Anda di halaman 1dari 5

Diagram Alir KKV dan Pengukuran Long

Mulai

Orientasi Lapangan

Pembuatan Rencana Kerangka


Dasar Pemetaan

Pemasangan Patok

Proses Pengukuran
Tidak

Pengolahan Data

Toleransi
KKV :
12√D
Ya

Laporan Peta
copy

selesai

Wp long = di atas
Kkh = i detik akar n
Diagram Alir Pengukuran KKH

Mulai

Orientasi Lapangan

Pembuatan Rencana Kerangka


Dasar Pemetaan

Pemasangan Patok

Proses Pengukuran
Tidak

Pengolahan Data

Toleransi
KKVi”√n
:
Ya

Laporan Peta
copy

Selesai
Kerangka Kontrol Vertikal
1. Orientasi Lapangan
Orientasi lapangan dilakukan untuk melihat kondisi dan keadaan lokasi yang akan dilakukan
pengukuran KKV di lapangan. Selain itu, dengan orientasi lapangan maka dapat diperoleh
kendala yang akan dialami selama pengukuran, sehingga dapat diantisipasi lebih awal
2. Pembuatan rencana kerangka pengukuran
Pembuatan rencana kerangka pengukuran dilakukan seteah melakukan orientasi lapangan.
Pembuatan rencana kerangka pengukuran bertujuan untuk diperoleh kerangka acuan kerja
untuk pengukuran. Hasil dari tahapan ini yaitu pemasangan titik BM dan titik bantu di google
earth
3. Pemasangan patok
Pemasangan patok BM dan titik bantu pada titik yang telah ditentukan
4. Proses Pengukuran
Setelah patok selesai diapasang, maka dapat dimuai diakukan pengukuran KKV. Pengukuran KKV
dilakukan dengan metode double stand, sementara pengukuran Long Section dilakukan dengan
metode pulang pergi. Pengukuran dimulai dengan mendirikan alat ukur di antara dua titik yang
akan dicari beda tingginya. Kemudian dilakukan centering dan pembacaan rambu hingga titik
terakhir yang telah ditentukan.
5. Pengolahan Data
Pengolahan Data dilakukan dengan perhitungan data beda tinggi yang diperoleh, apakah koreksi
penutup tinggi KKV telah masuk toleransi atau tidak. Jika hasil yang didapat tidak masuk
toleransi, maka perlu dilakukan pengukuran ulang. Jika hasil sudah masuk toleransi, maka dapat
dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu perhitungan beda tinggi untuk memperoleh tinggi dari
titik yang ditentukan. Hasil pengolahan data yaitu koordinat Z atau ketinggian titik BM.
6. Penyajian Data
Hasil pengolahan data serta titik yang sudah diperoleh ketinggiannya, dapat disajikan dalam
bentuk peta, dan dapat dilakukan pembuatan laporan serta PPT

Kerangka Kontrol Horizontal


1. Orientasi Lapangan
Orientasi lapangan dilakukan untuk melihat kondisi dan keadaan lokasi yang akan dilakukan
pengukuran KKH di lapangan. Selain itu, dengan orientasi lapangan maka dapat diperoleh
kendala yang akan dialami selama pengukuran, sehingga dapat diantisipasi lebih awal
2. Pembuatan rencana kerangka pengukuran
Pembuatan rencana kerangka pengukuran dilakukan setelah melakukan orientasi lapangan.
Pembuatan rencana kerangka pengukuran bertujuan untuk diperoleh kerangka acuan kerja
untuk pengukuran. Hasil dari tahapan ini yaitu pemasangan titik BM dan titik bantu di google
earth
3. Pemasangan Patok
Pemasangan patok BM dan titik bantu pada titik yang telah ditentukan
4. Proses Pengukuran
Setelah patok selesai diapasang, maka dapat dimuali diakukan pengukuran KKH. Pengukuran
KKH dilakukan dengan metode poligon tertutup. Pengukuran dimulai dengan mendirikan alat
ukur di titik BM, serta pemasangan prisma pada tribrach di titik yang akan diukur selanjutnya.
Kemudian dilakukan centering Total Station serta prisma, selanjutnya prisma dapat dibidik untuk
diperoleh data sudut. Pembidikan prisma dilakukan hingga alat ukur embali berdiri di titik awal,
karena metode pengukuran menggunakan metode poligon tertutup.
5. Pengolahan Data
Pengolahan Data dilakukan dengan metode least square dari data sudut yang diperoleh, apakah
kesalahan penutup sudut telah masuk toleransi atau tidak. Jika hasil yang didapat tidak masuk
toleransi, maka perlu dilakukan pengukuran ulang. Jika kesalahan penutup sudut sudah masuk
toleransi, maka dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu perhitungan koordinat poligon.
Hasil dari pengolahan data yaitu koordinat X dan Y dari titik poligon atau BM.
6. Penyajian Data
Hasil pengolahan data berupa koordinat BM atau poligon. Koordinat tersebut kemudian diplot
dan disajikan dalam bentuk peta, serta segala proses pengolahan data hingga akhir pengolahan,
dibuatkan laporan serta PPT.

Pengukuran Detil Situasi


1. Orientasi Lapangan
Orientasi lapangan dilakukan untuk melihat kondisi dan keadaan lokasi yang akan dilakukan
pengukuran detil di lapangan. Selain itu, dengan orientasi lapangan maka dapat diperoleh
kendala yang akan dialami selama pengukuran, sehingga dapat diantisipasi lebih awal
2. Pembuatan rencana kerangka pengukuran
Pembuatan rencana kerangka pengukuran dilakukan setelah melakukan orientasi lapangan.
Pembuatan rencana kerangka pengukuran bertujuan untuk diperoleh kerangka acuan kerja
untuk pengukuran. Hasil dari tahapan ini yaitu pemasangan titik BM dan titik bantu di google
earth
3. Pemasangan Patok
Pemasangan patok BM dan titik bantu pada titik yang telah ditentukan
4. Proses Pengukuran
Setelah patok selesai diapasang, maka dapat dimulai diakukan pengukuran detil. Pengukuran
detil dilakukan dengan metode tachymetri. Pengukuran dimulai dengan mendirikan alat ukur di
titik BM dan titik bantu. Kemudian dilakukan centering Total Station serta prisma, selanjutnya
prisma dapat dibidik untuk diperoleh data sudut. Prisma didirikan pada setiap titik detil, yaitu
rumah, drainase, jalan, serta pohon besar, dengan menuliskan tinggi jalon prisma. Pembidikan
prisma cukup dilakukan di titik BM dan titik bantu yang dipasang, tanpa harus kembali ke titik
awal. Hasil pembidikan prisma yaitu bacaan sudut.
5. Pengolahan Data
Pengolahan Data dilakukan dengan memasukkan data sudut yang diperoleh, hingga didapatkan
koordinat titik detil. Apabila perhitungan belum masuk toleransi, maka diperlukan pengukurna
ulang. Apabila toleransi sudah masuk, maka dpat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu
plotting.
Hasil dari pengolahan data yaitu koordinat X, Y, dan Z titik detil situasi.
6. Penyajian Data
Hasil pengolahan data berupa koordinat X, Y, dan Z titik detil. Koordinat tersebut kemudian
diplot dan disajikan dalam bentuk peta, serta segala proses pengolahan data hingga akhir
pengolahan, dibuatkan laporan serta PPT.

Pengukuran Cross Section


1.