Anda di halaman 1dari 7

BAB VI

EVALUASI

A. Evaluasi Proses
1. Desiminasi Awal
Desiminasi awal merupakan proses awal dalam penentuan masalah dan
penetapan strategi yang perlu dilakukan untuk pemecahan masalah yang
telah ditemukan. Desiminasi dilakukan secara bersamaan oleh seluruh
mahasiswa praktika senior di Aula UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha
Jember pada tanggal 20 Desember 2017, dalam kegiatan ini terdapat 23
undangan akaemik dan klinik serta 42 peserta dari mahasiswa.

Evaluasi desiminasi awal didapatkan grand acara yang akan diadakan di


Wisma Melati dan Seruni UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember
yaitu workshop peningkatan kualitas hidup lansia ditinjau dari tingkat
kemandirian activity of daily living (ADL) melalui upaya activity sound
healing.. Data ini sudah penulis dapatkan ketika melakukan pengkajian
awal pada tanggal 13 sampai 16 November 2017. Dari hasil akhir
desiminasi awal dibentuk tiga pokja yaitu:
a. POKJA 1
Seminar dan workshop “peningkatan kualitas hidup lansia ditinjau dari
tingkat kemandirian activity of daily living (ADL) melalui upaya
activity sound healing.
b. POKJA 2
Penyusunan perangkat pelaksanaan peningkatan kualitas hidup lansia
ditinjau dari tingkat kemandirian activity of daily living (ADL) melalui
upaya activity sound healing.
c. POKJA 3
Pelaksanaan role play peningkatan kualitas hidup lansia ditinjau dari
tingkat kemandirian activity of daily living (ADL) melalui upaya
activity sound healing.

48
49

2. Grand Inovasi
a. Workshop
Workshop merupakan salah satu kegiatan dari keseluruhan program
peningkatan kualitas hidup lansia ditinjau dari tingkat kemandirian
activity of daily living (ADL) melalui upaya activity sound healing di
UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember, tujuan diadakannya
workshop adalah sebagai salah satu media dalam penyampain informasi
yang ditujukan untuk menghasilkan suatu produk yang mungkin dapat
diterapkan dalam pelayanan kesehatan lansia.

Workshop dilaksanakan pada tanggal 30 November 2017 bertempat di


Aula UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember, seluruh anggota
kelompok bertindak sebagai panitia, dihadiri oleh 23 peserta dari
akademik dan klinik dan 42 peserta dari mahasiswa. Workshop diisi
dengan satu materi yaitu activity sound healing: senam rematik oleh
pemateri Sofiyya Purnama Sari, S.Kep selama 1 jam kemudian
langsung dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanggapan dari pihak
peserta UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember yang akan
melanjutkan kegiatan activity sound healing: senam rematik. Kegiatan
ini mendapatkan tanggapan atau apresiasi positif dari pihak peserta
UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember.

Hambatan yang dialami panitia dalam workshop ini adalah adanya


ketidaktepatan waktu pelaksanaan seminar ± 20 menit, hal ini
dikarenakan adanya undangan dan peserta yang terlambat memasuki
ruangan seminar, dalam hal ini panitia melakukan tindakan dengan
menjemput undangan di masing- masing ruangan.
50

b. Role Play
Role play telah dilaksanakan sejak tanggal tanggal 05 Desember 2017
sampai dengan 15 Desember 2017. Kegiatan role play berjalan sesuai
dengan jadwal yang direncanakan, dikarenakan persiapan alat dan media
role play sudah tersedia.

Pada tahap pertama aplikasi activity sound healing: senam rematik pada
tanggal 05 Desember 2017 diikuti oleh penanggungjawab wisma,
koordinator, pelaksana kegiatan wisma, 11 mahasiswa dan 23 lansia dari
Wisma Melati dan Seruni bertempat di depan Wisma Melati UPT
Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Kegiatan tersebut berjalan
lancar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah
ditetapkan, lansia kooperatif mengikuti kegiatan sampai selesai.

Pada tahap kedua aplikasi activity sound healing: senam rematik pada
tanggal 08 Desember 2017 diikuti oleh penanggungjawab wisma,
koordinator, pelaksana kegiatan wisma, 11 mahasiswa dan 23 lansia dari
Wisma Melati dan Seruni bertempat di depan Wisma Melati UPT
Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Kegiatan tersebut berjalan
lancar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah
ditetapkan, lansia kooperatif mengikuti kegiatan sampai selesai.

Pada tahap ketiga aplikasi activity sound healing: senam rematik pada
tanggal 13 Desember 2017 diikuti oleh koodinator, pelaksana kegiatan
wisma, 11 mahasiswa dan 23 lansia dari Wisma Melati dan Seruni
bertempat di depan Wisma Melati UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha
Jember. Kegiatan tersebut berjalan lancar sesuai dengan standar
operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan, lansia kooperatif
mengikuti kegiatan sampai selesai. Penanggungjawab Wisma Melati dan
Seruni berhalangan hadir dikarenakan menghadiri kegiatan lain di UPT
Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember.
51

Pada tahap keempat aplikasi activity sound healing: senam rematik pada
tanggal 15 Desember 2017 diikuti oleh penanggungjawab wisma,
koodinator, pelaksana kegiatan wisma, 11 mahasiswa dan 23 lansia dari
Wisma Melati dan Seruni bertempat di depan Wisma Melati UPT
Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Kegiatan tersebut berjalan
lancar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah
ditetapkan, lansia kooperatif mengikuti kegiatan sampai selesai.

Kendala yang hadapi pada proses aplikasi diantaranya:


1) Ada beberapa lansia yang menolak untuk mengikuti kegiatan activity
sound healing:senam rematik dikarenakan alasan malas, capek, linu-
linu.
2) Adanya ketidaktepatan waktu pelaksanaan ± 15 menit.

B. Evaluasi Hasil
1. Desiminasi Awal
Hasil dari desiminasi awal diantaranya :
1) Perlu dilakukan evaluasi terkait variabel yang akan dilakukan roleplay,
dan dianjurkan untuk menggunakan satu variabel yang prioritas untuk
efisiensi waktu dan keakuratan evaluasi akhir .
2) Perlu dilakukan evaluasi tentang penulisan laporan khususnya pada
penulisan BAB I sesuai dengan panduan yang sudah ditetapkan.
3) Penulisan struktur organsasi tentang pelaksanaan roleplay pada BAB IV
harus lebih jelas sesuai dengan sound healing yang akan diterapkan dan
sesuai POKJA yang sudah ditetapkan.
4) Secara kesuluruhan analisis data, serta skoring, penetapan masalah,
prioritas masalah, dan garis besar Proposal Desiminasi awal kelompok
III sudah bagus.
52

2. Grand inovasi
a. Workshop
Berdasarkan workshop pada tanggal 30 November 2017 dengan
judul peningkatan kualitas hidup lansia ditinjau dari tingkat
kemandirian activity of daily living (ADL) melalui upaya activity
sound healing di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember
mendapatkan tanggapan atau apresiasi positif dari pihak peserta UPT
Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember dan layak untuk diterapkan
di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember.

b. Role Play
Berdasarkan evaluasi role play dalam pelaksanaan activity sound
healing: senam rematik di wisma Melati dan Dahlia di Unit
Pelaksana Teknis (UPT) Panti Sosial Tresna Werdha Jember pada
tanggal 05 Desember 2017 sampai dengan 15 Desember 2017.
Telah berikan berupa demonstrasi dan redemonstrasi activity sound
healing dan dilakukan setiap hari selasa dan rabu didepan wisma
Melati setelah kegiatan senam di UPT PSTW Jember selesai yaitu
jam 08.00-09.00 WIB.

Hasil evaluasi pre test sebelum dilakukan role play didapatkan hasil
bahwa berdasarkan skala nyeri Visual Analog Scale (VAS) dan skala
nyeri numerik sebagian besar 30 lansia (68,18%) mengalami nyeri
ringan, berdasarkan pemeriksaan berg balance scalae (BBS)
terdapat 20 lansia (45,45%) mampu melakukan aktivitas dengan
lengkap dan berdasarkan pemeriksaan indeks barthel terdapat 19
lansia (43,18%) memiliki ketergantungan ringan.

Hasil evaluasi post test setelah dilakukan role play didapatkan


peningkatkan hasil bahwa berdasarkan skala nyeri Visual Analog
Scale (VAS) dan skala nyeri numerik sebagian besar 38 lansia
(86,4%) mengalami nyeri ringan, berdasarkan pemeriksaan berg
53

balance scalae (BBS) terdapat 20 lansia (45,5%) mampu melakukan


aktivitas dengan lengkap dan berdasarkan pemeriksaan indeks
barthel terdapat 20 lansia (45,5%) memiliki ketergantungan ringan.

Berdasarkan uji statistic pada activity sound healing dengan skala


nyeri (numerik) menggunakan uji Wilcoxson diperoleh hasil p Value
= 0,005 dimana p Value < α. Nilai tersebut berarti 0,000 < 0,05 yang
artinya terdapat pengaruh activity sound healing terhadap penurunan
skala nyeri Visual Analog Scale (VAS) pada lansia. Uji statistik
pada activity sound healing dengan skala nyeri Visual Analog Scale
(VAS) menggunakan uji Wilcoxson diperoleh hasil p Value = 0,000
dimana p Value < α. Nilai tersebut berarti 0,000 < 0,05 yang artinya
terdapat pengaruh activity sound healing terhadap penurunan skala
nyeri (numerik ) pada lansia.

Berdasarkan uji statistik pada activity sound healing dengan


peningkatan koordinasi menggunakan uji Wilcoxson diperoleh hasil
p Value = 0,001 dimana p Value < α. Nilai tersebut berarti 0,000 <
0,05 yang artinya terdapat pengaruh activity sound healing terhadap
peningkatan koordinasi pada lansia. Pada uji statistik activity sound
healing dengan peningkatan tingkat kemandirian activity of daily
living (ADL) menggunakan uji Wilcoxson diperoleh hasil p Value =
0,025 dimana p Value < α. Nilai tersebut berarti 0,000 < 0,05 yang
artinya terdapat pengaruh activity sound healing terhadap
peningkatak tingkat kemandirian activity of daily living (ADL) pada
lansia.

Kualitas hidup lansia dikatakan baik jika kesehatan fisik, psikologis


dan sosialnya baik. Kesehatan fisik tersebut berhubungan dengan
activity of daily living (ADL) dasar yang dilakukan oleh lansia dalam
kehidupan sehari–hari. Lansia yang memiliki kondisi fisik yang baik
akan memiliki tingkat kemandirian activity of daily living (ADL)
54

mandiri yang akan mempengaruhi kualitas hidup lansia, dengan


tingkat kemandirian activity of daily living (ADL) mandiri
kemungkinan lansia akan memiliki kualitas hidup baik. Lansia yang
memiliki kondisi fisik yang menurun memungkinkan untuk
bergantung dengan orang lain dalam melakukan activity of daily
living (ADL) hal tersebut akan memungkinkan lansia memiliki
kualitas hidup kurang.