Anda di halaman 1dari 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI
2.1.1 DEFINISI PROMOSI KESEHATAN
Promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan: menyangkut
pendidikan, organisasi, kebijakan, dan peraturan perundangan untuk perubahan
lingkungan dan perilaku yang menguntungkan kesehatan (Green and Ottoson,
1998).
Menurut Depks RI tahun 2002 promosi kesehatan adalah proses
pemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan
kesehatannya.
Sukidjo Notoatmodjo (2003) menyatakan bahwa promosi kesehatan adalah
upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui peningkatan perilaku
dan lingkungan yang kondusif untuk hidup sehat.
Health promotion is a programs are designed to bring about “changes”
within people, organization, communities, and their environment (VicHealth,
1996)
Health Promotion is the process of enabling individuals and communities to
increase control over the determinants of health and there by improve their health
(WHO:2003).
Jadi dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan adalah upaya untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat itu
sendiri.
2.1.2 DEFINISI RUMAH SAKIT
Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan
upaya kesehatan. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal bagi masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan
pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif),
penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif), yang
dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan (Siregar, 2004).
Berdasarkan Undang-Undang tentang rumah sakit no.44 tahun 2009, rumah
sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap,
rawat jalan, dan gawat darurat.
2.1.3 DEFINISI PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)
Upaya yang dilakukan oleh rumah sakit untuk meningkatkan kemapuan
pasien, klien, dan kelompok- kelompok masyarakat, agar pasien dapat
mempercepat penyembuhan dan rehabilitasinya, klien dan kelompok- kelompok
,masyarakat dapat mandiri dalam meningkatkan kesehatannya, mencegah
masalah- masalah kesehatan, dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber
daya masyarakat, melalui pembelajaran dari, oleh, untuk, dan bersama mereka,
sesuai sosial budaya mereka, serta didukung oleh kebijkan publik yang
berwawasaan kesehatan (Pusat Promosi Kesehatan, Kemenkes : 2012).

2.2 SEJARAH PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT


Promosi kesehatan di rumah sakit telah dilaksanakan sejak tahun 1994 dengan nama
Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS). Pada tahun 2003, nama itu
berubah menjadi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Banyak kegiatan yang
dilakukan dalam pengembangan PKRS mulai dari penyusunan program PKRS, advokasi
dan sosialisasi PKRS kepada direktur rumah sakit pemerintah, pelatihan PKRS,
pengembangan dan distribusi media serta pngembangan model PKRS. Namun, dalam
pelaksanaan PKRS dalam kurun waktu 15 tahun belum juga menunjukkan hasil yang
maksimal. Komitmen yang tidak kuat dari direktur rumah sakit juga mempengaruhi
kesinambungan PKRS ini.