Anda di halaman 1dari 2

D.

PEKERJAAN KOLOM BAJA


1. Pekerjaan Kolom Baja WF 200.100.5,5.8
Perencanaan arah Penyetelan dan Pemasangan, penempatan bahan hasil fabrikasi,
Untuk kolom sesuai dengan kode-kode yang terdapat pada Shop drawing.
Kolom dirangkai di bawah. Pemeriksaan awal terhadap panjang dan hasil
pengelasan.
Tahap pertama kolom pada bagian atas diikat dengan tali baja yang ditarik dengan
Liyer.
Selanjutnya kuda-kuda yang telah dirangkai dibawah dan telah dicheck panjang
dan pengelasan segera diangkat dan dipasang.
Kolom diletakkan pada plat tumpu yang telah dipasang pada kolom .
Pengelasan pertemuan antara kolom dan plat tumpu.
Untuk membantu kekakuan kolom dipasang plat kopel.
Untuk membantu kekakuan segera dipasang ikatan angin antara kolom ke kolom
yang lainnya sebagai penyangga kolom agar tidak mengalami keruntuhan.

2. Pekerjaan Plat t = 10 mm
Pelat lantai yang digunakan dalam kontruksi bangunan ini adalah pelat dari beton.
Ukuran tebal pelat yang digunakan adalah 10 cm.
Metode konstruksi yang digunakan dalam pekerjaan pelat adalah:
Langkah pertama yang dilakukan dalam pekerjaan pelat ini adalah pengukuran untuk
menentukan posisi cetakan dan acuan untuk pelat lantai.
 Pemasangan bekesting
Setelah semua pengukuran selesai, maka dilakukan pemasangan perancah–
perancah bekesting pelat. Penyangga untuk beketing pelat menggunakan kayu
meranti ukuran dan papan kayu.
 Pemasangan tulangan
Pemasangan tulangan pelat dapat dilaksanakan setelah penulangan balok
selesai. Pembentukan tulangan pelat dilakukan diatas lokasi yang akan dicor
dengan pengawasan mandor besi. Setelah seluruh tulangan pelat dalam satu
lantai terangkai, baru dilakukan penyetelan tulangan.
 Pengecoran
Pengecoran dilakukan setelah semua bekisting dan tulangan balok dan plat
terangkai. Beton yang digunakan adalah beton siap pakai atau ready mix
dengan mutu beton K.225. Penuangan beton harus dikerjakan dengan cepat
dan diusahakan tidak terjadi penghentian sebelum pengecoran selesai. Karena
pengecoran menggunakan beton ready mix, maka waktu suplai harus
diperhatikan karena berkaitan dengan umur beton tersebut. Dimana pada umur
4 jam beton sudah tidak dapat dipakai lagi untuk membuat struktur. Hal ini
disebabkan pada umur tersebut beton sudah mulai mengeras sehingga apabila
dituangkan ke dalam cetakan akan menghasilkan beton yang tidak standart.
Untuk itu perlu dilakukan uji slump agar diketahui kekentalan dari beton yang
akan digunakan. Dan untuk proses pemadatan dilakukan dengan alat vibrator.

3. Pekerjaan Angkur M-16


 Pekerjaan pemasangan dan penempatan angkur besi plat dengan
design, bentuk dan ukuran sesuai gambar rencana.
 Pemasangan angkur Tiang As-as kolom sebelum pengecoran beton
pengikat tiang
 Angkur dipasang diberi 2 baut.

4. Pekerjaan Pintu Besi 3 x 3


Pintu Besi terbuat dari plat baja dengan ketebalan tertentu menurut gambar rencana atau
sesuai dengan petunjuk Direksi. Plat pintu dilas dengan rapi. Plat pintu dilengkapi dengan
ulir berukuran 2 inch dan pintu dilas menyatu dengan ulir. Rangka pintu terbuat dari baja
siku. Rangka pintu/penyangga dilengkapi dengan stang.

5. Pekerjaan Pintu Besi 2 x 1


Pintu Besi terbuat dari plat baja dengan ketebalan tertentu menurut gambar rencana atau
sesuai dengan petunjuk Direksi. Plat pintu dilas dengan rapi. Plat pintu dilengkapi dengan
ulir berukuran 2 inch dan pintu dilas menyatu dengan ulir. Rangka pintu terbuat dari baja
siku. Rangka pintu/penyangga dilengkapi dengan stang.

Anda mungkin juga menyukai