Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TUMBUH KEMBANG

TopikPenyuluhan : Tumbuh Kembang


Hari/Tanggal :
Waktu : 30 menit
Tempat : Dusun Kebon Lauk, Desa Sesela
Sasaran : Bayi - Balita
Penyuluh : Feri Hendrawan

A. Latar Belakang
Mempelajari tumbuh kembang memang sangat menarik karena cara manusia tumbuh
menjadi besar dan berkembang merupakan proses yang mengagumkan dan banyak
menyimpan misteri yang belum terungkap. Istilah tumbuh merupakan peristiwa
bertambahnya ukuran fisik dan structural tubuh, sedangkan perkembangan merupakan
peristiwa bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh. Laju tumbuh
kembang setiap individu tidak selalu sama.
Ketika dalam kandungan dan dua tahun pertama setelah lahir, proses tumbuh
kembang berlangsung pesat sekali. Selanjutnya berkurang perlahan lahan pada umur 3-4
tahun. Seiring dengan pertumbuhan jasmaninya terjadi perkembangan jiwa, intelegensi,
dan perilaku anak.
Peristiwa tumbuh kembang banyak dipengaruhi oleh faktor genetic, gizi, dan
lingkungan. Faktor genetik diturunkan dari orang tuanya. Dengan demikian, yang dapat
diupayakan adalah peningkatan gizi dan penciptaan lingkungan hidup yang mendukung.
Seperti yang kita ketahui bahwa masa bayi dan balita sangat rentan terhadap penyakit,
seperti flu, diare, bronchitis, atau penyakit infeksi lainnya. Jika anak sering menderita
sakit dapat menghambat atau mengganggu proses tumbuh kembangnya.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 1x20 menit, klien mampu mengerti dan
memahami tentang masalah tumbang anak.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 1x20 menit klien dapat:
1. Menyebutkan pengertian pertumbuhan dan perkembangan dengan benar.
2. Menyebutkan 2 dari 3 tahap-tahap oertumbuhan dan perkembangan yang dialami.
3. Menjelaskan kembali faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang
4. Menyebutkan 2 dari setiap fase perkembangan.
3. Metode : Ceramah, diskusi
4. Media : Lembar balik, leaflet
5. Sumber : Modul KIE untuk ibu/keluarga balita di kota Sukabumi tahun
2004.
6. Materi :
a. Pengertian tumbuh Kemban
b. Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan yang dialami
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang
d. Fase perkembangan pada anak

7. Kegiatan Penyuluhan
Tahap K e g i a t an
Waktu
kegiatan Penyuluh Sasaran
5 menit Pembukaan 1. Membuka acara dengan 1. Menjawab salam
mengucapkan salam
kepada sasaran
2. Menyampaikan topik dan
tujuan penkes kepada
sasaran 2. Mendengarkan
penyuluh
3. Kontrak waktu untuk menyampaikan
kesepakatan pelaksanaan topik dan tujuan.
penkes dengan sasaran 3. Menyetujui
kesepakatan waktu
pelaksanaan penkes

10 menit Kegiatan inti 1. Mengkaji ulang 1. Menyampaikan


pengetahuan sasaran pengetahuannya
tentang materi penyuluhan. tentang materi
penyuluhan
2. Menjelaskan materi 2. Mendengarkan
penyuluhan kepada sasaran penyuluh
dengan menggunakan menyampaikan
lembar balik dan leaflet. materi
3. menanyakan hal-hal
3. Memberikan kesempatan yang tidak
kepada sasaran untuk dimengerti dari
menanyakan hal-hal yang materi penyuluhan
belum di mengerti dari
meteri yang dijelaskan
penyuluh.

10 menit Evaluasi/ 1. Memberikan pertanyaan 1. Menjawab


penutup kepada sasaran tentang pertanyaan yang
materi yang sudah diajukan penyuluh
disampaikan penyuluh
2. Menyimpulkan materi
penyuluhan yang telah
disampaikan kepada 2. Mendengarkan
sasaran penyampaian
3. Menutup acara dan kesimpulan
mengucapkan salam serta 3. Mendengarkan
terima kasih kepada penyuluh menutup
sasaran. acara dan menjawab
salam

8. Evaluasi
a. Prosedur : Post test
b. Bentuk : Lisan
c. Jenis : Verbal
d. Butir Pertanyaaan
1. Jelaskan Pengertian tumbuh Kembang!
2. Sebutkan 2 dari 3 Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan yang
dialami!
3. Jelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang!
4. Jelaskan 2 dari setiap Fase perkembangan pada anak!
LAMPIRAN

A. Tahap pertumbuhan anak terbagi menjadi dua bagian.


Bertumbuh adalah perubahan fisik yang dengan mudah dapat diukur; Berkembang
adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih kompleks.
Waktu balita disebut juga sebagai periode emas. Balita yang masuk pada usia 0-5 tahun,
terjadi peningkatan yang sangat pesat pada pertumbuhan dan perkembangan baik fisik,
motoris dan cara berpikirnya.

B. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Balita


Pertumbuhan ialah terjadinya perubahan yang bersifat kuantitatif, yang dapat diukur.
Titik beratnya ada pada fisik. Pertumbuhan Anak Anda bisa dipantau dengan pengukuran
tinggi badan, lingkar kepala, berat badan, dan ukuran ang standart yang telah disepakatai
secara internasional.
Adapun perkembangan ialah terjadinya pertambahan kemampuan struktur dan fungsi
tubuh yang sangat kompleks, Misalkan Anak Anda sudah bisa berjalan dan berbicara.
Sedangkan Perkembangan bisa kita amati dari bagaimana cara anak kita bermain, belajar,
berbicara, dan juga bersikap.
Pertumbuhan dan perkembangan Anak dipengaruhi banyak faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor internal yang terjadi pada anak kita meliputi jenis kelamin, usia,
perbedaan ras, genetik, dan kromosom. Adapun faktor eksternal terdiri dari keadaan
lingkungan sosial, nutrisi, ekonomi, dan stimulasi psikologis. Periode emas Anak Anda
berlangsung pada usia 0-5 tahun. Pada fase awal tumbuh kembang ini, Anak Anda akan
dipengaruhi oleh fase selanjutnya. Pada periode inilah, kita sebagai orangtua harus benar-
benar cermat untuk memperhatikan tumbuh kembang anak sehingga hasilnya akan lebih
optimal.

C. Cara Merangsang Tumbuh Kembang Otak Anak


Merangsang jaringan otak Anak menjadi sangat penting pada periode emas Anak
Anda. Semakin banyak Anda memberikan rangsang, maka jaringan otak akan
berkembang bisa mencapai 80% pada usia 3 tahun. Namun sebaliknya, jika Anak Anda
tidak pernah diberi rangsangan yang cukup, bisa jadi jaringan otaknya akan mengecil dan
fungsi otak semakian menurun. Inilah salah satu yang menjadi sebab perkembangan anak
menjadi terhambat.
Rangsangan yang kurang pada Anak Anda bisa mempengaruhi perkembangan
kecerdasan otak, kemungkinana terjadi penyimpangan tumbuh kembang, hingga
gangguan perkembangan yang menetap.

D. Berikut ini tahapan Rangsangan Anak Berdasar Usia:


1. Usia 0 – 4 Bulan
Anak pada usia ini lebih sering memeluk dan menimang dengan penuh kasih
sayang. Anda bisa menggantung benda berwarna cerah seperti warna merah, kuning,
biru dan hijau yang bergerak dan bisa dilihat oleh Anak Anda. Ajaklah sang anak
untuk tersenyum, bicara, dan mendengarkan alunan musik.

2. Usia 4-6 Bulan


Anak lebih sering tengkurap. Anda bisa lakukan gerakkan benda dari kiri ke
kanan, di depan matanya. Anda bisa memperdengarkan berbagai bunyi-bunyian.
Berilah mainan benda yang besar dan berwarna.
3. Usia 6-12 Bulan
Di usia ini ajari Anak Anda untuk duduk, ajaklah main ci-luk-ba, ajari untuk
memegang dan makan biskuit, ajari pula cara memegang benda kecil dengan 2
jarinya, ajari juga cara berdiri dan berjalan dengan berpegangan, ajaklah bicara
sesering mungkin, latihlah untuk mengucapkan kata ma.. ma.. pa.. pa, berilah mainan
yang aman dan bisa untuk dipukul-pukul.

4. Usia 1 – 2 Tahun
Diusia ini ajari anak Anda untuk berjalan di undakan/tangga, ajaklah untuk
membersihkan meja dan menyapu, ajak pula untuk membereskan mainan, sesering
miungkin ajari untuk mencoret-coret di kertas, Tungun dengan jarinya untuk
menyebut bagian tubuhnya. Jangan lupa bacakan cerita anak, ajak bernyanyi, dan ajak
bermain.

5. Usia 2 – 3 Tahun
Pada usia ini ajari Anak Anda untuk berpakaian sendiri, seringlah untuk
mengajaknya melihat buku bergambar, pilih dan bacakan cerita anak, sesegera
mungkin untuk mengajari anak mandiri dengan makan di piringnya sendiri, ajari pula
cara mencuci tangan yang benar, Jangan lupa untuj ajari buang air besar dan kecil di
kamar mandi.

6. Usia 3 – 5 Tahun
Pada usia ini Anda bisa meminta sang anak untuk menceritakan apa yang ia
lakukan, dengarkan dengan seksama bagaimana anak anda bicara, Perhatikan jika ia
ternyata gagap, maka ajarilah untuk bicara pelan-pelan, awasi dan perhatikan dengan
seksama Anak Anda ketika mencoba hal-hal baru

Apa yang dapat Mum lakukan

Sebagai orangtua, Mum pasti ingin melihat si Kecil bertumbuh dan berkembang. Terus
menemani di setiap langkahnya. Terus membantunya melatih motorik kasarnya dengan
mengenalkannya pada kegiatan baru seperti menaiki tangga. Yang terpenting, sebisa mungkin
pastikan si Kecil melakukan dengan caranya sendiri, tentu saja dengan pengawasan Mum.

Mum juga dapat melengkapi tumbuh kembang si Kecil dengan asupan nutrisi yang tepat.
Berikan si Kecil 3 gelas Anmum Essential Step 3 setiap hari untuk memenuhi kebutuhan si
Kecil akan protein, kalsium, DHA, Inulin, FOS, Sialic Acid (SA), EFA, fosfolipid, zat besi
dan nutrisi penting lainnya.