Anda di halaman 1dari 24

A.

JUDUL KERJA PRAKTEK


INSPEKSIMATERIAL BAJA DAN PROSES PRODUKSI BAJA
PT.KRAKATAU WAJATAMA

B. URAIAN SINGKAT
Baja adalah bahan dasar vital untuk industri. Semua segmen kehidupan,
mulai dari peralatan dapur,transportasi,generator pembangkit listrik,sampai
kerangka gedung dan jembatan menggunakan baja.Eksploitasi besi baja
menduduki peringkat pertama di antara barang tambang logam dan produknya
melingkupi hampir 95 persen dari produk barang berbahan logam.
Perkembangan sektor konstruksi dan infrastruktur di Indonesia berkembang
pesat mendukung pertumbuhan ekonomi.Realisasi proyek-proyek di sektor yang
terkait dengan transportasi,energi,perumahan dan pelayanan publik menjadi
penting sebagai salah satu program pemerintah Indonesia.
PT.Krakatau Wajatama didirikan pada tahun 1992,sebagai salah satu
perusahaan nasional di industri baja untuk konstruksi dan infrastruktur sangat
berperan dalam pembangunan dan pengembangan Republik Indonesia.

C. PENDAHULUAN
C.1 Latar Belakang

Kerja praktek merupakan salah satu mata kuliah wajib di Jurusan Teknik
Mesin Universitas Sriwijaya yang harus ditempuh oleh mahasiswa Jurusan Teknik
Mesin sebagai salah satu syarat penyelesaian kurikulum.
Dalam pelaksanaan kerja praktek ini mahasiswa diharapkan dapat langsung
mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk diterapkan dalam perusahaan dan
industri. Melalui pengalaman ini diharapkan dapat menambah wawasan
mahasiswa sehingga memiliki daya nalar dan pemahaman mengenai pengetahuan
Teknik Mesin yang terarah, sehingga selanjutnya mahasiswa dapat membuat suatu
perencanaan secara teknis, mencari solusi masalah keteknikan dalam lingkungan
suatu perusahaan.
Untuk mempersiapkan tenaga ahli tersebut seperti yang diatas, sangat
diperlukan kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dengan instansi
perusahaan, dalam hal ini kalangan industri yang bersangkutan adalah PT.
KRAKATAU WAJATAMA.Kerjasama tersebut diwujudkan dengan adanya kerja

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
praktek bagi mahasiswa teknik mesin Universitas Sriwijaya di perusahaan industri
yang bersangkutan, guna menghasilkan mahasiswa yang berkualitas dan handal.
Tri Dharma Perguruan Tinggi,Yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian
serta Pengabdian terhadap Masyarakat yang merupakan landasan mahasiswa
dalam mencari, menekuni,dan mengembangkan ilmu yang di dapat dalam
meningkatkan kualitas profesionalisme serta kaitannya untuk terjun ke dalam
masyarakat.
1. Kurikulum Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
2. Objek Kuliah Praktek yang dituju adalah industri yang berkenaan dengan
bidang yang dimiliki khususnya industri permesinan ataupun Dunia
Industri secara global.
3. Sebagai aplikasi ilmu sesuai dengan KBK yang diambil.
4. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini merupakan
sesuatu hal yang sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai agar dapat
menjadi bekal untuk menunjang karir dimasa yang akan datang.

C.2 TUJUAN

Tujuan Kerja praktek yaitu :


C.2.1. Tujuan Umum
a. Mengadakan studi banding untuk mengetahui secara mendalam sampai
seberapa jauh pengetahuan yang telah didapat oleh mahasiswa di
bangku kuliah yang dapat dipraktekkan di dunia kerja yang
sesungguhnya.
b. Memahami secara umum kegiatan-kegiatan yang ada di perusahaan,
khususnya di bidang permesinan.
c. Mengikat pengalaman, wawasan dan daya nalar mahasiswa tentang
pengoprasian mesin-mesin dan aspek-aspek keteknikkan dalam
aplikasinya dalam suatu industri.
d. Meningkatkan profesionalisme mahasiswa Teknik Mesin dengan
adanya transfer informasi dari kalangan dunia industri kepada
mahasiswa.

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
e. Sebagai sarana diskusi tentang keprofesian Teknik Mesin di masa yang
akan datang dan dalam menghadapi persaingan bebas.

C.2.2.Tujuan Khusus
1. Dapat menganalisa sistem produksi yang terjadi di PT.KRAKATAU
WAJATAMA
2. Dapat menganalisa inspeksi material baja,karakteristik,dan komponen
material yang diproses atau dibutuhkan sehingga menghasilkan produk
dengan standar tertinggi dan kontrol kualitas yang baik.

C.2.3. Tujuan hasil


1. Mengetahui jalannya produksi baja yang dihasilkan.
2. Menentukan material-material yang baik dan sesuai dengan standar
mutu.
3.Menganalisa material dengan metode inspeksi sehingga memenuhi
spesifikasi produk yang dibutuhkan.

C.3.MANFAAT

Adapun manfaat yang diperoleh nantinya :

C.3.1. Bagi Mahasiswa, yaitu :

a. Membantu memberikan perbekalan dan pengetahuan serta keterampilan


kepada setiap mahasiswa tentang kondisi yang terdapat di lapangan
secara nyata.

b. Membuka wawasan setiap mahasiswa dan mendapatkan pengetahuan


melalui praktek di lapangan.

c. Perwujudan program keterkaitan dan kesepadanan antara dunia


pendidikan dan dunia industri/kerja.

d. Menjadi fasilitator bagi pengembangan minat dan bakat mahasiswa


yang bersangkutan.

C.3.2. BagiPT. KRAKATAU WAJATAMA, yaitu :

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
a. Dapat saling menukar informasi perkembangan teknologi antara
institusi pengguna teknologi dengan lembaga perguruan tinggi.

b. Peserta kerja praktek dapat membantu melaksanakan pekerjaan


operasional yang rutin dilaksanakan, maupun memecahkan
permasalahan yang sering dihadapi.

c. Membantu menyelaraskan informasi perkembangan teknologi kepada


para peserta kerja praktek sehingga meningkatkan kualitas tenaga kerja
professional.

d. Secara khusus membantu mempersiapkan Mahasiswa Jurusan Teknik


Mesin FT-UNSRI sebagai tenaga kerja professional yang siap pakai
untuk PT. KRAKATAU WAJATAMA

C.3.3. Bagi Fakultas, yaitu :


Menyesuaikan ilmu yang didapat di kuliah dengan lapangan kerja praktek
agar kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan industri.

C.4. PERMASALAHAN

Ilmu pengetahuan yang dipelajari selama perkuliahan adalah tujuh puluh


persen merupakan teori, lebih dari itu ilmu tersebut pada dasarnya mengacu
kepada keadaan ideal yaitu hanya sebatas teori dan filosopinya saja.
Seperti diketahui bahwa dalam suatu pabrik atau industri semua disiplin
ilmu dipakai dan diterapkan, yang salah satu diantaranya adalah ilmu Teknik
Mesin (permesinan).Untuk itu melaui kerja praktek ini diharapkan dapat
mengetahui kondisi perusahaan secara umum misalnya mengenai perkembangan
perusahaan, organisasi dan kegiatan-kegiatan perusahaan.
PT.KRAKATAU WAJATAMA dipilih sebagai industri yang tepat untuk
melaksanakan kerja praktek, karena dinilai sangat baik sebagai tempat penerapan
ilmu teknik khususnya di bidang Teknik Mesin, dan juga telah di nilai dengan
berhasil dan sukses mengembangkan inovasi teknologi dalam proses manufaktur
untuk mencapai hasil yang optimal.

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Adapun hal-hal yang berhubungan langsung dengan kurikulum Teknik Mesin
adalah :
1. Material, tujuannya agar mahasiswa dapat mempelajari jenis – jenis
bahan ataupun materialyang digunakan untuk membuat baja.
2. Teknik Permesinan,tujuannya supaya mahasiswa dapat mempelajari
jenis – jenis mesin yang diproduksi dalam pembuatan baja.
3. Operation,tujuannya adalah Mahasiswa dapat Mengoperasikan Mesin-
Mesin yang digunakan di PT. KRAKATAU WAJATAMA.
4. Maintenance, tujuannya adalah menjaga peralatan agar mempunyai unsur
kerja yang relative lama/panjang, selain itu juga untuk mengetahui lebih
kerusakan yang lebih fatal pada peralatan mesin tersebut.
5. Repair, tujuannya untuk memperbaiki elemen-elemen mesin atau
peralatan lainnya sehingga berfungsi sebagaimana mestinya.
Selain mengetahui system produksi, kami juga membutuhkan system manajemen
dari Perusahaan itu sendiri.Tujannya agar dapat membantu kami dalam
penyusunan laporan kerja praktek. Dalam hal ini system yang akan kami pelajari
adalah sebagai berikut :
1. Susunan perusahaan.
2. Manajemen Perusahaan.
3. Persoalan Perburuhan.
4. Bahan baku yang digunakan.
5. Proses pengolahan bahan baku.
6. Mesin-mesin yang dipakai.
7. Lay out dari mesin didalam perusahaaan, dan lain-lain yang berhubungan
dengan perusahaan.

D. TINJAUAN PUSTAKA

Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai unsur dasar dengan
beberapa elemen lainnya, termasuk karbon. Kandungan unsur karbon dalam baja
berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Elemen berikut ini
selalu ada dalam baja: karbon, mangan, fosfor, sulfur, silikon, dan sebagian kecil

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
oksigen, nitrogen dan aluminium. Selain itu, ada elemen lain yang ditambahkan
untuk membedakan karakteristik antara beberapa jenis baja diantaranya: mangan,
nikel, krom, molybdenum, boron, titanium, vanadium dan niobium.Dengan
memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya, berbagai jenis
kualitas baja bisa didapatkan. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur
pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice)
atom besi. Baja karbon ini dikenal sebagai baja hitam karena berwarna hitam,
banyak digunakan untuk peralatan pertanian misalnya sabit dan cangkul.
Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan
(hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength), namun di sisi lain
membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility).
Berikut adalah sifat mekanis dari suatu mateial baja :

Gambar 1. Sifat Mekanis Baja (Amon dkk, 1996)

1. Pendahuluan
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka
berkembanglah material teknik seperti logam dan paduannya, plastik dan karet,
keramik, bahkan sekarang dikenal material maju seperti komposit,
superkonduktor dan sebagainya.
Ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai material dibagi menjadi dua
material sains dan material teknik.Material sains mempelajari hubungan antara
struktur dan sifat material, sedangkan material teknik mempelajari keterkaitan
antara korelasi struktur dan sifat serta perencanaan.
Aplikasi material Teknik seperti logam,polimer,keramik serta material
maju/modern sangatlah luas menyentuh dibidang struktur,mesin dan peralatan

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
elektronik.Penggunaan pada struktur seperti rangka mesin,jembatan,tower,reaktor
dan sebagainya.Dibidang mesin seperti pada mesin produksi,motor bakar,turbin
uap,turbin gas dan sebagainya.Dibidang elektronik seperti transistor,strain
gauge,fotoelektrik dan sebagainya.Ruang lingkup material teknik menurut
definisinya adalah logam,keramik,polimer,dan komposit.(Smallman, R.E. 1991)
a. Logam (metals)
Logam dapat bersifat murni dan panduan.Logam merupakan gabungan dari
beberapa unsur/elemen. Logam paduan akan lebih kuat dari logam murni.
Sifat logam adalah berat, kuat dan keras, mengkilap, penghatar panas dan
listrik, serta dapat dibentuk.
b. Keramik (ceramics)
Keramik adalah senyawa antara logam dan non logam seperti oksida logam,
nitrida, dan karbida.Yang memiliki sifat tahan temperatur tinggil/panas,
sangat getas, sebagai isolator listrik dan panas.
c. Polimer (polymers)
Polimer seperti halnya plastik dan karet merupakan senyawa organik
karbon, hidrogen dan logam lainnya.Sifatnya ringan, fleksibel, sebagai
isolator listrik, dan tidak tahan panas.
d. Komposit (composites)
Komposit adalah gabungan dari beberapa jenis material teknik.Material
logam dapat digabung dengan polimer seperti polimer dengan matrik logam
seperti penggunaan serat whiskers pada polimer (metal matrix
polymer),logam yang dipadu dengan keramik seperti konkret, paduan yang
diperkeras secara dispersi.Bahkan polimer juga dapat dipadu dengan
keramik seperti polimer yang diperkuat dengan serat.gelas GFRP (gelas
fiber reinforced polymer),serat karbon CFRP (Carbon fiber reinforced
polymer),serat kevlar aramid,serat optik.Yang kesemuanya itu merupakan
kemajuan pesat dibidang material teknik.

Jadi muncul dan berkembangnya material komposit disebabkan oleh adanya


pemikiran bahwa logam bersifat kuat namun berat,dan juga polimer bersifat
ringan. Sehingga muncullah ide untuk mencoba untuk menggabungan kedua
material tersebut sehingga diperoleh material yang kuat tapi ringan.
Para mahasiswa teknik, khususnya Teknik mesin dan para praktisi/insinyur
dibidang Teknik mesin harus dibekali ilmu pengetahuan material teknik yang luas,

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
hal ini dikarenakan disiplin ilmu Teknik mesin tidak hanya mempelajari
karakterisitik material pada kondisi statis,tetapi juga dituntut utuk mengetahui
prilaku material pada kondisi yang dinamis.
Jenis-jenis material serta hubungannya satu sama lain dapat ditunjukkan
pada Gambar di bawah ini.

Gambar 2. Material Teknik dan hubungan satu sama lain (Smallman, R.E. 1991)

2. Pengertian Inspeksi Material

Inspeksi adalah suatu kegiatan penilaian terhadap suatu produk,apakah


produk itu baik atau rusak ataupun untuk penentuan apakah suatu lot dapat
diterima atau tidak berdasarkan metode & standard yang sudah ditentukan.Dengan
kata lain inspeksi adalah kegiatan operasional untuk memeriksa material atau part
yang diperlukan oleh proses produksi untuk dapat memenuhi spesifikasi pada
proses berikutnya atau memenuhi spesifikasi pelanggan sebelum produk tersebut
dikirim.

Inpeksi mencakup pengukuran material, part-part atau produk jadi dengan


methode tertentu dan membandingkan hasilnya dengan standard (drawing,JIS dan
sebagainya) untuk penentuan keberterimaannya.Pengukuran yang dimaksudkan
disini,tidak hanya bersifat dimensional (vernier caliper, micrometer, dsb) ataupun
pengujian properties (hardness serta komposisi kimia) tetapi juga sensory (noise
check ,visual check : noda dan crack)

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Testing atau pengujian adalah pelaksanaan pengecheckan berbagai sifat properties
dan karakteristik produk seperti pengukuran dimensinya,kekuatan material dan
komposisinya.Inspeksi atau pemeriksaan adalah pelaksanaan penilaian apakah
produk dapat diterima atau tidak dengan membandingkannya terhadap Standard
Penilaian.Inspeksi merupakan bagian yang penting dari Quality Control /
Pengendalian Mutu & kegiatan jaminan kualitas.

Klasifikasi berdasarkan Metode Inspeksi :

Secara umum terbagi 3 metode inspeksi yaitu Total Inspeksi,Sampling


Inspeksi,dan Periodik Inspeksi.

1. Total Inspeksi adalah dimana methode inspeksi yang dilakukan dengan cara
mengukur / menguji seluruh part / produk produksi untuk dapat memutuskan
apakah part / produk tersebut bisa diterima atau tidak.

2. Sampling Inspeksi adalah methode inspeksi yang dilakukan dengan cara


mengambil secara acak part/produk dari sebuah lot dan mengukur / menguji
untuk penentuan apakah sebuah lot tersebut dapat diterima atau tidak.

3. Periodik Inspeksi adalah methode inspeksi yang dilakukan dengan cara


mengambil sebagian kecil dari sample dan memeriksa keberterimaannya dari
suatu proses produksi per periodik waktu yang telah ditentukan.

Inspeksi terhadap struktur material logam seperti baja sangat penting untuk
mengetahui kondisi material dan melakukan tindakan preventif sebelum
terjadinya kegagalan fungsi peralatan pada saat digunakan.Penurunan fungsi
terjadi akibat keretakan, korosi, penyambungan, kelelahan penggunaan
material dalam kurun waktu yang lama.Pengujian material dengan metode Non
Destructive Testing (NDT) adalah pengujian material tanpa menyebabkan
kerusakan pada material tersebut. Pengujian ini bertujuan untuk mendeteksi
dan menentukan lokasi, ukuran dan karakteristik cacat

3.Jenis – Jenis Kerusakan Material

3.1 Kerusakan Material Akibat Korosi

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi dengan
lingkungan yang korosif. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang
merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan
lingkungan. (Putra, R.M. 2011)
Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu :
1. Berasal dari bahan itu sendiri
Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk
kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan
dan sebagainya.
2. Berasal dari lingkungan.
Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu,
kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya.
Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa
serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik.
Cara – cara penanggulangan korosi antara lain :
1. Melapis permukaan logam dengan cat.
2. Melapis permukaan logam dengan proses pelapisan atau Electroplating.
3. Membuat lapisan yang tahan terhadap korosi seperti Anodizing Plant .
4. Membuat sistem perlindungan dengan anoda korban.
5. Membuat logam paduan yang tahan terhadap korosi.

3.2 Kerusakan Material Akibat Fatigue


Mekanisme kerusakan fatik dibagi menjadi tiga tahap yaitu :
1. inisiasi atau pembentukan retak (crack initiation),
2. pertumbuhan dan perambatan retak (crack growth, crack propagation)
3. kerusakan fatik (fatigue damage).
Tiga parameter yang menjadi penyebabnya adalah adanya pembebanan berulang,
tegangan tarik dan regangan plastis. Bila salah satu dari parameter ini tidak ada
maka retak sebagai inisiasi kerusakan fatik tidak akan merambat menjadi
kerusakan fatik. Proses kerusakan fatik dimulai dari pembebanan berulang pada

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
material selama waktu tertentu sehingga terbentuk regangan plastis pada daerah
konsentrasi tegangan.Regangan plastis ini akan memicu terbentuknya inisiasi
retak. Tegangan tarik kemudian akan memicu inisiasi retak untuk tumbuh dan
merambat sampai terjadinya kerusakan selama pembebanan siklis pada material
secara mikro terjadi deformasi plastis setempat yang disebabkan oleh besarnya
konsentrasi tegangan sehingga terbentuklah bidang slip khususnya disekitar
daerah ekstrusi dan intrusi sehingga munculah inisiasi retak (Putra, R.M. 2011).
Kelelahan adalah pertumbuhan inti dan pertumbuhan dari retakan dibawah kondisi
siklus tegangan dan regangan.Penyebab Kelelahan diantaranya:
1.Kelelahan yang dikontrol oleh tegangan
a) Lengkung rotasi (rotating bending)
b) Getaran (vibration)
c) Penekanan (pressurisation)
d) Kontak Gelinding (rolling contacts)
2. Kelelahan yang dikontrol oleh regangan
a) Siklus termal (thermal cycles)
b) Takikan besar (severe notches)
c) Terbuka/tertutup
Cara – cara pencegahan kelelahan diantaranya:
1. Dengan pengikat (fastenings)
Yaitu dengan ekspansi dingin menggunakan madrel (contoh paku keling)
2. Pelubangan mandiri (autofrettage)
Yaitu dengan ekspansi dingin oleh penekanan (contoh ketel bertekanan)
3.3. Kerusakan Material Akibat Coran
Cacat coran Adalah kerusakan atau kesalahan yang terjadi pada benda cor
yang menyebabkan ditolaknya benda cor tersebut oleh konsumen (reject).Adanya
defect ini dalam produksi tidak dapat dihindari, tapi harus diminimalisir.(Putra,
R.M. 2011)
Faktor – faktor yang berpengaruh pada cacat coran diantaranya:
1. Perencanaan cetakan yang tidak menyebabkan turbulen pada aliran logam cair
2. Pemakaian pasir yang mempunyai kadar air rendah dan permeabilitas yang
sesuai.
3. Sistem ventilasi yang baik
4. Hindari fasa lumpur (campuran cair dan padat) kalau mungkin

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
5. Adanya ketebalan berbeda atau hot spot pada casting

3.4. Kerusakan Material Akibat Pengelasan


Semua cacat las umumnya disebabkan kurangnya pengetahuan dari
welder/juru las terhadap teknik-teknik pengelasan termasuk pemilihan parameter
las. Oleh karena itu dari mulai pengelasan sampai akhir pengelasan harus selalu
diadakan pemeriksaan dengan cara-cara yang telah ditentukan, misalnya secara
vis ual, dye penetrat/dye check, radiography, ultra sonic atau dengan cara-cara
lain. Terjadinya cacat las ini akan mengakibatkan banyak hal yang tidak
diinginkan dan mengarah pada turunnya tingkat keselamatan kerja, baik
keselamatan alat, pekerja/user/operator, lingkungan dan
perusahaan/industri/instansi. Di samping itu juga secara ekonomi akan
mengakibatkan melonjaknya biaya produksi dan pada gilirannya
industri/perusahaan/instansi tersebut mengalami kerugian atau penurunan laba
(Putra, R.M. 2011).

3.5. Kerusakan Material Akibat Creep/Mulur


Definisi creep adalah aliran plastis yang dialami material pada tegangan
tetap. Meskipun sebagian besar pengujian dilakukan dengan kondisi beban
tetap,tersedia peralatan yang mampu mengurangi pembebanan selama pengujian
sebagai kompensasi terhadap pengurangan penampang benda uji.Pada temperatur
relatif tinggi,creep terjadi pada semua level tegangan,tetapi pada temperatur
tertentu laju creep bertambah dengan meningkatnya tegangan.(Putra, R.M. 2011)

4. Inspeksi Pengujian dan Pemeriksaan Material

4.1 Klasifikasi Metode Inspeksi dan Pengujian Material


Metode pengujian suatu material baja secara kasar dapat diklasifikasikan
menjadi pengujian merusak / destruktif (DT) dan pengujian tidak merusak / non-
destruktif (NDT). Dalam pengujian destruktif, sebuah spesimen atau batang uji
dipotongkan dari sebagian atau sebuah model berukuran penuh dari material yang
diuji dan dilakukan perubahan bentuk dengan dirusak untuk menguji sifat-sifat

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
mekanik dan penampilan material tersebut. Dalam pengujian non-
destruktif,material diuji tanpa perusakan untuk mendeteksi kerusakan suatu
material dan cacat dalam.Klasifikasi metode pengujian :
Pengujian nondestruktif (NDT) :
1. Uji kerusakan pada permukaan :
a. Uji visual (VT)
Uji visual merupakan salah satu metode pemeriksaan terpenting yang
paling banyak digunakan.Uji visual tidak memerlukan peralatan tertentu
dan oleh karenanya relatif murah selain juga cepat dan mudah
dilaksanakan.

b. Uji partikel magnet (Magnetic Particle Testing)


Pengujian terhadap partikel magnet merupakan metode yang
benar-benar efisien dan mudah dilaksanakan untuk mendeteksi secara
visual kerusakan-kerusakan halus yang tidak teridentifikasi pada atau di
dekat permukaan logam.Dengan menggunakan metode ini,cacat
permukaan (surface) dan bawah permukaan (subsurface) suatu
komponen dari bahan ferromagnetik dapat diketahui.Prinsipnya adalah
dengan memagnetisasi bahan yang akan diuji.Adanya cacat yang tegak
lurus arah medan magnet akan menyebabkan kebocoran medan
magnet.Kebocoran medan magnet ini mengindikasikan adanya cacat
pada material. Langkah pengujiannya yaitu sebagai berikut:
1. Menaburkan partikel magnetik dipermukaan
2. Kemudian amati apakah partikel – partikel magnetik berkumpul di
suatu tempat
3. Apabila partikel tersebut berkumpul,hal ini mengindikasikan tidak
padatnya material atau kopong.

c. Uji penetrasi (Liquid Penetrant Testing)


Pada umumnya,uji zat penetran ini dilakukan secara
manual,sehingga dapat tidaknya kerusakan itu berhasil dideteksi sangat
bergantung pada keterampilan penguji.Melalui metode ini,cacat pada

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
material akan terlihat lebih jelas.Langkah pengujiannya adalah sebagai
berikut:
1. Memberikan cairan berwarna terang pada permukaan yang
diinspeksi.
2. Cairan ini harus memiliki daya penetrasi yang baik dan viskositas
yang rendah agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material.
3. Selanjutnya,penetrant yang tersisa di permukaan material
disingkirkan.Cacat akan nampak jelas jika perbedaan warna
penetrant dengan latar belakang cukup kontras.
4. Seusai inspeksi, penetrant yang tertinggal dibersihkan dengan
penerapan developer.

2. Uji kerusakan bagian dalam :


a. Uji radiografi (Radiographic Testing)
Radiografi adalah salah satu uji tak rusak yang menggunakan sinar x
yang mampu menembus hampir semua logam sehingga dapat digunakan
untuk mengungkap cacat atau ketidaksesuaian di balik dinding metal atau
di dalam bahan itu sendiri. Radiografi menggunakan kemampuan radiasi
sinar x untuk menembus langsung pada material. Intensitas radiasi yang
akan ditembakkan pada material sangat bergantung pada berat jenis dan
ketebalan dari meterial tersebut. Pada prinsipnya, sinar x dipancarkan
menembus material yang diperiksa. Saat menembus objek, sebagian sinar
akan diserap sehingga intensitasnya berkurang. Intensitas akhir kemudian
direkam pada film yang sensitif. Jika ada cacat pada material, intensitas
yang terekam tersebut akan bervariasi. Hasil rekaman pada film inilah
yang akan memerlihatkan bagian material yang mengalami cacat.
Metode NDT ini dapat untuk menemukan cacat pada material dengan
menggunakan sinar X dan sinar gamma.Langkah pengujiannya yaitu:

1. Sinar X dipancarkan menembus material yang diperiksa.Saat


menembus objek, sebagian sinar akan diserap sehingga intensitasnya
berkurang.

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
2. Intensitas akhir kemudaian direkam pada film yang sensitif.Jika ada
cacat pada material maka intensitas yang terekam pada film tentu
akan bervariasi.

3. Kemudian amati hasil rekaman pada film.Hal ini lah yang akan
memeperlihatkan bagian material yang mengalami cacat.

b. Uji ultrasonik (UT)


Ultrasonik Non-Destructive Testing (NDT) adalah salah satu teknik
pengujian material tanpa merusak benda uji melalui pantulan gelombang
ultrasonik. Pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi adanya cacat (flaw)
atau retak (crack) pada material secara dini, dan menghindari kegagalan
saat digunakan. Propagasi gelombang ultrasonik didalam struktur baja
mengalami pemantulan atau pembelokan pada saat mengenai medium
dengan indek yang berbeda. Propagasi gelombang ultrasonik tersebut
kemudian diekstrak menggunakan metode Continuous Wavelet Transform
(CWT) untuk merepresentasikan permukaan material yang didasarkan
pada frekuensi dan waktu pantul/belok sebagai dasar jarak keberadaan
rongga (cacat). CWT mempunyai keunggulan pada proses analisis sinyal
yang lebih cepat dibandingkan dengan metode lain seperti transformasi
fourier dan mempunyai kemampuan untuk mentransformasikan sinyal
nonstasioner dalam domain waktu-frekuensi. Material uji yang digunakan
pada penelitian ini adalah baja rendah karbon (steel 1020) , sedangkan
peralatan penunjang utama yang digunakan adalah probe ultrasonik tipe
pulse-echo single probe 4MHz. Software utama yang digunakan untuk
pengolahan sinyal pada penelitian ini adalah DELPHI. Dari hasil analisis
sinyal diketahui bahwa NDT dengan metode CWT mampu merekonstruksi
cacat material dengan baik.
Prinsip yang digunakan adalah prinsip gelombang suara.Langkah
pengujiannya yaitu sebagai berikut:
1. Gelombang suara dirambatkan pada spesimen uji
2. Sinyal yang ditransmisi atau dipantulkan diamati dan interpretasikan.

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Gelombang ultrasonic yang digunakan memiliki frekuensi 0.5– 20
MHz.Gelombang suara akan terpengaruh jika ada void,retak, atau
delaminasi pada material.

Pengujian destruktif (DT) :


1. Uji tarik
Uji tarik dilaksanakan untuk menentukan kekuatan tarik,titik mulur (kekuatan
lentur) material,pemanjangan dan pengurangan material las.Langkah
pengujiannya yaitu:
a) Spesimen tersebut ujung-ujungnya dipegang dengan jepitan alat penguji
b) Kemudian spesimen tersebut ditarik dengan menggunakan beban tarik.

2. Uji lengkung
Uji lengkung dilaksanakan untuk memeriksa pipa saluran misalnya dan
keutuhan mekanis dari material.Ada dua jenis uji lengkung,yaitu : uji
lengkung kendali dan uji lengkung gulungan.Langkah pengujiannya yaitu
sebagai berikut,pada tiap-tiap jenis uji lengkung itu,sebuah spesimen
dalam bentuk dan ukuran tertentu dilengkungkan sampai radius bagian
dalam tertentu dan sudut lengkung tertentu, kemudian diperiksa keretakan
dan kerusakannya

3. Uji Hentakan
Uji hentakan dilaksanakan untuk menentukan kekuatan material baja
contohnya.Sebagai sebuah metode uji hentakan yang digunakan di dalam
dunia industri,JIS menetapkan secara khusus uji hentakan charpy dan uji
hentakan izod

4. Uji Kekerasan
Uji kekerasan,seperti halnya uji tarik,seringkali dilaksanakan.Karena
daerah las dipanaskan dan didinginkan dengan cepat maka daerah yang
terkena panas akan menjadi keras dan rapuh.Kekerasan maksimal pada
daerah las yang diukur dengan uji kekerasan digunakan sebagai dasar

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
penentuan kondisi-kondisi sebelum dan sesudah pemanasan yang akan
dilakukan untuk mencegah retakan hasil pengelasan.

5. Uji struktur
Uji struktur mempelajari struktur material logam / baja.Untuk keperluan
pengujian, material logam dipotong-potong,kemudian potongan -
potongan diletakkan di bawah dan dikikis dengan material alat penggores
yang sesuai.Uji struktur ini dilaksanakan secara makroskopik atau
mikroskopik. Dalam pemeriksaan mikroskopik,permukaan spesimen
diperiksa melalui mikroskop metalurgi untuk mengetahui jenis struktur
dan rasio komponen-komponennya,untuk menentukan sifat-sifat
materialnya.

E. LANGKAH KERJA PRAKTEK


E.1 Desain Kerja Praktek
Kerja praktek dilakukan dengan melakukan analisis material dan teknik
inspeksi pada suatu material.Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi jenis
material maupun inspeksi yang digunakan pada material yang mengalami cacat
tersebut.Setelah mendapatkan data-data yang diperlukan,maka dilakukan analisis
lanjut pada spesimen tersebut.Analisis spesimen dapat memperkecil risiko
kerugian dan cacat pada suatu material baja.

E.2 Ruang Lingkup dan Batasan Kerja Praktek

Kerja praktek ini mempertimbangkan kondisi jalannya suatu produksi dan


material bahan yang dibutuhkan,serta kandungan dan komposisi material yang
terdapat didalam baja,sehingga menghasilkan baja yang bermutu.Proses analisis
dimulai dari sample material baja sehingga bisa dilakukan inspeksi pada material
tersebut.

E.3 Sumber Data


Data-data yang digunakan dalam analisis ini nantinya adalah data-data yang
meliputi:

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
1. Data material baja yang sesuai standar mutu di PT.KRAKATAU WAJATAMA

2. Data karakteristik dan komposisi material baja di PT.KRAKATAU


WAJATAMA,dengan sampel material baja sehingga dapat dilakukan inspeksi
material baja.
3. Buku pedoman operasi PT. KRAKATAU WAJATAMA (Manual Design).

E.4 Analisis dan Pengelolahan Data

Data-data yang didapat kemudian dikaji guna untuk mengetahui unjuk kerja
dan jenis material yang dipakai serta pemrosesan pada setiap produksi
baja.Selanjutnya data hasil pengkajian disusun dalam bentuk tabel dan diolah
lebih lanjut kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik.Bila ada perhitungan maka
satuan internasional (SI) yang akan digunkan untuk semua satuan hasil
perhitungan.

E.5 Diagram Alir

Adapun tahap-tahap penelitian dan pengambilan data yang dilakukan


dapat dilihat pada diagram alir berikut ini:
START

1.Pengenalan pabrik dan proses produksi


2.Pemahaman jenis material dan teknik pembuatan
material baja

Data-data operasi dan maintenance (Input) ;


1. Data Teknis dan pemrosesan meliputi: panduan
material,jenis material yang digunakan, jenis campuran
besi yang dipakai,kondisi pada saat difurnace dan
pencetakan,temperature,sistem pengerollan baja,dan data
penunjang lainnya, dimensi,cara kerja,serta teknik
pembuatan material baja
2. Data Lapangan
3. Spesifikasi komponen untuk mengetahui performance
komponen sesudah dan sebelum di analisis.

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Pengkajian data :
Dari pengamatan akan didapat antara lain : jenis material yang digunakan,proses pembuatan,
karakteristik dan sifat material yang sesuai standar mutu.proses pengerollan baja dsb.

Analisa Data:
Data-data yang didapat kemudian dianalisa guna mengetahui unjuk kerja dan penelitian inspeksi
material,jenis material yang dipakai serta proses pada setiap pembuatan material baja.

Hasil output:
1.spesifikas dan komposisi material.
2.identifikasi pada cacat material baja
atau evaluasi.
.

END

(Gambar 3. Diagram Alir Kerja Praktek)

E.6 PenjelasanDiagram Alir


Pada awal kerja praktek,penulis melakukan peninjauan dan pengamatan
terhadap sistem prosuksidi PT.KRAKATAU WAJATAMA untuk mengenali dan
memahami peoses produksi dan produk yang dihasilkan seperti H Beam,Bar
plane,Angle sama dsb.Setelah mengenal dan memahani,penulis harus mengetahui
dan memahami jenis-jenis material yang digunakan dan proses produksi baja yang
dihasilkan.

E.6.1 Data – Data Operasi dan Maintenance (Input)


Setelah mengenal komponen-komponen pada sistem pemipaan dan jenis-
jenis material serta teknik-teknik pengelasan, barulah kita mencari data-data
operasi dan maintenance (Input) ;
1. Data Teknis perpipaan meliputi : panduan material,jenis material yang
digunakan, jenis campuran besi yang dipakai,kondisi pada saat difurnace dan

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
pencetakan,temperature,sistem pengerollan baja,dan data penunjang lainnya,
dimensi,cara kerja,serta teknik pembuatan material baja
2. Data Lapangan
3. Spesifikasi komponen dan komposisi material untuk mengetahui standar
produk yang sesuai mutu dan baik.

E.6.2 Pengkajian Data


Setelah mendapatkan data-data diatas barulah kita bisa melakukan
pengkajian data Dari pengamatan tersebut akan didapat antara lain : jenis
material yang digunakan,teknik percetakan material,teknik pembentukan baja
batangan (Pengerollan),kekuatan material yang ada serta efisiensi material baja
yang dihasilkan.

E.6.3 Analisa Data


Data-data yang didapat kemudian dianalisaguna mengetahui unjuk kerja dan
jenis material yang dipakai serta proses produksi material baja.Bila ada
perhitungan maka satuan internasional (SI) yang akan digunkan untuk semua
satuan hasil perhitungan.

E.6.4 Hasil Output


Pada akhir kerja praktek penulis harus membuat hasil laporan dari
pengambilan data dan pengkajian yang telah dilakukan.Hasil output tersebut di
antaranya:
1.Spesifikasi komposisi material.
2.Hasil uji inspeksi material yang dihasilkan.
3.Proses permesinan dan produksi.
4.Kesimpulan dan saran.

Selain hal tersebut diatas, salah satu syarat kelulusan Mata Kuliah Kerja
Praktek ini adalah tugas khusus yang diberikan bersamaan dengan
berlangsungnya Kerja Praktek.Tugas khusus dapat berupa masalah meliputi
topik/ruang lingkup diatas,ataupun dapat disesuaikan dengan permasalahan yang

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
terjadi di lapangan. Untuk itu penulismemohon diberikan tugas khusus tersebut, di
bawah bimbingan tenaga ahli dari PT.KRAKATAU WAJATAMA.

F.WAKTU DAN JADWAL PELAKSANA

Kami mengusulkan untuk melaksanakan kerja praktek ini selama satu bulan
mulai tanggal 22 Desember 2017 s/d 22 Januari 2018.
Adapun jadwal kegiatan adalah sebagai berikut:

MINGGU KE
No. KEGIATAN
1 2 3 4 5

1 Orientasi V - - - -

2 Studi kepustakaan V - - - -

3 Praktek lapangan - V V V -
4 Tugas Khusus - - V V -
Penyelesaian
5 - - - V V
Laporan

Keterangan : V = Pelaksanaan Kegiatan


- = Tidak Ada Kegiatan
G. CONTACT PERSON
Nama : Ramdani Ade Saputra
No.HP/WA : 081274469410
Email : adanoscar11@gmail.com

H. PENUTUP

Demikianlah Proposal Kegiatan Kerja Praktek ini kami buat dengan


sebenarnya untuk diajukan pada perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin agar dapat
menjadi bahan pertimbangan.Sekiranya kami dapat ditempatkan di bagian yang
sesuai dengan Jurusan yang kami miliki,dan apabila kami ditempatkan di bagian
yang lain kami bersedia.Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
PROPOSAL KERJA PRAKTEK
PT. KRAKATAU WAJATAMA

INSPEKSI MATERIAL BAJA DAN PROSES PRODUKSI BAJA


PT.KRAKATAU WAJATAMA
CILEGON-BANTEN

1. Pelaksana
Nama : RAMDANI ADE SAPUTRA
NIM : 03051181520008

2. Tempat Pelaksanaan : PT.KRAKATAU WAJATAMA

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
3. Waktu Pelaksanaan : 22 Desember 2017 s/d 22 Januari 2018

Palembang Indralaya, November 2017

Menyetujui,

Ketua Jurusan Teknik Mesin Pembimbing Kerja Praktek

Irsyadi Yani, S.T., M.Eng., ph.D. Qomarul Hadi, S.T., M.T.


NIP.197112251997021001 NIP.196902131995031001

DAFTAR PUSTAKA

ASM Handbook. 1993“Welding, Brazing, And Soldering”. Volume 6. United


State Of America,
ASME Handbook. 2010“Welding and Brazing Qualification”. New York,
Ftkceria,2015“Pengujian Tidak Merusak NDT”.[online]:http://ftkceria
.wordpress.com (diakses pada 02 November 2017)
Lilik dan Tri Arief. 2012.Inspeksi: Deteksi Cacat pada Material Baja
Menggunakan Ultrasonik Non Destructive Testing. Semarang: Jurnal
Inspeksi Material. INFRM,466.
Reza,Fadhil.2014“Cacat pada Material”.[online]:http://Rezafadhil.Blogspot.co.id
(diakses pada 01 November 2017)

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
William D.Callister Jr. 2004 “Materials Science and Engineering” An
Introduction, Wiley.

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya