Anda di halaman 1dari 3

A.

Teori dasar
Pernapasan atau respirasi adalah pertukaran gas antara mahkluk hidup
(organisme) dengan ligkungannya. Secara umum, pernapasan dapat diartikan sebagai
proses menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.
Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk
pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar.
Terapi inhalasi merupakan satu teknik pengobatan penting dalam proses
pengobatan penyakit respiratori (saluran pernafasan) akut dan kronik. Penumpukan
mukus di dalam saluran napas, peradangan dan pengecilan saluran napas ketika
serangan asma dapat dikurangi secara cepat dengan obat dan teknik penggunaan
inhaler yang sesuai.
Obat yang diberikan dengan cara ini absorpsinya terjadi secara cepat karena
permukaan absorpsinya luas, terhindar dari eliminasi lintas pertama di hati, dan pada
penyakit paru-paru misalnya asma bronkial, obat dapat diberikan langsung pada
bronkus. Tidak seperti penggunaan obat secara oral (tablet dan sirup) yang terpaksa
melalui sistem penghadangan oleh berbagai sistem tubuh, seperti eleminasi di hati.
Terapi inhalasi dapat menghantarkan obat langsung ke paru-paru untuk segera bekerja.
Dengan demikian, efek samping dapat dikurangi dan jumlah obat yang perlu diberikan
lebih sedikit dibanding cara pemberian lainnya. Tapi cara pemberian obat ini
diperlukan alat dan metoda khusus yang agak sulit dikerjakan, sukar mengatur dosis,
dan obatnya sering mengiritasi epitel paru.
Terapi inhalasi adalah cara pengobatan dengan cara memberi obat untuk
dihirup agar dapat langsung masuk menuju paru-paru sebagai organ sasaran obatnya.
Pemberian per inhalasi adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas
melalui hirupan.
Terapi inhalasi adalah sistem pemberian obat dengan cara menghirup obat
dengan bantuan alat tertentu, misalnya nebulizer. Nebulizer adalah suatu jenis cara
inhalasi dengan menggunakan alat pemecah obat untuk menjadi bagian-bagian seperti
hujan/uap untuk dihisap. Biasanya untuk pengobatan saluran pernafasan bagian lebih
bawah
Terapi inhalasi uap adalah cara pengobatan dengan alat nebulizer dapat
mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol terus menerus, dengan tenaga
yang berasal dari udar yang dipadatkan, atau gelombang ultrasonik. aerosol yang
berbentuk dihirup penderita melalui mouth piece atausungkup Bronkodilator yang
diberikan dengan nebulizer . memberikan efek bronkodilatasi (pelebaran bronkus)
yang bermakna tanpa menimbulkan efek samping. Hasil pengobatan dengan nebulizer
lebih banyak bergantung pada jenis nebulizer yang digunakan. Ada nebulizer yang
menghasilkan partikel aerosol terus-menerus, ada juga yang dapat diatur sehingga
aerosol hanya timbul pada saat penderita melakukan inhalasi, sehingga obat tidak
banyak terbuang.
Cara ini digunakan dengan memakai disposible nebulizer mouth piece dan
pemompaan udara (pressurizer) atau oksigen. Larutan nebulizer diletakan di
dalam nebulizer chamber. Cara ini memerlukan latihan khusus dan banyak digunakan
di rumah sakit. Keuntungan dengan cara ini adalah dapat digunakan dengan larutan
yang lebih tinggi konsentrasinya dari MDI. Kerugiannya adalah hanya 50 – 70% saja
yang berubah menjadi aerosol, dan sisanya terperangkap di dalam nebulizer itu
sendiri. Jumlah cairan yang terdapat di dalam hand held nebulizer adalah 4 cc dengan
kecepatan gas 6 – 8 liter/menit. Biasanya dalam penggunaannya digabung dalam
mukolitik (asetilsistein) atau natrium bikarbonat. Untuk pengenceran biasanya
digunakan larutan NaCl.
Beberapa contoh jenis nebulizer uap antara lain:
a) Simple nebulizer
b) Jet nebulizer, menghasilkan partikel yang lebih halus, yakni antara 2 – 8
mikron. Biasanya tipe ini mempunyai tabel dan paling banyak dipakai di rumah
sakit.
c) Ultrasonik nebulizer, alat tipe ini menggunakan frekuensi vibrator yang tinggi,
sehingga dengan mudah dapat mengubah cairan menjadi partikel kecil yang
bervolume tinggi, yakni mencapai 6 cc/menit dengan partikel yang uniform.
Besarnya partikel adalah 5 mikron dan partikel dengan mudah masuk ke
saluran pernapasan, sehingga dapat terjadi reaksi, seperti bronkospasme dan
dispnoe. Oleh karena itu alat ini hanya dipakai secara intermiten, yakni untuk
menghasilkan sputum dalam masa yang pendek pada pasien dengan sputum
yang kental.
d) Antomizer nebulizer, partikel yang dihasilkan cukup besar, yakni antara 10 –
30 mikron. Digunakan untuk pengobatan laring, terutama pada pasien dengan
intubasi trakea.
Beberapa bentuk jet nebulizer dapat pula diubah sesuai dengan keperluan,
sehingga dapat digunakan pada ventilator dan IPPB, dimana dihubungkan dengan gas
kompresor.

B. Definisi
Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan
menjadi aerosol secara terus menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang
dipadatkan atau gelombang. Sejak ditemukannya nebulizer pada tahun 1859 di
Perancis, nebulizer merupakan pilihan terbaik pada kasus kasus yang berhubungan
dengan masalah inflamasi atau obstruksi bronkus pada penderita asma atau PPOK
(Penyakit Paru Obstruksi Kronis).

C. Fungsi
Alat Nebulizer sangat berguna dalam dunia kesehatan sebagai fungsi alat terapi
dan pengobatan untuk penderita yang mengalami penyakit saluran pernafasan dengan
cara menghirup larutan obat yang telah diubah menjadi bentuk kabut. Nebulizer sangat
cocok digunakan anak-anak atau pun usia lanjut dan mereka yang sedang mengalami
serangan asma parah. Tidak ada kesulitan sama sekali dalam menggunakan nebulizer,
karena pasien cukup bernafas seperti biasa dan kabut obat akan terhirup masuk ke
dalam paru-paru. Beberapa contoh penderita ganguan pernafasan Asma, Bronchities,
sesak pernafasan dan lain sebagainya yang menyangkut pada ganguan pernafasan
dengan pengobatan seperti ini di harap kan pengobatan lebih efektif. Obat – obat yang
akan digunakan biasanya terlebih dahulu dicampur dengan aquades atau pelaru obat
terutama pada obat – obatan yang bukan berupa cairan dan kadar pelarut obat telah
ditentukan sesuai dosis.

D. Prinsip kerja

E. Blok diagram dan wiring


F. Sop
G. Standart maintenance procedure
H. Teori dasar
I. Topic terbaru