Anda di halaman 1dari 7

Present Worth Analysis (PWA)

PRESENT WORTH ANALYSIS

Present Worth adalah nilai ekuivalen pada saat sekarang (waktu 0). Metode PW ini
seringkali dipakai terlebih dahulu daripada metode lain karena biasanya relatif lebih
mudah menilai suatu proyek pada saat sekarang.

Fixed Input - Maximize the PW of Benefit

Fixed Output - Minimize the PW of Cost

Neither input nor output is fixed - Maximize (PW of Benefit – PW of Cost) or Maximize
NPW

Present worth analysis (Analisis nilai sekarang) didasarkan pada konsep ekuivalensi di
mana semua arus kas masuk dan arus kas keluar diperhitungkan dalam titik waktu
sekarang pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (minimum
attractive rate of return-MARR). Untuk mencari NPV dari sembarang arus kas, maka
kita harus melibatkan faktor bunga yang disebut Uniform Payment Series - Capital
Recovery Factor (A/P,i,n).

Usia pakai berbagi alternative yang akan dibandingkan dan periode analisis yang
akan digunakan bisa berada dalam situasi:

1. Usia pakai sama dengan periode analisis

2. Usia pakai berbeda dengan periode analisis

3. Periode analisis tak terhingga

Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung Net Present Worth (NPV) dari
masing – masing alternative. NPV diperoleh menggunakan persamaan:

NPV = PWpendapatan – PWpengeluaran

Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai NPV ≥ 0, maka alternatif tersebut layak
diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka
alternatif dengan nilai NPV terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk
dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua
alternatif yang memiliki nilai NPV ≥ 0.

Contoh 1:

Perusahaan mempertimbangkan penambahan suatu alat pada mesin produksi guna


mengurangi biaya pengeluaran, yakni penambahan alat A dan penambahan alat
B. Kedua alat tersebut masing-masing $1.000 dan mempunyai umur efektif 5 tahun
dengan tanpa nilai sisa. Pengurangan biaya dengan penambahan Alat A adalah
$300 per tahun. Pengurangan biaya dengan penambahan alat B $400 pada tahun
pertaman dan menurun $50 setiap tahunnya. Dengan i=7% alat mana yang dipilih?
Present Worth Analysis (PWA)
Penyelesaian:

Harga masing-masing alat A dan B sama, sehingga tidak menjadi pertimbangan.


Cashflow masing-masing alat:

PW benefit of A = 300 (P/A,7%,5) = 300 (4,100) = $ 1.230

PW benefit of B = 400 (P/A,7%,5) – 50 (P/G,7%,5) = 400 (4,100) – 50 (7,647) = $ 1.257,65

Alat B menghasilkan benefit yang lebih besar sehingga untuk selama 5 tahun menjadi
alternatif yang menguntungkan, bahkan di tahun pertama dan kedua menghasilkan
return yang lebih besar dari alat A.

Contoh 2:

Pemerintah Kota Depok berencana membangun sebuah instalasi pengolahan air


bersih. Ada dua alternatif dalam upaya realisasi proyek tersebut, yakni dengan
pembangunan bertahap atau pembangunan langsung. Umur rencana yang di
estimasikan adalah 50 tahun. Bila pembangunan dilakukan bertahap, maka
pembangunan awal akan menghabiskan biaya $300.000.000, dan tahap berikutnya
setelah 25 tahun yang akan datang dengan estimasi biaya menghabiskan
$350.000.000. Dan bila pembangunan dilakukan sekali menghabiskan biaya
$400.000.000. Dengan suku bunga 6% alternatif mana yang akan dipilih?

Penyelesaian:

Pembangunan Bertahap:

PW of Cost = $300.000.000 + $350.000.000 (P/F,6%,25)

= $300.000.000 + $81.600.000

= $381.600.000

Pembangunan Tidak Bertahap:

PW of Cost = $400.000.000

Ternyata pembangunan bertahap menghabiskan biaya yang lebih kecil sehingga


alternatif ini yang dipilih.
Present Worth Analysis (PWA)
 Analisis present worth terhadap alternatif tunggal

Contoh:

Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membeli peralatan seharga


Rp 30.000.000,. Dengan peralatan baru itu akan diperoleh penghematan sebesar Rp
1.000.000,- per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki
nilai jual Rp 40.000.000,-.Apabila tingkat suku bunga 12% per tahun, dengan present
worth analysis, apakah pembelian tanah tersebut menguntungkan?

Penyelesaian:

NPV = 40.000.000(P/F,12%,8) - 1.000.000(P/A,12%,8) - 30.000.000

NPV = 40.000.000(0.40388) - 1.000.000(4.96764) - 30.000.000

NPV = - 8.877.160

Ø Oleh karena NPV yang diperoleh < 0, maka pembelian peralatan tersebut tidak
menguntungkan.

 Analisis present worth terhadap beberapa alternatif


 Usia pakai semua alternatif sama dengan periode analisis

Contoh:

Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan


tahunannya. Dua alternatif peralatan masak dengan usia pakai masing-masing 8
tahun ditawarkan kepada perusahaan:

Nilai sisa
Keuntungan di akhir
Harga
Mesin per tahun usia
beli (Rp.)
(Rp.) pakai
(Rp.)

X 2.500.000 750 1.000.000

Y 3.500.000 900 1.500.000

Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin mana yang seharusnya
dibeli.
Present Worth Analysis (PWA)
Penyelesaian:

Mesin X :

NPVX = 750.000(P/A,15%,8) + 1.000.000(P/F,15%,8) – 2.500.000

NPVX = 750.000(4.48732) + 1.000.000(0,32690) – 2.500.000

NPVX = 1.192.390

Mesin Y :

NPVY = 900.000(P/A,15%,8) + 1.500.000(P/F,15%,8) – 3.500.000

NPVY = 900.000(4.48732) + 1.500.000(0.32690) – 3.500.000

NPVY = 1.028.938

Maka, pilih mesin X

 Usia pakai alternatif berbeda dengan periode analisis

Pada situasi di mana usia pakai berbeda dengan periode analisis, digunakan asumsi
perulangan (repeatability assumption) dengan periode analisis yang merupakan
kelipatan persekutuan terkecil dari usia pakai alternative. Dengan asumsi itu,
alternative yang telah habis usia pakainya sebelum periiode analisis berakhir akan
digantikan oleh alternative yang sama. Arus kas masuk dan arus kas keluar pada
periode usia pakai pertama akan berulang pada periode perulangan berikutnya,
kecuali jika disebutkan lain. Asumsi ini diterapkan untuk mempermudah pembuatan
model dalam pengambilan keputusan.

Contoh:

Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan


tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan:
Present Worth Analysis (PWA)

Nilai sisa
pada
Usia Keuntungan
Harga akhir
Mesin pakai per tahun
beli (Rp.) usia
(tahun) (Rp.)
manfaat
(Rp.)

X 8 2.500.000 750 1.000.000

Y 16 3.500.000 900 1.500.000

Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.

Penyelesaian:

Mesin X:

NPVX = 750.000(P/A,15%,16) + 1.000.000(P/F,15%,8) + 1.000.000(P/F,15%,16) –


2.500.000(P/F,15%,8)

NPVX = 750.000(5.95423) + 1.000.000(0.32690) + 1.000.000(0.10686) – 2.500.000(0.32690)

NPVX = 1582182,5

Mesin Y:

NPVY = 900.000 (P/A,15%,16) + 1.500.000(P/F,15%,16) – 3.500.000

NPVY = 900.000 (5.95423) + 1.500.000(0.10686) – 3.500.000

NPVY = 2.019.097
Present Worth Analysis (PWA)
Ø NPV mesin Y, Rp 2.019.097,- lebih besar daripada NPV mesin X, Rp 1.582.182,50,-
Maka dipilih mesin Y.

 Periode Analisis Tak Terhingga

Pada situsi ini di mana periode analisis tidak terhingga, perhitungan NPV dari semua
arus masuk dan arus keluar dilakukan dengan metode capitalized worth (nilai modal).
Jika hanya unsur biaya saja yang diperhitungkan, maka hasil yang diperoleh disebut
capitalized cost (biaya modal). Metode tersbut mempermudah perbandinga
alternative dengan usia pakai yang tak terhingga, dimana asumsi perulangan sulit
untuk diterapkan.

Capitalized worth adalah sejumlah uang yang harus dimiliki saat ini. Dengan
demikian, diperoleh pembayaran yang besarnya sama selama periode tak terhingga
pada tingkat suku bunga i% per periode.

Dari factor bunga majemuk untuk nilai n tak terhingga, didapatkan nilai (P/A,i,n) = 1/I
sehingga:

Contoh :

Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meninggalkan pendapatan


tahunannya. Dua alternative mesin ditawarkan kepada perusahaan:

Nilai sisa
pada
Usia Keuntungan
Harga akhir
Mesin pakai per tahun
beli (Rp.) usia
(tahun) (Rp.)
manfaat
(Rp.)

X 8 2.500.000 750 1.000.000

Y 9 3.500.000 900 1.500.000

Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun dan periode analisis tak terhingga,
tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Present Worth Analysis (PWA)
Penyelesaian:

CWX = 750.000 (P/A,15%,∞) + 1.000.000(A/F,15%,8) (P/A,15%,∞) – 2.500.000 (A/P,15%,8)


(P/A,15%,∞)

CWX = 750.000 (1/0.15) + 1.000.000 (0.07285) (1/0.15) – 2.500.000 (0.22285) (1/0.15)

CWX = 1771500

Mesin Y:

CWY = 900.000 (P/A,15%,∞) + 1.500.000 (A/F,15%,8) (P/A,15%,∞) – 3.500.000 (A/P,15%,8)


(P/A,15%,∞)

CWY = 900.000 (1/0.15) + 1.500.000 (0.05957) (1/15) – 3.500.000 (0.20957) (1/0.15)

CWY = 1.705.733,33

Pilih mesin X