Anda di halaman 1dari 8

A.

PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

TEKNOLOGI menurut kamus besar Bahasa Indonesia artinya metode ilmiah untuk
mencapai tujuan praktis melalui penerapan ilmu pengetahuan arti lain dari teknologi
adalah keseluruhan sarana dan fasilitas untuk menyediakan barang-barang yang
diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

INFORMASI adalah segala sesuatu yang mempunyai arti dan nilai bagi penerima
informasi, misalnya saat kamu bertanya kepada teman tentang hobinya, kemudian teman
kamu akan menjawab bahwa hobinya adalah bermain sepak bola dan berenang. Jawaban
teman kamu tadi tentang hobinya yang berupa “bermain sepak bola” dan “berenang”
adalah informasi bagi kamu. Sehingga dengan adanya jawaban teman tadi kamu menjadi
tahu bahwa hobi temanmu adalah bermain sepak bola dan berenang.

KOMUNIKASI adalah proses pertukaran informasi antara dua orang atau lebih
sehingga informasi yang diperoleh bisa dimengerti atau dipahami. Saat berkenalan dengan
teman-teman baru di universitas, kita saling memperkenalkan nama masing-masing.
Bahkan saling bertukar informasi tentang alamat rumah, asal daerah, dll. Proses
perkenalan tersebut juga disebut KOMUNIKASI.

Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi Dan Komunikasi mencakup dua
aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
TEKNOLOGI INFORMASI adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
TEKNOLOGI KOMUNIKASI adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat
bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa TEKNOLOGI INFORMASI DAN


KOMUNIKASI adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian
luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemerosesan, manipulasi, pengelolaan,
dan transfer/pemindahan informasi antar media.

B. MICROSOFT EXCEL

MICROSOFT EXCEL atau MICROSOFT OFFICE EXCEL adalah sebuah program


aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft
Corporation yang dapat dijalankan pada Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki
fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang dengan menggunakan strategi marketing Microsoft
yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer
digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan
program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis
Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada
tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir
adalah versi Microsoft Office Excel 2013 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office
System 2013.

C. FUNGSI-FUNGSI DALAM MICROSOFT EXCEL

1. FUNGSI AVERAGE
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data (range). Bentuk
umum penulisannya adalah :
=AVERAGE(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah
range data yang akan dicari nilai rata-ratanya. Misalnya untuk mengisi nilai rata-rata dari
range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =AVERAGE(E8:G8) kemudian tekan
tombol Enter.

2. FUNGSI SUM
Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range. Bentuk
umum penulisan fungsi ini adalah :
=SUM(number1, number2,…), dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range
data yang akan dijumlahkan. Misalnya untuk menjumlahkan range data E8 sampai G8,
maka rumusnya adalah =SUM(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

3. FUNGSI MAX
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Bentuk
umum penulisannya adalah :
=MAX(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya
adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Misalnya untuk mencari
nilai maksimal dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MAX(E8:G8)
kemudian tekan tombol Enter.

4. FUNGSI MIN
Fungsi Min adalah kebalikan dari fungsi Max, jika fungsi Max untuk mencari nilai tertinggi
atau maksimal maka Min adalah untuk mencari nilai terkecil atau minimum dari
sekumpulan data numerik. Bentuk umum penulisannya adalah :
=MIN(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya
adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Sebagai contoh untuk
mencari nilai terendah dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MIN(E8:G8)
kemudian tekan tombol Enter.

5. FUNGSI COUNT
Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah data dari suatu range yang kita
pilih. Bentuk umum penulisannya adalah :
=COUNT(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya
adalah range data (numerik) yang akan dihitung jumlah datanya. Sebagai contoh untuk
menghitung jmlah data dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah
=COUNT(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.
6. FUNGSI LOGIKA IF
Fungsi ini digunakan jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu. Misalnya, jika
nilai sel A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan bernilai 0. Biasanya fungsi ini dibantu
oleh operator relasi (pembanding) seperti berikut:
Lambang Fungsi :
 = Sama dengan
 < Lebih kecil dari
 > Lebih besar dari
 <= Lebih kecil atau sama dengan
 >= Lebih besar atau sama dengan
 <> Tidak sama dengan
Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah :
=IF(logical_test,value_if_true,value_if_false), artinya kalau ekspresi logika (logical_test)
bernilai benar, maka perintah pada value_if_true akan dilaksanakan, jika salah, maka
perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan. Perhatikan contoh berikut:

Contoh logika IF

Kolom keterangan diisi dengan ketentuan, jika kolom TANDA sama dengan K, maka
keterangannya KAWIN, jika tidak, maka keterangan berisi TIDAK KAWIN. Ini dapat
diselesaikan dengan rumus =IF(C3=”K”, “KAWIN”,”TIDAK KAWIN”). Pada rumus diatas Kita
lihat bahwa jika datanya bertipe Teks/alpha numerik harus diapit oleh tanda kutip dua, lain
halnya dengan tipe data numerik, tidak boleh menggunakan tanda kutip. Nah sekarang
bagaimana jika ada beberapa kondisi/bertingkat (IF Bertingkat) seperti pada kasus nilai
mahasiswa. Tidak perlu khawatir, langsung saja perhatikan gambar diatas pada tabel
sebelah kanan. =IF(H3>=81,"A",IF(H3>=66,"B",IF(H3>=56,"C",IF(H3>40,"D","E")))), hal yang
sama juga bisa dilakukan untuk mengisi kolom keterangan, dengan ketentuan, Jika nilai
hurufnya sama dengan “A” maka keterangan “SANGAT MEMUASKAN, jika “B” maka
“MEMUASKAN”, jika “C”, maka “CUKUP”, dan jika “D” maka bernilai “KURANG”, selain dari
itu, maka bernilai “GAGAL”.

7. FUNGSI LOGIKA
Fungsi-fungsi logika pada Excel biasanya digunakan untuk membandingkan dua kondisi atau
lebih.
yang terdiri atas :
a. Fungsi AND akan bernilai Benar (TRUE) jika semua kondisi terpenuhi benar
Syntax :
=AND(logical1, [logical2], …)
Contoh :
=AND(2+2=4, 2+3=5) hasilnya akan bernilai TRUE

=AND(2+2=5, 2+3=5) hasilnya akan bernilai FALSE

b. Fungsi OR akan bernilai benar (TRUE) jika salah satu Kondisi sudah terpenuhi benar
Syntax:
=OR(logical1,logical2,…)
Contoh:
=OR(1+1=2,2+2=5) hasilnya akan bernilai TRUE

c. Fungsi NOT akan bernilai Benar (TRUE) jika kondisinya tidak terpenuhi dan sebaliknya
Syntax:
=NOT(logical)
Contoh :
=NOT(1+1=3) hasilnya akan bernilai TRUE
=NOT(1+1=2) hasilnya akan bernilai FALSE

d. Fungsi IF merupakan fungsi logika yang bisa digunakan untuk menghitung nilai dari
sebuah pernyataan berjenjang. Fungsi if ini biasanya dikenal dengan fungsi if nested (if
bercabang atau if bersarang)
Syntax:
IF(logical_test, value_if_true,value_if_false)
dimana :
• logical_test merupakan syarat dari percabangan.
• value_if_true merupakan nilai jika syarat percabangan terpenuhi.
• value_if_false merupakan nilai jika syarat percabangan tidak terpenuhi.
Contoh :
=IF(A1>=70,”Lulus”,”Remedial”)
=IF(A2>89,”A”,IF(A2>79,”B”, IF(A2>69,”C”,IF(A2>59,”D”,”F”))))

8. FUNGSI VLOOKUP
Fungsi VLOOKUP digunakan untuk membaca suatu data secara vertikal, lalu mengambil nilai
yang diinginkan pada table tersebut berdasarkan kunci tertentu. Fungsi ini adalah yang
paling sering digunakan daripada fungsi HLOOKUP. Misalnya kita mempunyai data Barang
pada Sheet1 dimana pada tabel tersebut tersimpan informasi sbb:
 Kode_Barang
 Jenis_Barang
 Nama_Barang
 Harga_Jual
 Harga_Beli

Lalu pada Sheet2, kita ingin jika kita telah menginput Kode_Barang pada suatu sell di kolom
A, secara otomatis pada sell sebelahnya di kolom B muncul Nama_Barang dan Harga dll.
Maka untuk mewujudkan hal ini, diperlukan rumus VLOOKUP.

Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah sbb:

=VLOOKUP(Lookup_value, Table_array, Col_index_num, range_lookup)


KETERANGAN :

 Lookup_value adalah sel referensi/nilai yang hendak dijadikan kunci dalam pencarian
data.
 Table_array adalah tabel/range yang merupakan table yang menyimpan data yang
hendak kita cari.

CATATAN PENTING !
 Usahakan Table_array sudah disort pada field kunci nya (baik secara ascending
ataupun descending)
 Huruf besar ataupun huruf kecil dianggap sama saja atau diabaikan pada field kunci
di Table_array.

Col_index_num adalah nomor kolom yang hendak kita ambil nilainya. Col_index_num
harus berisi nilai sama dengan atau lebih besar dari 1. Jika kurang dari 1, VLOOKUP akan
mengembalikan nilai error = #VALUE!. Jika col_index_num lebih besar dari jumlah kolom
pada table_array nya, VLOOKUP akan mengembalikan nilai error = #REF!.
Range_lookup adalah nilai logika TRUE / FALSE yang mana VLOOKUP akan mencari data
secara tepat atau secara kira-kira atau pendekatan.

Jika range_lookup kita isi TRUE, maka yang akan digunakan adalah metode
pendekatan atau kira-kira. Seandainya nilai yang kita cari tidak ada, maka yang akan diambil
adalah nilai yang lebih besar pada sell berikutnya dimana nilainya lebih kecil atau sama
dengan nilai lookup_value (field kunci). Seandainya tidak ada nilai yang lebih kecil atau sama
dengan nilai lookup_value (field kunci), maka VLOOKUP akan mengembalikan nilai error =
#N/A.

Adapun jika range_lookup kita isi FALSE, maka yang akan digunakan adalah metode
tepat. Pada metode tepat ini, jika VLOOKUP tidak menemukan data yang kita cari, maka ia
akan mengembalikan nilai error = #N/A, padahal kita ingin jika ia tidak menemukan data
yang kita cari, inginnya sell ini diisi dengan nilai 0 atau nilai lainnya yang kita inginkan. Maka
untuk mengatasi hal ini, gunakan rumus IF(logical_test,value_if_true,value_if_false) dan
ISERROR(Value).

Berikuti ini gambar penyelesaian dari kasus diatas :


9. FUNGSI TEKS
Berikut ini penjelasan beserta Syntax fungsi-fungsi Teks pada mikrosoft Excel yang sering
digunakan :

a. LEFT
Fungsi ini digunakan untuk mendapatkan hasil beberapa huruf paling kiri. Rumusnya
sangat simpel.
=LEFT(text;[num_chars])
text di sini merujuk kepada text yang akan diambil. Bisa berupa nilai sel ataupun langsung
diketikkan textnya di situ, tapi dengan menambahkan tanda petik dua (“) di awal dan di
akhir text.
[num_chars] artinya jumlah karakter yang akan ditampilkan.

b. RIGHT
Fungsi ini adalah kebalikan dari fungsi LEFT, yaitu mengambil beberapa karakter yang
dimulai dari kanan. Rumusnya mirip sekali dengan fungsi LEFT yaitu:
=RIGHT(text;[num_chars])

c. MID
Mid adalah fungsi pembacaan text yang dimulai bukan dari kiri maupun dari kanan.
Bisa dimulai dari karakter kedua, ketiga, dan seterusnya. Sintaxnya adalah:
=MID(text;start_num;num_chars)
start_num adalah posisi dimulainya text yang akan dibaca.

SUMBER :

http://ow.ly/KNICZ
http://indonesiaindonesia.com/f/94325-pengertian-informasi-komunikasi/
https://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Excel
TUGAS TIPK
RINGKASAN MATERI KULIAH PRA UTS

SESTY REGIANI LADIRUM


A2

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS ANDALAS
2015