Anda di halaman 1dari 9

TUGAS FISIKA INTI

SIFAT-SIFAT INTI

Nama : Viona Junita Sari (A1EO14007)

Dosen Pembimbing : Eko Risdianto, S.Si, M.Cs

UNIVERSITAS BENGKULU
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
2017
Sifat-Sifat Inti :

A. Tidak Bergantung pada waktu (time independent):


1. Muatan inti (electric charge)
Model atom Rutherford dapat menerangkannya melalui spektrum sinar –x yang diukur
oleh Moseley (1913) dari data Moseley tersebut ternyata muatan dari data Moseley
tersebut ternyata muatan inti adalah Ze dan Z yang merupakan nomor atom, sedang e
= muatan elektron = 4,80298 x 10^-10 esu = 1,602189 x 10^-19 C
2. Massa inti (mass)
Salah satu hipotesis dalton (18030 ialah bahwa atom-atom suatu unsur adalah identik.
Prout (1819) menyarankan bahwa semua unsur terbuat dari hidrogen, sehingga unsur
terbuat dari hidrogen, sehingga massanya dapat dituliskan sebagai: M ~ C MH MH=
massa hidrogen C = bilangan bulat. Dari penyelidikan yang teliti, ternyata :
 C bukanlah bilangan bulat, sehingga hipotesis Prout dianggap tidak benar.
 Crookes(1886) menyarankan kembali ide Prout. Alasan bahwa C bukan
bilangan bulat adalah karena suatu unsur mungkin terdiri adalah karena suatu
unsur mungkin terdiri dari beberapa campuran (isotop). Contoh: Cl
mempunyai berat atom 35,46 karena terdiri dari 3 isotop, masing-masing
34,35, dan 36.
 Karena kemudian inti diketahui terdiri dari proton dan neutron, maka dapat
dituliskan: M = Z(MH) + N (MN) Z dan N adalah jumlah proton dan neutron
di dalam inti, MN= massa neutron Kelimpahan massa di alam telah tersusun
dalam periodik table:
3. Jari-jari (radius)
Sampai sekarang, belum ditemukan cara langsung untuk menentukan jari-jari inti.
Pada umumnya ada dua cara yang digunakan untuk menentukan jari-jari inti yang
hasilnya menentukan jari-jari inti yang hasilnya berbeda, karena definisi jari-jari inti
dalam kedua cara tersebut berbeda. Jika dianggap bulat, maka jari-jarinya: R =
r0A^1/3.
Ada dua cara untuk menentukan r0:
 Cara nuklir
Dengan cara ini diukur jari-jari gaya inti (nuclear force radius)yang
didefinisikan sebagai jarak dari pusat inti ke jarak jangkauan gaya inti.
Jangkauan gaya inti lebih panjang sedikit dari ukuran Jangkauan gaya inti
lebih panjang sedikit dari ukuran inti. Cara-cara yang masuk dalam kategori ini
: -Hamburan partikel alfa dengan hasil r0= 1,414 F -peluruhan alfa dengan
hasil r0= 1,48 F -hamburan neutron cepat dengan hasil r0= 1,37 F
 Cara elektromagnetik
Jari-jari yang diukur ialah jari-jari muatan inti. Percobaan yang termasuk
kategori ini: -Hamburan elektron dengan hasil r0= 1,26 F -Mesonik atom
dengan hasil r0= 1,2 F -Inti cermin (H, He) dengan hasil r= (1,28 +0,05)F -Inti
cermin (1H3, 3He3) dengan hasil r0= (1,28 +0,05)F -hamburan proton dengan
hasil r0= (1,25 +0,05)F -pergeseran isotopik dengan hasil r0= (1,20 F
4. Momentum sudut (angular momentum)
Momentum sudut suatu unti atom dapat ditunjukkandari hyperfine-structure splitting
garis-garis spektrum suatu atom. Pauli menerangkan hyperfine-structure splitting ini
dengan anggapan bahwa inti mempunyai ini dengan anggapan bahwa inti mempunyai
momentum sudut, sehingga terjadi gandengan antara momentum sudut inti dengan
momentum sudut total dari elektron. Sebagaimana yang telah kita ketahui, inti terdiri
dari A nukleon, yang masing-masing mempunyai momentum sudut orbital dan spin.
Jadi total vektor momentum sudut, apabila dipakai gandengan L S, ialah
I = J= ∑lkk=1+ ∑sk k=1................. (1)
Panjang vektor momentum sudut inti:
|I| =√I (I+1)h/2π
I ialah bilangan kuantum momentum sudut total inti, atau biasa disebut spin inti. Biasa
disebut spin inti. Dari (1):
I = (l+s), (l+s-1),...|l-s|
Maka jumlah harga I yang mungkin:
(2s+1) untuk s < l (2l+1) untuk l< s
5. Momen magnetik (electromagnet momentum)
Di dalam inti atom nukleon-nukleon mengalami gerak orbital, baik proton maupun
neutron mempunyai momen magnetik.
Untuk proton, momen magnetik proton, Mp, dan momentum sudut orbital, Lp.

 e 
M lp    Lp
 2Mp 

6. Momen listrik
Momen listrik Inti pertama kali dijelaskan oleh Schuler dan Schmidt (1935), pada
hyperfine struktur Eu-151 dan Eu-153. Adanya momen kuadrupol inti berarti
menunjukkan distribusi inti tidak simetris bola.
Konsep multipol listrik dapat dijelaskan berdasarkan teori potensial listrik

B. Sifat-sifat inti yang bergantung pada waktu (time dependent):


1. Peluruhan radioaktif
Peluruhan radioaktif merupakan sifat inti yang bergantung waktu (dinamik), sifat
dinamik lainnya dari suatu inti radioaktif adalah reaksi inti. Baik peluruhan maupun
reaksi inti menggambarkan transisi dari suatu keadaan ke keadaan lain baik secara
spontan (decay) maupun buatan (reaksi). Laju peluruhan inti radioaktif disebut
aktivitas. Semakin besar aktivitasnya, semakin banyak inti atom yang meluruh per
detik. Aktivitas α hanya bergantung pada jumlah inti radioaktif N dalam cuplikan dan
juga pada probabilitas peluruhan λ.

……… (1)

Ketika cuplikan meluruh, jumlah intinya berkurang sebanyak N buah lebih sedikit
jumlah inti atom yang tertinggal. Jadi jumlah peluruhan per detik makin lama makin
berkurang. Semakin besar α, semakin banyak inti atom yang meluruh tiap detiknya.
Secara matematis dapat dituliskan:

…….. (2)
Dari persamaan 1 dan 2,

………. (3)

atau,

……….. (4)

Hasil integral dari persamaan 4 di atas adalah sebagai berikut.

……….. (5)

Persamaan 5 di atas merupakan hukum peluruhan radioaktif eksponensial, yang


memberi informasi bahwa jumlah inti radioaktif dalam suatu cuplikan meluruh
terhadap waktu. Pada kenyataannya agak sulit dilakukan pengukuran N, sehingga kita
dapat mengganti ungkapan persamaan dalam bentuk lain dengan mengalikan kedua
ruas dengan λ, sehingga bentuk persamaan menjadi aktivitas.

………. (6)

Satuan dasar untuk mengukur aktivitas adalah curie.


1 curie (Ci) = 3,7 × 1010 peluruhan/detik
Pada peluruhan radioaktif juga dikenal istilah waktu paruh (t1/2), yakni waktu yang
diperlukan aktivitas untuk berkurang menjadi separuh aktivitas awal.

………. (7)

Peluruhan dapat terjadi berkelanjutan yang disebut dengan rantai peluruhan radioaktif.
Peluruhan radioaktif ditandai dengan perubahan nuklida menjadi nuklida baru yang
disertai energi baik dalam bentuk partikel-partikel inti ataupun foton. Inti mengalami
peluruhan untuk mencapai kondisi stabil.

Suatu inti dapat meluruh dengan lebih dari satu cara. Untuk kasus ini, maka persamaan
5 dapat dimodifikasi menjadi,

………. (8)

Persamaan di atas menggambarkan inti yang meluruh menghasilkan inti α dan β.

2. Reaksi inti
Reaksi inti merupakan peristiwa perubahan suatu inti atom sehingga berubah menjadi
inti atom lain dengan disertai munculnya energi yang sangat besar. Agar terjadi reaksi
inti diperlukan partikel lain untuk menggoyahkan kesetimbangan inti atom sehingga
kesetimbangan inti terganggu. Akibatnya inti akan terpecah menjadi dua inti yang
baru. Partikel yang digunakan untuk mengganggu kesetimbangan inti yaitu partikel
proton atau neutron. Di mana partikel proton atau neutron yang berenergi
ditembakkan pada inti target sehingga setelah reaksi terjadi akan terbentuk inti atom
yang baru disertai terbentuknya partikel yang baru. Inti target dapat merupakan inti
atom yang stabil, sehingga setelah terjadi reaksi menyebabkan inti atom menjadi inti
yang tidak stabil yang kemudian disebut isotop radioaktif. Jadi reaksi inti dapat juga
bertujuan untuk mendapatkan isotop radioaktif yang berasal dari inti stabil. Reaksi
inti sangat berbeda dengan reaksi kimia, karena pada dasarnya reaksi inti ini terjadi
karena tumbukan (penembakan) inti sasaran (target) dengan suatu proyektil (peluru).
Secara skematik reaksi inti dapat digambarkan :

Reaksi Inti
Contoh reaksi inti antara lain adalah 7N14 + 2He4 → 8O17 + 1H1 yaitu inti atom
Nitrogen ditembak dengan partikel (2He4) menjadi inti atom Oksigen dengan disertai
timbulnya proton (1H1), inti atom oksigen yang terbentuk bersifat radioaktif. Reaksi
inti dibedakan menjadi dua, yaitu reaksi fisi dan reaksi fusi.

1. Reaksi Fisi
Reaksi fisi yaitu reaksi pembelahan inti atom berat menjadi dua inti atom lain yang
lebih ringan dengan disertai timbulnya energi yang sangat besar. Misalnya inti atom
uranium-235 ditembak dengan neutron sehingga terbelah menjadi inti atom Xe-235
dan Sr-94 disertai dengan timbulnya 2 neutron yang memiliki energi tinggi.
Reaksinya dapat dituliskan :

92U
235 + 0n1 → 54Xe235 + 38Sr94 + 20n1 + Q
Dalam reaksi fisi yang terjadi akan dihasilkan energi kira-kira sebesar 234 Mev.
Dalam reaksi fisi ini timbul -baru yang berenergi tinggi. Neutron-neutron
yang timbul akan menumbuk inti atom berat yang lain sehingga akan menimbulkan
reaksi fisi yang lain. Hal ini akan berlangsung terus sehingga semakin lama semakin
banyak reaksi inti yang dihasilkan dan dalam sekejab dapat timbul energi yang
sangat besar. Peristiwa semacam ini disebut reaksi fisi berantai. Reaksi fisi berantai
yang tak terkendali akan menyebabkan timbulnya energi yang sangat besar dalam
waktu relatif singkat, sehingga dapat membahayakan kehidupan manusia. Reaksi
berantai yang tak terkendali terjadi pada Bom Atom. Energi yang timbul dari reaksi
fisi yang terkendali dapat dimanfaatkannya untuk kehidupan manusia. Reaksi fisi
terkendali yaitu reaksi fisi yang terjadi dalam reaktor nuklir (Reaktor Atom). Di
mana dalam reaktor nuklir neutron yang terbentuk ditangkap dan tingkat energinya
diturunkan sehingga reaksi fisi dapat dikendalikan.

Reaksi Fisi Dari Uranium


Pada umumnya untuk menangkap neutron yang terjadi, digunakan logam yang
mampu menangkap neutron yaitu logam Cadmium atau Boron. Pengaturan populasi
neutron yang mengadakan reaksi fisi dikendalikan oleh batang pengendali yang
terbuat dari batang logam Cadmium, yang diatur dengan jalan memasukkan batang
pengendali ke dalam teras-teras bahan bakar dalam reaktor. Dalam reaktor atom,
energi yang timbul kebanyakan adalah energi panas, di mana energi panas yang
timbul dalam reaktor ditransfer keluar reaktor kemudian digunakan untuk
menggerakkan generator, sehingga diperoleh energi listrik.

2. Reaksi Fusi

Reaksi fusi yaitu reaksi penggabungan dua inti atom ringan menjadi inti atom
lain yang lebih berat dengan melepaskan energi.

Reaksi Fusi Dari Uranium


Misalnya penggabungan deutron dengan deutron menghasilkan triton dan proton
dilepaskan energi sebesar kira-kira 4,03 MeV. Penggabungan deutron dengan
deutron menghasilkan inti He-3 dan neutron dengan melepaskan energi sebesar 3,3
MeV. Penggabungan triton dengan triton menghasilkan inti He-4 dengan melepaskan
energi sebesar 17,6 MeV, yang reaksi fusinya dapat dituliskan :
1H
2
+ 1H2 → 1H3 + 1H1 +4MeV
1H
2
+ 1H2 → 2He3 + 0n1 +3,3MeV
1H
3
+1 H3 → 2He4 + 0n1 + 17,6 MeV
Agar dapat terjadi reaksi fusi diperlukan temperatur yang sangat tinggi sekitar 108
K, sehingga reaksi fusi disebut juga reaksi termonuklir. Karena untuk bisa terjadi
reaksi fusi diperlukan suhu yang sangat tinggi, maka di matahari merupakan tempat
berlangsungnya reaksi fusi. Energi matahari yang sampai ke Bumi diduga merupakan
hasil reaksi fusi yang terjadi dalam matahari. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan
bahwa matahari banyak mengandung hidrogen (1H1). Dengan reaksi fusi berantai
akan dihasilkan inti helium-4. Di mana reaksi dimulai dengan penggabungan
antardua atom hidrogen membentuk deutron, selanjutnya antara deutron dengan
deutron membentuk inti atom helium-3 dan akhirnya dua inti atom helium-3
bergabung membentuk inti atom helium -4 dan 2 atom hidrogen dengan melepaskan
energi total sekitar 26,7 MeV, yang reaksinya dapat dituliskan:
1H
1
+ 1H1 → 1H2 + 1e0 +Q1
1H
2
+ 1H2 → 2H3 + γ+Q2
2H
3
+ 2H3 → 2He4 + 2 1H1 + Q3

Reaksi tersebut dapat ditulis:

4 1H1 → 2He4 + 2 1e0 + Q