Anda di halaman 1dari 1

Konsep dasar Bio psikologi Biopsikologi merupakan pendekatan psikologi dari aspek

biologi. Manusia pada dasarnya mewarisi sifat-sifat fisik dan non fisik dari orang tuanya, atau
juga nenek dan kakeknya secara genetik. Sebagai contoh : • Fisik • Non Fisik

Proses sensorik proses sensorik adalah kemampuan untuk memproses atau


mengorganisasikan input sensorik yang diterima. Biasanya proses ini terjadi secara otomatis,
misalnya ketika mendengar suara kicauan burung, otak langsung menterjemahkan sebagai
bahasa atau suara binatang. Secara umum proses sensorik juga dapat diartikan sebagai proses
masuknya rangsang melalui alat indera ke otak (serebral) kemudian kembali melalui saraf
motoris dan berakhir dengan perbuatan

Proses sensorik diawali dengan penerimaan input (registration), yaitu individu menyadari
akan adanya input. Proses selanjutnya adalah orientation, yaitu tahap dimana individu
memperhatikan input yang masuk. Tahap berikutnya, kita mulai mengartikan input tersebut
(interpretation). Selanjutnya adalah tahap organization, yaitu tahap dimana otak memutuskan
untuk memperhatikan atau mengabaikan input ini. Tahap terakhir adalah execution, yaitu
tindakan nyata yang dilakukan terhadap input sensorik tadi.

Proses motorik Istilah motor menyiratkan adanya gerak otot, yang seakan-akan tidak banyak
melibatkan aspek-aspek kognitif dan perseptual. Tetapi kenyataannya adalah keterampilan-
keterampilan yang dilakukan biasanya merupakan sesuatu yang kompleks dan melibatkan
penditeksian terhadap rangsang, evaluasi dan pengambilan keputusan serta respon nyata yang
berwujud gerakan.

Motorik dapat didefinisikan sebagai suatu peristiwa laten yang meliputi keseluruhan proses-
proses pengendalian dan pengaturan fungsi-fungsi organ tubuh, baik secara fisiologis maupun
secara psikis yang menyebabkan terjadinya suatu gerakan. Peristiwa-peristiwa laten yang
tidak dapat diamati tersebut meliputi : penerimaan informasi, pemberian makna terhadap
informasi, pengolahan informasi, proses pengambilan keputusan,dan dorongan untuk
melakukan berbagai bentuk aksi-aksi motorik. Setelah itu dilanjutkan dengan peristiwa
fisiologis yang meliputi pemberian, pengaturan dan pengendalian impuls kepada organ-organ
tubuh yang terlibat dalam melaksanakan akssi-aksi motorik.
Jadi proses motorik merupakan keseluruhan yang terjadi pada tubuh manusia, yang meliputi
proses pengendalian (koordinasi) dan proses pengaturan (kondisi fisik) yang dipengaruhi oleh
faktor fisiologi dan faktor psikis untuk mendapatkan suatu gerakan yang baik