Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lagu kebangsaan Indonesia raya adalah symbol kebangaan bagi bangasa Indonesia.
Selain itu lagu Indonesia Raya juga menjadi symbol eksisitensi identitas bangsa Indonesia.
Yang mana mengungkapkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.
Dalam penciptaannya dan perkembanggannya mengalami beberapa penolakan dan
larangan dalam menyanyikan dan mendengarkannya. Lagu Indonesia raya dilihat dari
sejarahnya juga menyimpan nama tokoh yang mempunyai andil dalam terciptanya lagu
kebangsaan ini. Perannya yang sangat penting untuk kelangsungan dan bertahannya lagu
kebangsaan Indonesia raya.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah lagu kebangsaan Indonesia raya?
2. Bagaimana perkembangan lagu kebangsaan Indonesia raya?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui sejarah lahirnya lagu Indonesia raya
2. Mengetahui perkembanngan lagu Indonesia raya
3. Mengetahui deskripsi lagu Indonesia raya

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya


Lagu kebangsaan Indonesia raya adalah lagu kebangsaan Republik Indonesia. Pada
tahun 1924 Wage Rudolph Supratman menulis lagu Indonesia raya atas anjuran H. Agus
Salim. Pada tanggal 28 Oktober 1928 malam hari, di gedung Indonesiche Club Jl. Kramat
Raya 106 Batavia ( sekarang Jakarta) dilangsungkan acara kongres pemuda II. Pada saat
penutupan kongres pemuda II itu, Wage Rudolph Soepratman memperdengarkan lagu
ciptaannya secara instrumental didepan peserta kongres.
Ketika W. R. Supratman memperkenalkan lagunya kepada umum tahun 1928, dibawah
judul lagu Indonesia raya supratman menuliskan “Lagu Kebangsaan”. Teks lagu Indonesia
raya ini pertama kali dipublikasikan melalui surat kabar Tionghoa berbahasa Melayu sin po,
pada edisi bulan November 1928 (versi lain pada edisi 27 Oktober 1928).
Pada saat lagu itu pertama kali diperdengarkan mendapat sambutan yang hangat dari
para peserta kongres. Semua yang hadir dibuat terpukau. Sejak saat itu setiap pertemuan
pemuda Indonesia selalu dibuka dan ditutup dengan lagu Indonesia raya.
Lagu ini di zaman kolonial Belanda dilarang dinyanyikan umum karena dianggap
mengganggu ketertiban dan keamanan. Lagu ini hanya boleh dinyanyikan didalam ruangan
tertutup. Demi alasan keamanan karena banyaknya penjajah di Indonesia Supratman sering
menyamarkan liriknya. Sedangkan menurut versi lain pemerintahan colonial Belandalah yang
meminta agar lirik itu dirubah.
Pada zaman pemerintahan Jepang, lagu Indonesia raya dilarang keras untuk
dikumandangkan, padahal sebelumnya Jepang pernah menyiarkan lagu ini lewat Radio
Jepang untuk mengambil hati rakyat Indonesia.
Pelarangan itu tidak lama berlangsung, setelah kedudukan Jepang goyah, Jepang
membentuk panitia Lagu Kebangsaan pada tahun 1944. Naskah asli Supratman tahun 1928,
kemudian diubah beberapa kata. Namun, perubahan cukup besar terjadi pada refrain lagu
tahun 1928 yang berbunyi: indones’, indones’ moelia, moelia tanahkoe, negrikoe jang
koetjinta indones’, indones’ moelia moelia, hidoeplah Indonesia raja, pada tahun 1944
menjadi: Indonesia raya, merdeka, merdeka, tanahku negriku yang kucinta, Indonesia raya,
merdeka, merdeka, hiduplah Indonesia raya.

2
Setelah Jepang angkat kaki dari Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945, lagu
Indonesia raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan. Namun sampai Agustus 1948 belum ada
keseragaman, hingga dibentuklah panitia Indonesia raya pada 16 November 1948 yang
diketuai oleh bung Karno dengan anggota diantaranya Koesbini dan C. Simandjuntak. Baru
pada 26 Juni 1958 keluar peraturan pemerintah No. 44/1958 tentang lagu Indinesia raya
dalam enam bab khusus yang mengatur tata tertib, sampai keragaman nada, irama,, kata dan
gubahan lagu. Dan UU No. 24 tahun 2009 Tentang Bendera,, Bahasa dan Lambang Negara
serta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada Bab V.

B. Perkembangan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya


Dalam perkembangannya lagu Indonesia raya secara musical telah diaransemen oleh
Jos Cleber berkebangsaan Belanda, setelah menerima permintaan dari kepala studi RRI
Jakarta Jusuf Ronodipuro pada tahun 1950, penyempurnaannya dilakukan setelah Jos
menerima masukan dari Presiden Soekarno. Rekaman asli dari Jos Cleber dari Orkes
Comopolitan Jakarta, kemudian dimainkan dan direkam kembali secara digital di Australia
tahun 1997 oleh Victoria Philharmonic di bawah pengarahan Adi MS.
Panjangnya perjalanan sejarah lagu Indonesia raya dalam mempertahankan kehormatan
bangsa dan negara Indonesia seyogyanya dalam hal ini Gerakan Pramuka mempunyai tugas
untuk menjadikan setiap pramuka Indonesia sanggup dan berani mempertahankan dan
mempunyai rasa hormat yang tinggi terhadap lagu kebangsaan Indonesia raya.
Tidak hanya itu, setiap pramuka Indonesia hendaknya mampu mengerti dan menghayati
sejarah dan arti lagu Indonesia raya serta mampu menyanyikannya dengan baik dan benar.

C. Deskripsi Lagu
Dari susunan liriknya, merupakan soneta atau sajak 14 baris yang terdiri dari satu oktaf
(atau dua kuatren) dan satu sekstet. Penggunaan bentuk ini dilihat sebagai "mendahului
zaman" (avant garde), meskipun soneta sendiri sudah populer di Eropa semenjak era
Renaisans. Rupanya penggunaan soneta tersebut mengilhami karena lima tahun setelah dia
dikumandangkan, para seniman Angkatan Pujangga Baru mulai banyak menggunakan soneta
sebagai bentuk ekspresi puitis.
Lirik Indonesia Raya merupakan seloka atau pantun berangkai, menyerupai cara empu
Walmiki ketika menulis epik Ramayana. Dengan kekuatan liriknya itulah Indonesia Raya
segera menjadi seloka sakti pemersatu bangsa, dan dengan semakin dilarang oleh Belanda,
semakin kuatlah ia menjadi penyemangat dan perekat bangsa Indonesia.Cornel Simanjuntak
3
dalam majalah Arena telah menulis bahwa ada tekanan kata dan tekanan musik yang
bertentangan dalam kata berseru dalam kalimat Marilah kita berseru. Seharusnya kata ini
diucapkan berseru (tekanan pada suku ru). Tetapi karena tekanan melodinya, kata itu terpaksa
dinyanyikan berseru (tekanan pada se). Selain itu, rentang nada pada Indonesia Raya secara
umum terlalu besar untuk lagu yang ditujukan bagi banyak orang. Dibandingkan dengan
lagu-lagu kebangsaan lain yang umumnya berdurasi setengah menit bahkan ada yang hanya
19 detik, Indonesia Raya memang jauh lebih panjang.
Secara musikal, lagu ini telah dimuliakan — justru — oleh orang Belanda (atau
Belgia) bernama Jos Cleber yang tutup usia tahun 1999. Setelah menerima permintaan
Kepala Studio RRI Jakarta Jusuf Ronodipuro pada tahun 1950, Jos Cleber pun menyusun
aransemen baru, yang penyempurnaannya ia lakukan setelah juga menerima masukan dari
Presiden Soekarno.Indonesia Raya menjadi lagu kebangsaan yang agung, namun gagah
berani.

4
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Lagu Indonesia raya diciptakan oleh Wage Rudolph Supratman, diperdengarkan
pertamakali pada penutupan kongres pemuda II di Jakarta 28 Oktober 1928. Pada masa
Belanda lagu ini dilarang dinyanyikan didepan umum hanya pada ruangan tertutup dan pada
pemerintahan Jepang dilarang sama sekali tetapi tidak berlangsunglama. Lagu Indonesia raya
mengalami tiga kali perubahan versi asli Wage Rudolph Supratman tahun 1928, lirik resmi
yang diumumkan tahun 1958 dan lirik yang dipakai saat ini. Aturan hukum mengenai lagu
Indonesia raya ini terdapat dalam PP No.44 tahun 1958 dan UU No.24 tahun 2009 pada Bab
V.

Saran
Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia hendaknya ikut andil dalam menjaga dan
mempertahankan lagu kebangsaan Indonesia raya sebagai identitas eksistensi bangsa dan
menjadikan patriot yang memiliki rasa hormat dan cinta terhadab lagu kebangsaan Indonesia
raya.

5
6