Anda di halaman 1dari 3

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

STUDI KASUS 6-2 BIRCH PAPER COMPANY

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Birch Paper Company merupakan perusahaan kertas berskala menengah, yang
sebagian terintegrasi, memproduksi kertas dan paperboard putih dan kraft. Birch
Company mempunyai 4 divisi produksi dan 1 divisi pemasok bubur kayu sebagai bahan
baku. Dalam beberapa tahun tertentu, setiap divisi diniliai secara independen berdasarkan
laba dan tingkat pengendalian investasinya (ROI). Manajemen tingkat atas menggunakan
kebijakan tanggung jawab dan kewenangan yang terdesentralisasi untuk semua keputusan
kecuali yang berkaitan dengan kebijakan perusahaan secara keseluruhan.Karyawan-
karyawan di tingkat puncak perusahaan percaya bahwa dalam beberapa tahun terakhir
konsep desentralisasi sukses dilaksanakan dan laba perusahaan posisinya dalam
persaingan meningkat.
Setiap divisi berhak membeli pemasok dari manapun. Dalam suatu pekerjaan, Divisi
Northern , yang telah merancang tampilan kontak kusus untuk salah satu jenis kertas yang
diproduksi bekerja sama denga divisi Thompson. Menurut perjanjian di antara kedua
divisi tersebut, Divisi Thompson dibiayai oleh Divisi Notrthern dalam mengerjakan desain
dan pengembangannya. Dalam beberapa periode ini, margin laba dari bagian pengubah
seperti seperti halnya Divisi Thompson sangatlah kecil. Meskipun Divisi Southern
beroperasi dibawah kapasitasnya dan memiliki persediaan lebih, ia tetap mengacu pada
harga pasar.
Divisi Northern menerim penawaran untuk koak-kotak tersebut sebesar $480 per
ribuan unitnya dari Divisi Thompson., $430 dari West Paper Company, dan $432 dari Eire
Papers Ltd. Eire Papers mengajukan penawaran pembelian kepada Birch atas linerboard
bagian luar desain cetakan khusus, tetapi Birch harus membuat sendiri bagian dalam dan
corrugating medium. Biasanya cetakan bagian luar dipasok oleh Divisi Southern dengan
harga $90 per ribuan kotak, dan dicetak (print) oleh Divisi Thompson seharga $30 per
ribuan unit. Dari jumlah $30 tersebut, sebesar $25 merupakan biaya pengeluaran.
William Kenton, manajer Divisi Northern, mengatakan “Kita menjual pada pasar
yang kompetetif, di mana biaya yang lebih tinggi tidak dapat bersaing. Bagaimana kita
dapat berharap pada profit dan ROI yang tinggi jika harus membeli dengan harga lebih
tinggi 10% dari yang di pasaran?”. Ketika mengetahui bahwa Brunner tidak dapat
mengoperasikan Divisi Thompson pada kapassitasnya beberapa tahun terakhir, wakil
presiden merasa aneh jika Brunner akan menambah overhead dan labanya sebesar 20%
dari biaya.
Tanpa adanya perintah khusus dari manajemen puncak, maka Kenton akan menerima
tawaran yang paling rendah. Namun, sangat mungkin bagi pihak manajemen untuk
memerintahkan diterimanya tawaran yang lain, bila situasi memerlukan tindakan tersebut.
Meskipun volume transaksi lebih kecil dari 5% dari volume setiap divisi manapun yang
terlibat, transaksi-transaksi lain akan menimbulkan permasalahan yang sama nantinya.
B. PERUMUSAN MASALAH
1. Tawaran manakah yang harus diterima oleh Divisi Nornthern yang paling memenuhi
kepentingan Birch Company?
2. Apakah Keaton harus menerima tawaran itu? Mengapa ya dan mengapa tidak?
3. Haruskah wakil presiden Birch Paper Company melakukan suatu tindakan?
4. Dalam kontorversi yang telah dijelaskan sebelumnya, bagaiamana sistem harga
transfer dapat disfungsional?Apakah permasalahan tersebut membutuhkan adanya
perubahan dalam kebijakan penentuan harga transfer perusahaan secara
kesluruhan?Jika ya, perubahan spesifik apakah yang disarankan?

C. PEMBAHASAN
1. Tawaran yang harus diterima oleh divisi Nornthern adalah tawaran dari divisi
Thompson, karena tawan dari divisi Thompson memiliki biaya yang paling terendah
bagi Birch Paper Company sehingga dapat meningkatkan profitabilitas dari divisi
Thompson dan memiliki keuntungan tertinggi bagi perusahaan secara keseluruhan.
2. Apabila keaton menginginkan keuntungan yang tinggi kepada perusahaan secara
keseluruhan, namun kebijakan perusahaan untuk menilai setiap divisi secara
independen berdasarkan laba dan tingkat pengembalian investasi (ROI) dapat
membuat Keaton menerima tawaran dari West Paper Comapny karena mempunyai
haarga terendah.
3. Wakil presiden harus mengambil tindakan, terutama terhadap kebijakan harga transfer
setiap divisi dan mungkin manajemen puncak mengubah independiensi manajemen
bawah dalam menerima penawaran.
4. Sistem harga transfer dalam Birch Paper Company tidak berjalan dengan baik karena
masing-masing divisi independen fokus terhadap ROI dan labanya masing-masing.
Divisi terlalu fokus terhadap laba divisinya sendiri tanpa mempertimbangkan laba
perusahaan secara keseluruhan. Hal ini dapat merugikan perusahaan karena divisi
memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan terhadap divisinya.
Masalah tersebut membutuhkan adanya perubahan dalam kebijakan penentuan harga
transfer perusahaan secara keseluruhan. Dalam menentukan harga transfer antar divisi
di perusahaan sebaiknya mengacu pada harga pasar. Harga pasar adalah harga produk
yang terjadi di pasar eksternal sebagai hasil akhir dari proses tawar-menawar seluruh
pelaku pasar (produsen dan konsumen). Dengan menggunakan metode harga pasar
sebagai harga transfer, maka baik divisi penjual maupun pembeli tidak ada yang
dirugikan. Penggunaan ROI sebagai penilai kinerja sebuah divisi pun perlu diubah.
ROI memiliki beberapa keuntungan, karena dapat memotivasi manajer uuntuk terus
meningkatkan pendapatan dan memikirkan biaya yang telah dikeluarkan. Namun
ketika ditarget ROI, manajer juga berhati-hati untuk tidak berinvestasi yang akan
menurunkan nilai ROI. Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya
kebijakan dalam pengambilan keputusan menerima kontrak atau penawaran.
Pengambilan keputusan untuk menerima kontrak atau penawaran sebaiknya dilakukan
oleh manajer divisi tetapi dengan persetujuan dari manajer puncak. Penawaran dari
Pemasok harus dipilih oleh divisi Northern demi kepetingan Birch Paper Company.
divisi Northern sebaiknya menerima penawaran dari divisi Thompson, karena jika
dikalkulasi ulang divisi Thompson memberikan tawaran terendah, sehingga William
Kenton tidak harus menerima tawaran dari West Papers. Kebijakan yang mengambil
keputusan demi kepentingan perusahaan secara keseluruhan ini dapat tetap
mempertahankan desentralisasi perusahaan yang selama ini diberlakukan.
Manajemen puncak dapat lebih berkonsentrasi pada perencanaan strategik perusahaan
karena keputusan sehari-hari berkaitan dengan kegiatan operasi divisi telah dilakukan
oleh manajer divisi.