Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Penyakit dengan gagal ginjal dapat meningkatkan risiko kematian bagi
penderitanya. Gagal ginjal kronik merupakan masalah medik, sosial dan ekonomik
yang sangat besar bagi pasien dan keluarganya, khususnya di negara-negara yang
sedang berkembang (Raka, 2007). Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar
ke-empat di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Saat ini, tidak banyak
penelitian epidemiologi tentang prevalensi infeksi saluran kemih pada penyakit ginjal
kronik di Indonesia. Menurut Rahardjo dalam Raka (2007), diperkirakan jumlah
penderita gagal ginjal kronik terus meningkat dan diperkirakan pertumbuhannya
sekitar 10 % setiap tahun. Di kotamadya Medan, angka penderita gagal ginjal yang
menjalani dialisa diperkirakan sebanyak 100 kali pada tahun 1982, menjadi 1100 pada
tahun1990.Gagal ginjal kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan
penurunan fungsi ginjal akibat berbagai penyakit ginjal yang kronik, yang
berkembang secara progresif dan irreversible. Gagal ginjal kronik dinyatakan apabila
nilai tes klirens kreatinin (TKK) sama atau kurang dari 25 ml/menit (Prodjosudjadi
dalam Harahap, 2010). Menurut Price dalam Harahap (2010) gagal ginjal kronik
merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat, biasanya
berlangsung beberapa tahun.Selain itu, akibat penyakit yang menahun ini,
menimbulkan gejala klinis yang merugikan pada keseluruhan sistem tubuh yang lain
dan diantaranya adalah terkait penurunan fungsi imun tubuh. Sistem imunologi tubuh
manusia berfungsi untuk mempertahankan tubuh dari serangan patogen
(mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus dan bakteri) dan kekurangan fungsi
tersebut akibat kelainan pada proses metabolisme tubuh pada pasien penyakit ginjal
kronik akan meningkatkan resiko terkenanya infeksi (Kato et al dalam Harahap,
2010). Keadaan PGK tentunya sangat mengkhawatirkan bila tidak di tangani, dalam
hal ini di perlukan adanya ahli kesehatan yang menangani pengaturan masalah
tersebut khususnya dalam hal pengaturan pola makan pada PGK.
Penelitian keadaan gizi pasien PGK dengan Tes Kliren Kreatinin (TKK) ≤ 25 ml/mt
yang diberikan terapi konservatif, dijumpai 50 % dari 14 pasien dengan status gizi
kurang. Faktor penyebab gizi kurang pada PGK antara lain adalah asupan makanan
yang kurang sebagai akibat dari tidak nafsu makan, mual dan muntah. Untuk
mencegah penurunan dan mempertahankan status gizi, perlu perhatian melalui
monitoring dan evaluasi status kesehatan serta asupan makanan oleh tim kesehatan.
Oleh karena itu di perlukan adanya penatalaksanaan diet pada pasien PGK yang
betujuan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi agar mencapai status gizi optimal,
pasien dapat beraktivitas normal, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, yang
pada akhirnya mempunyai kualitas hidup yang cukup baik.
B.TUJUAN
1.Mengetahui klasifikasi stadium pada ginjal kronik.
2. Mengetahui pengelolaan pada pasien yang terkena penyakit ginjal kronik.
3. Mengetahui jenis-jenis diet pada Penderita Ginjal Kronik (PGK)
4. Menentukan menu diet yang sesuai bagi penderita penyakit ginjal kronik
(PGK) yang menjalani terapi konservatif.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DIET PROTEIN


Adalah pengaturan mekanan dengan cara pengaturan konsumsi protein
disesuaikan dengan kemampuan ginjal menyaring sisa metabolisme
protein,agar sisa tersebut tidak menumpuk dalam darah, karena dapat besifat
racun.
Diet rendah protein berguna bagi penderita gangguan ginjal atau hati
sebagai pencegahan agar penyakit mereka tidak memburuk.Seseorang yang
ingin menjalani diet rendah protein harus berkonsultasi dengan ahli gizi yang
memahami penyakit ginjal atau hati guna memberikan panduan tentang cara
mengembangkan pola makan yang sesuai serta mempelajari cara menjalankan
diet secara efektif.Mematuhi peraturan diet dapat sulit dilakukan, terutama
bagi anak-anak. Penderita penyakit ginjal dan diabetes harus hati-hati untuk
hanya memakan makanan dengan jumlah karbohidrat rendah hingga sedang
beserta lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Diet rendah
protein dapat mengakibatkan lemah otot dan rasa lemas karena tubuh
mengalami kerusakan otot untuk memproduksi asam amino yang diperlukan.
Tingkat kalsium dan fosfor harus dipantau dengan cermat. Penderita penyakit
ginjal, tingkat fosfor dapat menjadi sangat tinggi, sementara tingkat kalsium
dapat menjadi sangat rendah. Diet rendah protein mungkin menyebabkan
kurangnya asam amino penting (yang merupakan penghasil protein), niacin
vitamin, thiamin, riboflavin, dan besi mineral. Sebagian besar penderita
penyakit ginjal lanjutan mengidap anemia parah.
Pada penderita penyakit ginjal lanjutan, diet rendah protein dapat
menyebabkan kekurangan gizi. Orang tersebut dapat mengalami lemah otot
dan penurunan berat badan, kurang energi, dan mengalami kesulitan melawan
infeksi. Berat badan dan status protein harus dipantau secara berkala, mungkin
setiap hari dalam beberapa kasus.

B. Tujuan Diet Rendah Protein


Diet rendah protein bagi penderita mempunyai tujuan sebagai berikut:

 Memberikan makanan dalam jumlah cukup tanpa memberatkan kerja


ginjal.
 Menurunkan kadaar ureum dan kreatinin dalam darah
 Mencegah/mengurangi penimbunan garam/air dalam tubuh
C. PERBEDAAN DIET RENDAH PROTEI DENGAN MAKANAN BIASA

- Konsumsi protein dikurangi dari kebutuhan normal. Diutamakan


menggunakan protein yang berasal dari hewan seperti : susu, daging, ikan dan
sebagainya.

- Membatasi garam bila ada oedema dan tekanan darah tinggi.


- Konsumsi cairan disesuaikan dengan jumlah air seni satu hari, ditambah 500
ml (yaitu air yang keluar melalui keringat dan pernafasan).
- Kalori harus cukup agar perotein tidak di pecah di jadikan paling kurang 35
kalori per kilogram berat badan perhari.
-
D. MAKANAN YANG PERLU DI PERHATIKAN DALAM DIET RENDAH
PROTEIN

 Asupan natrium dibatasi, terutama bila disertai hipertensi atau terjadi oedem,
sulit/sedikit kencing (ikuti aturan diet rendah garam)

 Kalori yang diberikan harus mencukupi agar protein dalam tubuh tidak dipakai
sebagai sumber energi.

a. Makanan Yang harus dihindari dalam Diet Rendah Protein:


Makanan sumber protein nabati karena mempunyai mutu protein yang
lebih rendah bila dibandingkan dengan protein hewani. Contoh: tahu, tempe,
oncom, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedele,
dll)
b. Makanan yang harus dibatasi dalam Diet Rendah Protein

 Sumber protein hewani seperti daging, ayam, telur,ikan,hati,dan lain-lain

 Susu dan keju

 Makanan atau kue yang dibuat dari bahan tersebut di atas.

c. Makanan yang diperbolehkan dalam Diet Rendah Protein:

 Buah-buahan

 Sayur-sayuran

 Makanan tinggi kalori rendah protein seperti sirop,madu,ubi-ubia-an, kue


nagasari, hunkwe, dll.
E. TIPS DALAM DIET RENDAH PROTEIN

 Makanan lebih baik dibuat dalam bentuk kering

 Bila jumlah urin (air kencing) sehari kurang dari normal, maka perlu
membatasi minum.

F. MANFAAT DIET RENDAH [ROTEIN


Pembatasan protein mengurangi beban pada ginjal atau hati, yang akan
memperlambat perkembangan penyakit
.
G. RESIKO DAN BAGAIMANA PENCEGAHANNYA
Seseorang yang ingin menjalani diet rendah protein harus berkonsultasi dengan
ahli gizi yang memahami penyakit ginjal atau hati guna memberikan panduan tentang
cara mengembangkan pola makan yang sesuai serta mempelajari cara menjalankan
diet secara efektif.

 Mematuhi peraturan diet dapat sulit dilakukan, terutama bagi anak-anak.


 Penderita penyakit ginjal dan diabetes harus hati-hati untuk hanya memakan
makanan dengan jumlah karbohidrat rendah hingga sedang beserta lemak tak
jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.
 Diet rendah protein dapat mengakibatkan lemah otot dan rasa lemas karena
tubuh mengalami kerusakan otot untuk memproduksi asam amino yang
diperlukan.
 Tingkat kalsium dan fosfor harus dipantau dengan cermat. Penderita penyakit
ginjal, tingkat fosfor dapat menjadi sangat tinggi, sementara tingkat kalsium
dapat menjadi sangat rendah.
 Diet rendah protein mungkin menyebabkan kurangnya asam amino penting
(yang
merupakan penghasil protein), niacin vitamin, thiamin, riboflavin, dan besi
mineral. Sebagian besar penderita penyakit ginjal lanjutan mengidap anemia
parah.
 Pada penderita penyakit ginjal lanjutan, diet rendah protein dapat
menyebabkan
kekurangan gizi. Orang tersebut dapat mengalami lemah otot dan penurunan
berat badan, kurang energi, dan mengalami kesulitan melawan infeksi. Berat
badan dan status protein harus dipantau secara berkala, mungkin setiap hari
dalam beberapa kasus.
H. BAGAIMANA CARA KERJANYA

- Diet rendah protein berfokus untuk mendapatkan sebagian besar kalori harian'
seseorang dari karbohidrat kompleks, bukan dari protein.
- Ada dua sumber utama protein dalam diet tersebut: tingkat yang lebih tinggi
ditemukan dalam produk hewan, termasuk ikan, unggas, telur, daging, dan
produk susu, sedangkan tingkat yang lebih rendah dapat ditemukan dalam
produk sayuran, seperti roti, sereal, beras, pasta, dan kacang-kacangan kering.
- Umumnya, makanan dalam kelompok protein tinggi mengandung 8 gram
protein per sajian.
- Untuk mengontrol asupan protein, makanan seperti pati, gula, serealia, buah,
sayuran, lemak, dan minyak harus dimakan pada tingkat yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Jika seseorang memiliki diabetes, diet
juga harus diatur untuk mengontrol gula darah.
- Protein yang tidak boleh dihapus dari diet.
- Jumlah protein yang dapat disertakan dalam diet tergantung pada tingkat
kerusakan ginjal atau hati dan jumlah protein yang diperlukan seseorang untuk
menjaga kesehatan dengan baik.
- Uji laboratorium digunakan untuk menentukan jumlah protein dan produk
pemecahan sisa protein dalam darah.
- Tingkat protein yang disarankan dapat diterima dalam diet rendah protein
adalah sekitar 0,6 gram/kilogram dari berat badan per hari, atau sekitar 40
untuk 50 gram per hari.
- Penderita penyakit ginjal, seperti sindrom nefrotik, di mana sejumlah besar
protein terbuang melalui air seni harus mengkonsumsi protein pada tingkat
sedang (0,8 gram per kilogram dari berat badan per hari).
- Beberapa orang tidak memakan daging, telur, dan keju dalam diet mereka,
bukan mengukur jumlah protein dari makanan ini. Namun, Anda harus ingat
untuk memastikan beberapa protein telah tercakup dalam diet vegetarian untuk
mendukung pertumbuhan dan perkembangan, termasuk membentuk otot dan
menyembuhkan luka.
- Metode lain adalah dengan menghapus daging, ikan, dan ayam dari diet dan
menggunakan susu sebagai sumber protein utama.

I. MAKANAN YANG DI ANJURKAN UNTUK DIET RENDAH PROTEIN

Berikut ini adalah contoh menu untuk satu hari yang mencakup sekitar 1850
kalori dan protein sebanyak 8% dari total asupan kalori:

 Sarapan: 1 jeruk, 1 telur telur atau telur pengganti, 1/2 mangkuk nasi atau
sereal susu, 1 potong roti gandum utuh (dipanggang), 1/2 satu sendok
makan mentega atau margarin, 1/2 cangkir susu segar, minuman panas
bebas kalori, 1 satu sendok makan gula 1 (opsional)

 Makan siang: 1 ounce dada ayam kalkun iris, 1/2 mangkuk kecil brokoli
kukus, 1 iris roti gandum utuh, 1/2 sendok makan mentega atau margarin, 1
buah apel, 1/2 mangkuk kecil agar-agar pencuci mulut, 1 gelas jus anggur,
minuman panas bebas kalori, 1 sendok makan gula (opsional)

 Makanan Ringan Sore: 6 biskuit soda bebas garam, 1/2 sendok makan

mentega atau margarin, 1 hingga 2 sendok makan agar-agar, 1/2 gelas jus
apel

 Makan malam: 1/2 gelas jus tomat, 1 ounce daging sapi, 1 kentang
panggang, 1 sendok teh mentega atau margarin (opsional), 1/2 mangkuk kecil
bayam kukus, 1 iris roti gandum utuh, 1/3 cangkir minuman jahe, 4 bagian
buah aprikot, minuman panas bebas kalori

 Makanan Ringan Malam: 1 buah pisang

J. PENDAPAT PARA AHLI

 Diet sangat rendah protein yang sejalan dengan suplemen asam amino
terbukti dapat memperlambat perkembangan, bahkan menyembuhkan
penyakit ginjal jenis tertentu pada pasien yang masih berada dalam tahap awal
penyakit tersebut.

 Pada orang dewasa pengidap gagal ginjal kronis tingkat sedang hingga akut,
penurunanasupan protein juga telah terbukti mengurangi risiko penyakit ginjal
tingkat akhir, berdasarkan tinjauan sistematis terhadap delapan uji coba acak
pada 1.524 pasien yang diamati selama minimal satu tahun.

 Meskipun dapat membantu pasien pengidap penyakit ginjal atau liver


kronis, namun diet rendah protein ini diketahui menjadi penyebab otot
lemah. Para ahli merekomendasikan latihan kekuatan untuk membantu
mengatasi masalah ini.

 Para peneliti yang mempelajari sekelompok pasien vegetarian yang berhasil


mempertahankandiet relatif rendah kalori dan protein menemukan bahwa
kelompok pasien ini memiliki kadar sejumlah hormon dan zat lain lebih rendah
dalam darah yang telah dikaitkan dengan penyakit kanker tertentu.

 Diet rendah protein telah terbukti mencegah rematik, yang disebabkan oleh
terlalu banyak kadar asam urat dalam darah.

 Diet rendah protein juga telah terbukti membantu pasien pengidap penyakit
Parkinson.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :

 Makanan tinggi kalori, rendah protein seperti sirop,madu, permen, baik


sebagai penambah kalori, te-tapi hendaknya tidak diberikan dalam dekat
waktu makan, karena dapat mengurangi nafsu makan
 Untuk mengurangi kadar kalium dalam makanan, sebaik nya sayuran
dipotong-potong terlebih dahulu kemudian dicuci dan direndam dalam air
hangat selama ± 2 jam (jumlah air 10 x bahan makanan). Kemudian air
rendaman dibuang dan dicuci lagi pada air mengalir, setelah itu dimasak
(jumlah air 5 x bahan makanan)

CONTOH PEMBAGIAN MAKAN SEHARI

Kebutuhan :
Energi 1850,8 Kkal Lemak 41,1 gram
Protein 31,0 gram Karbohidrat 339,2 gram

PEMBAGIAN MAKANAN SEHARI


Jam makan Berat (Gram) URT
Makan Pagi
Beras / Penukar 62,5 3/8 gelas
Lauk Hewani 25 1/2 ptg
Lauk Nabati 0 0 ptg
Sayuran 50 1/2 gelas
Buah - - ptg
Minyak 10 1 sdm
Gula 30 20 2 sdm

Jam 10.00
Snack 50 1 bh

Makan Siang
Beras / Penukar 87,5 1/2 gelas
Lauk Hewani 75 1 1/2 ptg
Lauk Nabati 0 0 ptg
Sayuran 100 1 gelas
Buah 100 1 ptg
Minyak 10 1 sdm
Gula 30 20 2 sdm

Jam 16.00
Snack 50 1 bh

Makan Malam
Beras / Penukar 87,5 1/2 gelas
Lauk Hewani 50 1 ptg
Lauk Nabati 0 0 ptg
Sayuran 50 1/2 gelas
Buah 100 1 ptg
Minyak 10 1 sdm
Gula 30 20 2 sdm

CONTOH MENU
Makan Pagi : Nasi Tim
Semur bola-bola daging
Tumis kangkung + wortel

Jam 10.00 : Sus isi vla

Makan Siang : Nasi Tim


Telur ceplok air
Bobor bayam + labu siam
Jeruk manis

Jam 16.00 : Puding maizena

Makan Malam : Nasi Tim


Daging cincang rolade
Sayur kare
apel
BAB II
PENUTUP

A.KESIMPULAN
Diet yang diberikan adalah rendah protein cukup tinggi. Caitan dan elektrolit
disesuaikan dengan kondisi pasien. Pada Diet Rendah Protein, sumber protein
sebagai lauk pauk tidak hanya bersumber dari protein hewani, dapat digunakan
hasil olahan kedelai untuk pengganti protein hewani sebagai variasi menu atau
untuk penganut vegetarian dengan memperhatikan segala kelebihan dan
kekurangan.
• Asupan protein yang konsisten dan terkendali adalah penting.
• Mengatur makanan dan memenuhi anjuran dapat meningkatkan kualitas
pasien.
Adalah pengaturan mekanan dengan cara pengaturan konsumsi protein
disesuaikan dengan kemampuan ginjal menyaring sisa metabolisme protein,agar
sisa tersebut tidak menumpuk dalam darah, karena dapat besifat racun.

B. SARAN

Makanan sumber protein hewani seperti : daging, ayam, ikan, hati, telur,
susu, keju, dan sebagainya mempunyai mutu protein yang lebih baik. Pilihlah
sebagai sumber protein, makanan golongan ini dalam jumlah yang telah di
tentukan kue-kue atau makanan-makanan yang benyak menggunakan bahan
makanan tersebut hendaknya di batasi penggunaannya. Makanan sumber protein
nabati seperti : tahu, tempe, kacang tanah, kacang merah, kacang tolo, kacang
hijau, kacang kedelai dan sebagainya. Mempunyai mutu protrin hewan. Oleh
karena itu sebaiknya di hindarkan.
Daftar pustaka:

asuhan-kebidanan.blogspot.com/2010/09/materi-kesehatan-diet-rendah-
protein.htm

http://giziwebster.blogspot.com/2012/07/diet-rendah-protein.html

http://referensikedokteran.blogspot.com/2010/07/diet-pada-penyakit-ginjal.html

http://kesehatanvegan.com/2009/10/26/diet-rendah-protein-penggunaan-protein-
nabati-pada-penyakit-ginjal-kronik/#more-973

http://kesehatanvegan.com/category/journal/diet-rendah-protein-penggunaan-
protein-nabati-pada-penyakit-ginjal-kronik/

http://artikel-info-kesehatan.blogspot.com/2009/06/diet-rendah-protein.html

https://www.google.co.id/search?q=menu+diet+rendah+protein&ie=utf-8&oe=utf-
8&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-
a&channel=fflb&gws_rd=cr&ei=EYpqVbbkFsm1uASPooCwCQ#rls=org.mozilla:en-
US:official&channel=fflb&q=pengertian+diet+rendah+protein&revid=559690677