun
- tidak mempunyai lengan
- mempunyai mulut
- mempunyai lubang kelamin dan anus
- kulitnya lunak.
5. Bintang ular (ophiuroidea)
Ciri-ciri bintang ular adalah:
- memiliki lima lengan yang digunakan untuk bergerak
- memiliki satu lubang mulut
- hidupnya di sela-sela bebatuan atau batu karang yang ada di laut
- memiliki kaki ambulakral yang berada di sekitar mulutnya.
9. Chordata (hewan bertulang).
Ciri-ciri umum chordata yaitu :
° mempunyai chorda dorsalis (penyokong tubuh) di punggung
° mempunyai batang syaraf dipunggung
° mempunyai beberapa celah insang didaerah faring
° bentuk tubuh simetri bilateral
° mempunyai coelom (rongga tubuh)
Sedangkan ciri-ciri khususnya yaitu :
° tubuhnya terbungkung oleh lapisan epidermis dan dermis (bagian kulit)
° indoskeleton pada hewan tingkat rendah berupa tulang rawan, sedangkan pada tingkat
tinggi berupa tulang keras.
° pada skeleton terdapat otot daging yang berfungsi untuk gerak atau berpindah tempat.
° sistem sirkulasi/sistem peredaran darah terdiri atas pembuluh darah dengan jantung
sebagai pusat atau sentral.
° sistem respirasi/pernafasan pada bentuk tubuh rendah berupa beberapa insang
sedangkan pada spesies yang hidup didarat sistem pernafasannya berupa paru-paru.
° sistem eskresi terdiri atas sepasang ginjal (ren), dengan saluran pembuang yang
bermuara didekat anus.
° sistem syaraf terdiri atas sistem syaraf pusat dan sistem syaraf tepi
° terdapat sejumlah kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon yang diangkut oleh
darah yang berperan dalam proses-proses dalam tubuh, seperti pertumbuhan dan
reproduksi.
° seks atau jenis kelaminnya terpisah masing-masing jenis kelamin memiliki sepasang
gonad dengan saluran penyalur yang bermuara di dekat anus.
KLASIFIKASI VERTEBRATA
Sub filum vertebrata terbagi menjadi 2 sub kelas :
A. Pisces
Terdiri atas 4 kelas, yaitu
- kelas agnatha (gnathum), tidk mempunyai rahang contohnya : belut
- kelas placodermata, tubuhnya bersisik
- kelas chondrichthyes, hewan atau ikan yang bertulang rawan
- kelas osteichtyes, semua ikan yang bertulang keras

B. Tetraphoda
Anggota dari tetraphoda yaitu
- amphibi (hidup di air dan darat)
- reptilia (hewan melata)
- aves (unggas), hewan yang memiliki bulu dan sayap dan pada umumnya golongan aves
bisa terbang
- mamalia (hewan yang menyusui), termasuk dalam hewan mamabiak.

BAB. 3
KESIMPULAN
 Kingdom animalia adalah organisme yang memiliki ciri eukaryotik, multiseluler, tidak memiliki
klorofil dan dinding sel, hidup heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain), dan dapat
bergerak pindah tempat/bebas untuk memperoleh makanan dan mempertahankan hidupnya,
 Kingdom animalia terdiri dari kelompok invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) dan
vertebrata (hewan bertulang belakang).
 Pembagian kelompok hewan ini berdasarkan adanya : penyokong tubuh (notocord), tulang
belakang (vertebrae), jenis rongga tubuh, sistem tubuh, otot dan pergerakan serta penutup tubuh.
 Terkait hal tersebut beberapa istilah yang berhubungan dengan dunia hewan,