Anda di halaman 1dari 49

PELATIHAN

PSIKOEDUKASI

SKIZOFRENIA

I GDE YUDHI KURNIAWAN

PSIKIATER

I GDE YUDHI KURNIAWAN

PSIKIATER

I GDE YUDHI KURNIAWAN PSIKIATER PENDIDIKAN SDN 3 Dangin Puri 1988-994 SLPTN 1 Denpasar 1994-1997 SMU

PENDIDIKAN

SDN 3 Dangin Puri

1988-994

SLPTN 1 Denpasar

1994-1997

SMU 1 Denpasar

1997-2000

Fak. Kedokteran UNUD

2000-2006

Fak. Hukum UNWAR

2010-2014

PPDS 1 Psikiatri FK UNUD

2013-2017

PEKERJAAN

RSU Surya Husadha

2007-2009

RSJ Provinsi Bali

2009-kini

ORGANISASI

PDSKJI Cab. Denpasar

 

KPSI Simpul Bali

 

Rumah Berdaya Denpasar

 

PENGERTIAN DAN PENYEBAB

SKIZOFRENIA

Apa skizofrenia itu?

Masalah kesehatan (masalah medis).

Salah satu jenis gangguan jiwa.

Memiliki perjalanan penyakit menahun (penyakit kronis).

Bisa pulih (gejalanya membaik) namun juga bisa juga mengalami kekambuhan (gejala memburuk kembali).

Orang yang mengalami skizofrenia disebut dengan ODS (orang dengan skizofrenia).

Siapakah yang bisa mengalami gangguan skizofrenia?

Semua orang bisa mengalami skizofrenia

Banyak terjadi pada usia antara 18-30 tahun (di usia muda atau

produktif)

Memiliki risiko lebih besar untuk mengalami skizofrenia jika seseorang

tersebut memiliki :

riwayat gangguan jiwa dalam keluarga/keturunan.

tipe kepribadian pendiam/tertutup

tingkat stres yang tinggi.

Hal-hal tersebut di atas dapat meningkatkan kemungkinan bagi seseorang untuk terkena gangguan Skizofrenia, tapi bukan berarti

setiap orang yang memiliki faktor risiko tersebut pasti akan selalu

mengalami skizofrenia.

Apa yang dialami ODS pada saat kondisi akut?

Dalam kondisi akut, gejala-gejalanya sedang berat/nyata

1.

ODS tidak mampu untuk membedakan apakah gejala yang

dialaminya adalah sesuatu yang nyata atau tidak nyata (tidak realistik).

2.

ODS tidak menyadari jika dirinya sedang sakit/mengalami gangguan jiwa (tilikan dirinya jelek).

ODS mengalami penurunan fungsi (terhambat dalam melaksanakan tugas) dalam kehidupannya sehari-hari (perawatan diri,
ODS mengalami penurunan fungsi (terhambat dalam melaksanakan
tugas) dalam kehidupannya sehari-hari (perawatan diri, kemandirian,
pelaksanaan kewajiban dan dalam berhubungan dengan orang lain di
sekitarnya.

Apakah penyebab skizofrenia?

Faktor Biologis, perubahan dopamin dalam otak, adanya riwayat gangguan jiwa dalam keluarga.

Faktor Psikologis, jenis kepribadian seseorang, kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah (cara penyelesaian masalah).

Faktor Sosial, masalah-masalah dalam berhubungan dengan orang lain, masalah keluarga, masalah dalam pekerjaan.

Tidak ada penyebab tunggal untuk gangguan skizofrenia.

Berbagai faktor saling mempengaruhi.

Apakah penyebab skizofrenia?

Faktor Biologis

perubahan dopamin dalam otak, adanya riwayat gangguan jiwa dalam keluarga.

Faktor Psikologis

jenis kepribadian seseorang, kemampuan seseorang dalam memecahkan

masalah (cara penyelesaian masalah).

Faktor Sosial

masalah-masalah dalam berhubungan dengan orang lain, masalah keluarga, masalah dalam pekerjaan.

Tidak ada penyebab tunggal untuk gangguan skizofrenia.

Berbagai faktor saling mempengaruhi.

Apa yang terjadi pada otak ODS?

Adanya ketidaknormalan kadar Dopamin dalam otak (dopamin berlebihan).

Fungsi dopamin adalah untuk mengolah informasi yang datang dari luar.

Jika ada informasi datang dari luar maka informasi tersebut akan diolah di otak dengan bantuan zat kimia tertentu termasuk dopamin untuk bisa menghasilkan pikiran, perasaan dan perilaku seseorang sesuai dengan apa yang disimpulkan dari informasi tersebut.

Jika terjadi ketidaknormalan dopamin dalam otak maka pengolahan informasi di otak terganggu sehingga menyebabkan munculnya gejala-

gejala pada ODS (gangguan dalam perasaan, pikiran dan perilakunya).

GEJALA DAN DAMPAK

SKIZOFRENIA

Apakah gejala-gejala yang dialami ODS?

Halusinasi : kesalahan otak dalam menafsirkan seolah-olah ada rangsangan pada panca indra.

Halusinasi terdiri dari :

Halusinasi Pendengaran

Halusinasi Penglihatan

Halusinasi Pembauan

Halusinasi Pengecapan

Halusinasi Perabaan

Apakah gejala-gejala yang dialami ODS?

Waham adalah keyakinan yang salah namun sangat diyakini

kebenarannya oleh ODS, tidak bisa dikoreksi oleh orang lain dan

seringkalo ODS hidup dalam wahamnya.

Contohnya :

Waham rujukan (merasa semua orang sedang membicarakan dirinya)

Waham kejar (merasa dikejar-kejar dan akan dicelakai)

Waham curiga (curiga yang berlebihan)

Waham kebesaran (merasa menjadi orang hebat)

Waham lain (Waham kendali, waham sisip pikir, waham magic mistic, dll)

Apakah gejala lain yang dialami ODS?

Gejala dapat berupa tingkah laku yang tidak biasa seperti

ODS berteriak-teriak tanpa sebab

ODS mondar-mandir tanpa tujuan

ODS menyerang tanpa sebab

Gejala lain bisa juga dialami ODS adalah sulit tidur, ekspresi emosi

meningkat, bingung.

Apakah gejala lain yang dialami ODS?

Gejala negatif adalah gejala yang ditandai dengan :

Tidak mau melakukan kegiatan apapun Hanya berdiam diri di dalam kamar/rumah Tidak mau mandi Tidak mau berteman Ekspresi wajah dan emosinya kurang (datar)

Kesulitan dalam berpikir atau konsentrasi

Buruknya motivasi untuk melakukan sesuatu

Sedikit bicara

Gerakannya lambat

Apakah dampak dari gangguan skizofrenia?

Penurunan fungsi personal (pribadi)

Aktivitas pribadi sehari-hari (perawatan diri).

Penurunan fungsi sosial

Hubungan dengan orang lain, komunikasi, dll.

Penurunan fungsi kognitif (mengolah informasi)

Daya ingat, kreativitas, dll

Mari kita pahami bahwa:

Perubahan perasaan, pikiran dan tingkah laku ODS adalah merupakan gejala dari sakit yang dialaminya.

Hal itu bukan berarti ODS tersebut adalah: orang yang buruk, jahat, bodoh, kekanak-kanakan dan suka memaksa.

ODS mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan dan perawatan.

Pengertian dan dukungan keluarga sangat penting untuk membantu

pemulihan/kesembuhan ODS.

TATALAKSANA GANGGUAN

SKIZOFRENIA

Bagaimana tatalaksana gangguan skizofrenia?

Ingat bahwa :

Penyebab skizofrenia terdiri dari beberapa faktor

Dampak dari gejala skizofrenia bermacam-macam Maka penatalaksanaannya terdiri dari:

Obat

Intervensi selain obat

Mengapa ODS harus minum obat?

Terjadi kelebihan dopamin dalam otak

Menyebabkan gangguan dalam pengolahan informasi di otak

Menimbulkan gejala-gejala skizofrenia (waham, halusinasi, perilaku kacau)

Obat berfungsi untuk menormalkan kembali kadar dopamin

Gejala-gejala skizofrenia menghilang

Disebut apakah obat skizofrenia?

Obat skizofrenia disebut Antipsikotik.

Contoh obat antipsikotik adalah :

Risperidon 2x sehari

Trifluoperazin 2x sehari

Klorpromazin 2-3x sehari

Haloperidol 2x sehari

Clozapine 2x sehari

Masih banyak jenis obat antipsikotik yang lain selain yang tertulis di sini.

Nama-nama obat tersebut adalah nama generik. Obat-obat tersebut di pasaran dijual dengan nama yang bermacam-macam.

Beberapa hal penting tentang obat adalah :

Obat harus diminum secara rutin teratur/rutin sesuai dengan anjuran dokter.

Obat diminum dalam jangka panjang/lama, tidak hanya pada saat ODS merasakan gejala-gejalanya muncul.

Penurunan dosis obat atau penghentian obat harus atas ijin dokter, ODS

atau keluarga tidak boleh menurunkan atau menghentikan sendiri.

Jika merasakan gejala-gejala efek samping obat, sampaikan kepada

dokter.

Seringkali ODS tidak merasa sedang sakit sehingga tidak mau minum obat.

ODS membutuhkan orang lain untuk mendampingi minum obat setiap hari

Apakah efek samping obat yang bisa terjadi?

BISA TERJADI EPS (EKSTRA PIRAMIDAL SINDROM) YANG DITANDAI DENGAN GEJALA:

Jalan seperti robot

Rahang/mulut kaku

Sulit menelan

Leher kaku

Bola mata melihat keatas

Air liur berlebihan (ngiler, ngeces)

Telapak tangan gemetar (tremor)

Gelisah, sulit untuk duduk diam,

selalu ingin berjalan/bergerak

Mulut bergerak-gerak di luar kontrol

EFEK SAMPING LAIN YANG BISA

TERJADI ADALAH:

Mengantuk

Penurunan tensi (tekanan darah)

Peningkatan berat badan

INGAT

Efek samping obat, tidak selalu terjadi. Efek samping obat, bisa diatasi. Segera laporkan pada dokter
Efek samping obat, tidak selalu terjadi.
Efek samping obat, bisa diatasi.
Segera laporkan pada dokter jika ada gejala efek samping obat.

Mengapa ODS tidak patuh minum obat?

ODS sering tidak merasa sakit sehingga tidak merasa butuh obat, maka ODS butuh orang lain sebagai pendamping minum obat.

ODS mengalami efek samping obat, maka konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

ODS khawatir menjadi ketergantungan obat (dalam kondisi ini, obat adalah kebutuhan bagi ODS. Sedangkan pengertian ketergantungan obat adalah istilah yang dipakai untuk orang yang menyalahgunakan

obat yang sebenarnya tidak diperlukan, tanpa petunjuk, dan aturan dari

dokter).

Mengapa butuh penanganan selain obat?

Ingat bahwa :

Penyebab skizofrenia terdiri dari beberapa faktor yaitu faktor lingkungan,

kemampuan mengatasi masalah, dll.

Dampak dari gejala skizofrenia bermacam-macam yaitu : penurunan fungsi pasien dalam kehidupan sehari-hari misalnya tidak mandiri, tidak bisa

merawat diri, tidak bisa bergaul/bersosialisasi, tidak bisa bekerja, dll.

Sehingga dibutuhkan intervensi selain obat.

Tatalaksana/intervensi selain obat:

Psikoedukasi

Kegiatan yang diberikan oleh tenaga yang telah terlatih kepada ODS dan keluarga untuk meningkatkan pemahaman tentang skizofrenia,

bagaimana menanganinya serta mendapatkan dukungan dalam

penanganan ODS.

Konseling

Proses komunikasi yang bertujuan agar ODS mampu mengembangkan dirinya dalam mengatasi masalah. Dilakukan oleh tenaga terlatih.

Rehabilitasi

upaya yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi ODS agar dalam kembali berfungsi di masyarakat seperti yang lainnya.

Berobat
Berobat
Berbicara
Berbicara
Berobat Berbicara Beraktivitas Berolahraga Berdoa @yudhine
Berobat Berbicara Beraktivitas Berolahraga Berdoa @yudhine
Beraktivitas Berolahraga
Beraktivitas
Berolahraga
Berobat Berbicara Beraktivitas Berolahraga Berdoa @yudhine
Berdoa
Berdoa

@yudhine

PEMULIHAN DAN

KEKAMBUHAN GANGGUAN

SKIZOFRENIA

Apakah ODS bisa pulih?

ODS bisa pulih dengan penanganan yang tepat.

Pulih tidak berarti bahwa ODS tidak minum obat sama sekali.

Pemulihan adalah: kondisi saat ODS mencapai masa perbaikan setelah mengalami gangguan skizofrenia,

Penatalaksanaan ODS tidak lagi difokuskan pada sembuh (hilang gejala) tapi lebih fokus pada perbaikan fungsi (kualitas hidup).

ODS mungkin tetap harus minum obat, namun ODS dapat mengendalikan gejalanya dan menjalankan fungsinya dengan
ODS mungkin tetap harus minum obat, namun ODS dapat
mengendalikan gejalanya dan menjalankan fungsinya dengan baik
dalam kehidupan sehari-hari.

Tanda-tanda Pulih:

Menurunnya gejala-gejala pada ODS (halusinasi, waham, tingkah laku kacau, menarik diri, dll).

Meningkatnya fungsi ODS di masyarakat (fungsi dalam bersosialisasi, fungsi dalam pekerjaan, fungsi dalam kehidupan pribadi, dll).

Penentuan pemulihan pada ODS dilakukan dengan

penilaian/pemeriksaan dokter. Namun demikian orang lain bisa

mengenalinya dari perbaikan-perbaikan dalam aktivitas yang sehari-hari terlihat.

Apa saja hambatan bagi pemulihan ODS?

Hambatannya adalah :

Stigma yang masih sangat besar di masyarakat.

Stigma terhadap ODS adalah sikap atau penilaian negatif terhadap ODS.

ODS dianggap sebagai orang yang menakutkan, sebagai bahan lelucon dan tidak punya kemampuan, tidak punya hak-hak

sebagaimana yang berlaku bagi kebanyakan orang.

Sebagian besar masyarakat dan keluarga menganggap bahwa bila salah

seorang anggota keluarga menderita skizofrenia maka hal ini merupakan aib bagi keluarga.

Apakah ODS bisa kambuh?

ODS bisa kambuh jika mendapatkan perawatan yang tidak tepat, berikut.

Kekambuhan pada ODS adalah kondisi ODS saat mengalami

peningkatan kembali gejala-gejalanya setelah mencapai masa pemulihan.

Kekambuhan harus dicegah dengan perawatan yang tepat.

Keluarga harus mengenali tanda-tanda kekambuhan, agar segera

dapat membawa ODS ke Puskesmas atau Rumah Sakit sehingga

mendapatkan pertolongan segera sebelum kekambuhan semakin berat.

Tanda-tanda kekambuhan:

Perubahan kebiasaan tidur (sulit tidur, terbangun saat tidur, tidur terus menerus).

Perubahan kebiasaan makan (makan berlebihan atau tidak mau

makan).

Perubahan dalam mengurus dirinya sendiri (mandi, berpakaian, dll).

Perubahan kebiasaan sehari-hari (nonton TV, pekerjaan rumah, dll).

Tidak mau minum obat.

Mengalami gejala-gejala skizofrenia kembali: halusinasi, waham, dll.

Mudah tersinggung, curiga dan mudah meningkatkan emosinya.

Tidak mau ke luar kamar, menyendiri.

Tidak mau berkomunikasi dengan orang lain.

Apa yang bisa mejadi penyebab ODS kambuh?

Tidak patuh minum obat.

Sehingga perlu upaya meningkatkan kepatuhan minum obat.

Mengalami tekanan berat.

Lingkungan tidak mendukung.

Sehingga perlu lingkungan yang mencintai dan peduli.

Mengalami masalah berat.

Sehingga perlu upaya meningkatkan keterampilan mengatasi

masalah.

MENGATASI GEJALA PADA

ORANG DENGAN SKIZOFRENIA

Mengapa mengatasi gejala pada ODS sangat penting?

Karena gejala yang dirasakan adalah bagian dari perjalanan penyakit yang dialami ODS

Gejala-gejala yang dialaminya mungkin terjadi dalam waktu yang tidak singkat

Gejala-gejala yang dialaminya bisa menyebabkan dampak buruk dan mengganggu

Bagaimanakah mengatasi halusinasi?

Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter dapat mencegah dan mengatasi halusinasi

Aktivitas yang cukup dan menyenangkan biasanya akan meminimalkan

munculnya halusinasi, sehingga dengan banyak beraktivitas, diharapkan halusinasi minimal dirasakan ODS (mencegah munculnya gejala halusinasi)

Mengabaikan halusinasinya

Ketika ODS merasakan halusinasi, maka walaupun mendengar suara-suara atau melihat bayangan, namun ODS bisa mengabaikannya

Mengalihkan pada aktivitas lain

Ketika ODS merasakan halusinasi, maka ODS bisa mengalihkannya dengan melakukan aktivitas lain yang disenangi, misalnya merapikan rumah, membantu memasak, merawat tanaman, dll

Mengalihkannya dengan mencari teman bercakap-cakap misalnya dengan orang tua, teman, tetangga, saudara, dll

Bagaimanakah mengatasi emosi marah?

Belajar mengenali emosi marah yang dirasakan sehingga segera menyadari ketika berada dalam kondisi marah

Belajar mengenali faktor apakah yang sering menjadi penyebab munculnya emosi

marah sehingga bisa menghindari faktor tersebut jika memungkinkan

Belajar mengenali tanda-tanda apakah yang dirasakan ketika marah sehingga bisa lebih dini mengenali kondisi sedang marah

Belajar mengatasi rasa marah dengan cara :

Latihan nafas dalam (relaksasi)

Melakukan kegiatan ibadah sesuai dengan agama masing-masing

Menuliskan apa yang dirasakan pada kertas atau buku agar bisa mengurangi emosi marah

Mengungkapkan perasaan yang dirasakan pada orang lain atau bisa juga pada diri sendiri di tempat yang privacy (tidak ada orang lain yang melihat/mendengar)

Mengalihkan pada kegiatan yang disukai seperti mendengarkan musik, nonton TV,

membaca buku, dll

Mengingat akibat yang mungkin timbul dari kondisi marah

Mengalihkan pada aktivitas fisik, seperti berjalan-jalan, bermain ke tetangga, membersihkan rumah, dll

Bagaimanakah mengatasi aktivitas yang masih kurang?

Mengenali kembali aktivitas yang disukai (misalnya hobi)

Memulai melakukan aktivitas ringan yang disukai (misalnya hobi)

Memulai melakukan aktivitas secara bertahap dan terus menerus

Meminta bantuan orang-orang sekitar untuk mengajak dan

mengingatkan untuk melakukan aktivitas

Meminum obat secara rutin, teratur dan sesuai aturan dari dokter

Mencoba untuk bersosialisasi (bergaul) dengan orang-orang sekitar

Mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan

MANAGEMEN STRES

Apakah kondisi stres itu?

Situasi yang menyebabkan individu mengalami tekanan fisik dan

psikologis sebagai efek dari adanya faktor-faktor yang tidak dapat

diatasi dan atau melampaui kemampuan individu tersebut untuk dapat

mengatasinya

Stres adalah reaksi seseorang terhadap setiap situasi yang tidak

menyenangkan.

Setiap hal bisa menyebabkan stres, jika hal tersebut diterima sebagai

sesuatu yang tidak menyenangkan bagi seseorang. Namun demikian,

beberapa kejadian yang menimbulkan stres (misalnya persaingan ketat dalam prestasi) justru memacu orang untuk berprestasi lebih baik.

Apakah penyebab stres?

Penyebab Stres adalah:

Faktor internal : Seseorang yang memiliki faktor yang berisiko mudah stres

Tertutup

Ragu-ragu, kurang percaya diri

Kaku, sulit bergaul

Faktor eksternal : Tekanan/tuntutan/kejadian yang datang dari

lingkungan/orang di sekitar

Tekanan di kantor, di rumah, di masyarakat

Tuntutan yang di luar kemampuan kita

Sikap/perilaku orang lain yang menyakitkan (konflik)

Menguras energi dan menyebabkan stres yang berlebihan

Apakah dampak stres?

Stres dapat mengganggu pikiran, mengurangi konsentrasi, menyulitkan pengambilan keputusan, menyelelesaikan pekerjaan dan menurunkan

kualitas hidup.

Stres yang berkepanjangan, dan cara mengatasi stres yang tidak sehat,

dapat menyebabkan gangguan kesehatan baik fisik maupun mental.

Apakah reaksi yang terjadi terhadap stres?

Reaksi fisik, reaksi yang mudah terlihat: sakit kepala, jantung berdebar, hilang nafsu makan, tangan dingin dsb

Reaksi emosi: marah-marah, cemas, mudah tersinggung, pesimis, dsb

Reaksi kognitif (kemampuan berpikir): sulit konsentrasi, sulit berpikir, dsb

Reaksi tingkah laku (perilaku): menarik diri dari pergaulan, tidur

berlebihan, jadi pendiam, jadi kasar dsb

Apakah penyebab stres selalu bisa dihindari?

Tidak semua penyebab stres selalu bisa kita hindari

Kita ingat bahwa :

Ada yang bisa diubah, ada yang tidak bisa diubah

Belajar membedakan mana yang bisa diubah, mana yang tidak bisa diubah

Fokus pada sesuatu yang tidak bisa diubah itu membuat lelah

Maka belajar untuk bisa menerima:

Walau kadang sulit, tapi ini jauh lebih baik daripada berupaya mengubah sesuatu yang tidak mungkin bisa kita ubah

misal : bencana, sakit, termasuk karakter teman kerja, mutasi, dll

Yang bisa dilakukan adalah menurunkan efek risiko (rasa lelah dan tidak bahagia)

Maka mengelola pikiran dan perasaan saat menghadapi masalah adalah penting

Jangan lupa terus berdoa, mencari kekuatan dariNya

Apakah yang disebut managemen stres?

Managemen stres adalah cara seseorang mengatasi stres, agar terjadi keseimbangan kembali

Mengapa perlu ketrampilan manajemen stres?

Masalah yang bisa menjadi sumber stres adalah bagian dari kehidupan

kita sehari-hari

Masalah tidak selalu bisa dihindari

Untuk mewujudkan pemulihan dan mencegah kekambuhan, ODS harus dalam kondisi tenang dan nyaman

Perlu juga berlatih cara pengelolaan stres yang baik

Maka ketrampilan mengenali dan mengelola stres adalah ketrampilan yang harus kita miliki

Gaya hidup sehat, strategi menagemen stres :

• Mendekat padaNya (Meningkatkan spiritualitas) • Olah Raga teratur • Makanan Sehat • Mengurangi gula
• Mendekat padaNya (Meningkatkan spiritualitas)
• Olah Raga teratur
• Makanan Sehat
• Mengurangi gula dan cafein (kopi)
• Menghindari alkohol, rokok dan obat-obatan di luar anjuran dokter
• Tidur cukup
• Hobi, relaksasi dan rekreasi
• Pertemanan dan persahabatan

Kegiatan yang bermanfaat dalam menghadapi stres?

Kenali stress

Peregangan Sederhana.

Rileks, humor, tertawalah

Relaksasi

Mengingat Tuhan dan doa

Mendengarkan musik yg lembut

Aktivitas fisik ringan sambil menikmati mataharipagi

Latihlah angkat bahu.

Makan sehat kaya serat

Hitung anugerah (Syukur)

Ekspresikan stres kita - biarkan emosinya mengalir.

Terima kasih

Terima kasih YUDHI KURNIAWAN @yudhine

YUDHI KURNIAWAN

@yudhine