Anda di halaman 1dari 1

Bentuk Ketidakstabilan gel dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Sineresis

Sineresis merupakan proses keluarnya cairan yang terjerat dalam gel akibat adanya
kontraksi matriks dalam sistem gel. Sineresis dapat terjadi selama penyimpanan dan
menyebabkan gel mengerut secara alamiah. Pada saat pembentukan gel terjadi tekanan yang
elastis, sehingga terbentuk massa gel yang tegar. Kontraksi terjadi berhubungan dengan relaksasi
akibat adanya tekanan elastis yang terbentuk selama pembentukan gel.Adanya perubahan pada
ketegaran gel akan mengakibatkan jarak antar matriks berubah,sehingga memungkinkan cairan
bergerak menuju permukaan. Sineresis dapat terjadi pada hidrogel dan organogel. Perubahan
temperatur dapat menyebabkan gel mengalami sineresi sehingga gel dapat kembali menjadi
bentuk padat atau bentuk cairnya.

2. Swelling

Gel dapat mengembang (swelling) karena komponen pembentuk gel dapat mengabsorpsi
larutan sehingga terjadi pertambahan volume. Pelarut akan berpenetrasi diantara matriks gel dan
terjadi interaksi antara pelarut dengan gel. Pengembangan gel kurang sempurna apabila terjadi
ikatan silang antar polimer dalam matriks gel yang dapat menyebabkan kelarutan komponen gel
berkurang.

Anda mungkin juga menyukai