Anda di halaman 1dari 1

Perpustakaan Universitas Indonesia >> Laporan Penelitian -

Dikti

Studi produksi biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit


menggunakan tangki fermentor anaerob termofilik
Irvan
Deskripsi Dokumen: http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=134874&lokasi=lokal
------------------------------------------------------------------------------------------
Abstrak

Tujuan jangka panjang penelitian adalah dihasilkannya suatu unit pengolahan


limbah cair pabrik kelapa sawit secara biologis dimana selain mampu memproduksi
biogas maksimum, juga mampu mendegradasi dengan cepat bahan-bahan organik
didalam limbah cair yang umumnya memiliki konsentrasi BOD yang tinggi. Sedangkan,
tujuna jangka pendeknya adalah diketahuinya karakteristik limbah cair pabrik kelapa
sawit yang digunakan, pengaruh hydraulic retention time (HRT) terhadap kuantitas dan
kualitas biogas yang dihasilkan, serta pengaruh HRT terhadap tingkat degradasi subtrat
organik biodegradable secara anaerob.
Penelitian ini menggunakan tangki fermentor anaerob yang beroperasi pada
rentang temperatur 50-60oC (termofilik). Tangki fermentor dilengkapi dengan pengaduk
yang dapat diatur kecepatannya, pengatur temperatur, dan pengukur pH. Influen berupa
limbah cair pabrik kelapa sawit (PKS) Pagar Merbau PTPN II dengan nilai VS sebesar
44,2 mg/L, COD sebesar 59.000 mg/L, dialirkan dengan laju alir tertentu sesuai dengan
HRT yang diinginkan. Pemasukan influen dilakukan secara otomatis menggunakan dua
unit pompa slurry dengan bantuan pengatur waktu (timer) dan pengatur frekwensi pompa
yang beroperasi secara intermiten. Rektor dioperasikan hingga mencapai keadaan tunak
untuk setiap HRT. Pengamatan terhadap parameter percobaan yaitu pH, M-alkalinitas,
total solid, volatile solid, volume biogas dilakukan sejak awal percobaan hingga kondisi
tunak berakhir. Pada kondisi tunak, dilakukan juga pengukuran kadar CO2 dalam biogas
dan nilai COD cairan keluar fermentor.
Hasil percobaan memperlihatkan untuk HRT 4, 6, 8 dan 10 diperoleh produksi
biogas masing-masing sebesar 16,02; 8,34; 6,05; dan 7,95 liter/hari dan laju dekomposisi
VS masing-masing sebesar 54, 61, 64, dan 63%. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa
penambahan HRT akan diikuti oleh penurunan volume biogas yang dihasilkan dan
meningkatnya laju dekomposisi VS. Sedangkan untuk parameter kadar gas metana, tidak
terlihat pengaruh dari perubahan HRT karena nilainya cenderung konstan.