Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL

KEGIATAN PENYULUHAN RUMAH SEHAT PADA KELUARGA


BINAAN DUSUN IV BARAT A DESA TANJUNG KUSTA KEC.
SUNGGAL KAB. DELI SERDANG TAHUN 2017

A. Latar Belakang
Perumahan merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Rumah atau tempat
tinggal, dari zaman ke zaman mengalami perkembangan. Pada zaman purba
manusia bertempat tinggal di gua-gua, kemudian berkembang dengan
mendirikan rumah di hutan-hutan dan di bawah pohon. Sampai pada abad
modern ini manusia sudah membangun rumah bertingkat dan diperlengkapi
dengan peralatan yang serba modern.

Rumah yang sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat
kesehatan yang optimum. Untuk memperoleh rumah yang sehat ditentukan
oleh tersedianya sarana sanitasi perumahan. Sanitasi rumah adalah usaha
kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap
struktur fisik dimana orang menggunakannya untuk tempat tinggal berlindung
yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Rumah juga merupakan salah
satu bangunan tempat tinggal yang harus memenuhi kriteria kenyamanan,
keamanan dan kesehatan guna mendukung penghuninya agar dapat bekerja
dengan produktif (Munif Arifin, 2009).

Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan terkait erat dengan
penyakit berbasis lingkungan, dimana kecenderungannya semakin meningkat
akhir-akhir ini. Penyakit-penyakit berbasis lingkungan masih merupakan
penyebab utama kematian di Indonesia. Bahkan pada kelompok bayi dan
balita, penyakit-penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan lebih 80%
dari penyakit yang diderita oleh bayi dan balita. Keadaan tersebut
mengindikasikan masih rendahnya cakupan dan kualitas intervensi kesehatan
lingkungan (Munif Arifin,2009).
Rumah yang tidak sehat merupakan penyebab dari rendahnya tara kesehatan
Jasmani dan rohani yang memudahkan terjangkitnya penyakit dan
mengurangi daya kerja atau daya produktif seseorang. Rumah tidak sehat
inidapat menjadi reservoir penyakit bagi seluruh lingkungan ,jika kondisi
tidak sehat bukan hanya pada satu rumah tetapi pada kumpulan rumah
(lingkungan pemukiman). Timbulnya permasalahan kesehatan di
lingkungan pemukiman pada dasarnya disebabkan karena tingkat kemampuan
ekonomimasyarakat yang rendah, karena rumah dibangun berdasarkan
kemampuan keuangan penghuninya (Notoatmodjo, 2003).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah melakukan penyuluhan tentang rumah sehat pada keluarga dapat
memahami dan mengerti tentang penyakit rumah sehat

2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan rumah sehat dapat :
a. Memahamiarti dari rumah sehat
b. Memahami tanda rumah yang sehat dan tidak sehat
c. Mengetahui cara pencegahan agar tidak terjadi resiko jatuh
d. Menjelaskan mana tempat yang nyaman rumah dan berjalan dengan
pelan

C. Sasaran Kegiatan
Sasaran Kegiatan Ini Adalah Keluarga Dusun Iv Barat A Desa Tanjung
Kusta Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang Tahun 2017

D. Pelaksanaan
1. Topik Kegiatan
Melaksanakan penyuluhan rumah sehat
2. Sasaran
Keluarga Dusun Iv Barat A Desa Tanjung Kusta Kec. Sunggal Kab. Deli
Serdang Tahun 2017

3. Metode
Ceramah, tanya jawab, pemeriksaan Rumah

4. Waktu dan Tempat


Hari/Tgl : Senin, 03 September 2017
Waktu : 10.00 Wib s/d selesai
Tempat : Pustu .

5. Media
1. Laptop
2. LCD
3. Leaflet
4. Flip chart

6. Seting tempat

Keterangan : Ny.L Notulen

Mahasiswa/i Penyaji

Moderator
SATUAN ACARA PENYULUHAN
RUMAH SEHAT

Pokok bahasan : Rumah Sehat


Sub pokok bahasan : Rumah Sehat
Penyuluh : Mahasiswa Profesi Ners jalur B Universitas Sari Mutiara
Hari/tanggal : Senin, 03 September 2017
Waktu : pukul 10.00 WIB
Tempat : Pustu
Sasaran : Keluarga Dusun Iv Barat A Desa Tanjung Kusta
Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang Tahun 2017
A. Tujuan
1. Tujuan Intruksional Umum ( TIU )
Setelah mendapatkan penyuluhan tentang Rumah Sehat, diharapkan Ny.L
dan keluarga dapat mengetahui dan memahami tentang manfaat Rumah
Sehat serta mau melaksanakan penyuluhan dengan membuat rumahnya
lebih sehat.
2. Tujuan Intruksional Khusus ( TIK )
a. Peserta dapat menjelaskan pengertian Rumah Sehat
b. Peserta dapat menjelaskan syarat-syarat Rumah Sehat.

c. Peserta dapat menjelaskan alasan dibuatnya Rumah Sehat.

d. Peserta dapat menjelaskan cara membuat rumahnya lebih sehat.

B. Media

1. Leaflet

C. Metode

1. Ceramah

2. Diskusi

3. Tanya jawab
D. Pelaksanaan
No. Acara Waktu Kegiatan Penyuluhan Evaluasi
1. Pembukaan 2 menit  Mengucap salam Menjawab salam,
 Memperkenalkan diri mendengarkan
2. Inti 10  Menjelaskan tentang Mendengarkan
menit pengertian Rumah dan
Sehat. memperhatikan.
 Menjelaskan syarat-
syarat Rumah Sehat.
 Menjelaskan alasan
dibuatnya rumah
sehat.
 Menjelaskan cara
untuk membuat
rumah peserta lebih
sehat.
3. Diskusi dan 5 menit Diskusi dan tanya jawab Peserta bertanya
tanya jawab dan
memperhatikan.
4. Penutup 3 menit  Menyimpulkan hasil Mendengarkan
penyuluhan. dan menjawab
 Memberi saran- salam.
saran.
 Memberi salam
E. Materi
RUMAH SEHAT
1. Pengertian

Menurut WHO sehat adalah keadaan fisik, mental dan sosial yang baik
sempurna serta tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan.
Sehingga yang dimaksud rumah sehat adalah rumah yang mendukung
penghuninya untuk dapat hidup sehat.
2. Syarat-syarat Rumah Sehat dan alasan dibuatnya Rumah Sehat.

a. Tersedia air bersih, ada penampungan air bekas, ada tempat sampah,
ada jamban, ada saluran pembuangan air hujan.
1) Air bersih adalah air yang jernih, tidak berbau, tidak
berwarna/berasa, dan bebas dari jentik nyamuk.
2) Sebaiknya sampah dipisahkan antara sampah organik/basah dan
sampah anorganik/kering agar lebih ramah lingkungan. Bahaya
dari pencemaran sampah :
a) Pengotoran udara, seperti bau busuk dan asap
b) Pengotoran air, mengganggu pemandangan
c) Sampah dapt menyumbat saluran air, parit atau got, sehingga
dapat menyebabkan banjir yang merusak jalan dan bangunan.
d) Sampah dapat menimbulkan kecelakaan, seperti luka terkena
paku, beling, pecahan kaca atau dapat menyebabkan kebakaran.
e) Sampah dapat menjadi sarang lalat, Tikus, nyamuk, lipas atau
kecoa yang dapat menyebarkan bibit penyakit.
f) Anak-anak yang bermain didekat tempat sampah bisa
mengakibatkan gatal-gatal, kudis, koreng ataupun kurap
3) Adanya jamban rumah akan menghindari anggota keluarga dari
berbagai penyakit, kecelakaan, dan lain sebaginya.
4) Adanya saluran atau penampungan air hujan akan menghindari
genangan air yang dapat menyebabkan adanya jentik nyamuk.

b. Mempunyai halaman rumah dan harus selalu bersih.


Halaman rumah bisa dimanfaatkan untuk ditanami pohon yang
menghasilkan buah, tanaman hias, sayuran dan lain sebagainya.
Kebersihan rumah dan halaman akan menghindari penyakit.
c. Pekarangan ditanami tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat.
d. Ruangan rumah cukup luas dan tidak padat penghuninya.
Hal ini untuk menyediakan udara yang cukup dalam rumah dan untuk
menghindari penularan penyakit antar anggota keluarga, misalnya,
sakit batuk, batuk pilek, flu, sakit mata, TBC paru, sakit kulit, dll.
e. Kandang ternak terpisah paling tidak 10 meter jaraknya dari rumah.
Karena , dikandang sering banyak lalat dan nyamuk. Lalat dan nyamuk
dapat menularkan penyakit. Selain itu, kotoran ternak berbau, dan
merusak pandangan, serta jadi sumber penyakit tetanus.
f. Ada jalan keluar untuk asap dapur melalui lubang langit-langit.
Supaya rumah tidak pengap dan ada sarana untuk keluarnya asap dapur
yang banyak mengandung gas karbon dioksida yang berbahaya bagi
kesehatan.
g. Dinding dan lantai harus kering, tidak lembab.
Hal ini untuk menghindari tumbuhnya jamur, dan kuman penyakit
lainnya.
h. Kamar-kamar harus berjendela. Ada lubang angin, dan sinar matahari
dapat masuk ruangan rumah.
1) Agar udara kotor dalam kamar dapat berganti dengan udara bersih
dari luar rumah.
2) Agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kamar dan dapat
membunuh kuman penyakit.
3) Agar kamar tidak lembab, basah, pengap, dan berbau tidak sedap.
4) Agar ruangan menjadi terang sehingga mudah dibersihkan.
i. Dimanapun tidak terdapat jentik-jentik nyamuk, kecoa dan tikus.
Nyamuk dapat menyebabkan bernagai penyakit, sedangkan kecoa dan
tikus juga dapat menjadi vektor penyebaran penyakit.
j. Rumah sehat juga berarti aman dari hal-hal yang dapat meimbulkan
kecelakaan seperti robohnya rumah, kebakaran, jatuhnya anggota
keluarga ke dalam sumur, dan lain sebaginya.
3. Cara membuat rumah lebih sehat
a. Cara menjaga agar rumah dapat bebas dari jentik nyamuk:
1) Bersihkan bak air, bak kamar mandi, seminggu sekali
2) Tutup rapat-rapat wadah penampung air
3) Gantilah air vas bunga, air minum burung, seminggu sekali
4) Timbunlah didalam tanah, atau simpanlah barang-barang bekas,
agar tidak terisi air hujan dan dijadikan sarang nyamuk
5) Tutup lubang pada pagar dengan tanah, supaya tidak dijadikan
sarang nyamuk.
6) Alirkan air hujan dan air bekas agar tidak menggenang. Sebab
genangan air dapat menjadi sarang nyamuk.
b. Cara membuat rumah yang aman dari kecelakaan
1) Konstruksi rumah harus kuat sehingga tidak mudah roboh.
2) Buat sarana pencegahan terjadinya kecelakaan di sumur, kolam,
dan tempat lain terutama dari anak-anak.
3) Atur rumah agar tidak mudah terjadi kebakaran.
4) Sediakan alat pemadan kebakaran.
DAFTAR PUSTAKA

Sumber: Irianto K, dan Team. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Bandung :
Yrama Widya.
Kelompok K3M PSIK UGM. 2005. Leaflet Rumah Sehat. Jogjakarta.