Anda di halaman 1dari 2

DEFINISI TRIASE darurat tidak terganggu oleh pelayanan kasus-kasus 2.

ATS 2 adalah :
yang tidak gawat dan/atau darurat. a. pasien dengan kondisi yang cukup serius
Triage adalah sistem seleksi pasien yang datang
atau mengalami kemerosotan secara cepat
berobat ke Instalasi Gawat Darurat dalam
yang apabila tidak ditangani dalam 10
keadaan sehari-hari dan/atau dalam keadaan
PELAKSANAAN TRIASE
menit dapat mengancam jiwa atau
bencana.
Triage dilakukan dengan cara mendiagnosis serta mengakibatkan kegagalan organ.
memilah penderita berdasarkan kebutuhan terapi b. pasien yang dengan pemberian obat yang
dan sumber daya yang tersedia. dimana hasil ahkirnya sangat tergantung

Petugas triage menyeleksi pasien sesuai dengan dari seberapa cepat obat itu diterima oleh

kondisi kegawatdaruratannya sesuai prioritas, tidak pasien ( misalnya: trombolisis, antiracun)

berdasarkan urutan kedatangan pasien. 3. ATS 3 adalah pasien yang datang dengan
kondisi yang mungkin akan bekembang menjadi
mengancam nyama atau menimbulkan
MENGAPA PERLU DILAKUKAN TRIASE DI IGD ? kecacatan bila tidak ditangani dalam waktu 30
Kegiatan triage sangat diperlukan dalam pelayanan menit
gawat darurat karena Instalasi Gawat Darurat 4. ATS 4 adalah pasien dengan kondisi yang dapat
sebagai pusat pelayanan kesehatan yang melayani mengalami kemerosotan atau akan
selama 24 jam penuh berfungsi untuk melayani menghasilkan outcome yang berbeda bila
PENGGOLONGAN TRIASE IGD RS. PURI HUSADA
kesehatan pada pasien yang bersifat gawat dan dalam 1 jam pasien belum ditangani.
Pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat RS.
darurat serta membutuhkan pertolongan segera 5. ATS 5 adalah kondisi pasien yang sudah kronis
Puri Husada diseleksi berdasarkan kondisi
untuk menghindari perkembangan penyakit yang dengangejala yang minor, dimana hasil ahkirnya
kegawatdaruratannya dengan menggunakan
lebih parah dan dapat mengancam jiwa pasien. tidak akan berbeda bila penanganan ditunda
Australian Triage Scale (ATS) sebagai berikut :
sampe 2 jam setelah kedatangan.
Untuk itu diperlukan tata laksana triase sehingga
1. ATS 1 adalah kondisi yang mengancam jiwa
pelayanan kesehatan untuk kasus-kasus gawat dan
(atau resiko besar mengalami kemunduran) dan
perlu intervensi yang cepat dan agresif.
Beberapa contoh sebagian kasus Triage pasien : 4. ATS 4 :
 Perdarahan ringan
1. ATS 1 :
 Henti Jantung
 Aspirasi benda asing, tanpa distress TRIASE PASIEN IGD
pernapasan
 Henti Napas
 Cedera dada tanpa nyeri pada tulang iga
 Resiko sumbatan jalan napas
atau distress pernapasan
2. ATS 2 :
 Kesulitan menelan, tanpa distress
 Resiko Jalan Napas – Stridor berat atau
pernapasan
produksi air liur berlebih yang
 Cedera kepala ringan, tidak kehilangan
membahayakan
kesadaran
 Distress / kesukaran pernapasan berat
5. ATS 5 :
 Gangguan Sirkulasi : Kulit berkeringat atau
 Nyeri minimal tanpa ciri-ciri beresiko tinggi
berubah warna karena perfusi yang buruk
 Riwayat penyakit resiko rendah dan saat ini
 Detak jantung < 50 atau > 150 (dewasa)
asimtomatik
Hipotensi dengan gangguan hemodinamik
 Gejala minor dari penyakit stabil yang ada
Kehilangan darah hebat
 Gejala minor dari kondisi dengan resiko
 Nyeri dada kardiak
rendah
 Nyeri sangat hebat – apapun penyebabnya
 Luka minor – lecet kecil, laserasi ringan
 Kadar Gula Darah < 2 mmol/l
(tidak membutuhkan jahitan)
3. ATS 3 :
 Hipertensi berat
 Kehilangan cukup banyak darah – apapun KOMITE PROMOSI KESEHATAN
penyebabnya
RS. PURI HUSADA
 Sesak napas sedang
2017
 Saturasi O2 90 – 95
 Kadar Gula Darah > 16 mmol/l
 Riwayat kejang (saat ini sadar)