Anda di halaman 1dari 96

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengetahuan tentang berbagai macam ukuran sangat diperlukan, agar dapat


memperoleh gambaran lebih lengkap dalam memahami tentang data-data yang telah
terkumpul. Macam-macam ukuran diantaranya adalah momen, kemiringan, dan kurtosis.
Momen adalah gabungan antara rata-rata dan varians. Kemiringan adalah tingkat
ketidaksimetrisan atau kejauhan simetri dari sebuah distribusi. Sedangkan kurtosis adalah
tingkat kepuncakan dari sebuah distribusi yang biasanya diambil secara relatif terhadap
suatu distribusi normal. Makalah ini akan membahas mengenai momen, kemiringan, dan
kurtosis.

B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas adalah :
1. Bagaimana cara menentukan momen dari sebuah distribusi?
2. Bagaimana cara menentukan kemiringan dari sebuah distribusi?
3. Bagaimana cara menentukan kurtosis dari sebuah distribusi?

C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk memahami cara menentukan momen dari sebuah distribusi.
2. Untuk memahami cara menentukan kemiringan dari sebuah distribusi.
3. Untuk memahami cara menentukan kurtosis dari sebuah distribusi.
PETA KONSEP

Momen

STATISTIK
Koefisien Kemiringan Pearson

Kemiringan
Koefisien Kemiringan Bowley

Koefisien Kemiringan Persentil

Koefisien Kemiringan Momen

Koefisien Kurtosis
Kurtosis

Koefisien Kurtosis Persentil


BAB II
PEMBAHASAN
A. MOMEN

Data Tunggal

Σ 𝑥𝑟
1. momen ke r =
𝑁
Σ (𝑋− 𝑋)𝑟
2. momen sekitar rata-rata ( m r ) =
𝑁

contoh :

1. carilah momen pertama, kedua ,ketiga ,dan keempat untuk himpunan bilangan 2, 3, 7,
8, 10 !

jawab :

diketahui :

N=5

Σ 𝑥𝑟
momen ke r =
𝑁

a) momen ke 1

∑ 𝑥1 2+3+7+8+10
= =6
𝑁 5

momen ke 1 sama dengan rata-rata

b) momen ke 2

∑ 𝑥2 22 +32 +72 + 82 +102 226


= = = 45,2
𝑁 5 5

c) momen ke 3

∑ 𝑥3 23 + 33 +73 +83 +103 1890


= = = 378
𝑁 5 5

d) momen ke 4 =
∑ 𝑥 4 24 + 34 + 74 + 84 + 104 16594
= = = 3318,8
𝑁 5 5

2. carilah momen pertama,kedua ,ketiga,dan keempat disekitar nilai tengah pada data 2,

3, 7, 8, 10

jawab :

Σ (𝑋− 𝑋)𝑟
momen sekitar rata-rata ( m r ) =
𝑁

Σ (𝑋− 𝑋)1 (2−6)+(3−6)+(7−6)+(8−6)+(10−6) 0


a) 𝑚1 = = = =0
𝑁 5 5
Σ (𝑋− 𝑋)2 (2−6)2 + (3−6)2 + (7−6)2 + (8−6)2 +(10−6)2 46
b) 𝑚2 = = = = 9,2
𝑁 5 5

Data Kelompok

Jika data telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi, maka persamaan-persamaan di atas
berturut-turut berbentuk:

∑ 𝑓𝑥 𝑟
1) Momen ke- r =
𝑁
∑ 𝑓 ( 𝑥−𝑥 )𝑟
2) Momen disekitar rata-rata 𝑚𝑟 =
𝑁
dengan n =∑ f , x = tanda kelas interval dan f = frekuensi yang sesuai dengan x.

Contoh:

Untuk menghitung empat buah momen sekitar rata-rata untuk data sebagai berikut:

Nilai ujian Statistik mahasiswa Universitas Sriwijaya tahun 2016

70 75 80 73 77 79 74 75 85 64

80 84 66 79 70 82 76 86 72 75

74 89 90 75 83 75 82 69 75 91
81 87 83 76 78 84 94 73 80 77

80 69 65 83 75 86 84 75 72 71

94 73 82 79 68 75 71 85 78 81

74 62 74 60 84 73 88 79 78 72

Diketahui :

N = 70
R = X max – X min
= 96 – 60
= 34

K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 70
= 1 + 3.3 (1,84)
= 1 + 6,072
= 7,072 ( dibulatkan 7)

𝑅 34
P =𝐾= = 4,9 ( 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 5)
7

Tabel distribusi frekuensi Nilai Ujian Statistik Mahasiswa Universitas Sriwijaya tahun 2016

No Nilai f x fx x2 fx2
1 60-64 3 62 186 3844 11532
2 65-69 5 67 335 4489 22445
3 70-74 15 72 1080 5184 77760
4 75-79 20 77 1540 5929 118500
5 80-84 16 82 1312 6724 107584
6 85-89 7 87 609 7569 52983
7 90-94 4 92 368 8464 33856
Jumlah 100 ∑ 𝑓𝑥 = 5430 ∑ 𝑓𝑥2 = 424660
Dari data diatas , tentukan :

a) Momen pertama dan kedua


b) Momen ke dua di sekitar rata-rata

Penyelesaian :

Σ 𝑓𝑥 𝑟
a) Momen ke r =
𝑁
Σ 𝑥𝑟
momen ke-1 =
𝑁
5430
=
70
= 77,57

Σ 𝑥2
Momen ke-2 =
𝑁
424660
=
70
= 6066,5

b) Momen ke-2 disekitar rata-rata


Σ 𝑓(𝑋− 𝑥̅ )𝑟
mr=
𝑁

No Nilai f x x-𝑥̅ (x -𝑥̅ )2 f(x – 𝑥̅ )2


1 60-64 2 62 -15, 5 240,25 480, 5
2 65-69 6 67 -10,5 110,25 661, 5
3 70-74 15 72 -5, 5 30,25 453,75
4 75-79 20 77 -0, 5 0,25 5
5 80-84 16 82 4, 5 20,25 324
6 85-89 7 87 9, 5 90,25 631,75
7 90-94 4 92 14, 5 210,25 841
∑ 𝑓(𝑥 − 𝑥)2 =
Jumlah 100
3397,5

𝑥1 +𝑥2 +⋯+ 𝑥70


𝑥̅ =
𝑛

70+75+80+⋯+72
=
70
5428
=
70

= 77,5

Σ (𝑋− 𝑋)𝑟
mr=
𝑁
Σ (𝑋− 𝑋)2
m2=
𝑁
3397,5
=
70
= 48, 5357

Latihan Soal

Perhatikan data berikut !

6 5 8 7 9

1. Hitunglah momen ketiga


2. Hitunglah momen-momen ke 3 disekitar rata-rata

Penyelesaian : n = 5

∑ 𝑥3
1. Momen ke 3 =
𝑁
63 +53 +83 +73 +93
= 5
216 + 125 + 512 + 343 + 729
= = 1.1341,8
5

Σ (𝑋− 𝑥̅ )𝑟 𝑥̅ =
𝑥1 +𝑥2 +..+𝑥𝑛
=
6+5+8+7+9
=7
2. ( m r ) = 𝑁 5
𝑁
Σ (𝑋− 𝑥̅ )3
m3 =
𝑁
(6−7)3 +(5−7)3 +(8−7)3 +(7−7)3 +(9−7)3
= 5

(−1)3 +(−2)3 +(1)3 +(0)3 +(2)3


= 5
−1+ −8+1+0+8
= 5
=0
Perhatikan data berikut ini :
Daftar Nilai Ujian Statistika 70 Mahasiswa Universitas Sriwijaya

37 49 63 74 41 50 65 76 42 52
66 78 43 53 69 79 35 45 60 71
35 46 61 73 38 50 64 75 36 47
62 74 43 56 70 79 45 58 70 80

Hitunglah :
1. Momen kedua dari data diatas
2. Momen-momen ke 2 disekitar nilai tengah dati data diatas

Penyelesaian :

Diketahui :

N = 40
R = X max – X min
= 80 – 35
= 45

K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 40
= 1 + 3.3 (1,6)
= 1 + 5,28
= 6,28 (6)

𝑅 45
P =𝐾= = 7,5 ( 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 8)
6

Tabel distribusi frekuensi Nilai Ujian Statistik Mahasiswa Universitas Sriwijaya tahun 2016
No Nilai F x fx x2 f.x2
1 35-42 7 38,5 269,5 1.482,25 10.375,75
2 43-50 9 46,5 418,5 2.162, 25 19.460,25
3 51-58 4 54,5 218 2970, 25 11.881
4 59-66 7 62,5 437,5 3.906, 25 27.343,75
5 67-74 7 70,5 493,5 4.970, 25 34.791,75
6 75-82 6 78,5 471 6162, 25 36973, 5
Jumlah 40 ∑ 𝑓𝑥 = 2.308 ∑ 𝑓𝑥2 = 140.826
Σ 𝑓𝑥 𝑟
1. Momen ke r =
𝑁
Σ 𝑓𝑥 2
momen ke-2 =
𝑁
140.826
=
40
= 3520,65

2. Momen ke-2 disekitar rata-rata


Σ (𝑋− 𝑋)𝑟
mr=
𝑁

No Nilai F x fx x-𝑥̅ (x -𝑥̅ )2 f(x – 𝑥̅ )2


1 35-42 7 38,5 269,5 -19,2 368,64 2580,48
2 43-50 9 46, 5 418,5 -11,2 125,44 1128,96
3 51-58 4 54, 5 218 -3,2 10,24 40,96
4 59-66 7 62, 5 437, 5 4,8 23.04 161,28
5 67-74 7 70, 5 493, 5 12.8 163,84 1146,88
6 75-82 6 78, 5 471 20.8 432,64 2595,84
∑ 𝑓(𝑥 − 𝑥)2 =
Jumlah 40
7.654,4

∑ 𝑓𝑥
𝑥̅ =
𝑁

2308
=
40

= 57,7

Σf (𝑋− 𝑋)𝑟
mr=
𝑁
Σ𝑓 (𝑋− 𝑋)2
m2=
𝑁
7.654,4
=
40
= 191,36
B. KEMIRINGAN

Kemiringan atau kecondongan (skewness) adalah tingkat ketidak simetrisan atau


kejauhan simetri dari sebuah distribusi. Atau dengan kata lain kemiriangan adalah ukuran yang
menyatakan sebuah model distribusi yang mempunyai kemiringan tertentu. Apabila diketahui
nilai ukuran ini maka dapat diketahui pula bagaimana model distribusinya, apakah
distribusinya simetri, positif, atau negatif.

Sebuah distribusi yang tidak simetris akan memiliki rata-rata, median, dan modus yang
tidak sama besarnya (𝑋̅ ≠ 𝑀𝑜 ≠ 𝑀𝑒 ), sehingga distribusi akan terkonsentrasi pada salah satu
sisi dan kurvanya akan menceng atau miring.

Jika distribusi memiliki ekor yang lebih panjang ke kanan daripada kiri maka distribusi
disebut menceng ke kanan atau memiliki kemencengan positif. (gambar 0.1)

(a. Distribusi menceng ke kanan. Gambar 0.1)


Jika jika distribusi memiliki ekor yang lebih panjang ke kiri daripada yang ke kanan maka
distribusi disebut menceng ke kiri atau memiliki kemencengan negatif. (gambar 0.2)

(b. Distribusi menceng ke kiri. Gambar 0.2)


Tetapi jika nilai distribusi sama rata maka distribusi disebut simetris (gambar 0.3)
(c. Distribusi simetris. Gambar 0.3)

Untuk mengetahui apakah sekumpulan data mengikuti model distribusi positif, negatif, atau
simetrik, hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai koefisien kemiringannya. Ada beberapa rumus
untuk mengukur kemiringan, yaitu:

1. Rumus Koefisien Kemiringa Yang Pertama Dari Karl Pearson

𝑋̅ − 𝑀𝑜
𝑆𝐾 =
𝑆

Keterangan:

𝑆𝐾 = Koefisien Kemiringan

𝑋̅ = Rata-Rata

𝑀𝑜 = Modus

𝑆 = Simpangan Baku

2. Rumus Koefisien Kemiringan Yang Ke Dua Dari Karl Pearson

3(𝑋̅ − 𝑀𝑒 )
𝑆𝐾 =
𝑆

Keterangan:

𝑆𝐾 = Koefisien Kemiringan

𝑋̅ = Rata-Rata

𝑀𝑒 = Median

𝑆 = Simpangan Baku

Menurut pearson, dari hasil koefisien kemiringan diatas, ada tiga kriteria untuk
mengetahui model distribusi dari sekumpulan data (baik data tidak berkelompok
maupun data kelompok), yaitu:
a. Jika koefisien kemiringan lebih kecil dari nol maka bentuk distribusinya negatif.
b. Jika koefisien kemiringan lebih besar dari nol maka bentuk distribusinya positif.
c. Jika koefisien kemiringannya sama dengan nol maka bentuk distribusinya simetrik.

Jika nilai 𝑆𝐾 dihubungkan dengan keadaan kurva, maka:


1. 𝑆𝐾 = 0 kurva memiliki bentuk simetris
2. 𝑆𝐾 > 0 nilai-nilai terkonsentrasi pada sisi sebelah kanan (𝑋̅ terletak di
sebelah kanan 𝑀𝑜 ), sehingga kurva memiliki ekor memanjang ke kanan, kurva
menceng ke kanan atau positif

3. 𝑆𝐾 < 0 nilai-nilai terkonsentrasi pada sisi sebelah kiri (𝑋̅ terletak di sebelah
kiri 𝑀𝑜 ), sehingga kurva memiliki ekor memanjang ke kiri, kurva menceng ke kiri
atau negatif.

3. Contoh Soal
a. Soal data tunggal
Data nilai statistika 10 mahasiswa PGSD kelas 5A tahun 2015
65 70 90 40 35 45 70 80 75 50

1. Carilah koefisien kemiringannya dengan dua rumus peason


2. Gambarkan model distribusinya

Penyelesaian:
Langkah pertma kita cari tahu nilai median,modus, rata-rata, dan simpangan baku.
Urutkan data dari yang terbesar ke yang terkecil
35 40 45 50 65 70 70 75 80 90

Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Statistika 10 Mahasiswa PGSD Kelas 5A Tahun


2015
Nilai Frekuensi 𝑋 − 𝑋̅ (𝑋 − 𝑋̅)2

35 1 26,15 683,82
40 1 31,15 970,32
45 1 36,15 1306,82
50 1 41,15 1693,32
65 1 56,15 3152,82
70 2 61,15 3739,32
75 1 66,15 4375,82
80 1 71,15 5065,32
90 1 81,15 6585,32

10 27569,87
Tentukan rata-rata
𝑋1 + 𝑋2 + 𝑋3 + ⋯ + 𝑋𝑛
𝑋̅ =
𝑛
35 + 40 + 45 + 50 + 65 + 70 + 70 + 75 + 80 + 90
𝑋̅ =
10
260
𝑋̅ =
10
𝑋̅ = 8,85

Tentukan nilai median


65 + 70
𝑀𝑒 =
2
135
𝑀𝑒 =
2
𝑀𝑒 = 67,5

Tentukan modus
𝑀𝑜 = 70

Tentukan simpangan baku


Karena 𝑛 < 30 maka rumus yang digunakan

∑(𝑋 − 𝑋̅)2
𝑆= √
𝑛−1

27569,87
𝑆= √
10 − 1

27569,87
𝑆= √
9

𝑆 = √3063,31
𝑆 = 55,34

Sekarang mencari koefisien kemiringan


Dik:
𝑆 = 535,34
𝑋̅ = 8,85
𝑀𝑒 = 67,5
𝑀𝑜 = 70
Dit:
𝑆𝐾 = ⋯ ?
Peyelesaian
Rumus pearson 1
𝑋̅ − 𝑀𝑜
𝑆𝐾 =
𝑆
8,85 − 70
𝑆𝐾 =
55,34
−61,15
𝑆𝐾 =
55,34
𝑆𝐾 = −1,10

Rumus pearson 2
3(𝑋̅ − 𝑀𝑒 )
𝑆𝐾 =
𝑆
3(8,85 − 67,5)
𝑆𝐾 =
55,34
−175,95
𝑆𝐾 =
55,34
𝑆𝐾 = −3,17

Jadi dari data diatas dapat dilihat koefisien kemiringannya adalah -1,10 dan -3,17
jadi model distribusi kemiringannya adalah ke kiri atau negatif.

𝑋̅ 𝑀𝑒 𝑀𝑜

b. Soal data kelompok


Data nilai ujian statistika mahasiswa Universitas Sriwijaya tahun 2015
70 75 80 73 77 79 74
75 85 64 80 84 66 79
70 82 76 86 72 75 74
89 90 75 83 75 82 69
75 91 81 87 83 76 78
84 94 73 80 77 80 69
65 83 75 86 84 75 72
71 94 73 82 79 68 75
71 85 78 81 74 62 74
60 84 73 88 79 78 77
1. Carilah koefisien kemiringannya dengan dua rumus peason
2. Gambarkan model distribusinya

Penyelesaian:
Langkah pertma buat tabel distribusi frekuensi untuk mencari tahu nilai
median,modus, rata-rata, dan simpangan baku.
𝑛 = 70

𝑅 = 𝑋𝑚𝑎𝑥 − 𝑋𝑚𝑖𝑛
𝑅 = 94 − 60
𝑅 = 34

𝐾 = 1 + 3,3 log 𝑛
𝐾 = 1 + 3,3 log 70
𝐾 = 1 + 3,3(1,84)
𝐾 = 1 + 6,072
𝐾 = 7,072 dibulatkan menjadi 7

𝑅
𝑃=
𝐾
34
𝑃=
7
𝑃 = 4,85 dibulatkan menjadi 5

Tabel Nilai Ujian Statistika Mahasiswa Universitas Sriwijaya Tahun 2015


No Nilai 𝑓 𝑋 𝑓𝑋 𝑋 − 𝑋̅ (𝑋 − 𝑋̅)2 𝑓(𝑋 − 𝑋̅)2

1 60 – 64 3 62 186 -15,57 242,42 727,26


2 65 – 69 5 67 335 -10,57 111,72 558,6
3 70 – 74 15 72 1080 -5,57 31,02 465,3
4 75 – 79 2 77 1540 -0,57 0,32 6,4
5 80 – 84 16 82 1312 4,43 19,62 313,92
6 85 – 89 7 87 609 9.43 88,92 622,44
7 90 – 94 4 92 368 14.43 108,22 832,88

5430 702,24 3526,8

∑ 𝑓𝑋 5430
𝑋̅ = = = 77,57
𝑛 70
Menentukan median
1
𝑛−𝐹
𝑀𝑒 = 𝑏 + 𝑃 (2 )
𝑓

Menentukan kelas median


∑ 𝑓 70
= = 35
2 2
Jadi kelas median terletak pada kelas ke-4
Dik:
𝑏 = 75 − 0,5 = 74,5
𝑃=5
𝐹 = 23
𝑓 = 43
𝑛 = 70

1
𝑛−𝐹
𝑀𝑒 = 𝑏 + 𝑃 (2 )
𝑓
1
70 − 23
𝑀𝑒 = 74,5 + 5 (2 )
43

𝑀𝑒 = 74,5 + 5 (0,27)
𝑀𝑒 = 74,5 + 1,35
𝑀𝑒 = 75,85

Menentukan modus
𝑏1
𝑀𝑜 = 𝑏 + 𝑃 ( )
𝑏1 + 𝑏2

Kelas modus terletak pada kelas ke-4


Dik:
𝑏 = 75 − 0,5 = 74,5
𝑃=5
𝑏1 = 20 − 15 = 5
𝑏2 = 20 − 16 = 4

𝑏1
𝑀𝑜 = 𝑏 + 𝑃 ( )
𝑏1 + 𝑏2

5
𝑀𝑜 = 74,5 + 5 ( )
5+4
𝑀𝑜 = 74,5 + 5 (0,55)
𝑀𝑜 = 74,5 + 2,75
𝑀𝑜 = 77,25

Menentukan simpangan baku


Karena 𝑛 > 30 maka rumus yang digunakan

∑ 𝑓(𝑋 − 𝑋̅)2
𝑆=√
𝑛

3526,8
𝑆=√
70
𝑆 = √50,38
𝑆 = 7,09

Menentukan koefisien kemiringan dengan menggunakan kedua rumus pearson


Dik:
𝑋̅ = 77,57
𝑀𝑒 = 75,85
𝑀𝑜 = 77,25
𝑆 = 7,09

Dit:
𝑆𝑘 = ⋯ ?

Rumus 1
𝑋̅ − 𝑀𝑜
𝑆𝐾 =
𝑆
77,57 − 77,25
𝑆𝐾 =
7,09
0,32
𝑆𝐾 =
7,09
𝑆𝐾 = 0,04

Rumus 2
3(𝑋̅ − 𝑀𝑒 )
𝑆𝐾 =
𝑆
3(77,57 − 75,85)
𝑆𝐾 =
7,09
5,16
𝑆𝐾 =
7,09
𝑆𝐾 = 0,72

Jadi dari data diatas dapat dilihat koefisien kemiringannya adalah 0,04 dan 0,72
jadi model distribusi kemiringannya adalah ke kanan atau positif.
𝑀𝑜 𝑀𝑒 𝑋̅

4. Latihan Soal
a. Soal data tunggal
Data nilai matematika 15 siswa kelas V SD Harapan Mulia
6 5 8 7 9 4 5 8 4 5 8 5 8 4 5

1. Carilah koefisien kemiringannya dengan dua rumus peason


2. Gambarkan model distribusinya

Penyelesaian:
Langkah pertma kita cari tahu nilai median,modus, rata-rata, dan simpangan baku.
Urutkan data dari yang terbesar ke yang terkecil
4 4 4 5 5 5 5 5 6 7 8 8 8 8 9

Tabel Distribusi Frekuensi nilai matematika 15 siswa kelas V SD Harapan Mulia

Nilai Frekuensi 𝑋 − 𝑋̅ (𝑋 − 𝑋̅)2

4 3 -2.07 4,28
5 5 -1.07 1.14
6 1 -0.07 0.0049
7 1 0.93 0.86
8 4 1.93 3,72
9 1 2.93 8,58

15 18,5849
Tentukan rata-rata
𝑋1 + 𝑋2 + 𝑋3 + ⋯ + 𝑋𝑛
𝑋̅ =
𝑛
4+4+4+5+5+5+5+5+6+7+8+8+8+8+9
𝑋̅ =
15
91
𝑋̅ =
15
𝑋̅ = 6,07

Tentukan nilai median


𝑀𝑒 = 5

Tentukan modus
𝑀𝑜 = 5

Tentukan simpangan baku


Karena 𝑛 < 30 maka rumus yang digunakan

∑(𝑋 − 𝑋̅)2
𝑆= √
𝑛−1

18,5849
𝑆= √
15 − 1

18,5849
𝑆= √
14

𝑆 = √1,33
𝑆 = 1,15

Sekarang mencari koefisien kemiringan


Dik:
𝑆 = 1,15
𝑋̅ = 6,07
𝑀𝑒 = 5
𝑀𝑜 = 5
Dit:
𝑆𝐾 = ⋯ ?
Peyelesaian
Rumus pearson 1
𝑋̅ − 𝑀𝑜
𝑆𝐾 =
𝑆
6,07 − 5
𝑆𝐾 =
1,15
1,07
𝑆𝐾 =
1,15
𝑆𝐾 = 0,93

Rumus pearson 2
3(𝑋̅ − 𝑀𝑒 )
𝑆𝐾 =
𝑆
3(6,07 − 5)
𝑆𝐾 =
1,15
3,21
𝑆𝐾 =
1,15
𝑆𝐾 = 2,79

Jadi dari data diatas dapat dilihat koefisien kemiringannya adalah 0,93 dan 2,79
jadi model distribusi kemiringannya adalah ke kanan atau positif.

𝑀𝑜 𝑀𝑒 𝑋̅

b. Latian soal kelompok


Data nilai matematika 40 siswa di kelas V SD Harapan Mulia tahun 2016
37 49 63 74 41 50 65 76 42 52
66 78 43 53 69 79 35 45 60 71
35 46 61 73 38 50 64 75 36 47
62 74 43 56 70 79 45 58 70 80

1. Carilah koefisien kemiringannya dengan dua rumus peason


2. Gambarkan model distribusinya

Penyelesaian:
Langkah pertma buat tabel distribusi frekuensi untuk mencari tahu nilai
median,modus, rata-rata, dan simpangan baku.
𝑛 = 40

𝑅 = 𝑋𝑚𝑎𝑥 − 𝑋𝑚𝑖𝑛
𝑅 = 80 − 35
𝑅 = 45

𝐾 = 1 + 3,3 log 𝑛
𝐾 = 1 + 3,3 log 40
𝐾 = 1 + 3,3(1,60)
𝐾 = 1 + 5,28
𝐾 = 6,28 dibulatkan menjadi 6

𝑅
𝑃=
𝐾
45
𝑃=
6
𝑃 = 7,5 dibulatkan menjadi 8

Tabel Nilai Ujian Statistika Mahasiswa Universitas Sriwijaya Tahun 2015


No Nilai 𝑓 𝑋 𝑓𝑋 𝑋 − 𝑋̅ (𝑋 − 𝑋̅)2 𝑓(𝑋 − 𝑋̅)2

1 35 – 42 7 38,5 269,5 -19,2 368,64 2580,48


2 43 – 50 9 46,5 418,5 -11,2 125,44 1128,96
3 51 – 58 4 54,5 218 -3,2 10,24 40,96
4 59 – 66 7 62,5 437,5 4,8 23,04 161,28
5 67 – 74 7 70,5 493,5 12,8 163,84 1146,88
6 75 – 82 6 78,5 471 20,8 432,64 2595,84

2308 7654,4

∑ 𝑓𝑋 2308
𝑋̅ = = = 57,7
𝑛 40

Menentukan median
1
𝑛−𝐹
𝑀𝑒 = 𝑏 + 𝑃 (2 )
𝑓

Menentukan kelas median


∑ 𝑓 40
= = 20
2 2
Jadi kelas median terletak pada kelas ke-3
Dik:
𝑏 = 51 − 0,5 = 50,5
𝑃=8
𝐹 = 16
𝑓 = 20
𝑛 = 40
1
𝑛−𝐹
𝑀𝑒 = 𝑏 + 𝑃 (2 )
𝑓
1
40 − 16
𝑀𝑒 = 50,5 + 8 (2 )
20

𝑀𝑒 = 50,5 + 8 (0,2)
𝑀𝑒 = 50,5 + 1,6
𝑀𝑒 = 52,1

Menentukan modus
𝑏1
𝑀𝑜 = 𝑏 + 𝑃 ( )
𝑏1 + 𝑏2

Kelas modus terletak pada kelas ke-2


Dik:
𝑏 = 43 − 0,5 = 42,5
𝑃=8
𝑏1 = 9 − 7 = 2
𝑏2 = 9 − 4 = 5

𝑏1
𝑀𝑜 = 𝑏 + 𝑃 ( )
𝑏1 + 𝑏2

2
𝑀𝑜 = 42,5 + 8 ( )
2+5
𝑀𝑜 = 42,5 + 8 (0,28)
𝑀𝑜 = 42,5 + 2,24
𝑀𝑜 = 44,74

Menentukan simpangan baku


Karena 𝑛 > 30 maka rumus yang digunakan

∑ 𝑓(𝑋 − 𝑋̅)2
𝑆=√
𝑛

7654,4
𝑆=√
40
𝑆 = √186,36
𝑆 = 13,65

Menentukan koefisien kemiringan dengan menggunakan kedua rumus pearson


Dik:
𝑋̅ = 57,7
𝑀𝑒 = 52,1
𝑀𝑜 = 44,74
𝑆 = 13,65

Dit:
𝑆𝑘 = ⋯ ?

Rumus 1
𝑋̅ − 𝑀𝑜
𝑆𝐾 =
𝑆
57,7 − 44,74
𝑆𝐾 =
13,65
12,96
𝑆𝐾 =
13,65
𝑆𝐾 = 0,94

Rumus 2
3(𝑋̅ − 𝑀𝑒 )
𝑆𝐾 =
𝑆
3(57,7 − 52,1)
𝑆𝐾 =
13,65
16,8
𝑆𝐾 =
13,65
𝑆𝐾 = 1,23

Jadi dari data diatas dapat dilihat koefisien kemiringannya adalah 0,94 dan 1,23
jadi model distribusi kemiringannya adalah ke kanan atau positif.

𝑀𝑜 𝑀𝑒 𝑋̅
2. Koefisien Kemiringan Bowley
Koefisien kemiringan bowley berdasarkan pada hubungan kuartil (Q1, Q2, Q3) dari
sebuah distribusi. Koefisien kemiringan Bowley dirumuskan sebagai berikut.
(Q3 - Q2) – (Q 2 - Q1 )
skB =
( Q3 - Q2) + (Q2 – Q1 )
Atau
Q3 - 2 Q2 + Q1
skB =
Q3 – Q1
Dengan
skB = Koefisien Kemencengan Bowley
Q1 = Kuartil kesatu
Q2 = Kuartil kedua
Q3 = Kuartil ketiga
Koefisien kemiringan Bowley sering disebut juga Kuartil koefisien kemiringan.
Apabila nilai skB dihubungkan dengan distribusinya, didapat:
1. Jika Q3 - Q2 ˃ Q2 - Q1 maka bentuk distribusi akan miring ke kanan atau miring secara
positif.
2. Jika Q3 - Q2 ˂ Q2 - Q1 maka bentuk distribusi akan miring ke kiri atau miring secara
negatif.
3. Jika koefisien kemiringan sama dengan nol maka bentuk distribusinya simetrik.
4. skB positif, berarti distribusi miring ke kanan.
5. skB negatif, berarti distribusi miring ke kiri.

Data tunggal
Contoh soal
Tentukan skB dari nilai matematika dari 15 siswa kelas V SD Unggul berikut
30, 40, 42, 50, 57, 60, 62, 70, 71, 72, 77, 80, 88, 95, 100

Jawab:
• Tentukan letak kuartil
a. Kuartil Bawah
b. Kuartil Tengah
c. Kuartil Atas
30, 40, 42, 50, 57, 60, 62, 70, 71, 72, 77, 80, 88, 95, 100

Q1 Q2 Q3

Q1 = 50
Q2 = 70
Q3 = 80
Mencari nilai skB

Q3 - 2 Q2 + Q1
skB =
Q3 – Q1
80−2(70)+50
skB =
80−50
80−140+50
skB =
30
−60 +50
skB =
30
skB = - 0,33
Karena skB negatif maka distribusinya miring ke kiri.

Data kelompok
Contoh soal:
Tentukan skB nilai matematika dari 40 siswa kelas V SD Harapan Mulia tahun 2015 berikut
ini.
37 49 63 74 41 50 65 76 42 52
66 78 43 53 69 79 35 45 60 71
35 46 61 73 38 50 64 75 36 47
62 74 43 56 70 79 45 58 70 80
Jawab
Dik:
N = 40
Xmax = 80
Xmin =35
𝑅
R = Xmax – Xmin K = 1 + 3,3 log n P=
𝐾
45
= 80 – 35 K = 1 + 3,3 log 40 P=
6
= 45 K = 1 + 3,3 ( 1,6 ) P = 7,5 8
K = 1 + 5,28
K = 6,28 (dibulatkan 6)

Tabel Nilai Matematika Siswa Kelas V SD Harapan Mulia Tahun 2015


No Nilai Frekuensi
1. 35 - 42 7
2. 43 - 50 9
3. 51 - 58 4
4. 59 - 66 7
5. 67 - 74 7
6. 75 - 82 6
Jumlah 40

𝑖
Nilai Qi = n
4
1 2 3
Q1 = n Q2 = n Q3 = n
4 4 4
1 2 3
Q1 = . 40 Q2 = . 40 Q3 = . 40
4 4 4
Q1 = 10 Q2 = 20 Q3 = 30
Q1 terdapat pada data ke-10
Q2 terdapat pada data ke-20
Q3 terdapat pada data ke-30
Mencari nilai kuartil dengan rumus:
𝑖
𝑛 −F
4
Qi = Bb + p [ ]
𝑓𝑘𝑖

1. Mencari nilai kuartil pertama


Bb = 42,5; p= 8; F = 7; fki = 9
𝑖
𝑛 −F
4
Qi = Bb + p [ ]
𝑓𝑘𝑖

1
40 −7
4
Q1 = 42,5 + 8 [ ]
9

Q1 = 42,5 + 8 (0,33)
Q1 = 42,5 + 2,64
Q1 = 45,14

2. Mencari nilai kuartil kedua


Bb = 50,5; p = 8; F = 16; fki = 4
𝑖
𝑛 −F
4
Qi = Bb + p [ ]
𝑓𝑘𝑖

2
40 −16
4
Q2 = 50,5 + 8 [ ]
4

Q2 = 50,5 + 8 (1)
Q2 = 58,5

3. Mencari nilai kuartil ketiga


Bb = 66,5; p = 8; F = 27; fki = 7
𝑖
𝑛 −F
4
Qi = Bb + p [ ]
𝑓𝑘𝑖

3
40 −27
4
Q3 = 66,5 + 8 [ ]
7

Q3 = 66,5 + 8 (0,43)
Q3 = 66,5 + 3,44
Q3 = 69,94

Dik :
Q1 = 45,14
Q2 = 58,5
Q3 = 69,94
Untuk mengetahui nilai kemiringan digunakan rumus:
Q3 - 2 Q2 + Q 1
skB =
Q3 – Q1
69,94 - 2 (58,5 ) + 45,14
skB =
69,94 - 45,14
69,94 – 117 + 45,14
skB =
24,8
-1,92
skB =
24,8
skB = - 0,07
Karena skB negatif maka distribusinya miring kekiri.

Latihan soal
Tentukan skB dari nilai matematika dari 12 siswa kelas VI SD Unggul berikut
50, 40, 70, 77, 75, 72, 65, 30, 85, 82, 80, 55
Jawab:
• Susun data menurut urutan nilainya
Data sebelum di susun
50, 40, 70, 77, 75, 72, 65, 30, 85, 82, 80, 55
Data sesudah di susun
30, 40, 50, 55, 65, 70, 72, 75, 77, 80, 82, 85
• Tentukan letak kuartil
a. Kuartil Bawah
b. Kuartil Tengah
c. Kuartil Atas
• Tentukan nilai kuartil
Masukan rumus

𝑖 (𝑛+1)
Qi = 4

n= 12
Mencari posisi Q1
𝑖 (𝑛+1)
Qi =
4
1 (12+1)
Q1 =
4
13
Q1 =
4
Q1 = 3,25
Letak Q1 terletak antara data ke-3 dan data ke-4, sehingga nilai Q1 adalah sebagai berikut.
Q1 = data ke-3 + 0,25 (data ke-4 – data ke-3)
= 50 + 0,25 (55 – 50)
= 50 + 1,25
= 51,25

Mencari posisi Q2
𝑖 (𝑛+1)
Qi =
4
2 (12+1)
Q2 =
4
26
Q2 =
4
Q2 = 6,5
Letak Q2 terletak antara data ke-6 dan data ke-7, sehingga nilai Q2 adalah :
Q2 = data ke-6 + 0,5 (data ke-7 – data ke-6)
= 70 + 0,5 (72 – 70)
= 70 + 1
= 71

Mencari posisi Q3
𝑖 (𝑛+1)
Qi =
4
3 (12+1)
Q3 =
4
39
Q3 =
4
Q3 = 9,75
Letak Q3 terletak antara data ke-9 dan data ke-10, sehingga nilai Q3 adalah :
Q3 = data ke-9 + 0,75 (data ke-10 – data ke-9)
= 77 + 0,75 (80 – 77)
= 77 + 2,25
= 79,25

Mencari nilai skB


Dik :
Q1 =51,25
Q2 = 71
Q3 = 79,25
Mencari nilai skB dengan rumus berikut
skB = Q3 - 2 Q2 + Q 1
Q3 – Q1
79,25−2(71)+51,25
skB =
79,25−51,25

79,25−142+51,25
skB =
28
−62,75+51,25
skB =
28

skB = - 0,41

Karena skB negatif maka distribusinya miring kekiri.

Data kelompok
Tentukan skB dari nilai matematika dari 80 siswa kelas VI SD Unggul berikut
70 75 80 73 77 79 74 75 85 64
80 84 66 79 70 82 76 86 72 75
74 89 90 75 83 75 82 69 75 91
81 87 83 76 78 84 94 73 80 77
80 69 65 83 75 86 84 75 72 71
94 73 82 79 68 75 71 85 78 81
74 62 74 60 84 73 88 79 78 72

Jawab
Dik :
N= 70
Nmax = 94
Nmin = 60
Jangkauan
R = Xmaks - Xmin
R = 94 – 60
= 34
Banyak kelas
K = 1 + 3,3 . Log n
K = 1 + 3,3 . Log70
= 1 + 3,3 . 1,8
= 1 + 5,94
= 6,94 dibulatkan 7
Panjang kelas
P =R
K
= 34
7
= 4,9 dibulatkan 5
No Nilai Kelas Interval Frekuensi
1. 60 - 64 2
2. 65 - 69 6
3. 70 - 74 15
4. 75 - 79 20
5. 80 - 84 16
6 85 - 89 7
7. 90 - 94 4
Jumlah 70

𝑖
Nilai Qi = n
4
1 2 3
Q1 = n Q2 = n Q3 = n
4 4 4
1 2 3
Q1 = . 70 Q2 = . 70 Q3 = . 70
4 4 4
Q1 = 17,5 Q2 = 35 Q3 = 52,5
Mencari nilai kuartil dengan rumus:
𝑖
𝑛 −F
4
Qi = Bb + p [ ]
𝑓𝑘𝑖
1. Mencari nilai kuartil
pertama
Bb = 69,5; p= 5; F = 8; fki = 15
𝑖
𝑛 −F
4
Qi = Bb + p [ ]
𝑓𝑘𝑖

1
70 −8
4
Q1 = 69,5 + 5 [ ]
15

Q1 = 69,5 + 5 (0,63)
Q1 = 69,5 + 3,15
Q1 = 72,65

2. Mencari nilai kuartil


kedua
Bb = 74,5; p = 5; F = 23; fki = 20
𝑖
𝑛 −F
4
Qi = Bb + p [ ]
𝑓𝑘𝑖

2
70 −23
4
Q2 = 74,5 + 5 [ ]
20

Q2 = 74,5 + 5 (0,6)
Q2 = 77,5

3. Mencari nilai kuartil


ketiga
Bb = 79,5; p = 5; F = 43; fki = 16
𝑖
𝑛 −F
4
Qi = Bb + p [ ]
𝑓𝑘𝑖

3
70 −43
4
Q3 = 79,5 + 5 [ ]
16

Q3 = 79,5 + 5 (0,59)
Q3 = 79,5 + 2,95
Q3 = 82,45
Dik :
Q1 = 72,65
Q2 = 77,5
Q3 = 82,45
Untuk mengetahui nilai kemiringan digunakan rumus:
Q3 - 2 Q2 + Q 1
skB =
Q3 – Q1
82,45 - 2 (77,5 ) + 72,65
skB =
82,45 – 72,65
82,45 – 155 + 72,65
skB =
9.8
0,1
skB =
9,8
skB = 0,01
Karena skB positif maka distribusinya miring kekanan.

3. Koefisien Kemiringan Persentil

Koefisien kemiringan persentil didasarkan atas hubungan antarpersentil

(𝑃90 , 𝑃50 , dan 𝑃10 ) dari sebuah distribusi. Koefisien kemiringan persentil dirumuskan :
(𝑃90 − 𝑃50 ) − (𝑃50 − 𝑃10 )
𝑠𝑘𝑝 =
𝑃50 − 𝑃10

𝑃90 − 2𝑃50 + 𝑃10


𝑠𝑘𝑝 =
𝑃50 − 𝑃10

Keterangan :

𝑠𝑘𝑝 : Koefisien kemiringan persentil


P90 : Persentil ke-90
P50 : Persentil ke-50
P10 : Persentil ke-10
CONTOH SOAL

Nilai Ujian Statistik Mahasiswa Universitas Sriwijaya Tahun 2015

70 75 80 73 77 79 74

75 85 64 80 84 66 79

70 82 76 86 72 75 74

89 90 75 83 75 82 69

75 91 81 87 83 76 78

84 94 73 80 77 80 69

65 83 75 86 84 75 72

71 94 73 82 79 68 75

71 85 78 81 74 62 74

60 84 73 88 79 78 72

Tentukan nilai 𝑠𝑘𝑝 dari data di atas!

Diketahui : n = 70
Xmaks = 94
Xmin = 60
Ditanya : 𝑠𝑘𝑝 ?

Penyelesaian :

a. Buat tabel distribusi frekuensi.


R = Xmaks- Xmin
= 94-60
= 34

K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 70
= 1 + 3,3 (1,8)
=: 1 + 5, 94
= 6, 94, di bulatkan menjadi 7.
𝑅
𝑃=
𝐾

34
𝑃= = 4,9, dibulatkan menjadi 5.
7

Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Statistik Mahasiswa Universitas Sriwijaya Tahun 2015

No. Nilai Frekuensi Frekuensi Komulatif

1. 60-64 2 2

2 65-69 6 8

3 70-74 15 23

4 75-79 20 43

5 80-84 16 59

6 85-89 7 66

7. 90-94 4 70

n = 70

b. Mencari nilai 𝑃90 , 𝑃50 , dan 𝑃10 .

𝑟𝑖 − 𝐹
𝑃𝑠𝑥 = 𝐵𝑏𝑘 + 𝑃 ( )
𝑓

Keterangan :
𝑃𝑠𝑥 : Persentil ke x
Bbk : Batas bawah
P : Panjang kelas
F : Frekuensi kumulatif sebelum kelas persentil
f : Frekuensi
ri : r% dari n
𝑥
𝑟𝑖 = 𝑛
100

 𝑃90
𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = 𝑛
100
90
𝑃90 = 70
100
𝑃90 = 63

𝑃90 terletak di kelas interval ke-6.

Berdasarkan tabel distribusi di atas, maka untuk 𝑃90 :


Diketahui : Bbk = Bb-0,5 P=5
= 85-0,5 F = 59
= 84,5 f=7

𝑟𝑖 − 𝐹
𝑃𝑠𝑥 = 𝐵𝑏𝑘 + 𝑃 ( )
𝑓

90
70 − 59
𝑃90 = 84,5 + 5 ( 100 )
7
63 − 59
𝑃90 = 84,5 + 5 ( )
7
4
𝑃90 = 84,5 + 5 ( )
7
𝑃90 = 84,5 + 2,85

𝑃90 = 87,35

 𝑃50
𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = 𝑛
100
50
𝑃50 = 70
100
𝑃50 = 35

𝑃50 terletak di kelas interval ke-4.

Berdasarkan tabel distribusi di atas, maka untuk 𝑃50 :


Diketahui : Bbk = Bb-0,5 P=5
= 75-0,5 F = 23
= 74,5 f = 20

𝑟𝑖 − 𝐹
𝑃𝑠𝑥 = 𝐵𝑏𝑘 + 𝑃 ( )
𝑓
50
70 − 23
𝑃50 = 74,5 + 5 ( 100 )
20
35 − 23
𝑃50 = 74,5 + 5 ( )
20
12
𝑃50 = 74,5 + 5 ( )
20
𝑃50 = 74,5 + 3

𝑃50 = 77,5

 𝑃10

𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = 𝑛
100
10
𝑃10 = 70
100
𝑃10 = 7

𝑃10 terletak di kelas interval ke-2.

Berdasarkan tabel distribusi di atas, maka untuk 𝑃10 :


Diketahui : Bbk = Bb-0,5 P=5
= 65-0,5 F=2
= 64,5 f=6

𝑟𝑖 − 𝐹
𝑃𝑠𝑥 = 𝐵𝑏𝑘 + 𝑃 ( )
𝑓

10
70 − 2
𝑃10 = 64,5 + 5 ( 100 )
6
7 −2
𝑃10 = 64,5 + 5 ( )
6
5
𝑃10 = 64,5 + 5 ( )
6
𝑃10 = 64,5 + 4,17
𝑃10 = 68,67

a. Mencari nilai 𝑠𝑘𝑝

𝑃90 − 2𝑃50 + 𝑃10


𝑠𝑘𝑝 =
𝑃 − 𝑃10
87,35 − 2 50
(77,5) + 68,67
𝑠𝑘𝑝 =
77,5 − 68,67
87,35 − 155 + 68,67
𝑠𝑘𝑝 =
8,83
1,02
𝑠𝑘𝑝 =
8,83

𝑠𝑘𝑝 = 0,115

Karena nilai 𝑠𝑘𝑝 bernilai positif, maka distribusinya miring ke kanan atau
disebut memiliki kemiringan yang positif.

LATIHAN SOAL

1. Data Tunggal

Nilai Matematika 15 Siswa PGSD Kelas V SD Harapan Mulia

6 5 8 7 9 4 5 8 4 5 8 5 8 4 5

Tentukan nilai 𝑠𝑘𝑝 dari data di atas!

Diketahui : n = 15

Ditanya : 𝑠𝑘𝑝 ?

Penyelesaian :

a. Urutkan data terkecil sampai terbesar.

6 5 8 7 9 4 5 8 4 5 8 5 8 4 5

b. Mencari posisi dan nilai 𝑃90 , 𝑃50 , dan 𝑃10 .

 𝑃90 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = (𝑛 + 1)
𝐷𝑎𝑡𝑎100
𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = (𝑛 + 1)
100
90
𝑃90 = (15 + 1)
100
90
𝑃90 = (16)
100
𝑃90 = 14,4

Posisi 𝑃90 terletak pada data ke-14.

𝑃90 = 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 14 + 0,4 (𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 15 − 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 14)


= 8 + 0,4 (9-8)
= 8 + 0,4
= 8,4
Jadi, nilai 𝑃90 adalah 8,4.

 𝑃50
𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = (𝑛 + 1)
100
50
𝑃50 = (15 + 1)
100
50
𝑃50 = (16)
100
𝑃50 = 8

Posisi 𝑃50 terletak pada data ke-8. Data ke-8 adalah 6.

Jadi, nilai 𝑃50 adalah 6.

 𝑃10

𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = (𝑛 + 1)
100
10
𝑃10 = (15 + 1)
100
10
𝑃10 = (16)
100
𝑃10 = 1,6

Posisi 𝑃10 terletak pada data ke-1.


𝑃10 = 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 1 + 0,1 (𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 2 − 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 1)
= 4 + 0,6 (4-4)
= 4 + 0,6 (0)
= 4
Jadi, nilai 𝑃10 adalah 4.

c. Mencari nilai 𝑠𝑘𝑝

𝑃90 − 2𝑃50 + 𝑃10


𝑠𝑘𝑝 =
𝑃50 − 𝑃10

8,4 − 2 (6) + 4
𝑠𝑘𝑝 =
6−4
89 − 12 + 4
𝑠𝑘𝑝 =
2
0,4
𝑠𝑘𝑝 =
2
𝑠𝑘𝑝 = 0,2

Karena nilai 𝑠𝑘𝑝 bernilai positif, maka distribusinya miring ke kanan atau
disebut memiliki kemiringan yang positif.

2. Data Kelompok

Nilai Matematika Siswa Kelas V SD Harapan Mulia Tahun 2015

37 49 63 74 41 50 65 76 42 52

66 78 43 53 69 79 35 45 60 71

35 46 61 73 38 50 64 75 36 47

62 74 43 56 70 79 45 58 70 80

Tentukan nilai 𝑠𝑘𝑝 dari data di atas!

Diketahui : n = 40
Xmaks = 80
Xmin = 35
Ditanya : 𝑠𝑘𝑝 ?
Penyelesaian :

a. Buat tabel distribusi frekuensi.


R = Xmaks- Xmin
= 80-35
= 45

K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 40
= 1 + 3,3 (1,6)
=: 1 + 5, 28
= 6, 28 dibulatkan menjadi 6.

𝑅
𝑃=
𝐾

45
𝑃= = 7,5 dibulatkan menjadi 8.
6

Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Matematika Kelas V SD Harapan Mulia Tahun 2015

No. Nilai Frekuensi Frekuensi Komulatif

1. 35-42 7 7

2 43-50 9 16

3 51-58 4 20

4 59-66 7 27

5 67-74 7 34

6 75-82 6 40

n = 40

b. Mencari nilai 𝑃90 , 𝑃50 , dan 𝑃10 .

𝑟𝑖 − 𝐹
𝑃𝑠𝑥 = 𝐵𝑏𝑘 + 𝑃 ( )
𝑓

Keterangan :
𝑃𝑠𝑥 : Persentil ke x
Bbk : Batas bawah
P : Panjang kelas
F : Frekuensi kumulatif sebelum kelas persentil
f : Frekuensi
ri : r% dari n
𝑥
𝑟𝑖 = 𝑛
100

 𝑃90
𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = 𝑛
100
90
𝑃90 = 40
100
𝑃90 = 36

𝑃90 terletak di kelas interval ke-6.

Berdasarkan tabel distribusi di atas, maka untuk 𝑃90 :


Diketahui : Bbk = Bb-0,5 P=8
= 75-0,5 F = 34
= 74,5 f=6

𝑟𝑖 − 𝐹
𝑃𝑠𝑥 = 𝐵𝑏𝑘 + 𝑃 ( )
𝑓

90
40 − 34
𝑃90 = 74,5 + 8 ( 100 )
6
36 − 34
𝑃90 = 74,5 + 8 ( )
6
2
𝑃90 = 74,5 + 8 ( )
6
𝑃90 = 74,5 + 2,67

𝑃90 = 77,17

 𝑃50
𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = 𝑛
100
50
𝑃50 = 40
100
𝑃50 = 20

𝑃50 terletak di kelas interval ke-3.

Berdasarkan tabel distribusi di atas, maka untuk 𝑃50 :


Diketahui : Bbk = Bb-0,5 P=8
= 51-0,5 F = 16
= 50,5 f=4

𝑟𝑖 − 𝐹
𝑃𝑠𝑥 = 𝐵𝑏𝑘 + 𝑃 ( )
𝑓

50
40 − 16
𝑃50 = 50,5 + 8 ( 100 )
20
20 − 16
𝑃50 = 50,5 + 8 ( )
20
4
𝑃50 = 50,5 + 8 ( )
4
𝑃50 = 58,5

 𝑃10

𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑥
𝑃𝑠𝑥 = 𝑛
100
10
𝑃10 = 40
100
𝑃10 = 4

𝑃10 terletak di kelas interval ke-1.

Berdasarkan tabel distribusi di atas, maka untuk 𝑃10 :


Diketahui : Bbk = Bb-0,5 P=8
= 35-0,5 F=0
= 34,5 f=7

𝑟𝑖 − 𝐹
𝑃𝑠𝑥 = 𝐵𝑏𝑘 + 𝑃 ( )
𝑓

10
40 − 0
𝑃10 = 34,5 + 8 ( 100 )
2
4 −0
𝑃10 = 34,5 + 8 ( )
7
4
𝑃10 = 34,5 + 8 ( )
7
𝑃10 = 34,5 + 4,57

𝑃10 = 39,07

c. Mencari nilai 𝑠𝑘𝑝

𝑃90 − 2𝑃50 + 𝑃10


𝑠𝑘𝑝 =
𝑃50 − 𝑃10

77,17 − 2 (58,5) + 39,07


𝑠𝑘𝑝 =
58,5 − 39,07
87,35 − 155 + 62
𝑠𝑘𝑝 =
−19,43
− 0,76
𝑠𝑘𝑝 =
19,43

𝑠𝑘𝑝 = −0,039

Karena nilai 𝑠𝑘𝑝 bernilai negatif, maka distribusinya miring ke kanan atau disebut memiliki
kemiringan yang negatif.

4. Koefisien Kemiringan/Kemencengan Momen

Koefisien kemiringan/kemencengan momen didasarkan pada perbandingan momen ke-


3 dengan pangkat tiga simpangan baku. Koefisien kemiringan/kemencengan momen
dilambangkan dengan 𝛼3 . Koefisien kemiringan/kemencengan momen disebut juga
kemencegan relatif.

Apabila nilai 𝛼3 dihubungkan dengan keadaan kurva, didapatkan:

a. Untuk distribusi simetris (normal), nilai 𝛼3 = 0

b. Untuk distribusi miring ke kanan, nilai 𝛼3 = +


c. Untuk distribusi miring ke kiri, nilai 𝛼3 = -

d. Menurut Karl Pearson, distribusi yang memiliki nilai 𝛼3 > ± 0,50 adalah distribusi yang
sangat miring.

e. Menurut Kenney dan Keeping, nilai 𝛼3 bervariasi antara ± 2 bagi distribusi yang miring.

Untuk mencari nilai 𝛼3 , dibedakan antara data tunggal dan data berkelompok

a. Untuk data tunggal

Koefisien kemiringan momen untuk data tunggal dirumuskan:

1
𝑀3 Σ ( 𝑋 – 𝑋̅ )3
𝑛
𝛼3 = =
𝑠3 𝑠3

Σ ( 𝑋−𝑋̅ )2
Cari dulu nilai 𝑠 3 dengan rumus: s = √
𝑛−1

Keterangan:

𝛼3 = koefisien kemiringan momen

s = simpangan standar

n = banyak data

𝑋̅ = nilai rata-rata

Contoh soal:

Tentukan nilai 𝛼3 dari data berikut!

2,3,5,9,11

Penyelesaian:

2+3+5+9+11
𝑋̅ = =6
5
X X - 𝑋̅ ( X - 𝑋̅ )2 ( X - 𝑋̅ )3

2 -4 16 -64

3 -3 9 -27

5 -1 1 -1

9 3 9 27

11 5 25 125

Jumlah - 60 60

Σ ( 𝑋−𝑋̅ )2
s =√
𝑛−1

60
=√
5−1

60
=√ = 3,873
4

1
Σ ( 𝑋− 𝑋̅ )3
𝑛
𝛼3 =
𝑠3

1
(60)
5
=
(3,87)3

12
= = 0,21
57,96

b. Untuk data berkelompok

koefisien kemiringan momen untuk data berkelompok dirumuskan:


1
𝑀3 Σ ( 𝑋 − 𝑋̅ )3 𝑓
𝑛
𝛼3 = =
𝑠3 𝑠3

Cari dulu nilai 𝑠 3 dengan rumus

Σ 𝑓𝑢2 Σ 𝑓𝑢 2
s =C√ − ( )
𝑛 𝑛

Atau:

𝐶3 Σfu3 Σ𝑓𝑢2 Σ𝑓𝑢 Σ𝑓𝑢 3


𝛼3 = =[ − 3( )( )+ 2 ( ) ]
𝑠3 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛

Keterangan:

s = simpangan baku

C = panjang kelas

n = banyak data

fu= frekuensi kelas ke u

Dalam pemakaiannya, rumus kedua lebih praktis dan lebih mudah perhitungannya.

Contoh Soal: Tentukan tingkat kemencengan dari distribusi frekuensi dibawah ini!

Nilai Ujian Statistik Mahasiswa Universitas Sriwijaya Tahun 2015

70 75 80 73 77 79 74

75 85 64 80 84 66 79

70 82 76 86 72 75 74

89 90 75 83 75 82 69

75 91 81 87 83 76 78

84 94 73 80 77 80 69

65 83 75 86 84 75 72

71 94 73 82 79 68 75
71 85 78 81 74 62 74

60 84 73 88 79 78 72

Diketahui : n = 70
Xmaks = 94
Xmin = 60

Ditanya : Tingkat kemencengan?

Penyelesaian :

b. Buat tabel distribusi frekuensi.


R = Xmaks- Xmin
= 94-60
= 34
K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 70
= 1 + 3,3 (1,8)
=: 1 + 5, 94
= 6, 94, di bulatkan menjadi 7.

𝑅
𝑃=
𝐾

34
𝑃= = 4,9, dibulatkan menjadi 5.
7
Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Statistik Mahasiswa Universitas Sriwijaya Tahun 2015

No. Nilai Frekuensi

1. 60-64 2

2 65-69 6

3 70-74 15

4 75-79 20

5 80-84 16

6 85-89 7

7. 90-94 4

Jumlah n = 70

Jawab:

Nilai X F U Fu 𝑓𝑢2 𝑓𝑢3

60-64 62 2 -3 -6 18 -54

65-69 67 6 -2 -12 24 -48

70-74 72 15 -1 -15 15 -15

75-79 77 20 0 0 0 0

80-84 82 16 1 16 16 16

85-89 87 7 2 14 28 56

90-94 92 4 3 12 36 108

70 - 9 137 63
Σ 𝑓𝑢2 Σ 𝑓𝑢 2
s =C√ − ( )
𝑛 𝑛

137 9 2
=5√ − ( )
70 70

= 5 √1,9571 − 0.0165

= 5 √1,9406

= 6,97

124 + 402 + 1080 + 1540 + 1312 + 609 + 368


𝑋̅ = = 77,64
70

X F X - 𝑋̅ ( X - 𝑋̅ )3 f ( X - 𝑋̅ )3

62 2 -15,64 -3.825,6941 -7.651,3882

67 6 -10,64 -1.204,5501 -7.227,3006

72 15 -5,64 -179,4061 -2.691,0915

77 20 -0,64 -0,2621 -5,242

82 16 4,36 82,8818 1.326,1088

87 7 9,36 820,0258 5.740,1806

92 4 14,36 2.961,1698 11.844,6792

Jumlah 70 - - 1.335,9463

1
Σ ( 𝑋 − 𝑋̅)3 𝑓
𝑛
𝛼3 =
𝑠3

1
( 1.335,9463 )
70
= (6,97)3

1
( 1.335,9436 )
70
=
338,6088
19,0849
=
338,6088

= 0,05

Atau dengan rumus yang ke 2

Nilai X F U Fu 𝑓𝑢2 𝑓𝑢3

60-64 62 2 -3 -6 18 -54

65-69 67 6 -2 -12 24 -48

70-74 72 15 -1 -15 15 -15

75-79 77 20 0 0 0 0

80-84 82 16 1 16 16 16

85-89 87 7 2 14 28 56

90-94 92 4 3 12 36 108

70 - 9 137 63

Σ 𝑓𝑢2 Σ 𝑓𝑢 2
s =C√ − ( )
𝑛 𝑛

137 9 2
=5√ − ( )
70 70

= 5 √1,9571 − 0.0165

= 5 √1,9406

= 6,97

𝐶3 Σfu3 Σ𝑓𝑢2 Σ𝑓𝑢 Σ𝑓𝑢 3


𝛼3 = =[ − 3( )( )+ 2 ( ) ]
𝑠3 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛
53 63 137 9 9 3
𝛼3 = (6,97)3 [ − 3 ( ) ( )+ 2 ( ) ]
70 70 70 70

125
= [0,9 − 3 (1,957) (0,129) + 2 (0,129)3 ]
338,609

125
= [0,9 − 0,757 + 0,007]
338,609

= 0,369 ( 0,147 )

= 0,05

Latihan Soal:

Data tunggal

Nilai Statistika 10 Mahasiswa PGSD Kelas 5 A

65 70 90 40 35 45 70 80 75 50

Penyelesaian:

35+40+45+50+65+70+70+75+80+90
𝑋̅ = = 62
10

X X - 𝑋̅ ( X - 𝑋̅ )2 ( X - 𝑋̅ )3

35 -27 729 -19.683

40 -22 484 -10.648

45 -17 289 -4913

50 -12 144 -1728

65 3 9 27

70 8 64 512
70 8 64 512

75 13 169 2197

80 18 324 5832

90 28 784 21.952

Jumlah - 3060 -5940

Σ ( 𝑋−𝑋̅ )2
s =√
𝑛−1

3.060
=√
10−1

3.060
=√ = 18,43
9

1
Σ ( 𝑋− 𝑋̅ )3
𝑛
𝛼3 =
𝑠3

1
(−5940 )
10
= (18,43)3

1
(−5940 )
10
=
6.260,02

−594
=
6260,02

= 0,09
Data kelompok

65 67 68 69 70 68 70 74 75 76

76 76 77 78 79 77 80 82 71 73

71 73 71 73 71 72 71 72 75 75

75 75 74 76 74 74 74 72 72 72

Diketahui : n = 40
Xmaks = 82
Xmin = 65
Ditanya : tingkat kemencengan momen?

Penyelesaian :

a. Buat tabel distribusi frekuensi.


R = Xmaks- Xmin
= 82-65
= 17

K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 40
= 1 + 3,3 (1,6)
=: 1 + 5, 28
= 6, 28, di bulatkan menjadi 6.

𝑅
𝑃=
𝐾

17
𝑃= = 2,83, dibulatkan menjadi 3.
6
Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Mahasiswa Universitas Sriwijaya Tahun 2015

No. Nilai Frekuensi

1. 65-67 2

2 68-70 5

3 71-73 13

4 74-76 14

5 77-79 4

6 80-82 2

Jumlah 40

Nilai X F U Fu 𝑓𝑢2 𝑓𝑢3

65-67 66 2 -3 -6 18 -54

68-70 69 5 -2 -10 20 -40

71-73 72 13 -1 -13 13 -13

74-76 75 14 0 0 0 0

77-79 78 4 1 4 4 4

80-82 81 2 2 4 8 16

40 - -21 63 -87

Σ 𝑓𝑢2 Σ 𝑓𝑢 2
s =C√ − ( )
𝑛 𝑛

63 −21 2
=3√ − ( )
40 40
= 3 √1,575 − 0,276

= 3 √1.1397 = 3,20

X F X - 𝑋̅ ( X - 𝑋̅ )3 f ( X - 𝑋̅ )3

66 2 -7,425 -409,3448 -818,6896

69 5 -4,425 -86,6442 -433,221

72 13 1,425 2,8936 37,6168

75 14 1,575 3.9069 54,6966

78 4 4,575 95,7576 383,0304

81 2 7,575 434,6582 869,3164

Jumlah - - 92,7496

1
Σ ( 𝑋 − 𝑋̅)3 𝑓
𝑛
𝛼3 =
𝑠3

1
(92,7496 )
40
= (3,20)3

1
( 92,7496 )
40
=
32,77

= 0,07
Dengan rumus kedua:

Nilai X F U Fu 𝑓𝑢2 𝑓𝑢3

65-67 66 2 -3 -6 18 -54

68-70 69 5 -2 -10 20 -40

71-73 72 13 -1 -13 13 -13

74-76 75 14 0 0 0 0

77-79 78 4 1 4 4 4

80-82 81 2 2 4 8 16

40 - -21 63 -87

Σ 𝑓𝑢2 Σ 𝑓𝑢 2
s =C√ − ( )
𝑛 𝑛

63 −21 2
=3√ − ( )
40 40

= 3 √1,575 − 0,276

= 3 √1.1397 = 3,20

𝐶3 Σfu3 Σ𝑓𝑢2 Σ𝑓𝑢 Σ𝑓𝑢 3


𝛼3 = =[ − 3( )( )+ 2 ( ) ]
𝑠3 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛

33 −87 63 −21 −21 3


𝛼3 = (3,20)3 [ − 3 ( ) ( )+ 2 ( ) ]
40 40 40 40

27
= [−2,175 − 3 (−1,575) (−0,525) + 2 (−0,525)3 ]
32,768

27
= [−2,175 − 3 (−0,827) + 2 (0,145)]
32,768

27
= [−2,175 + 2,481 + 0,29]
32,768
= 0,824 ( 0,596)

= 0,07

C. KURTOSIS

Keruncingan atau kurtosis adalah tingkat kepuncakan dari sebuah distribusi yang
biasanya diambil secara relatif terhadap suatu distribusi normal. Berdasarkan keruncingannya,
kurva distribusi dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu :
1) Leptokurtik
Leptokurtik merupakan kurva distribusi yang sangat runcing memiliki puncak
relatif lebih tinggi dan nilai-nilai datanya sangat terpusat di sekitar nilai rata-rata.
2) Mesokurtik
Mesokurtik merupakan kurva distribusi yang kemiringannya sedang memiliki
puncak yang tidak tinggi dan tidak mendatar penggambaran dari suatu distribusi
normal.
3) Platikurtik
Platikurtik merupakan kurva distribusi yang bentuknya mendatar memiliki puncak
hamper mendatar dan nilai-nilai datanya tersebar secara merata sampai jauh dari
rata-ratanya.

Gambar Kurva Leptokurtik

Gambar Kurva Mesokurtik


Gambar Kurva Platikurtik

1. Koefisien Keruncingan
Koefisien keruncingan atau koefisien kurtosis dilambangkan dengan 𝛼4 (alpha 4). Jika hasil
perhitungan koefisien keruncingan diperoleh :
a. Nilai lebih kecil dari 3 (< 3) maka distribusinya adalah distribusi platikurtik.
b. Nilai lebih besar dari 3 (> 3) maka distribusinya adalah distribusi leptokurtik.
c. Nilai yang sama dengan 3 (=3) maka distribusinya adalah distribusi mesokurtik.
Untuk mencari nilai koefisien keruncingan, dibedakan antara data tunggal dan data
berkelompok.
a) Data tunggal

1
𝛼4 = ∑ (𝑋 − 𝑋)4
𝑛

𝑠4

Keterangan :
𝛼4 : Koefisien kurtosis
𝑛 : Banyaknya data
𝑋 : Nilai data
𝑋 : nilai rata-rata
S : Simpangan standar

Contoh soal 1 :
Tentukan keruncingan kurva dari data : 2, 3, 6, 8, 11 !
Penyelesaian :
Diketahui :
𝑋 =6

X X–X (𝑋 − 𝑋)2 (𝑋 − 𝑋)4

2 -4 16 256

3 -3 9 81

6 0 0 0

8 2 4 16

11 5 25 625

Jumlah 0 54 978

S = √∑(𝑋 − 𝑋)2
n–1

54
=√
5−1

54
= √
4

= √13,5

= 3,67

Maka s didapat 3,67


1
𝛼4 = ∑ (𝑋 − 𝑋)4
𝑛

𝑠4
1
5
( 978)
=
(36,7)4
195,6
=
181,4

= 1,08
Karena nilainya lebih kecil dari 3 maka distribusinya adalah platikurtik.

Contoh Soal 2 :

Tentukan keruncingan kurva dari data : 2, 5, 7, 8, 10, 13, 15, 30 !


Penyelesaian :
Diketahui :
𝑋 =8

X X–X (𝑋 − 𝑋)2 (𝑋 − 𝑋)4

2 -6 36 1.296

5 -3 9 81

7 -1 1 1

8 0 0 0

10 2 4 16

13 5 25 625

15 7 49 2.401

30 22 484 234.256

Jumlah 26 608 236.515

S = √∑(𝑋 − 𝑋)2
n–1

608
=√
8−1
608
= √
7

= √86,8

= 9,31

Maka s didapat 9,31

1
𝛼4 = ∑ (𝑋 − 𝑋)4
𝑛

𝑠4
1
8
( 236,515)
=
(9,31)4

29,56
=
7,512

= 3,93
Karena nilainya lebih besar dari 3 maka distribusinya adalah leptokurtik.

b. Data berkelompok

Untuk menghitung tingkat keruncingan suatu kurva( koefisien kurtosis) dipergunakan


rumus α4 yang dirumuskan sebagai berikut.
1
n
 ( x  x) 4 f
 4

s4

Keterangan:
 4 = Koefisien kurtosis
x = Nilai data ke-i
x = Nilai rata-rata
f = Frekuensi nilai ke-i
n = Banyaknya data
S = Simpangan standar
Berdasarkan koefisien kurtosisnya, maka jenis kurvanya dikategorikan sebagai
berikut :
 4 > 3, kurvanya runcing (leptokurtik)
 4 = 3, kurvanya distribusi normal (mesourtik)
 4 < 3, kurvanya agak datar (platikurtik)
Jika dipakai skala cara sederhana, rumus di atas berubah menjadi :

   
2
 
4

    fu 2   fu   fu 
   
   fu    fu 
3 
 c 4   f u
4      
 4   4  4   6   3  
 S  n n n n n n 
 
 
 
Keterangan :
 4 = Koefisien keruncingan
n = Banyaknya data
c = Panjang kelas
S = Simpangan standar
fu = Frekuensi kelas ke-i

Contoh soal 1
Berikut ini adalah data dari pengukuran dari pengukuran diameter pipa
65 67 68 68 69 70 70 71 71 71

71 72 72 72 72 73 73 73 73 73

74 74 74 74 74 74 75 75 75 76

76 76 76 76 77 78 79 79 80 81

a. Tentukan nilai koefisien keruncingannya dan bentuknya!


b. Gambarlah grakiknya!

Penyelesaian
Diket:
N= 40
Xmaks = 81
Xmin = 65

Ditanya:
a. Tentukan nilai koefisien keruncingannya dan bentuknya!
b. Gambarlah grakiknya!
Jawab:

Range ( Jangkauan )
R= Xmaks – Xmin
R= 81- 65
= 16

Banyak kelas
K = 1+3.3 log n
K= 1+3.3 log n
K= 1+3.3 log 40
K= 1+ 3.3 ( 1,60 )
K= 1+ 5,28
K= 6,28 dibulatkan 6

Interval kelas
R
P=
K
16
P=
6
= 2,6 . Dibulatkan 3

Tabel DistribusiFrekuensi Pengukuran Diameter Pipa

Diameter(mm) Frekuensi

65-67 2

68-70 5

71-73 13

74-76 14

77-79 4

80-82 2

Jumlah 40

Diameter X 𝑓 𝑢 𝑢2 𝑢3 𝑢4 𝑓𝑢 𝑓𝑢2 𝑓𝑢3 𝑓𝑢4

65-67 66 2 -3 9 -27 81 -6 18 -54 162

68-70 69 5 -2 4 -8 16 -5 20 -40 80

71-73 72 13 -1 1 -1 1 -13 13 -13 13

74-76 75 14 0 0 0 0 0 0 0 0

77-79 78 4 1 1 1 1 4 4 4 4

80-82 81 2 2 4 8 16 4 8 16 32

Jumlah 40 -21 63 -87 291


 fu   fu 
2 2

sC  
n  n 
 

63   21 
2

C  
40  40 
= 3 1,575  0,276
= 3,42

Kita gunakan rumus kedua :


   
2
 
4

    fu 2   fu   fu 
   
   fu 3    fu  
4 
c  
4       
4   6   3 
f u
 4   4  
 S  n n n n n n 
 
 
 
34  291   87   21   63   21  2   21  4 
   4    6    3  
(3,43) 4  40  40  40   40  40   40  

81
 (2,7075  2,6046  0,2279)
136,81
= 3,0102

Kita gunakan rumus pertama :

Dari perhitungan didapat: s =3,42

 

X 𝑓 XX ( X  X )4 f ( X  X )4

66 2 -7,425 3.039,3858 6.078,7716

69 5 -4,425 383,4009 1.917,0044

72 13 -1,425 4,1234 53,6047

75 14 1,575 6,1535 86,1490

78 4 4,575 438,0911 1.752,3642

81 2 7,575 3.292,5361 6.585,0722

Jumlah 40 - - 16.472,9661
1
n
 ( x  x) 4 f
 4

s4

1
x16.472,9661
 40
(3,42) 4

411,8241

136,8058

 3,01
Karena nilai keruncingannya ( 4 ) hampir sama atau sama dengan 3 maka bentuk
kurvanya adalah mesokurtik.

Gambar grafiknya adalah :

14

13

5
4

66 69 72 75 78 81

Keruncingan kurva diameter pipa


Soal Latihan

1. Nilai matematika 40 siswa kelas V di SD Harapan Mulia Tahun 2016

37 49 63 74 41 50 65 76 42 52

66 78 43 53 69 79 35 45 60 71

35 46 61 73 38 50 64 75 36 57

62 74 43 56 70 79 45 58 70 80

a. Tentukan nilai koefisien keruncingannya dan bentuknya!


b. Gambarlah grafiknya
Penyelesaian:
Diket:
N= 40
Xmaks = 80
Xmin = 35
Ditanya:
Tentukan nilai koefisien keruncingannya dan bentuknya!
c. Gambarlah grafiknya!
Jawab:
Range( Jangkauan )
R= Xmaks – Xmin
R= 80- 35
= 45
Bayak kelas
K = 1+3.3 log n
K= 1+3.3 log n
K= 1+3.3 log 40
K= 1+ 3.3 ( 1,60 )
K= 1+ 5,28
K= 6,28 dibulatkan 7
Interval kelas
R
P=
K
45
P=
7
= 6,42 . Dibulatkan 7
Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Matematika Kelas V SD Harapan Mulia

Frekuensi
No Nilai Frekuensi
Kumulatif

1 35-41 6 6

2 42-48 6 12

3 49-55 6 18

4 56-62 5 23

5 63-69 5 28

6 70-76 8 36

7 77-83 4 40

Jumlah 40

Nilai X 𝑓 𝑢 𝑢2 𝑢3 𝑢4 𝑓𝑢 𝑓𝑢2 𝑓𝑢3 𝑓𝑢4

35-41 38 6 -3 9 -27 81 -18 54 -162 486

42-48 45 6 -2 4 -8 16 -12 24 -48 96

49-55 52 6 -1 1 -1 1 -6 6 -6 6

56-62 59 5 0 0 0 0 0 0 0 0

63-69 66 5 1 1 1 1 5 5 5 5

70-76 73 8 2 4 8 16 16 32 64 128

77-83 80 4 3 9 27 81 12 36 108 324

Jumlah 40 -3 157 -39 1.045

 fu   fu 
2 2

sC  
n  n 
 

157   3 
2

C  
40  40 
= 3 1,575  0,276
= 3,48

Kita gunakan rumus kedua :


  
2
  
4

    fu 2   fu   fu 
   
   fu 3    fu  
4 
c  
4       
4   6   3 
f u
 4   4  
 S  n n n n n n 
 
 
 
74  1.045   39   3   157   3  2   3  4 
   4    6    3  
(3,48) 4  40  40  40   40  40   40  

2401
 (25,8325  0,005625  0,00003164)
146.66
2401
 25,838
146.66

62037,262

146.66

= 4.22

Kita gunakan rumus pertama :


Dari perhitungan didapat: s =3.48

  
Nilai fi xi f i xi Xi  X (X i  X )4 fi ( X i  X )4

35-41 6 38 228 -20,47 175,578.51 1,053,471.06

42-48 6 45 270 -13,47 32,920.80 197,524.8

49-55 6 52 312 -6,47 1,752.33 10,513.98

56-62 5 59 295 0,53 0.0789 0,3945

63-69 5 66 330 7,53 3,214.99 16,074.95

70-76 8 14,53 356,576.24


73 584
44,572.03
77-83 4 21,53 859,480.64
80 320
214,870.16

Jumlah 40 2339 - - 2,497,586.67


x
fx i i

f i

2339

40
 58,47

1
n
 ( x  x) 4 f
 4

s4
1
x 2,497,586.67
 40
(3.48) 4

62037,262

146.66

= 4.22

Karena nilai keruncingannya ( 4 ) >3 maka bentuk kurvanya adalah leptokurtik.


Gambar grafiknya adalah :

38 45 52 59 66 73 80
2. Koefisien Kurtosis Persentil

Koefisien kurtosis persentil dilambangkan dengan K (kappa). Untuk distribusi normal,


nilai K = 0,263.

Koefisien kurtosis persentil, dirumuskan:

1
Q3  Q1 
 2
P90  P10

Keterangan:

 : Koefisien kurtosis persentil


Q3 : Kuartil ketiga
Q1 : Kuartil pertama
P90 : Persentil ke-90
P10 : Persentil ke-10

Contoh Soal 1:

Diketahui data nilai Ulangan Matematika Kelas XII SMA 1 Pemali ialah sebagai berikut:

84 84 82 71 74 60

55 75 74 62 57 67

80 77 73 67 67 66

82 83 70 72 73 67

76 64 74 56 61 68

75 76 65 68 66 69

a. Tentukan koefisien kurtosis persentil!

b. Apakah distribusinya termasuk distribusi normal?


JAWAB:

Buat tabel distribusi frekuensi.


Diketahui
Xmaks = 84
Xmin = 55
n = 36
R = Xmaks- Xmin
= 84-55
= 29
K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 36
= 1 + 3,3 (1,57)
=: 1 + 5, 18
= 6, 18, di bulatkan menjadi 6.
𝑅
𝑃=
𝐾
29
P
6
= 4,83, dibulatkan menjadi 5.

Nilai Ulangan Matematika Kelas XII


SMA 1 Pemali

No Nilai Frekuensi (f)

1 55-59 3

2 60-64 4

3 65-69 10

4 70-74 8
5 75-79 5

6 80-84 6

Jumlah 36

Ditanya : ?

Penyelesaian:

1
Q3  Q1 
 2
P90  P10

1. Menentukan Q1

1
Kelas Q1 adalah  36  9 , berada di data ke-9
4

Berada di interval kelas ke-3,

Diketahui: Tb  65  0,5  64,5

F  f1  f 2
F  3 4  7

f  10

c5

n  36

Ditanya : Q1 ?
Penyelesaian:

i 
 n F 
Qi  Tb   4 c
 f 
 
 

1 
  36  7 
Q1  64,5   4 5
 10 
 
 

97
Q1  64,5   5
 10 

2
Q1  64,5   5
 10 

Q1  64,5  1

Q1  65,5

2. Menentukan Q3

3
Kelas Q3 adalah  36  27 , berada di data ke-27
4

Berada di interval kelas ke-5,

Diketahui: Tb  75  0,5  74,5

F  f1  f 2  f 3  f 4
F  3  4  10  8  25

f 5

c5

n  36
Ditanya : Q3 ?

Penyelesaian:

i 
 n F 
Qi  Tb   4 c
 f 
 
 

3 
  36  25 
Q3  74,5   4 5
 5 
 
 

 27  25 
Q3  74,5   5
 5 

2
Q3  74,5   5
5

Q3  74,5  2

Q3  76,5

3. Menentukan P10

10
Kelas P10 adalah  36  3,6 , berada di data ke-3,6
100

Berada di interval kelas ke-2,

Diketahui: Tb  60  0,5  59,5

F  f1
F 3

f 4

c5
n  36

Ditanya : P10 ?

Penyelesaian:

 i 
 n F 
Pi  Tb   100 c
 f 
 
 

 10 
  360  3 
P10  59,5   100 5
 4 
 
 

 3,6  3 
P10  59,5   5
 4 

3
P10  59,5   
4

P10  59,5  0,75

P10  60,25

4. Menentukan P90

90
Kelas P90 adalah  36  32,4 , berada di data ke-32,4
100

Berada di interval kelas ke-6,

Diketahui: Tb  80  0,5  79,5

F  f1  f 2  f 3  f 4  f 5
F  3  4  10  8  5  30

f 6
c5

n  36

Ditanya : P90 ?

Penyelesaian:

 i 
 n F 
Pi  Tb   100 c
 f 
 
 

 90 
  36  30 
P90  79,5   100 5
 6 
 
 

 32,4  30 
P90  79,5   5
 6 

 2,4 
P90  79,5   5
 6 

P90  79,5  2

P90  81,5

Diketahui:

Q1  65,5

Q3  76,5

P10  60,25

P90  81,5

Koefisien kurtosis persentil   adalah


1
Q3  Q1 
 2
P90  P10

1
76,5  65,5
 2
81,5  60,25

1
11
 2
21,25

5,5

21,25

  0,259

Karena   0,259   0,263 ,

Maka, distribusinya bukan distribusi normal

Contoh Soal 2:

Nilai Ujian Statistik Mahasiswa Universitas Sriwijaya Tahun 2015

70 75 80 73 77 79 74

75 85 64 80 84 66 79

70 82 76 86 72 75 74

89 90 75 83 75 82 69

75 91 81 87 83 76 78

84 94 73 80 77 80 69

65 83 75 86 84 75 72

71 94 73 82 79 68 75
71 85 78 81 74 62 74

60 84 73 88 79 78 72

a. Tentukan koefisien kurtosis persentil!

b. Apakah distribusinya termasuk distribusi normal?

Diketahui : n = 70
Xmaks = 94
Xmin = 60
Ditanya : ?

Penyelesaian :

c. Buat tabel distribusi frekuensi.


R = Xmaks- Xmin
= 94-60
= 34
K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 70
= 1 + 3,3 (1,8)
=: 1 + 5, 94
= 6, 94, di bulatkan menjadi 7.
𝑅
𝑃=
𝐾
34
𝑃= = 4,9, dibulatkan menjadi 5.
7

Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Statistik Mahasiswa

Universitas Sriwijaya Tahun 2015


No. Nilai Frekuensi Frekuensi Komulatif

1. 60-64 2 2

2 65-69 6 8

3 70-74 15 23

4 75-79 20 43

5 80-84 16 59

6 85-89 7 66

7. 90-94 4 70

n = 70

1
Q3  Q1 
 2
P90  P10

1. Menentukan Q1

1
Kelas Q1 adalah  70  17,5 , berada di data ke-17,5
4

Berada di interval kelas ke-3,

Diketahui: Tb  70  0,5  69,5

F  f1  f 2
F  26 8

f  15

c5

n  70

Ditanya : Q1 ?
Penyelesaian:

i 
 n F 
Qi  Tb   4 c
 f 
 
 

1 
  70  8 
Q1  69,5   4 5
 15 
 
 

 17,5  8 
Q1  69,5   5
 15 

 9,5 
Q1  69,5   5
 15 

Q1  69,5  3,17

Q1  72,67

2. Menentukan Q3

3
Kelas Q3 adalah  70  52,5 , berada di data ke-52,5
4

Berada di interval kelas ke-5,

Diketahui: Tb  80  0,5  79,5

F  f1  f 2  f 3  f 4
F  2  6  15  20  43

f  16

c5

n  70
Ditanya : Q3 ?

Penyelesaian:

i 
 n F 
Qi  Tb   4 c
 f 
 
 

3 
  70  43 
Q3  79,5   4 5
 16 
 
 

 52,5  43 
Q3  79,5   5
 16 

 9,5 
Q3  79,5   5
 16 

 47,5 
Q3  79,5   
 16 

Q3  79,5  2,97

Q3  82,47

3. Menentukan P10

10
Kelas P10 adalah  70  7 , berada di data ke-7
100

Berada di interval kelas ke-2,

Diketahui: Tb  65  0,5  64,5

F  f1
F 2

f 6

c5
n  70

Ditanya : P10 ?

Penyelesaian:

 i 
 n F 
Pi  Tb   100 c
 f 
 
 

 10 
  70  2 
P10  64,5   100 5
 6 
 
 

72
P10  64,5   5
 6 

5
P10  64,5   5
6

P10  64,5  4,17

P10  68,67

4. Menentukan P90

90
Kelas P90 adalah  70  63 , berada di data ke-63
100

Berada di interval kelas ke-6,

Diketahui: Tb  85  0,5  84,5

F  f1  f 2  f 3  f 4  f 5
F  2  6  15  20  16  59

f 7
c5

n  70

Ditanya : P90 ?

Penyelesaian:

 i 
 n F 
Pi  Tb   100 c
 f 
 
 

 90 
  70  59 
P90  84,5   100 5
 7 
 
 

 63  59 
P90  84,5   5
 7 

4
P90  84,5   5
7

P90  84,5  2,86

P90  87,36

Diketahui:

Q1  72,67

Q3  82,47

P10  68,67

P90  87,36

Koefisien kurtosis persentil   adalah


1
Q3  Q1 
 2
P90  P10

1
82,47  72,67
 2
87,36  68,67

1
9,8
 2
18,69

4,9

18,69

  0,262

Karena   0,262   0,263

Maka, distribusinya bukan distribusi normal

Latihan Soal

Nilai Matematika Siswa Kelas V SD Harapan Mulia Tahun 2015

37 49 63 74 41 50 65 76 42 52

66 78 43 53 69 79 35 45 60 71

35 46 61 73 38 50 64 75 36 47

62 74 43 56 70 79 45 58 70 80

a. Tentukan koefisien kurtosis persentil!

b. Apakah distribusinya termasuk distribusi normal?

Diketahui : n = 40
Xmaks = 80
Xmin = 35
Ditanya : ?

Penyelesaian :

a. Buat tabel distribusi frekuensi.


R = Xmaks- Xmin
= 80-35
= 45
K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 40
= 1 + 3,3 (1,6)
=: 1 + 5, 28
= 6, 28 dibulatkan menjadi 6.
𝑅
𝑃=
𝐾
45
𝑃= = 7,5 dibulatkan menjadi 8.
6

Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Matematika Kelas V

SD Harapan Mulia Tahun 2015

No. Nilai Frekuensi Frekuensi Komulatif

1. 35-42 7 7

2 43-50 9 16

3 51-58 4 20

4 59-66 7 27

5 67-74 7 34

6 75-82 6 40
n = 40

1
Q3  Q1 
 2
P90  P10

1. Menentukan Q1

1
Kelas Q1 adalah  40  10 , berada di data ke-10
4

Berada di interval kelas ke-2,

Diketahui: Tb  43  0,5  42,5

F  f1
F 7

f 9

c 8

n  40

Ditanya : Q1 ?

Penyelesaian:

i 
 n F 
Qi  Tb   4 c
 f 
 
 

1 
  40  7 
Q1  42,5   4 8
 9 
 
 

 10  7 
Q1  42,5   8
 9 
 24 
Q1  42,5   
 9 

Q1  42,5  2,67

Q1  45,17

2. Menentukan Q3

3
Kelas Q3 adalah  40  30 , berada di data ke-30
4

Berada di interval kelas ke-5,

Diketahui: Tb  67  0,5  66,5

F  f1  f 2  f 3  f 4
F  7  9  4  7  27

f 9

c 8

n  40

Ditanya : Q3 ?

Penyelesaian:

i 
 n F 
Qi  Tb   4 c
 f 
 
 

3 
  40  27 
Q3  66,5   4 8
 7 
 
 
 30  27 
Q3  66,5   8
 7 

3
Q3  66,5   8
7

Q3  66,5  3,43

Q3  69,93

3. Menentukan P10

10
Kelas P10 adalah  40  4 , berada di data ke-4
100

Berada di interval kelas ke-1,

Diketahui: Tb  35  0,5  34,5

F 0

f 7

c 8

n  40

Ditanya : P10 ?

Penyelesaian:

 i 
 n F 
Pi  Tb   100 c
 f 
 
 

 10 
  40  0 
P10  34,5   100 8
 7 
 
 
 40
P10  34,5   8
 7 

4
P10  34,5   8
7

P10  34,5  4,57

P10  39,07

4. Menentukan
P90

90
Kelas P90 adalah  40  36 , berada di data ke-36
100

Berada di interval kelas ke-6,

Diketahui: Tb  75  0,5  74,5

F  f1  f 2  f 3  f 4 f 5
F  34

f 6

c 8

n  40

Ditanya : P90 ?

Penyelesaian:

 i 
 n F 
Pi  Tb   100 c
 f 
 
 
 90 
  40  34 
P90  74,5   100 8
 6 
 
 

 36  34 
P90  74,5   8
 6 

 16 
P90  74,5   
6

P90  74,5  2,67

P90  77,17

Diketahui:

Q1  45,17

Q3  69,93

P10  39,07

P90  77,17

Koefisien kurtosis persentil   adalah

1
Q3  Q1 
 2
P90  P10

1
69,93  45,17
 2
77,17  39,07

1
24,76
 2
38,1
12,38
   0,325
38,1

Karena   0,325   0,263

Maka, distribusinya bukan distribusi normal, melainkan distribusi leptokurtik.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

 Momen adalah gabungan antara rata-rata dan varians.


 Kemiringan adalah tingkat ketidaksimetrisan atau kejauhan simetri dari sebuah
distribusi. Untuk mengetahui bahwa konsentrasi distribusi miring ke kanan atau miring
ke kiri dapat digunakan metode seperti Koefisien Kemiringan Pearson, Koefisien
Kemiringan Bowley, Koefisien Kemiringan Persentil, Koefisien Kemiringan Momen.
 Kurtosis adalah tingkat kepuncakan dari sebuah distribusi yang biasanya diambil secara
relatif terhadap suatu distribusi normal.
DAFTAR PUSTAKA

Hamid, Akib, dkk. 2014. Statistika Pendidikan. Tanggerang : Universitas Terbuka

Iqbal, Hasan. 2013. Pokok-Pokok Materi Statistik 1. Jakarta : PT. Bumi Aksara

Spiegel, R. Murray, dkk. 1988. Statistika. Jakarta : Erlangga

Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung : Tarsito

Subana, dkk. 2000. Statistik Pendidikan. Bandung : CV Pustaka Setia


96