Anda di halaman 1dari 11

TAUHID RUBUBIYAH

YOLANDA FADILAH RAFIKA


10010217143
KELAS D
KATA PENGANTAR

Segala Puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT karena limpahan rohmat serta
anugerah darinya sehingga kami mampu untuk merampungkan makalah dengan judul “tauhid
rububiyah” ini. Sholawat dan salam selalu kita ucapkan dan curahkan untuk junjungan nabi
agung kita, Nabi Muhammad SAW yang sudah menyampaikan petunjuk Allah SWT untuk kita
semua, sebuah petunjuk paling benar yakni syariah agama islam yang sempurna dan satu satunya
karunia paling besar kepada seluruh alam semesta.

Penulis benar benar berterima kasih sebab mampu menyelesaikan makalah yang
termasuk dari tugas ilmu kalam tentang “tauhid rububiyah”. Selain itu, kami menyampaikan
terima kasih yang banyak terhadap seluruh pihak yang sudah membantu kami selama
berlangsungnya penyelesaian makalah ini sampai bisa terselesaikan makalah ini.

Begitulah yang bisa kami haturkan, kami berharap supaya makalah ini bisa berguna
kepada setiap pembaca. Kami memohon kritik dan saran untuk makalah ini supaya selanjutnya
bisa kami revisi kembali. Karena kami menyadari dengan sangat, bahwa makalah yang kami
tulis ini masih banyak kekurangannya.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL 1

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 3

BAB I PENDAHULUAN 4

 Latar Belakang 4
 Rumusan Masalah
 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

 Penjelasan Tentang Makna Tauhid Rububiyah dan Kefitrahannya


serta Pengakuan Orang – orang Musyrik Terhadapnya …………………
 Penjelasan Tentang Tauhid Rububiyah Yang
Mengharuskan Tauhid Uluhiyah
 Penjelasan Tentang Tunduknya Alam Semesta serta
Ketaatannya Kepada Allah

BAB III PENUTUP

 Kesimpulan
 Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

Pendahuluan makalah merupakan bagian awal makalah yang memberikan gambaran umum
tentang mengapa topik yang disajikan dalam makalah harus disajikan. Dengan kata lain, bagian
pendahuluan menguraikan alasan penulis tentang topik yang ditulisnya. Selain mengemukakan
alasan,bagian pendahuluan merupakan bagian pengantar yang untuk pembaca guna
mengetahui alasan ataupun isi makalah secara keseluruhan.
Mengingat fungsi bagian pendahuluan makalah sebagai pengantar tentang topik tulisan dan
sarana pengarang dalam menyampaikan alasan penulisan, menjadikan pendahuluan makalah
memiliki bagian-bagian yang khusus.

A. LATAR BELAKANG
Pembahasan mengenai tauhid merupakan hal yang paling urgen dalam agama Islam, dimana
tauhid mengambil peranan penting dalam membentuk pribadi-pribadi yang tangguh, selain juga
sebagai inti atau akar daripada ‘Aqidah Islamiyah. Keimanan itu merupakan akidah dan pokkok
yang di atasnya berdiri syari’at Islam. Kemudian dari pokok itu keluarlah cabang-cabangnya.[1]
Tauhid ialah mengesakan Allah dan mengakui keberadaannya serta kuat kepercayaannya
bahwa Allah itu hanya satu tidak ada yang lain. Tidak ada sekutu baginya, yang bisa
menandinginya bahkan mengalahkannya.
Manusia berdasarkan fitrah dan akal sehat pasti mengakui bahwasanya Allah itu Maha esa.
Seorang muslim wajib mengimani akan keesaaan Allah ta’ala dan bahwasannya tidak ada tuhan
yang berhak disembah melainkan Allah ta’ala, adapun kalimat tauhid itu sendiri yang dimaksud
ialah La ilaha illah yang berarti tidak ada yang berhak disembah selain Allah.
Ada tiga macam tauhid dalam islam, yakni : Tauhid Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa sifat. Ketiga
tauhid tersebut harus dimiliki oleh manusia sebagai hamba-Nya. Sebagai umat muslim kita tidak
boleh hanya memiliki salah satu dari ketiga tauhid tersebut, karena ketiga tauhid tersebut
merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Apabila kita hanya mempercayai salah satu
diantaranya maka kita tidak bisa disebut sebagai seorang yang syirik bahkan keluar dari islam.
Jadi tiga jenis Tauhid di atas, wajib diketahui oleh setiap muslim (dan segala ubudiyah
kita kepada Allah wajib dengan ketiga tauhid itu semua) karena Tauhid adalah pondasi keimanan
seseorang kepada Allah ta’ala, sehingga hendaklah kita senantiasa menjaga kemurnian tauhid
kita di dalam beribadah kepada Allah ta’ala dari apa saja yang dapat merusak Tauhid kita.

B. Rumusan Masalah

- Apa makna tauhid rububiyah ?


- Bagaimana penjelasan tentang tauhid rububiyah yang mengharuskan tauhid
uluhiyah ?
- Bagaimana tunduknya alam semesta dan ketaatannya kepada Allah
C. Tujuan
Agar para pembaca tau tentang maksud dan tujuan mempelajari Tauhid Rububiyah, serta
pembahasan mengenai pengertian tauhid Rububiyah dan strategi tadabur alam yang tertuang di
dalam makalah ini.
tauhid rububiyah adalah salah satu aspek tauhid yang harus diketahui dan diamalkan oleh
para umat islam, kita harus sadar tentang apa itu auhid dan bagaimanakah tauhid itu, karya
keilmuan ini adalah salah satu inovasi pembelajaran bagaumana supaya kita dapat menngetahui
ataupun belajar mengenai tauhid dengan cara yang mudah
BAB II

PEMBAHASAN

A. Tauhid Rububiyah dan Pengakuan Orang – orang Musyrik Terhadapnya

Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam rububiyah, ikhlas beribadah kepadaNya,
serta menetapkan bagiNya nama- nama dan sifat – sifatNya. Tauhid ada tiga macam, setiap
ketiga macam tauhid itu memiliki makna yang harus dijelaskan agar tau apa perbedaan dari
ketiganya.

Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah dalam sega perbuatanNya dengan meyakini
bahwa Dia sendiri yang menciptakansegenap makhluk. Allah berfirman :

‫ش ْيء ك ِل خَا ِلق الَّه‬


َ ‫ش ْيء ك ِل َعلَى َوه َ ۖو‬
َ ‫َو ِكيل‬

“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu”. ( az – zumar : 62)

Bahwasannya Dia adalah pemberi rezekibagi setiap manusia, binatang dan makhluk
lainnya. Allah berfirman :

ِ ‫اْل َ ْر‬
‫ض إ ِ ََّّل ع َ ل َ ى َّللاَّ ِ ِر ْز ق ُ هَ ا َو ي َ ع ْ ل َ م ُ مُ سْ ت َق َ َّر ه َ ا َو مُ سْ ت َ ْو د َ ع َ هَ ا ۚ ك ُ ل ف ِ ي ِك ت َا ب ٍ ُم ب ِ ي ٍن‬ ْ ‫َو َم ا ِم ْن د َ ا ب َّ ةٍ ف ِ ي‬

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi
rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.
Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). ( hud : 6)

Begitu pula orang – orang yang mengingkarinya di zaman ini, seperti komunis. Mereka
hanya menampakkan keingkaran karena kesombongannya. Akan tetapi pada hakikatnya, secara
diam – diam batin mereka meyakini bahwa tidak ada satu makhluk pun yang ada tanpa pencipta,
dan tidak ada satu makhluk pun kecuali ada yang membuatnya, dan tidak ada pengaruh apa pun
kecuali pasti ada yang mempengaruhinya. Firman Allah :
Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka
orang-orang yang benar. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang
menciptakan (diri mereka sendiri)?.Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?;
sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). ( ath – thur : 35-36)

Adapun pengingkaran adanya tuhan oleh orang – orang komunis hanyalan karean
kesombongan dan penolakan terhadap hasil renungan dan pemikiran akal sehat. Siapa yang
seperti ini sifatnya maka dia telah membuang akalnya dan mengajak orang lain untuk
menertawakan dirinya.

B. Tauhid Rububiyah Mengharuskan Adanya Tauhid Uluhiyah

Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah, dengan mengimani
tidak ada pencipta, pemberi rizki dan pengatur alam kecuali Allah, maka ia harus mengakui
bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah SWT.

Tauhid rububiyah adalah bukti wajibnya tauhid uluhiyah. Karena itu seringkali Allah
membantah otang yang mengingkari tauhid uluhiyah dengan tauhid rububiyah yang mereka akui
yakini. Seperti firman Allah :

Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertakwa.Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan
langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan
hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan
sekutu-sekutu bagi Allah, pada hal kamu mengetahui. (al-Baqarah: 21 -22)

Allah memerintahkan mereka mertauhid uluhiyah, yaitu menyembahNya dan beribadah


kepadaNya. Dia yang menunjukkan dalil kepada mereka dengan tauhid rububiyah, yaitu
penciptaNya terhadap manusia dari yang pertama hingga terakhir. Maka sangat tidak sangat
pantas bagi mereka jika menyekutukan Allah dengan yang lainNya.

Maka jalan fitri untuk menetapkan tauhid uluhiyah adalah tauhid rububiyah. Karena
manusia pertama kali sangat bergantung kepada asla kejadiannya, sumber kemanfaatan dan
kemadharatannya. Tauhid rububiyah adalah pintu gerbang dari tauhid uluhiyah. Karena itu Allah
berhujjah atas orang – orang musyrik. Dia juga memerintahkan RasulNya untuk berhujjah atas
mereka seperti itu. Allah berfirman :
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu
mengetahui?".Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu
tidak ingat?".Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya `Arsy
yang besar?". Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu
tidak bertakwa?". Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala
sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab) -Nya, jika
kamu mengetahui?". Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "(Kalau
demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?". (Al – mu’min : 84 – 89)

C. Alam Semesta dan Fitrahnya Dalam Tunduk dan Patuh Kepada Allah

Sesungguhnya alam semesta ini seluruhnya tunduk kepada Allah dan patuh kepada
perintah kauniyahNya. Allah berfirman :

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan
kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang
hari. ( ar- ra’d : 15)

Jadi seluruh benda alam semesta ini tunduk kepada Allah, patuh kepada kekuasaanNya,
berjalan menurut kehendak dan perintahNya. Semua makhluk menjalankan tugas dan perannya
masing – masing serta berjalan menurut aturan yang sangat sempurna. Allah berfirman :
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.
Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak
mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
( al – isra’ : 44)

Orang yang berkal pasti semakin merenungkan makhluk – makhluk ini, semakin
yakin itu semua diciptakan dengan hak dan untuk yang hak. Bahwasannya ia diatur dan
tidak ada pengaturan yang keluar dari aturan penciptannya. Semua meyakini Sang Pencipta
dengan fitrahnya.

Imam Ibnu Taimiyah berkata “ Mereka tunduk menyerah, pasrah dan terpaksa dari
berbagai segi, diantaranya :

1. Keyakinan bahwa mereka sangat membutuhkanNya


2. Kepatuhan mereka kepada qadha’, qadar dan kehendak Allah yang ditulis atas
mereka
3. Permohonan mereka kepadaNya ketika dalam keadaan darurat atau terjepit

Seorang mukmin tunduk kepada Allah secara ridha dan ikhlas. Begitu pula ketika
mendapatkan cobaan, ia sabar menerimanya. Sedangkan orang kafir, maka ia tunduk
kepada perintah Allah yang bersifat kauni ( sunnatullah).

Tidak ada satupun dari makhluk ini yang keluar dari kehendak, takdir dan qadha’nya.
Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah. Dia adalah pencipta dan penguasa
alam. Semua adalah ciptaanNya, diatur, diciptakan, diberi fitrah, membutuhkan dan
dikendalikanNya.

Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al – Fauzan, Akafa Press , Jakarta, 1998
BAB III

PENUTUPAN

A. Kesimpulan

Tauhid rububiyah ialah suatu kepercayaan bahwa yang menciptakan alam dunia beserta
isinya ini hanyalah Allah sendiri tanpa bantuan siapapun.

Tauhid al-Rububiyah adalah diambil dari salah satu nama Allah al-Rabb, yang memiliki
beberapa makna yaitu : pemeliharaan, pengasuh, pendamai, pelindung, penolong dan penguasa.
Tauhid uluhiyyah adalah menyakini bahwa tiada tuhan selain Allah SWT.Ini juga merupakan
hasil lain keyakinan alamiah-warisan dalam diri manusia.Jika eksistensi kita berasal dari Allah
Swt.,pengaturan dan pengarahan hidup kita diserahkan kepada-Nya.

B. saran

Demikian makalah ini kami buat. Semoga apa yang kami diskusikan dapat menambah
rasa syukur kita kepada Allah dan menambah pengetahuan kami. Adapun dalam penyusunan
makalah ini masih banyak kekurangan yang masih perlu kami sempurnakan. Untuk itu kritik dan
saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan kami ucapan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA

Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al – Fauzan 1998 . Jakarta : Akkafa Press

http://pusatmakalah1000.blogspot.co.id/2015/04/makalah-tauhid-rububiyah-uluhiyah_4.html

http://jakhinjj.blogspot.co.id/2016/04/makalah-tauhid-rububiyah-uluhiyah-asma.html

http://rezkyjoe.blogspot.co.id/2011/03/makalah-tauhid-rububiyah.html

https://forumstudiintan.blogspot.co.id/2014/03/makalah-memahami-tauhid-rububiyah.html