Anda di halaman 1dari 19

Jurusan Teknik Geologi

Sekolah Tinggi Teknologi Nasional


Yogyakarta
• Setiap kegiatan pertambangan mempunyai
kewajiban untuk mereklamasi lahan
penambangan, baik selama maupun setelah
kegiatan penambangan selesai.
• Tujuan reklamasi adalah
memfungsikan/memanfaatkan kembali lahan
bekas penambangan ke fungsinya semula/pun ke
fungsi lain yang nilai manfaatnya minimal sama
dengan semula.
• Oleh karena itu reklamasi menjadi bagian
penting dalam perencanaan pengelolaan lahan
penambangan.
• Penyelidikan geologi lingkungan sangat
diperlukan di dalam pemanfaatan lahan bekas
tambang yang telah ditinggalkan, karena bekas
kegiatan penambangan perlu analisis tentang
dampak lingkungan, dan dilakukan arahan
reklamasi sehingga didalam pelaksanaannya
kerusakan lingkungan yang telah terjadi akan
dapat ditekan sekecil mungkin/bahkan lahan
yang rusak tersebut dapat dimanfaatkan kembali
untuk sebesar-besarnya kemakmuran
masyarakat sekitarnya.
• Penyelidikan ini sangat diperlukan untuk
menunjang rencana kegiatan reklamasi bekas
tambang pada daerah penyelidikan agar bekas
galian tambang, daerah genangan serta
timbunan tanah penutup dapat dimanfaatkan
kembali untuk kegiatan yang berwawasan
lingkungan, sehingga dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.
• Maksud dari penyelidikan geologi lingkungan
adalah  memberikan informasi data geologi
lingkungan (arahan reklamasi bekas penambangan
yang berwawasan lingkungan)
• Kajian geologi lingkungan meliputi:
morfologi dan tata guna lahan, hidrologi, geologi
teknik, bencana geologi, kenampakan dampak
penambangan terhadap masyarakat sekitar
tambang.
• Tujuan melakukan analisis geologi lingkungan
untuk arahan reklamasi daerah bekas tambang
tersebut yang telah/akan ditinggalkan dengan
cara yang murah, praktis, serta mudah
dilaksanakan oleh pemerintah daerah maupun
pengusaha tambang.
• Pertimbangan aspek geologi lingkungan ini dapat
ditetapkan pada kegiatan pasca penambangan,
sehingga dampak negatif pada kegiatan pasca
penambangan tersebut akan dapat
diperkecil/meminimalkan dampak lingkungan
yang terjadi.
TAHAP PENYELIDIKAN
1. Tahap Persiapan
• Tahap pekerjaan ini merupakan tahap pra-kegiatan,
diantaranya melakukan inventarisasi data sekunder,
yaitu pengumpulan data sekunder dan studi
leteratur.
• Meliputi:
- laporan-laporan terdahulu yang ada kaitannya
- interpretasi foto udara
1. Tahap Persiapan
• Peta-peta :
- Peta topografi (1:50.000 dan 1:10.000)
- Peta geologi teknik daerah penyelidikan
- Persiapan peta dasar (1 : 50.000 dan 1 : 10.000)
- Informasi penambangan
- Rencana tata ruang
- Kependudukan dan data statistik lainnya
- Persiapan alat, administrasi, perizinan survei, tenaga ahli.
- Pengumpulan data sekunder, mobilisasi peralatan dan personil
- Data tentang kegempaan sekitar daerah penyelidikan
- Data tentang kondisi iklim dan curah hujan
- Data penggunaan lahan daerah penelitian.
2. PEKERJAAN LAPANGAN
• Pekerjaan lapangan yang dilaksanakan meliputi:
- Peninjauan (orientasi) kondisi umum
- Pemetaan morfologi dan kemiringan lereng
- Pemetaan sebaran tanah dan batuan
- Pengamatan kemungkinan bahaya yang
disebabkan oleh proses geologi (banjir, erosi,
longsoran)
- Pengamatan titik mintakat air tanah (mata air)
dan permukaan (sungai, genangan).
- Pengambilan contoh air
Pengumpulan data primer
a. Aspek Hidrogeologi

• Pengumpulan data aspek hidrogeologi meliputi


data primer dan data sekunder.
• Pengamatan dilakukan langsung di daerah tapak
kegiatan dan lokasi sekitarnya yang diperkirakan
terkena dampak kegiatan penambangan bahan
galian.
a. Aspek Hidrogeologi
• Data primer diperoleh dengan cara melakukan:
- pendugaan geolistrik
- mengukur kedalaman muka air tanah
- mengukur dan memetakan mata air
- mengidentifikasi jenis litologi akuifer
- mengidentifikasi potensi/produktifitas akuifer
- mengukur kedalaman akuifer serta penyebarannya
- pengujian akuifer (pumping test)
- menentukan letak sumur pantau air tanah
- membuat sumur pantau air tanah
- menganalisis kimia dan fisika untuk kualitas air tanah
dan permukaan
- menentukan daerah resapan (imbuh) air tanah
b. Aspek Geologi Teknik

• Data primer diperoleh dengan cara melakukan


- pengambilan contoh tanah
- pemboran tangan
- pengujian sumur (test pit)
- mengamati geomorfologi dan perubahannya
- mengamati sifat fisik tanah dan batuan
- mengukur ketebalan overburden
- mengamati kendala beraspek geologi (gerakan
tanah, erosi, lempung mengembang, dan
sedimentasi)
c. Aspek Geologi Lingkungan

• Data primer diperoleh dengan cara melakukan:


- mengidentifikasi tipe, jenis racun dan volume limbah
serta tata letak bangunan limbah B3
- pengamatan lokasi pembuangan limbah
- pengamatan kuantitas dan kualitas top soil
- mengidentifikasi lokasi penyimpanan dan rencana
revegetasi
- pengamatan lintasan transportasi
- mengidentifikasi tata ruang dan pengembangan wilayah
setempat.
d. Aspek Tambang

• Data yang dikumpulkan meliputi aspek


penambangan yang secara langsung dapat
menimbulkan dampak terhadap lingkungan
geofisik pada wilayah penambangan bahan
galian dan sekitarnya meliputi:
- memperkirakan dan mengamati potensi
tambang
- mengamati seluruh kegiatan penambangan
pada areal penambangan
- mengamati teknik penambangan yang sedang
berjalan
e. Aspek Ruang dan Lahan

• Pengumpulan data akan dilakukan melalui istansi


terkait seperti Bappeda, BPN dan instansi mulai
tingkat Kabupaten dan Propinsi.
• Data yang dikumpulkan meliputi rencana tata
ruang wilayah Kabupaten, Propinsi, luas dan
penyebaran penggunaan lahan.
• Untuk melakukan regionalisasi daerah dilakukan
dengan analisis peta.
ANALISIS LABORATORIUM

- Pengujian tanah dan batuan (Metode ASTM)


- Pengujian kualitas air
(acuan :No.416/MENKES/PER/IX/1990)
PEKERJAAN KANTOR, DAN PELAPORAN
• Evaluasi dan analisis data primer dan sekunder di kantor yang
meliputi:
a. kondisi umum /regional daerah penyelidikan yang
meliputi geografi, tataguna lahan, iklim, hidrologi, geologi
b. Analisis geologi teknik guna pengelompokan tanah/batuan
menurut sifat keteknikan dan daya dukung tanah untuk
berbagai penggunaan.
c. Analisis keairan meliputi air permukaan dan hidrogeologi
guna mengetahui potensi keairan, baik kualitatif/kuantitatif
d. Analisis geologi lingkungan untuk memperoleh arahan
penggunaan lahan dan prakiraan dampak aktivitas
penambangan dan rencana pengelolaannya
e. Penyusunan laporan diskusi
Keluaran / hasil penyelidikan yang diharapkan:
a. hasil analisis geologi lingkungan yang berupa :
- geometri akhir lubang bukaan tambang
- stabilitas dinding bukaan tambang
- stabilitas timbunan tanah penutup
- permeabilitas tanah/batuan di lokasi rencana
dumping area
- pengaruh pasca tambang
Keluaran / hasil penyelidikan yang diharapkan:
b. analisis lanjut dari (a): berupa kegiatan pasca
penambangan yang terdiri sistem penimbunan
tanah pucuk dan penutup, saluran pengering.
c. hasil analisis lanjut dari (b): prakiraan dampak
pada tahap pasca penambangan (erosi,
longsoran, genangan air)
d. hasil analisis lanjut dari (c): arahan reklamasi
dan pemantauan dampak pada berbagai tahap
reklamasi bekas tambang.