Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada era modern ini perkembangan ilmu pengetahuan mengenai

aerodinamika semakin meningkat, ilmu mengenai aerodinamika banyak

diaplikasikan pada industri pesawat terbang, desain body kendaraan bermotor baik

mobil maupun sepeda motor dan perancangan turbin angin. Untuk mengetahui

pengaruh gaya aerodinamika pada suatu objek diperlukan suatu alat yang

digunakan sebagai sarana pengujian.

Wind tunnel atau terowongan angin adalah peralatan yang digunakan

untuk melakukan pengujian aerodinamika terhadap sebuah model, seperti pesawat

atau mobil. Wind tunnel biasanya digunakan untuk mensimulasi sebuah kondisi

aliran udara terhadap suatu model. Untuk mengetahui apakah distribusi aliran

dalam terowongan angin tersebut sama atau tidak, maka diperlukan suatu

pengujian kecepatan aliran.

Prinsip dasar yang digunakan pada terowongan angin adalah aplikasi

volume kendali yang dinyatakan dengan persamaan Bernoulli. Dalam persamaan

Bernoulli, fluida yang mengalir dalam suatu lorong dapat dianalisis kecepatannya,

debit, tekanan, fluks massa dan gaya yang dihasilkan.

Sudu adalah bangun silinder dengan bilah-bilah disisinya yang dapat

berputar pada susatu poros menggunakan tenaga mesin maupun aliran gas, aliran

angin dan cairan. Ketika berputar, sudu akan menghasilkan tenaga dorong atau

tenaga hisap yang kuat sehingga dapat menggerakan suatu benda.

1
2

1.2 Rumusan Masalah

Adapun perumusan masalah dalam penelitian skripsi ini adalah:

1. Bagaimana membuat konsep perancangan Sudu dan dudukan Sudu yang

sesuai dengan kaidah ilmu teknik mesin yang proporsional.

2. Bagaimana melakukan teknik pengujian alat yang dibuat untuk menghasilkan

spesifikasi teknis dari alat tersebut.

3. Bagaimana menganalisis untuk mengetahui perbandingan dari Sudu yang

sudah ada dengan Sudu yang akan dirancang.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam perancangan ini adalah:

1. Dimensi dari terowongan angin relatif kecil, dengan ukuran diameter lorong

input 500 mm, lorong nozzle 400 mm, lorong test section 400 mm, lorong

diffuser 600 mm dan panjang lorong 120 cm.

2. Daya yang dikeluarkan dari motor listrik 200 Watt.

3. Sudu yang digunakan dengan ukuruan diameter 400 mm, mempunyai 6 bilah

dan 5 bilah.

4. Putaran motor konstan.


3

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dalam perancangan ini adalah:

1. Menghasilkan konsep perancangan Sudu dan dudukan Sudu yang sesuai

dengan kaidah teknik mesin.

2. Membuat Sudu dan dudukan Sudu yang sesuai dengan konsep perancangan.

3. Mengetahui spesifikasi teknis alat yang dirancang dengan cara melakukan

pengujian fungsi alat pada kecepatan aliran udara maksimum.

4. Mengetahui perbandingan antara Sudu 6 bilah dengan Sudu 5 bilah dengan

cara melakukan pengujian fungsi alat pada kecepatan aliran udara maksimum,

meliputi:

a. Kecepatan aliran udara (v).

b. Debit udara (Q).

c. Fluks massa udara (m).

d. Gaya akibat aliran udara (F).

e. Tekanan (P).

1.5 Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang digunakan dalam menganalisis terowongan

angin ini adalah penerapan teori yang sudah baku dalam bidang dinamika fluida,

khususnya tentang volume kendali. Pembuktian tentang teori ini tidak akan

dibahas terlalu dalam, karena penerapan teori ini sudah dipakai secara luas pada

bidang keteknikan.

Inti dari konsep volume kendali adalah kekekalan energi, dimana energi

yang masuk sama dengan energi yang keluar. Variabel yang terkandung dalam
4

energi fluida ada beberapa macam, meliputi : kecepatan, debit, tekanan, fluks

massa, dan tekanan. Variabel-variabel tersebut nantinya akan berhubungan satu

sama lain dan dengan penerapan beberapa persamaan akan menghasilkan energi

aliran fluida.

Energi aliran fluida akan dihasilkan oleh sebuah kipas angin listrik (fan)

dengan daya tertentu dan dapat diatur putarannya oleh sebuah rangkaian

elektronik. Aliran fluida akan dilewatkan ke sebuah lorong yang mempunyai

dimensi tertentu, sehingga keluaran dari alat tersebut dapat dianalisis.

Alat ukur kecepatan angina digital akan dipasangkan didalam lorong.

Hasil pengukran secara empiris tersebut akan digunakan sebagai data awal untuk

menganalisis variabel-variabel lanjutan dengan bantuan perangkat lunak tertentu

dan kompter.

Sehingga dapat dirangkum bahwa metodologi penelitian yang digunakan

dalam menganalisis terowongan angin ini adalah kombinasi penerapan asas

dinamika fluida yang sudah terbukti, pengukuran variabel kecepatan angin secara

empiris dan pengolahan data-data lainnya dengan metode komputasi. Selain itu

juga diterapkan aplikasi konsep dasar perancangan elemen mesin dan proses

produksi untuk pembuatan alat yang sesungguhnya.

Metode penelitian ini secara analisis perancangan dengan menggunakan:

1. Teori yang baku tentang dinamika fluida, material teknik, pemilihan bahan

dan proses dan juga proses produksi.

2. Referensi teknik dari buku dan jurnal ilmiah.


5

1.6 Sistematika Penulisan

Bab I Pendahuluan

Pada bab ini memaparkan tentang latar belakang penelitian, perumusan

masalah, yang dibagi menjadi tiga yaitu tentang identifikasi masalah, rumusan

masalah, paparan tentang tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat penelitian

yang dilakukan dan struktur organisasi skripsi.

Bab II Landasan Teori

Pada bab ini memaparkan kerangka pemikiran, konstruksi alat, bahan

pengujian dan prosedur pengujian. Isi penyajian disesuaikan dengan rumusan

masalah dan tujuan penelitian dan memaprakan teori baku yang digunakan.

Bab III Konsep Perancangan

Pada bab ini menjelaskan tentang hasil konsep perancangan akhir dan

implementasi perancangan serta pengambilan data dengan teori yang baku.

Bab IV Analisis Perancangan

Pada bab ini memaparkan tentang pengujian alat yang dirancang, dibagi

menjadi dua bagian yaitu pengujian fungsi alat dan pengujian spesifikasi alat.

Hasil dan analisis pada bab ini kemudian di implementasikan dan dirumuskan

kesimpulan dari bahan temuan peneliti.

Bab V Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini memaparkan tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan

dirumuskan berdasarkan hasil penelitian, bahasan dan temuan-temuan penelitian.

Saran dari penelitian merupakan masalah penelitian yang perlu dilakukan atau

ditindak lanjuti.
6

Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi data-data sumber tercetak dan elektronik yang

digunakan penulis dalam penyusunan skripsi. Setiap penyusun sumber data

disesuaikan dengan pedoman penulis daftar pustaka.


7

1.7 Diagram Alir

Diagram alir dalam proses perancangan Sudu dan dudukan Sudu adalah

sebagai berikut:
MULAI

Menentukan Kebutuhan Rancangan

Tahap 1

Menentukan Spesifikasi Kebutuhan


Rancangan

Data 1

Membuat Konsep Perancangan

Sudu Dudukan Poros Sudu Tahap 2

Data 2

Implementasi Konsep Perancangan

Tahap 3

Produk Akhir

Pengujian

Spesifikasi Alat Tahap 4

SELESAI

Gambar 1.1 Diagram alir metode penelitian


8

a. Tahap 1

1. Menentukan Kebutuhan Rancangan

Menentukan secara umum pemilihan komponen untuk perancangan

Sudu dan dudukan Sudu.

2. Menentukan Spesifikasi Kebutuhan Rancangan

Dalam proses pengerjaan ini penulis menentukan semua komponen

yang dibutuhkan untuk perancangan Sudu dan dudukan Sudu sesuai

dengan spesifikasi rancangan yang telah direncanakan sebelumnya.

3. Data

Selanjutnya diperoleh data pada masing-masing komponen sesuai

dengan konsep perancangan.

b. Tahap 2

Proses pengerjaan ditahap 2 ini penulis membuat konsep perancangan dan

melakukan survey semua kebutuhan pada setiap masing-masing

komponen dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya.

c. Tahap 3

Melakukan penerapan masing-masing komponen (assembling). Dan

menghasilkan produk akhir dari perancangan itu sendiri.

d. Tahap 4

Melakukan proses pengujian alat sehingga keluar spesifikasi alat dari hasil

pengujian tersebut.