Anda di halaman 1dari 9

Step V Memformulasikan tujuan pembelajaran

1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang jenis-jenis restorasi pasca


perawatan endodontik
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang indikasi dan kontraindikasi
post dan core
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang jenis-jenis post dan core
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang prosedur pembuatan post dan
core
5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang evaluasi post dan core

Step VI Mengumpulkan informasi

Step VII Sintesa dan uji informasi yang diperoleh

1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang jenis-jenis restorasi pasca


perawatan endodontik

Mengapa dibutuhkan restorasi pasca endodontik :


 gigi yang mengalami perawatan endodontik lebih brittle dan mudah fraktur
karena kandungan air yang rendah pada jaringan kerasnya daripada gigi
dengan pulpa vital
 pasca perawatan endo, dinding email tidak mendapat dukungan yang baik
karena preparasi ruang pulpa
 terjadi perubahan karakteristik pada dentin karena gigi non vital kurang
kelembabannya
Pertimbangan untuk dibuat restorasi :
 gigi yang tersisa : perbandingan mahkota akar yang tersisa 3:2. struktur
jaringan mahkota yg tersisa baik insisal edge, proksimal, labial, masih baik.
 kondisi pasca endo : baik, tdk ada keluhan.
 jaringan periodonsium baik.
 pertimbangan keadaan sosek pasien.

Jenis restorasi :
 Direct : jika struktur jaringan gigi yang tersisa cukup banyak.
Amalgam untuk gigi posterior dan resin komposit untuk gigi anterior.
 Indirect : jika struktur jaringan gigi yang tersisa hanya sedikit.
Restorasi post & core dengan crown, inlay/onlay.

2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang indikasi dan kontraindikasi


post dan core

Mahkota jaket dengan Intl (core) merupakan modifikasi mahkota jaket yang dilakukan

pada gigi yang telah mengalami perawatan saluran akar yaitu dengan menambah

bangunan yang disebut intl (core).

Definisi core: adalah bangunan inti yang dibentuk untuk menggantikan dentin yang

hilang. Tujuan core:

 Untuk menggantikan struktur gigi (mahkota) yang lemah oleh karena


kontinuitas janngan dentin terputus.

 Dentin rapuh dapat menjadi patah karena tidak ada nutrisi dan kelembaban
janngan gigi

Indikasi dari post dan core secara umum yaitu:

 gigi yang telah dirawat saluran akar dan akan digunakan sebagai penyangga
bridge

 adanya perubahan warna pada gigi dan kemungkinan gigi fraktur setelah PSA

 gigi yang telah dirawat saluran akar yang cukup panjang dan lebar

 jaringan periodontal dan periapikal tidak ada kelainan

Sedangkan kontraindikasi post dan core secara umum yaitu:

 adanya proses patologis pada jaringan periodontal dan periapikal,


menyebabkan hilangnya dukungan terhadap gigi yang akan dibuatkan restorasi
post & core sehingga akar gigi mudah fraktur

 oral hygiene jelek, memudahkan kontaminasi bakteri terhadap saluran akar


selama perawatan

 bentuk dan diameter akar gigi pendek, kecil, membengkok, tidak mampu
menahan daya kunyah pada saat digunakan, sehingga akar muadah fraktur

 mahkota asli masih memiliki estetik yang cukup baik, hanya sedikit struktur
yang hilang

3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang jenis-jenis post dan core
Macam-macam post dan core yaitu

a) Pasak tuang (custom dowel core)


Adalah inti pasak logam yang dibuat secara individual sesuai dengan hasil
preparasi dari masing-masing gigi
Indikasi:
 Sisa akar gigi ≤ 1/3 arah servikal
 Diameter saluran akar besar > 1/3 diameter akar
 Mahkota gigi pasca perawatan saluran akar yang sudah rusak dan tidak
dapat direstorasi dengan mahkota jaket atau inley
 Sebagai abutment GTC dan GTS
 Koreksi gigi malposisi (sudah dirawat perawatan saluran akar)
Kontraindikasi:
 Crosse bite
 Kesehatan umum tidak baik
 Gigi berakar pendek (lebih pendek dari panjang mahkota dan tipis)
 Pasien dengan bad habit
Keuntungan :
 Dapat memperbaiki/koreksi posisi gigi yang ekstrim (pada gigi yang
sudah dilakukan PSA)
Kerugian :
 Pemasangan pasak tidak bisa dalam 1 kali kunjungan

b) Pasak prefabricated (buatan pabrik)


Adalah pasak siap pakai yang di poduksi di pabrik, umumnya terdiri dari
berbagai ukuran dan bentuk, dapat terbuat dari bahan logam dan non logam.
Bahan logam antaralain platinum-gold-palladium (Pt-Au-Pd) , stainless steel,
titanium, brass, danchromium- containing alloy. Sedangkan, bahan non logam
antara lain carbon fiber,ceramic, glass fiber, dan woven fiber

Keuntungan :
 Pasak siap pakai yang terbuat dari bahan logam memiliki keunggulan
dalam kekuatan karena dapat dihindari kesalahan pengecoran logam
yang mengakibatkan kelemahan pasak
 Pasak yang terbuat dari ceramic, glass fiber dan woven fiber
mempunyai keunggulan estetik dibandingkan pasak yang terbuat dari
logam
Kekurangan :

 Pasak yang terbuat dari bahan logam terdapat resiko terjadinya korosi,
diskolorasi akar, kebocoran mikro, dan fraktur akar terutama pada
pasak yang berbentuk paralel.
 Pasak yang terbuat dari carbon fiber berwarna hitam dapat merusak
estetik mahktota tiruan
Disamping itu, ada pula macam-macam modifikasi post dan core, yaitu:
a) Gold Post
Mahkota jaket untuk merestorasi gigi yang telah mengalami perawatan saluran
akar dan mahkota gigi tersebut hampir masih utuh, sehingga tonggak mahkota
jaket masih cukup panjang.
Pasak (bangunan yang masuk dalam saluran akar) sesuai panjang harus masuk
ke dalam saluran akar.
Inti (bangunan pada mahkota yang menjadi satu dengan pasak) disemen
dahulu sebelum preparasi mahkota jaket dilanjutkan. Jadi secara garis besar
dilakukan preparasi tonggak mahkota jaket terlebih dahulu, kemudian
preparasi untuk membuat inti dan pasaknya. Setelah disemen dilakukan
finishing (penyelesaian) tonggak mahkota jaket

b) Full Gold Core


lndikasi : Untuk gigi yang telah mengalami perawatan saluran akar dan
janngan dentin pada mahkota sudah tidak dapat dilakukan preparasi tonggak.
Di sini preparasi untuk menghilangkan janngan mahkota gigi yang tersisa
kemudian dilakukan preparasi saluran akar. Setelah itu membuat model malam
untuk pasak dan intinya. Jadi inti merupakan sambungan pasak dan intl sudah
merupakan bentuk preparasi tonggak. Pasak inti ini semua terbuat dan logam
c) Partial Gold Core
lndikasi : Untuk gigi yang telah dirawat saluran akar dan sisa mahkota gigi asli
sebagian masih dapat dipertahankan.
Pertama kali dilakukan preparasi tonggak mahkota jaket secara garis besar,
baru dilakukan preparasi untuk pasak. Setelah itu dibuat model malam pasak
inti, dan setelah dicor disemen pada preparasi mahkota jaket. Kemudian
penyelesaian preparasi mahkota jaket.
Syarat : Bagian yang menghubungkan antara gigi dengan Inti diberi bevel agar
supaya hubungan tepi antara inti dan gigi baik. Jika jaringan gigi yang tersisa
dibagian labial masih cukup tebal dibuat preparasi pundak supaya logam inti
tidak terlihat transparan pada mahkota tiruannya.
Fungsi Inti yaitu menggantikan jaringan dentin yang hilang dan menambah
panjang tonggak mahkota jaket
d) Gold Core with Window
Merupakan penyempurnaan Full gold core jika dentin bagian labial hilang
dengan Inti dibuat dengan membentuk window yang nanti akan diisi
akrilik/semen ionomer kaca
e) Off Center Gold Core
Indikasi: Untuk mengkoreksi gigi yang malposisi (Iabioversi, palatoversi,

mesioversi). Pasak intl dibuat dan logam, kemudian dibuat mahkotanya

f) All Metal Gold Core

Indikasi : sebagal abutment GTC


Pada inti diberi sayap disebelah proksimalnya untuk cangkolan dummy GTC
tadi

g) All Acrylic Core


Pasak dibuat dan logam, sedang retensinya dibuat split dowel (seperti cakar
ayam).
Tonggak terbuat dan akrilik

h) Full Coping Core

Indikasi : Hampir sama dengan partial gold core hanya bedanya struktur
jaringan gigi pada full coping core untuk tinggak preparasi mahkota jaket
kurang panjang sehingga ditambah inti tetapi juga menutupi sisa jaringan gigi
yang dipertahankan

4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang prosedur pembuatan post dan
core
Faktor yang harus dipertimbangkan ketika merencanakan pembuatan pasak dan inti :
 Bentuk retensi dan resistensi
Retensi pasak menentukan kemampuannya untuk menahan tekanan vertikal
yang dapat mengakibatkan pasak terlepas. Resistensi pasak menentukan
kemampuan pasak dan gigi untuk menahan tekanan lateral dan rotasional
Faktor-faktor yang mempengaruhi retensi pasak:
 Panjang pasak
 Pasak harus sama panjang dengan panjang mahkota klinis
 Pasak harus berakhir di antara tulang krestal dan apex gigi
 Pasak harus sepanjang mungkin tanpa mengganggu apical seal
 Diameter pasak
Diameter pasak memiliki sedikit perbedaan dalam hal retensi,
meningkatnya diameter pasak akan meningkatkan bentuk resistensi
namun juga meningkatkan resiko fraktur akar
 Keruncingan dan disain pasak
Bermacam-macam tipe pasak yang tersedia:
 Meruncing, dengan tepi halus
 Meruncing, dengan tepi bergerigi
 Sejajar, dengan tepi halus
 Sejajar, dengan tepi bergerigi

Umumnya tipe sejajar memiliki retensi yang lebih besar dibandingkan


dengan tipe yang meruncing

 Pemeliharaan Struktur Gigi :


Pemeliharaan struktur gigi harus diusahakan semaksimal mungkin baik pada
bagian koronal maupun bagian radikular
 Efek Ferulle :
Ferrule adalah suatu benda berbentuk kerah bulat melingkar seperti cincin
yang terbuat dari besi yang digunakan untuk mengepaskan akar atau mahkota
dari gigi. Pada dasarnya, ferrule menguatkan gigi dan melindunginya dari
tekanan wedging dan fraktur vertikal
Prosedur pembuatan post & core :

 Hilangkan sisa-sisa jaringa karies yang masih ada


 Pada dasarnya preparasi mahkota untuk restorasi mahkota jaket dengan
inti pasak tuang (dowel core) hamper sama dengan mahkota jaket
 Menghilangkan sisa jaringan karies (email yang tidak didukung dentin)
 Gutta perca diambil menggunakan peeso reamer no.1 atau no.2 kemudian
lebarkan dengan peeso reamer yang lebih besar dengan letak rubber stop
sesuai dengan perkiraan panjang kerja
 Pembuatan kontra bevel disekeliling preparasi dowel dengan bur berbentuk
nyala api dengan arah kekuatan ke lateral untuk mencegah patahnya gigi
 Panjang preparasi pasak 2/3 panjang saluran sesuai ketentuan panjang pasak.
Untuk saluran akar yang kecil digunakan Gates Glidden Drill
 Bentuk preparasi saluran akar disesuaikan dengan morfologi akar
 Bentuk preparasi tidak boleh bulat karena akan mengakibatkan rotasi pada
pasak, maka dibuat key way menggunakan bur fisur ujung datar dengan
membentuk boks sedalam 0,5-1mm, sedalam 0,5-1mm dan sepanjang ± 4mm
dari orifis. Fungsi key way : untuk mencegah rotasi pasak karena tkanan
pengunyahan
 Pembuatan bevel sebagai resistensi dengan bur fisur ujung meruncing atau
bentuk torpedo agar gigi tidak pecah terhadap tekanan pengunyahan

5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang evaluasi post dan core

Keberhasilan perawatan saluran akar dapat dievaluasi berdasarkan pemeriksaan klinis,


radiografis, dan histologis.1,5 Evaluasi klinis dan radiografis dapat dilakukan dengan
mudah, namun evaluasi histologis memerlukan pemeriksaan laboratorium. Evaluasi
klinis dan radiografis dianjurkan untuk dilakukan 6 bulan sampai 4 tahun setelah
perawatan. Kriteria keberhasilan perawatan saluran akar menurut Quality Assurance
Guidelines yang dikeluarkan oleh American Associaton of Endodontics adalah tidak
peka terhadap perkusi dan palpasi, mobilitas normal, tidak ada sinus tract atau
penyakit periodontium, gigi dapat berfungsi dengan baik, tidak ada tanda-tanda
infeksi atau pembengkakan, dan tidak ada keluhan pasien yang tidak menyenangkan.
Berdasarkan gambaran radiografis, suatu perawatan dianggap berhasil bila ligamen
periodontium normal atau sedikit menebal (kurang dari 1mm), radiolusensi di apeks
hilang, lamina dura normal, tidak ada resorbsi, dan pengisian terbatas pada ruang
saluran akar, padat mencapai kurang lebih 1 mm dari apeks.5 Keberhasilan perawatan
saluran akar dapat dilihat dari beberapa faktor antara lain adanya lesi periradikular
sebelum dan sesudah perawatan, kualitas pengisian dan efektifitas penutupan bagian
korona
Penyebab Kegagalan Perawatan Saluran Akar :
Menurut tahapan perawatannya, kegagalan perawatan saluran akar dapat digolongkan
dalam kegagalan pra perawatan, selama perawatan, dan pasca perawatan. Kegagalan
yang terjadi sebelum perawatan biasanya disebabkan oleh diagnosis dan seleksi kasus
yang salah. Prognosis gigi yang akan dirawat sebetulnya buruk akan tetapi perawatan
tetap dilakukan sehingga dalam waktu yang tidak lama akan timbul lagi gejala yang
merupakan kegagalan perawatan. Kegagalan selama perawatan biasanya disebabkan
oleh tahap pembersihan, pembentukan, dan pengisian saluran akar yang benar.
Perawatan endodontik yang baik biasanya berpedoman pada Triad Endodontik. Triad
endodontik yang pertama adalah mendapatkan akses yang lurus kedalam saluran akar
Triad endodontik yang kedua adalah preparasi saluran akar untuk membuang atau
mengurangi iritan yang berbahaya dalam ruang pulpa dan menutup ruang tersebut,
mengontrol mikroorganismenya dan menangani inflamasi periapeksnya. Preparasi
yang tidak melebihi saluran akar akan memberikan prognosis yang baik.
Instrumentasi yang melewati apeks (over instrumentation) dapat menyebabkan
terdorongnya mikroorganisme, serpihan dentin dan sementum ke periapeks dan
menyebabkan inflamasi yang persisten. Triad endodontik yang ketiga adalah
pengisian saluran akar. Kesalahan dalam pengisian terjadi akibat proses pembentukan
saluran akar yang kurang baik atau pengisian yang kurang tepat. Kondensasi isi
saluran akar menyebabkan hasil pengisian lebih hermetis, sehingga iritan yang
tertinggal di dalam saluran akar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Demikian pula pengisian saluran akar yang terlalu pendek atau panjang juga akan
menimbulkan masalah. Kegagalan pasca perawatan dapat disebabkan oleh penutupan
bagian korona gigi yang tidak baik karena restorasi yang tidak adekuat Gigi pasca
perawatan saluran akar mempunyai sifat fisik yang berbeda dengan gigi vital, yaitu
rentan terhadap fraktur karena struktur gigi yang hilang akibat karies atau prosedur
perawatan. Restorasi pasca perawatan saluran akar harus mempunyai retensi dan
berfungsi, serta dapat melindungi sisa jaringan gigi terhadap fraktur dan mempunyai
kerapatan (seal) yang baik. Apabila salah satu persyaratan tidak dipenuhi dapat
menyebabkan lepasnya restorasi atau terjadinya fraktur pada gigi atau restorasi
sehingga perawatan menjadi gagal.
Penyebab Kegagalan Restorasi
Kebocoran tepi restorasi dapat terjadi karena hubungan antara gigi dan restorasi tidak
harmonis dikaitkan dengan kualitas restorasi yang buruk atau restorasi yang tidak
mencapai tepi ginggiva dengan baik. Dampak yang paling ringan dari kebocoran tepi
ini adalah terjadinya karies sekunder yang dapat berlanjut ke dasar kavitas dan
melarutkan semen sehingga akan mencapai daerah apeks. Faktor penyebab lainnya
adalah pemilihan jenis restorasi.Restorasi dipilih yang sesuai dengan kondisi sisa
jaringan gigi dan posisinya. Struktur restorasi disesuaikan dengan sisa jaringan gigi
agar dapat mencegah gigi fraktur atau dicabut. Kegagalan restorasi pasca perawatan
saluran akar kebanyakan disebabkan bentuk restorasi yang tidak adekuat. Misalnya
penggunaan pasak, pasak berulir dan yang diameternya terlalu besar. Demikian juga
dengan hal ini sangat berhubungan dengan retensi dan kebocoran tepi dari restorasi.