Anda di halaman 1dari 39

BAB III

PEMBAHASAN PENGARUH KERUSAKAN SPOOL

DEMAND VALVE KOMATSU HD 465-7

3.1 STEERING SISTEM KOMATSU HD 465-7R HEAVY

Sesuai dengan latar belakang dan tujuan penulisan tugas akhir ini,

pokok permasalahan yang tejadi adalahsteering wheelberat pada


saat
sedang diputar. Sistemsteeringmerupakan salah satu komponen
yang
sangat penting didalam rangkaianpower train, dan
merupakansafety
diviceyang jika dibiarkan kerusakannya akan
menyebabkankecelakaan.
Disini penulis akan membahas permasalahansteeringsistem yang

digunakan pada unit Komatsu HD 465-7R.

Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi padasteering systempada


alat
berat adalah sebagai berikut:

1 Steering wheelberat saat diputar


.
2 Bunyi benturan keras pada saatsteering wheeldibelokkan
.
3 Steering wheeltidak dapat menjaga posisi tetap lurus pada saat tidak
.
diputar

4 Turning radiusantara roda kanan dan kiri tidak sama


.
5 Steering armpatah
.

35
36

3.2 FLOW CHART PENANGANAN AWAL STEERING WHEEL


HEAVY PADA UNIT HD 465-7R

Start
Steering
whee
Data-data unit yang menjadi lmasi
asset
seperti unit model, engine hberat
model,
dan serial
number

Data Kerusakan yang diperoleh dari


laporan operator, daily
inspection Check kebocoran oli pada
dan outstanding
komponen steering system:
Steering pump, hose, demand
Steering wheel berat dan valve, orbitrol, steering
lambat
saatdibelokka cylinder, hydraulic filter
n

Schedule kan waktu unit


untuk
down repair dan persiapkan
spare
pa
rt Tidak terdapat
kebocoran
Pemeriksaan secara visual terhadap pada
komponen-komponen yang komponen
berhubungan dengan steering utama steering
sistem system

Check level oli hidrolik

Permasalahan ada di dalam


komponen utama
Level Oli steering
system
Low
<
standard
Harus dilakukan pengukuran
untuk mengetahui lebih
spesifik permasalahan ada
diman
Isi oli hydraulic sesuai a
standard dan running
te
st
Finish

Gambar 3.1Flow chartpenanganan awalsteering wheel heavysaat diputar


37

3.3 TROUBLE SHOOTING CHART

Jika steering wheel diputar dan


roda bisa bergerak
walaupun
lambat artinya orbitrol
masih
berfunsi karena ada aliran
oli
yang masuk ke steering
cylinder Not Kerusakan pada
OK Orbitrol/steering
valve
Kerusakan pada orbitrol
atau steering valve

Orbitrol masih
O berfungsi baik
K
Berat saat diputar
Steering Wheel Kerusakan pada
Not
OK demand
valve, steering dan
hoist
pump, solusi Replace

Apakah pressure relief valve


mencapai ukuran standard

Demand valve, steering


dan hoist pump dalam
Lakukan pengecekan apakah 2 kondisi baik
pressure relief valve 210 OK
kg/cm

Gambar 3.2Trouble Shooting Chart

3.3.1 Data-Data Unit

Data-data yang di uraikan di bawah ini merupakan spesifikasi dari

unit Komatsu yang mengalami kerusakan, sehingga unit


tersebut tidak
dapat beroperasi dengan baik dan menurunkan performance
unit itu
sendiri.
38

Tabel 3.1 Spesifikasi Unit

No Spesifikasi Description
1 Unit Model HD 465-7R
2 Engine Model SAA6D170E-5
6 cylinder, D type, Direct Injection,
3Engine Type
with Turbo charger and After Cooler
4 Steering system type Orbitrol type (Full hydraulic system)
5 Steering Oil Type SAE 10 (97 liter)
6 Hours Meter 415
8

3.4 TAHAPAN PEMERIKSAAN

Sesuai dengan spesifikasi unit diatas permasalahan yang terjadi

padasteeringsistem adalahsteering wheelberat pada saat sedang

dibelokkan. Hal ini sangat mempengaruhi performancedari unit sendiri.

Kerusakan yang terjadi pada sistemsteeringkarena akibat


dari
salah satu komponen yang ada padasistemsteeringHD 465-7R
tidak
bekerja dengan baik atau mengalami kerusakan,
untukmengetahui
kerusakan terhadap komponen sistemsteeringtersebut maka harus

dilakukan pemeriksaan, agar dapat diketahui penyebabnya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui letak kerusakan yang

terjadi terhadap komponen sistemsteering, sekaligus


menganalisanya.
Prosedur pemeriksaan dilakukan dengan cara,
mengoperasikansteering,
memposisikansteering cylinder full stroke(relief pressure steering),

memposisikanhoist cylinder raise(relief pressure hoist). Kemudian

naikkan putaranenginesecara bertahap, dan ukursteering relief pressure

pada saatsteering cylinder full stroke, standar untuksteering


relief
pressureyaitu210 kg/cm² pada saathigh idle, untukrelief pressure load
39

sensingyaitu180-210 kg/cm² saathigh idle, untukrelief pressure hoist

yaitu210 ± 10 kg/cm².

3.4.1 Pemeriksaan Steering System Secara Visual

Sebelum menangani permasalahan yang terjadi


padasteering
systemsecara spesifik, sebaiknya melakukan pemeriksaan secara
visual
terlebih dahulu. Sebab untuk menanganitrouble shootingdi mulai
dari
hal-hal yang paling sederhana selanjutnya meningkatke bagian
yang
paling spesifik.

Langkah-langkah pemeriksaan secara visual terhadaptroubleatau

permasalahan yang terjadi disteering systemadalah sebagai berikut :

1.Memeriksa level oli hidrolik, diperiksa saatenginehidup dan hasilnya

setelah diperiksa, oli dalam posisi level dibawah L(low) hampir tidak

kelihatan didalam glass.

2.Periksa semua kebocoran oli hidrolik disteeringsistem, seperti tangki

hidrolik,hosedanpipe,hydraulic pump,hydraulic valve,hydraulic

cylinder. Berdasarkan pemeriksaan secara visual tidak


terdapat
kebocoran pada komponen-komponen utamasteeringsistem.

3.MemeriksastrainerpadaSteeringDanHoist pumphasilnya tidak

terdapat pecahan logam halus berartisteeringdanhoist pumptidak ada

kerusakan.

4.Memeriksafilteroli hidrolik hasilnya ok atau tidak ada kerusakandan

tidak buntu.

5.MemeriksaCheck valvehasilnya ok dan tidak buntu.


40

3.4.2 Prosedur Pemeriksaan dan Pengukuran PenyebabSteering System

Abnormal (Steering Wheel berat)

Prosedur pemeriksaan dan pengukuran dilakukan dengan


tujuan
untuk mengetahui penyebab mengapasteering wheelberat pada
saat
diputar, dan mencari komponen yang mengalami kerusakan
yang
mengakibatkansteeringsystempada unitabnormal. Inti pemeriksaan ini

dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi menjadi


lebih
spesifik dan langsung ke inti permasalahan, kemudian melakukan langkah

perbaikkan (repair) sebagai penyelesaian akhir untuk mengatasi

permasalahan yang terjadi agar nantinya permasalahan atau


kerusakan
seperti ini tidak terjadi kembali dan memperkecilbreak down timepada

unit yang bersangkutan.

Diantara presentasi kerusakan yang terjadi padasteering system,

dan dari hasil sample 20 unitHeavy Dump TruckKomatsu, 80% problem

pada steering system adalah steering wheel berat pada saat sedang diputar

danturning timeterlalu lama.

Langkah-langkah pemeriksaan dan pengukuran penyebab steering

unit abnormal di jelaskan secara umum pada gambar 3.3 komponen yang

akan di periksa padasteering systemyang berkaitan dengan


terjadinya
permasalahan adalah sebagai berikut :

Langkah-langkah pemeriksaan dan pengukuran penyebabsteering

unit abnormaldi jelaskan secara umum pada gambar 3.3.


41
Start

Level oli
Steering Wheel berat dan di bawah Shut off engine
lambat saat di lo
putar w
Tambahkan Oli hydraulic
Hidupkan mesin (engine
running)
Check Strainer

Check Oil level hydraulic


tank
Strainer
Check relief pressure
Hidupkan mesin tidak ada
steering saat steering (engine running) partikel
cylinder full stroke loga
m
Hasil pengukuran pada
saat
Low Idle

Standard ≤190
Highkg/cm²
Idle 210±10 Internal
High Idle < 210 kg/cm ²
kg/cm² Ukur load sensing
valve untuk mengetahu
Leakage
yan pada LS valve
demand
g valve
membuat oil memberikan
pilot ke demand valve
pressure
drop
Setelah dilakukan
Hasil pengukuran pada saat
overhaul diketahui 2Low Idle≤190
bawha spool kg/cm
High Idle < 210 kg/cm²
demand valve
scratch akibatnya Overhau Standard: 180-210 kg/cm²
l Demand Valv Ket: LS masih bagus
tidak full open e karena
membaca sesuai output dari
karena ada internal relief pressure steering
leak
Replace
Demand
valv
e

Steering Wheel Install Demand Valve


Normal New part

Fini
sh
Gambar 3.3Flow chartpemeriksaan penyebabsteering wheel heavy
42

3.5 LANGKAH PEMERIKSAAN

Langkahpemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui


komponen
yang rusak, yang bertujauan untuk mengetahui secaraakurat
letak
kerusakannya.

3.5.1 Pemeriksaan Terhadap Level Oli Hidrolik

Pemeriksaan terhadaplevel olihidroliksuatu hal yang penting, oli

hidrolik berfungsi untuk mensuplai tekanan oli pada saatsteering

digunakan, maka apabila ada masalah ketidak efektifan pada sistem

steering paling utama dilakukan pemeriksaan adalahlevel olihidrolik.

Adapun langakah yang diperlukan untuk melakukan pameriksaanlevel oli

hidrolikyaitu :

Melihat padalevel olihidrolikyangterdapat disebelah kiri unit

pada tangki oli hidrolik atau padacontrol panel. Cek levelnya yaitu pada

saatenginerunning(low idle)oli harus berada pada level diantaraL(low)

danH(high) bagian bawah atau pada saatenginestopoliharus berada

pada level diantaraL ( low) danH(high) bagian atas, pemeriksaan

dilakukan pada saatenginehidup.

Gambar 3.4 Level hydraulic Tankpada saat engine tidak running


(foto)
43

3.5.2 PemeriksaanRelief Pressure


SteeringRelief Pressure Steering
Pemeriksaan Pemeriksaanrelief pressure steeringmerupakan hal
yang penting.merupakan hal yang penting.
Adapun langkah--langkah pemeriksaannya sebagai berikut:

1 Lepaskan plug sebagaimana di gambarkan pada gambar


. Lepaskan plug sebagaimana di gambarkan pada gambar
Lepaskan plug sebagaimana di gambarkan pada gambar berikut.
berikut. berikut.

Gambar 3.5 Gambar 3.5Plug Relief Pressure


Steering
(foto)
2 Pasangnipplenipplesebagaimana digambarkan pada gambar
. berikut.sebagaimana digambarkan pada gambar berikut.

Gambar 3.6Nipple
(foto)
44

3 Hubungkanhose oil pressure gaugerating maksimal yang digunakan


.
adalah yang bertekanan 40 Mpa (400 kg/cm²) pada nipplepada gambar

di atas dan lakukan pengukuran pada saatlow idledanhigh idle.

Gambar 3.7Relief pressuresteering low idle


(foto)

Gambar 3.8Relief pressure steering high idle


(foto)
45

4 Dari langkahDari langkah-langkah pemeriksaan tersebut maka di dapat


. hasil actual hasil actual
darirelief pressure steeringrelief
pressure steeringyaitu:
 Actual ActualLow Idle:180 kg/cm²

 Actual :130 kg/cm²


ActualHigh Idle
 StandardStandardLow Idle:190 ± 10 kg/cm²

 Standard High IdleStandard High Idle:210 ± 2

10 kg/cm
3.5.3 PemeriksaanRelief Pressure Load Sensing
Relief Pressure Load Sensing
Pemeriksaan Pemeriksaanrelief pressure load
sensingmerupakan hal yang merupakan hal yang
penting, dari pada oli harus tetap terjaga karena akan
tekananpenting, sangadari pada oli harus tetap terjaga karena
tekanan akan kerja
berpengaruh terhadap sangatberpengaruh
t terhadap
kerjasteeringdanhoistuntuk itu dilakukan untuk itu dilakukan
pemeriksaanrelief pressure load
sensingrelief pressure load sensing.
Langkahpemeriksaanya adalah sebagai
berikut :pemeriksaanya adalah sebagai berikut :
1 Lepaskan plug sebagaimana di gambarkan pada gambaLepaskan
. plug sebagaimana di gambarkan pada gambarberikut. berikut.

Gambar 3.9Gambar 3.9Plug Pressure Load


Sensing
(foto)
46

2 Pasangnipplesebagaimana digambarkan pada gambar berikut.


.

Gambar 3.10Nipple
(foto)

3 Hubungkanhose oil pressure gaugerating maksimal yang digunakan


.
adalah yang bertekanan 40 Mpa (400 kg/cm²) pada nipplepada gambar

di atas dan lakukan pengukuran pada saatsteering cylinder stroke end.

Gambar 3.11Relief pressure load sensing


(foto)

4 Dari langkah-langkah pemeriksaan tersebut maka di dapat hasil actual


.
darirelief pressure load sensingyaitu:130 kg/cm² spesifikasi pressure

standard: 180-210 kg/cm².


47

Ket: LS padaDemand valveDemand valvemasih berfungsi dan bekerja karena


dapat kerja karena dapat
membaca sesuai dengan membaca sesuai
denganoutputdarirelief pressure steering.
3.5.4 PemeriksaanRelief Pressure
HoistRelief Pressure Hoist
Pemeriksaan Pemeriksaanrelief pressure hoistmerupakan hal
yang penting, merupakan hal yang penting,
tekanan yang menuju tekanan yang menujuhoistharus tetap terjaga karena
sangat berpengaruh harus tetap terjaga karena sangat berpengaruh
terhadap kerjasteeringsteeringuntuk itu dilakukan pemeriksaan
terhadap untuk itu dilakukan pemeriksaan terhadaprelief
pressure hoist.

Langkah pemerikasaanya adalah sebagai


berikut :Langkah pemerikasaanya adalah sebagai
berikut :
1 Lepaskan plug Lepaskan plugsebagaimana di gambarkan pada
. gambarberikut.berikut.

Gambar 3.12 Gambar 3.12Plug relief


pressure hoist
(foto)
2 Pasangnipplenipplesebagaimana digambarkan pada
. gambarberikut.berikut.

Gambar 3.13Nipple
(foto)
48

3 Hubungkanhose oil pressure gaugerating maksimal yang digunakan


.
adalah yang bertekanan 40 Mpa (400 kg/cm²) pada nipplepada gambar

di atas dan lakukan pengukuran pada saathoist cylinder raise.

Gambar 3.14Relief pressure hoist


(foto)

4 Dari langkah-langkah pemeriksaan tersebut maka di dapat hasil aktual


.
darirelief pressure hoistyaitu:210 kg/cm²spesifikasipressure

standard:210 ± 10 kg/cm².

3.5.5 Pemeriksaan Check Valve

Pemeriksaancheck valvedilakukan untuk mengetahui


terjadinya
kebuntuan padacheck valvekarena buntunyacheck valvemerupakan salah

satu penyebab terjadinyasteeringberat.

Langkah pemeriksaannya adalah sebagai berikut:

1 Remove check
. valve

Gambar 3.15Check Valve


(foto)
49

2 Tiup menggunakan tekanan angin dariportA ke Bcheck valveuntuk


.
mengetahui bahwaline check valvetidak buntu.

Gambar 3.16 Port check valve


(foto)

3. Setelah ditiup menggunakan tekanan angin dariportA ke B tekanan

angin bisa keluar dan dariportB ke A tekanan angin


tidak dapat
keluar.Check valvebagus tidak buntu dapat mengarahkanoil pressure

1 arah (one direction).

3.5.6 Pemeriksaan Steering Dan Hoist Pump

Pemeriksaan padasteeringdanhoist pumpdilakukan untuk

mengetahui kondisi dari pompasteeringdanhoistdapat berfungsi dengan

normal atau tidak dan memastikanoil supplykehoistdansteeringsesuai

dengan standard.

Pompasteeringdanhoistmerupakan bagian yang penting pada

sistem hidrolik untuksteeringdanhoist, karena berfungsi untuk mensuplai

oil hydraulicke sistem dan merubah tenagamechanical menjadi


tenaga
fluidahidtolik dan bersama komponen hidrolik yang lain
membuatoil
pressure.
50

Langkahpemeriksaannya adalah sebagai


berikut:pemeriksaannya adalah sebagai berikut:
1 Melihat apakah ada kebocoran pada bagian pMelihat apakah ada
. kebocoran pada bagian pompasteeringsteeringdanhoist
yang terdapat pada gambar di bawah g
terdapat pada gambar di bawahini.

Gambar 3.17 Gambar 3.17SteeringdanHoist


Pump
(foto)
2 Ukurrelief pressure
. steeringrelief pressure
steering
Hasilnya:

 Low IdleLow Idle: 180


kg/cm²
 High IdleHigh Idle: 130
kg/cm²
 StandardStandard: 210 ± 10
kg/cm²
3 Ukurrelief pressure load sensingrelief
. pressure load sensingnya
Hasilnya:

 High IdleHigh Idle: 130


kg/cm²
 StandardStandard: 180-210
kg/cm²
4 Setelah dilakukan pengukuran dan di dapat Setelah dilakukan
. pengukuran dan di dapathasil yang aktual antara ktual
antara
relief pressure steeringrelief pressure steeringdenganrelief
pressure loadsensingsensingyang
perbandingan input dan perbandingan input danoutputnya pada
saathigh idlesama artinya sama artinya
pompasteeringsteeringdanhoistpumpmasih bagus dan masih
bekerja masih bagus dan masih bekerja
normal.
51

3.5.7 Pemeriksaan Steering Valve (Orbitrol)

Steering valveberfungsi sebagaidirectional control


valveuntuk
mengarahkan aliran oli pada saatenginebekerja (pumpbekerja ).

Pemeriksaansteering valvedilakukan untuk mengetahui


kondisi
daristeering valvedapat berfungsi dengan normal atau tidak.

Langkah pemeriksaannya adalah sebagai berikut:

1 Ukurrelief pressure load sensingdanrelief pressure steeringjika


.
relief pressure load sensingdanrelief pressure
steeringhasilnya
berbeda berartisteering valve atauload sensingyang rusak.

2 Melakukan pengukuranrelief pressure load sensingdanrelief


.
pressure steering.

 Relief pressure load sensing

High Idle: 130 kg/cm²

Standard : 180-210 kg/cm²

 Relief pressuresteeringnya

Low Idle : 180 kg/cm²

High Idle : 130 kg/cm²

Standard: 210 ± 10 kg/cm²

3 Dari hasil pengukuranrelief pressure load sensingdanrelief


.
pressure steeringhasilnya sama berartisteering valvedanload

sensingmasih bagus.
52

Gambar 3.18Steering Valve


(foto)

3.5.8 PemeriksaanCross Over Relief


ValveCross Over Relief Valve
Cross over relief berfungsi untuk membebaskan
valveCross over relief atau berfungsi untuk membebaskan
valve
meredamabnormal pressureabnormalatau
pressureakibat pengaruh dari
luar.Pemeriksaan pada Pemeriksaan pada
cross over relief valvecross over relief valveuntuk
mengetahuipressure-pressurepressureyang
abnormal.

Langkah pemeriksaannya adalah sebagai


berikut:Langkah pemeriksaannya adalah sebagai
berikut:
1 Melihat apakah ada kebocoran Melihat apakah ada
. kebocoranpadahose-hosedisekitar disekitarcross over
relief valve.

Gambar 3.19 Gambar 3.19Cross over


relief valve
2 Kemudian dilakukan pemeriksaan pressure (foto)
oli padaKemudian
. dilakukan pemeriksaan pressure oli padacross crossover relief
valve
.
53

3.5.9 PemeriksaanSteering
CylinderSteering Cylinder
Pemeriksaan Pemeriksaansteering cylinderdilakukan untuk
mengetahui apakah dilakukan untuk mengetahui apakah
terjadi keausan, kebocoran dan kerusakan pada terjadi keausan,
kebocoran dan kerusakan padacylinder steeringcylinder
steeringyang
dapat mengakibatkan dapat
mengakibatkansteeringmenjadi berat.
Langkah pemeriksaanya adalah sebagai
berikut:Langkah pemeriksaanya adalah sebagai
berikut:
1 Melihat apakah ada kebocoran disekitar Melihat apakah
. ada kebocoran disekitarcylinder steering.

Gambar 3.20 Gambar 3.20Steering


Cylinder
(foto)
2 Check keausan dari Check keausan darirod
. cylinderdan pelumasannya.
3.5.10 PemeriksaanDemand
ValveDemand Valve
Demand berfungsi untuk menjaga agar aliran oli
valveDemand yang berfungsi untuk menjaga agar aliran
valve
menujusteering oli yangsystemtetap konstan. Pemeriksaan
systemsteering
padademand valvedemand valve
dilakukan karena kan karenademand valvemerupakan bagian yang
berpengaruh dari merupakan bagian yang berpengaruh dari
kerjasteering
systemstem.
Langkah pemeriksaannya adalah sebagai
berikut:Langkah pemeriksaannya adalah sebagai
berikut:
1 Lakukan pengukuran Lakukan pengukuranrelief pressure
. steering,pengukuran pengukuranrelief
pressure load sensingpressure load sensing, pengukuranrelief pressure
hoistsemua disemua diukur
di areademand
valvedemand valve.
2 Removedancheck demand valve
.
55

18 detik
(steering
5 Turning Time Dari Kanan wheel tidak
4 detik Not OK
Steering ke Kiri dapat full
stroke)
16 deik
(steering
Dari Kiri ke
wheel tidak 4 detik Not OK
Kanan
dapat full
stroke)
Ditiu
Filter Steering dan pmenggunakan
6 - Tidak Buntu -
Check Valve angin dari port
1&2

3.7 DATA HASIL PEMERIKSAAN

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah


dilakukanterhadap
komponen-komponen yang berkaitan dengan penyebabsteering abnormal

(steering berat),maka bab ini akan menjelaskan hasil pemeriksaan untuk

mengetahui letak dari penyebabsteering abnormal.

3.7.1 Level Oli Hidrolik

Level oli hidrolik pada saat engine running ada di bawahlow

kurang dari standard yang diizinkan.

3.7.2 Relief Pressure Steering

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan diatas makadidapatkan

data-data sebagai berikut :

Tabel 3.3 Hasil pemeriksaanrelief pressure steering

Aktual hasil Spesifikasi


N Engine Rpm Keterangan
o Pengukuran Standard
1 Low Idle 180 kg/cm 190±10 kg/cm OK
2 2

2 High Idle 130 kg/cm 210±10 kg/cm Not OK


2 2
56

Dari hasil ini dapat dianalisa bahwa tekanan darirelief


pressure
steeringtidak standar jadi menyebabkansteeringtidak bekerja normal.

3.7.3 Relief Pressure Load Sensing

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan diatas makadidapatkan

data-data sebagai berikut :

Tekanan oli padarelief pressure load sensingaktualnya adalah130

kg/cm², pada saathigh idle. Standar:180-210 kg/cm².

Ket: Load Sensing valve padaDemand valvemasih berfungsi dan

bekerja dengan baik karena dapat membaca sesuai dengan pressureoutput

darirelief pressure steering.

3.7.4 Relief Pressure Hoist

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan diatas makadidapatkan

data-data sebagai berikut :

Tekanan oli padarelief pressure steeringaktualnya adalah 210

kg/cm². Standar: 210 ± 10 kg/cm²

Dari hasil ini dapat dianalisa bahwarelief pressure hoistsesuai

standardjadi penyebabsteering heavyitu bukan pengaruh darirelief

pressure hoistpada saat posisicylinder hoist raise.

3.7.5 Check Valve

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan diatas membuktikan bahwa

kondisicheck valvemasih bagus karena ketika di tiup


menggunakan
tekanan angin check valvetidak buntu.

Dari hasil ini maka mengindikasikan bahwa penyebabsteering

heavyitu bukan daricheck valve.


57

3.7.6 Steering Dan Hoist Pump

Dari hasil pemeriksaansteeringdanhoist pumpmembuktikan

bahwa kondisi pompasteeringdanhoistdalam keadaan normal


karena
tidak ada kebocoran pada bagian pompasteeringdanhoist.

Setelah dilakukan pengukuran dan di dapat hasil yang aktual antara

relief pressure steeringdenganrelief pressure load sensingyang

perbandingan input dan outputnya sama, berarti pompasteeringdanhoist

pumpmasih bagus dan masih bekerja dengan baik.

Dari hasil ini maka penyebabsteering wheel heavyitu bukan dari

pompasteeringdanhoist.

3.7.7 Steering Valve (Orbitrol)

Dari hasil pemeriksaansteering valvemembuktikan bahwa kondisi

steering valvedalam keadaan normal karena dari hasil pengukuranrelief

pressure load sensingdanrelief pressure steeringhasilnya sama, berarti

steering valvedanload sensingmasih bagus.

Jikarelief pressure load sensingdanrelief pressure steering

hasilnya berbeda berartisteering valveatauload sensingyang rusak.

Dari hasil ini mengindifikasikan bahwa penyebabsteering wheel

heavyitu bukan daristeering valve-nya.

3.7.8 Cross Over Relief Valve

Dari hasil pemeriksaancross over relief valvemembuktikan bahwa

kondisicross over relief valvetidak ada masalah karenapressuredicross

over relief valvenormal dan tidak ada kebocoran di sekitar komponenini.


58

Dari hasil ini mengindifikasikan bahwa Dari hasil ini


mengindifikasikan bahwacross over relief valvecross over
relief normal
dalam keadaan valve dan tidak ada masalah yang dapdalam keadaan
normal dan tidak ada masalah yang dapdalam keadaan normal dan tidak ada
masalah yang dapat mengat mengat mengakibatkan
steering wheel
heavy.wheel heavy.
3.7.9Steering
CylinderSteering
Cylinder Dari hasil pemeriksaan Dari hasil membuktikan
pemeriksaancylinder steering bahwa membuktikan
kondisicylinder dalam keadaan normal bahwa
karena tidak
steeringcylinder steering ada dalam keadaan normal karena
tidak pada
kebocoran, keausan dan kerusakan adakebocoran,
keausan dan kerusakan padacylinder steering.
Dari hasil ini mengindifikasikan bahwa Dari hasil ini
mengindifikasikan bahwacylinder steering cylinder
steeringnormal
dan tidak mempengaruhi pengaruhisteering
wheel heavy.
3.7.10 Demand
Valve
Dari hasil pemeriksaan Dari hasil pemeriksaandemand
valveditemukanspool demand spool demand
valveyangscratchsc
ratch.

Gambar 3.22 Gambar 3.22Demand Valvesetelah


didisassembly
59

Gambar 3.23 Gambar 3.23Spool Demand Valve


Scratch
(foto)
Dari hasil ini dapat diidentifikasi ari hasil ini dapat diidentifikasibahwaspool
demand valvespool demand valveyang
scratc ini yang menyebabkan ini yang menyebabkansteering
h wheel heavypada saat diputar.pada saat diputar.
Kerusakanspool demand valvespool demand valvedikarenakan
kurangnya pelumasan pada dikarenakan kurangnya pelumasan
pada
demand valve, hal ini dapat dilihat dari level oli hidrolik yan, hal ini dapat
dilihat dari level oli hidrolik yan, hal ini dapat dilihat dari level oli hidrolik
yang
pada dibawah g dibawah g dibawahlow
saat pemeriksaan karena kurangnya pelumasan akpada
saat pemeriksaan karena kurangnya pelumasan akpada saat
pemeriksaan karena kurangnya
demand valvebergesekan pelumasan
dengan bergesekan akibatnya ibatnya
denganhousing-nya
ibatnyaspool
sehinggaspool mengalami l mengalami
scratch
.
Scratch-nya nyaspool demand valvemenyebabkaninternal
leakagernal leakage
didalamvalveitu sendiri dan membuat itu sendiri dan
membuatspool demand valvetidak mau
terbukafullpada saat pada saathigh idlesehinggasuplai oli dari
pompasuplai oli dari pompasteering
yang akan di prioritaskanyang akan di prioritaskankesteering valveakan
berkurang dan akan berkurang danpressure-
nya akan turun dan tidak mampu dan tidak mampuuntuk
menggerakkansteering cylindersteering cylinder.
Mengakibatkansteering wheelsteering wheelmenjadi berat saat
sedang dibelokkan hal menjadi berat saat sedang dibelokkan hal
ini disebabkan karena tekanan ini disebabkan karena tekananoli yang
menujusteering valve dan steering e dan steering
cylindertekanannya
rendah.tekanannya rendah.
60

3.8 ANALISA HASIL PEMERIKSAAN

Setelah dilakukan pemeriksaan yang telah dijelaskanpada


bab
sebelumnya, dari hasil pemeriksaan tersebut dapat dianalisa
penyebab
tidak bekerjanya dengan baiksteeringsistem adalah karena
terdapat
scracthpadaspool demand valveyang mengakibatkaninternal leakagedi

dalamdemand valvesehinggaoil pressureyang berfungsi sebagaipilot

sensinguntuk menggerakkanspool demand valve pressurenya akandrop

karena ada kebocoran dan tidak mampu untuk menggerakanspoolsampai

full openakibatnya aliran oli daristeering pumptidak dapat sepenuhnya

diprioritaskan kesteering valveuntuk diteruskan kesteering cylinder.Oil

pressureyang menuju kesteering valvemenjadi tidak lancar


sehingga
pressureyang dihasilkan rendah mengakibatkansteering
wheelmenjadi
berat karena suplai oli yang menuju steering valve kurang.

3.8.1 Analisa Hasil Pemeriksaan Steering System

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut maka diperoleh data yang

aktual langsung dari hasil pengukuran pada saat


pengerjaantrouble
shooting steering abnormalyang diperkirakan kerusakan terjadi
pada
Demand Valvekarena pada saat pengukuranrelief pressuresteeringtidak

mencapaipressure-nya yaitu:

 Low Idle: 180 kg/cm²

 High Idle: 130 kg/cm²

 Standard: 210 kg/cm²


61

SedangkanLoad SensingpadaDemand valveyang berfungsi

sebagai sensing kesteering valve pressure-nya bagus yaitu 130 kg/cm²

(Standard: 180-210 kg/cm²).

KarenaLoad valvemembaca sesuai denganoutputdari


Sensing
steering valve. Jadi ada kemungkinan tidak terjaditroublepadasteering

valvekarena kondisiLoad Sensing valveyang masih berfungsi


atau
bekerja.

3.9 LANGKAH PERBAIKAN

Setelah dilakukan proses pemeriksaan kemudian didapatkan


hasil
pemeriksaannya dan selanjutnya dilakukan analisa terhadap penyebab dari

kerusakan, maka dapat disimpulkan bahwa penyebab tidak


bekerjanya
dengan baiksteering systemdiakibatkan oleh kerusakan padaspool

demand valveyaituspool demand valve scratchyang mengakibatkan

internal leakage, untuk itu harus dilakukan


perbaikan/penggantian
terhadap komponenspool demand valveyang rusak, maka
dilakukan
penggantianpartyang rusak dengan part yang baru.

Dalam melakukan penggantianpartdiharuskan sesuai dengan

prosedurnya adapun langkah yang dilakukan pada


saatpenggantian part
yaitu sebagai berikut :

1. UninstallDemand valve assy. P/N: 702-21-01502

2. UninstallLine filter hydraulic

3. Uninstall Hydraulic filter

4. InstallDemand valve assy. P/N: 702-21-01502


62

5. InstallInstallLine filter
hydraulic
6. InstallInstallHydraulic filter

7. LakukanLakukanflushing hydraulic
system
Setelah melakukan langkah perbaikkan dan Setelah
melakukan langkah perbaikkan danfinal inspectionfinal
kemudianinspection,
melakukan pemeriksaan secara visual dan pekemudian melakukan
pemeriksaan secara visual dan pekemudian melakukan pemeriksaan secara
visual dan pengukuran
yaitu melakukan kembali
pengukuran ngukuran
yaitu kembali ngukuran kembali
melakukan
pengukuranrelief pressure steering.
Adapun langkah--langkah pemeriksaannya sebagai berikut:

1 Lepaskan plug sebagaimana di gambarkan pada gambar


. Lepaskan plug sebagaimana di gambarkan pada gambar
Lepaskan plug sebagaimana di gambarkan pada gambar berikut.
berikut. berikut.

Gambar 3.24 Gambar 3.24Plug Relief Pressure


Steering
(foto)
2 Pasangnipplenipplesebagaimana digambarkan pada gambar
. berikut.sebagaimana digambarkan pada gambar berikut.

Gambar 3.25Nipple
(foto)
63

3 Hubungkanhose oil pressure gaugedengan maksimal rating


. yang
digunakan adalah yang bertekanan 40 Mpa (400 kg/cm²) padanipple

pada gambar di atas dan lakukan pengukuran pada saatlow idledan

high idle.

Low High Idle


Idle

Gambar 3.26Relief pressure steering


(foto)

Tabel 3.4 Hasil PengukuranReliefpressure Steering

Aktual hasil Spesifikasi


N Engine Rpm Keterangan
o Pengukuran Standard
1 Low Idle 180 kg/cm 190±10 kg/cm OK
2 2

2 High Idle 210 kg/cm 210±10 kg/cm OK


2 2

Setelah melakukan penggantianDemand Valve dikarenakanspool

deman valve scratchdan sangat mempengaruhiperformancedari


d
steering systemmaka dilakukan kembali pengukuranrelief
pressure
steering untuk memastikansetting pressureuntuksteeringsistem sesuai

dengan standard. Dan untuk memastikan bahwa permasalahan yang terjadi

sudah berhasil diperbaiki. Sesuai dengan tabel 3.26diatas


didapat hasil
64

pengukuranRelief pressure steering180kg/cm


2
pada saatLow idledan
210kg/cm
2
pada saatHigh idle. Hasilsetting pressureyang didapat sudah
sesuai dengan spesifikasi standard. Dan setelah
dilakukanrunning test
steering wheeltidak berat lagi saat dibelokkan dan
kecepatannyapun
normal.Steering Systemsudah berfungsi dengan baik, dan
permasalah
sudah diatasi.

3.1 PERHITUNGAN RELIABILITY, AVAILABILITY,


0
MAINTAINABILITY

Kebanyakan industri komoditas, misalnya industri


pertambangan
atau pertanian menggunakan alat berat sepertiexcavator,wheel
loader,
tractor,dump truckuntuk operasi produksinya (loading,houling,dan

dumping). Operasi produksi tersebut hampir dilakukan setiap


hari tanpa
berhenti. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa peranalat-alat
berat
tersebut sangat penting dari keberlangsungan operasi industri komoditas.

Alat berat pada industri pertambangan memiliki beban kerja yang

besar. Alat berat ini memiliki karakteristik-karakteristik tertentu sehingga

memerlukan perawatan yang tinggi, yaitu :

1 Memerlukan insvestasi yang besar, sehingga return of


. asset
(ROA) harus tinggi.

2 Terdiri dari komponen dan teknologi yang kompleks.


.
3 Memerlukan availabilitas tinggi karena digunakan
. hampir 24
jam nonstop.

4 Memiliki umur yang panjang.


.
65

3.10. Data Pemeliharaan


1
Untuk dapat mengukur kinerja pemeliharaan yang
terdapat di
workshop,diperlukan datahistorypemeliharaan peralatan berat selama

tahun 2012. Data pemeliharaan terebut selanjutnya diolah didasarkan atas

parameter-parameter pemeliharaan yang terdapat padaTotal


Productive
Maintenance(TPM). Parameter-parameter tersebut adalahOverall

Equipment Effectiveness(OEE),Availability(ketersedian alat),Mean

Down Time(Rata-rata waktu kerusakan alat),Mean Time


Between
Failures(MTBF),Mean Time To Repair(MTTR). Tabel 3.5 merupakan

historypemeliharaan alat berat selama Januari – Desember2012.

Tabel 3.5 History Pemeliharaan Alat Berat Tahun 2012

Total
Waktu Down Frekuensi
No Alat Model Waktu Alat
Terjadwal Time Down
Beroperasi
Alat (Jam) (Jam) Time
(Jam)
DT 2320 HD 5705 1132 4573 47
465-7R
DT 2321 HD 465-7R 6315 722 5593 35

DT 2322 HD 5243 1009 4234 34


465-7R
DT HD 59 17 41 6
2323 465-7R 45 74 71 1
DT 2324 HD 465-7 4193 946 3247 29

DT 2325 HD 465-7 5153 157 4997 17

DT HD 465-7 34 13 32 2
2326 16 0 86 3
DT 2327 HD 465-7 5589 508 5081 23

DT 2328 HD 785-7 5908 1470 4438 41

DT HD 785-7 65 34 61 5
2329 38 1 97 1
66

DT 2330 HD 785-7 6440 1083 5357 43

DT HD 39 34 36 4
2331 465-7R 46 3 03 0
DT 2332 HD 3184 178 3006 20
465-7R
DT 2333 HD 465-7R 7131 243 6888 35

DT HD 32 96 22 2
2334 465-7R 57 4 93 8

Dari data pemeliharaan ini selanjutnya akan ditentukan


besarnya
parameter-parameter TPM sebagai berikut.

3.10. Availability(Ketersediaan Alat)


2
Availabilitymerupakan ukuran besarnya total waktu
penggunaan
alat dalam satuan persentase.Availabilitydihitung dengan
menggunakan
persamaan:


100%
Sebagai contoh, untuk alat berat dengan nomer alatDT 2320
akan
diperoleh availability sebesar:

5705 1132
5705
Dengan cara 100%availability
yang sama, diperoleh 80,16% untuksemua alat
seperti
terlihat di tabel 3.6.

Tabel 3.6AvailabilityAlat Berat Tahun 2012

No. Alat Model Availability(%)

DT 2320 HD 465-7R 80,16

DT 2321 HD 465-7R 88,57


67

DT 2322 HD 465-7R 80,75

DT HD 70,
2323 465-7R 16
DT 2324 HD 465-7 77,44

DT 2325 HD 465-7 96,96

DT HD 465-7 96,
2326 19
DT 2327 HD 465-7 90,91

DT 2328 HD 785-7 75,12

DT 2329 HD 785-7 94,78

DT HD 785-7 83,
2330 18
DT 2331 HD 465-7R 91,31

DT 2332 HD 465-7R 94,41

DT HD 96,
2333 465-7R 59
DT 2334 HD 465-7R 70,41

3.10. Mean Down Time(Rata-Rata Waktu Kerusakan Alat)


3
Mean Down Time(MDT) adalah waktu rata-rata berhentinya alat

akibat terjadinya kerusakan. MDT dihitung dengan menggunakan

persamaan:

Sebagai contoh untuk alat berat dengan nomor alat DT


2320 akan
diperoleh MDT sebesar:

1132
47
24,09
68

Dengan cara yang sama, diperoleh MDT untuk semua alat seperti

terlihat pada tabel 3.7.

Tabel 3.7Mean Down Time(MDT) Alat Berat Tahun 2012

No. Alat Model Mean Down Time(Jam)

DT HD 24,
2320 465-7R 09
DT 2321 HD 465-7R 20,63

DT 2322 HD 465-7R 29,68

DT HD465-7 29,
2323 R 08
DT 2324 HD 465-7 32,62

DT 2325 HD 465-7 9,21

DT 2326 HD 465-7 5,65

DT HD 465-7 22,
2327 09
DT 2328 HD 785-7 35,85

DT 2329 HD 785-7 6,69

DT HD 785-7 25,
2330 19
DT 2331 HD 465-7R 8,58

DT 2332 HD 465-7R 8,90

DT HD 6,9
2333 465-7R 4
DT233 HD 34,
4 465-7R 43

3.10. Mean Time Between Failure(MTBF)


4
Mean Time Between Failure(MTBF) adalah waktu
rata-rata alat
bekerja sebelum terjadi kerusakan kembali. MTBF dapat dihitung dengan

menggunakan pesamaan:
69

Sebagai contoh, untuk alat berat dengan nomor alat DT 2320 akan

diperoleh MTBF sebesar:

4573
47
97,30
Dengan cara yang sama, diperoleh MTBF untuk semua alat seperti

terlihat pada tabel 3.8.

Tabel 3.8Mean Time Between Failure(MTBF) Alat Berat Tahun 2012

No. Alat Model MTBF (Jam)


DT 2320 HD 465-7R 97,30
DT 2321 HD 465-7R 159,81
DT 2322 HD 465-7R 124,52
DT 2323 HD 465-7R 68,37
DT 2324 HD 465-7 111,96
DT 2325 HD 465-7 293,91
DT 2326 HD 465-7 142,89
DT 2327 HD 465-7 220,93
DT 2328 HD 785-7 108,25
DT 2329 HD 785-7 121,51
DT 2330 HD 785-7 124,59
DT 2331 HD 465-7R 90,08
DT 2332 HD 465-7R 150,32
DT 2333 HD 465-7R 196,81
DT 2334 HD 465-7R 81,91

3.10. Mean Time To Repair(MTTR)


5
Mean Time To Repairadalah waktu rata-rata alat
diperbaiki saat
terjadi kerusakan. MTTR dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
70

Padaworkshopyang dijadikan objek penilitian ini, setiap alat yang

telah selesai diperbaiki langsung dikirimkan ke bagian produksi, sehingga

waktu perbaikan tercatat merupakan waktu alat tersebut


diberhentikan
(down time). Sehingga Mean Time To Repair (MTTR) sama dengan Mean

Down Time (MDT).

3.10. Overall Equipment Effectiveness(OEE)


6
OEE merupakan besaran inti untuk mengukur keberhasilan dalam

program penerapanTotal Productive Maintenance(TPM). Untuk

memperoleh OEE, diperlukan perhitunganAvailability(A),Performance

Efficiency(P),dan Rate of Quality(Q) terlebih dahulu. OEE


dihitung
dengan menggunakan persamaan:

Dimana:


100%

/
100%

100%
Keterangan:

Jumlah Proses (Processed Amount) merupakan


perbandingan
antara total hasil produksi dengan kapasitas produksi alat. Waktu operasi
71

(Operating Time) merupakan total waktu beroperasinya alat atau dengan

kata lain total waktu alat beroperasi tanpa henti /mengalami


gangguan,
sedangkan siklus waktu toritis alat (Theoritical Cycle Time)
merupakan
waktu ideal alat untuk beroperasi dalam satu siklusproduksi /
proses,
dimana dalam penelitian ini diketahui besarnya adalah 15
menit (0,25
jam). Jumlah produk cacat (Defect Amount) adalah banyaknya
produk
yang cacat / rusak selama produksi, baik cacat yangmemerlukan pekerjaan

ulang (rework) maupun yang benar-benar telah rusak dan harus


dibuang
(scrap). Dalam operasional pertambangan yang diteliti, tidak
terdapat
produk yang dapat dikategorikan sebagai produk cacat,
baikrework
maupunscrap.

Availabilitytelah dihitung sebelumnya, sehingga hanyaPerformance

Efficiency(P) danRate Of Quality(Q) yang akan dilakukan perhitungan

berikutnya. Sebagai contoh untuk alat berat dengan nomor alat DT 2320

akan diperolehPerformance Efficiency(P) danRate Of Quality(Q)

sebagai berikut:

329.90
3 5
100% 36,07%
0
457
30,2
5
329.903
50
5 0
329.903
0
Sehingga akan diperoleh OEE: 100% 100%

80,16% 36,07% 100% 28,91%

Dengan cara yang sama akan diperoleh OEE untuk semua


alat seperti
terlihat pada tabel 3.9.
72

Tabel 3.9Overall Equipment Effectiveness(OEE) Alat Berat Tahun 2012

%Overall Equipment Effectiveness


No. Alat Model
(OEE)

DT 2320 HD 465-7R 28,91

DT 2321 HD 465-7R 31,95

DT 2322 HD 465-7R 29,13

DT HD 25,
2323 465-7R 31
DT 2324 HD 465-7 22,82

DT 2325 HD 465-7 28,57

DT HD 465-7 28,
2326 35
DT 2327 HD 465-7 26,79

DT 2328 HD 785-7 23,60

DT HD 785-7 29,
2329 78
DT 2330 HD 785-7 26,13

DT 2331 HD 465-7R 37,07

DT 2332 HD 465-7R 38,33

DT HD 39,
2333 465-7R 22
DT 2334 HD 465-7R 28,59

Berdasarkan tabel 3.9 dapat diketahui bahwa semua alat memiliki

nilai OEE yang relatif rendah sehingga perlu diketahui cara


untuk
memperbaiki kualitas pemeliharaan tersebut. Diketahui bahasa teknis yang

sangat mempengaruhi atribut berdasarkan urutan nilai


normalisasi total,
yaitu:
73

1 Memperbaiki proses pemeliharaan


.
2 Melaksanakan pemeliharaan pencegahan
.
3 Melatih staff pemeliharaan
.
4 Melaksanakan test operasional
.
5 Melaksanakan program overhaul
.
Hasil analisis diatas dapat diterapkan sebagai rencana
kegiatan
yang harus diprioritaskan pengimplementasiannya dalam rangka

meningkatkan kualitas pemeliharaan sekaligus meningkatkan keuntungan

perusahaan (penurunan biaya pemeliharaan), meningkatkan


kompetensi
dan niat baik dari seluruh karyawan yang terlibat.