Anda di halaman 1dari 6

Nama : Sesty Regiani Ladirum

BP : 1410531030

Tugas : MK II – Resume Biaya Modal

BIAYA MODAL

A. PENGERTIAN
Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan utk
memperoleh dana baik yg berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk
mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan. Biaya modal bisa didefinisikan juga sebagai
tingkat keuntungan yang diharapkan atau tingkat keuntungan yang disyaratkan. Dalam analisis
investasi, biaya modal digunakan sebagai discount rate dalam analisis NPV atau IRR. Biaya modal
pada dasarnya merupakan biaya modal rata-rata tertimbang dari biaya modal individual.

Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya
riil yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan. Dari sisi investor,
tinggi rendahnya required rate of return merupakan tingkat keuntungan sedangkan bagi perusahaan
yang menggunakan dana merupakan biaya modal yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan
modal sendiri.

Biaya modal dapat dihitung berdasarkan biaya masing-masing sumber dana(biaya modal
individual). Jika perusahaan menggunakan beberapa sumber modal, maka biaya modal yang dihitung
adalah biaya modal rata-rata (weighted average cost of capital = WACC) dari seluruh modal yang
digunakan.

Konsep biaya modal erat hubungannya dengan konsep mengenai tingkat keuntungan yang
diisyaratkan (required rate of return). Dari sisi investor, tinggi rendahnya required rate of return
merupakan tingkat keuntungan (rate of return) yg mencerminkan tingkat risiko dari aktiva yang
dimiliki. Sedangkan dari sisi perusahaan yang menggunakan dana (modal), besarnya required rate of
return merupakan biaya modal (cost of capital) yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan modal
tersebut.

B. FUNGSI BIAYA MODAL


a. Terkait dengan pajak yang dikenakan pada perusahaan. Biaya modal yang dikenakan pada
modal pinjaman berbeda dg biaya modal dari modal sendiri. Konsep perhitungan biaya
modal didasarkan pd perhitungan :
1. Sebelum pajak (before tax basis), perlu disesuaikan dulu dengan pajak sebelum
dilakukan perhitungan biaya modal rata-ratanya seperti obligasi.
2. Setelah pajak (after tax basis).
b. Sebagai discount rate untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi
yaitu dengan membandingkan tingkat keuntungan (rate of return) dari usulan investasi
tersebut dengan biaya modalnya. Biaya modal di sini adalah biaya modal yang menyeluruh
(overall cost of capital). Misalnya jika kita menggunakan metode Net Present Value atau
Profitability Index untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investai, maka
biaya modal berfungsi sebagai "discount rate" yang digunakan untuk menghitung nilai
sekarang dari proceeds dan pengeluaran investasi.
C. JENIS BIAYA MODAL
1. Biaya Modal Hutang
Biaya modal hutang merupakan tingkat keuntungan yang disyaratkan yang berkaitan
dengan penggunaan hutang. Karena bunga bisa dipakai sebagai pengurang pajak, biaya modal
hutang dihitung net pajak. Dengan formula:

kt = kb (1 – t)

Dimana :

kt = Biaya hutang setelah pajak


kb = Biaya hutang sebelum pajak yaitu sebesar tingkat bunga hutang.
t = Tingkat Pajak

Adanya beban bunga menyebabkan keuntungan yang terkena pajak menjadi lebih kecil,
sehingga pajak yang harus dibayar perusahaan menjadi lebih kecil pula.

Biaya penggunaan hutang jangka panjang biasanya berasal dari obligasi. Dengan
formula :

I+(N–N )/n
kd =
b

(N + N) / 2
b

Dimana:
I = Bunga hutang jangka panjang (obligasi) 1 tahun dalam rupiah.
N = Harga nominal obligasi atau nilai obligasi pada akhir umurnya
Nb = Nilai bersih penjualan obligasi
n = Umur obligasi

2. Biaya Modal Saham Preferen


Biaya modal saham preferen diperhitungkan sebesar tingkat keuntungan yang
diisyaratkan oleh pemegang saham preferen. Biaya modal saham preferen berupa deviden yang
besarnya tetap.

Biaya modal saham preferen adalah biaya riil yang harus dibayar jika perusahaa
menggunakan dana dengan menjual saham preferen. Kp diperhitungkan sebesar tingkat
keuntungan yang disyaratkan (required rate of return) oleh investor pemegang saham preferen.
Artinya tingkat keuntungan yang diharapkan oleh investor merupakan biaya yang harus
ditanggung emiten.

Biaya modal saham preferen mempunyai sifat campuran antara hutang dan saham biasa.
Mempunyai sifat hutang, karena saham preferen mengandung kewajiban tetap untuk
memberikan pembayaran dividen secara periodik. Memiliki sifat seperti saham biasa karena
saham preferen merupakan bukti kepemilikan perusahaan yang mengeluarkan saham preferen
tersebut. Demikian pula ketika perusahaan terpaksa dilikuidasi, maka perusahaa pemegang
saham preferen mempunyai hak sebelum pemegang saham biasa.Pembayaran dividen saham
preferen dilakukan setelah pendapatan dikurangi pajak, sehingga biaya modal saham preferen
tidak perlu lagi disesuaikan atau dikurangi dengan pajak.

Dengan formula :
kp = Dp / Po
Dimana :
kp = Biaya saham preferen
Dp = Dividen saham preferen
Po = Harga saham preferen saat penjualan (harga proses)

Jika ada biaya penerbitan (floatation cost) maka biaya modal saham preferen dihitung
atas dasar penerimaan kas bersih yang diterima (Pnet) :
kp = Dp / Pnet

3. Biaya Modal Saham Biasa


Biaya modal saham lebih sulit dihitung karena melibatkan biaya kesempatan
(opportunity cost) yang tidak bisa diamati secara langsung. Biaya modal saham biasa merupakan
biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memeproleh dana dengan menjual saham biasa
untuk investasi. Biaya modal saham biasa dapat mengalami peningkatan secara internal dengan
menahan laba atau secara eksternal dengan menjual atau mengeluarkan saham biasa baru.
Perusahaan dapat membagikan laba setelah pajak yang diperoleh sebagai deviden.

Dengan formula :

Ke = (D1 / P0) + g

Dimana :

Ke = Biaya modal saham biasa


D1 = deviden yang diharapkan pada tahun pertama
P0 = harga pasar saham sekarang
g = pertumbuhan deviden saham per tahun

4. Biaya Modal Saham Biasa Baru

Dengan formula:

D1
ke  g
P0 (1  F )
Dimana :

Ke = Biaya modal saham biasa


D1 = deviden yang diharapkan pada tahun pertama
P0 = harga pasar saham sekarang
g = pertumbuhan deviden saham per tahun
F = Biaya emisi

5. Biaya Modal Laba Ditahan


Penggunaan dana yang berasal dari laba ditahan (retained earning) juga ada biayanya.
Besarnya biaya penggunaan dana yang berasal dari laba ditahan adalah sebesar biaya
penggunaan dana yang berasal dari saham biasa.

 Model Gordon Growth


Dengan formula:
D1 = Do (1 + g)

Ks = D1
---------- +g
Po
Dimana :
Po = Harga pasar saham biasa pada saat ini
D1 = Dividen yang diterima untuk periode 1
Ks = Tingkat keuntungan yang disyaratkan investor
g = growth (pertumbuhan)

 Model CAPM (Capital Asset Pricing Model).

Model CAPM menggunakan argumen yang sama dengan pendekatan yield obligasi.
Menurut CAPM, tingkat keuntungan yang disyaratkan untuk saham sama dengan tingkat
keuntungan bebas risiko ditambah premi risiko.

Dengan formula:
Ks = Rf +  ( Rm - Rf )

Dimana
Ks = tingkat keuntungan yang disyaratkan untuk saham
Rf = tingkat keuntungan bebas risiko
 = risiko sistematis
Rm = tingkat keuntungan pasar

Model CAPM ini dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu :


1. Besarnya beta bunga bebas risiko
2. Risiko sistematis yg ditunjukkan oleh koefisien beta ()
3. Premium risiko pasar yang ditunjukkan oleh selisih antara return pasar dengan
return saham (Rm – Ri).
6. Biaya Modal Keseluruhan

Biaya modal keseluruhan merupakan biaya modal yang memperhitungkan seluruh biaya
atas modal yang digunakan oleh perusahaan. Biaya modal yang diperhitungkan merupakan biaya
modal dari seluruh jenis yang digunakan. Biaya modal keseluruhan bermanfaat dalam kaitannya
dengan penilaian usulan investasi jangka panjang. Karena biaya modal dari masing-masing
sumber dana berbeda, maka menetapkan biaya modal perusahaan secara keseluruhan dihitung
dengan WACC (Biaya Modal Rata-rata Tertimbang).

Dengan formula:

WACC = Wd.Kd (1-T) + Wp.Kp + We.Ke

Contoh :

PT. X memiliki biaya modal dan struktur modalnya sebagai berikut:

Jika tingkat pajaknya 40 %

Jawab:

.Dengan Proporsi modal:

*) biaya modal hutangan Proporsi modalng = 7 % ( 1 – 0,40 ) = 4,2 %

Biaya Modal Rata-rata = (10.320.000 / 100.000.000) x 100 % = 10,32 %


D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI KOMPOSISI BIAYA MODAL

1. Faktor Yang Tidak Dapat Dikendalikan Perusahaan :


a.Tingkat suku bunga
b. Tarif pajak

2. Faktor Yang Dapat Dikendalikan Perusahaan :


a. Kebijakan struktur modal
b. Kebijakan dividen
c. Kebijakan investasi

REFERENSI :

Keown, Arthur j. 2010. Manajemen Keuangan: Prinsip dan Penerapan Jilid 2. Jakarta: Indeks