Anda di halaman 1dari 6

BBWS – BENGAWAN SOLO DD DAN LARAP TANGGUL BENGAWAN SOLO

TAHUN 2015 KOTA SURAKARTA

BAB II
METODOLOGI PELAKSANAAN

Metodologi adalah cara – cara yang akan diterapkan dalam melaksanakan seluruh
pekerjaan. Perumusan metodologi ini bertujuan agar pekerjaan dapat
dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan karakteristik pekerjaan, sehingga
tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)
dapat tercapai secara menyeluruh. Metodologi ini disusun berdasarkan
permasalahan yang dihadapi dan disesuaikan dengan Kerangka Acuan kerja
(KAK) dan penjelasan pekerjaan (aanwijzing) pekerjaan tersebut.

II.1. PENYELIDIKAN TANAH

II.1.1. SONDIR (DUTCH CONE PENETRATION TEST)

Sondir dilakukan untuk mengetahui secara rinci tahanan conus dari


tiap lapisan tanah. Untuk studi ini sondir digunakan untuk
memprediksi sifat fisis tanah dan keseragamannya.

Pengujian sondir mengacu pada standard ASTM D-3441. Pengujian


ini dilakukan dengan cara menekan conus standard kedalam tanah
dengan kecepatan 10 – 20 mm/s. Total tahanan conus akibat dari
gesekan sisi conus dan ujung. Data yang didapatkan adalah tahanan
conus, tahanan sisi conus dan kedalaman.

Hasil sondir yang didapatkan selanjutnya akan diplot dalam grafik


yang terdiri dari :

a. Hubungan kedalaman dan conus resistance.

b. Hubungan kedalaman dan local friction.

c. Hubungan kedalaman dan total friction.

II.1.2. Test Pit

Pekerjaan penyelidikan uji sumuran ( test pit ) ini berguna untuk


mengetahui jenis ketebalan serta urutan-urutan lapisan tanah bawah
permukaan dengan jelas, baik pada lokasi jalan yang akan

LAPORAN GEOLOGI TEKNIK


Halaman 1
BBWS – BENGAWAN SOLO DD DAN LARAP TANGGUL BENGAWAN SOLO
TAHUN 2015 KOTA SURAKARTA

direncanakan sehingga akan diketahui jenis penyebaran dan


ketebalan tanahnya. Test pit dilakukan dengan interval pemeriksaan
500 meter sepanjang ruas jalan.

II.1.3. UNDISTURBED SAMPLE (UDS)

Pengambilan undisturbed sample mengikuti standard ASTM D 1587-


83 “Standard Practice for Thin-Walled Tube Sampling of Soils”.
Undisturbed sample diambil dari lubang bor dengan menggunakan
shelby tube sampler. Sampel tanah yang terambil dijaga dari
getaran, perubahan kadar air, ataupun dijatuhkan sehingga dapat
meminimalkan perubahan komposisi fisik dan struktur tanah.
Kedalaman undisturbed sample disajikan dalam boring logs.

II.1.4. UJI LABORATORIUM

a. Water Content (Kadar Air)

Kadar air, w, didefinisikan sebagai perbandingan antara berat air


terhadap berat butiran. Sampel basah ditimbang selanjutnya
dimasukkan dalam oven dengan temperatur yang konstan
(sekitar 110oC) selama 24 jam. Setelah kering, sampel ditimbang
sehingga didapatkan berat butiran. Perubahan berat dari sampel
basah menjadi kering merupakan berat air. Pengujian mengikuti
standard ASTM D 2216.

b. Unit Weight

Pengujian unit weight mengacu pada standard ASTM D2397-00.


Wet unit weight merupakan rasio massa tanah basah dengan
volume tanah, sedangkan dry unit weight merupakan rasio
massa tanah kering dengan volume tanah. Pengujian dilakukan
dengan cara mengukur massa tanah basah dan mengukur
volume tanah.

c. Specific Gravity

LAPORAN GEOLOGI TEKNIK


Halaman 2
BBWS – BENGAWAN SOLO DD DAN LARAP TANGGUL BENGAWAN SOLO
TAHUN 2015 KOTA SURAKARTA

Specific gravity tanah, Gs, didefinisikan sebagai perbandingan


antara massa partikel tanah pada udara dibandingkan massa air
pada udara dengan temperatur 20ºC. Specific gravity ditentukan
dengan picnometer, dimana massa dan temperatur air distilasi
telah terukur.

Pengujian mengikuti standard ASTM D 854. Metode ini


digunakan untuk butiran tanah kurang dari 4,75 mm. Untuk
partikel yang lebih besar, digunakan prosedur standard ASTM C
127 “The Procedures for Specific Gravity and Absorption of
Coarse Aggregate”.

d. Atterberg Limits

Liquid limit (batas cair) didefinisikan sebagai kadar air tanah


pada batas antara keadaan cair dan keadaan plastis, yaitu batas
atas dari daerah plastis.

Batas cair ditentukan denga uji casagrande. Contoh tanah


dimasukkan dalam cawan dengan ketinggian sekitar 8 mm.
Selanjutnya alat pembual alur (groving tool) dikerukkan ditengah
– tengah cawan hingga dasarnya. Cawan diketuk – ketukkan
dengan tinggi jatuh 1 cm. Persentase kadar air yang dibutuhkan
untuk menutup celah sepanjang 12,7 mm pada dasar cawan
setelah 25 kali pukulan, didefinisikan sebagai batas cair tanah.
Pengujian batas cair mengacu standard ASTM D 4318.

Batas plastis (Plastic limit) didefinisikan sebagai kadar air pada


kedudukan antara daerah plastis dan semi padat, yaitu
persentase kadar air dimana tanah dibentuk silinder dengan
diameter 3,2 m mulai retak retak. Pengujian batas plastis
mengacu standard ASTM D 4318.

Batas susut didefinisikan sebagai kadar air maksimum dimana


pengurangan kadar air tidak mengurangi volume dari massa
tanah. Pengujian mengacu pada standard ASTM D 427.

e. Direct Shear Test

Tes kuat geser langsung di laboratorium dilakukan dengan cara


menempatkan benda uji dalam kotak geser yang terdiri atas 2
bagian (bagian atas dan bawah terpisah) yang diletakkan dalam

LAPORAN GEOLOGI TEKNIK


Halaman 3
BBWS – BENGAWAN SOLO DD DAN LARAP TANGGUL BENGAWAN SOLO
TAHUN 2015 KOTA SURAKARTA

bak berisi air, dan diberi tegangan normal untuk konsolidasi.


Kemudian digeser lewat bidang horizontal yang dipaksakan
sebagai bidang runtuhnya dengan kecepatan lambat, agar dapat
terjadi drainase air (tekanan air pori ekses diasumsikan sama
dengan nol). Dengan menggunakan hukum Coulomb, akan
diperoleh parameter – parameter φ’p (sudut geser efektif
puncak), φ’r (sudut geser efektif sisa), c’p (kohesi efektif puncak)
dan c’r (kohesi efektif sisa yang biasanya mendekati nol).
Pengujian mengacu pada standard ASTM D 308.

II.2. METODOLOGI TAHAPAN PEKERJAAN

Pelaksanaan Pekerjaan Survey Geologi, melalui serangkaian kegiatan atau


tahapan sebagai berikut :

a. Tahapan Persiapan

b. Tahapan Pemetaan Geologi Permukaan

c. Tahapan Penentuan Lokasi Titik Sondir

d. Tahapan Sondir

e. Tahapan Pengeboran

f. Tahapan Tes Pit

g. Tahapan Analisa Hasil Pengeboran dan Laboratorium

h. Tahapan Pembuatan Laporan


Serangkaian kegiatan tersebut diatas secara lebih jelas ditunjukkan
sebagaimana bagan alir pelaksanaan pekerjaan berikut.

LAPORAN GEOLOGI TEKNIK


Halaman 4
BBWS – BENGAWAN SOLO DD DAN LARAP TANGGUL BENGAWAN SOLO
TAHUN 2015 KOTA SURAKARTA

LAPORAN GEOLOGI TEKNIK


Halaman 5
BBWS – BENGAWAN SOLO DD DAN LARAP TANGGUL BENGAWAN SOLO
TAHUN 2015 KOTA SURAKARTA

Gambar II.1. Bagan Alir Pekerjaan

LAPORAN GEOLOGI TEKNIK


Halaman 6