Anda di halaman 1dari 22

PROCEEDL|GSITB 1'ol I7..No.

2, 1984 ||

PENGGUNAANFUNGSIPRODUKSI COBB-DOUGLASPAD,\.\NALISIS
SISTEMPRODUKSICITRONELLADI JAWABARAT

Oleh'.HarsonoTarocpratje
ka* tlan lli(liot.to+*

SARI
Penggunaan model fungsi produksiCobb-DougLas
pada sistenrproduk:i cilr.r.r|cllrcli Jau]
Barat(sebagaitahapawal dari pengembangan model penrbandingan
eko o ri drfi tcknolo8i
yangdipakai)menunjukkanbahwasistempfoduksicitrolelladi Jawa Baratruenrpunyai lrasil
balik skalalebih besardari satu.

ABSTRACT
The useof Cobb-Douglas productionfunction on citronellaproductionsvstcnlin WcslJnv
(as prelinrinarystageof economicconrparisonnrodelof the tcchnology)showc(lllrrl tlrc
returnto scaleof the systemis largerthan ulity.

* JurusanTeknik lndustri, ITB.


** JurusanPerencanaanWilay4h'danKota,lTB.
l2 PROCEEDINGSITB Vol. 17, No. 2, 1984

I Pendahuluan
Berdasarkanpraktek distilasi citronella, pada umumnya diterima kebenaran
anggapanyang rnenyatakanrendemenntksimullt dapat dicapai clcnganberba-
gai konfigurasiteknik produksi.Sciringdengananggapanitu pada umumnya di-
terima juga kebenarananggapanbahwa rendemenmaksimum sangatdipenga-
ruhi oleh berbagaifaktor yang berkenaandengantanamancitronella (varietas,
pemupukan,kondisi tanah, perawatan,umur tanaman,dan sebagainya).
Dengan memeganganggapanterscbut, bahan bakrrtidak potensial lagi untLrk
nrenjadi variabel nrodel optimasi ongkos. karena takaran bahan baku adalali
konstan untuk volume produksi tertentu pada konfigurasi teknik produksi
m a n ap u n .
Darj proporsi bia1,abahan baku. konrersi, dan supervisi(lihat tabel I), biaya
supervisimentpunyai persentaseyang cukup kecil. Dalam praktek, kuantitas
dan kualitassupervisiyang mininrum cfektif sulit diukur, sehinggajuga sulit un-
tuk rJipcrbandingkan.Kedua tlasan tersebut nrengakibltkarrl.riayasupervisi
dapat diternpatkandi luar model. Dengandemikianvariabelyang potensialun-
tuk dicobakan ke dalam model optimasi ongkos adalah biaya konversi,yang
nrerupakansekitar 14,98'zi+ 35.59ii dari ongkospabrik (rnenr.rruttabel l).
Biaya konversi menyangkut bebcrapafaktor produksi: bahan bakar. alat, ba-
ngunan,dan buruh langsung.Bila tersediaalternatif pengalokasian berbagaifak-
tor produksi tcrscbLrt,terddpat kenlungkinanuntuk nletnbuatkonfigurasiyang
paling ckonomis. Dalam praktek, dapat dideteksiadanya kesubstitusianantar
faktor produksi tersebut.Contoh deskripsisebagiankemungkinankesubstitusi-
an faktor produksi terscbutadalalrsebagaiberikut:
(a) Bahan bakar denganalat dan [rlngunan
Bahanbakar dapat dihenrrt apabiladigunakanisolasipanaspada ketel dan pipa.
Artiny'a. pengunngan bahan bakar akan ntenambahnilai kapital tetap apabila
diinginkanolttl)&l yang sarna.
( b ) B a h a nb a k a rd e n g a nb u n r h l a n g s u n g
Kecepatanpemakaianbahanbakar yanglebih tinggi akannrengakibatkan:
bertambahnyapanasyang terbuang,artinyarneningkatkanpemakaianbahan
b a k a rp e r s a t u a np r o d u k :
menlpercepatprosesdistilasisehinggacfisiensikerjameningkat:artinya me_
ngurangijumlah jam-orangper satuanproduk.
(c) Alat dan bangunandenganburuh langsung
Penggunaanperalatan bantu akan mengurangijumlah jarn-orang per saruan
Droduk.
PROCEEDINGS ITB Vol. 17, No. 2, 1984 l3

Tabel 1 Struktur modal dan ongkos pabrik

Versi A(1)* B(2)' c(3)'

Kapasrtas(TRT): 1800 7800 8640


Metode proses ADU UL UL

Struktur modal:
Investasi
tetap 61% 85'/. 87%
lModalkerja 39% 150/o 130/.
Jumlah too./. 100% 100%

Struktur ongkos pabrik :


Biayabahanbaku 37,41% 59,09% 65,81%
Biayakonversi:
*
biayabahanbakar o,46% 14,53% 14,530A
*
biayaalat& bangunan 23,75% 11 , 0 5 % I,91%
'biaya
buruh langsung o,77./. 10,u% 6,40%
Jumlah 24,94% 35,59% 30,90%

Biayasupervisi 1,61% 532% 3,29%


Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Keterangpn:
TRT = ton rumput p€r tahun.
A D U = a i r d a nu a p .
UL = uap langsung.
Depresiasi telahdiperhitungkan dalambiayaalat & bangunan.
Data di atas didasarkanpada beberapasumber di bawah ini; denganpenstrukturan,
penyederhanaan, dan perhitunganpersentase berdasarkanstrukturtersebut.
*)
S u m b e r :P u s t a k (a1 ) ,( 2 ) , ( 3 ) .

2 Konsepfungsiproduksi
De Neufvilledan Stafford(4) mendefinisikan fungsiproduksisebagai deskripsi
matematisdai output maksimumyang dapatdiperolehdari suatuhimpunan
beberapa sumbertertentu.
Fungsiproduksidapatdinyatakansecara umumsebagai berikut:
h = g ( f r, . . . , f t ; p r , . . . p n ) (2.1)
g adalahfungsiyangmengandung satuataulebihparameter p; h menunjukkan
l4 ITB VoL17,No. 2, 1984
PROCEEDINGS

hasil;dan f menunjukkanfaktor produksi,misalnyatenagakerja,kapital,tanah,


danlainnya.
Nilai berbagaivariabel fungsi produksi dikehendakidalam bentuk indikator
fisik. Hubunganyang melibatkannilai uangdinyatakandalam fungsilain yang
dapatdirumuskan berdasarkan fungsiproduksi.
Sebagiankarakteristikfungsiproduksibergantung kepadanilai sumberyang
diumpankan, dan sebagian lagibergantung caramenguntpankan
kepada sum-
ber tersebut (teknologiproduksi).
Mengetahui fungsiproduksiatassuatusistemproduksi,sistemusaha,atausrs-
tem lainnya adalahpentingkarenadengandemikian(antaralain) pertanyaan
berikut(5) dapatdijawab:
(a) Sejauhmanajumlah output akanberubahbila jumlah sebagian inprt ditam-
bah,sementara input y anglain dibuattetap?
(b) Sejauhmanajumlah output akanberubahbila jumlah sebagian rnput dlku-
rangi,sementaninput yanglainditambah?
(c) Sejauhmanajumlah output ak^n berubahbiia sebagianatau seluruhinput
ditambahdenganproporsiyangsamaataupun tidak sama?

3 Metodeproses
Sampaisaat ini dikenal dua metode prosesdistilasicitronella. Yang pertama
metodeair danuap (ADU),danyangkeduametodeuaplangsung (UL). Kedua-
nya dipakaisecaraluasdi dalampraktek.
Salahsatu perhatianstudi ini adalahmenyelidikiperbandinganekonomisatas
keduametodeprosestersebut.Hal itu menarikkarenaterdapatgejalayangber-
tentangan.
Sebagai metodeyangrelatiflebihmoderndanlebihmemberikan keleluasaan pe-
ngontrolanproses,pemakaianUL seringdirekomendasikan, misalnyapada(2).
(3), dan (6), khususnya untuk produksi dalamskalabesar.Akan tetapidalam
praktek, hasil (rendemendan kualitas minyak) UL samasaja denganADU.
Yang menarikdari kenyataanadalahadanyagejalahargapokok (minyak citro-
nella) yanglebih tinggi pada UL. Belum pernahada penelitianyangmengkon-
firmasikangejalatersebut.Untuk meneliti efek ekonomisdari pernilihanmeto-
de proses,dilakukandikotomi atasUL dan ADU. Di dalammodeldikotomi ini
diterjemahkansebagaivariabel sentu (dummy varitble),denganhipoteiis UL
superiorterhadapADU.

4 Keterpaduanunit produksi
Untuk membentukskalaproduksl, dapat dipilih salahsatu cara penyusunan
PRoCEEDINGS ITB VoL t 7, No. 2, 1984 l5

unit prcduksi dari beberapacara berikut:


(a) dibuatsatuketel bahanyangcukupbesarhinggamemenuhiskalaproduksi
yangdilnaksud:
(b) dibuat dua ketel bahanatau lebih dan dioperasikan secaraterpadu,yaitu
mendayagunakan berbagaifaktor produksiuntuk tiap-tiapketelbahanyangse-
c'arafisik salingmempengaruhi. Misalnya,satutungkuuntuk melayanipema-
nasandua ketel,satuunit alat bantuuntuk melayanibeberapa ketel,satuope-
ratortungkumelayanidua tungku,dansebagainya;
(c) dibuat dua ketel bahanatau lebih, dan dioperasikan secaraindependen.
Pengoperasian satu atausekelompokketel dengankapasitastotal lebih kecil da-
ri suatustandar(kriteria) digolongkankepadapengoperasian secaraindependen.
Cara(a) dan (b) dikatakansebagaiindikator unit produksi yang terpadu.Cara
(c) dianggap sebagaiindikatorunit produksiyangtidak terpadu.Terpadudan
tidakterpadumerupakan dikotomidari kelerpaduan unit produksi.
Dihipotesiskan: carayang terpadumemberikanefisiensiproduksiyang lebih
baik, dan oleh karenanya juga memberikan ongkossatuanhasilyanglebihren-
dah.
Dikotomi tersebutdite{emahkandalammodelsebagai variabelsemu,dengan
hipotesisunit produksiterpadusuperiorterhadapunit produksiyangtidak ter-
padu.Kriteria terpadudan tidak terpaduakandirumuskansecaraoperasional
dalamuraianpengolahan data(buth 8).

5 Modeldeduktif atau induktif


Bila caradeduktif akanditempuhuntuk menyelidikiberbagaihubunganterper-
inci antarfaktor produksicitronella,dalamrangkamembentukfungsiproduksi,
makaakanditempuhproseduryangsangatpanjang, antaralain akanmenyang-
kut :
(a) studi kecepatan kerja,efek kelelahan,
kondisitempatkerja,efekpengguna-
an alatbantu,dansebagainya (studiwaktudangerak);
(b) studi konduktivitaspanas,tetapankonduktivitas, aliranfluida,efisiensi
ter-
mal,dan sebagainya (studiperpindahan panasdanmekanikafluida);
(c) studi efek kecepatan penetrasiuap padadaun,pengaruhsuhudan tekanan
uap terhadapefektivitasdistilasi,pengaruhdimensiketel daun terhadapperiode
siklusdistilasi,dan sebagainya(studiprosesdistilasi);
(d) studi konstruksiatap, strrktur bangunansederhanabertingkat,efek bahan
terhadapekonomibangunan, dan sebagainya (studikonstruksi);
(e) studidssaindantataletakperalatan, danlainlain.
t6 ITB Vol. I 7,No. 2. 1984
PROCEEDINGS

Meski pun menyadarikritik de Neufvilledan Marks(7), namun dengangambar-


an terscbut dapat diperkirakan bahwa cara deduktif akan terlampau banyak
mengerahkansumber penelitian.Karena itu, denganmendasarkan kepadakon-
figurasi tcknik produksi citronclla yang telah ada, dianggap lebih baik, untuk
rrembcrikan sifat studi sebagaistudi pendahuluan (preliminary study) yang
mrmpu memberikan indikator global, sehinggapengarahansumber penelitian
relatif akan lebih kecil.
Studi dengan prosedur deduktif dapat disarankansebagaistudi lanjut apabila
hasil penelitian ini rnengindikasikanprospek perbaikanyang memberikaneks-
pektasiekonomisyang dianggaplayak.
Karena berbagaivariabelyang potensialuntuk dimodelkanmerupakanfaktor
produksi. dan rnengingatpokok dan tujuan studi, maka pemodelandengan
fungsi produksi dianggaprelevan dan mampu menjadi teknik manipulasidari
inpul y angdapat diperolehuntuk menghasilkan output yang diinginkan.
Fungsi Cobb-Douglas(8) untuk konteks studi ini memberikanbeberapakemu-
dahan dan kesesuaianterhadapmaksud penelitianyang merupakankarakteris-
tik yang unik dan relevan.Keuntungannyaadalah:
(a) bentuk Cobb-Douglasdapat dengan mudah dipindah-wujudkanmenjadi
persamaalllinier dalam logaritmavariabelnya.Kelinieranini khususnyamemu-
dahkan estimasiyang diperlukan;
(b) memungkinkanestimasihasil balik skaladan elastisitas oatpLt dari tiap-tiap
faktor produksi yang diperhitungkandi dalammodel;
(c) fungsi ongkosnya(sebagaialternatif fungsisuplai)relatif mudah diinterpre-
tasikan karena tetap berbentuk ftrngsi doublelogarithmic sehinggaberbagai si-
fat yang serupa dengan sifat fungsi produksi Cobb-Douglasyang lebih umum
(fungsi ongkos merupakan keadaankhususdari fungsi produksi) dapat segera
diidentifisikan kembali.

6 Pemodelanfungsi produksi (model induktif dasar)


Tujuan
Yang dimaksud dengan pemodelan fungsi produksi adalah pemodelanyang
didasarkankepada prosesinduktif, dari data kuantitasfisik dan indikator diko-
tomi dari berbagaifaktor produksiyang diperolehpada sampel,dan pemodelan
ongkosyang didapatkanmelalui pengkonversian fungsiproduksi tersebut.
Tujuan dari pemodelanini adalahuntuk menentukanatau meramalkankonfi-
gurasi yang lebih atau paling ekonomis, melalui inferensi statistik, tanpa terlebih
dulu menganggapbahwa populasi sistem produksi yang diwakili oleh sampel
beradadalam konfigurasiteknik produksi yang optimum ekonomis.
Tujuan yang lebih mendasardari pemodelanini adalah untuk mengukur keopti-
tTB I ol I 7. \n ). I a,r.J
PROCLEDTNCS l7

muman teknik yang tclah dapat tlicapaidalam praktck. ilarr rurtuk rrrelilrrt Is-
pek ongkosdari konfigurasioptirnLrmyang potcnsial.

Pengembanganmodel
Nlodel Cobb-Douglas tnerupakarr lungsi log-linier. FLrugsi proclLrksiyiltg
m e n y a n g k unt f a k t o r p r o d u k s iy a n gd i d a s a r k a p
n a d an r o d e lt e r s c b u tb c r b c n t L r k :
n -,
h = Po fl,-, f,rl (().1)
dengan1radalahhasil(oi.rtput./,p tetapan.dan I faktor produkst (input ).
Salahsatu sifat model Cobb-Douglasdapat diidentilikasikat)bagaifungsi hotuo-
P e nb e r d e r a i akt :
,l
(6.1)

yang dapat dipakai untuk menilai jun ah ouput y ang akan bembah 6lla inptrl
berubahsecaraproporsional.

Bentuk model produksi


h = po f,Pr f:Pr fJPr ri,l' .1rk: ( 6 . 4)
It = hasil (output) sistem produksi yang dinyatakan clalurnjLrnrlahtorl rulr-
put citronella maksimum yang dapat diolah per tahult, dcngan s tuan
1000 TRT (TRT = ton rumput Fer tahun).
=
p.k tetapan
f, = arus pengorbanan a l a t d a n b a n g u n a : (r p c r l a h u n ) y a n g d i k u a n t i t l s i k a n
berdasarkanindeks dengan acuan harga alat dln bangrrnanpatll akhir
1 9 7 9d i B a n d u n gd, a l a ms a t u a nj u t t r u p i a ha c u a np c r t a h u n
t2 = junrlah jam-orang buruh langsungper tahun, dcngan satuan 1000 ilrn-
orang per tahun
l, = jumlah balian bakar per tahun. dengansatuan1000 TEAK (TEAK = ton
ampaskering runrput cintronellaekivalen)per tahr.tn
ti , = I , untuk mctode proscsair dan uap ( ADU)
1 0 , u n t u k n r e t o d ep r o s e su a p l a n g s u n (gU L )
d, = l, untuk unit produksi tak tcrpadu
1 0 , u n t u k u n i t p r o d u k s it e r p a d u

7 Pengurnpulan
data
Data diambil tli Jawa Barat karc.nadaerah ini merupakan daerah penghasil
citronelladenganjumlahlcbih dari 9O'1,dari hasil cjtrotrcllaseluruh Inclonrsia.
l8 PROCEEDINCSITB vol. I 7,No. 2. 1984

Pada prinsipnya data yang dicatat ketika dilakukan observasidapatdigolong-


kan menjadi 6 bagianberikut.

Kemampuan produksi ( DI )
Dilakukan wawancarauntuk mendapatkaninformasi yang sebaik-baiknya(pa-
ling benar ditinjau dari alasannya)tentangproduksi maksimumyang dapat dila-
kukan padasistemproduksi tersebut.Elemendari golongandata ini meliputi:
j u n a h p e m a s a k apne r h a r i ( D l . l )
- jumlah ketel bahanbaku per pemasakan(D1,2)
- kapasitassatu ketel bahanbaku (ton rurnput) (D1.3)
- jumlah hari kerja per tahun (D1.4)

Struktur waktu operasi (D2)


Tiap penggalelemenoperasidicatat lamanya(dalamsatuanjam), yaitu:

lama pemanasan(D2.1)
- lama pemasukanbahanbaku per pemasakan(D2.2)
- lama satu kali pemasakan(distilasi)(D2.3)
- lam4 pengeluaranampasper pemasakan(D2.4)

Buruh hrasung (D3 )


Jumlah buruh langsunguntuk tiap penggalelemen dari (D2) dicatat (dalam
satuanorang),yaitu:
jun ah buruhlangsung
untuk (D2.1),yaitu(D3.1)
- jurnlahburuhlangsunguntuk (D2.2),yaitu (D3.2)
- junlah buruhlangsunguntuk (D2.3),yaitu(D3.3)
- jumlahburuhlangsung untuk (D2.4),yaitu (D3.4)

Bahanbakdr (D4 )
Dalam pendataanbahanbakar ini digunakansatuanTEAK (ton ampaskering
rumput citronella ekivalen).Pada umumnyadigunakanampaskering rumput
citronella sebagaibahan bakar. Bahanbakar lain adalahminyak tanah,solar,
kayu, dan sebagainya.Setiapsisteniproduksicitronella,bila tidak selalu,paling
tidak sesekaliatau dalam suatu periode pernahmenggunakan ampastersebut
.sebagaibahan bakar.Oleh karenaitu jumlah pemakaianbahanbakar tidaklah
su.lituntuk didatakandalamsatuanTEAK.
Databahanbakarmeliputi:
- jumlahbahanbakaruntuk satukali pemanasan (D4.1)
- jurnlahbahanbakaruntuk satukafi pemasakan (D4.2)
PROCEEDINGSITE Vol. I 7. No. 2, I 984 l9

Peralatandan bangunan(D5)
Secara globaldataini mempunyaidua dimensi.Dimensipertamaadalahnilai
tiap jenis peralatan
dan bangunan yangdigunakan,denganpatokanhargaalat
dan bangunan padaaklur 1979di Bandung,dalamjuta rupiah.Dimensikedua
adalahumur tiap jenis peralatanatau bangunantersebut.Pendataan
ini pada
dasarnyamenganlbilpendekatananalisisnilai.
Untukmemperoleh kemudahanpendataan, ditempuhcarasebagai
berikut:
I Disiapkandaftarhargaacuanyangmeliputihargapelatbesi,hargapipa,harga
timbangan,hargastandarpasangan dan plesterantembok.dan hargawadah.
( container) minyak.
2 a Pengamat danresponden (wakil perusahaan)menentukan (memperkirakan)
bagianperalatandan bangunanyang membentukuseralue (umlah peralatan
danbangunan minimumyangmendukung spesifikasi
kenrampuan produksi).
b Kemudianberdasarkandaftar hargaacuan,diperkirakannilainya (dengan
menganggap bangunandan peralatanbaru dipasangsaatitu).
c Umur peralatandan bangunan juga ditetapkan.olehpengamat dan respon-
den.Nilaisisadinolkanuntuk mengkompensasikan ongkosperawatan.
d Proses(a), (b), dan (c) merupakanprosesinteraksi iteratif (melokalisasi
suatunilai dengandiulang-ulangmenujuambangyangnlakin menyempit)anta-
ra pengamatdan responden.
e Dalamhal jawabanresponden dianggap tidak memuaskan (yaitutanpadi-
dukungoleh alasanyangmasukakal),rnakapengamatmendasarkan padaper-
bandi:rgandengansistemproduksilainnya.
3 Arus pengorbanandari sesuatualat atau bangunanadalahnilai acuandibagi
umur guna.Jadi berprinsipsepertidepresiasi
garislunrs.
(D5) meliputi elemenarus pengorbanan (dalamsatuanjuta rupiahacuan.per
tahun),yaitu ketel bahanbaku (D5.1),ketel uap (steamboiler) (D5.2),pipa_
pipa(D5.3),timbangan(D5.4),cerobong asap(D5.5),bangunan utama(D5.6),
bak pendingin(D5.7), tungku (D5.8), sewatanah,standarsewatanah HGU
(D5.9),wadah(container)(D5.10),katrol (D5.1l), kamarminyak(D5.12),
lain-lain(D5.13).
Ongkosfaktor produksi (D6 )
Dalamhal ini (D6) hanyaakanmeliputi ongkossatuanbahanbakar(D6.2) dan
ongkossatuanburuh langsung (D6.1).Ongkosperalatandan bangunansecara
simultantelahdicakupoleh(D5).
(D6.2) merupakanongkossatuanbahanbakarrata-rata,dalamjuta rupiahper
1000 TEAK, denganrata-ratarentangwaktu satutahun. Bila digunakanampas
sebagaibahan bakar, maka ongkossatuanbahanbakar adalahupah penjemur
PROCEEDINGSITB Vol. 17, No. 2. I984

ampas tiap 1000 ton ampas kering. Bila digunakan bahan bakar larn (misalnya
minyak tanah), maka ongkos satuan bahan bakar adalah harga satuanbahan
bakar tersebut di tempat itu. Kernudian berdasarkanekivalensisatuanbahan
bakar terhadapton ampaskering (menurut pengalamanunit produksi yangse-
dang ditinjau), nilainya dikonversike juta rupiah per 1000 TEAK. Bila diguna-
kan kombinasi dari dua jerus bahan bakar atau lebih, maka diperhitungkan
ongkos satuan bahan bakar melalui rata-rata perinrbangan (weighted aterage).
Rata-ratadilakukan setelahkonversike juta rupiah per 1000 TEAK untuk ma-
sing-masingjenis bahan bakar.
(D6.1) merupakan ongkos satuan buruh langsung ratl.rata, dalam satuanjuta
rupiah per I000 jam-orang.

8 Pengolahandata
Aliran pengolahan data
Aliran pengolahandata terlihat pada tabel 2.
Nilai parametermodel diperolehuntuk tingkat produksi padadan di bawahka-
pasitas,yaitu pada |Off/o,8V/a,dan 50% dari kapasitas.
Didasari pengalaman observasi langsung, perumusan kriteria operasional dari
keterpaduanunit produksi adalahsebagaiberikut:
'Unit produksi dikatakan
tidak terpadu, bila untuk pengoperasiansatu atau
sekelompokketel bahan,yang independenterhadapsatu atau sekelompokketel
bahan lain, memberikan kapasitastotal tidak lebih dari I 100 TRT'.
Data (input) untuk multiregresi disusun menurut nilai respon yang menaik,
untuk memperoleh manfaat berikut :
- mengurangi waktu penggunaankomputer;
- uji otokorelasi tetap dapat diselenggarakandengan memodifikasikan pe-
ngertian serial, yaitu bukan antara dua observasiyang berurutan, melainkan
antara dua nilai respon yang berdekatan;
- kemungkinan tefadinya heterosedaktisitas,dalam hal tertentu akan terde-
teksi dan terkoreksi oleh program komputer yang dikembangkan atau dipa-
kai di sini.
Uji F dilakukan untuk menilai kesahihan/vcildi ty ) model.
Deskripsi dari kode model-modelnya terlihat pada tabel 3.
B erbagai variobel inpu,
(l ) Volume produksi per tahun padalevel produksi U :
6 = ( D l . 1 ) x( D I . 2 ) x( D t . 3 x) ( D I . 4 ) xU ;
U = 1,0,0,8, atau0,5
PROCEEDINGSITB t'ol. I7, No. 2, 1984 2t

Tabel 2 AIiran pengolahandata

SAMPEL UN PNODUKSI C TRONELLA

Krr''a d'kot6m' ket.lpaduan dan p6hnu^qan ruilah eruan,


onslo! rdrua^, dan run ah onskos,

pada vorume produkt


N ' a Lv a r . b e l a r u s p e n g . . t € n a n

Ni.ivr.belonqto!stur. blruh lanss!ns

Tah.p tu.nrrlil.n t..i.bel


N ra' var.bel:emu mrtod? p,oter
'vanabel yans b€r9.nr!^9 p.d
N l a , v a n a b e l v o l u m ep ' o d ! k ! F r r a h u n
Nib' vanab. jumlah bq'qh ra^qsungper tahun
N'laivariabe rumlah b.han bakar par rahun
N']ai v.nab€l lumrah o.sros lakior produkn per tahun

d . n p € . q k o d e a nm o d e r ! n r u k r a ! b o r r a r .

T s h a pk u . n r r l i t . r i p a r a m e l e r
M o d l s k o r e k r i l : k o r e r a ne n a r )

l'.ndorm.3 nodel

Paramder Jungv o.odukn +Pa.amd.' rvng' on9ko3


Paramd.r {u.s5,o.o[d' Param€rd.ru.gr Produk!
?2 PROC|t:Dt.\'GSITB y^l I 7. Lo :, I434

T a b e3l D e s k r i pksor d em o d e l - m o d e l

-E
- e 6" e- z i : i q I g g E I
i i=
:: :>- , = - Jc -
? E i ii i € 2 i -e q -e ; -v
6 6
* :x # € i # E 4 = € -" € e -o ;
i = ; 6 E ; .E

.q
5
:: >b tE tB >E Ys >; E
i 3 v >
; iY >i . E
Y >
E E
v

11 100% h'l Po fr Pr fz Pz {r Pr
21 100% h l P o f l Pr fz Qz f: p: dl kl

31 100% h t Po fi Pr 1z P2 . f 3 p3 d2 k2
41 100v. hlPofr Qt tz Pz f: p: dl kr dz k2
12 AO% h ' l Po fr Pr fz P2 lr P:
22 80% h't Po {1 pr fz pz f: pr dl kl
h 't Po fr gr lz pz p: k2
32 80v" f: d2
42 AO% h l P o f r Pt lz 9z f: p: dr kr d: k2
13 50v" hlPofr Pt tz P2 i: Pr
't fr lz p:
23 50% h Po 9t P2 f: dt kt
33 50% hlPofr p: fz pz f: p: d2 k2
'l I\ lz p2 p:
43 50% h Po 9r fr dt kl d2 k2

Keterangan:
1 Arti lambangdapatdilihatkembalipadabutir 6.
2 Nilai berbagaivariabeldi atasmerupakanmpllf pokok bagi programkomputer {diolah
dalam prosedurmullire$esi double logarithmic yang adalahjuga multiregresilinier), dan
sebagai output pokoknyaadalahnilai koefisien,
Khususuntuk variabelkenol,ditransformasi dulu meniadinilaiantilognya,10, dan out-
puf untuk koelisienkenoladalahdalambentuklog Po ataulogko.
3 Jikad, tidak muncul,makadi situ faktor tersebutdianggaptidak berperan.

( 2 ) A n r s p c n g o r b a : r a na l a t d a n b a n g u n a n :

| = (D5.1)+(D5.:)+... +(D5.13)
g e r t a h u n( 9 )
( 3 ) J u n a h b u r u hl a n g s u n p
(a) Dengan memperhitutlgkanjumlah penanasan per tahun (P) secara
empiris, yang didasarkanpada kebiasaanunit produksi citronella di Jawa
PROCEEDINGSITB t'ol. I 7.No. 2, 1984

B a r a t ,d i p c r o l e ha t u r a nk e p u t u s a ns e b t g abi e r i k u t :
U n t u kU = I , 0 d a n U = 0 , 8 :
P = 300 bila 'D') 3
P = 48 bila'D' ( 3, dimana
' D ' = 2 4 ( ( D 2 . 2+) ( D 2 . 3+) ( D r . 4 ) x) ( D 1 . r ) + ( D t . l )
UntukU=0,5,maka:
P = 300 bila (D I .l ) kelipatan2
P = 225 bila (D I .l ) ganjil dan kelipatan3
(b) Selanjutnya.junrlah bumh langsung(dalarn ribuan .ianr-orlng)tlitcl-
tukan sebagaiberikut :
f r = ( P x ( D 2 . 1 ) x ( D 3 . 1 )+ ( ( D 2 . 1 )x ( D 3 . 2 )+ ( D 1 . 3 ) x ( D 3 . j ) +
( D 2 . 4x) ( D 3 . 4 ) ) x( D l . l ) x ( D 1 . 4x) U ) / 1 0 0 0
(4) Junrlahbahanbakar per tahun
f 3 = P x ( D 4 . 1+) ( D l . l ) x ( D I . 4 )x ( D 4 . 2x) u .
Program komputer
Program komputer yang dikembangkanberdasarkanmultircgrcsilinier derrgan
netode kemungkinannraksimum.Input utananya bcrul;anilalnilli antilogdari
variabelfungsi linier. Programutama dilengkapidcnganuji otokorelasi Durbin
Watson;bila nyata (significant/ terjadi otokorclasimaka ;renghitungannrultirc-
gresiakan diulang untuk perbaikanberdasarkankoetisienotokorelasinya.
Dua subroutinedibuat, masing-masing untuk menghitungperkalianmatriks dan
penghitunganrnyerse

Ringkann ottplt program komputer


Ringkasanoutput program komputer mengenaikoefisien dari nrasing-masing
model terlihat pada tabel 4, sedangstatuskorelasiberdasarkanmetode Durbin-
Watson(untuk a= 5Va)terd,apatdalarntabel 5.

9 Pembahasanhasil penelitian
Otokorelasi
Dari l2 blok data (lihat tabel l) yang dilrmpankanke dalan programmultire-
gresidoubleJogaith ndc yang dilengkapidenganmodus koreksi korelasiserial,
IranyadLrablok data yang rnenghasilkankesimpulanyang berarti (significant).
Model l3 menghasilkankesimpulanbebasotokorelasi,dan nrodel 33 mengha-
silkan kesimpulanberotokorelasi.Oleh program komputer, rnodel33 ini diper-
baiki menjadi model 33-l (lihat tabel 4).
Model lainnya tidak memberikan kesimpulan apa-apa tentang otokorelasi.
Mengingatkecilnya jumlah sampel,maka uji otokorelasiyang dilakukandiang-
Tabel 4 Ringkasano./tput program komputer

KOEFISIEN
!<
Kesatu Ketiga Keempat Kelima
=;:.
a-1
.E g3
Mean S.E. Mean S.€. Mean S.E. Mean S.E. Mean S.E. Mean S.E.
tl 0,633 0.566 0,992 0,336 0,056 0,364 0 , 4 1 6 O . 1 8 4 0,008 0.961 1,821 1,464
21 0,913 0 , 7 5 5 1,206 0,502 0,086 0,436 0,'100 0,195 -0,o58 0,097 0,009 0,963 1,693 1,124
31 0,058 0,495 o , 5 t 9 0 , 3 2 4 0,253 0,292 0,368 0,142 0,182 0,075 o,005 0,980 74.603 3,485 1,140
41 o,477 O,514 0,835 0,350 0,057 0,288 0 , 3 3 2 0 , 1 2 9 -o,104 0,065 0,208 0,069 0,004 0,986 3,600 1,224
0.56s 0,538 0,97s 0,338 0,059 0,365 0 , 4 2 6 0,188 0,008 0,961 '|
,794 1,460
22 0,412 0,722 r , 1 7 6 0 , 5 0 8 --0.055 0,437 0,408 0,200 4,54 0,098 o,oo9 0,962 38,95r ? , 6 7 6 1,529
0.004 0,47r 0,501 0,323 0.257 0,291 0 , 3 7 8 0.145 0,183 0,075 o,005 0.908 75,14s 3.484
42 0,387 0,496 0,810 0,356 0,070 0,290 0 . 3 3 9 0 , 1 3 4 -o,101 0,066 0,208 0,069 0.004 o,986 73,76 3,580 1,219
13 O,4ulO 0,513 1,010 0,349 0,070 0,384 0,401 0,180 0,oo8 0,959 55,949 2.O74 1 , 4 8 1
23 0,675 0,687 '|,214 O,524 -o,o52 0,462 0,383 0,r92 o,055 0,1o0 0,o09 0,961 37,890 1,902 1,549
0,039 0,483 0,588 0,3s3 0,248 0,329 0,3s2 0,150 0,164 0,081 0,006 0,976 62.572 3,524 1 , 1 8 8
-0,079 0,,t90 0,471 0,138 0,214 0,219 0,439 0,056 0.196 0,022 0,00'l 0898 899,116 '|
2,614 ,124
43 0 , 3 2 8 0 . 5 1 6 0,912 0,398 o,o42 0,337 0,309 0,r42 --o,107 0,075 0.198 0,078 0.o05 0,983 58,960 3,423 1.263 o
?
Keterangan:
S.E s t a n d a r de r r o r ,d e v i a s si t a n d a r

!e
metodeDurbinWatsonpadaa = 5%.
Tabel5 Statuskorelasiserialatasresiduberdasarkan

<6 Dasr.h krits.i.


z -R.- @ I P o.
: ngF 6 aE o.I .r Se.kore16i Tak be.kdsimpulan Tak borkorolasi ?
: sFj e,3. r*i cE 3 K6inpulan
. d<2-+d<dL d<2+dL<d<dU. d<2+d>du
E+" -=g. u o = i I
nt
d>2-d>4-dl d>2-+4- du<d<4-dl d>2+d<4-dU
11 3;11 1,821 0,65 1,83 d<2,O d<0,65 0,65 <d< 1,83 d> 1,83 Tak berkesimpulan s
21 4:11 r,693 0,49 2,14 d<z,O d<0,49 0.49 <d< (2.18) d>(2,18) Tak berkesimpulan
31 4:l'l 3,485 0,49 2,14 d>2,0 d>3,51 (1,82< ) d< 3,51 d<(1,82) Tak berkesimpulan

.41 5;11 3,600 0,32 2,32 d>2.O d>3,68 ( 1 , 6 8 )< d < 3 , 6 8 d<(1,68) Tak berkesimputan -a
12 3:l1 1,194 0,65 1,83 d<2,0 d<0,65 0,65 <d< 1,83 d> 1,83 Tak berkesimpulan
22 . 4;11 1,676 0,49 2,18 d<2,O d<0,49 0,49 <d<{2,18) d>{2,18) Tak berkesimpulan
32 4:11 3,484 0,49 2,18 d>2,O d>3,51 ( r , 8 2 )< d < 3 , 5 1 d < {1 , 8 2 ) Tak berlesimpulan
42 5.11 3,580 0,32 2,32 d>2,O d>3,68 n,68)<d< 3,68 d<(1,68) Tak berkesimpulan

l3 3il l 2.018 0,65 1.83 d>2,0 d >3 , 3 5 ( 2 , 1 7 )< d < 3 . 3 5 d< 2.11 Tak b€rkorelasi
23 4) 1 1,902 0,49 ),14 d<2.o d<0,49 0,49 <d<(2,18) d>(2,18) Tak berkesrmpulan
33 4:11 3,528 0,49 2.18 d>2,0 d >3 , 5 1 {1,82< ) d< 3,51 d<(1,82) Be.korelasi
33-1 4:11 2,614 O.49 2,18 d>2,O d >3 . 5 1 (1,82< ) d< 3,51 d<(1,82) Tak berkesrmpulan
43 5 ; 11 3.423 o.32 2,32.1>2,O d>3,68 (1,68< ) . 1 <3 , 6 8 d < ( 1, 6 8 ) Tak berkesrmpulan

Keterangan :
d 1 d a nd g d i d a p a t k adna r ie k s t r a p o l adse ( t a b e l1 )
B i l a n g adni d a l a mk u r u n gm e m p u n y ani l l a re f e k t i f= 2
PROCEEDINGSITB Vol. 17. No. 2. 1984

gap telah memberikanmanfaat yang cukup (yang berupa informasistatusoto-


korelasi),sehinggatidak perlu dilakukanupaya lain yang bersifatlanjut. Dalam
hal ini kesimpulanyang dihasilkanoleh uji otokorelasitetap mengharuskandi-
pegangnyaasumsihomosedaktisitas dan tidak disifati oleh otokorelasi.
Dengan demikian dari uji Durbin-Watsonini ada suatu catatanyang menyata-
kan seluruh model mempunyai kemungkinanuntuk dapat ditingkatkan kete-
patannya, kecuali model l3 yang telah dapat disimpulkanbebasdari korelasi
serial.

Validitas model
Model I I sampaidenganmodel 43 seluruhnyamenghasilkanmodel yang sahih
(validl (menurut uji-F).
Di sampingsahih,juga konsisten,dalam arti penambahanvariabelpada umum-
nya menumnkan nilai variansi-tak-terjelaskan
dan meningkatkannilai koefisien
determinasi.

Hasil balik skala (return to scale)


Seluruh pemodelanmenghasilkansejumlahmodel denganb lebih besardari I
(lihat tabel 4; b = jun ah koefisienpertama,kedua,dan ketiga).Hal ini menun-
jukkan terjadi ekonomi skala,yaitu satuanproduksi yang lebih besarmempu-
nyai ongkossatuanproduksiyang lebih rendah.

I 0 Kesirnpulan
(a) Model Cobb-Douglas dapat dikembangkan untuk menilai berbagai konfi-
gurasisistemproduksi.
(b) Model fungsi produksi yang dikembangkan dari model Cobb-Douglasuntuk
sistem produksi citronella di Jawa Barat menunjukkan hasil balik skala
(return to scale) leblh besar dari satu, yang berarti peningkatan kapasitas
produksi mengakibatkan ongkos satuan produksi lebih rendah.

I I Pustaka
I 'Penyulingandan caramenanamserehwangi,kalkulasi pengusahaan sereh
wangi,GemaIndusti Kecil, no.6 tahun 1975,DepartemenPerindustrian,
ProyekBimbingandan Pengembangan Industri Kecil.
2 Studi Komoditi Minyak Sereh,LAPI-ITB, 1979.
3 Sumodihardjo,Budiono: FeasibilityStudy Pendirian Pabrik Penyulingan
PROCEEDINCSITB Vol. 17. No. 2. 1984 27

Minyak Citronelladi desaCikoneng,KabupdtenCiamis.


Tesis,Departemen Teknil IndustriITB, 1979,tidak diterbitkan.
4 De Neufville,R & Stafford, L H.: SystemAnalysisfor Engineersand Ma-
nagen,Mc GrawHill, NewYork, 1971.
5 Thompson,A. A., Jr. : Economicsof the Firm, 2nd ed., Prentice Hall,
NewJersey,1977.
6 Guenther,E.: TheEssentialOr7,vol. IV, Kruger,New York, 1972.
7 De Neufville, R & Marks, D. H. (eds): Systefta Planning and Design,
PrenticeHall,NewJeney,1974.
8 Lesser,C. E. V.; EconometricTechniquesand hoblems, 2nd ed, Griffin,
London,I 974.
9 Widiarto: PenelitianKonfigumsiTeknik Industri dengan Teknik Evaluasi
yangdikembangkandart Model Cobb-Douglas untuk Evaluasidan Percnca-
nton SistemProduksi Atronella, Tesis,DepartemenTeknik Industri ITB,
I 980.,tidak diterbitkan
I 2 Lampiran

produksi(D1)
1 Kemampuan 2 Strukturwaktu operasi(02l

Kode Kode
(D1.1) (D1.2) {D1.3) (D1.4) tD2.1l tD2.2l (D2.3) lD2.4l
sampel sampel
01 8 1 300 01 2,OO 0,50 2,OO 0,50
02 3 I 't,0 300 02 2,OO 0,50 4,50 1,00
03 I 0,8 300 03 2,OO 2,OO 4,500 1.00
o4 8 1,0 300 04 0,75 0,50 2,OO 0,50
,|
05 4 z,J 300 05 2,OO 1,50 3,50 1,00
6 I 0.6 300 06 2,O0 0,50 3,00 0,50
07 6 300 o7 1,00 0,50 3,00 0,50
08 6 300 08 1,00 0,50 3,00 0,50
09 1 0.6 300 09 1,00 o,75 3,00 0,50
t0 't0 2,50 1,00
I 1,0 300 2,OO 1,00
't 'l 5.00
ll 1,0 300 3,00 1,00 3.00

Keterangan: Keterangan:
?
{ D 1 . ' l ): i u m l a hp e m a s a k apne r h a r i . ( D 2 . 1 ): l a m ap e m a n a s a n .
(D1.2) : jumlah ketel bahanbaku p€rmasakan. (D2.2) : lamapemasukan bahanbaku per pemasakan.
n;
(D1.3): kapasitasI ketel bahanbaku (ton rumput citro, (D2.3) : lamasatukali pemasakan(distilasi).
d
nella). (D2.41: lamapengeluaran
ampasper permasakan.
( D 1 . 4 ): j u m l a hh a r ik e r j ap e rt a h u n . Satuanr iam. ?
Data di atasmerupakannilai yang dimaksudkanpadautili-
tas 100%. -a

e9
3 Buruhlangsung(D3) 4 Bahanbaksr (D4)

(D3.1) (D3.2) (D3.3) (D3.4) Kods (D4.1) (O4.2)


- ?
sampel $mpel

ffi 01 os4o 0tr40


02 3 313 02 0,840 1,050 s
03 2 213 03 0.653 1.470
04 5 5 5 5 04 0.600 1.600
05 2 2 2 2 05 0.920 1,610 "1,
062222060.2800.420
07 I I I I 07 1.120 3.360
08 3 3 3 3 08 0,560 1.680
092222090,140o,42O
102222100,4900,612
11 222211 O,42O 0,700

Keterangan: Keterangan:
( D 3 . 1 ); i u m l a hb u r u hl a n g s u nugn t u k p e m a n a s a( n
D2.1). ( D 4 , 1 ); b a h a nb a k a ru n t u ks a t uk a l i p e m a n a s a n .
(D3.2) : jumlah buruh langsunguntuk pemasukanbahan (D4.2) : bahanbakaruntuk satukali pemasakan.
baku per pemasakan (D2.2). Satuan: TEAK {ton ampas kering rumput citronellaeki-
(O3.3): jumlah buruh langsunguntuk satu kali pemasakan valenl.
{D 2 . 3 } .
(D3.4) : jumlah buruh langsunguntuk pengeluaran ampas
per pemasakan (D2.4).
Satuan: oranq.
30 PROCEEDINGSITB Vol. 17, No. 2, 1984

5 Daftal harga acuan

No. urut Nama barang Satuan Halga iatuan

Baialembarantebal Lembar Rp 22.500.-


3mm ( 1 mx 2 m ) Rp
'10.000,-
P i p al e d e n g : Batang Rp
02" (6m)
0 1%" Batang Rp 7.500,-
(6m)

Timbanganlengan1 kW Buah Rp 30.000,-


Harga(bahan+ upah)
Pasangan bata 1m" Rp 23.000.-
{tanpadiplester)
Plesteran lm3 BP 1.500,-
D r u mo l i ( 2 0 0 l t r . ) Euah RP 3.000.-
{bekas)

Ketarangan:
Hargadi atasmerupakanhasilpengamatan antaraOktober November1979
di kota Bandung,
ITB |ol. t 7.No 2. 1984
PROCEEDIT\CS 3l

6 Arus pengorbananalat dan bancunanlD5)

sampel nq 06 07 09 10 11
01 02 03 04
Data
( o 5 . 1 10,060 0,050 0,043 0,200 0,100 0,035 0 , 2 8 6 0 , 1 4 3 0,080 0,046 0,100
(D5.2) 0,128 - - 0,171 o,o57
( D 5 . 3 ) 0.037 o,o02 0p22 0,006 0.006 0,003 0 , 0 r 2 0 , 0 0 6 0,001 0,002 0,005
( D 5 . 4 0,001 0.001 0.001 0 , 0 1 0 0 , 0 0 10 , 0 0 1 0 , 0 1 00 , 0 1 0 0,001 0,001 0,001
{ D 5 . 5 ) 0,006 0,002 0.002 0.003 0,002 0,002 0,024 0,003 0,001 0,002 0,002
1 D 5 . 6 )0 , 1 7 5 0.133 0,087 0 , 1 2 00 , 1 2 00 , 1 7 00 , 2 2 0 0 . 1 6 00.050 0,100 .0,100
(o5.6) 0 . 1 7 5 0,r33 0.887 0 , 1 2 00 , 1 2 00 , 1 7 00 ,
(D5.7) 0,041 0,029 0,014 0 , 0 3 1 0 , 0 1 30 , 0 1 5 0,080 0.047 0,004 0,04r .0,01I
{D5.8) 0,030 0 , 0 1 50 . 0 1 2 0 , 0 1 4 0 , 0 2 50 . 0 1 4 0,125 0,025 0,008 0.0't6 0,026
( o 5 . 9 ) 0,001 0,000 0.000 0,000 0,001 0.000 0,00r 0,00'l 0,000 0,000 0,000
{ D 5 . 1 0 )0,002 0,001 0.000 0,005 0,002 0.00'r 0.006 0.004 0,000 0,000 0.002
(D5.1) 0,010- 0.0r0 0,005 0,005
( D 5 .21) 0,002 0,001 - 0.007 0,006 - 0.010 0.005 _ 0,002
(D5.13) 0,006 -
( D 5 ) 0,355 0,234 0,161 0,540 0,276 0,241 0,784 0,580 0,145 0.208 0,311

Keterangan:
1 (D5) adalaharus pengorbanan alat dan bangunan(=f1).yangtersusunatas: ketel bahan
baku; (D5.2): ketel uap; (D5.3): pipa-pipa;(05.1): timbangan;{D5.5}: cerobongasap;
( D 5 . 6 ) :b a n g u n aunt a m a ;{ D 5 . 7 ) :b a k p e n d i n g i n( ;D 5 . 8 ) :t u n g k u ;( D 5 . 9 ) :s e w at a n a h ;
{ D 5 . 1 0 ) ;w a d a h( c o n t a i n e r {) D
; 5.11):katrol;(D5.,|2):kamarminyak;{D5.13):lainlain.
2 Satuan:iuta rupiahacuanper tahun (lihatdeskripsiuntr.rk(D5) padabutir 7, h.'19).
3 (D5.2)juga merupakanindikatormetodeproses.Bila ada nilainya,berartiUL. Eila (-)
berartiAOU.
32 PROCEEDINCS ITB Vol. I 7, No. 2. 1984

7 Ongkossatuanfaktor produksi(D6)

Kode
{D6.1) (D6.2)
5amp€l
0t 0,184170 o ,297619
02 0.045190 o,372975
o3 0,064120 o,192113
04 0,071430 3,122084
05 0,382060 2,428953
06 ? ?
o7 0,079930 0,377596
08 0,095790 0 , 4 5 3l15
09 0,028300 0,261857
10 ? ?
7 7

Keterangan:
(D6.1) : ongkossatuanburuh langsunqrata.rata.iuta rupiahper '1000jam orang.(06.1)
ez.
(D6.2): ongkossatuanbahanbakarrata-rata.
juta rupiahper 1000TEAK. {D6.2)= 0J.