Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

BAB 22
MENGELOLA ORGANISASI PEMASARAN HOLISTIK

Disusun oleh :
Kelompok VII

AFIF MUTASHIM 1410532051


ANNISA FIKRI SOFIA 1410531024
EDO SUGANDA 1410531047
INTAN OKTAVIANI 1410531023
PUTRI UTAMI WULANDARI 1410531026
SESTY REGIANI L 1410531030
VANESSA THOYIBAH F 1410531031
WANDRA AFERIAN 1410532050

Dosen Pembimbing:
Drs. John Edward, MM

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015
STATEMENT OF AUTHORSHIP

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir
adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan lain yang yang kami gunakan
tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai
bahan untuk makalah/tugas mata pelajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa
kami menyatakan menggunakannya.

Kami mengetahui bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikumpulkan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Tandatangan :

AFIF MUTASHIM ANNISA FIKRI SOFIA EDO SUGANDA


1410532051 1410531024 1410531047

INTAN OKTAVIANI PUTRI UTAMI W SESTY REGIANI L


1410531023 1410531026 1410531030

VANESSA THOYIBAH WANDRA AFERIAN


1410531031 1410532050
Mata pelajaran : Manajemen Pemasaran

Judul Makalah Tugas : Mengelola Organisasi Pemasaran Holistik

Tanggal : 21 November 2015

Dosen : Drs. John Edward, MM

Garis Besar Pembahasan

1. Apa saja kecendrungan penting dalam praktik pemasaran?


2. Apa yang merupakan kunci bagi pemasaran internal yang efektif?
3. Bagaimana cara perusahaan menjadi pemasar sosial yang bertanggung jawab?
4. Bagaimana cara perusahaan meningkatkan kemampuan penerapan pemasarannya?
5. Alat apa saja yang tersedia untuk membantu perusahaan-perusahaan memantau dan
meningkatkan kegiatan-kegiatan pemasarannya?
MENGELOLA ORGANISASI PEMASARAN HOLISTIK

PEMASARAN INTERNAL

Pemasaran internal mengharuskan semua orang dalam organisasi membeli konsep dan
tujuan pemasaran serta terlibat dalam pemilihan, penyediaan, dan pengomunikasian nilai
pelanggan. Ketika semua karyawan menyadari bahwa tugasnya adalah menciptakan,
melayani, dan memuaskan pelanggan, perusahaan akan dapat menjadi pemasar yang efektif.

Mengelola Departemen Pemasaran

Organisasi Fungsional

Keunggulan utama organisasi pemasaran fungsional adalah kesederhanaan


administratifnya. Bentuk ini juga dapat kehilangan efektivitasnya ketika jumlah produk dan
pasar meningkat. Organisasi fungsional sering menyebabkan perencanaan yang tidak sesuai
dengan produk dan pasar tertentu. Kemudian setiap kelompok fungsional bersaing dengan
kelompok lain untuk mendapatkan anggaran dan status.

Organisasi Geografis

Perusahaan yang menjual ke pasar nasional sering mengatur tenaga penjualannya


sepanjang garis geografis. Beberapa perusahaan kini menambahkan pasar area (manajer
pemasaran regional atau lokal) untuk mendukung usaha penjualan dipasar volume tinggi.
Perusahaan yang beralih ke penekanan regional yang lebih besar adalah McDonald’s yang
kini menghabiskan sekitar 50% dari total anggaran iklannya secara regional. Sebagian
perusahaan harus mengembangkan program pemasaran yang berbeda diberbagai bagian
negara karena perkembangan mereknya begitu beragam.

Organisasi Manajemen Produk atau Merek

Perusahaan yang memproduksi beragam produk dan merek sering mendirikan


organisasi manejemen produk atau merek. Organisasi manajemen produk tidak menggantikan
organisasi fungsional, tetapi bertindak sebagai lapisan manajemen lainnya. Organisasi
manajemen produk masuk akal bila produk perusahaan cukup berbeda atau jika jumlah
seluruh produk melampaui kemampuan organisasi fungsional untuk menanganinya.
Manajemen produk juga mempunyai karakter sistem pola jaringan pengumpul dan
pengumpan. Manajer produk secara figuratif berada ditengah dengan rating menjalar ke
berbagai departemen.

Beberapa tugas atau merek yang dapat dilakukan oleh manajer merek meliputi :

1. Mengembangkan strategi jangkapanjang dan kompetitif untuk produk.


2. Menyiapkan rencana pemasaran dan peramalan penjualan tahunan.
3. Bekerja sama dengan agensi iklan dan pengadaan barang untuk mengembangkan teks,
program, dan kampanye.
4. Meningkatkan dukungan produk diantara tenaga pejualan dan distributor.
5. Mengumpulkan itelijen yang berkesinambungan tentang kinerja produk, sikap
pelanggan dan penyalur, serta masalah dan peluang baru.
6. Mengadakan perbaikan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah.

Organisasi manajemen produk memungkinkan manajer produk berkosentrasi pada


pengembangan bauran pemasaran yang efektif biaya dan bereaksi lebih cepat terhadap
produk baru dipasar, organisasi manajemen produk juga memberikan dukungan produk
kepada merek yang lebih kecil. Organisasi ini juga memiliki kelemahan :

1. Manajer produk dan merek mungkin tidak mempunyai cukup wewenang uuntuk
melaksanakan tanggung jawab mereka.
2. Manajer produk dan merek menjadi ahli di bidang produk mereka, tetapi jarang
mencapai keahlian fungsional.
3. Sisitem manajemn produk sering memerlukan biaya tinggi. Seseorang ditunjuk untuk
mengelola setiap produk atau merek utama, kemudian tidak lama setelah itu banyak
orang ditunjuk untuk mengelola produk dan merek yang paling kecil sekalipun.
4. Manajer merek biasanya mengelola merek hanya untuk jangka pendek. Keterliabtan
jangka pendek menimbulkan perencanaan jangka pendek dan gagal membangun
jangka panjang.
5. Fragmentasi pasar mempersulit pengembangan strategi nasional. Manajer merek
harus menyenangkan kelompok penjualan lokal dan regional, mentransfer kekuatan
dari pemasaran ke penjuakan.
6. Manajer produk dan merek lebih memfokuskan perusahaan untuk membangun pangsa
pasar daripada hubungan pelanggan.
Alternatif kedua dalam organisasi manajemen produk adalah tim produk. Ada tiga
jenis struktur : tim produk vertikal, tim produk segitiga, dan tim produk horizontal.

Pendekatan tim produk segitiga dan horizontal memungkinkan setiap merek utama
dijalankan pleh tim manajemen aset merek yang terdiri dari perwakilan kunci dari fungsi-
fungsi yang memenuhi kinerja merek.

Alternatif ketiga untuk organisasi manajemen produk adalh menghilangkan posisi


manajer produk untuk produk kecil dan menugaskan dua atau lebih produk kepada setiap
manajer yang tersisa. Hal ini layak dilakukan ketika dua atau lebih produk menarik
kebutuhan produk yang serupa.

Alternatif keempat adalah memperkenalkan manajemen kategori yang dalam


alternatif ini perusahaan memfokuskan diri pada kategori produk untuk mengelola mereknya.
Dengan mendorong persaingan internal antar manajer merek, sistem manajemen merek
tradisional menciptakan dorongan kuat untuk berhasil, tetapi disisi lain juga banyak
menimbulkan persaingan internal untuk sumberdaya dan kurangnya koordinasi. Keunggulan
lain dari manajemen kategori adalah peningkatan kekuatan perdagangan.

Organisasi Manajemen – Pasar

Ketika pelanggan dibagi menjadi kelompok pengguna yang berbeda dengan


preferensi dan praktik pembelian yang berbeda, organisasi manajemen pasar dapat
diterapkan. Manajer pasar mensupervisi beberapa manajer pengembangan pasar, spesialis
pasar, atau spesialis industri dan menciptakan layanan fungsional sesuai kebutuhan. Manajer
pasar adalah orang staf (bukan lini) dengan tugas yang sama dengan tugas manajer produk.
Mereka mengembangkan rencana jangka panjang dan tahuna bagi pasar mereka. Keunggulan
dari sistem ini adalah mengelola kegiatan pemasaran untk memenuhi kebutuhan kelompok
pasar yang berbeda dan tidak hanya memfokuskan diri pada fungsi, wilayah, atau produk
pemasaran. Dalam organisasi manajemen pelanggan, perusahaan dapat mengelola diri untuk
memahami dan berurusan dengan pelanggan perorangan dan bukan dengan pasar massal atau
bahkan segmen pasar.

Organisasi Manajemen - Matrik

Perusahaan yang memproduksi banyak produk untuk banyak pasar mungkin


menerapkan organisasi matrik. Organisasi matriks tampak menarik dalam perusahaan mullti
produk, multi pasar. Tetapi organisasi ini mahal dan sering menimbulkan konflik. Ada biaya
yang harus dikeluarkan untuk mendukung semua manajer dan semua pertanyaan tentang
letak wewenang dan tanggung jawab kegiatan pemasaran harus ditetapkan dikantor pusat
atau kantor divisi. Beberapa kelompok korporat membantu manajemen puncak dengan
seluruh evaluasi peluang, memberikan bantuan konsultasi sesuai permintaan kepada divisi,
membantu divisi yang mempunyai sedikit pemasaran atau tidak sama sekali, dan
mempromosikan konsep pemasaran keseluruh perusahaan.

Hubungan dengan Departeman Lain

Dibawah konsep pemasaran semua departemen harus memikirkan pelanggan dan


bekerja sama untuk memuaskan hubungan dan harapan pelanggan. Wakil Presiden
pemasaran mempunyai tugas mengoordinasikan kegiatan pemasaran internal perusahaan dan
mengoordinasikan pemasaran dengan fungsi keuangan, operasi dan fungsi perusahaan lain
untuk melayani pelanggan.

Untuk mengembangkan orientasi seimbang dimana fungsi pemasaran dan fungsi lain
dapat bersama-sama menentukan apa kepentingan terbaik perusahaan, perusahaan dapat
memberikan seminar gabungan untuk memahami sudut pandang fungsi lain, komite
gabungan dan personel penghubung, program pertukaran personel, dan metode analitis untuk
menentukan tindakan yang paling menguntungkan.

Saat ini banyak perusahaan memfokuskan diri pada proses kunci dibandingkan
dengan departemen, karena organisasi departemen bisa menjadi penghalang terhadap kinerja
yang lancar dari proses bisnis dasar. Meraka menunjuk pemimpin proses yang mengelola tim
lintasn disiplin yang mencakup pemasaran dan wiraniaga. Hasilnya adalah personel
pemasaran bisa mempunyai tanggung jawab lini yang solid kepada tiim mereka dan tanggung
jawab tidak langsung kepada departemen pemasaran.

Membangun Organisasi Pemasaran Kreatif

Untuk menggerakkan perusahaan oleh pasar diperlukan beberapa hal yang


mendukung hal ini.

1. Pengembangan hasrat bagi seluruh pelanggan


2. Pengelolaan segmen pelanggan dan bukan segmen produk
3. Pemahaman pelanggan melalui riset kualitaitf dan kuantitatif
Meskipun perusahaan harus berorientasi pada pelanggan, hal tersebut tidak cukup,
masih dibutuhkan organisasi kreatif. Dalam organisasi dibutuhkan kapabilitas untuk
menunjukkan diferensiasi antara organisasi satu dengan yang lainnya. Kapabilitas yang
dimaksud adalah kapabilitas dalam inovasi dan imajinasi strategi. Kapabilitas ini berasal dari
pengumpulan alat-alat, proses, keahlian, dan ukuran yang memungkinkan perusahaan
menghasilkan ide yang lebih banyak dan lebih baik daripada pesaingnya.

PEMASARAN YANG BERTANGGUNG JAWAB SECARA SOSIAL

Pemasaran yang efektif harus disesuaikan dengan kepekaan etika, nilai, dan tanggung
jawab sosial yang kuat. Kekuatan yang mendorong perusahaan untuk mempraktikkan tingkat
tanggung jawab sosial korporat yang lebih tinggi adalah dengan peningkatan harapan
pelanggan, perubahan tujuan dan ambisi karyawan, peraturan pemerintah dan tekanan yang
lebih ketat, berkembangnya minat investor dalam kriteria sosial, pengawasan dari media yang
ketat, dan perubahan praltik pengadaan barang bisnis.

Hampir semua perusahaan memutuskan untuk mengambil peran yang lebih aktif dan
strategis dalam tanggung jawab sosial koorporat. Saat ini banyak yang percaya bahwa
memuaskan pelanggan, karyawan, emegang kepentingan lain serta mencapai keberhasilan
bisnis terkait erat dengan adopsi dan implementasi standar bisnis dan pelaksanaa pemasaran
yang tinggi. Perusahaan menemukan bahwa salah satu manfaat atas dianggapnya perusahaan
sebagai perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial adalah kemampuan untuk menarik
karyawan, terutama para pemuda yang ingin bekerja pada perusahaan yang mereka anggap
baik.

Perusahaan semakin meningkatkan kerjasama dengan LSM untuk menghindari


persepsi “greenwashing” tidak tulus, usaha palsu untuk tampil lebih sensitif lingkungan
dibandingkan dengan sebenarnya. Aliansi dengan pemerhati lingkungan dapat menghasilkan
solusi yang lebih memuaskan untuk menghadapi kekhawatiran masyarakat serta
meningkatkan citra dan laba perusahaan.

Tanggung Jawab Sosial Korporat

Perilaku Legal organisasi harus memastikan bahwa semua karyawan mengetahui dan
mempelajari hukum yang relevan. Misalnya, wiraniaga dilarang berbohong pada konsumen
atau menyesatkan mereka tentang keuntungan membeli produk. Pernyataan wiraniaga harus
sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam iklan. Wiraniaga tidak boleh menyerang pesaing
atau produknya dengan menyarankan sesuatu yang tidak benar. Manajer harus memastikan
bahwa semua wiraniaga mengetahui hukum dan undang-undang serta bertindak sesuai hukum
dan undang-undang tersebut.

Perilaku Etis dalam praktik bisnis diserang karena situasi bisnis terus menempatkan
dilema etika yang sulit. Praktik bisnis yang melanggar hukum banyak terjadi dalam dunia
bisnis seperti penyuapan, pencurian rahasia dagang, iklan palsu dan menipu, kesepakatan
esklusif dan kesepakatan mengikat, kerusakan kualitas atau kemanan, jaminan palsu,
kesalahan pelabelan, pengaturan harga atau diskriminasi yang berlebihan, dan larangan
masuk serta persaingan yang saling memangsa. Perusahaan harus menyebarkan dan
menerapkan kode etik tertulis, membangun tradisi perilaku etis perusahaan, dan membuat
orang bertanggung jawab penuh untuk mempelajari paduan etika dan hukum.

Perilaku Tanggung Jawab Sosial pemasar individual harus mempraktikkan kesadaran


sosial dalam kesepakatan khusus dengan pelanggan dan pemegang kepentingan. Semakin
banyak orang yang menginginkan informasi tentang catatan perusahaan dalam tanggung
jaeab sosial dan lingkungan untuk membantu memutuskan dari perusahaan mana akan
membeli, berinvetasi, dan bekerja. Memutuskan cara mengomunikasikan tanggung jawab
sosial korporat bisa menjadi hal yang sulit. Saat perusahaan menyatakan inisiatif lingkungan,
perusahaan dapat menjadi sasaran kritik.

Kelestarian dalam memenuhi kebutuhan kemanusiaan tanpa melukai generasi masa


depan menjadi agenda puncak banyak korporat. Kelestarian berarti lebih dari sekedar ramah
lingkungan, tetapi juga memberikan dalam jangka panjang. Ivestor bahkan menuntut lebih
banyak informasi konkret tentang apa yang dilakukan perusahaan untuk mencapai
kelestarian. Sebagian perusahaan merasa bahwa perusahaan yang tercatat memiliki nilai baik
pada faktor kelestarian biasanya mempunyai tingkat kualitas manajemen yang tinggi,
sehingga mereka cenderung lebih cepat secara strategis dan mempunyai perlengkapan yang
lebih baik untuk bersaing dalam lingkungan global yang rumit dan berkecepatan tinggi.
Kelestarian lebih terarah dan konsumen semakin bersedia membayar lebih untuk mendukung
lingungan.

Model Bisnis yang Bertanggung Jawab Sosial

Perusahaan yang melakukan inovasi solusi dan nilai dengan cara bertanggung jawab
sosial merupakan perusahaan yang paling mungkin berhasil. Di Amerika Serikat, layanan
kesehatan dan manusia mendapatkan lebih dari setengah dukungan perusahaan, didikuti oleh
pendidikan, dengan sumbangan dari industri farmasi melampaui semua industri lainnya.
Semakin banyak perusahaan yang mempercayai bahwa tanggung jawab sosial korporat dalam
bentuk donasi tunai, kontribusi selain uang, pemasaran terkait gerakan amal, dan program
sukarelawan karyawan bukan hanya hal yang benar, tetapi juga hal yang cerdik untuk
dilakukan. Gagasan pemasaran mengenai pandangan baru tentang tanggung jawab sosial
korporat menawarkan prespektif dari dua profil yang bagus tentang cara membuat kemajuan
dalam bidang itu.

Pemasaran Terkait Gerakan Amal

Pemasaran terkait gerakan amal menghubungkan kontribusi perusahaan dengan


gerakan amal yang ditujukan untuk keterlibatan pelanggan secara langsung atau tidak
langsung dalam transaksi yang menghasilkan pendapatan dengan perusahaan. Pemasaran
tekait amal adlah bagian pemasaran berwawasan sosial korporat atau Corporate Societal
Marketing yang didefinisikan oleh Drumwrigt dan Murphy sebagai usaha pemasaran yang
setidaknya mempunyai satu tujuan nonekonomi yang berhubungan dengan kesejahteraan
sosial dan menggunakan sumberdaya perusahaan dan/atau mitranya.

Manfaat dan biaya pemasaran terkait gerakan amal. Program pemasaran terkait
gerakan amal yang berhasil dapat meningkatkan kesejahteraan sosial, menciptakan
positioning merek yang berbeda, membangun ikatan konsumen yang kuat, memajukan citra
publik perusahaan dengan pejabat pemerintah dan pembuat keputusan lain, menciptakan
itikad baik, mendorong dan memicu moral internal karyawan, mendorong penjualan, dan
meningkatkan nilai pasar perusahaan.

Konsumen dapat mengembangkan ikatan yang kuat dan unik dengan perusahaan yang
melampaui transakasi pasar normal. Terutama, pemasaran gerakan amal dapat membangun
kesadaran merek, meningkatkan citra merek, memantapkan kredibilitas merek, mendorong
perasaan merek, menciptakan kepekaan komunitas merek dan menarik keterlibatan merek.
Pemasaran terkait gerakan amal juga memiliki nilai negatif, yaitu dapat menjadi bumerang
jika komsumen dengan sinis mempertanyakan hubungan antara produk dan gerakan amal
serta melihat perusahaan sebagai perusahaan yang hanya menlayani kepentingannya sendiri
dan ekspoitatif.
Pengetahuan, keahlian, sumberdaya dan pengalaman lebih penting bagi kelompok
nirlaba atau komunitas daripada pendanaan. Perusahaan harus membuat sejumlah keputusan
dalam merancang dan mengimplementasikan program pemasaran terkait gerakan amal,
seperti berapa banyak dan gerakan mana yang dipilih dan begaimana memberi merek pada
program gerakan amal tersebut.

Memilih suatu gerakan amal oleh beberpa ahli meyakini dampak positif pemasaran
yang terkait gerakan amal berkurang oleh keterlibatan sporadis dengan berbagai gerakan
amal. Banyak perusahaan memilih untuk memfokuskan diri pada satu atau beberapa gerakan
amal utama untuk menyederhanakan pelaksanaan dan memaksimalkan dampak. Sebagian
perusahaan memilih alasan yang sesuai dengan citra koorporat atau merek mereka dan
menjadi perhatian karyawan dan pemegang kepentingan lain.

Menetapkan Merek Untuk Program Pemasaran Maksud Sosial

Tiga kemungkinan opini untuk menetapkan merek bagi progrm pemasaran dengan
maksud sosial yaitu :

1. Menetapkan merek sendiri


Perusahaan mengambil kepemilikan dari satu maksud dan mengembalikan
keseluruhan organisasi baru untuk menyerahkan manfaat yang diasosiasikan dengan
maksud.
Dapat diberi merek dengan nama merek induk atau merek produk induvidual.
2. Menetapkan merek bersama
3. Penetapan merek patungan
Dalam pendekatan ini perusahaan bermitra dengan satu maksud sosial yang ada
namun secara explisit menetapkan meek program yang bertautan dengan maksud
sosial.

Pemasaran Sosial

Beberapa pemesaran dilakukan langsung dengan tujuan untuk masalah atau maksud
sosial. Pemasaran sosial dilakukan oleh organisasi pemerintah atau organisasi nirlaba untuk
maksud lebih lanjut seperti “katakan tidak pada narkoba”.

Kampanye kognitif

1. Menjelaskan nilai nutrisi berbagai makanan


2. Menjelaskan arti penting konservasi

Kampanye tindakan

1. Menarik orang utnu imunisasi massal


2. Memotivasi orang untuk memilih “ya” pada masalah tertentu
3. Memotivasi orang untuk mendonorkan darah

Kampanye perilaku

1. Menurunkan minat merokok


2. Menurunkan pengguna obat keras
3. Menurunkan konsumsi alkohol

Kampanye nilai

1. Mengubah ide tentang aborsi


2. Mengubah sikap oarang yang berfikiran sempit

Pemasaran sosial bisa memanfaatkan sejumlah taktik berbeda untuk mencapai


tujuannya. Proses perencanaan sosial mengikuti banyak langkah yang sama sebagai proses
untuk produk dan layanan tradisional. Beberapa faktor keberhasilan penting dalam
mengembangkan dan mengimplementasikan program pemasaran sosial mencakup :

 Pelajarilah literatur dan kampanye sebelumnya


 Pilihlah dasar sasaran yang paling siap untuk di tanggani
 Promosikan satu prilaku yang dapat di jalankan dengan persyaratan yang jelas
 Jelaskan manfaat dalam mendorong prsyaratan
 Permudah mengadopsi prilaku

PENERAPAN PEMASARAN (marketing implementation)

Tipe pengendalian pemasaran sebagai berikut :

1. Pengendalian rencana tahunan


Tujuannya : untuk memeriksa apakah hasil yang direncanakn tercapai.
Pendekatannya : analisis penjualan, analisis pangsa pasar, rasio biaya terhadap
penjualan, analisis keuangan, analisis kartu nilai berbasis pasar.
Penanggung jawab utamanya : manajemen puncak, manajemen madya.
2. Pengendalian profitabilitas
Tujuan : untuk memeriksa dimana perusahaan tersebut menghasilkan laba atau
mengalami kerugian.
Pendekatannya : profitabilitas terhadap produk, kawasan, pelanggan, segmen, saluran
pemesanan, ukuran pesanan.
Penaggung jawab utama : pengontrol pemasaran.
3. Pengendalian efisiensi
Tujuan : untuk mengevauasi dan meningkatkan efisiensi pengeluaran dan dampak
biaya pemasaran.
Pendekatannya : efisiensi tenaga penjualan, iklan, promosi penjualan, distribusi.
Penanggung jawab utama : manajemen lini dan staff pengontrol pemasaran.
4. Pengendalian strategis
Tujuan : untuk memeriksa apakah perusahaan tersebut mengejar peluang peluang
terbaik dari segi pasar, produk ,dan saluran.
Pendekatannya : instrumen pemeringkat efektif pemasaran,audit pemasaran, kajian
keunggulan pemasaran, kajian tanggung jawab etika san sosial perusahaan.
Penanggung jawab utama : manajemen puncak, auditor pemasaran.

Pengendalian Efisiensi
1. Efisiensi tenaga pemasaran
Manajer penjualan perlu memantau indikator efisiensi utama berikut ini di
wilayahnya :
 Jumlah kunjungan rata-rata per wiraniaga per hari
 Waktu tunjangan penjualan rata-rata perkotak
 Pendapatan rata-rata per kunjungan penjualan
 Biaya rata-rata perkunjungan penjualan
 Biaya jamuan per kunjungan penjualan
2. Efisiensi iklan
Manajemen dapat mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan efisiensi
iklan,termasuk melakukan tugas yang lebih baik dalam mepromosikan
produk,menerapkan tujuan,melakukan pra engujian pesan,munggunakan teknologi
komputer memandu pemilihan media.
3. Efisiensi promosi penjualan
Manajemen seharusnya mengamati statistik berikut:

 Presentase penjualan yang diperoleh berdasarkan kesepakatan


 Biaya pajangan per dolar penjualan
 Presentase kupon yang ditukarkan
 Jumlah pertanyaan yang dihasilkan suatu peragaan
4. Efisiensi ditribusi
Seharusnya melacak ukuran-ukuran seperti:
 Biaya logistik sebagai persentase penjualan
 Persentase pengiriman tepat waktu
 Jumlah kesalahan penagiahan

Pengendalian Strategis

Pengkajian efektivitas pemasaran

Efektivitas suatu perusahaan atau divisi tercermin dalam sejauh mana perusahaan atau
divisi tersebut memperlihatkan kelima sifat utama orientasi pemasaran : filosofi pelanggan,
organisasi pemasaran terpadu, informasi pemasaran yang memadai, strategis dan efisiensi
operasional.

Audit pemasaran

Adalah : pemeriksaan yang komprehensif,sistematis,independen,dan berkala tentang


lingkungan, tujuan, strategi, dan kegiatan pemasaran suatu perusahaan atau unit bisnis dengan
maksud menentukan bidang-bidang yang bermasalah dan peluang dan untuk merekomendasi
suatu rencana tndakan untuk memperbaiki kinerja pemasaran perusahaan tersebut.

Beberapa karakteristik audit pemasaran yaitu :

1. Komprehensif
Mencakup semua kegiatan pemasaran utama suatu bisnis,tidak hanya beberapa titik
yang bermasalah.Audit pemasaran yang komprehensif biasanya akan lebih efektif
dalam menemukan sumber masalah yang sesungguhnya.
2. Sistematis
Audit pemasaran adalah pemeriksaan secara berurutan mengenai lingkungan
pemasaran makro dan mikro organisasi, tujuan dan strategi pemasaran, sistem
pemasaran dan kegiatan tertentu. Audit mengindikaskan perbaikan yang paling
diperlukan, memasukkan perbaikan tersebut kedalam rencana tindakan korektif
dengan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk meningkatkan efektivitas
keseluruhan.
3. Independen
Pemasar dapat mengandalkan audit pemasaran dalam eman cara ; audit mandiri, audit
lintas, audit dari atas, kantor auditing perusahaanm gugus tugas audit perusahaan, dan
audit dari luar. Pada umumnya audit terbaik berasal dari konsultan luar yang meiliki
obyektivitas yang diperlukan, pengalaman luas sejumlah industri, mengenal industri
yang diaudit, serta waktu dan perhatian yang tidak terbagai.

MASA DEPAN PEMASARAN

Pemasar mencapai pengaruh yang lebih besar dalam perusahaan jika menjadi arsitek
utama stretegi bisnis. Menciptakan ide-ide baru jika perusahaan ingin makmur dalam
ekonomi yang sangat kompetitif. Pemasar harus membangun merek melalui kinerja, tidak
sekedar promosi. Pemasar harus masuk dunia elektronik dan menang melalui pembentukan
sistem informasi dan komunikasi yang bagus. Keahlian yang harus dimiliki dalam mencapai
tujuan menjadi holistik sejati yaitu :

1. Manajemen hubungan pelanggan (CRM)


2. Manajemen hubungan mitra (PRM)
3. Pemasaran database dan penggalian data
4. Manajemen pusat kontak dan telemarketing
5. Pemasaran hubungan masyarakat (termasuk pemasaran acara dan sponsor)
6. Manajemen pembangunan merek dan aset merek
7. Pemasaran pengalaman
8. Komunikasi pemasaran terpadu
9. Analisis profitabilitas berdasarkan segmen, dan saluran
DAFTAR PUSTAKA

Kotler, Phillip dan Kevin Lane Keller. 2006. Manajemen Pemasaran edisi 12 Jilid 2.
Terjemahan oleh Benyamin Molan. Jakarta : PT INDEKS.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran edisi 13 jilid 2.
Tejermahan oleh Bob Sakran. Jakarta : Erlangga.