Anda di halaman 1dari 104

DOKUMEN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

(DPLH)
PEMBANGUNAN DAN PENGOPERASIAN
UPTD PUSKESMAS PANDAUKE

DESA PANDAUKE KECAMATAN MAMOSALATO


KABUPATEN MOROWALI UTARA

DESA PANDAUKE
KECAMATAN MAMOSALATO
MOROWALI UTARA
2017
PEMERINTAH KABUPATEN MOROWALI UTARA
DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH
Alamat : Jln. Poros Kolonodale – Ganda ganda Kec. Petasia
Kab. Morowali Utara

L
E
M
B
A
R

P
E
N
G
E
S
A
H
A
N
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
DPLH PANDAUKE

KATA PENGANTAR

Kesehatan merupakan salah satu karunia Tuhan Yang Maha Esa yang wajib
disyukuri, tanpa kesehatan kehidupan kita tidak berarti apa apa, kesehatan juga merupakan
hak asasi setiap individu yang harus dihargai dan juga merupakan investasi dalam
meningkatkan produktifitas kerja guna mencapai kesejahteraan di masyarakat pada
umumnya. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah
fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan
upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya. Kemudian dalam rangka mendukung dan mewujudkan Visi Indonesia Sehat
2020, maka Puskesmas Pandauke selaku pemrakarsa bermaksud untuk mengembangkan
dan mengoperasikan lebih lanjut Puskesmas dan Sarana Penunjangnya di Desa Pandauke
Kecamatan Mamosalato untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada
masyarakat Kecamatan Mamosalato.

Merujuk pada undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan


Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin
Lingkungan; maka rencana Usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan perlu
dilengkapi dengan suatu dokumen lingkungan hidup dan izin lingkungan.

Usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pemrakarsa wajib memiliki
dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pengelolaan Lingkungan
Hidup (UKL-UPL), dan Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan UKL-UPL,
sebagaimana merujuk pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 16 tahun
2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup. Namun dikarenakan
usaha dan/atau kegiatan pemrakarsa telah berjalan, maka pemrakarsa wajib menyusun
Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) sebagai persyaratan untuk memperoleh
Izin Lingkungan sebagaimana ketentuan yang termuat dalam Peraturan Menteri
Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 102 tahun 2016 Pedoman
Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup bagi usaha dan/atau kegiatan yang telah
memiliki Izin Usaha dan/atau kegiatan tapi belum memiliki dokumen lingkungan.

Dokumen ini disusun berguna untuk melengkapi dokumen-dokumen lain yang telah
disusun sebelumnya.

Kata Pengantar dan Daftar Isi ii


PUSKESMAS
DPLH PANDAUKE

Ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan


saran, masukan dan bantuannya dalam proses penyusunan Dokumen Pengelolaan
Lingkungan Hidup (DPLH), dengan harapan dapat kami gunakan sebagai pedoman dalam
pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan dapat bermanfaat
sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak terkait dalam pengambilan kebijakan
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Kolonodale, November 2017


Pemrakarsa Kegiatan
DINAS KESEHATAN DAERAH
KABUPATEN MOROWALI UTARA
KEPALA DINAS
Nama, t
a tangan,
mater

ai, dicap
DELNAN LAUENDE, M. Kes
NIP. 19681123 198802 2 001

Kata Pengantar dan Daftar Isi iii


PUSKESMAS
DPLH PANDAUKE

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan Dokumen DPLH ....................................................................... i


Kata Pengantar ............................................................................................................. ii
Daftar Isi ...................................................................................................................... iv
Daftar Tabel ................................................................................................................. v
Daftar Peta ................................................................................................................... vi
Daftar Gambar ............................................................................................................. vii
BAB I Identitas Pemrakarsa dan Penyusun ...................................................... I-1
a. Pendahuluan ................................................................................................ I-1
b. Identitas Pemrakarsa ................................................................................... I-2

BAB II Perizinan yang dimiliki ............................................................................. II-1


a. Izin Usaha dan/atau Kegiatan ..................................................................... II-1
b. Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ............................. II-1

BAB III Usaha dan/atau Kegiatan yang telah dan akan berjalan ...................... III-1
a. Nama Usaha dan/atau Kegiatan .................................................................. III-1
b. Lokasi Usaha dan/atau Kegiatan ................................................................ III-1
c. Mulai beroperasi ......................................................................................... III-3
d. Deskripsi Usaha dan/atau Kegiatan ............................................................ III-3
e. Kegiatan yang menjadi Sumber Dampak dan besaran dampak
Lingkungan yang terjadi ............................................................................. III-21

BAB IV Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan


Lingkungan ................................................................................................ IV-1

BAB V Surat Pernyataan ...................................................................................... V-1

Daftar Pustaka
Lampiran

Kata Pengantar dan Daftar Isi iv


PUSKESMAS
DPLH PANDAUKE

DAFTAR TABEL

Tabel-2.1 Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ............................ II-1


Tabel-3.1 Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan ............................................... III-1
Tabel-3.2 Data Curah Hujan Kabupaten Morowali dan Morowali Utara ................ III-4
Tabel-3.3 Hasil Pengukuran Kualitas Udara di sekitar Lokasi Usaha dan/atau
kegiatan .................................................................................................... III-6
Tabel-3.4 Hasil Pengukuran Kualitas Air di sekitar lokasi Usaha dan/atau
Kegiatan ................................................................................................... III-7
Tabel-3.5 Jenis-jenis Flora yang ada disekitar lokasi Proyek ................................... III-9
Tabel-3.6 Jenis-jenis Fauna yang ada disekitar lokasi Proyek ................................. III-9
Tabel-3.7 Jumlah Penduduk Desa Pandauke tahun 2016 ......................................... III-10
Tabel-3.8 Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi Desa Pandauke ............................... III-11
Tabel-3.9 Sarana dan Prasarana Penunjang di Desa Pandauke ................................ III-13
Tabel-3.10 Banyaknya Penderita Penyakit di Kecamatan Mamosalato ...................... III-21
Tabel-4.1 Matriks UKL-UPL Usaha dan/atau Kegiatan .......................................... IV-2

Kata Pengantar dan Daftar Isi v


PUSKESMAS
DPLH PANDAUKE

DAFTAR PETA

Peta-3.1 Citra Satelit Lokasi Usaha dan/atau Kegiatan ......................................... III-2


Peta-3.2 Peta Lokasi Usaha dan/atau Kegiatan ..................................................... III-2
Peta-3.3 Peta DAS Lokasi Usaha dan/atau Kegiatan ............................................. III-6
Peta-4.1 Peta Lokasi UKL-UPL ............................................................................. IV-1

Kata Pengantar dan Daftar Isi vi


PUSKESMAS
DPLH PANDAUKE

DAFTAR GAMBAR

Gambar-3.1 Grafis Curah Hujan 10 Tahun Terakhir ................................................. III-4


Gambar-3.2 Gambar Contoh Puskesmas Rawat Inap ................................................ III-22
Gambar-3.3 Ilustrasi Kegiatan Pembersihan Lahan ................................................... III-24

Kata Pengantar dan Daftar Isi vii


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

BAB I
IDENTITAS PENANGGUNGJAWAB USAHA
DAN/ATAU KEGIATAN

1.1. Pendahuluan

UPTD Puskesmas Pandauke merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan


Daerah Kabupaten Morowali Utara. Sebagai unit pelaksana teknis, Puskesmas merupakan
fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan
upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan kegiatan yang lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Upaya pelayanan kesehatan oleh Puskesmas dilakukan di dalam maupun diluar
gedung dan didalam gedung, Puskesmas memberikan pelayanan pada individu yang datang
untuk mencari bantuan untuk mengatasi masalah kesehatan yang dihadapinya (UKP), baik
yang dirawat jalan maupun rawat inap. Sedangkan diluar gedung, Puskesmas berperan
dalam upaya menggerakan dan meningkatkan peran serta masyarakat secara aktif dalam
meningkatkan derajat kesehatannya secara mandiri (UKM).
Dalam menjalankan peran dan fungsi Puskesmas tersebut, timbul beberapa
dampak yang dapat berpengaruh terhadap lingkungan baik secara langsung maupun tidak
langsung. Untuk meminimalisir dampak tersebut, perlu dilakukan upaya yang tepat dalam
menanganinya. Salah satu dampak dari kegiatan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas
antara lain menghasilkan limbah baik yang padat, cair dan limbah medis yang apabila
tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh terhadap lingkungan hidup.
Sesuai Undang-undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Izin
Lingkungan, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 05 tahun 2012 tentang
Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan, UPTD Puskesmas Pandauke yang merupakan Puskesmas rawat inap dengan
luas lahan 8.056 m2 (< 5 ha) dan luas bangunan 1000m2 (< 10.000m2) wajib menyusun
UKL-UPL, namun karena kegiatan pembangunan dan operasional Puskesmas Pandauke
sudah berjalan sebelum tahun 2009, maka dokumen yang disusun berupa Dokumen

Identitas Penanggungjawab Usaha dan/atau Kegiatan I - 1


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) yang berpedoman pada Peraturan Menteri


Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor
P.102/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2016 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup bagi Usaha dan/atau Kegiatan yang Telah Memiliki Izin Usaha
dan/atau Kegiatan tetapi belum Memiliki Izin Lingkungan.
Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) tersebut nantinya akan
menjadi pedoman bagi UPTD Puskesmas Pandauke dalam pelaksanaan dan pengendalian
dampak lingkungan yang timbul.

1.2. Identitas Pemrakarsa

1. Nama Usaha dan/atau : Pembangunan, Pengembangan dan Pengoperasian


Kegiatan Puskesmas Pandauke dan Sarana Penunjangnya di
Desa Pandauke, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten
Morowali Utara
2. Alamat Usaha dan : Desa Pandauke, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten
/Kegiatan Morowali Utara
3. Nama Penanggung Jawab : DELNAN LAUENDE, M. Kes
Usaha dan/atau Kegiatan
4. NIP : 19681123 198802 2 001
5. Jabatan : Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten
Morowali Utara
6. Alamat : Kolonodale Jalan Poros Kolonodale-Ganda ganda
Kecamatan Petasia, Kab. Morowali Utara
7. Instansi Pembina : Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali Utara

1.3. Identitas Penyusun

1. Moch. Assiddieq, ST., M.Si : Ketua Tim (Ahli Lingkungan, Sertifikat


AMDAL B)
2. Alimudin, S.Si., M.Si : Ahli Kimia
3. Samsul Husen, S.KM : Ahli Kesehatan Masyarakat

Identitas Penanggungjawab Usaha dan/atau Kegiatan I - 2


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

BAB II
PERIZINAN YANG DIMILIKI

1. Izin Usaha dan/atau Kegiatan


Kegiatan pembangunan, pengembangan dan pengoperasian Puskesmas
Pandauke sejak masa pemerintahan Kabupaten Poso.
2. Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Berdasarkan program Upaya Pengelolaan lingkungan Hidup yang
direncanakan, maka jenis Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(PPLH) yang diperlukan secara rinci disajikan dalam Tabel-2.1.
Tabel-2.1. Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Waktu
No Nama Izin PPLH Dasar Hukum
Pengurusan
1. Izin Lingkungan Peraturan Pemerintah No. 27/2012 Sebelum Operasi
2. Izin Penyimpanan 1. Permen LH No. 18 tahun 2009, Sebelum Operasi
Sementara Limbah 2. Permen LH No. 30 Tahun 2009,
B3 3. Kepka Bapedal No. 1 Tahun 1995
3. Izin Pembuangan 1. Kepmen LH No. 5 Tahun 2014 Sebelum Operasi
Limbah Cair tentang Baku Mutu Limbah Cair
2. Kepmen LH No. 142 Tahun 2003
tentang Pedoman Mengenai
Syarat dan Tata Cara Perizinan
serta Pedoman Pengkajian
Pembuangan Air Limbah ke Air
atau Sumber Air.

Perizinan yang diperlukan dan Surat Pernyataan II - 1


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

BAB III
USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG TELAH
DAN AKAN BERJALAN

3.1. Nama Usaha dan/atau Kegiatan


Nama usaha dan/atau kegiatan adalah pembangunan, pengembangan dan
pengoperasian Puskesmas Pandauke oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali
Utara.
3.2. Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
Adapun lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan terletak di Desa Pandauke,
Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. seperti
pada Tabel-3.1 dan Peta-3.1.
Tabel-3.1. Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
No Uraian Keterangan
Letak Geografis Lat. Long. 1°37'19.68" LS, 121°59'24.36" BT
1.
(Datum WGS-84)
Desa Pandauke
Wilayah Administrasi Kecamatan Mamosalato
2.
Pemerintahan Kabupaten Morowali Utara
Provinsi Sulawesi Tengah
Utara Jalan Perumahan Warga
Barat Persawahan
3. Batas Lokasi
Selatan Persawahan
Timur Perumahan Warga
Sumber : Survai Lapangan Tim Studi DPLH (2017)

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 1


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Peta-3.1. Citra Satelit Lokasi Rencana Usaha dan/atau kegiatan

Peta 3.2. Peta Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 2


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

3.3. Mulai beroperasi

Kegiatan pembangunan, pengembangan dan pengoperasian Unit Pelaksana Teknis


Daerah (UPTD) Puskesmas Pandauke dimulai sebelum pemekaran Kabupaten Morowali
dan Morowali Utara dari kabupaten induknya yakni Kabupaten Poso.
3.4. Deskripsi usaha dan/atau kegiatan
a. Kegiatan Utama dan kegiatan pendukung
UPTD Puskesmas Pandauke merupakan unit pelaksana teknis dari Dinas Kesehatan
daerah Kabupaten Morowali Utara yang menjalankan kegiatan jasa pelayanan kesehatan
masyarakat di Kecamatan Mamosalato. Puskesmas Pandauke berdiri di atas lahan seluas
8.056 M2, melayani jasa pelayanan rawat jalan dan rawat inap dengan kapasitas 10
(Sepuluh) Tempat tidur. Sebagai unit layanan kesehatan yang telah beroperasi sejak
pemerintahan Kabupaten Poso maka di lokasi usaha dan/atau kegiatan telah berlangsung
kegiatan pembangunan dan pengoperasian gedung administrasi, ruang pelayanan medis
dan non medis, rumah dinas tenaga medis dan para medis, pengoperasian generating set,
pengambilan dan penggunaan air bersih serta kegiatan penunjang puskesmas lainnya.
b. Informasi Kegiatan dan Kondisi Lingkungan Sekitar
1) Rona Lingkungan
a) Kondisi Hidroklimatologi
- Iklim (Climate)
Komponen yang memiliki peranan penting dalam mempengaruhi aliran air
permukaan (run off) pada lokasi antara lain curah hujan, bentang lahan, jenis tanah dan
vegetasi sebagai tutupan lahan. Curah hujan sebagai input utama dalam besarnya
aliran air permukaan di daerah tangkapan air (catchment area), daerah tangkapan air
merupakan fungsi dari vegetasi yang dapat menyimpan air hujan yang turun pada
daerah tersebut. Sebagaimana daerah tropis lainnya, Kabupaten Morowali memiliki
dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau biasanya
terjadi pada bulan Agustus – November, sedangkan musim penghujan terjadi pada
bulan Desember – Juli. Data curah hujan di sekitar lokasi studi dapat dilihat pada
Tabel 3.1.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 3


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Tabel 3.2.
Curah Hujan Kab. Morowali dan Morowali Utara Tahun 2016
Bulan Curah Hujan (mm) Hari Hujan (hari)
Januari 192 8
Februari 304 15
Maret 122 11
April 308 12
Mei 329 15
Juni 489 21
Juli 239 11
Agustus 51 3
September 99 5
Oktober 13 2
November 42 8
Desember 106 6
Jumlah 2,294 117
Sumber: PT. Tamaco Graha Krida 2016

Gambar-3.1.
Grafis Curah Hujan Kabupaten Morowali dan Morowali Utara
489 Januari
500
Februari
450
Maret
400
329 April
350 304 308
300 Mei
239 Juni
250
192
200 Juli
150 122 106 Agustus
99
100 51 September
42
50 13 Oktober
0 November
Curah Hujan Desember

- Hidrologi
Keadaan hidrologi di lokasi studi terdiri atas sumber-sumber air yang berasal
dari air tanah, air permukaan, dan air hujan. Sebagai daerah yang merupakan daerah
berbukit dan bergunung-gunung, air tanah pada umumnya diperoleh dari air yang
berasal dari mata air yang berasal dari pegunungan yang mempunyai jenis flora dan
pepohonan yang cukup rapat.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 4


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Secara umum kuantitas air terutama air permukaan di wilayah studi cukup
baik, hal ini didukung oleh adanya kondisi jenis flora dan pepohonan yang cukup
rapat. Pada wilayah studi tidak terdapat sungai yang mengalir sepanjang tahun namun
terdapat beberapa sungai kecil yang berair pada saat hujan (intermiten). Daerah studi
terletak pada wilayah tangkapan air (catchment area) yaitu DAS Soka dengan luas
area secara keseluruhan 8.769,49 Hektar.
Sungai-sungai intermiten yang mengalir secara temporer mempunyai pola
aliran menjari/mendaun (dendritik) yaitu sungai yang arah alirannya memotong lurus
pelapisan dan searah dengan kemiringan perlapisan, sehingga termasuk tipe
konsekuen. Sungai di lokasi studi pada umumnya mengalir dari arah selatan menuju
utara dan bermuara bermuara di perairan Tanjung Lasoni. DAS Lokasi rencana
kegiatan disajikan pada Peta-3.3.

Peta-3.3. DAS Soka

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 5


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

b. Komponen Fisik Kimia


- Kualitas Udara dan Kebisingan
Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung pada 2 titik pengamatan
diperoleh data tingkat kebisingan, konsentrasi gas Sulfur Dioksida/Oksida Belerang
(SOx), Nitrogen dioksida/Oksida Nitrogen (NOx), Karbon Monoksida (CO), partikel
debu dan kebisingan sebagaimana disajikan pada Tabel 3.3 berikut:
Tabel-3.3. Hasil pengukuran kualitas udara dan Kebisingan
di sekitar lokasi rencana Kegiatan
Stasiun
Parameter Satuan Baku Mutu
U-01 U-02
Sulfur Dioksida (Sox) µg/mm3 10,2 15,6 900
Nitrogen Dioksida (NOx) µg/mm3 85 130 400
Karbon Monoksida (CO) µg/mm3 680 510 30.000
Debu µg/mm3 22 20 90
Pemukiman
Kebisingan dB 57,9 56,8
= 55 db
o
Suhu C 35,6 37,5 -
Sumber : Hasil Pengukuran, November 2017

Keterangan :
Stasiun I (U-01)/Lokasi Puskesmas Pandauke : S = 01° 37’ 19,60” , E = 121° 59’ 21,90”
Stasiun II (U-02)/Pemukiman Pandauke : S = 01° 37’ 22,12” , E = 121° 59’ 23,97”

Dari data hasil pengukuran tersebut, diketahui bahwa parameter


kebisingan dan kualitas udara di setiap titik pengukuran masih tergolong rendah
karena berbagai jenis kendaraan yang melalui jalur utama Desa Pandauke
intensitasnya masih cenderung kurang.
Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan terhadap parameter Sulfur
Dioksida (Sox), Nitrogen Dioksida (NOx), Karbon Monoksida (CO), Debu dan
Kebisingan diketahui bahwa semua parameter tersebut masih berada jauh
dibawah ambang batas pencemaran udara/Indeks Pencemaran Udara (ISPU)
yang ditetapkan pemerintah.
- Kualitas Air
Berdasarkan hasil pengujian laboratorium dan pengukuran insitu terhadap
kualitas air tanah (air sumur) di lokasi pembangunan Puskesmas Pandauke dan sumur
warga disekitarnya diperoleh data sebagaimana disajikan pada Tabel 3.4 berikut:

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 6


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Tabel-3.4.
Hasil Pengukuran Kualitas Air Sekitar Rencana Kegiatan
Lokasi Pengamatan
Parameter Satuan Baku Mutu*
ASM-01-PD ASM-02-PD
Fisika
- Tidak Berbau Tidak Berbau Tidak Berbau
1. Bau
- Tidak Berasa Tidak berasa Tidak Berasa
2. Rasa
Skala TCU 10 10 50
3. Warna
Mg/L 188 156 1.500
4. Total Padatan Terlarut (TDS)
NTU 0,36 0,42 25
5. Kekeruhan oC 27,1 27,4 Suhu Udara ±
6. Suhu
3 oC
Kimia
7. Fluorida F 0,1554 0,1236 1,5
8. Klorida Cl 71,6 52,98 500
9. Air Raksa Hg 0,0001 0,0001 0,001
10. Arsen As 0,0266 0,0286 0,05
11. Besi Fe 0,0321 0,0413 1,0
12. Cadmium Cd 0,0017 0,0023 0,005
13. Kesadahan (CaCO3) 82,1 142,8 500
14. Timbal Pb 0,0001 0,0001 0,05
15. Kromium Valensi 6 Cr +6 0,0012 0,0019 0,05
16. Mangan Mg 0,0287 0,0527 0,5
17. Selenium Se 0,003 0,0027 0,01
18. Seng Zn 0,1337 0,1298 15
19. Nitrat NO3 0,86 1,02 10
20. Nitrit NO2 0,01 0,012 1
21. pH (Derajat Keasaman) 7,8 7,5 6,58,5
22. Detergen MBAS 0,016 0,012 0,5
23. Sianida CN 0,001 0,001 0,1
24. Sulfat SO4 56,8 62,9 400
Biologi
25. Total Coliform MPN/100 ml 110 140 1000
26. Jumlah Escherichia coli MPN/100 ml 0 0 0
Sumber : Pengujian Lab tanggal 22 November 2017
Keterangan :
* = Baku Mutu Air Berdasarkan Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990
ASM-01-UL (Air Sumur Puskesmas) : S = 01° 37’ 19,6” , E = 121° 59’ 21,90”
ASM-02-UL (Air Sumur Warga Desa Pandauke) : S = 01° 37’ 22,12” , E = 121° 59’ 23,97”

- Transportasi
Untuk menuju puskesmas Pandauke akses yang dapat digunakan adalah jalan
provinsi yang menghubungkan Kabupaten Luwuk dengan Kecamatan Bungku Utara
dan Mamosalato Kabupaten Morowali Utara sehingga secara aksesbilitas cukup
terjangkau. Namun untuk melakukan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Morowali Utara Puskesmas Pandauke selain harus menempuh perjalanan
darat sekitar 30 Km masih harus dilanjutkan dengan menggunakan ASDP Verry
dengan durasi perjalanan sekitar 5 jam.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 7


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

c. Komponen Biologi
- Flora
Inventarisasi flora yang dilakukan di sekitar lokasi pembangunan dan
pengoperasian puskesmas dilakukan dengan metode pengamatan langsung mengingat
lokasi rencana kegiatan merupakan eks kebun serta kebun milik masyarakat sehingga
flora yang tumbuh di sekitar lokasi cenderung seragam.
Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan di sekitar lokasi rencana
kegiatan yang kemudian dikomparasi dengan melakukan studi literatur maka disekitar
lokasi rencana kegiatan terdapat dua kelompok jenis flora yang tumbuh yaitu vegetasi
non budidaya dan vegetasi budidaya. Vegetasi non budidaya di areal studi didominasi
tumbuhan perdu dan jenis rumput-rumputan. Daftar lengkap hasil inventarisasi
komponen vegetasi/flora di lokasi rencana kegiatan disajikan dalam Tabel 3.5.
berikut:
Tabel 3.5.
Jenis Vegetasi/Flora yang ditemukan di sekitar lokasi.
No Nama Jenis Bahasa Latin
1 Alang-alang Imperata cylindrica Raeusch
2 Rumput-rumputan Gramiceae
3 Rumput pahit Axonophus compressus
4 Rumput belulang Eleusine indica Gaerth
5 Genjoran Paspalum commersonii Lamk
6 Rumput sapi Panicumbrevifolium L.
7 Genjoran Digitaria violascens
8 Pisang Musa SP
9 Kelapa Cocos Nucivera
Sumber data : Pengamatan lapangan, 2017

- Fauna
Keberadaan fauna di sekitar lokasi rencana kegiatan, tidak lepas dari kehidupan
masyarakat sekitarnya. Berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan, diperoleh
gambaran bahwa fauna dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 8


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Tabel-3.6.
Fauna yang teridentifikasi di sekitar lokasi rencana kegiatan
No Jenis Fauna Nama Latin
A Mamalia
1 Kucing Felis Catus
B Burung
1 Tekukur Aecipter rhodogaster
2 Ayam Gallus gallus domesticus
3 Burung Pipit
C Reptil
1 Kadal Mabuya multifastiaca
2 Cicak Cosymbotus platyurus
D Amphibia
1 Katak pohon Polypedates leucomystax
2 Katak Rana sp
E Invertebrata
1 Kupu-kupu Ordo. Lepidoptera
2 Capung Ordo. Odonata
3 Semut merah Monomorium pharaonis
4 Semut hitam Componotus pennsylvnicus
5 Semut raja Polyrhachis hauxwelli
Semut hitam
6
besar/Kolimondi Iridomyrmex anceps
7 Semut merah hitam besar Lobopelta ocillifera
8 Laba-laba janda hitam Lactrodectus mactans
9 Laba-laba kebun Argiope Aurelia
10 Laba-laba coklat Loxosceles reclosa Gertsch.
11 Kumbang kulit Phyllophaga portoricensis
12 Jangkrik tanah Allonemobius fasciatus L.
13 Jangkrik pohon Neoxabea bipunclata Geer
14 Kecoak timur Blatta orientalis
15 Nyamuk hutan Aedes stimulans Walker.
16 Belalang bertaji Melanoplus differentialis
17 Lalat belatung Dermatobia hominis L.Jr.
18 Kepik daun Halticus bractatus Say.
19 Kumbang scrabeid Phaneeus vindex
Sumber : Pengamatan lapangan, 2017

d. Komponen Sosial ekonomi dan budaya


- Kependudukan
Lokasi pembangunan dan pengoperasian Puskesmas dan sarana penunjangnya
secara administrasi termasuk dalam wilayah Desa Pandauke, Kecamatan Mamosalato,
Kabupaten Morowali Utara, sehingga dari aspek kependudukan dan tenaga kerja tidak
terlepas dari kondisi sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Mamosalato secara
umum. Berdasarkan data Statistik Kecamatan Mamosalato Dalam Angka tahun 2017,
penduduk Desa Pandauke terdiri dari 281 kepala keluarga dengan jumlah jiwa

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 9


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

sebanyak 1.285 jiwa yang terdiri dari 652 orang laki-laki dan 633 orang perempuan
dengan sex ratio sebesar 103
Tabel-3.7.
Jumlah Penduduk Desa Pandauke
No Parameter Satuan Jumlah
1 Jumlah penduduk Jiwa 1.285
2 Jumlah Kep. Keluarga KK 281
3 Penduduk per keluarga Jiwa/KK 4
Sumber : Kecamatan Mamosalato dalam Angka 2017

- Tekanan penduduk terhadap lahan


Dibandingkan jumlah penduduk saat ini yang berjumlah 1.285 jiwa dengan
luas wilayah Desa Pandauke sebesar 125,03 KM2 maka tinggat kepadatan penduduk
Desa Pandauke adalah 10 jiwa/KM2 maka untuk keadaan saat ini, tekanan penduduk
saat ini terhadap lahan untuk ukuran desa masih cukup longgar.
- Pola kepemilikan lahan
Pola kepemilikan lahan di Desa Pandauke sebagian besar telah memiliki
sertifikat, dan yang belum memiliki sertifikat kepemilikan tersebut telah diatur oleh
pemerintah kelurahan terutama pada lahan permukiman penduduk. Sedangkan lahan
perkebunan masyarakat dibuka secara pribadi, tetapi terlebih dahulu dirundingkan oleh
tokoh-tokoh kampung sehingga dapat dibagi secara adil dan merata demi menghindari
kecemburuan sosial dan tidak ada satupun yang menguasai lahan secara tidak wajar.
- Ekonomi
Tingkat kesempatan kerja dan berusaha
Sebagian besar angkatan kerja Desa Pandauke terserap di sektor pertanian dan
perkebunan sedangkan tenaga kerja yang terserap disektor selain pertanian dan perkebunan
cukup sedikit mengingat Desa Pandauke sebagian besar wilayahnya terdiri dari
persawahan dan perkebunan sehingga sangat layak untuk menjadi lahan pertanian dan
perkebunan. Selain bergerak disektor pertanian dan perkebunan, sebagian angkatan kerja
Desa Pandauke bekerja sebagai Pegawai negeri Sipil/TNI/Polri, wiraswasta dan jenis-jenis
usaha lainnya seperti disajikan pada Tabel 3.8 berikut:

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 10


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Tabel 3.8.
Jenis usaha/kegiatan ekonomi masyarakat Desa Pandauke
No Jenis Usaha/pekerjaan Jumlah
1. Industri sedang 3
2. Aparatur Sipil Negara/TNI-Polri 19
3. Petani 189
4. Karyawan Swasta 47
5. Pedagang/Warung 24
6. Tukang Kayu/Batu 9
7. Pengusaha Penggilingan Padi 2
8. Tukang Jahit 7
9. Bengkel Motor 1
10. Lainnya 132
Sumber: Kecamatan Mamosalato dalam Angka tahun 2017

Tingkat pendapatan masyarakat


Pada awalnya sebagian besar penduduk Desa Pandauke bermata
pencaharian sebagai petani. Hal ini terkait dengan kondisi daerah yang mempunyai
ketersediaan lahan pertanian yang relatif luas. Namunpun demikian, hal tersebut
belum dapat memaksimalkan potensi pendapatan masyarakat setempat karena hal
ini terkait juga dengan belum adanya pemberdayaan yang cukup dari pihak
pemerintah serta keadaan Desa Pandauke secara khusus dan Kecamatan Bungku
Utara dan Mamosalato secara umum yang sebelumnya cukup terisolir karena
ketiadaan jalan akses darat menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi terdekat. Selain
itu faktor alam juga sangat menentukan. Di samping pola pendapatan dipengaruhi
oleh keadaan musim, maka berbagai faktor antara lain motivasi berusaha,
ketersediaan sarana prasarana, dan pemasaran masih terbatas sehingga juga
berpengaruh pada pola pendapatan yang tidak menentu. Artinya pendapatan yang
diperoleh masyarakat tidak tetap menurut rentang waktu harian, mingguan, bulanan
atau tahunan. Terkecuali bagi masyarakat yang bekerja sebagai PNS atau karyawan
perusahaan swasta. Berdasarkan hasil survei dan wawancara dengan masyarakat
Desa Pandauke, pendapatan masyarakat berkisar antara Rp 1.500.000,- Rp
6.000.000,- per bulan. Pendapatan tersebut bervariasi, tergantung jenis pekerjaan
atau usaha yang dikelola.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 11


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Pusat pertumbuhan ekonomi


Kegiatan ekonomi masyarakat Desa Pandauke dan desa-desa lain di
Kecamatan Mamosalato saat ini berpusat di Desa Tanasumpu sebagai Ibu Kota
kecamatan, dimana sebagian besar fasilitas penunjang kegiatan ekonomi seperti
pasar kecamatan dan toko-toko yang berskala sedang berada dalam wilayah Desa
Tanasumpu, selain itu juga terdapat pasar-pasar pendukung yang terdapat di
masing-masing desa yang sifatnya temporer dan seadanya.
Pada awalnya kegiatan ekonomi/perdagangan dalam skala besar di daerah
ini masih mengalami kesulitan mengingat tidak adanya akses jalan darat menuju
Kolonodale sebagai Ibu Kota Kabupaten, namun setelah dioperasikannya ASDP
Verry KMP Teluk Tolo yang menghubungkan Kolonodale dengan Sliti (pelabuhan
Baturube) dengan biaya terjangkau maka pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa
Pandauke khususnya dan masyarakat Kecamatan Bungku Utara dan Mamosalato
umumnya semakin terbuka sebagaimana dituturkan oleh masyarakat dan pedagang
di pasar Tanasumpu bahwa pedagang-pedagang lokal sudah dapat memasarkan
hasil pertanian dan perkebunannya di Kolonadale dan Bungku, bahkan berdasarkan
penuturan warga Desa Tanasumpu yang memiliki kebun kelapa sawit di Desa
Pandauke sebagaimana dimuat dalam website Lembaga Kantor Berita Nasional
(LKBN) ANTARA Wilayah Sulawesi Tengah (http://antarasulteng.com) telah
menjual hasil perkebunannya langsung ke pabrik pengolahan CPO PT. Agro Nusa
Abadi di Desa Molino, Kecamatan Petasia Timur karena harga yang ditawarkan
jauh lebih menarik dibandingkan dengan menjualnya ke Luwuk. Selain itu, tingkat
hunian penginapan meningkat secara signifikan seiring dengan semakin banyaknya
orang yang berkunjung di Kecamatan Mamosalato. Adapun sarana transportasi
menuju Luwuk dapat menggunakan moda transportasi darat (mobil angkutan)
secara reguler dengan waktu tempuh normal 3 – 4 jam dari lokasi kegiatan,
sedangkan untuk menuju Kolonadale yang berjarak ± 136 KM dapat ditempuh
dengan menggunakan gabungan 2 moda transportasi yakni moda transportasi darat
sepanjang 32 KM dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam, serta moda trasportasi
laut sepanjang 104 KM menggunakan ASDP Verry KMP Teluk Tolo dengan waktu
tempuh 4,5 – 6 jam tergantung beban muatan dan kondisi cuaca.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 12


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Keadaan sarana dan prasarana


Adapun sarana dan prasarana penunjang lainnya yangt terdapat di Desa
Pandauke dapat dilihat pada Tabel 3.11. berikut:
Tabel-3.11. Sarana Prasarana Penunjang lainnya di Desa Pandauke Tahun 2016
No. Sarana Prasarana Jumlah
Toko/warung 20
Bengkel motor 1
Penggilingan padi 2
Penginapan 1
1 Tempat Usaha Foto copy 1
Perkebunan 1
Meubel 1
Rumah/warung makan 7
TK 1
2 Sarana pendidikan SD
TPA/TPQ 3
Kantor Desa 1
Puskesmas 1
Saluran irigasi 4.321
Jalan Provinsi 1.560
Jalan Kabupaten 987
3 Sarana Publik
Jalan Lingkungan/Jalan Usaha Tani 2321
Deuker 8
Jembatan 2
Pos Kamling 4
Masjid 2
Sumber : Pengamatan Langsung di lapangan 2017

Berdasarkan data pada tabel tersebut, sarana dan prasarana sosial ekonomi
di daerah ini masih belum memadai, begitu pula sarana sosial seperti pendidikan
SMP, para siswa harus berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua sejauh
4,89 KM yang berada di Desa Tananagaya, berhubung belum tersedianya sarana
angkutan umum yang melayani rute tersebut. SMU pun juga demikian, tamatan
SMP di daerah ini, juga harus melanjutkan di Desa Tananagaya sebagai salah satu
alternatif yang terdekat dengan jarak 4,62 KM.
Sama halnya sarana kesehatan yang dipersiapkan Pemerintah Kabuputen
Morowali Utara, sangat terbatas personilnya, sehingga mengakibatkan pelayanan
kesehatan masyarakat tidak terlayani secara maksimal.
Nilai Budaya dan Adat Istiadat
Pada lokasi rencana lokasi tambang ditemukan kenyataan bahwa nilai
budaya dan adat istiadat setempat masih begitu kuat eksistensinya di masyarakat,
baik dalam konteks hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 13


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

maupun manusia dengan lingkungannya. Dalam hal hubungan manusia dengan


Tuhannya, baik orang Wana, Jawa maupun suku-suku lainnya yang lain sangat
meyakini mengenai adanya kekuatan yang lebih tinggi yang mengatasi kekuatan
manusia dan alam yaitu kekuatan Tuhan semesta alam. Oleh karena itu, mereka
meyakini bahwa manusia harus taat dan patuh terhadap Tuhan yang Maha Kuasa.
Segala perilaku dan tindakan—terlepas itu kemudian ditaati atau dipatuhi- selalu
didasari oleh kesadaran mengenai adanya Tuhan. Kenyataan seperti ini didapati
pada semua warga di Desa Pandauke. Dalam wujudnya yang paling nyata misalnya
ketika mereka membuka lahan perkebunan mereka meyakini bahwa berhasil
tidaknya usaha tersebut tergantung pada kehendak Tuhan. Selain percaya kepada
Tuhan, masyarakat di daerah ini pula masih mempercayai mengenai adanya mahluk
halus dan tabu (pantangan). Sebagai contoh masyarakat di Desa Pandauke masih
percaya bahwa pada sebagian kawasan baik di hutan atau di laut dihuni oleh
mahluk-mahluk halus sehingga untuk memasukinya diperlukan ritual-ritual
tertentu.
Dalam hal hubungan manusia dengan manusia, di kalangan masyarakat di
Desa Pandauke masih menjunjung tinggi adat istiadat setempat seperti orang tua
harus dihormati dan orang seusia harus saling menghargai. Adat istiadat seperti ini
masih cukup melekat kuat baik di kalangan orang tua maupun di kalangan generasi
muda. Mereka pun memiliki konsepsi bahwa pendatang atau orang baru harus
menjunjung tinggi adat istiadat masyarakat setempat atau yang punya kampung
sehingga dengan demikian mereka pula akan memberikan penghargaan yang setara.
Dalam wujudnya yang paling nyata mengenai adat tersebut di atas misalnya ketika
seorang anak muda yang melintas di depan orang tua akan mengatakan taabe/amit
(permisi) sambil membungkukkan badan, tegur sapa yang ramah di kalangan
golongan seusia; sikap menghargai pendatang atau orang baru sembari memberikan
senyum, mengajak ngobrol, mengajak minum air panas, atau membantu sebisanya
jika ada yang minta tolong.
Solidaritas sosial baik atas dasar hubungan kekerabatan maupun hubungan
kedaerahan masih cukup kuat di kalangan masyarakat di daerah ini. Solidaritas
sosial atas dasar kekerabatan di kalangan orang Jawa, Wana maupun suku-suku lain
nampak dalam acara perkawinan, kerja kebun, atau penggalangan dana sumbangan
untuk pembangunan tempat ibadah dan pendidikan. Begitu pula solidaritas sosial
atas dasar kedaerahan juga cukup menonjol. Hal ini nampak dalam pergaulan
sehari-hari yang cukup akrab tanpa menampakkan unsur etnis. Kenyataan pula

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 14


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

menunjukkan bahwa banyak pekerjaan seperti kerja sama membangun rumah


dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat yang tidak melihat status
sosialnya, baik kaya mapun miskin, baik tokoh masyarakat maupun masyarakat
biasa. Dalam hal perkawinan, walaupun masyarakat sebagian besar beragama
Islam, tetapi dalam penyelenggaraan upacara perkawinan tetap dilaksanakan secara
adat bersamaan tuntunan dalam agama Islam. Hal ini nampak dalam proses
pelamaran dan perkawinan.
Di kalangan warga masyarakat Desa Pandauke baik yang bersuku Jawa,
Wana maupun suku-suku lain, upacara adat yang dilakukan pada waktu-waktu
tertentu antara lain: setelah panen dan membangun rumah. Dalam upacara
mendirikan rumah baru, penduduk menyediakan makanan tradisional.
Pada masyarakat Desa Pandauke misalnya dalam penyelenggaraan
perkawinan lebih ditonjolkan sifat adatnya daripada agamanya, unsur agamanya
hanya nampak pada pengucapan Ijab Qabul/janji dan sumpah kedua mempelai.
Sedangkan adat terdapat pada keseluruhan proses perkawinan. Perkawinan
semacam ini tidak saja diberlakukan pada perkawinan di kalangan masyarakat lokal
Desa Pandauke sendiri saja tetapi pula diberlakukan bagi orang lain yang menikahi
perempuan warga Desa Pandauke. Bahkan pada beberapa kasus orang luar yang
melangsungkan prosesi pernikahan di Desa Pandauke menggunakan adat
masyarakat lokal yang menjadi pasangannya.
Apabila terjadi sengketa baik antara individu maupun kelompok, khususnya
perkara yang bersifat perdata seperti sengketa tanah, kebun, tumbuh-tumbuhan dan
lain-lain, dapat diselesaikan oleh seorang tokoh adat bersama-sama dengan aparat
pemerintah desa setempat maupun kecamatan. Dalam konteks ini media
penyelesaiannya adalah melalui proses musyawarah yang dipimpin oleh tokoh adat
dan disaksikan oleh aparat pemerintah. Sedangkan untuk perkara-perkara yang
bersifat pidana seperti perkelahian atau pencurian, masyarakat masih memilih
penyelesaian di desa setempat, dan dapat diselesaikan bersama tokoh-tokoh
masyarakat, tokoh agama maupun tokoh pemuda. Kemudian pihak-pihak yang
bertikai atau yang mencuri dapat dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku di
desa. Dan apabila persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan di desa, kemudian
kepala desa akan melaporkan kepada aparat kepolisian setempat.
Dalam hal hubungan manusia dengan sang pencipta maupun hubungan
manusia sesamanya, kebiasaan di Desa Pandauke setiap tahun (setelah masa panen
padi selesai) selalu dilakukan Pesta Rakyat yang bertujuan untuk mempererat

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 15


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

hubungan silaturrahmi antara sesama manusia dan mewujudkan rasa syukur kepada
Tuhan yang Maha Kuasa agar selalu diberikan keberkahan dari hasil-hasil pertanian
mereka yang telah dipanen, dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa semoga
tahun yang akan datang hasil pertanian mereka dapat meningkat. Pelaksanaan pesta
rakyat ini masyarakat sangat antusias, dimana mereka telah membuat nasi bambu
untuk dihidangkan di tempat acara, biasanya ditempatkan di balai desa atau tanah
lapang. Para undangan bukan hanya penduduk setempat, tetapi juga dari tetangga
kampung maupun dari pemerintah Kecamatan Mamosalato.
Dalam hal hubungan manusia dengan lingkungannya masyarakat di daerah
ini memiliki sejumlah pengetahuan yang bersifat ramah lingkungan baik yang
bersifat rasio intelektualistik maupun yang bersifat religio magis. Dalam menebang
pohon besar misalnya beringin terlebih dahulu diritualkan dengan menancapkan
kampak di batang pohon tersebut dan disertai ayam putih satu ekor diikat di sekitar
pohon yang akan ditebang, dan apabila kampak tersebut tidak jatuh berarti
anggapan mereka penghuni pohon tersebut (makhluk gaib) telah mengizinkan
penebangan Ini berarti warga yang tinggal di sekitar pohon tersebut senantiasa akan
terhindar dari bala atau akan selalu sehat-sehat. Begitu pula penanaman padi atau
kacang ijo, selalu orang tua-tua menentukan hari-hari yang baik untuk melakukan
penanaman hari pertama sehingga hasil panen dapat banyak hasilnya. Hal ini
merupakan salah satu bentuk sifat ramah lingkungan yang bersifat religio magis.
Sementara itu yang bersifat rasio intelektualistik adalah pandangan mereka bahwa
jika hutan yang gundul akan berdampak besar bagi kehidupan mereka, pada saat
musim penghujan akan terjadi banjir dan pada saat kemarau air sungai akan
berkurang volume airnya.
Karakteristik Masyarakat
Karakteristik masyarakat di Desa Pandauke, secara garis besar dapat dibagi
ke dalam dua kelompok yakni karakteristik masyarakat bekerja sebagai karyawan
perusahaan (masyarakat modern), karateristik petani, karakteristik masyarakat
nelayan, dan gabungan antara petani dan nelayan. Karakteristik masyarakat bekerja
sebagai karyawan perusahaan adalah masyarakat yang telah bekerja pada
perusahaan perkebunan yakni PT. Kurnia Luwuk Sejati yang pada umumnya
mereka yang mempunyai sumberdaya manusia dan skill sesuai bidang profesi
masing-masing. Setiap aktifitasnya telah diatur oleh perusahaan, secara otomatis
mereka akan terbiasa hidup disiplin dan mematuhi aturan dan karakteristik
masyarakat petani terdapat pada kelompok masyarakat yang menggantungkan

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 16


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

hidupnya dari hasil-hasil pertanian dan perkebunan jangka panjang. Bagi kelompok
ini sumberdaya (basis material) yang paling utama adalah tanah (land) dengan
suatu sistem kepemilikan (kepenguasaan) baik yang berdasarkan hukum positif
(ipso jure) maupun yang berdasarkan hukum adat (ipso facto).
Kelembagaan Masyarakat
Kelembagaan masyarakat yang terdapat di Desa Pandauke meliputi
kelembagaan masyarakat yang bersifat modern, sementara itu yang bersifat
tradisional seperti misalnya lembaga adat. Kelembagaan masyarakat yang bersifat
modern tersebut meliputi pemerintah desa, BPD, PKK dan Persatuan Pemuda dan
Lembaga bentukan masyarakat lainnya baik yang bersifat formal maupun informal.
Lembaga-lembaga ini sangat berperan namun demikian peran pemerintah desa
tetap menjadi ujung tombak dalam hal urusan pemerintahan. Sementara lembaga
yang bersifat tradisional yakni Ketua Adat yang berperan menyelasaikan hal-hal
yang sifatnya mengandung adat istiadat di kampung, seperti halnya perkawinan,
acara pesta rakyat dan lain-lain.
Pemerintah desa tidak saja mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan
kegiatan pemerintahan tetapi pula mengurusi masalah-masalah kemasyarakatan
lainnya seperti ketenagakerjaan, pertanahan, sengketa masyarakat, dan lain-lain.
Dikalangan masyarakat, masalah yang dihadapi terlebih dahulu dilapor di
Pemerintah Desa, setelah Pemerintah Desa belum menyelesaikan masalah, baru
langsung melaporkannya ke Pemerintah Kecamatan.
Dalam konteks urusan pemerintahan Desa sendiri, pemerintah Desa belum
maksimal menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat,
berhubung kurang harmonisnya hubungan antara sesama pemerintah Desa maupun
tokoh-tokoh masyarakat lainnya, masih ada miss komunikasi antara sesama
pemerintah desa dan tokoh-tokoh pemuda maupun tokoh-tokoh masyarakat. Badan
Pemberdayaan Desa (BPD) yang sangat diharapkan menengahi persoalan-persoalan
yang terjadi di masyarakat, namun demikian BPD masih kesulitan mencari titik
temunya karena faktor belum harmonisnya hubungan beberapa elemen-elemen
masayarakat yang terkait di dalamnya.
Selama ini pemerintah Kecamatan Mamosalato (TRIPIKA) dan lembaga
bentukan masyarakat Pandauke yakni Forum Komunikasi Masyarakat Pandauke
sangat komunikatif dengan masyarakat setempat, akhirnya semua persoalan dapat

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 17


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

diselesaikan melalui TRIPIKA dan lembaga tersebut sebagai mediator bila terjadi
permasalahan.
Kepemimpinan

Otoritas yang bersifat legal formal merupakan sumber kepemimpinan yang


paling efektif dibandingkan dengan otoritas yang bersifat informal. Para tokoh yang
memegang peranan penting di masyarakat adalah mereka yang memiliki kekuasaan
secara formal dalam struktur pemerintahan. Sedangkan mereka yang tidak memiliki
kedudukan secara formal dalam struktur pemerintahan tidak memiliki peran yang
begitu efektif di masyarakat. Di antara mereka yang dianggap sebagai tokoh
pemimpin karena kedudukannya di pemerintahan adalah Kepala Desa. Seorang
Kepala Desa sangat disegani oleh masyarakat di Desa Pandauke dan Desa-desa lain
disekitarnya yang sering pula disebut dengan istilah Pak De. Hal ini menunjukkan
bahwa seorang Kepala Desa dianggap sebagai penguasa wilayah sebagaimana
halnya seorang Camat, Bupati atau Gubernur. Artinya dalam konteks ini kedudukan
seorang Kepala Desa masih dipahami seperti dulu ketika masih diberlakukan
Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Di Desa
Pandauke seorang Kepala Desa memegang peran yang sangat sentral sehingga
segala kegiatan tidak saja yang bersifat administratif tetapi juga politis harus
disetujui oleh Kepala Desa.
Bintara Pembina Desa (BABINSA) dan Polisi tidak memegang kendali
langsung di bidang kemasyarakatan. Tetapi mengingat posisinya sebagai salah satu
Tripika, maka BABINSA diperlakukan pula sebagai pimpinan formil. Kenyataan
menunjukkan bahwa seorang BABINSA disegani karena dia seorang TNI.
Masyarakat di Pandauke sangat segan pada TNI. Oleh karena itu ketaatan atau
penghargaan masyarakat terhadap TNI dan Polisi bukan disebabkan oleh karena
kewenangan yang dimilikinya tetapi lebih didasari oleh perasaan takut masyarakat
saja.
Kepala Desa dianggap sebagai salah satu jabatan formil di desa, sehingga
seorang Kepala Desa dipandang sebagai tokoh yang memiliki otoritas untuk
mengendalikan masyarakat, walaupun seseorang yang menjabat sebagai Kepala
Desa adalah dari golongan muda atau bukan dari keturunan yang terhormat atau
pula orang luar yang bukan penduduk lokal tetapi karena jabatannya, maka ia akan
lebih cenderung dipatuhi oleh masyarakat dibandingkan dengan mereka yang tua-

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 18


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

tua, golongan peapua, dan penduduk asli di kampung tersebut. Apabila seseorang
telah berhenti sebagai Kepala Desa maka dengan sendirinya pula penghargaan
masyarakat terhadapnya menjadi hilang.
Selain dari kepemimpinan yang berdasarkan pada otoritas legal formal di
atas, terdapat pula kepemimpinan yang bersumber pada otoritas informal walau ini
kenyataannya kurang efektif. Mereka yang termasuk dalam kategori ini adalah
seorang pendeta/pastur yang memiliki kekayaan tertentu, seorang mantan pejabat
baik pemerintahan, kepolisian atau militer, tokoh adat, seorang muda yang
memiliki pendidikan relatif tinggi, dan guru sekolah. Mereka ini cenderung
dipandang terhormat oleh masyarakat walaupun masyarakat belum tentu patuh
terhadap saran atau perintah dari mereka. Dalam perjamuan atau suatu pesta
misalnya mereka akan diperlakukan lebih dibanding dengan anggota masyarakat
lainnya dan mereka diberi porsi perhargaan setingkat di bawah Tripika.
c. Komponen Kesehatan Masyarakat
1) Sumberdaya Kesehatan

Perbaikan pemeliharaan kesehatan rakyat dilaksanakan dalam usaha


peningkatan dan pemupukan kemampuan tenaga kerja bagi keperluan pembangunan
serta meningkatkan terwujudnya kesejahteraan rakyat. Kesehatan merupakan
kebutuhan manusia Indonesia yang utama sebagai ukuran kualitas hidup yang
mendasar, sehingga perlu dijaga keseimbangan antara kemajuan di bidang teknologi
dengan kondisi lingkungan hidup pada tingkat yang tidak akan memberikan pengaruh
yang merugikan bagi kesehatan masyarakat.
Pembangunan berwawasan lingkungan kesehatan perlu dijaga
kelestariannya dengan melalui penyelenggaraan upaya kesehatan menyeluruh dan
terpadu untuk menuju sehat tahun 2020. Sehat adalah hak asasi manusia, karenanya
perlu dijaga dan diperlihara agar kita dapat selalu berkarya dan masyarakat. Kesehatan
bukanlah segalanya tetapi tanpa kesehatan segalanya tidak ada artinya.
Pada tahun 2017 di Kecamatan Mamosalato Kabupaten Morowali penyediaan
sarana kesehatan semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitas.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 19


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

- Sarana Kesehatan
a) Puskesmas Pandauke : 1 buah
b) Pustu Tanasumpu : 1 buah
c) Pustu Kolo Atas : 1 Buah
d) Pustu Kolo Bawah : 1 Buah
e) Pustu Tananagaya : 1 Buah
f) Pustu Momo : 1 Buah
g) Pustu Girimulyo : 1 Buah
h) Puskesmas Lijo : 1 Buah
i) Posyandu : 23 buah
j) Pos Bersalin Desa (Polindes) : 12 Buah
k) Pos KB : 14 Buah
l) Toko Obat : 1 Buah
- Tenaga Kesehatan
a) Dokter Umum : 2 Orang
b) Bidan Desa : 14 Orang
c) Paramedis : 24 Orang
Sumber: Mamosalato dalam Angka 2017

2) Kondisi Kesehatan Masyarakat


Didalam dokumen Analisis Mangenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
rencana Penambangan Bijih Nikel di Desa Pandauke, Tanasumpu dan Girimulya
Kecamatan Mamosalato oleh PT. Total Prima Indonesia disebutkan bahwa kondisi
kesehatan lingkungan pada Desa Tanah Sumpu dan Pandauke Kecamatan Mamosalato
sesuai hasil wawancara sebagai berikut :
 Sumber air yang digunakan masyarakat berasal dari sumur gali, sumur pompa dan
jaringan pipa;
 Perumahan warga pada umumnya permanen dan semi permanen;
 Pembuangan sampah RT dilakukan di tempat pembuangan sampah, di lahan
kosong, dan/atau di lahan pertanian;
 Jamban keluarga menggunakan jamban sendiri dan jamban umum;
 Sumber air untuk mencuci berasal dari sumur gali, sumur pompa, jaringan pipa,
saluran irigasi dan sungai;
 Semua responden tidak pernah mengalami ganggan tidur.
Untuk aspek kesmas tidak lepas dari kondisi kesehatan masyarakat Kecamatan
Mamosalato dan Kabupaten Morowali Utara secara umum. Banyaknya penyakit yang
diidap warga Kecamatan Mamosalato dapat dilihat pada Tabel 3.12. berikut ini.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 20


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Tabel-3.12. Banyaknya Penderita Penyakit Menurut Jenis Penyakit


di Kecamatan Mamosalato Tahun 2017
JUMAH
NO. URAIAN
KASUS
1 Inspeksi Saluran Pernapasan Atas 593
2 Gastritis 156
3 Karies Gigi 89
4 Malaria Klinis 74
5 Diare 49
6 Penyakit Tekanan Darah Tinggi 41
7 Penyakit Pada Sistem Otot dan Jaringan Penyekat 35
8 Kecelakaan Ruda Paksa 31
9 Penyakit Mata Lainnya 14
10 Penyakit Kulit karena alergi 11
Jumlah 1.093
Sumber : Puskesmas Pandauke, 2017

Dari data tersebut, terlihat bahwa pada tahun 2017 penyakit terbesar yang
diidap oleh warga Kecamatan Mamosalato berturut-turut adalah ISPA, Garsitis, Karies
Gigi, Malaria Klinis,, Diare, penyakit tekanan darah tinggi, penyakit sistem otot dan
jaringan penyekat, kecelakaan ruda paksa, penyakit mata lainnya, dan Penyakit Kulit
Alergi.
c. Kegiatan yang menjadi Sumber Dampak dan besaran dampak Lingkungan yang
terjadi
Kegiatan pembangunan, pengembangan dan pengoperasian UPTD Puskesmas
Pandauke meliputi kegiatan pembangunan gedung serta pengadaan fasilitas
kesehatan dan penunjangnya yang mengacu pada areal kegiatan Pembangunan dan
pengembangan Puskesmas sebagaimana mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan
nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat yang gambaran umumnya
sebagaimana disajikan pada Gambar 3.2. berikut:

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 21


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Gambar 3.2. Contoh Model Puskesmas Rawat Inap (Sumber Lampiran Permenkes no. 75 tahun
2014 tentang Puskesmas)

3.5. Uraian Komponen Kegiatan yang telah berjalan dan dampak lingkungan yang
ditimbulkan.
Garis besar kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pemrakarsa meliputi beberapa
tahap antara lain:
Tahap Pra-konstruksi
Pada tahap ini, kegiatan yang akan dilakukan terdiri dari 5 (lima) yang
keseluruhannya merupakan kegiatan non fisik, yaitu meliputi:
a) Perencanaan desain dan survai lapangan;
Perencanaan desain dan survai lapangan dimaksudkan untuk menentukan tata
letak serta pembiayaan yang dibutuhkan dalam pekerjaan pembangunan puskesmas dan
sarana penunjang lainnya, sehingga dalam pekerjaan konstruksi menjadi lebih terarah,

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 22


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

terukur, efektif dan efisien karena dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan.
Pada tahap ini belum terdapat dampak yang muncul secara signifikan.
b) Sudi Kelayakan;
Kegiatan studi kelayakan teknis dilakukan untuk memastikan bahwa proyek
dapat dilaksanakan secara teknis, yakni dengan melakukan kajian keterjangkauan lokasi
puskesmas dengan pemukiman masyarakat dari semua arah dalam wilayah Kecamatan
Mamosalato. Sementara kelayakan aspek lingkungan dilakukan dengan mengacu pada
Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup Pasal 34 ayat (1) Setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam
kriteria wajib amdal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) wajib
memiliki UKL-UPL. Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor 14 tahun 2010 Output dari dokumen UKL-UPL adalah Izin Lingkungan yang
akan diterbitkan oleh Bupati Morowali Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan
Perizinan Terpadu Satu Pintu Daerah Kabupaten Morowali Utara. DPLH bertujuan agar
aspek sosial-ekonomi masyarakat dan lingkungan dapat terintegrasi di dalam
implementasi proyek, sehingga pembangunan proyek tidak menimbulkan kerugian bagi
masyarakat dan lingkungan sekitar.
c) Proses Perizinan;
Pengurusan perizinan dan/atau rekomendasi yang dilakukan dengan
dinas/instansi yang terkait dengan rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan
dilaksanakan, antara lain: Izin Lingkungan, Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3
dan perizinan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d) Sosialisasi;
Sebelum kegiatan operasi dilaksanakan, akan dilakukan sosialisasi kepada
masyarakat sekitar rencana kegiatan. Sosialisasi dilakukan secara formal maupun
informal yang bertujuan menyampaikan rencana kegiatan pembangunan,
pengembangan dan pengoperasian Puskesmas Pandauke dan sarana penunjangnya.
e) Pengadaan Lahan
Lahan lokasi pembangunan Puskesmas Pandauke diperoleh berdasarkan Surat
Pernyataan Penyerahan Tanah yang ditandatangani oleh ……………. pada tanggal
……………… yang diketahui oleh Kepala Desa Pandauke …………. dengan Saksi-
saksi …………………………………….

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 23


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Tahap Konstruksi
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap konstruki adalah rekruitment tenaga
kerja, pengadaan dan mobilisasi peralatan dan material, pembersihan lahan (land
clearing), pematangan lahan, pembuatan basecamp, pembangunan puskesmas dan
sarana pendukungnya diantaranya:
a) Rekruitment dan/atau mobilisasi tenaga kerja konstruksi
Rekruitment dan/atau mobilisasi tenaga kerja untuk mendukung kegiatan
konstruksi dilakukan untuk berbagai kualifikasi pekerjaan yang akan dilakukan, baik
yang langsung maupun yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan teknis
pekerjaan. Jumlah tenaga kerja yang direkrut untuk kegiatan konstruksi ini berjumlah
10 orang dengan berbagai kualifikasi keahlian meliputi 1 orang kepala tukang, 1 orang
tukang batu, 1 orang tukang kayu, 4 orang buruh, 1 orang pengawas/mandor lapangan
(disediakan oleh konsultan pengawas), 1 orang supir truck (disediakan pihak
ketiga/suplayer material), 1 orang teknisi listrik. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada
penambahan tenaga pendukung lainnya. Pada tahap ini dampak yang timbul adalah
adanya kecemburuan sosial diantara pekerja yang direkrut dan yang tidak direkrut.
b) Mobilisasi Peralatan, material dan kendaraan
Mobilisasi peralatan, material dan kendaraan merupakan kegiatan awal
pelaksanaan konstruksi. Alat-alat yang akan dimobilisasi yakni peralatan yang akan
digunakan saat pelaksanaan konstruksi pembangunan puskesmas dan fasilitas
penunjang kegiatan pengoperasian puskesmas dan sarana penunjangnya. Peralatan ini
sangat menentukan suatu kegiatan pelaksanaan proyek sehingga berjalan efektif dan
efisien demi tercapainya mutu/kualitas proyek. Pada tahap ini dampak yang timbul
adalah terjadinya gangguan transpirtasi berupa kerusakan jalan, debu yang berterbangan
dan peningkatan kebisingan.
c) Pembersihan lahan

Gambar 2.1. Ilustrasi Kegiatan pembersihan lahan

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 24


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

Kegiatan penyiapan lahan meliputi kegiatan pembersihan lahan lokasi


pembangunan fasilitas tambahan Puskesmas. Kegiatan ini menimbulkan dampak berupa
debu, kebisingan, hilangnya sejumlah vegetasi dan gangguan terhadap lalu lintas.
d) Pembangunan basecamp
Pembagunan base camp berfungsi sebagai kantor pelaksana, P3K, penginapan
pekerja, bengkel perawatan dan perbaikan alat berat serta gudang penyimpanan
material, disamping itu dilengkapi dengan sarana MCK. Kegiatan ini menimbulkan
gangguan kebisingan.
e) Pekerjaan konstruksi pembangunan Puskesmas dan fasilitas penunjangnya
Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan pada Puskesmas yang akan
dibangun dan dioperasikan, maka di lokasi kegiatan pemrakarsa akan membangun dan
mengadakan fasilitas sebagai berikut: Rumah dokter, Rumah paramedis, Ruang rawat
inap, Ruang administrasi, IPAL, Incenerator, Gudang, Penataan lingkungan dan
pengadaan Ambulance. Kegiatan tersebut di atas akan menimbulkan dampak berupa
kebisingan, debu, peningkatan emisi gas buangan, sedimentasi, peningkatan aliran
permukaan. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak adalah penumpukan
material konstruksi, kebisingan, lalu lintas pengangkutan material dan aktivitas para
pekerja yang bisa menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat setempat. Selain itu
kegiatan ini juga memberikan dampak positif berupa lapangan kerja dan kesempatan
berusaha.
f) Penataan Lingkungan
Penataan lingkungan merupakan tahap akhir dari tahap konstruksi. Kegiatan ini
bertujuan membersihkan sisa-sisa material yang telah digunakan selama tahap
konstruksi, yang kemungkinan akan mengotori lingkungan dalam lokasi kegiatan.
Dampak yang timbul dari kegiatan penataan lingkungan ini diantaranya lokasi akan
menjadi bersih sehingga mempunyai nilai estetika lingkungan dan view yang baik.
g) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Tenaga Kerja Konstruksi
Setelah pelaksanaan konstruksi dinyatakan selesai, maka terhadap tenaga kerja
konstruksi akan dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dampak yang mungkin
timbul dari kegiatan pemutusan hubungan kerja adalah hilangnya kesempatan kerja dan
berusaha di sector konstruksi.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 25


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

h) Pengadaan fasilitas Puskesmas dan sarana penunjangnya.


Untuk menunjang operasional Puskesmas Pandauke dan sarana penunjangnya,
maka sebelum kegiatan mulai dilakukan maka terlebih dahulu pemrakarsa yang dalam
hal ini adalah Puskesmas Pandauke terlebih dahulu melengkapi Puskesmas dan sarana
penunjangnya dengan mengadakan fasilitas medis, alkes, obat-obatan dan fasilitas
lainnya.
Tahap Kegiatan Operasi
Tahap operasional Puskesmas dan fasilitas penunjangnya dapat berlangsung sejak
kegiatan pembangunan selesai dikerjakan. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan
pada tahap operasional diantaranya sebagai berikut:
a) Rekruitmen/mobilisasi tenaga medis dan para medis
Pada bagian V Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat mengenai Standar
Ketenagaan ideal Puskesmas kawasan pedesaan dengan pelayanan rawat inap adalah
sebanyak 27 orang tenaga medis dan para medis yang terdiri atas 2 orang dokter
layanan primer, 1 orang dokter gigi, 8 orang perawat, 7 orang bidan, 1 orang tenaga
kesehatan masyarakat, 1 orang tenaga kesehatan lingkungan, 1 orang ahli Teknologi
Laboratorium Medik, 2 orang tenaga gizi, 1 orang tanaga kefarmasian, 2 orang tenaga
administrasi dan 1 orang pekarya.
Sebagaimana kebiasaan lembaga yang berada dalam naungan Instansi
Pemerintah Daerah, maka terhadap kebutuhan tenaga kerja lebih dominan
menggunakan pola/metode mobilisasi tenaga kerja yang berstatus Pegawai Negeri
Sipil/Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN) ataupun tenaga kerja kesehatan kontrak yang
telah diangkat sebelumnya, sedangkan untuk tenaga kerja dengan status honorer
biasanya lebih mengutamakan warga sekitar yang memenuhi persyaratan yang telah
ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan
Daerah dan Kesejahteraan Keluarga Daerah Kabupaten Morowali Utara.
b) Pengoperasian Puskesmas
Secara umum Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan
kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggungjawab Puskesmas meliputi

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 26


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

pelayanan perorangan antara lain, rawat jalan dan rawat inap serta, pelayanan kesehatan
masyarakat yang bersifat publik dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan
kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan. Bentuk pelayanan puskesmas diantaranya adalah Pelayanan
kesehatan umum, Pelayanan kesehatan anak dan remaja, Pelayanan vaksinasi,
Pemeriksaan ibu hamil, Pelayanan Keluarga Berencana, Posyandu, Rawat inap, Instalasi
Gawat Darurat 24 jam, Laboratorium klinik dan Apotek.
Pengoperasian Puskesmas, meliputi :
1) Instalasi Rawat Jalan
Fasilitas yang digunakan sebagai tempat konsultasi, penyelidikan, pemeriksaan
dan pengobatan pasien oleh dokter ahli di bidang masing-masing yang disediakan untuk
pasien yang membutuhkan waktu singkat untuk penyembuhannya atau tidak
memerlukan pelayanan perawatan. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan
sampah medis padat dan cair serta sampah non medis.
2) Instalasi Gawat Darurat.
Fasilitas yang melayani pasien yang berada dalam keadaan gawat dan terancam
nyawanya yang membutuhkan pertolongan secepatnya. Kegiatan ini menimbulkan
dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis, juga
peningkatan kebisingan.
3) Instalasi Rawat Inap.
Fasilitas yang digunakan merawat pasien yang harus di rawat lebih dari 24 jam
(pasien menginap di Puskesmas). Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan
sampah medis padat dan cair serta sampah non medis.
4) Instalasi Kebidanan dan Penyakit Kandungan.
Fasilitas menyelenggarakan kegiatan persalinan, perinatal, nifas dan gangguan
kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis
padat dan cair serta sampah non medis.
5) Instalasi Farmasi.
Fasilitas untuk penyediaan dan membuat obat racikan, penyediaan obat paten
serta memberikan informasi dan konsultasi perihal obat. Kegiatan ini menimbulkan
dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 27


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

6) Instalasi Sterilisasi Pusat (CSSD/ Central Supply Sterilization Departement)


Instalasi Sterilisasi Pusat (Central Sterile Supply Department = CSSD). Fasilitas
untuk mensterilkan instrumen, linen, bahan perbekalan. Kegiatan ini menimbulkan
dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis.
7) Instalasi Laboratorium.
Fasilitas kerja khususnya untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan ilmiah
(misalnya fisika, kimia, higiene, dan sebagainya). Kegiatan ini berdampak pada
peningkatan sampah medis maupun non medis, gas buangan dan kebauan.
8) Instalasi Rehabilitasi Medik.
Fasilitas pelayanan untuk memberikan tingkat pengembalian fungsi tubuh dan
mental pasien setinggi mungkin sesudah kehilangan / berkurangnya fungsi tersebut.
Kegiatan ini menimbulkan dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta
sampah non medis.
9) Bagian Administrasi dan Manajemen
Suatu unit dalam Puskesmas yang merupakan tempat melaksanakan kegiatan
administrasi pengelolaan/manajemen Puskesmas serta tempat melaksanakan kegiatan
merekam dan menyimpan berkas-berkas jati diri, riwayat penyakit, hasil pemeriksaan
dan pengobatan pasien yang diterapkan secara terpusat/sentral. Kegiatan ini berdampak
pada peningkatan sampah non medis.
10) Instalasi Gizi/Dapur.
Fasilitas melakukan proses penanganan makanan dan minuman meliputi kegiatan
pengadaan bahan mentah, penyimpanan, pengolahan, dan penyajian makanan-minuman.
Kegiatan ini berdampak pada peningkatan sampah medis maupun non medis, gas
buangan dan kebauan, limbah padat dan cair.
11) Instalasi Cuci (Laundry).
Fasilitas untuk melakukan pencucian linen Puskesmas. Kegiatan ini menimbulkan
dampak peningkatan sampah medis padat dan cair serta sampah non medis.
12) Bengkel Mekanikal dan Elektrikal (Workshop)
Fasilitas untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan ringan terhadap
komponen-komponen sarana, prasarana dan peralatan medik. Kegiatan ini
menimbulkan dampak peningkatan sampah non medis padat dan cair serta kebisingan.
13) Instalasi Air Bersih
Angka kebutuhan air bersih Puskesmas Pandauke diprediksi berdasarkan standar
kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan sesuai ketentuan DirJen Cipta Karya (200

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 28


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

ltr/org/hr untuk pasien Puskesmas), karyawan dan pengunjung 30 ltr/org/hr, dan rata-
rata tingkat hunian Puskesmas dalam wilayah Kecamatan Mamosalato tahun 2016
adalah 336 orang rawat inap dan 6.210 orang rawat jalan. Perhitungan kebutuhan air
bersih untuk Puskesmas dapat dilihat pada Tabel-3.12.
Tabel-3.12. Perhitungan Kebutuhan Air Bersih untuk Puskesmas
Jumlah
Fasilitas / Pemakaian
No. Jenis Layanan Orang Kebubutuhan
Peralatan Air (ltr/hr)
Air (ltr/hr)
1. Pasien Rawat Inap 10 - 200 2.000
2. Tenaga Kerja Puskesmas 27 - 30 810
Non Rawat Inap (lain-
3. 20 - 30 600
lain)
Pengunjung (Non
4. 50 - 30 1.500
Pasien)
Jumlah 4.910
Kebutuhan air untuk perawatan gedung = 20% 982
Cadangan air untuk pemadam kebakaran = 5% 245,5
Cadangan Persediaan Air Bersih = 10% 491
Total Kebutuhan Air Bersih 6.628,5
Diolah dari berbagai Sumber

Dari tabel diatas diperoleh total kebutuhan air bersih untuk aktivitas harian
Puskesmas Pandauke sebesar 6.628 liter/hari atau 6,62 m3/hari. Sesuai dengan
kebutuhan akan air bersih di atas, akan dibangun reservoar atas dengan daya tampung
sebesar 4 m3.
Dampak yang mungkin ditimbulkan dari pemanfaatan air bersih berupa limbah
cair.
14. Instalasi Pengelolaan Air Limbah
Dari jumlah pemanfaatan air bersih di atas diperkirakan 80% dari 6,62 m3/hr,
maka akan terbuang sebagai air limbah, sehingga debit (Q) air limbah atau limbah cair
yang dihasilkan dalam satu hari = 5,296 m3/hr atau 0,221 m3/jam. Untuk mengelola air
limbah cair tersebut diperlukan unit pengelolaan limbah cair dengan kapasitas sebesar 6
m3/hr, dengan teknologi sistem biofilter aerob dan anaerob, seperti dalam gambar
rencana. Kegiatan ini menimbulkan dampak negatif berupa limbah padat. Sedangkan
limbah cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman taman
dan kolam, juga dapat dipakai sebagai cadangan untuk pemadam kebakaran.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 29


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

15. Instalasi Pengelolaan Limbah Padat


Menurut SNI 3242 tahun 2008 tentang limbah padat/sampah untuk pemukiman
kota menunjukan bahwa rata-rata limbah padat per hari sebesar 5 ltr/org/hr atau sebesar
2,5 kg /hari. Berdasarkan standar tersebut, untuk limbah padat Puskesmas diperkirakan
3 ltr/org/hr untuk sampah medis dan 2,5 ltr/org/hr untuk limbah non medis. Dengan
demikian jumlah sampah medis yang dihasilkan sebesar =30 x 3 ltr/org/hr = 90 ltr/hr
atau = 0,09 m3/hr (dihasilkan oleh fasilitas pelayanan medis). Sedangkan untuk sampah
non medis sebesar 107 x 2,5 ltr/org/hr = 267.5 ltr/hr atau = 0,267 m 3/hr (dihasilkan oleh
fasilitas pelayanan non medis).
Untuk mengelola limbah padat medis tersebut di atas telah disiapkan 1 unit
incenerator medis tipe Maxpell dengan kapasitas 30 kg sampah / jam. Sedangkan
limbah padat non medis pengelolaannya dilakukan dengan pembakaran dan atau
penimbunan.
Dampak dari kegiatan pengelolaan limbah padat medis maupun non medis berupa
kebauan, polusi udara, gas buangan dari hasil pembakaran.
16. Tahap Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Puskesmas
Pemeliharaan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperpanjang usia layanan,
meliputi pemeliharaan unit medis, non medis, sanitasi dan fasilitas penunjang. Kegiatan
ini menimbulkan dampak polusi udara, kebisingan, kebauan, limbah cair dan limbah
padat.
17. Power Suply
Agar dapat beroperasi secara maksimal, Puskesmas Pandauke membutuhkan suplay
arus listrik dari PT. PLN sebesar 3.3 KVA. Untuk menjaga kesinambungan operasi
Puskesmas saat terjadi pemadaman bergilir yang dilakukan PT. PLN Persero Ranting
Tanasumpu maka disediakan 1 unit Genset Silent Type (sound proof) dengan daya
terpasang 3 KVA. Dampak yang timbul dari instalasi dan operasinya berupa kebisingan,
polusi, ceceran oli, dan lain-lain.
18. Pemadam Kebakaran
Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, maka disediakan sarana pemadam
kebakaran berupa tabung gas untuk ruangan, 2 (dua) unit hydrant di luar ruangan serta
dilengkapi dengan sistem deteksi kebakaran dalam gedung. Dampak yang timbul dari
kegiatan ini adanya kebutuhan tambahan tenaga kerja dengan keahlian khusus dan
terhindar bahaya kebakaran pada gedung Puskesmas.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 30


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

19. Pengoperasian Ambulance


Untuk melakukan mobilisasi pasien dari rumah ke Puskesmas Pandauke maka
dioperasikan 2 unit ambulance sedangkan untuk keperluan rujukan pasien di RSUD
Morowali Utara di Kolonodale ataupun Rumah Sakit lain di Kota Luwuk atau Palu.
Dampak yang timbul dari kegiatan ini adanya kebutuhaan supir dengan mental yang
tangguh serta meningkatnya kebisingan akibat mesin dan sirene Ambulance,
peningkatan debu.

Usaha dan/atau Kegiatan yang telah berjalan III- 31


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

BAB IV
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN UPAYA PEMANTAUAN
LINGKUNGAN

Sumber, jenis dan besaran dampak serta Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup kegiatan pembangunan, pengembangan dan
pengoperasian Puskesmas Pandauke secara rinci disajikan dalam bentuk matriks Upaya
Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan sebagaimana disajikan
Tabel-4.1. sedangkan lokasi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan disajikan pada
Peta 4.1. berikut:

Peta 4.1. Peta Lokasi UKL-UPL Puskesmas Pandauke

Upaya Pengelolaan dan Pemantauan LH IV - 1


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PEMERINTAH KABUPATEN MOROWALI UTARA
DINAS KESEHATAN DAERAH
Alamat : Jln. Poros Kolonodale – Ganda ganda Kec. Petasia
Kab. Morowali Utara

PERNYATAAN PELAKSANAAN UKL-UPL

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : DELNAN LAUENDE, M. Kes
NIP : 19681123 198802 2 001
Jabatan : Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali
Utara
Alamat Kantor : Jln. Poros Kolonodale – Ganda ganda Kec. Petasia
Kab. Morowali Utara

Lokasi : Desa Pandauke, Kec. Mamosalato Kabupaten


Usaha/Kegiatan Morowali Utara

Selanjutnya bertindak atas nama Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali Utara,
dengan ini menyatakan bahwa:
1. Data DPLH dari kegiatan tersebut di atas telah disusun dengan benar sesuai dengan
peraturan yang berlaku
2. Kami bersedia melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dengan
yang tercantum didalam dokumen DPLH serta bersedia dipantau dampaknya oleh
instansi yang berwenang selama kegiatan berlangsung dan mengirimkan laporan
setiap 6 (enam) bulan satu kali ke Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten
Morowali Utara.
3. Apabila kami tidak melakukan apa yang tercantum dalam dokumen DPLH dan
terjadi pencemaran atau kerusakan lingkungan, kami bersedia menghentikan
kegiatan usaha dan bersedia menanggung semua kerugian serta resiko yang
ditimbulkan oleh pencemaran atau kerusakan lingkungan yang terjadi.
4. Kami bersedia merevisi dokumen DPLH jika terdapat perubahan dalam kegiatan
/usaha baik luasan lahan, kapasitas maupun desain.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya, sebagai komitmen
perusahaan kami dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Kolonodale, November 2017


Pemrakarsa Kegiatan
DINAS KESEHATAN DAERAH
KABUPATEN MOROWALI UTARA P
KEPALA DINAS
Nama, t
tangan,
materaV
MAR
i, dicap N
DELNAN LAUENDE, M. Kes
NIP 19681123 198802 2 001
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
UKL-UPL
PANDAUKE

DAFTAR PUSTAKA

---------------, 2001, Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas
Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

---------------,2002, SNI 19-6878-2002 metode penetuan kebisingan jalan

---------------, 2003, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 112 Tahun 2003
tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.

---------------, 2009, Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan


Pengelolaan Lingkungan Hidup.

---------------, 2010, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 01 Tahun 2010
tentang Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air.

---------------, 2012, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2012
tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki
Analisis Dampak Lingkungan Hidup.

---------------, 2012, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 16 Tahun 2012
tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

---------------, 2012, Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

---------------, 2012, Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah
Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

---------------, 2014, Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah
Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

---------------, 2014, Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat.

---------------, 2015, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No. 5 Tahun
2014 tentang Baku Mutu Limbah Cair.

---------------, 2016, Statistik Kecamatan Menui Kepulauan 2016, BPS Kabupaten Morowali
---------------, 2016, Kecamatan Menui Kepulauan Dalam Angka 2016, BPS Kabupaten
Morowali

---------------, 2016, Kabupaten Morowali Dalam Angka 2016, BPS Kabupaten Morowali

---------------, 2016, Permen LHK No. 102 tahun 2016, tentang Pedoman Penyusunan DELH
dan DPLH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik
Indonesia

Daftar Pustaka -1
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

SOP PENANGANAN PASIEN


GAWAT DARURAT
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit:
Halaman :
UPTD Ttd Ka Puskesmas
Nama Kepala Puskesmas
PUSKESMAS NIP. ………………….
PANDAUKE
1. Pengertian Penanganan terhadap pasien yang secara tiba-tiba dalam keadaan gawat
atau akan menjadi gawat dan terancam anggota badannya dan jiwanya
(menjadi cacat atau mati) bila tidak mendapat pertolongan dengan segera

2. Tujuan Sebagai acuan penanganan pasien gawat darurat di puskesmas

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No.... :..../Pusk. Sst II/2016 tentang Tahap


Pelayanan Klinis
4. Referensi Pedoman Kerja Perawat Instalasi Gawat Darurat Di Rumah Sakit,
Cetakan I, tahun 1999

5. Prosedur Alat:
1. Stetoskop
2. Tensimeter
Bahan:
1. Obat Emergency
2. Oksigen
3. Alat perlindungan diri

6. Langkah- 1. Petugas penerima pasien


langkah 2. Petugas melakukan anamnesis terhadap pasien
3. Petugas melakukan seleksi pasien menurut derajat kegawatannya
(triage)
4. Petugas menegakkan diagnosis
5. Jika Pasien dapat ditangani di puskesmas, petugas melakukan
tindakan medis sesuai dengan diagnosis pasien dan prosedur yang
berlaku
6. Jika pasien tidak dapat ditangani di puskesmas, petugas memberikan
pertolongan pertama dan kemudian pasien dirujuk
7. Petugas mencatat di rekam medis
8. Petugas mencatat di register pasien

SOP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

7. Bagan Alir
Menerima
pasien

Melakukan
anamnesis pasien

Melakukan
tindakan triase

Menegakkan
diagnosis

Pasien dapat di
ya tangani di
puskesmas?

Melakukan
tindakan
medis
tidak
terhadap

Melakukan
pertolongan pertama
kepada pasien

Merujuk
pasien

Mencatat di
rekammedis

Mencatat di
register pasien

SOP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

8. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
9. Unit Terkait 1. Poli Umum
2. Apotek
10. Dokumen 1. Rekam medis
terkait 2. Register Pasien
11. Rekaman
historis Isi Tgl mulai
No Yang diubah
perubahan diberlakukan
perubahan

SOP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS


HALAMAN
NO. DOKUMEN NO. REVISI
1/2

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN

SOP ……………………..
KEPALA PUSKESMAS

………………………..

Pengertian Limbah medis adalah limbah yang terdiri dari limbah infeksius, limbah
patologi, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah citotoksik,
limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah container bertekanan dan
limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.
Limbah medis di puskesmas berasal dari kegiatan pengobatan dan
perawatan di pukesmas.limbah yang dihasilkan antara lain limbah
infeksius, limbah farmasi, limbah yang berasal dari laboratorium dan
limbah benda tajam

Tujuan - Mencegah terjadinya penularan penyakit akibat limbah medis


- Mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat limbah medis
- Mencegah terjadinya infeksi nosokomial

Kebijakan Limbah medis Puskesmas Pandauke dikirim ke RSUD Morowali Utara


untuk dimusnahkan di incinerator ( telah ada MoU antara RSUD
Morowali Utara dengan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali
Utara ).

Referensi

Prosedur/ Langkah 1. Menyediakan tempat sampah khusus untuk limbah medis (yang
- langkah kuat, tahan bocor dan bertutup ) di dekat sumber sampah.
2. Menyediakan safety box / tempat sampah khusus benda tajam (spuit,
jarum, ampul )/
3. Melapisi tempat sampah medis dengan kantong plastic (warna
kuning dengan logo biohazard – jika ada )
4. Memasukkan sampah medis hasil kegiatan di balai pengobatan,
UGD, KIA-KB, Laboratorium dan bagian obat/ farmasi ke dalam
tempat sampah medis dan tutup kembali
5. Memasukkan ke tempat penampungan sampah medis sementara yg
lebih besar (kuat, tahan air/ tahan bocor, tertutup ), atau disimpan
didalam tempat penyimpanan limbah medis dengan syarat :

LAMPIRAN SOP PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS


HALAMAN
NO. DOKUMEN NO. REVISI
1/2

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN

SOP ……………………..
KEPALA PUSKESMAS

………………………..

- Lokasi penyimpanan bebas banjir


- Tidak rawan bencana
- Berada diluar kawasan lindung
- Sesuai dengan rencana tata ruang.
6. Mengirim limbah medis yang telah dikumpulkan di dalam tempat
penampungan sampah sementara ke RSUD Morowali Utara dengan
alat angkut yang kuat, tahan air dan tertutup.

LAMPIRAN SOP PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

HAND HYGINE (CUCI TANGAN)


HALAMAN
NO. DOKUMEN NO. REVISI
1/2

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN

SOP ……………………..
KEPALA PUSKESMAS

………………………..

Pengertian Hand Hygine adalah suatu rangkaian tindakan (prosedur)


membersihkan tangan dengan menggunakan sabun atau antiseptik di
bawah air bersih yang mengalir atau menggunakan hadscrub berbasis
alkohol bila tangan tidak kotor.

Tujuan Untuk menghilangkan mikroba yang mungkin mengkontaminasi


petugas puskesmas, yang di peroleh karena kontak dengan pasien
terinfeksi atau kontak dengan cairan yang keluar dari tubuh pasien, alat-
alat yang digunakan pasien serta lingkungan yang berada disekitar
pasien dan menghilangkan bahan organik dari tangan.

Kebijakan 1. Untuk pengendalian dan pencegahan infeksi semua petugas


kesehatan yang akan atau sesudah melakukan tindakan yang
berkaitan dengan pasien wajib melakukan prosedur cuci tangan
sesuai standar untuk mengurangi risiko infeksi yang terkait
pelayanan kesehatan.
2. Penanggung Jawab Puskesmas/unit pelayanan membimbing,
memantau dan mengingatkan petugas Puskesmas yang tidak
melakukan prosedur cuci tangan dengan benar

Prosedur 1. Buka kran dan basahi kedua telapak tangan


2. Tuangkan 5 ml handscrub atau sabun cair dan gosokan pada tangan
dengan urutan TEPUNG SELAJI PUPUT, sebagai berikut:
a) Telapak tangan. Gosok kedua telapak tangan;
b) Punggung tangan. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari
sisi luar tangan kiri dan sebaliknya;
c) Sela-sela jari. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari sisi dalam
d) Kunci. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan mengunci;
e) Putar. Gosok ibu jari tangan kiri dan berputar dalam genggaman
tangan kanan dan lakukan sebaliknya.
f) Putar rapatkan ujung jari tangan kanan dan gosoklah pada
telapak tangan kiri dengan cara memutar-mutar terbalik searah
jarum jam. Lakukan pada ujung jari tangan sebaliknya.
g) Ambil kertas tissue/kain lap disposable selanjutnya keringkan
kedua tangan

LAMPIRAN SOP CUCI TANGAN


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

HAND HYGINE (CUCI TANGAN)


HALAMAN
NO. DOKUMEN NO. REVISI
1/2

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN

SOP ……………………..
KEPALA PUSKESMAS

………………………..

h) Tutup kran dengan siku atau bekas kertas tissue yang masih di
tangan.
3. Hal yang perlu di perhatikan
a) Jangan mengenakan perhiasan
b) Jaga kuku selalu pendek dan bersih
c) Jangan memakai kuku palsu ataupun cat kuku
d) Jangan mencuci sarung tangan saat menggunakan di antara
pasien
e) Tidak di anjurkan pakai handuk pakai ulang dan tissue rol
f) Bila pakai sabun batang: kecil dan wadah belubang di bawah.
Di anjurkan memakai sabun cair
g) Pilih sabun antiseptic yang bersifat kurang iritatif
h) Bila perlu gunakan lotion untuk meminimalisir iritasi atau
terjadinya dermatitis kontak
4. Durasi prosedur
a) Cuci tangan menggunakan sabun 40-60 detik
b) Cuci tangan menggunakan hadscrub 20-30 detik

Unit Terkait Semua petugas puskesmas yang memberikan pelayanan langsung ke


pasien atau yang berkaitan dengan pembersihan cairan yang keluar dari
tubuh pasien, alat-alat yang digunakan pasien serta lingkungan yang
berada disekitar pasien.

LAMPIRAN SOP CUCI TANGAN


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

STANDARD OPERATING PROCEDURE


KEBAKARAN / WILDFIRE
I. TUJUAN
a. Tanggap darurat terhadap adanya kondisi emergency khususnya kebakaran
b. Melindungi seluruh tenaga kerja dari potensi bahaya akibat kebakaran
c. Melindungi asset perusahaan baik primer, sekunder, dan tersier

II. RUANG LINGKUP


Pedoman ini berlaku di lingkungan Puskesmas Pandauke.

III. REFERENSI
Manual Mutu, Kebijakan Mutu, Ketentuan-ketentuan dan aturan-aturan yang berlaku di
lingkungan Puskesmas Pandauke.

IV. DEFINISI
Suatu peristiwa oksidasi yang melibatkan tiga unsur yang harus ada, yaitu bahan bakar yang
mudah terbakar, oksigen yang ada dalam udara, dan sumber energi atau panas yang berakibat
timbulnya api yang tidak terkendali yang dapatmembahayakan keselamatan, kerugian harta
benda, cidera, bahkan kematian

V. TUGAS & TANGGUNG JAWAB


a. Ketua Tim Tanggap Darurat
b. Security

VI. PROSEDUR
1. Tidak panik.
2. Setiap karyawan wajib mengetahui kondisi kebakaran dan bagaimana evakuasi serta
penyelamatan karyawan, dokumen (aset perusahaan) dan investasi lainnya yang perlu
diselamatkan.
3. Kenali petugas yang bertanggung jawab dalam keadaan darurat dan arah evakuasi menuju
titik berkumpul aman (assembly point).

LAMPIRAN SOP PENANGANAN KEBAKARAN


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

LAMPIRAN SOP PENANGANAN KEBAKARAN


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

LAMPIRAN SOP PENANGANAN KEBAKARAN


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

STANDARD OPERATING PROCEDURE


EMERGENCY RESPONSE & PLANNING
FLOODING (BANJIR)

I. TUJUAN
a. Tanggap darurat terhadap adanya kondisi emergency khususnya banjir
b. Melindungi seluruh tenaga kerja dari potensi bahaya atau kecelakaan akibat banjir
c. Melindungi aset perusahaan baik primer, sekunder, dan tersier.

II. RUANG LINGKUP


Pedoman ini berlaku di lingkungan Puskesmas Pandauke.

III. REFERENSI
Manual Mutu, Kebijakan Mutu, Ketentuan-ketentuan dan aturan-aturan yang berlaku di
lingkungan Puskesmas Pandauke.

IV. DEFINISI
Peristiwa atau bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan
/ menutupi permukaan bumi wilayah tersebut

V. TUGAS & TANGGUNG JAWAB


a. Semua Karyawan
b. Ketua Tim Tanggap Darurat
c. Security

VI. PROSEDUR
1. Apabila terjadi bencana banjir yang datang secara perlahan-lahan, semua karyawan harus
mengamankan lingkungan sekitarnya dari kemungkinan bahaya yang lebih besar, yang
dapat terjadi, disamping harus memperhatikan keselamatan dirinya, misalnya:
a. Menyingkirkan benda-benda, sampah atau apapun yang dapat menghambat /
menyumbat jalannya air.
b. Mematikan arus listrik dari kabel atau alat yang mungkin dapat terendam air.
c. Memindahkan produk / pallet posisi dengan jarak 60 cm atau lebih tinggi dari lantai.
d. Memindahkan file atau dokumen dengan jarak 60 cm atau lebih tinggi dari lantai.
2. Tunggu keadaan selanjutnya, dan segera evaluasi tindakan.
3. Apabila keadaan bertambah buruk dan menjurus kepada keadaan darurat maka lakukan
tindakan pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat yang sesuai.
4. Apabila hal tersebut tidak bisa ditangani sendiri, maka segera minta bantuan kepada
petugas yang berwenang
5. Ketua Tim tanggap darurat bertanggung jawab membuat laporan terjadinya banjir
termasuk kerusakan apabila ada kepada pihak-pihak yang terkait.

LAMPIRAN SOP PENANGANAN BANJIR


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

LAMPIRAN SOP PENANGANAN BANJIR


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E

PETA LOKASI
PEMBANGUNAN PUSKESMAS
PANDAUKE

®
1°37'0"S

1°37'0"S
Skala: 1:8,000
Km
0 0.05 0.1 0.2 0.3 0.4
Lokasi dan Jenis Kegiatan:
Desa : Pandauke
Kecamatan : Mamosalato
Kabupaten : Morowali Utara
Pandauke 2 Provinsi : Sulawesi Tengah
Kegiatan : Pembangunan Puskesmas
Luas Area : 8.056 M2
1°37'15"S

1°37'15"S
Legenda
Jalan Desa Pemukiman

Sungai

Lokasi Puskesmas P andauke

120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E


Lokasi Puskesmas Pandauke

1°30'0"S

1°30'0"S
3°0'0"S

3°0'0"S
4°30'0"S

4°30'0"S
1°37'30"S

1°37'30"S
120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E

Area yang dipetakan

Sumber Data:
1. Peta Administrasi Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
2. Peta Pola Ruang Kabupaten Morowali Utara Skala 1:50.000
3. Peta Ruas Jalan Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
4. Peta Jaringan Sungai Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000

121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E


121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E

PETA LOKASI
PEMBANGUNAN PUSKESMAS
APL PANDAUKE

®
1°37'0"S

1°37'0"S
Tubuh Air Skala: 1:8,000
Km
0 0.05 0.1 0.2 0.3 0.4
Lokasi dan Jenis Kegiatan:
Desa : Pandauke
Kecamatan : Mamosalato
Kabupaten : Morowali Utara
Pandauke 2 Provinsi : Sulawesi Tengah
Kegiatan : Pembangunan Puskesmas
Luas Area : 8.056 M2
1°37'15"S

1°37'15"S
Legenda
Jalan Desa Pemukiman

Sungai APL

Lokasi Puskesmas P andauke Hutan Lindung (HL)

APL 120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E


Lokasi Puskesmas Pandauke

1°30'0"S

1°30'0"S
3°0'0"S

3°0'0"S
4°30'0"S

4°30'0"S
1°37'30"S

1°37'30"S
120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E

Area yang dipetakan

Sumber Data:
1. Peta Administrasi Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
2. Peta Pola Ruang Kabupaten Morowali Utara Skala 1:50.000
3. Peta Ruas Jalan Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
4. Peta Jaringan Sungai Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000

121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E


121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E

PETA DAS LOKASI


PEMBANGUNAN PUSKESMAS
PANDAUKE

®
1°37'0"S

1°37'0"S
Skala: 1:8,000
Km
0 0.05 0.1 0.2 0.3 0.4
Lokasi dan Jenis Kegiatan:
Desa : Pandauke
Kecamatan : Mamosalato
Kabupaten : Morowali Utara
Pandauke 2 Provinsi : Sulawesi Tengah
Kegiatan : Pembangunan Puskesmas
Luas Area : 8.056 M2
1446
1°37'15"S

1°37'15"S
Legenda
Jalan Desa Pemukiman
Sungai DAS SOKA
Lokasi Puskesmas Pandauke DAS TANASUMPU

120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E


Lokasi Puskesmas Pandauke

1°30'0"S

1°30'0"S
3°0'0"S

3°0'0"S
4°30'0"S

4°30'0"S
1°37'30"S

1°37'30"S
120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E

1331 Area yang dipetakan

Sumber Data:
1. Peta Administrasi Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
2. Peta Pola Ruang Kabupaten Morowali Utara Skala 1:50.000
3. Peta Ruas Jalan Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
4. Peta Jaringan Sungai Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
5. Peta DAS Sulawesi Skala 1:250.000

121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E


121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E

PETA UKL-UPL
PEMBANGUNAN PUSKESMAS
PANDAUKE

®
1°37'0"S

1°37'0"S
Skala: 1:8,000
Km
0 0.05 0.1 0.2 0.3 0.4
Lokasi dan Jenis Kegiatan:
Desa : Pandauke
Kecamatan : Mamosalato
Kabupaten : Morowali Utara
Pandauke 2 Provinsi : Sulawesi Tengah
Kegiatan : Pembangunan Puskesmas
Luas Area : 8.056 M2
1°37'15"S

1°37'15"S
Legenda
Jalan Lokasi Pu skesmas Pandauke
Sungai Desa Pemukiman
Batas UPL
Lokasi UKL

120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E


Lokasi Puskesmas Pandauke

1°30'0"S

1°30'0"S
3°0'0"S

3°0'0"S
4°30'0"S

4°30'0"S
1°37'30"S

1°37'30"S
120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E

Area yang dipetakan

Sumber Data:
1. Peta Administrasi Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
2. Peta Pola Ruang Kabupaten Morowali Utara Skala 1:50.000
3. Peta Ruas Jalan Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
4. Peta Jaringan Sungai Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000

121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E


121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E

PETA LOKASI SAMPEL


PEMBANGUNAN PUSKESMAS
PANDAUKE

®
1°37'0"S

1°37'0"S
Skala: 1:8,000
Km
0 0.05 0.1 0.2 0.3 0.4
Lokasi dan Jenis Kegiatan:
Desa : Pandauke
Kecamatan : Mamosalato
Kabupaten : Morowali Utara
Pandauke 2 Provinsi : Sulawesi Tengah
Kegiatan : Pembangunan Puskesmas
Luas Area : 8.056 M2
1°37'15"S

1°37'15"S
Legenda
Lokasi Puskesmas Pand auke
n
m Sampe l Ud ara
De sa P emukiman
j
k Sampe l Air

Ja lan
Sung ai

j
k
n
m 120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E
Lokasi Puskesmas Pandauke

1°30'0"S

1°30'0"S
m
n
k
j

3°0'0"S

3°0'0"S
4°30'0"S

4°30'0"S
1°37'30"S

1°37'30"S
120°0'0"E 121°30'0"E 123°0'0"E 124°30'0"E

Area yang dipetakan

Sumber Data:
1. Peta Administrasi Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
2. Peta Pola Ruang Kabupaten Morowali Utara Skala 1:50.000
3. Peta Ruas Jalan Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000
4. Peta Jaringan Sungai Kab. Morowali Utara Skala 1:50.000

121°59'0"E 121°59'15"E 121°59'30"E 121°59'45"E


PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE

DOKUMENTASI
KEGIATAN SURVAI DPLH PEMBANGUNAN DAN PENGOPERASIAN
PUSKESMAS PANDAUKE

Peralatan yang digunakan dalam pengambilan


data dan udara di sekitar lokasi

Keadaan Eksisting Lokasi Rencana Kegiatan

Pengambilan Sampel Air dan Pengukuran Kualitas Udara

Lampiran - 1
PUSKESMAS
DPLH
PANDAUKE
CURRICULUM VITAE

I. DATA PRIBADI
Nama : MOCH. ASSIDDIEQ, S.T.,M.Si.
Tempat/Tgl. Lahir : Kendari/ 6 Agustus 1973
Pekerjaan : Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari
NIDN : 0906087301
Pangkat/Gol. : Asisten Ahli/ III a
Alamat : Jalan Diponegoro No. 116 A Benu-benua Kendari
Agama : Islam
E-mail : massiddieq@yahoo.com
HP : 085241916873
II. PENDIDIKAN
1. S1 Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari Tahun
2008
2. S2 Pengelolaan Lingkungan Hidup Universitas Hasanuddin Makassar Tahun 2014
III. PELATIHAN/ KURSUS
1. Kursus Dasar-dasar Pengelolaan Lingkungan Hidup di LPPKM PPLH UNS Surakarta
Tahun 2010
2. Kursus Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
LPPM PPLH UNHAS Makassar Tahun 2012
3. Pelatihan Teknologi Pengolahan Limbah Cair oleh Pusat Teknologi Lingkungan
Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT) pada tanggal 1-3 September 2015 di Gedung BPPT II
Jakarta

IV. PENGALAMAN KERJA


▪ Tim Penyusun Dokumen UKL-UPL Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga
Diesel (PLTD) 20 MW Poasia Kota Kendari (2012)
▪ Tim Penyusun Dokumen UKL-UPL Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga
Surya (PLTS) Kel. Dongkala Kec. Kabaena Timur Kab. Bombana (2012)
▪ Tim Penyusun Dokumen UKL-UPL Bengkel & Penjualan Motor Honda
Punggaluku Kec. Lainea Kabupaten Konawe Selatan (2013)
▪ Tim Penyusun Rencana Teknik Rinci (RTR) Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)
Sampah Kabupaten Konawe Kepulauan (2015)
▪ Tim Penyusun Rencana Teknik Rinci (RTR) Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)
Sampah Kabupaten Kolaka Timur. (2015)
▪ Penyusunan UKL-UPL Pembangunan dan dan Pengoperasian Tempat Pemrosesan
Akhir Sampah (TPAS) di Desa Bahoruru Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten
Morowali oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Morowali. (2016)
▪ Penyusunan UKL-UPL Pembangunan dan Pengoperasian Puskesmas Se
Kabupaten Morowali oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali. (2017)
▪ Penyusunan UKL-UPL Pembangunan dan Pengoperasian Sentra Industri Meubel
oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Daerah Kabupaten Morowali. (2017)

Demikian Curriculum Vitae ini saya buat dengan data yang sebenarnya dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kendari, November 2017

Yang bersangkutan

MOCH. ASSIDDIEQ, S.T., M.Si.


CURRICULUM VITAE

I. DATA PRIBADI

NAMA : ALIMUDDIN
TEMPAT TANGGAL LAHIR : WASILOMATA, 18 SEPTEMBER 1988
ALAMAT : JL. POROS MAWASANGKA, DESA WASILOMATA
KEC. MAWASANGKA, KAB. BUTON, SULTRA
JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
AGAMA : ISLAM
STATUS : BELUM MENIKAH
WARGA NEGARA/SUKU : INDONESIA/BUTON
NO. TELPON : 0852 8811 9042

II. PENDIDIKAN

1. SEKOLAH DASAR (SD) NEGERT 01 WASTLOMATA, LULUS TAHUN 2001


2. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI I MAWASANGKA, LULUS TAHUN 2004
3. SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI I MAWASANGKA, LULUS TAHUN 2007
4. PERGURUAN TINGGI UNIVERSITAS HALU OLEO, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM, PROGRAM STUDI S.1 KIMIA, LULUS TAHUN 2011.
5. PERGURUAN TINGGI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, FAKTULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM PROGRAM MAGISTER S.2 KIMIA, LULUS TAHUN 2015

III. PENGALAMAN KERJA

1. MENJADI ASISTEN PRAKTIKUM KIMIA FISIK DI LABORATORIUM KIMIA FMIPA UNIVERSITAS


HALU OLEO TAHUN 2009-2011.
2. MENJADI ASISTEN PRAKTIKTUM FARMASI FISIK DI LABORATORIUM FARMASI FMIPA
UNIVERSITAS HALUOLEO TAHUN 2010-2011.
3. MENJADI ANGCOTA HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN (LULUS KIMIA TAHUN 2010-2011.
4. MENJADI STAF DI KANTOR LINGKUNGAN HIDUP MOROWALI PADA TAHUN 2011-2012.
5. MENGIKUTI BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN KAPASITAS LABORATORIUM DAERAH DI PALU
SULAWESI TENGAH TAHUN 2012.
6. MENJADI PENGAWAS LOKAL UJIAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI DI
BANDUNG PADA TAHUN 2014 DAN 2015.
7. MENJADI ASISTEN PRAKTIKUM KIMIA FISIK DI LABORATORIUM FMIPA INSTITUT TEKNOLOGI
BANDUNG SELAMA IV SEMESTER TAHUN 2013-2015.
8. MENJADI TIM PENYUSUN DOKUMEN PROPOSAL PEMBUKAAN JURUSAN KIMIA FKIP DAN
FMIPA UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA TAHUN 2015.
9. MENJADI TIM PENYUSUN DOKUMEN PEDOMAN AKADEMIK USN KOLAKA TAHUN 2015.
IV. SEMINAR DAN PUBLIKASI ILMIAH

1. SKRIPSI “OPTIMASI RASIO KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH), TEMBAGA SULFAT


PENTAHIDRAT (H2SO4).5H2O DAN NATRIUM TIOSULFAT (Na2S2O3) TERHADAP KUALITAS LAPISAN
TEMBAGA OKSIDA (Cu2O)” TAHUN 2011.
2. TESIS “PENGARUH ADITIF DAN JENIS PELARUT TERHADAP KINERJA MEMBRAN POLIVINILIDEN
FLUORIDA (PVDF)” TAHUN 2015
3. SEMINAR NASIONAL KIMIA “PENGARUH KONSENTRASI ZAT ADITIF DALAM TERHADAP
PEMBUATAN MEMBRAN POLIVINILIDEN FLUORIDA (PVDF)” TAHUN 2015.

V. KEAHLIAN

1. DAPAT MENGOPERASIKAN KOMPUTER MCROSOFT OFFICE WORD, EXCEL, POWERPOINT.


2. DAPAT MENGOPERASIKAN INSTRUMEN SPEKTOSKOPI UV-VIS (Spekhonik-20D).
g
tn
80"
,-\ E8 E.
6N
n$
r\ Eq o
do
N

GI\
\- Iu B
J6
c (o
('l

(D :\ e 6c
mQ.
\-{t
&" :r s(
\
l- t{.r'
oO\ d
N
v EEE iFT N
N
Io b \Ft
g an t\
O^
E
o '6n d5
z. c, c\x
o \ N sr-
=(d- vl Ah'
N,i
-Y
o N< O\N
BR E \cL
G Et- (o
o
O.\l
x\
J \+ t-
*, (6 orl
=.{
Er sE
\t*\(6
0J

*,o
OJ
o0
(g
:o
(o
}?
\(^
L- s ") !- o-
6 Flrct
HN5 h s
l-
(6
\
OO-
c\
\l
6 -\sy.q(6 (U L 'FS'
C/\
6
.:<
o N
.rE
(o
S'EX EP €=.i o o
OO+s
=
o i5s +€R H"# E'<
rgY- Ln E \ E
o
z.

-g
F(oS
*
OES E* E E S r (tt \^
c\

\=fr EEPS\
16 'ii
{.', -v
on
c(6 .t
(d
on
oo
P
J
t-
'o
o
h Hs (d d,

.oE SEE \
illsr+cc,ro
Hs v1
EON -o
(o
(o

on d
(6
tt
)
;bE €o
P
h-L S -oS
i3J
Yo
= J
!
(d J
o.
{-J H Y 6L) c(d C
o
' iv
oo -(o :<
3 a,t

uEE "2
(6
! 6 *)
=o=='r-l ttl J (o
+-,
.l- €o- l-
l<
(6 ! rE t,
)
E;= -E
{r.,
VI o
C,
(6 (o
+J
(,
on
R
o.o..,
\r/ O
c(d
r €BE,
8s-U t fr
(o
on
o
tll
-v
t-
o
-o
\] e.)
Qr8
-Y
(6
th
(o
't{ oo .o
- (6 a L\R
€b'lC 9 o
tl
(d=
x-
ar l-
X(6
6N -o
o)

C
o FAd
.. \F rg
-c
q -o --o(o l<
l-
g l< nO\*i (,
\:J
P
(o q.s
orF
-o
!
E
o
(o
G6 !
C

(d
N
(d
=tl(6
=
l(
(g
u-
Curriculum Vitae

CURRICULUM VITAE

I. DATA PRIBADI
1. Nama : SAMSUL HUSEN, S.KM
2. Tempat/Tanggal : Palangga, 03 Desember 1988
Lahir
3. Alamat : Kec. Palangga Kab. Konawe Selatan
4. Pendidikan Terakhir : S1 Kesehatan Masyarakat

II. PENGALAMAN KERJA

Tahun 2017

1. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan, CV. Rezky


Utama di Desa Unsongi Kec. Bungku Timur Kab. Morowali (Ahli Kesehatan
Masyarakat);
2. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan, CV. Asset
Sulawesi di Desa Laroenai Kec. Bungku Pesisir Kab. Morowali (Ahli Kesehatan
Masyarakat);
3. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan, PT. Kapur
Prima Perkasa di Desa Lamontoli Kec. Bungku Selatan Kab. Morowali (Ahli
Kesehatan Masyarakat);
4. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Pembangunan dan Pengoperasian
Puskesmas se-Kabupaten Morowali olwh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten
Morowali (Ahli Kesehatan Masyarakat);

Palangga, November 2017

SAMSUL HUSEN, S.KM

Samsul Husen, S.KM 1


Curriculum Vitae

Samsul Husen, S.KM 2