Anda di halaman 1dari 1

RSIA ‘AISYIYAH

KLATEN TANGGAP DARURAT


INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL)

46/SPO/SNT/XII/2016 No Revisi : Halaman :


00 1/2
.

Ditetapkan
Direktur RSIA ‘Aisyiyah Klaten
STANDAR Tanggal Ditetapkan
PROSEDUR 8 Desember 2016
OPERASIONAL
dr. H. Purwono, M. Kes
Pengertian Keadaaan Darurat adalah suatu kejadian, kondisi, atau peristiwa yang
akan membahayakan kesehatan/keselamatan karyawan, pengunjung,
lingkungan sekitar, dan atau menganggu keberlangsungan
operasional kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), di mana
bila terjadi keadaan tersebut harus dilakukan tindakan pengendalian
dan penanggulangan sesegera mungkin.

Tujuan Prosedur ini digunakan untuk mengatur tata cara melaksanakan


kesiagaan dan tanggapan dalam mencegah, mengendalikan,
menanggulangi, dan mengevaluasi terulangnya kembali suatu
keadaan darurat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang dapat
menyebabkan dampak penting terhadap lingkungan, kesehatan/
keselamatan pekerja, dan atau kelansungan pekerjaan.

Kebijakan Keadaaan Darurat adalah suatu kejadian, kondisi, atau peristiwa yang
akan membahayakan kesehatan/keselamatan karyawan, dan atau
menganggu keberlangsungan operasional kerja, di mana bila terjadi
keadaan tersebut harus dilakukan tindakan pengendalian dan
penanggulangan sesegera mungkin.
Prosedur 1. Koordinator CS atau petugas ruangan memeriksa dulu bahan/alat
apa yang sudah habis digudang ruangan, penyetokan bahan/ alat
kebersihan harus sesuai dengan kebutuhan ruangan.
2. Koordinator CS atau petugas ruangan mengajukan permintaan
logistik kebersihan/ sanitasi dengan menggunakan buku BON
Sanitasi dengan menulis rincian tanggal, jenis, dan jumlah yang
dibutuhkan dan ditandatangani petugas yang ditujukan .
keInstalasi Sanitasi.
3. Petugas Instalasi Sanitasi memverifikasi buku dan mengambilkan
barang yang dibutuhkan oleh bagian sesuai yang tertulis dalam
buku permintaan, dan menulisnya kedalam kartu stok.

Unit Terkait 1. Instalasi Sanitasi


2. Cleaning Service
3. Seluruh Bagian/ Instalasi Rumah Sakit